Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Archive for the category “Tasauf”

Mengenal Diri dan Keheranan Jalaluddin Rumi

Jangan puas dengan kisah-kisah,

Tentang apa yang telah terjadi dengan orang lain.

Sibak mitos dirimu sendiri.

Kenali dirimu, alami sendiri, agar kau kenali Tuhanmu.

Baris kalimat diatas adalah penggalan puisi Jalaluddin Rumi, seorang penyair sufi terkenal yang lahir  tanggal 30 September 1207 Masehi di Samarkand. Rumi mengalami pencerahan setelah berjumpa dengan Syamsuddin dari Tabriz dan kemudian menjadi Guru Mursyidnya untuk menyempurnakan segala ilmu yang pernah dicapai oleh Rumi. Puisi-puisi Rumi sebagian besar bertema tentang mengenal diri dan cinta, dua hal yang sangat pokok didalam penempuh jalan kepada-Nya.

Baca selengkapnya…

MELAWAN EGO MENUJU CINTA (3)

Hanya hati manusia yang senantiasa disinari cahaya-Nya bisa merasakan kehadiran-Nya dalam setiap gerak, dalam sadar maupun tidak sadar, dalam terjaga maupun dalam tertidur. Allah kemudian melimpahkan rasa cinta kehati hamba-Nya yang telah bersungguh-sungguh melawan diri-Nya dan memenangkan perintah Allah. Ketika Cinta Allah hadir di dalam hati manusia maka laksana surga abadi hadir di hati nya sapanjang masa.

Baca selengkapnya…

MELAWAN EGO (Bag. 2)

Jika kita tidak mampu melawan diri sendiri (boleh disebut setan dalam diri) maka sampai kapan pun akan menjadi kalah dan tidak bisa melakukan perjalanan kepada-Nya. Adam yang sudah sampai dengan selamat kehadirat-Nya pun bisa terusir kembali konon lagi kita manusia yang belum pernah sampai kesana, tentu lebih mudah lagi tergelincir. Adam itu digoda setan bukan di mall atau di kafe tapi di Surga yang dipenuhi Malaikat, maka manusia yang hidup di dalam dunia ini pun lebih mudah dijatuhkan oleh Iblis dan bala tentaranya.

Baca selengkapnya…

MELAWAN EGO (Bag 1)

Kisah manusia melawan ego nya untuk menemukan kebenaran dan pencerahan sedemikian panjang sama panjangnya dengan sejarah manusia itu sendiri. Telah di mulai oleh Adam, Insan Pertama mengenal Tuhan, mendapat pelajaran langsung dari Allah kemudian dirinya jatuh karena tidak mampu melawan ego nya sendiri, berhasrat memakan buah khuldi sehingga terusir dari surga (simbol kebahagiaan sejati). Kisah Adam kenapa dimuat di dalam al-Qur’an karena kejadian itu pasti terulang kembali di generasi berikut sampai dengan dunia ini selesai untuk menjadi ikhtibar (pelajaran) bagi segenap manusia.

Baca selengkapnya…

PROYEKTOR

Jika kita menyepakati bahwa dunia ini fana maka apapun di alam ini tidak akan abadi dan pada hakikatnya tidak nyata. Apapun yang kita lihat di dunia ini, termasuk kehidupan kita sendiri sebenarnya tidak nyata atau abstrak atau fatamorgana. Berujuk pada pemahaman ini maka alam akan berubah, berganti dan pada akhirnya akan lenyap sama sekali. Sayyidina Ali pernah mengatakan bahwa kehidupan ini adalah mimpi dan manusia baru sadar akan mimpi nya itu setelah dia mati.

Baca selengkapnya…

UJIAN SEORANG ULAMA

Sejarah telah menulis begitu panjang dan lengkap tentang perjuangan para ulama sejak dulu sampai sekarang dalam menyebarkan agam Islam dan dalam menegakkan Kalimah Allah agar semua manusia senantiasa sesuai dengan perintah Allah dan Rasul-Nya dan mendapat kemenangan di dunia sampai akhirat. Ulama yang saya maksud disini berlaku secara umum baik ulama dalam ilmu zahir (syariat) maupun ulama dalam ilmu bathin (tasawuf). Tentu saja apa yang mereka alami telah pula di alami oleh para Nabi terdahulu terkhusus Nabi kita Muhammad SAW.

Baca selengkapnya…

RAMADHAN DAN TAKBIR KEMENANGAN

Kita telah berada di penghujung Ramadhan dan segera akan memasuki 1 Syawal dimana ummat Islam diseluruh dunia merayakan Idul Fitri, merayakan kemenangan melawan hawa nafsu, melawan dirinya sendiri, bermujahadah selama sebulan penuh lewat Puasa, ‘Itikaf, Shalat Tarawih, membaca Al-Qur’an dan berbagai ibadah lainnya yang telah diberi tuntunan oleh Rasulullah SAW. Tujuan melaksanakan ibadah lebih banyak di bulan Ramadhan itu tentu saja untuk meningkatkan kualitas jiwa manusia itu sendiri menjadi manusia yang benar-benar bertaqwa. Taqwa dalam makna sederhana adalah tidak merasa berat mengerjakan ibadah, menjadi kebiasaannya.

Baca selengkapnya…

Post Navigation