Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Zuhud Dalam Pandangan Imam Ja’far Ash-Shadiq

Saya sudah pernah menulis tentang zuhud disini dan anda bisa membaca kembali dengan cara mengetik kata “zuhud” di kolom pencarian. Pada kesempatan ini kami ingin mengutip pendapat seorang ulama besar dalam bidang fiqih (Guru Imam Hanafi dan Imam Malik) dan tasawuf, menjadi imam para sufi di zamannya serta menjadi pangkal bertemunya silsilah beberapa tarekat yang berkembang saat ini, Beliau adalah Imam Ja’far ash-Shadiq.

Baca selengkapnya…

EKSAKTA

Jika orang bertanya kepada anda, berapa hasil 2+2 maka tanpa berfikir anda langsung menjawab 4. Jawaban 4 adalah satu-satunya jawaban dan bersifat pasti, tidak perlu di analisa dan diteliti. Sebuah batu yang dilempar ke atas akan jatuh ke bawah mengikuti hukum gravitasi bumi. Dua contoh ini disebut eksak atau pasti. Ilmu tentang hal-hal bersifat eksak atau pasti itu disebut ilmu eksakta.

Baca selengkapnya…

MENG-KAJI TASAWUF TIDAK MEMBUAT ANDA BER-MAKRIFAT

Munculnya fenomena kecenderungan masyarakat kepada tasawuf merupakan hal positif dan memang dunia saat ini menuju kesana, memasuki wilayah spiritual yang selama ini ditinggalkan. Muncul aliran wahabi adalah puncak dari kekeringan Islam yang telah dimulai sejak abad ke 7 hijriah dimana orang berlomba lomba meneliti hukum (fiqih) dan melupakan spirit (tasawuf). Seluruh pasantren di Indonesia kalau kita teliti semuanya mengajarkan kitab-kitab fiqih karena memang itu diperlukan ditengah masyarakat. Munculnya pasantren atau lembaga sejenis diawalnya adalah untuk menjawab kebutuhan akan ahli hukum untuk memberikan bimbingan kepada masyarakat akan hukum-hukum Islam. Sedikit sekali pasantren yang fokus kepada tasawuf dalam arti tasawuf praktek. Pasantren suryalaya salah satu yang sejak awal berdiri bertujuan agar tarekat bisa diamalkan dengan tenang. Para Guru Mursyid di tempat lain membimbing para murid tidak melalui lembaga resmi, mereka menyebutnya Surau atau Langgar dimana disana tidak ada ikatan waktu bagi siapapun yang ingin belajar.

Baca selengkapnya…

MAKRIFAT TIDAK DIDAPAT LEWAT ARGUMENTASI

Minum racun adalah tindakan ekstrim untuk membuktikan sebuah kebenaran dan anda tidak harus memilih tindakan itu andaipun diperlukan. Namun demikian, agama Islam adalah agama yang eksak, pasti dan konkrit bukan sekedar dogma yang tidak bisa dibuktikan sama sekali. Ketika satu sisi dari Islam dipahami dan kemudian diyakini itu sebagai kesempurnaan Islam maka yang terjadi adalah keterpaksaan di dalam menerima hal-hal yang sebenarnya bertentangan dengan akal fikirannya.

Baca selengkapnya…

ANDA SUDAH PERNAH MINUM RACUN?

Iman Ar-Razi dalam Tafsirnya mengkisahkan tentang seorang Majusi (penyembah api) yang meminta kepada Khalid bin Walid untuk memperlihatkan sebuah ayat atau tanda supaya dirinya yakin untuk memeluk agama Islam.

Khalid bin Walid lantas berkata:

“Berikan kepadaku racun yang mematikan,”

Kemudian seorang Majusi tadi membawakan racun untuknya. Lantas Khalid bin Walid mengambil dengan tangannya dan memulai dengan membaca basmalah. Lalu ia meminum racun semuanya. Atas izin dari Allah, Khalid bin Walid selamat tak terkena efek dari racun tersebut.

Baca selengkapnya…

DIAM

Ketika gelas yang berisi air di goyang maka air di dalam gelas ikut bergoyang dan bergelombang dan selama gelas itu kita goyang maka selama ini pula air tetap akan bergelombang di dalamnya. Jika kita ingin air itu tenang maka gelas harus kita letakkan dan kita biarkan diam maka seiring berjalan waktu maka air didalam gelas itu secara otomatis akan diam mengikuti diamnya gelas. Begitulah kehidupan kita, jika banyak masalah menimpa hidup, kesulitan dan terasa hidup ini “bergelombang” maka yang kita lakukan bukan berusaha menyelesaikan masalah tapi segera mengambil posisi diam maka dengan sendirinya masalah itu akan ikut diam, selesai dengan sendirinya.

Baca selengkapnya…

ARGUMENTASI MEMERLUKAN EKSPERIMENTASI

Islam sebagaimana sunatullah yang berlaku di alam ini memiliki lapisan-lapisan mulai dari syariat, tarikat, hakikat dan makrifat. Sebagian kecil orang terutama paham yang baru muncul 100 tahun lalu menolak lapisan Islam yang 4 ini dan sebagian lain umat Islam tidak mengetahui ada lapisan ini. Terbanyak adalah orang yang mengetahui namun tidak tahu cara mengamalkan, menggabungkan ke 4 lapisan ini sehingga menjadi satu kesatuan yang sempurna sebagaimana pertama kali Islam ini dibawa dan diperkenalkan oleh Rasulullah SAW.

Baca selengkapnya…

Post Navigation