-
Setelah Shalat Subuh (20)
Dari seluruh agama di dunia ini, Budha adalah agama yang paling sulit bagi pemeluknya untuk masuk surga atau mencapai nirwana. Membutuhkan waktu ribuan tahun, mati dan lahir kembali sampai dia bisa menyelesaikan tugasnya. Level tertinggi di dalam ajaran Budha adalah seseorang yang sebenarnya sudah mencapai Nirwana namun dia menunda untuk kesana, dia kembali ke dunia untuk membantu orang agar bisa mencapai seperti yang dia capai, inilah disebut Bodhisattva. (Tulisan ini tidak bermaksud membanding-bandingkan agama satu dengan lain, hanya untuk contoh agar mudah di pahami).
-
Beserta YANG MAHA MENANG
Sejarah mencatat bahwa Nabi Muhammad SAW telah melakukan 27 kali peperangan yang langsung Beliau pimpin dan 47 peperangan yang tidak langsung Beliau pimpin dan kesemuanya memperoleh kemenangan. Berdasarkan penelitian Ibnu Qayyim dalam Kitab Zadul Ma’ad dan pendapat Mahmud Syit Khathab, terdapat 27 perang yang dipimpin langsung oleh Rasulullah. Penelitian mendalam Muhammad Sulaiman al-Manshurfuri dalam Kitab Rahmatan Lil Alamin, menemukan bahwa Nabi Muhammad SAWmengirim utusan dan ekspedisi militer (tidak memimpin langsung) sebanyak 60 kali, tetapi tidak semuanya terjadi pecah pertempuran.
-
PARADOKS SORITES
Supartono atau akrab di sapa dengan Mbah Tono adalah orang paling bahagia karena masuk kedalam salah seorang calon jamaah Haji yang berangkat tahun 2024 ini. Mbah Tono berprofesi sebagai pemulung dengan pendidikan tidak tamat SD. Bukan seorang yang kaya apalagi dapat warisan, dari profesi sebagai pemulung dengan penghasilan sangat kecil dan tidak menentu, dia menyisihkan penghasilannya tiap hari. Kata Mbah Tono “Kadang Rp 3 ribu rupiah per hari. Kadang Rp 5 ribu. Paling banyak pernah menabung Rp 15 ribu,”. Setelah 26 tahun istiqamah, Mbah Tono berhasil mencapai impiannya yaitu menunaikan ibadah haji. Apa yang dilakukan dan dialami oleh Mbah Tono ini dikenal dengan Paradoks Sorites
-
MOOD, ISTIQAMAH dan AHIMSA
Abuyazid al Bisthami setiap malam membaca al-Qur’an dengan cara teramat unik, kaki di ikat di atas sementara kepala tergantung kebawah. Al-Qur’an di baca tanpa henti sampai darah keluar dari matanya, Ketika darah keluar barulah di berhenti membaca Qur’an. Abu Yazid telah hapal al Qur’an sejak umur 10 tahun dan kemudian melanjutkan cara membaca al quran seperti di atas, bukan lagi untuk menguatkan hapalannya tapi sebagai bentuk mujahadah, melawan dirinya sendiri. Rabi’ah al-Adawiyah konon kabarnya shalat malam sampai 400 rakaat, tidak peduli dalam kondisi apapun dan seorang sufi lain melaksanakan shalat 200 rakaat diatas salju, sebuah tindakan aneh dalam pandangan awam, Tindakan berlebih-lebihan jika yang menilainya adalah kelompok di akhir zaman…
-
MENGUBAH SUDUT PANDANG
Di sebuah negeri zaman dulu kala, seorang pelayan raja tampak gelisah. Ia bingung kenapa raja tidak pernah adil terhadap dirinya. Hampir tiap hari, secara bergantian, pelayan-pelayan lain dapat hadiah. Mulai dari cincin, kalung, uang emas, hingga perabot antik. Sementara dirinya tidak. Hanya dalam beberapa bulan, hampir semua pelayan berubah kaya. Ada yang mulai membiasakan diri berpakaian sutera. Ada yang memakai cincin di dua jari manis, kiri dan kanan. Dan, hampir tak seorang pun yang datang ke istana dengan berjalan kaki seperti dulu. Semuanya datang dengan kendaraan. Mulai dari berkuda, hingga dilengkapi dengan kereta dan kusirnya.
-
Pada Akhirnya Kita Menjadi Bijaksana
Jika kita lihat sosok Ulil Abshar Abdallah yang konsisten hampir tiap hari membuat pengajian online lewat akun Facebooknya, membahas kitab-kitab klasik terutama karya Imam Al-Ghazali, rasa nya kita tidak percaya bahwa dia adalah sosok sama di era awal 2000-an yang pemikirannya sangat berseberangan dengan apa yang dilakukan sekarang. Ulil dengan gerakan Islam Liberal yang berpusat di Utan Kayu Jakarta berhasil membuat kaum tradisional gerah karena kritik dia terhadap teks-teks klasik termasuk teks al-Qur’an. Ulil sebenarnya bukan berubah, dia hanya kembali ke lingkungan aslinya yaitu komunitas Islam tradisional tempat dia berasal. Sewaktu baru kepulangannya dari Timur Tengah, Prof. DR. Hamka, seorang tokoh pembesar ormas Muhammadiyah, menyatakan bahwa Maulidan haram dan bid’ah…
-
Luka…(Memahami Rahasia Hidup)
Jalaluddin Rumi mengatakan, “Luka adalah tempat Cahaya masuk”. Rumi meyakini bahwa kebenaran itu seringkali memang harus melewati penderitaan, kesengsaraan dan kondisi tidak nyaman, disukai atau pun tidak. Rumi dalam karyanya Matsnawi menulis, “Keterdesakan dan luka yang dirasakan Maryam, mendorong bayi Isa as untuk berbicara”. Mukjizat tidak muncul dalam kondisi tidur bersantai atau sambil menikmati secangkir kopi panas di café, tapi lewat kondisi sangat dibutuhkan atau Bahasa lain lewat keterpaksaan.