Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Setelah Shalat Subuh (15)

Perlu di kaji secara mendalam oleh segenap umat Islam di seluruh dunia kenapa Nabi menyebut perjuangan melawan hawa nafsu sebagai Jihad Akbar atau perang besar. Perang yang lebih berbahaya dan lebih besar dari perang manapun di dunia. Bukankah perang-perang fisik yang pernah dilalui Nabi sedemikian beratnya sampai pernah gigi Nabi patah di dalam perang tersebut. Tidak kurang ribuan nyawa melawang termasuk orang-orang yang sangat dekat dengan Nabi.

Baca lebih lanjut…

Setelah Shalat Subuh (14)

Hijab (tirai penghalang) terbesar antara manusia dengan Allah adalah dirinya sendiri. Hawa nafsu yang cenderung membawa manusia kepada kesesatan. Pembagian jenis hijab ini telah kami uraiankan dalam tulisan terdahulu (Setelah Shalat Subuh, 13), silahkan di baca. Begitu beratnya manusia melawan dirinya sendiri maka Rasulullah SAW menyebut sebagai Jihad Akbar, atau perang besar dan dalam dunia tasawuf dikenal sebagai Mujahadah (berjihad secara terus menerus melawan hawa nafsu).

Baca lebih lanjut…

Ketika Syekh Ibrahim bin Adham Terusir dari Mesjid

Syekh Ibrahim bin Adham berniat menginap di masjid ketika dingin malam menusuk tulang-tulangnya. Tapi tak diangka, selepas shalat Isya’, saat jamaah yang lain pulang semua, tiba-tiba ia dihampiri seorang imam dan memintanya keluar.

“Saya orang luar. Saya berencana menginap malam ini di masjid,” Ibrahim bin Adham menjelaskan.

“Tidak ada alasan!”

Sufi zuhud itu pun terlibat obrolan panjang dengan si imam, hingga akhirnya kakinya diseret lalu melemparkan tubuhnya ke tempat pembuangan sampah. Pintu masjid pun ditutup.

Baca lebih lanjut…

HIJRAH

Saat ini kita telah memasuki tahun baru 1440 hijriah, artinya lebih kurang sudah begitu lama Nabi Muhammad SAW meninggalkan kita secara jasmani dan Islam juga telah melewati rentang waktu yang lama pula. Kebanyakan orang Islam di 1 Muharam memperingati tahun baru dengan mengenang peristiwa hijrah Nabi, anak-anak melaksanakan karnaval, berjalan dalam jarak tertentu agar mereka ikut merasakan apa yang dirasakan oleh Nabi 14 Abad yang lampau. Akan tetapi kita juga tahu bahwa Nabi berhijrah dari Mekkah ke Madinah bukanlah di bulan Muharam, tapi di bulan Rabiul Awal tepatnya tanggal 2 Rabiul Awal dan sepuluh hari kemudian tanggal 12 Rabiul Awal, Beliau bersama dengan Abu Bakar Shiddiq tiba di kota madinah. Peristiwa itu juga bertepatan dengan 16 September 622 M. Jadi kalau memakai perhitungan kalender Masehi maka Nabi Hijrah di bulan September, persis bulan yang sedang kita jalani saat ini. Baca lebih lanjut…

Kurun 15 Sangat Berat

Hari ini kita telah memasuki awal tahun baru, 1440 H dan tentu saja kita berada pula dalam kurun (abad) ke 15, sebuah kurun yang penuh ketidakpastian dan tidak pernah diberitakan oleh Nabi kita. Beliau hanya mengatakan bahwa kurun ke 14 sangat berat, dan kurun 14 sangat berat itu telah 40 tahun kita lewati. Para peramal terdahulu juga hanya bisa memprediksi kejadian di abad ke 14, setelah itu tidak bisa diprediksi sama sekali. Baca lebih lanjut…

VIRTUAL REALITY

Pada saat manusia menemui kematiannya, maka iapun terbangun dari tidurnya. (Sayyidina Ali bin Abi Thalib KW)

Bagi kita yang sedang menjalani hidup di dunia ini, kehidupan di alam kubur adalah Abstrak atau tidak nyata karena kita tidak mengalaminya, begitu juga sebaliknya bagi orang di alam kubur, kehidupan di dunia ini sudah menjadi Abstrak bagi mereka, karena juga tidak nyata. Kehidupan Malaikat bagi manusia menjadi Abstrak karena Malaikat hidup pada dimensi lain, bukan dimensi manusia sehingga tidak bisa dilihat oleh manusia biasa. Surga, Neraka, Siksa Kubur menjadi Abstrak bagi manusia yang sedang menjalani kehidupan di dunia ini. Bukan hanya itu, Rasul pun telah menjadi Abstrak karena telah lama wafat, jadi rukun iman yang 6 perkara itu semuanya adalah Abstrak, lalu bagaimana kita bisa mencapai tahap Mukmin kalau semua masih Abstrak?? Baca lebih lanjut…

PASSWORD (Bag. 2)

Kalau anda ingin melindungi ponsel atau benda penting lain pasti menggunakan Password teraman, jika anda memiliki ponsel yang ada fasilitas deteksi wajah, anda akan menggunakan wajah anda sendiri untuk melindungi data-data penting disitu, tidak mungkin anda menggunakan wajah orang lain. Analogi ini bisa kita gunakan untuk memahami bagaimana Allah SWT melindungi surga-Nya, sudah pasti Dia akan menggunakan sesuatu yang canggih yang tidak mungkin di tiru oleh para penyusup (setan) dan password terbaik dan Maha Canggih itu adalah wajah-Nya sendiri karena hanya wajah Dia yang Abadi  sebagaimana Firman-Nya : “Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali wajah Allah” (QS. Al-Qashash : 88) Baca lebih lanjut…

Post Navigation