TEKNOLOGI DI ATAS NUKLIR

Satu ucapan dari Guru Mursyid yang begitu berpengaruh di dalam cara saya berfikir adalah “di atas fisika adalah metafisika”, secara spesifik Beliau menyebutkan… “Teknologi atom dan nuklir tidak ada apa-apanya dibandingkan Teknologi Al-Qur’an, Maha Dahsyat, tidak tertandingi”. Beliau kemudian menguraikan bahwa selama ini ummat Islam tertinggal jauh dalam segala bidang termasuk senjata karena melupakan hal paling pokok, warisan Nabi yaitu al-Qur’an yang hanya sampai tahap di baca, di pahami, ditafsirkan dan diskusikan. Segala isi al-Qur’an bisa di diskusikan, dibahas, namun bagian teknologinya tidak bisa karena itu merupakan bagian prakteknya.
Dunia baru saja dihebohkan dengan serangan Iran terhadap Tel Aviv, Ibukota Israel. Iran menggunakan Rudal Fattah yang memiliki kecepatan 10.000 mil atau setara 16.000 kilometer per jam. Dengan klaim kecepatan rudal seperti itu, artinya hanya butuh sekitar 11 menit bagi rudal Iran untuk jatuh di Israel. Rudal Fattah bukanlah Rudal tercepat di dunia, ada RS-28 Sarmat atau biasa disebut dengan Satan 2, misil hipersonik milik Rusia yang disebut memiliki kecepatan Mach 20.4 atau 25.500 kilometer per jam. Jika Iran menggunakan RS-28, maka hanya butuh waktu 5 menit Rudal itu sampai ke Israel.
South China Morning Post melaporkan Angkatan Laut China dilaporkan sedang menguji coil gun paling kuat di dunia. Coil gun adalah sejenis senjata elektromagnetik yang mampu meluncurkan proyektil dengan kecepatan sangat tinggi dalam sekejap mata. China sedang menguji coil gun terbesar di dunia yang mampu mempercepat proyektil berbobot lebih dari 100 kilogram hingga kecepatan 700 kilometer per jam dalam waktu kurang dari 0,05 detik.
Kabar buruknya China juga memiliki DF-41 (CSS-X-20) merupakan rudal balistik antarbenua (ICBM) Cina dengan jangkauan lebih dari 15.000 kilometer. Dikutip dari Missile Threat, Sabtu (19/8/2023) rudal ini memiliki jangkauan operasional hingga 15.000 km, menjadikannya rudal dengan jarak tempuh terpanjang di Cina.
ICBM ini dilaporkan mampu memuat beberapa hulu ledak yang ditargetkan secara independen atau multiple independently-targeted warheads (MIRV). Rudal yang juga bernama Dong Feng ini merupakan ICBM paling canggih di gudang persenjataan Cina, dan dianggap sebagai ancaman besar bagi Amerika Serikat dan sekutunya.
Ketika dunia begitu kagum dibuat oleh kemampuan manusia menciptakan senjata pemusnah masal yang luar biasa baik dari segi daya ledak, kecepatan maupun jangkauannya, pernah kita berfikir senjata apa untuk bisa menangkis atau memadamkan senjata-senjata super canggih itu? Sudah pasti Iron Dome akan lumpuh atau sampai saat ini belum ada senjata penangkis rudal-rudal super cepat itu.
Ada sebuah hadist “Kiamat tidak akan terjadi selama masih ada orang yang menyebut nama Allah.” (HR: Al-Tirmidzi). Kiamat dalam sudut pandang apapun ujungnya adalah kehancuran besar. Perlombaan senjata nuklir dari negara-negara maju akan memicu kiamat, baik kehancuran Sebagian atau menyuluruh dari dunia ini. Lalu bagaimana kita pahami hubungan antara zikir menyebut nama-Nya dengan tertundanya kiamat? Apa hubungan zikir dengan tidak terjadinya perang, lumpuhnya senjata nuklir, hilangnya kemampuan Rudal, atau hadist itu hanya dipahami begitu saja, kalau berzikir dunia tidak kiamat atau tidak hancur.
Bisakah kita pahami bahwa sebenarnya Allah menurunkan senjata lebih hebat yang belum terfikirkan manusia, yang telah memenangkan para utusan-Nya sepanjang Sejarah ummat manusia dan senjata itu juga tidak kan mampu dilawan oleh siapapun dan apaun di dunia ini. Jika kita memahami seperti maka otak kita akan berfikir lebih lanjut, berarti zikir untuk menunda kiamat bukan zikir biasa, bukan ucapan bisa yang sering kita dengar di masjid dan mushala-mushala.
Zikir yang dimaksud agar memperoleh unsur tak terhingga harus zikir yang turun dari sisi-Nya, Sang Maha Raja Dunia Akhirat. Setiap zikir yang diucapkan oleh si Baharu (makhluk) tetap berada dalam dimensi manusia, jangankan mengatasi hulu ledak nuklir, Meriam bambu pun tidak akan bisa dipadamkan dengan nafas zikir si Baharu tadi.
Teknologi manusia paling hebat sampai saat ini belum mampu membelah bulan dalam sekejab seperti yang dilakukan Nabi Muhammad SAW, belum mampu juga membalah lautan seperti yang dilakukan oleh Nabi Musa AS.
Kitab suci tetap menjadi bacaan yang menenangkan hati, memberikan petunjuk hidup bagi manusia, mendapat cerita-cerita hikmah di dalamnya. Menenangkan hati, menyejukkan jiwa dan membuat manusia lebih teratur sepertinya itu hanya menjadi kebutuhan manusia di abad pertengahan yang penuh gejolak dan senjata saat itu juga hanya berupa tombak dan busur panah. Ketika manusia memasuki abad 21 yang super canggih ini, rasanya bacaan dan alunan menangkan jiwa itu sudah bisa tergantikan oleh berbagai hiburan di media sosial saat ini.
Ketika Allah masih memberikan kita umur, harus ada sikap rendah hati, merenungi… bahwa Kalam-Nya Yang Maha Agung itu bukan hanya berisi pesan moral dan pelajaran sosial saja, sudah waktunya digali sisi yang tidak tersentuh selama ini yaitu bagian teknologinya… iya Teknologi Al-Qur’an yang Kedahsyatannya melebihi apapun.
Karena ini sudah masuk kedalam praktek, maka para penghapal dan hanya mampu mengalunkan istirat sejenak, kita serahkan kepada yang ahli teknologi pula. Praktek dari al-Qur’an untuk menghasilkan teknologi itu harus menggunakan metodologi yang persis sama digunakan oleh Para Maha Guru terdahulu, para Nabi dan para Wali yang mereka semua sudah membuktikan secara nyata, fakta dan realita. Metodologi di dalam Bahasa Arab disebut dengan Thariqat atau jalan.. Thareqatullah, metodologi untuk menyalurkan energi maha dahsyat dari sisi-Nya..
Al-Qur’an memberi kode di dalam surat al-Anfal 16,
“Maka, (sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, melainkan Allah yang membunuh mereka dan bukan engkau yang melempar ketika engkau melempar, melainkan Allah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin dengan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
sMoga Bermanfaat..
4 Comments
Mala
Alhamdulillah… 🙏🏻
Ds. Gurnitha.
… al Quran n Kadits .. ga bakalan ada yang mampu nandingi .. kebenarannya mutlaq .. ga terbantahkan ..
.. cuma otak n akal manusia mampu ga untuk membuktikannya .. inilah masalah pokoknya or yang mendasar ..
Mustari
Allah swt menciptakan 10.000 Adam dimana pada setiap Adam hingga keturunannya pernah melalui yang namanya kiamat.
Puluhan ribu kali Adam lain dicipta maka puluhan ribu kali pula Allah kembali menciptakan segalanya setelah berlangsungya hari kiamat.
Jadi jangan heran di akhirat kelak kita bertemu dengan orang yang sama persis dengan diri kita. Saling melihat namun tidak saling menyapa.
Ibrahim
Masyaa Allah,uraiannya cukup membuka wawasan… SMoga sehat sllu ustad…