-
TAKZIM, SANTRI DAN ASHABUL KAHFI
Memberi penghormatan kepada yang lebih tua, lebih berilmu atau kedudukannya lebih tinggi di dalam masyarakat, apakah pemimpin biasa, seorang Raja atau tokoh spiritual merupakan hal yang wajar berlaku diseluruh dunia terutama di dunia belahan timur.
-
TAHAP PEMBUKTIAN
Islam secara garis besar terbagi kepada dua bagian yaitu Zahir dan Bathin. Zahir adalah ibadah yang Nampak sedangkan bathin adalah ibadah yang tidak Nampak. Nabi SAW mengatakan bahwa doa merupakan senjata bagi orang beriman, ini juga bisa dipahami secara syariat dan secara hakikat. Secara syariat doa hanya di ucapkan sedangkan secara hakikat harus memenuhi rukun pelaksanaan teknisnya. Kita bisa saja mengucapkan “Aku Berlindung Kepada Allah dari godaan syetan yang di rajam”, tapi pelaksanaan teknis ucapan itu bukan hanya sekedar di ucapkan, harus memenuhi rukun dan syaratnya. Mengenal Allah tempat berlindung dan mengenal pula syetan yang ingin dijauhi. Jika tidak ucapan itu hanya lah berupa ucapan, tidak pernah sampai ke tahap…
-
Belajar dari Kesalahan Imam Ahmad bin Hanbal
Hari itu, Imam Ahmad bin Hambal sedang bersama Imam Muhammad bin Idris as-Syafi’i, gurunya yang paling ia cintai. Tak lama, mereka kedatangan seorang sufi yang dikenal sebagai seorang buta huruf. Sufi itu bernama Syaiban ar-Ray. Syaiban datang dengan tampilan sederhana khas para sufi pada umumnya. “Wahai guru, sepertinya Syaiban akan datang. Aku ingin menguji kealimannya di depanmu,” ucap Imam Ahmad bin Hambal. Usut punya usut, ada satu hal yang mendorong sang Imam ingin melakukan hal itu. Ia gemas dengan sikap Syaiban yang tidak begitu peduli pada persoalan-persoalan fikih. Sehingga, ia ingin membuktikan, apakah Syaiban hanya tidak peduli, atau dia memang tidak tahu apapun tentang persoalan fikih? Imam as-Syafi’i tidak setuju…
-
SEJARAH TUHAN
Sekitar 25 tahun lalu ketika pertama sekali melihat buku “A History of God” karya Karen Amstrong, ada rasa geli, lucu dan sedikit kaget. Dalam hati Saya berucap, “koq ada orang yang berani nulis sejarah Tuhan?”. Saat itu di Indonesia kelompok “Islamis” sedang berjaya, segala sesuatu yang berbeda dengan pemikiran mainstream dianggap sesat, bid’ah dan kafir. Begitu lucunya kaum “Islamis” itu terkadang lupa mereka dengan amalan WAJIB karena terlalu sibuk dengan amalan SUNNAH.
-
BEDA TAREKAT DAN PERDUKUNAN
Tarekat adalah metodologi untuk mendekatkan diri kepada Allah, output dari pelaksanaan metodologi itu adalah bagaimana seorang hamba bisa mengenal Allah dan sentiasa Bersama-Nya sejak dari alam dunia yang fana ini sampai ke alam akhirat yang kekal abadi. Karena jalan yang ditempuh itu sangat berat dan mirip-mirip mustahil (jika tanpa bimbingan Guru Mursyid), maka tujuan dari bertarekat harus selaras dari tujuan akhir yaitu karena Allah. Jika seseorang menekuni tarekat memiliki niat lain maka nanti dalam perjalanan dia akan bergeser pelan-pelan dari tujuan utama kepada tujuan yang muncul kemudian sehingga tidak akan sampai kepada tujuan akhir.
-
BERHENTI DI JEMBATAN
Hossein Askari, seorang guru besar politik dan bisnis internasional di Universitas George Washington, AS, melakukan sebuah studi yang unik. Askari melakukan studi untuk mengetahui di negara manakah di dunia ini nilai-nilai Islam paling banyak diaplikasikan. Hasil penelitian Askari yang meliputi 208 negara itu ternyata sangat mengejutkan karena tak satu pun negara Islam menduduki peringkat 25 besar.
-
PARADOKS SORITES
Supartono atau akrab di sapa dengan Mbah Tono adalah orang paling bahagia karena masuk kedalam salah seorang calon jamaah Haji yang berangkat tahun 2024 ini. Mbah Tono berprofesi sebagai pemulung dengan pendidikan tidak tamat SD. Bukan seorang yang kaya apalagi dapat warisan, dari profesi sebagai pemulung dengan penghasilan sangat kecil dan tidak menentu, dia menyisihkan penghasilannya tiap hari. Kata Mbah Tono “Kadang Rp 3 ribu rupiah per hari. Kadang Rp 5 ribu. Paling banyak pernah menabung Rp 15 ribu,”. Setelah 26 tahun istiqamah, Mbah Tono berhasil mencapai impiannya yaitu menunaikan ibadah haji. Apa yang dilakukan dan dialami oleh Mbah Tono ini dikenal dengan Paradoks Sorites