Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Archive for the category “Motivasi”

ALGORITMA KEHIDUPAN; Semuanya Sangat Sederhana

Alam semesta ini tersusun dengan pola sederhana dan hukum yang menyertainya (sunatullah) juga bersifat sederhana. Atas dasar itu maka alam akan sangat mudah membaca atau mendeteksi apapun yang bersifat sederhana mengikuti pola susunannya yang memang sederhana.

Komputer yang paling canggih itu tidak lebih hanya berupa bilangan binner 0 dan 1 yang dirumuskan sedemikian rupa sehingga membentuk algoritma tertentu. Aplikasi di dalam komputer yang kita gunakan juga tersusun dari pola sederhana yang sangat dasar itu dan hasilnya memang menakjubkan.

Mobil mewah yang harga milyaran dan canggih pun hanyalah rumusan sederhana dari Newtonian dalam fisika yang asal muasalnya adalah unsur tanah yang diproses menjadi logam-logam tertentu.

Baca selengkapnya…

MELAWAN EGO MENUJU CINTA (3)

Hanya hati manusia yang senantiasa disinari cahaya-Nya bisa merasakan kehadiran-Nya dalam setiap gerak, dalam sadar maupun tidak sadar, dalam terjaga maupun dalam tertidur. Allah kemudian melimpahkan rasa cinta kehati hamba-Nya yang telah bersungguh-sungguh melawan diri-Nya dan memenangkan perintah Allah. Ketika Cinta Allah hadir di dalam hati manusia maka laksana surga abadi hadir di hati nya sapanjang masa.

Baca selengkapnya…

MEMANEN APA YANG DITANAM

Mungkin diantara kita pernah mengalami suatu masa dimana sial datang silih berganti dalam hidup, belum selesai masalah yang satu timbul masalah yang lain. Ada berupa masalah rumah tangga (pertengkaran bahwa perceraian), penyakit atau masalah ekonomi. Biasanya orang hanya melihat masalah itu dari satu sisi yaitu yang muncul kepermukaan dan jarang sekali orang melihat sampai ke bawah mencari akar permasalahan.

Baca selengkapnya…

SADAR HAMBA (Bag. 2)

Begitu mudah kita menyebut diri sebagai hamba Allah namun pernahkah kita bertanya dalam hati apakah Allah mengakui kita sebagai hamba-Nya? Atau pertanyaan lain apa kriteria sehingga kita bisa menjadi seorang hamba Allah. Pada tulisan Sadar Hamba yang saya tulis setahun lalu telah diuraikan secara lengkap bagaimana seorang bisa menjadi hamba Allah dan sadar akan kehambaannya maka pada tulisan ini kami mengutip beberapa hadist dan riwayat orang-orang yang mendapat ujian atau cobaan berat sebagai wujud dari Penghambaannya kepada Allah SWT.

Untuk menjadi seorang tentara, tahap awal diseleksi dari sekian banyak warga negara kemudian dipilih orang-orang berkualitas untuk di tempa menjadi seorang tentara yang hebat. Di dalam pendidikan tersebut berbagai macam ujian diberikan dengan tujuan agar mendapatkan hasil yang baik dan lulus menjadi seorang tentara untuk mengabdi kepada Negaranya. Tidak ada bedanya dengan menjadi Hamba Allah, tentu juga diseleksi sedemikian ketat dari sekian banyak manusia, kemudian diberi ujian dan cobaan, dan yang lulus akan menjadi hamba Allah. Allah telah berfirman: “Apakah manusia mengira bahawa mereka akan dibiarkan mengatakan: Kami telah beriman, sedang mereka belum diuji?” (QS Al-Ankabut:2-3). Baca selengkapnya…

“SETAN…Terimakasih Ya!”

Suatu hari Guru Sufi berkata, “Suatu saat nanti kau akan berterimakasih kepada setan”. Ucapan yang terasa asing dan aneh bagi saya. Menjadi bahan renungan dan terus terang awal mendengarnya saya kaget. Kenapa harus berterima kasih kepada makhluk yang di kutuk oleh Tuhan, menjadi musuh abadi manusia sampai akhir zaman. Saya mencari makna lain ucapan Guru, biasa nya seorang Wali Allah berbicara dalam bahasa kias yang memiliki makna lain.

Baca selengkapnya…

..Dan Batu pun Bisa Berlobang..

tetesanAir mengalir setetes demi setetes akan mampu melobangi batu, namun jika diganti dengan air satu drum atau jumlah yang sama dengan yang telah menetes tapi dituang sekaligus, tidak akan mampu melobangi batu, itulah hebatnya istiqamah.” (Guru Sufi). Baca selengkapnya…

SADAR HAMBA

sadar-hambaNabi Muhammad SAW mengisi malam-malam yang Beliau lewati dengan ibadah tanpa henti, baik shalat maupun dzikir kepada Allah, hal ini yang membuat ‘Aisyah menjadi heran. Sebagai istri tentu Aisyah ingin suaminya beristirahat ketika malam datang layaknya manusia yang lain karena siang hari Nabi juga tidak sempat beristirahat, mengajar dan membimbing para sahabat jika memang tidak dalam kondisi perang. Ketika perang Nabi sering berada di garis depan, ikut serta bersama kaum muslim berjihad membela agama Allah.

Melihat Nabi sangat tekun beribadah dan seolah-olah melampaui kemampuan fisik Beliau, maka suatu malam  ‘Aisyah berkata, “Ya Rasulullah, bukankah engkau telah dijamin Syurga? Mengapa engkau masih bersusah payah begini?” Jawab baginda dengan lunak, “Ya ‘Aisyah, bukankah aku ini hanyalah seorang hamba? Sesungguhnya aku ingin menjadi hamba-Nya yang bersyukur. Baca selengkapnya…

Post Navigation