Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Memandang Dari Dalam

Kalau anda ke Jakarta dan menyempatkan diri lewat di depan Istana Negara, tempat kediaman Presiden Republik Indonesia maka anda akan melihat bangunan putih dengan pilar tersusun rapi di depannya. Dari dulu sampai sekarang bangunan tersebut tidak berubah, jika anda memandang dari luar. Jika anda berkesempatan untuk masuk di dalamnya maka pandangan luar itu akan hilang, berubah total karena isi dalam istana sangat berbeda dengan diluar. Pandangan dinding putih dengan pilar itu akan hilang sama sekali, anda akan melihat karpet merah, ada kursi cantik perpaduan china dan jepara, tidak lupa pula akan lukisan-lukisan bagus terpampang di dinding istana bagian dalam.

Baca selengkapnya…

KALIMAH ALLAH

Pesan Guru yang selalu saya ingat adalah tentang dahsyatnya bala bencana di kurun ke 15 dan kita sekarang sedang menjalani kehidupan kurun 15 Hijriah, sudah berjalan 41 tahu. Bala bencana, huru hara dan fitnah silih berganti datang dan sudah menjadi ketetapan Allah yang harus diterima oleh segenap manusia di dunia ini. Sebagai orang beriman tentu saja Allah telah memberikan senjata tak terkalahkan untuk membentengi diri dari segala macam huru hara dan bencana tersebut.

Baca selengkapnya…

Dunia Sufi Yang Misteri (Bagian 3)

Sudah tertanam di dalam fikiran orang secara umum gambaran seorang sufi adalah orang yang meninggalkan kehidupan duniawi, hidup miskin, berbaju penuh tambalan dan hidup dalam keterasingan dunia. Hal ini disebabkan oleh beberapa litaratur klasik tentang kehidupan sufi yang digambarkan dengan sikap menjauhi dunia, salah satu contohnya Rabi’ah al-Adawiyah. Satu sisi gambaran kesederhanaan sufi itu ada benarnya karena kehidupan sufi di fase awal perkembangan Islam memang sebagai bentuk perlawanan terhadap gaya hidup hedonis yang dipraktekkan oleh penguasa Islam zaman itu, kehidupan yang sangat berbeda dengan cara hidup Nabi SAW.

Akan tetapi kesufian tidak identik dengan kemelaratan, anda miskin dan melarat tidak otomatis menjadi sufi begitu juga kalau anda kaya karena kesufian itu terletak di hati. Di dalam beberapa tulisan saya tulis disini tentang zuhud telah saya jelaskan tentang hakikat zuhud yaitu terlepasnya hati manusia kepada selain Allah, bukan ketiadaan harta.

Baca selengkapnya…

FIRASAT

Suatu hari, di depan Rasulullah saw Abu Bakar menceritakan seorang sahabat yang amat rajin ibadatnya. Ketekunannya menakjubkan semua orang. Tapi Rasulullah tak memberikan komentar apa-apa. Para sahabat keheranan. Mereka bertanya-tanya, mengapa Nabi tak menyuruh sahabat yang lain agar mengikuti sahabat ahli ibadat itu.
Tiba-tiba orang yang dibicarakan itu lewat di hadapan majelis Nabi. Ia kemudian duduk di tempat itu tanpa mengucapkan salam. Abu Bakar berkata kepada Nabi, “Itulah orang yang tadi kita bicarakan, ya Rasulallah.”

Baca selengkapnya…

HIPEREALITAS

Kita tahu bahwa di dunia ini ada tas ber-merk yang dipakai oleh orang-orang yang menyebut dirinya “berkelas” dan harga sebuah tas itu sampai dengan 53 milyar. Sebuah tas hermes yang hanya bermodal kulit buaya dijual dengan harga 3 Milyar dan orang berebut untuk membeli. Saya sering guyon dengan kawan-kawan tentang hal ini. Syarat untuk bisa membeli tas itu adalah dua, Kaya dan Gila. Seorang yang kaya raya sekalipun tanpa ada “gila” dalam dirinya tidak akan membeli tas seharga itu apalagi kalau hanya bermodal gila, sudah pasti tas mahal itu tak terbeli. Seekor buaya besar paling dihargai 50 juta, lalu dari mana nilai Rp. 2.950.000.000,- sisanya? Orang membeli merek hermesnya, itu yang membuat orang menjadi tidak normal. Rasanya dengan 3 Milyar bukan hanya buaya sanggup kita beli, sekumpulan buaya dengan kolam dan penjaga buaya bisa kita beli.

Baca selengkapnya…

POST TRUTH

Saya sering mendapat informasi di media sosial tentang Erdogan, Pemimpin Turki yang diyakini sebagai sosok yang sempurna mewakili Islam. Bahkan ada kata-kata dari Erdogan yang dikutip seperti “dimana azan berkumandang disitulah negeriku”, artinya Erdogan menjadi pelindung bagi negeri-negeri muslim diseluruh dunia. Apakah kebenarannya memang demikian? Bagi pendukung Erdogan tentu informasi yang mereka terima dan mau mereka terima hanya tentang hal-hal baik mengenai Erdogan, kritik terhadap Erdogan langsung dianggap fitnah. Ketika channel Al Arabiya (milik Saudi) dan Al Ain (Uni Emirat Arab) menyebarkan video bukti kerjasama Erdogan dengan Israel maka beramai-ramai pendukung Erdogan menganggap itu Hoaks, padahal mereka percaya 100% ketika Al Arabiya selama 8 tahun terakhir menyebar hoax soal “kekejaman Assad”. Inilah salah satu contoh fenomena Post Truth.

Baca selengkapnya…

CAHAYA ALLAH

Kita sepakat bahwa sumber utama penerang di bumi ini adalah cahaya matahari. Kita bisa melihat segala sesuatu karena ada cahaya masuk ke mata dan dengan cahaya itu kita bisa melihat benda-benda di sekitar kita. Gambar-gambar yang Anda lihat terdiri dari cahaya yang direfleksikan dari objek yang Anda lihat, yang kemudian masuk ke mata Anda melalui pupil. Bersama dengan lensa, kornea membiaskan cahaya untuk fokus pada retina di bagian belakang mata Anda. Retina ditutupi oleh jutaan sel sensitif cahaya yang disebut sel batang dan sel kerucut.

Baca selengkapnya…

Post Navigation