-
TEKNOLOGI METAFISIKA SOLUSI UNTUK PALESTINA
Kita berada di zaman dimana teknologi berada di fase puncak. Apa yang dicapai manusia saat ini adalah puncak dari perjalanan panjang manusia dari zaman pra sejarah sampai kepada zaman modern sekarang ini. Dalam bidang persenjataan, manusia sudah dikejutkan oleh begitu dahsyatnya bom atom yang dijatuhkan di Hirosima dan Nagasaki dan tentu saja kelanjutan dari bom atom adalah senjata nuklir yang mencapai fase sedemikian berbahaya. Jika terjadi perang nuklir maka bumi ini seperti di shutdown, akan kembali lagi ke zaman batu dimana segala teknologi yang pernah dicapai akan hilang seketika.
-
MANUSIA PURBA YANG TERJEBAK DI ERA MODERN
Sejarah mencatat bahwa kebenaran yang di turunkan oleh Allah kepada manusia selalu mengalami fase penolakan dalam berbagai bentuk bahkan sampai upaya menghilangkan sang Pembawa Pesan (Nabi/Rasul), baru kemudian manusia sampai ke tahap menerima kebenaran tersebut. Berulang kali ini terjadi sejak zaman Nabi Adam AS sampai kepada Nabi Muhammad SAW dan proses ini akan terus berlangsung… di tolak baru kemudian pelan-pelan diterima. Jika kita memakai kacamata agama jawabannya sangat singkat, ada sosok Iblis beserta sekutunya yang berusaha melawan kebenaran. Nampaknya jawaban seperti ini agak kurang bisa diterima oleh Masyarakat kita yang sudah semakin maju terutama kaum milenial. Tulisan ini akan membahas dalam berbagai sudut pandang tanpa membuat kesimpulan, pembaca menyimpulkan sendiri..
-
WIBAWA IMAM JA’FAR ASH-SHADIQ YANG DIWARISKAN.
Imam Ja’far Ash-Shadiq nama lengkapnya adalah Ja’far bin Muhammad bin Ali bin Husain bin Ali bin Abu Thalib. Beliau dilahirkan di kota Madinah pada tahun 83 Hijriyah. Panggilannya adalah Abu Abdullah dan Abu Ismail. Gelar kehormatannya adalah Ash-shadiq, Al-Fadil, dan At-Thahir. Imam Ja’far Ash-Shadiq hidup di masa dinasti Abbasiyah, pada waktu itu Khalifahnya adalah Abu Ja’far Al-Mansur. Nama populernya adalah Al-Mansur. Beliau adalah Khalifah kedua dinasti Abbasiyah. Di bawah ini adalah kisah Imam Ja’far Ash-Shadiq ketika diundang Khalifah Al-Mansur untuk datang ke istananya. Adapun kisahnya sebagai berikut:
-
Bisa Jadi Masih KAFIR
Kata Kafir bukan lawan dari muslim atau orang Islam tapi Kafir ber-oposisi dengan mukmin, orang percaya. Percaya eksistensi Tuhan, dan hidup hanya untuk mengabdi kepada-Nya, bukan demi materi, intelektual, jabatan, kekuasaan dan lain sebagainya. Pada zaman dahulu, orang orang yang disebut dengan sebutan kafir adalah para pembesar Quraish dan mereka yang melawan perjuangan Nabi untuk menghentikan tradisi tradisi yg negatif seperti fanatisme kesukuan, dan peperangan untuk kemudian membangun peradaban dengan basis kesetaraan dan keadilan.
-
API
Ada fase dalam sejarah manusia dimana api adalah benda yang begitu berharga, mempengaruhi hidup dan kemudian mempengaruhi budaya manusia. Berdasarkan data arkeologi, penemuan api berlangsung sekitar 400.000 tahun lalu. Api ditemukan pada masa paleolitikum, ketika berbagai belahan bumi dihuni oleh Homo erectus. Akan tetapi belum dapat dipastikan apakah pada periode tersebut manusia purba membuat api atau mengambilnya dari sumber alam. Mulanya, api dikenal dengan melihat gejala alam seperti kilat dan gunung meletus. Suatu waktu, ketika manusia purba sedang membuat alat dari batu, gesekan antara batu satu dengan yang lain ternyata menimbulkan percikan api. Dengan pengalaman ini, maka pada kesempatan lain di dekat batu yang akan dipukul ditempatkan rumput kering. Percikan…
-
THE BIG WHY
Kebanyakan orang menjalani hidup dengan normal, lahir ke dunia ini kemudian menjadi remaja, menikah, tua dan meninggalkan dunia fana ini. Seiring berjalan waktu namanya pun hilang di telan masa tanpa meninggalkan apapun. Namanya bahkan tidak lagi dikenal oleh 4 atau 5 generasi sesudahnya. Sementara ada orang yang lahir menjalani hidup dan kemudian menemukan alasan kuat kenapa dia harus sukses dan harus hebat, kenapa dia harus menjadi beda dengan yang lain. Ketika memiliki alasan yang kuat maka dia kemudian berubah sesuai dengan tekad yang dimilikinya, menjadi besar, hebat bahkan menjadi tokoh dunia.
-
Sesuai Kapasitas
Meskipun Ibnu Arabi dicintai oleh semua Sufi, mempunyai banyak pengikut pribadi dan menjalankan fungsi teladan kehidupan, tidak diragukan ia merupakan suatu ancaman bagi kalangan formalis. Seperti al-Ghazali, kekuatan intelektualnya lebih unggul dari semua orang sezamannya yang lebih konvensional (di bidang pemikiran). Alih-alih menggunakan berbagai kemampuan ini untuk mengukir satu tempat dalam skolastisisme, ia menyatakan — seperti banyak Sufi lainnya — bahwa jika seseorang memiliki intelek yang kuat, fungsi terakhirnya adalah memperlihatkan bahwa intelektualitas hanyalah suatu sarana pengantar kepada sesuatu yang lain. Sikap ini bukan suatu kesombongan — apalagi kalau kita benar-benar bertemu dengan orang semacam ini dan mengetahui kerendahan hatinya.