Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Archive for the category “Tasauf”

KITA PERLU KEINDAHAN

Syekh Said Bonjol baru selesai tawajuh zuhur, duduk santai dengan Syekh Kadirun Yahya diteras surau sederhana. Syekh Said Bonjol berkata, “Inilah kehidupan saya, di depan sawah, diujungnya ada gunung, kadang saya berfikir apa Allah Ta’ala sudah lupa menjemput saya”. DI usia yang mendekati 120 tahun, tentu sambil bercanda disebutkan jangan-jangan Allah sudah melupakan saya, sudah lupa mencabut nyawa saya, begitulah candaan Beliau. Suatu saat Syekh Kadirun Yahya menceritakan kepada muridnya dalam sebuah acara, “Baru kali ini Ayah dengar ada Auliya berkata bahwa Allah memiliki sifat Lupa”, Beliau tertawa dan murid yang mendengar pun tertawa.

Baca selengkapnya…

METAVERSE; Hakikatnya Kehidupan di Dunia ini Tidak Nyata.

Anda bisa mencari informasi lengkap tentang definisi Metaverse di Google, sebuah konsep untuk menyempurnakan internet dari 2D kepada 3D. Metaverse sendiri sulit untuk dijelaskan karena memang belum ada wujudnya dan belum tentu akan ada.

Sebenarnya, orang pertama yang terkenal telah menciptakan istilah metaverse adalah Neal Stephenson. Ia menyebutkan istilah tersebut pada novelnya di tahun 1992 yang berjudul Snow Crash. Istilah metaverse merujuk pada dunia virtual 3D yang dihuni oleh avatar orang sungguhan.

Baca selengkapnya…

GOD’S DECISION

Dalam beberapa tulisan yang sudah pernah saya tulis disini tentang fungsi dari seorang Rasul bukan sekedar menyampaikan firman Allah SWT kepada ummat akan tetapi Beliau menjadi penghubung rohani ummat dengan Allah, artinya siapapun manusia tidak akan tersambung kepada Allah tanpa melalui Rasulullah, inilah yang disebut sebagai Wasilah (Q.S. Al-Maidah, 35). Secara jasmani Rasul tentu saja menyerupai manusia biasa dan berada dalam wadah Muhammad bin Abdullah dimasa itu, namun secara hakikat Rasul merupakan pancaran cahaya Allah yang disebut Nurun ala Nurin (Q.S. An Nur, 35).

Baca selengkapnya…

Spiritualitas Merupakan Faktor Utama Menentukan Kesehatan Manusia

Pertengahan 2019, saya diberi hadiah 3 buah buku oleh seorang sahabat dan ke 3 buku tersebut merupakan karya ilmuan barat yang bisa membantu kita ummat Islam terkhusus para pengamal tasawuf untuk mendapat penjelasan secara ilmiah tentang tradisi dan fenomena yang dialami oleh pengamal tasawuf. Salah satu buku yang saya baca berulang kali adalah “The Biology of Belief” karya Bruce Lipton. Buku ini memberikan uraian begitu lengkap tentang hubungan tubuh manusia dengan spiritual hal yang sejak awal tidak disadari oleh para ahli medis modern.

Baca selengkapnya…

INNER CHILD

Suatu hari, Rasulullah SAW didatangi seorang perempuan yang bernama Sa’idah binti Jazi. Ia membawa anaknya yang baru berumur satu setengah tahun. Rasul kemudian memangku anak tersebut. Tiba-tiba, anak tersebut kencing (mengompol) di pangkuan Nabi. Secara spontan, ibunda anak tersebut menarik anaknya dengan kasar. Seketika itu juga, Rasulullah SAW menasihatinya; “Dengan satu gayung air bajuku yang terkena najis karena kencing anakmu bisa dibersihkan, akan tetapi, luka hati anakmu karena renggutanmu dari pangkuanku tidak bisa di obati dengan bergayung-gayung air.

Baca selengkapnya…

Dunia Sufi Yang Misteri (Bagian 4)

Saat ini kita sedang hidup di dunia pasca modern dimana orang-orang sudah jenuh dengan kehidupan materi dan mulai mencari pencerahan jiwa. Kesadaran manusia modern mulai meyakini bahwa kesenangan materi itu tidak mampu memenuhi kehausan jiwa karena memang kebutuhan berbeda. Seluruh dunia sedang bergerak kepada usaha untuk memberikan kesenangan jiwanya. Maka Yoga atau meditasi menjadi salah satu alternatif untuk memberikan ketenangan kepada jiwanya. Orang-orang Islam pun mulai bergerak kembali kepada dasar agama yaitu Tasawuf, kelompok yang selama ini menolak tasawuf kemudian menggunakan istilah lain yaitu Tazkiyatun Nafs (penyucian jiwa), intinya manusia modern sedang bergerak kepada nilai-nilai spiritual.

Baca selengkapnya…

TIDAK BERUBAH DAN TIDAK AKAN DIUBAH

Hal menggembirakan bagi ummat Islam di Indonesia adalah para ulama yang memahami Islam secara mendalam dari berguru baik secara personal maupun di pasantren telah secara terang-terangan di media sosial mengemukakan pendapatnya terhadap persoalan-persoalan yang muncul di tengah ummat saat ini. Ketika ada kelompok baru yang mempermasalahkan tentang qunut, maulid dan hal-hal lain yang sudah menjadi tradisi di kalangan ummat Islam maka para ulama ini memberikan pembelaan secara sangat bagus dengan dalil lengkap sehingga kita semua menjadi tenang dan tidak ragu lagi dengan apa yang telah kita amalkan selama ini.

Sejak awal tahun 1990-an, ketika Amerika memulai program terorisnya dengan menjadikan Islam sebagai sasaran maka seluruh dunia seperti di desain dengan muncul kelompok-kelompok yang memahami Islam hanya secara tekstual saja (walaupun kelompok ini sudah ada sejak 100 tahun lalu). Kelompok membaca satu hadist atau satu ayat kemudian menggunakan ayat tersebut untuk menyerang kelompok lain secara membabi buta. Orang yang tidak sepaham dengan mereka akan langsung di beri stempel “sesat”, “bid’ah bahkan “kafir”.

Baca selengkapnya…

Navigasi Pos