Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Spiritualitas Merupakan Faktor Utama Menentukan Kesehatan Manusia

Pertengahan 2019, saya diberi hadiah 3 buah buku oleh seorang sahabat dan ke 3 buku tersebut merupakan karya ilmuan barat yang bisa membantu kita ummat Islam terkhusus para pengamal tasawuf untuk mendapat penjelasan secara ilmiah tentang tradisi dan fenomena yang dialami oleh pengamal tasawuf. Salah satu buku yang saya baca berulang kali adalah “The Biology of Belief” karya Bruce Lipton. Buku ini memberikan uraian begitu lengkap tentang hubungan tubuh manusia dengan spiritual hal yang sejak awal tidak disadari oleh para ahli medis modern.

Baca selengkapnya…

Nabi Tidak Makan Sedekah

Jika kita dengar kata “Sedekah” maka sebagian besar fikiran tertuju kepada orang-orang yang meminta di pinggir jalan untuk dikasihani dengan uang receh, atau pikiran kita tertuju kepada kotak amal di mesjid yang lewat dihadapan kita disaat khatib sedang membaca khutbah Jumat, uang yang dimasukkan kedalam kotak amal itu pada umumnya jenis uang kecil, sisa kembalian belanja yang masih mengendap di dompet kita.

Baca selengkapnya…

INNER CHILD

Suatu hari, Rasulullah SAW didatangi seorang perempuan yang bernama Sa’idah binti Jazi. Ia membawa anaknya yang baru berumur satu setengah tahun. Rasul kemudian memangku anak tersebut. Tiba-tiba, anak tersebut kencing (mengompol) di pangkuan Nabi. Secara spontan, ibunda anak tersebut menarik anaknya dengan kasar. Seketika itu juga, Rasulullah SAW menasihatinya; “Dengan satu gayung air bajuku yang terkena najis karena kencing anakmu bisa dibersihkan, akan tetapi, luka hati anakmu karena renggutanmu dari pangkuanku tidak bisa di obati dengan bergayung-gayung air.

Baca selengkapnya…

Darimana Kita Harus Memulai?

Jika kita amati perkembangan dunia Islam saat ini, khususnya negara-negara yang mayoritas penduduk muslim, terasa sangat lamban pengetahuan berkembang disana apalagi yang berhubungan dengan teknologi. Pusat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berada di negara non muslim meskipun sebagian orang-orang Islam ikut terlibat di dalamnya.

Di Timur Tengah, sebagai induk ummat Islam hanya fokus kepada ilmu-ilmu agama. Kita mengenal al-Azhar sebagai universitas yang mengkaji ilmu agama, bukan tentang perkembangan teknologi. Sementara itu negara Islam lain (masih di Timur Tengah) yang berkembang pesat justru pembangunan dengan segala kemewahannya. Negara Islam menyerap teknologi yang diproduksi negara-negara barat. Dubai dan tidak lama lagi akan merambat ke Arab Saudi tumbuh menjadi kota modern, sebagai penyalur hasrat konsumtif yang terlebih dulu telah muncul di kalangan ummat Islam.

Baca selengkapnya…

Dunia Sufi Yang Misteri (Bagian 4)

Saat ini kita sedang hidup di dunia pasca modern dimana orang-orang sudah jenuh dengan kehidupan materi dan mulai mencari pencerahan jiwa. Kesadaran manusia modern mulai meyakini bahwa kesenangan materi itu tidak mampu memenuhi kehausan jiwa karena memang kebutuhan berbeda. Seluruh dunia sedang bergerak kepada usaha untuk memberikan kesenangan jiwanya. Maka Yoga atau meditasi menjadi salah satu alternatif untuk memberikan ketenangan kepada jiwanya. Orang-orang Islam pun mulai bergerak kembali kepada dasar agama yaitu Tasawuf, kelompok yang selama ini menolak tasawuf kemudian menggunakan istilah lain yaitu Tazkiyatun Nafs (penyucian jiwa), intinya manusia modern sedang bergerak kepada nilai-nilai spiritual.

Baca selengkapnya…

TIDAK BERUBAH DAN TIDAK AKAN DIUBAH

Hal menggembirakan bagi ummat Islam di Indonesia adalah para ulama yang memahami Islam secara mendalam dari berguru baik secara personal maupun di pasantren telah secara terang-terangan di media sosial mengemukakan pendapatnya terhadap persoalan-persoalan yang muncul di tengah ummat saat ini. Ketika ada kelompok baru yang mempermasalahkan tentang qunut, maulid dan hal-hal lain yang sudah menjadi tradisi di kalangan ummat Islam maka para ulama ini memberikan pembelaan secara sangat bagus dengan dalil lengkap sehingga kita semua menjadi tenang dan tidak ragu lagi dengan apa yang telah kita amalkan selama ini.

Sejak awal tahun 1990-an, ketika Amerika memulai program terorisnya dengan menjadikan Islam sebagai sasaran maka seluruh dunia seperti di desain dengan muncul kelompok-kelompok yang memahami Islam hanya secara tekstual saja (walaupun kelompok ini sudah ada sejak 100 tahun lalu). Kelompok membaca satu hadist atau satu ayat kemudian menggunakan ayat tersebut untuk menyerang kelompok lain secara membabi buta. Orang yang tidak sepaham dengan mereka akan langsung di beri stempel “sesat”, “bid’ah bahkan “kafir”.

Baca selengkapnya…

ISLAM BERLAPIS

Begitu sederhananya agama Islam hanya dengan berikrar lewat ucapan tentang Allah Yang Esa dan Muhammad sebagai Rasul-Nya maka seseorang sudah diakui menjadi orang Islam, itulah Kalimah Syahadat, kalimat begitu pendek yang membedakan seorang itu kafir atau Islam. Selanjutnya bagi orang yang sudah memilih Islam sebagai agama melengkapinya dengan melaksanakan kewajiban pokok di dalam Islam yang di himpun di dalam rukun Islam yang hanya 5 perkara.

Rukun Islam hanya menilai gerak zahir dari seseorang apakah dia sudah Islam atau tidak, maka untuk mengukur kadar keyakinan diperlukan alat lain yaitu rukun Iman. Ada 6 hal yang harus diyakini di dalam Islam mulai percaya kepada Allah sampai percaya kepada Hari Akhir, Kadar dan Takdir. Rukun Iman inilah menjadi dasar akidah atau dasar keyakinan dari umat Islam agar tidak terjadi penyimpangan.Maka seorang yang terlahir dalam keluarga muslim, sejak kecil sudah diajarkan ibadah-ibadah dasar di dalam Islam. Anak kecil sudah dibiasakan untuk bersyadahat, melaksanakan shalat 5 waktu dan shalat sunnat, berpuasa di bulan Ramadhan, membayar zakat ketika dia sudah berpenghasilan dan menunaikan ibadah haji ketika sudah dewasa dan memiliki kemampuan.

Baca selengkapnya…

Post Navigation