Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

TIDAK BERUBAH DAN TIDAK AKAN DIUBAH

Hal menggembirakan bagi ummat Islam di Indonesia adalah para ulama yang memahami Islam secara mendalam dari berguru baik secara personal maupun di pasantren telah secara terang-terangan di media sosial mengemukakan pendapatnya terhadap persoalan-persoalan yang muncul di tengah ummat saat ini. Ketika ada kelompok baru yang mempermasalahkan tentang qunut, maulid dan hal-hal lain yang sudah menjadi tradisi di kalangan ummat Islam maka para ulama ini memberikan pembelaan secara sangat bagus dengan dalil lengkap sehingga kita semua menjadi tenang dan tidak ragu lagi dengan apa yang telah kita amalkan selama ini.

Sejak awal tahun 1990-an, ketika Amerika memulai program terorisnya dengan menjadikan Islam sebagai sasaran maka seluruh dunia seperti di desain dengan muncul kelompok-kelompok yang memahami Islam hanya secara tekstual saja (walaupun kelompok ini sudah ada sejak 100 tahun lalu). Kelompok membaca satu hadist atau satu ayat kemudian menggunakan ayat tersebut untuk menyerang kelompok lain secara membabi buta. Orang yang tidak sepaham dengan mereka akan langsung di beri stempel “sesat”, “bid’ah bahkan “kafir”.

Baca selengkapnya…

ISLAM BERLAPIS

Begitu sederhananya agama Islam hanya dengan berikrar lewat ucapan tentang Allah Yang Esa dan Muhammad sebagai Rasul-Nya maka seseorang sudah diakui menjadi orang Islam, itulah Kalimah Syahadat, kalimat begitu pendek yang membedakan seorang itu kafir atau Islam. Selanjutnya bagi orang yang sudah memilih Islam sebagai agama melengkapinya dengan melaksanakan kewajiban pokok di dalam Islam yang di himpun di dalam rukun Islam yang hanya 5 perkara.

Rukun Islam hanya menilai gerak zahir dari seseorang apakah dia sudah Islam atau tidak, maka untuk mengukur kadar keyakinan diperlukan alat lain yaitu rukun Iman. Ada 6 hal yang harus diyakini di dalam Islam mulai percaya kepada Allah sampai percaya kepada Hari Akhir, Kadar dan Takdir. Rukun Iman inilah menjadi dasar akidah atau dasar keyakinan dari umat Islam agar tidak terjadi penyimpangan.Maka seorang yang terlahir dalam keluarga muslim, sejak kecil sudah diajarkan ibadah-ibadah dasar di dalam Islam. Anak kecil sudah dibiasakan untuk bersyadahat, melaksanakan shalat 5 waktu dan shalat sunnat, berpuasa di bulan Ramadhan, membayar zakat ketika dia sudah berpenghasilan dan menunaikan ibadah haji ketika sudah dewasa dan memiliki kemampuan.

Baca selengkapnya…

Mengenal Diri dan Keheranan Jalaluddin Rumi

Jangan puas dengan kisah-kisah,

Tentang apa yang telah terjadi dengan orang lain.

Sibak mitos dirimu sendiri.

Kenali dirimu, alami sendiri, agar kau kenali Tuhanmu.

Baris kalimat diatas adalah penggalan puisi Jalaluddin Rumi, seorang penyair sufi terkenal yang lahir  tanggal 30 September 1207 Masehi di Samarkand. Rumi mengalami pencerahan setelah berjumpa dengan Syamsuddin dari Tabriz dan kemudian menjadi Guru Mursyidnya untuk menyempurnakan segala ilmu yang pernah dicapai oleh Rumi. Puisi-puisi Rumi sebagian besar bertema tentang mengenal diri dan cinta, dua hal yang sangat pokok didalam penempuh jalan kepada-Nya.

Baca selengkapnya…

ALGORITMA KEHIDUPAN; Semuanya Sangat Sederhana

Alam semesta ini tersusun dengan pola sederhana dan hukum yang menyertainya (sunatullah) juga bersifat sederhana. Atas dasar itu maka alam akan sangat mudah membaca atau mendeteksi apapun yang bersifat sederhana mengikuti pola susunannya yang memang sederhana.

Komputer yang paling canggih itu tidak lebih hanya berupa bilangan binner 0 dan 1 yang dirumuskan sedemikian rupa sehingga membentuk algoritma tertentu. Aplikasi di dalam komputer yang kita gunakan juga tersusun dari pola sederhana yang sangat dasar itu dan hasilnya memang menakjubkan.

Mobil mewah yang harga milyaran dan canggih pun hanyalah rumusan sederhana dari Newtonian dalam fisika yang asal muasalnya adalah unsur tanah yang diproses menjadi logam-logam tertentu.

Baca selengkapnya…

MELAWAN EGO MENUJU CINTA (3)

Hanya hati manusia yang senantiasa disinari cahaya-Nya bisa merasakan kehadiran-Nya dalam setiap gerak, dalam sadar maupun tidak sadar, dalam terjaga maupun dalam tertidur. Allah kemudian melimpahkan rasa cinta kehati hamba-Nya yang telah bersungguh-sungguh melawan diri-Nya dan memenangkan perintah Allah. Ketika Cinta Allah hadir di dalam hati manusia maka laksana surga abadi hadir di hati nya sapanjang masa.

Baca selengkapnya…

MELAWAN EGO (Bag. 2)

Jika kita tidak mampu melawan diri sendiri (boleh disebut setan dalam diri) maka sampai kapan pun akan menjadi kalah dan tidak bisa melakukan perjalanan kepada-Nya. Adam yang sudah sampai dengan selamat kehadirat-Nya pun bisa terusir kembali konon lagi kita manusia yang belum pernah sampai kesana, tentu lebih mudah lagi tergelincir. Adam itu digoda setan bukan di mall atau di kafe tapi di Surga yang dipenuhi Malaikat, maka manusia yang hidup di dalam dunia ini pun lebih mudah dijatuhkan oleh Iblis dan bala tentaranya.

Baca selengkapnya…

MELAWAN EGO (Bag 1)

Kisah manusia melawan ego nya untuk menemukan kebenaran dan pencerahan sedemikian panjang sama panjangnya dengan sejarah manusia itu sendiri. Telah di mulai oleh Adam, Insan Pertama mengenal Tuhan, mendapat pelajaran langsung dari Allah kemudian dirinya jatuh karena tidak mampu melawan ego nya sendiri, berhasrat memakan buah khuldi sehingga terusir dari surga (simbol kebahagiaan sejati). Kisah Adam kenapa dimuat di dalam al-Qur’an karena kejadian itu pasti terulang kembali di generasi berikut sampai dengan dunia ini selesai untuk menjadi ikhtibar (pelajaran) bagi segenap manusia.

Baca selengkapnya…

Post Navigation