Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

POST TRUTH

Saya sering mendapat informasi di media sosial tentang Erdogan, Pemimpin Turki yang diyakini sebagai sosok yang sempurna mewakili Islam. Bahkan ada kata-kata dari Erdogan yang dikutip seperti “dimana azan berkumandang disitulah negeriku”, artinya Erdogan menjadi pelindung bagi negeri-negeri muslim diseluruh dunia. Apakah kebenarannya memang demikian? Bagi pendukung Erdogan tentu informasi yang mereka terima dan mau mereka terima hanya tentang hal-hal baik mengenai Erdogan, kritik terhadap Erdogan langsung dianggap fitnah. Ketika channel Al Arabiya (milik Saudi) dan Al Ain (Uni Emirat Arab) menyebarkan video bukti kerjasama Erdogan dengan Israel maka beramai-ramai pendukung Erdogan menganggap itu Hoaks, padahal mereka percaya 100% ketika Al Arabiya selama 8 tahun terakhir menyebar hoax soal “kekejaman Assad”. Inilah salah satu contoh fenomena Post Truth.

Baca selengkapnya…

CAHAYA ALLAH

Kita sepakat bahwa sumber utama penerang di bumi ini adalah cahaya matahari. Kita bisa melihat segala sesuatu karena ada cahaya masuk ke mata dan dengan cahaya itu kita bisa melihat benda-benda di sekitar kita. Gambar-gambar yang Anda lihat terdiri dari cahaya yang direfleksikan dari objek yang Anda lihat, yang kemudian masuk ke mata Anda melalui pupil. Bersama dengan lensa, kornea membiaskan cahaya untuk fokus pada retina di bagian belakang mata Anda. Retina ditutupi oleh jutaan sel sensitif cahaya yang disebut sel batang dan sel kerucut.

Baca selengkapnya…

Zuhud Dalam Pandangan Imam Ja’far Ash-Shadiq

Saya sudah pernah menulis tentang zuhud disini dan anda bisa membaca kembali dengan cara mengetik kata “zuhud” di kolom pencarian. Pada kesempatan ini kami ingin mengutip pendapat seorang ulama besar dalam bidang fiqih (Guru Imam Hanafi dan Imam Malik) dan tasawuf, menjadi imam para sufi di zamannya serta menjadi pangkal bertemunya silsilah beberapa tarekat yang berkembang saat ini, Beliau adalah Imam Ja’far ash-Shadiq.

Baca selengkapnya…

EKSAKTA

Jika orang bertanya kepada anda, berapa hasil 2+2 maka tanpa berfikir anda langsung menjawab 4. Jawaban 4 adalah satu-satunya jawaban dan bersifat pasti, tidak perlu di analisa dan diteliti. Sebuah batu yang dilempar ke atas akan jatuh ke bawah mengikuti hukum gravitasi bumi. Dua contoh ini disebut eksak atau pasti. Ilmu tentang hal-hal bersifat eksak atau pasti itu disebut ilmu eksakta.

Baca selengkapnya…

MENG-KAJI TASAWUF TIDAK MEMBUAT ANDA BER-MAKRIFAT

Munculnya fenomena kecenderungan masyarakat kepada tasawuf merupakan hal positif dan memang dunia saat ini menuju kesana, memasuki wilayah spiritual yang selama ini ditinggalkan. Muncul aliran wahabi adalah puncak dari kekeringan Islam yang telah dimulai sejak abad ke 7 hijriah dimana orang berlomba lomba meneliti hukum (fiqih) dan melupakan spirit (tasawuf). Seluruh pasantren di Indonesia kalau kita teliti semuanya mengajarkan kitab-kitab fiqih karena memang itu diperlukan ditengah masyarakat. Munculnya pasantren atau lembaga sejenis diawalnya adalah untuk menjawab kebutuhan akan ahli hukum untuk memberikan bimbingan kepada masyarakat akan hukum-hukum Islam. Sedikit sekali pasantren yang fokus kepada tasawuf dalam arti tasawuf praktek. Pasantren suryalaya salah satu yang sejak awal berdiri bertujuan agar tarekat bisa diamalkan dengan tenang. Para Guru Mursyid di tempat lain membimbing para murid tidak melalui lembaga resmi, mereka menyebutnya Surau atau Langgar dimana disana tidak ada ikatan waktu bagi siapapun yang ingin belajar.

Baca selengkapnya…

MAKRIFAT TIDAK DIDAPAT LEWAT ARGUMENTASI

Minum racun adalah tindakan ekstrim untuk membuktikan sebuah kebenaran dan anda tidak harus memilih tindakan itu andaipun diperlukan. Namun demikian, agama Islam adalah agama yang eksak, pasti dan konkrit bukan sekedar dogma yang tidak bisa dibuktikan sama sekali. Ketika satu sisi dari Islam dipahami dan kemudian diyakini itu sebagai kesempurnaan Islam maka yang terjadi adalah keterpaksaan di dalam menerima hal-hal yang sebenarnya bertentangan dengan akal fikirannya.

Baca selengkapnya…

ANDA SUDAH PERNAH MINUM RACUN?

Iman Ar-Razi dalam Tafsirnya mengkisahkan tentang seorang Majusi (penyembah api) yang meminta kepada Khalid bin Walid untuk memperlihatkan sebuah ayat atau tanda supaya dirinya yakin untuk memeluk agama Islam.

Khalid bin Walid lantas berkata:

“Berikan kepadaku racun yang mematikan,”

Kemudian seorang Majusi tadi membawakan racun untuknya. Lantas Khalid bin Walid mengambil dengan tangannya dan memulai dengan membaca basmalah. Lalu ia meminum racun semuanya. Atas izin dari Allah, Khalid bin Walid selamat tak terkena efek dari racun tersebut.

Baca selengkapnya…

Post Navigation