Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

MUSA…LEMPARKAN TONGKAT MU!.

12Sahabat Sufimuda tercinta, sudah lama saya tidak menulis dan memasuki tahun 2017 tidak ada satu tulisan pun saya tulis. Di hari Jumat penuh berkah ini, terimalah tulisan pertama di tahun 2017, sebuah tulisan yang tiba-tiba saja muncul dan mengalir begitu saja. Silahkan dibaca tulisan ini dengan pelan sampai habis karena maknanya tidak berada di awal, tidak berada di tengah dan tidak pula di akhir, maknanya akan di dapat ketika sahabat membacanya secara keseluruhan, disana akan muncul sebuah kesimpulan yang mudah-mudahan sama dengan kesimpulan penulis. Selamat membaca…

Baca lebih lanjut…

Hari ini, 2 Desember 2016…Saya Bahagia..

aksi-damaiHari ini kita menyaksikan jutaan ummat Islam berkumpul di Monas dalam rangka doa bersama dan shalat Jumat. Dalam sejarah di Indonesia, ini adalah peristiwa langka dimana seluruh elemen Ummat Islam bersatu, kompak. Selama ini mereka bergerak terpisah-pisah dalam kelompok-kelompok kecil dan agenda acara berbeda. Kelompok yang senang zikir melaksanakan zikir akbar, diseberang sana ada kelompok yang tidak setuju zikir berdiri dengan diam atau bahkan mengejek. Ketika ada kelompok yang senang dengan Maulid Nabi melaksanakan acara maulid Akbar, ribuan ummat Islam melaksanakannya, namun diseberang ada kelompok anti maulid diam atau bahkan juga ikut mengejek, Maulid adalah perbuatan bid’ah. Baca lebih lanjut…

Khidir dan Musa Dalam Perspektif Sufi

IMG_9488Kisah berguru Nabi Musa kepada Nabi Khidir akan menjadi pedoman dan rujukan bagi segenap manusia yang ingin menempuh jalan kepada Allah SWT lewat bimbingan seorang Guru yang paham Agama secara zahir dan bathin. Ilmu apa lagi yang harus diajarkan Khidir kepada Musa, sedangkan Musa adalah seorang utusan Allah juga, luas pengetahuannya baik tentang agama maupun tentang dunia. Musa tidak akan mungkin bisa menjadi murid Khidir selama dia masih membawa pengetahuan yang pernah dia dapat. Pengetahuan Musa baik tentang agama maupu tentang dunia menjadi penghambat baginya dalam berjalan menuju kepada Hakikat Ilmu. Baca lebih lanjut…

SEKULER VS SEKULER TERSELUBUNG DALAM TERIAKAN NYARING: “Ulama Jangan Berpolitik” (2)

saudiokKedua system ini disodorkan kepada kita atas dua dasar sifat manusia, mencari nikmat dan menghindari sengsara. Sebagian orang menganggap system sekuler turki itu baik karena Negara tidak mengintervesi ranah pribadi warga Negara yaitu sikap keshalehan dalam beragama. Sebagian setuju dengan system Arab Saudi, kehidupan beragama warga di atur oleh Negara bahkan cara beragama secara detail dibuat petunjuk jelas, berbeda mazhab pun dilarang. Kelihatan indah dan islami tapi kenyataannya itu semua semu, karena pemerintahannya sama sekuler dengan Turki, Cuma secara terselubung. Kelompok pendukung satu diberi lebel Liberal, kelompok diseberang diberi Lebel Fundamentalis dan pencipta keduanya senyum senyum diluar sana. Baca lebih lanjut…

SEKULER VS SEKULER TERSELUBUNG DALAM TERIAKAN NYARING: “Ulama Jangan Berpolitik!”

turkibagusManusia pada dasarnya memiliki sifat kritis dan sifat ingin tahu yang besar, dengan sifat ingin tahu yang besar membuat manusia kemudian menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang muncul, atas dasar inilah peradaban manusia semakin lama semakin maju dan berkembang. Manusia juga memiliki sifat “Mencari Kenikmatan” dan “Menghindari Sengsara”, lewat dua sifat inilah manusia menentukan pilihannya, bisa salah satu atau kedua-duanya.

Ketika dulu menempuh pendidikan, kita sangat semangat pergi kesekolah karena dua hal ini, “Mencari Kenikmatan/Kebahagiaan”, kenikmatan kumpul bersama kawan-kawan, kebagiaan yang dijanjikan apabila nanti selesai sekolah dapat kerja dan hidup lebih baik. Kita juga “Menghindari Sengsara” jika pendidikan tidak selesai akan jadi pengangguran dan masa depan jadi suram. Dalam beragama juga tidak terlepas dari dua hal ini, mencari surga dan menghindari neraka, atas dasar sifat dasar yang alamiah ini Tuhan menyediakan dua pilihan bukan 3 atau 4, yaitu surga dan neraka, tidak ada pilihan lain. Baca lebih lanjut…

Pentingnya Sahabat

sabahatPengalaman pertama yang saya rasakan ketika menekuni tarekat adalah suasana sejuk, damai dan penuh keakraban. Sebelumnya saya sering berkumpul diberbagai komunitas baik organisasi formal maupun tidak, namun keakraban terhadap saudara satu Guru yang saya rasakan melebihi kedekatan dengan saudara kandung. Persahabatan dalam tarekat benar-benar menghilangkan sekat kesukuan, status ekonomi dan latar belakang keluarga sehingga antara satu sama lain melihat saudaranya dalam pandangan yang sama, pandangan penuh kasih sayang, dan hal ini belum pernah saya dapatkan dalam komunitas manapun. Baca lebih lanjut…

ANGGUR

anggur-okMenyebut nama anggur maka persepsi orang terbagi dua, kepada buah dan kepada minuman (wine). Anggur dalam persepsi kedua sering dihubungkan dengan mabuk dan menjadi tabu dikalangan ummat Islam. Anggur dalam makna minuman terkadang dijadikan simbol dikalangan sufi untuk menjelaskan hakikat Ketuhanan, hakikat Rasa dalam berTuhan. “Seribu gelas anggur tidak akan memabukkan sampai engkau meminumnya”, demikian salah satu ungkapan dikalangan sufi. Baca lebih lanjut…

Post Navigation