Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Kembali Kepada Ulama

3 Tahun lalu saya menulis sebuah tulisan dengan judul “Bahaya di Balik Selogan Kembali ke Al-Qur’an dan Sunnah” dan mendapat respon beragam baik pro maupun kontra. Jika anda penasaran dimana letak bahaya dari ajakan itu silahkan di baca kembali tulisannya. Ini merupakan kelanjutan dari tulisan “Bahaya di Balik Selogan Kembali ke Al Qur’an dan Sunnah” untuk memberikan sedikit jalan kepada ummat Islam bagaimana dia harus bersikap agar bisa selamat di era akhir zaman yang penuh fitnah dan tipu daya ini..

Baca lebih lanjut…

Ketika Rasulullah Disangka Meninggal Dunia

Satu ketika sahabat Abdurrahman bin Auf mendapati Rasulullah berjalan sendirian. Dari jarak yang tak jauh ia mengikuti beliau hingga kemudian memasuki sebuah kebun kurma.

Ketika Rasul berada di tengah kebun itu tiba-tiba beliau bersujud, entah mengapa. Sementara Abdurrahman bin Auf terus memperhatikannya. Ia sempat menunggu beberapa lama berharap Rasulullah segera menyudahi sujudnya. Namun harapannya tak segera terwujud. Rasulullah begitu lama dalam sujudnya.

Air mata Abdurrahman mulai meleleh. Ia menangis. Ada kekhawatiran dalam dirinya pada diri kekasihnya. “Adakah Rasulullah meninggal dunia dalam sujudnya itu? Adakah aku tak akan pernah lagi melihatnya untuk selamanya?” dalam takutnya ia mengira. Baca lebih lanjut…

PARTAI ALLAH

Saya sedikitpun tidak tertarik untuk membahas politik di ruangan ini, di sufimuda.net apalagi membahas partai politik. Publik di tanah air dihebohkan atas pernyataan Amin Rais tentang Partai Allah (Hizbullah) dan Partai Setan (Hizbusy Syayathin) sehingga banyak yang merasa tersinggung. Di awal tulisan ini saya menegaskan bahwa Hizbullah di dalam surat Al Maidah 56 tidak ada hubungan sama sekali dengan partai politik yang kita kenal sekarang walaupun itu sebuah partai Islam. Baca lebih lanjut…

TOBAT (Bag. 2)

Pada tingkat terendah, tobat menyangkut dosa yang dilakukan jasad atau anggota-anggota badan. Pada tingkat menengah, di samping menyangkut dosa yang dilakukan jasad, tobat menyangkut pula pangkal dosa-dosa, seperti dengki, sombong, dan riya. Pada tingkat yang lebih tinggi, tobat menyangkut usaha menjauhkan bujukan setan dan menyadarkan jiwa akan rasa bersalah. Pada tingkat terakhir, tobat berarti penyesalan atas kelengahan pikiran dalam mengingat Allah. Tobat pada tingkat ini adalah penolakan terhadap segala sesuatu yang dapat memalingkan dari jalan Allah. Baca lebih lanjut…

TOBAT

Tobat merupakan tangga pertama yang harus dilewati oleh setiap penempuh jalan kepada-Nya karena tidak mungkin Allah SWT Yang Maha Suci bisa didekati oleh hati kotor bergelimang dosa. Setiap orang yang berjalan kepada-Nya (Tareqatullah) wajib bertobat secara zahir bathin dimulai dengan melaksanakan shalat tobat dua rakaat. Baca lebih lanjut…

SADAR HAMBA (Bag. 2)

Begitu mudah kita menyebut diri sebagai hamba Allah namun pernahkah kita bertanya dalam hati apakah Allah mengakui kita sebagai hamba-Nya? Atau pertanyaan lain apa kriteria sehingga kita bisa menjadi seorang hamba Allah. Pada tulisan Sadar Hamba yang saya tulis setahun lalu telah diuraikan secara lengkap bagaimana seorang bisa menjadi hamba Allah dan sadar akan kehambaannya maka pada tulisan ini kami mengutip beberapa hadist dan riwayat orang-orang yang mendapat ujian atau cobaan berat sebagai wujud dari Penghambaannya kepada Allah SWT.

Untuk menjadi seorang tentara, tahap awal diseleksi dari sekian banyak warga negara kemudian dipilih orang-orang berkualitas untuk di tempa menjadi seorang tentara yang hebat. Di dalam pendidikan tersebut berbagai macam ujian diberikan dengan tujuan agar mendapatkan hasil yang baik dan lulus menjadi seorang tentara untuk mengabdi kepada Negaranya. Tidak ada bedanya dengan menjadi Hamba Allah, tentu juga diseleksi sedemikian ketat dari sekian banyak manusia, kemudian diberi ujian dan cobaan, dan yang lulus akan menjadi hamba Allah. Allah telah berfirman: “Apakah manusia mengira bahawa mereka akan dibiarkan mengatakan: Kami telah beriman, sedang mereka belum diuji?” (QS Al-Ankabut:2-3). Baca lebih lanjut…

Walau Bunga Tahi Ayam

Salah satu tradisi di dalam tarekat adalah berziarah kepada Guru Mursyid, baik ketika Beliau masih hidup maupun setelah Beliau berpulang ke rahmatullah. Ziarah kepada Wali Allah untuk mendapat berkah yang dilimpahkan Allah SWT kepada kekasih-Nya. Kita lupakan sejenak sekelompok orang yang anti dengan tradisi ini karena kalau dibahas panjang lebar pun tidak mendapatkan manfaat apa-apa. Biarlah mereka dengan keyakinannya sedangkan kita tetap teruskan tradisi yang sudah ada sejak zaman para sahabat, yaitu berzirah ke makam Nabi Muhamamad SAW. Baca lebih lanjut…

Post Navigation