Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

VIRTUAL REALITY

Pada saat manusia menemui kematiannya, maka iapun terbangun dari tidurnya. (Sayyidina Ali bin Abi Thalib KW)

Bagi kita yang sedang menjalani hidup di dunia ini, kehidupan di alam kubur adalah Abstrak atau tidak nyata karena kita tidak mengalaminya, begitu juga sebaliknya bagi orang di alam kubur, kehidupan di dunia ini sudah menjadi Abstrak bagi mereka, karena juga tidak nyata. Kehidupan Malaikat bagi manusia menjadi Abstrak karena Malaikat hidup pada dimensi lain, bukan dimensi manusia sehingga tidak bisa dilihat oleh manusia biasa. Surga, Neraka, Siksa Kubur menjadi Abstrak bagi manusia yang sedang menjalani kehidupan di dunia ini. Bukan hanya itu, Rasul pun telah menjadi Abstrak karena telah lama wafat, jadi rukun iman yang 6 perkara itu semuanya adalah Abstrak, lalu bagaimana kita bisa mencapai tahap Mukmin kalau semua masih Abstrak?? Baca lebih lanjut…

PASSWORD (Bag. 2)

Kalau anda ingin melindungi ponsel atau benda penting lain pasti menggunakan Password teraman, jika anda memiliki ponsel yang ada fasilitas deteksi wajah, anda akan menggunakan wajah anda sendiri untuk melindungi data-data penting disitu, tidak mungkin anda menggunakan wajah orang lain. Analogi ini bisa kita gunakan untuk memahami bagaimana Allah SWT melindungi surga-Nya, sudah pasti Dia akan menggunakan sesuatu yang canggih yang tidak mungkin di tiru oleh para penyusup (setan) dan password terbaik dan Maha Canggih itu adalah wajah-Nya sendiri karena hanya wajah Dia yang Abadi  sebagaimana Firman-Nya : “Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali wajah Allah” (QS. Al-Qashash : 88) Baca lebih lanjut…

PASSWORD

Kata sandi (Inggris: password atau passphrase) adalah kumpulan karakter atau string yang digunakan oleh pengguna jaringan atau sebuah sistem operasi yang mendukung banyak pengguna (multiuser) untuk memverifikasi identitas dirinya kepada sistem keamanan yang dimiliki oleh jaringan atau sistem tersebut.

Dalam kehidupan modern, Password merupakan hal yang sangat lazim digunakan. Ketika ingin menarik uang di ATM, kita memerlukan sejumlah angka atau huruf yang dikenal sebagai kata sandi agar bisa menarik uang. Akun media sosial juga memerlukan kata sandi agar kita bisa masuk dan orang lain tidak bisa masuk ke akun kita. Baca lebih lanjut…

TAUHID, PENDANGKALAN AKIDAH DAN TASAWUF

Jika diberikan pertanyaan apa itu Tauhid, maka ini pertanyaan yang paling mudah dijawab oleh segenap umat Islam diseluruh dunia. Tauhid adalah pokok ajaran Islam, keyakinan utama, bahwa yang disembah dan diyakini sebagai Tuhan hanyalah satu yaitu Allah SWT. Dalam persoalan Tauhid tidak akan terjadi perbedaan pendapat, seluruh ummat Islam berbagai macam aliran akan memberikan jawaban yang sama, inilah akidah ummat Islam, Menuhankan yang Satu.

Bicara tentang Tauhid tidak terlepas dari Syariat Islam itu sendiri, karena ajaran Tauhid berada pada tahap syariat level akal karena itu memang yang paling fokus kepada masalah Tauhid adalah kelompok yang hanya mengkaji Islam dari tataran zahir (syariat) termasuk wahabi dan kelompok sejenis mereka. Isu “Pendangkalan Akidah” juga kerap kita dengar dari kelompok sejenis, tujuan baiknya tentu untuk menjaga umat Islam agar tidak keluar dari agamanya dan rusak akidahnya. Tujuan sempitnya kadang sebagai barang dagangan agar ceramahnya di dengar lebih seru dan orang hanya ikut apa yang dia kampanyekan. Isu “Pendangkalan Akidah” yang kita juga tidak bisa ukur seberapa standar Dalamnya akidah yang dimaksud memang sangat laku di masyarakat, membangkinkan semangat beragama dan disisi lain terkadang meresahkan, karena isu “Pendangkalan Akidah” ini terkadang mirip dengan isu penculikan anak yang memang tidak bisa dibuktikan kebenarannya. Baca lebih lanjut…

Tertinggal 1000 Tahun

Imam Al Ghazali pernah menyindir orang-orang yang terlalu terpaku dengan bacaan tanpa mau naik ke level berikutnya yaitu mempraktekkan apa yang telah dibaca. Beliau berkata, “Kitab ibarat tongkat untuk membantu engkau berjalan, ketika engkau telah pandai berjalan maka tongkat itu justru menghambat mu untuk melakukan perjalanan”. Ungkapan al Ghazali itu lebih khusus ditujukan kepada orang-orang yang mencari kebenaran lewat membaca apakah filsafat atau ilmu lainnya dan hanya bersandar kepada dalil-dalil dimana suatu saat dia sendiri akan ragu dengan dalil-dalil yang dimilikinya, seiring berjalannya waktu. Baca lebih lanjut…

Kembali Kepada Ulama

3 Tahun lalu saya menulis sebuah tulisan dengan judul “Bahaya di Balik Selogan Kembali ke Al-Qur’an dan Sunnah” dan mendapat respon beragam baik pro maupun kontra. Jika anda penasaran dimana letak bahaya dari ajakan itu silahkan di baca kembali tulisannya. Ini merupakan kelanjutan dari tulisan “Bahaya di Balik Selogan Kembali ke Al Qur’an dan Sunnah” untuk memberikan sedikit jalan kepada ummat Islam bagaimana dia harus bersikap agar bisa selamat di era akhir zaman yang penuh fitnah dan tipu daya ini..

Baca lebih lanjut…

Ketika Rasulullah Disangka Meninggal Dunia

Satu ketika sahabat Abdurrahman bin Auf mendapati Rasulullah berjalan sendirian. Dari jarak yang tak jauh ia mengikuti beliau hingga kemudian memasuki sebuah kebun kurma.

Ketika Rasul berada di tengah kebun itu tiba-tiba beliau bersujud, entah mengapa. Sementara Abdurrahman bin Auf terus memperhatikannya. Ia sempat menunggu beberapa lama berharap Rasulullah segera menyudahi sujudnya. Namun harapannya tak segera terwujud. Rasulullah begitu lama dalam sujudnya.

Air mata Abdurrahman mulai meleleh. Ia menangis. Ada kekhawatiran dalam dirinya pada diri kekasihnya. “Adakah Rasulullah meninggal dunia dalam sujudnya itu? Adakah aku tak akan pernah lagi melihatnya untuk selamanya?” dalam takutnya ia mengira. Baca lebih lanjut…

Post Navigation