Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Re-Inkarnasi Dalam Pandangan Sufi

anto.sehat.blogspot.com1Tulisan ini saya buat atas pertanyaan salah seorang pembaca sufimuda.net, yang menanyakan tentang re-inkarnasi dalam pandangan Islam. Salah satu pertanyaan tentang re-inkarnasi 2 hari yang lalu lewat komentar di tulisan Tidak Ada Perantara Antara Manusia Dengan Allah (Bag. 3):

assalamu’alaikum bang sufimuda, apakah proses turunnya ruh dan berada pada tubuh yang lain bisa dikatakan proses reinkarnasi? seperti yg orang jawa bilang “tumimbal lahir solan-salin raga” (uttama adhikari)

Pertanyaan tentang ini sangat menarik untuk di bahas karena satu sisi kita mengetahui konsep re-inkarnasi itu hanya dikenal di kalangan Hindu sementara dalam Islam tidak ada istilah re-inkarnasi, akan tetapi kita juga tidak bisa menafikan fakta ada orang yang mengaku titisan para wali, atau dalam waktu pendek sering “kamasukan” roh para wali seperti Syekh Abdul Qadir Zailani dan lain, sehingga walaupun sebagian besar menolak konsep re-inkarnasi tapi diam-diam menerima fakta yang terjadi.

Sebelum kita membahas tentang re-inkarnasi secara spesifik, ada baiknya kita baca sedikit definisi dari re-inkarnasi yang saya kutip dari beberapa sumber.

Kata “reinkarnasi” asalnya dari kata re+in+carnis. Kata Latin carnis berarti daging. Incarnis artinya mempunyai bentuk manusia. Sedangkan reinkarnasi adalah masuknya jiwa ke dalam tubuh yang baru. Jadi, jiwanya adalah jiwa yang sudah ada, tapi jasadnya baru. Maka, reinkarnasi juga dapat disebut kelahiran kembali. Kondisi ini disebut pula sebagai migrasi jiwa. Artinya, jasad lama ditinggalkan alias mati, dan pada suatu kesempatan jiwa tersebut masuk ke dalam jasad baru, alias menjadi bayi kembali. Dalam bahasa Inggris reinkarnasi disebut sebagai reborn atau reembodiment.

Bagi agama-agama di Timur, agama-agama yang tumbuh di India, Tibet, Cina, Jepang, dan di Kepulauan Nusantara; reinkarnasi bukan lagi sebagai hal yang aneh. Reinkarnasi bukan dipahami sebagai kepercayaan atau keimanan, tapi sebagai hukum alam.

Bagaimana dengan reinkarnasi di Dunia Barat? Sumber dasar filsafat Barat adalah budaya Yunani dan Romawi. Pada kedua budaya tersebut, reinkarnasi diterima sebagai kepercayaan. Di antara filsuf Yunani kuno, Plato yang hidup pada abad ke 5–4 seb. M, percaya bahwa jiwa tidak pernah mati, dan mengalami reinkarnasi berkali-kali. Lalu, kapan reinkarnasi itu berakhir? Ya, segala sesuatu pasti berakhir. Menurut agama Hindu, reinkarnasi berakhir bila sang manusia mengalami moksa. Menurut agama Buddha kelahiran kembali tak akan terjadi lagi bila roda samsara telah berhenti. Sang Jiwa selanjutnya ke alam nirwana.

Sebagaimana saya kemukakan di awal tulisan, saya disini tidak membahas perdebatan tentang re-inkarnasi dari sudut dalil Ayat-Ayat atau Hadist karena kalau anda ingin mengetahui silang pendapat tentang itu bisa anda dapatkan dengan mudah dengan hanya mengetik kata “Re-Inkarnasi Menurut Islam” di google, dan disana akan banyak sekali artikel yang berhubungan dengan hal tersebut. Pada kesempatan ini saya ingin membahas tentang re-inkarnasi menurut hakikat atau menurut apa yang diyakini dalam masyarakat berhubungan dengan arwah atau roh para wali yang konon katanya bisa ber re-inkarnasi kedalam jasad orang-orang yang masih hidup dan hal ini nyata terjadi dan diyakini oleh sebagian besar masyarakat kita.

Apa Benar Roh Wali Allah Bisa Memasuki Jasad Orang Lain?

Anda yang bergelut dalam dunia gaib tentu hal ini bukan suatu yang aneh, kemasukan roh wali, kemasukan sahabat Nabi dan saya sendiri sewaktu kecil menyaksikan sendiri orang yang kamasukan roh saidina Umar bin Khatab, berbicara dalam bahasa Arab yang fasih, membentak banyak orang termasuk imam mesjid, semua orang takut karena yakin yang masuk dalam tubuh dia adalah benar-benar saidina Umar.

Kalau kita merujuk kepada al-Qur’an dan Hadist, bahwa roh seseorang ketika meninggal akan berada di alam lain, dia tidak akan kembali lagi kedunia termasuk roh para Nabi. Rohani para Nabi dan Wali yang telah disucikan akan berada di dalam Ketuhanan, tidak lagi mengurus urusan duniawi. Keabadian rohani para Nabi atau Wali bukan berarti mereka kemudian mengurus segala urusan duniawi apalagi masuk ke dalam raga orang lain. Atas kuasa Allah SWT, siapapun yang menyebut nama kekasih Allah, berdoa dengan memohon berkat dari Wali-Nya, maka Allah akan mengabulkan permohonan tersebut, yang mengabulkan bukanlah rohaniah Wali Allah akan tetapi Allah sendiri. Atas kuasa Allah juga, para wali kemudian membantu para murid-muridnya, dalam jarak dan waktu yang berbeda, semasa hidup Allah sudah memberikan kehendak-Nya kepada Wali Allah maka setelah Wali Allah meninggal dunia juga Allah tetap memberikan kehendak-Nya.

Bersambung…

Single Post Navigation

25 thoughts on “Re-Inkarnasi Dalam Pandangan Sufi

  1. alhamdulillah semakin tercerahkan, tetap menunggu kelanjutannya bang sufimuda

  2. Assalamualikum wr.wb,
    Tidak ada reinkarnasi dalam islam.
    seperti firman Allah pada surat almuminuun ayat 114 dan 115.
    Allah berfirman, kamu tidak tinggal di bumi melainkan sebentar saja , kalau kamu sesungguhnya mengetahui.
    Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu SECARA MAIN-MAIN SAJA ,DAN KAMU TIDAK AKAN DIKEMBALIKAN KEPADA KAMI?

    maaf saya sengaja memperbesar sebahagian firman Allah ini agar lebih jelas maksud dan tujuan saya.

    Tetapi apabila kita berbicara soal orang-orang mukmin yaitu orang-orang yg semasa hidupnya sangat dekat dengan Allah, tidak mustahil untuk datang kepada yg dekat dengan Allah juga, tetapi mereka juga hadir dalam kalbu tidak dengan KESURUPAN.
    Oleh sebab itu orang yg bersangkutan saja yg mengetahui apakah yg berbicara Allah ataukah orang-orang mukmin ataukah malaikat-malaikat Allah.

    semoga lebih jelas,
    wassalam,
    sayyid.

    • Abu Hamzah on said:

      Bung Sayyid ini benar benar sedang mengigau..

      Kalau anda ndak pernah nyantri, ndak pernah belajar nahwu minimal googling dulu sebelum menguraikan tentang maksud surat Al-Mukminun 114 dan 115. Minimal anda baca ini dulu http://kongaji.tripod.com/myfile/al-Muminun-ayat-115-117.htm

      Salam Bung Sayyid, mohon jangan tersinggung, anda kan orang sudah dekat dengan Allah, orang dekat dengan Allah juga perlu nasehat.

      salam hormat

      Abu Hamzah Alkaff

      • Assalamualaikum wr.wb,
        akhi abu hamzah alkaff,
        terima kasih atas pengiriman blog soal arti dari surat almuminuun ayat 115-117.saya sangat senang atas perhatian anda ini.
        mengapa anda tidak membacanya terlebih dahulu sebelum memberikanayat ini kepada saya, karena sudah jelas bahwa kita hidup di dunia ini hanya satu kali, jadi TIDAK ADA REINKARNASI DLM ISLAM.
        maaf sengaja saya besarin tujuan saya.

        terimakasih akhi,saya sarankan agar anda berguru, saya tidak emosi cuma tegas saja klo kita lemah dlm beragama masalah dunia akan bertumpuk.Nasehat itu memang perlu karena manusia bersifat lalai.
        terima kasih.

        wassalam,
        dari saudaramu
        sayyid

  3. As salam pak sayid sebelum bapak membaca alqur’an, saran saya bapak makrifatullah dulu,,karena jika alqur’an Bapak artikan menurut akal fikiran Bapak sendir,i itu bisa sesat,sebanyak orang yg berakal sebanyak itu pula pendapat yang keluar, sehingga gontok2kan tak dapat dihindarkan maka akan terjadi kata2 akulah yang paling benar yang lain salah semuanya,hehehehehe

  4. Betul kata pak sofyan, setiap perkataan dan tulisan dapat dipastikan apakah seseorang itu memang berilmu atau hanya ikut-ikutan yg perlu bimbingan yg lurus.
    mudah-mudahan pak syofyan mendapati seorang guru yg dapat mengajar bapak tahap pertama dahulu mengenai akhlak yg mulia.
    wassalam,
    sayyid

  5. Abu Hamzah on said:

    Bung Sayyid…
    Ndak usah terlalu emosi begitu…
    Nasehat Pak Sofyan itu menurut saya sebuah nasehat yang baik, karena sesama muslim saling menasehati, lalu kenapa anda jadi emosional, katanya bisa langsung berhubungan dengan Allah, dapat firman langsung dari Allah, tapi ketika di nasehati malah tidak menerima. Justru karena pak sofyan sudah Makrifat maka bisa menasehati anda agar tidak menggunakan otak semata dalam menafsirkan ayat.
    Coba anda baca ulang komentar anda di blog ini, dari awal sudah ngaur. Katanya bisa langsung berhubungan dengan Allah, sekarang menyuruh pak sofyan berguru.
    Menurut pandangan saya , sekali lagi ini hanya menurut saya, anda sebenarnya ngaur tapi gk sadar ngaur, ini yang susahnya, diberi nasehat gk diterima.
    Saya dari awal membaca komentar Bung Sayyid di sufimuda ini memang aneh, pertama mengatakan berhubungan langsung dengan Allah dan dengan percaya diri mengatakan: “Allah mengatakan TIDAK akan menurunkan Isa Al-Masih”, ketika Mas Sufimuda mengatakan ini bertentangan dengan apa yang di firmankan Allah kepada Nabi Muhammad, anda bilang tentang hadist lemah, dan bukan Allah berbicara tapi berbisik ke dalam qalbu anda.
    Saya sarankan Bung Sayyid banyak2 mohon ampun kepada Allah, segera sadar dari mimpi, bahaya kalau terus berada dalam mimpi, nanti bisa gila lho he he

    Salam Hormat Saya

    Abu Hamzah Alkaff

  6. Assalamualaikum wr.wb,
    akhi abu hamzah alkaff,
    jika Allah berbicara pada kalbu seorang hambanya, bukan artinya Allah berfirman disini anda sudah salah tanggapan.Nabi terakhir yg menerima firman2 Allah adalah junjungan kita nabi muhammad s.a.w.saya juga yakin anda belum berguru karena belum bisa membedakan firman dan kasih dari Allah, tidak mengapa memang banyak orang yg mengatakan dirinya atau orang lain bermakrifat., biasanya nasehat dari sesama muslim yg baik itu dpt dilihat dari budi pekerti yg mulia seperti yg diajarkan oleh rasulallah s.a.w.saya mengatakan kepada pak syofyan agar berguru dahulu agar berakhlak mulia, orang bermakrifat adalah sangat mulia dan berakhlak mulia.yg beliau berikan diatas bukan berupa nasehattetapi justru mengejek sesama ummat muhammad s.a.w.
    saya tegas dlm hal ini.

    Salamnya ngawur dan akhir salamnya juga juga tidak ada seolah-olah seperti anda juga.
    salam yg baik dlm islam menunjukkan budi perkerti yg baik dari seorang muslim yg baik ataukah beliau bermakrifat atau belum.
    sekian.
    wassalam,
    sayyid

  7. Cinta damai on said:

    Assalamualaikum Wr wb ..

    Mohon kepada abang2 yg terhormat utk menghentikan debat yg tidak berakhir ini .
    Sebagai sesama muslim kita harus saling menjaga kerukunan .
    Bagaimana jika yg non muslim membaca comment yg ada dan mereka pasti menilai kita yg sesama muslim saja tidak sepaham berkesan adu pendapat dan selfish.
    Dan parahnya bisa jadi mereka akan menyalahkan agama kita nantinya.
    Demikian harapan saya buat abang2 semuanya .
    Mohon maaf jika saya salah dalam penyampaian

    Wassalamualaikum wr wb

    • Betul sekali sobat, saya yang non muslim membaca hal tersebut juga ingin ketawa, tapi juga mengerutkan dahi. Sebenarnya inilah mukzizat kitab anda semua, makna nya luas dan Maha Luas. Tapi kalo menurut saya pribadi yang juga baru belajar semua kitab, dan Ada penegasan bahwa Al-quran adalah penyempurna kitab terdahulu, sedang reinkarnasi juga pernah di bahas di kitab-kitab terdahulu, bisa jadi reinkarnasi itu ada, yang namanya penyempurna bukan berarti menghilangkan bisa juga menambahkan bukti dari ayat2 nya. Semoga kita bisa belajar bersama bahwa semua kitab itu mengajarkan kebaikan dan itu adalah petunjuk Sang Maha Pencipta

  8. jika kau ada AKU tiada

  9. SEBAGAI UMMAT NABI MUHAMMAD SAW yang baik. sebaiknya meninggalkan perdebatan. perkara anda memenangkan perdebatan, yg merasakan kepuasan bukan anda.

  10. saya setuju apa yang dikatakan orang hindu sama budha….karena Tuhan itu Maha adil……kalau dalam Al qur an Kehidupan sesuai amal….karena Tuhan tidakj mengurangi atau melebihi amal seseorang….Contoh yang nyata kelahiran seseorang didunia……

  11. eyangtajimalela on said:

    ” Sebanyak apa seseorang memiliki pengetahuan, dan seluas apa seseorang mempunyai pengalaman, maka hanya sampai disitulah kemampuan seseorang tersebut dalam berpikir, tidak akan lebih “.

    Perbedaan akan selalu ada, untuk apa saling berdebat akan hal hal yang sama sama belum kita ketahui ?.
    Katanya VS katanya = dongeng.

  12. Zein Arifin Achmeed on said:

    Renkarnasi itu benar” ada dan hanya orang” yg sufi yang bisa mengetahui adanya renkarnasi, bahkan saat ini sudah mengalami 5x kehidupan,, renkarnasi bukan berarti jasad yg mati hidup kembali, tapi ruh yg terlahir ke kembali menjadi anak orang lain,

  13. kebenaran hanya akan didapat dengan cara meragukannya sampai keraguan kita sirna. sudahkan kita pernah mencoba meragukan barang sekejap apa yang dicekokkan kedalam diri oleh berita/literatur/kitab apapun namanya. karena kalo percaya begitu saja pada berita apalagi doktrin tanpa pernah coba meragukan, lalu …apa gunanya, apa maksudnya Tuhan membekali kita dengan nurani. sementara setiap berita pasti ada modusnya dan jarang modusnya adalah murni kebenaran. reinkrnasi? coba difahami memalui dunia kuantum, mungkin lebih mudah, sebab mungkin yang tertulis dalam kitab suci belum bisa kita pahami (dengan keterbatasan kita) atau memang lupa ditulis oleh penulisnya, bukankah kitab juga tulisan manusia (bukan Tuhan) yang bisa saja lupa, alpa…seperti manusia lainnya.

    • Ruslianto on said:

      Ass.
      Lembaran –lembaran ghaib menjadi sesuatu yang langka, tentu bagi yang berhati keras padahal fenomena itu sendiri seperti Yang Maha Kuasa mengharap kepada orang ber-iman agar memahaminya, namun kenyataan ada seleksi ‘disitu’ untuk membuka hijab atas ghaib itu sendiri, sehingga tidak sedikit pula setan mengelabui manusia melencengkan makna ghaib itu , dan itulah salah satu ‘jalan’ setan untuk menuding manusia termasuk temannya di neraka nanti.

      Dengan izin Allah istilah ‘ghaib’ itu saat ini baru bertahap ‘sesuatu’ yang tidak masuk akal, ada pula diantara guru sufi mengatakan bahwa teknnologi adalah hasil rekayasa olah pemikiran manusia dan bukan dari kejadian alam. Dan mengapa manusia bertubuh [jasmaninya] dikatakan zahir, dimana pula ghaibnya tentu ruhnya, jiwanya,bathinya, dan bagaimana kesudahannya hidupnya,…digambarkan bahwa zahir didalam tanah, hancur dimakan cacing, Lalu ruhnya, itulah mengapa Allah menyuruh manusia percaya kepada yang ghaib dan berdzikir dalam hati yang insya Allah bertahap hati menjadi lembut dan ‘terbukanya’ lembaran ghaib. Dan sebab itu pula mengapa Allah lebih memandang ‘hatinya’ dari pada jasmani atau badannya.

      Qur’an Al-Baqarah ;
      Zalikal kitaabu laa raiba fiih[i] hudal lil muttaqin – Alladzina yu’minunna bil ghaib wa yuqimunassholatta wa mimmaa razaqnaahum yunfiquun[a].

      Kitab AL Qur’an ini tidak ada keraguan dalamnya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, Yaitu mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan sholat, dan menafkahkan sebahagian rezekinya yang Kami anugerahkan kepada mereka.

      Wass, Smoga bermanfaat dan hanya sekedar ulasan yang perlu dikoreksi ulang.

  14. klu menurut ane, kelak ketika kita dibangkitkan lagi dari kubur itu termasuk reinkarnasi.

    reinkarnasi kan cuma nama doang

  15. Anonym on said:

    Percuma bicara pakai ego,emosi dan sikap fanatik.

  16. abiet coy on said:

    Assalamu alaikum…
    Bang sufi muda,,,baru ketemu blognya,,,!!

    Ada yg berdebat nie,,,,

    Apain kmu semua perdebatkan tentang KEBENARAN,,,,SEMUA ITU SIFATNYA SAJA,,,siapa yg berdebat siapa yg didebatkan,,,siapa yg dikasih tau siapa yg ngasi tau,,,,

    Siapa yg murid siapa yg guru,,,,,siapa yg punya ilmu siapa yg menyampaikan,,,,

    ciptaan berdebat dengan ciptaan,,yg didebatkn ciptaan juga,,,,,,,

    PIKIRKAN BROO,,SEMUA DIRIMU ITU CIPTAAN SEMUA,,,LEBIH BAIK ENGKAU MENETESKAN AIR MATA,,,SEHARIAN PANJATKAN PUJI SYUKUR KEPADANYA,,,DAN SEBUT NAMA ALLAH,,,,,BYK BYK,,KARENA KASIH DAN SYANGNYA AJA KALIAN ITU BISA SEPERTI ITU DAN HIDUP SAMPAI SEKARANG
    Kabuuurrrrr ahh

    Nanti kluar ayat,,aku kan buta ayat dan hadist,,,

    Klo ada kata kataku salah TOLONG MAAFIN ,,,

    SALAM CINTA BUAT SUFI MUDA,,,

  17. Siapapun disini yg pernah menyaksikan sendiri/mengalami sendiri dgn mata kepala sendiri dan dgn tubuh sendiri tentang reingkarnasi ataupun moksha/wahdatul wujud… tolong coment.

    • Pantaskah ‘di’ coment ? menjadi risih [karena] ada Guru Sufi yg pernah mengatakan ‘jika memang sebenarnya pernah engkau merasakan, maka engkau menjadi insan yang tidak [pernah] merasakan [apa-apa]. lihat QS.Al An’am ayat 103.

    • @Ana;

      mengapa anda mencampuradukkan moksha dan wahdatul wujud ??

      moksha mungkin punya definisi yg mirip dg reinkarnasi, dalam istilah hisduism… tapi apa kaitan nya dg wahdatul wujud?

  18. Jakfar Abdullah on said:

    Manusia yang sanggup mengemban amanah .layak mendapat ujian ALlah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: