Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Archive for the category “Tasauf”

Setelah Shalat Subuh (12)


Kemampuan manusia jika hanya sampai ke tingkat “baca” maka persoalan dikaji ya memang seputaran persoalan “membaca” bahkan tanda baca pun dijadikan bahan perdebatan. Mereka sibuk dengan apapun berhubungan dengan bahan bacaan bahkan tulisan. Orang yang memperdebatkan kata “Insya Allah” harus ditulis “Insha Allah” atau kata “Amin” dengan satu huruf “A” dan satu huruf “I” artinya jadi melenceng, itu memang kerja kelompok ahli baca. Kenapa demikian? Karena memang hanya itu yang mereka paham.
Baca lebih lanjut…

Jangan Kau Minum Racun, Meskipun Kau Ada Penawarnya!

Bagi kaum muslimin memakan makanan halal hal terpenting dalam hidup. Makanan halal akan memberikan kesehatan jasmani juga rohani. Disamping jenis makanan halal, terpenting dari itu adalah bagaimana cara kita memperoleh makanan tersebut. Makanan halal diperoleh dengan cara haram maka hasilnya menjadi haram. Secara ilmiah, (+) X (-) = (-), unsur positif (+) dikalikan dengan unsur negative (-) maka hasilnya menjadi negatif atau tertolak. Tidak hanya makanan, pakaian kita pakai demikian juga. Pakaian dari uang haram kita pakai untuk ibadah maka hasilnya akan tertolak ibadah kita, hasilnya negatif!.
Baca lebih lanjut…

Takzim Kepada Guru (2)

Bagi seorang murid, takzim (memberikan penghormatan) kepada Guru merupakan kewajiban dan wujud akhlak yang baik. Nabi SAW menganjurkan ummat untuk menghormati ulama dan ini sudah berlangsung sejak lama dan tradisi ini terpelihara tanpa dipermasalahkan oleh seluruh ummat Islam di dunia. Dalam tarekat, takzim sangat di utamakan karena itu merupakan bagian dari Adab dan Adab kedudukannya lebih tinggi dari amalan itu sendiri. Baca lebih lanjut…

Takzim Kepada Guru

Takzim dan berkhidmat kepada Guru sudah menjadi tradisi di kalangan pengamal tarekat yang diwariskan secara turun temurun dari sejak zaman Nabi SAW. Tidak hanya dikalangan pengamal tarekat, di pasantren yang tidak mengajarkan tarekat juga telah terbiasa dengan sikap menghormati Guru atau orang lebih senior dari dia. Mencium tangan Guru atau ulama merupakan tradisi yang sudah terbiasa dan itu tidak dipertentangkan lagi kecuali oleh sebuah pemahaman yang muncul belakangan. Memang masih banyak yang keliru memahami kata Takzim (penghormatan tinggi) dan kata ibadah. Salah pemahaman ini yang menyebabkan kemudian dicampuradukkan kedua istilah tersebut. Sikap pengagungan disamakan dengan penyembahan. Baca lebih lanjut…

Salah Minum Obat

Seorang dokter dengan ilmu dimilikinya mengetahui penyakit pasien dan memberikan obat sesuai dosis sehingga pasien memperoleh manfaat, menjadi sembuh. Bagimana kalau dokter tidak ahli atau dokter palsu maka bisa dipastikan resep obat diberikan keliru, bukan sembuh tapi bertambah parah sakitnya. Baca lebih lanjut…

Setelah Shalat Subuh (11)

Salah Minum Obat

Karena salah memahami tentang wasilah inilah sebagian orang menuduh praktek ibadah dalam tarekat menjadikan Guru sebagai perantara antara manusia dengan Allah. Perdebatan ini sudah berlangsung sejak lama, Al-Gazali telah mendamaikan dalam karya-karyanya namun dikemudian hari muncul lagi gerakan wahabi yang menyerang tradisi yang sudah terbangun selama ribuan tahun sejak zaman Nabi. Atas niat ikhlas namun kurang ilmu mereka melarang total tarekat/tasawuf di Arab Saudi dan berusaha mengeskpor pemahaman tersebut ke dunia Islam lain agar seluruh dunia melarang tarekat dan tasawuf. Baca lebih lanjut…

Setelah Shalat Subuh (10)

Nabi Muhammad SAW tidak meninggalkan harta warisan kepada ummat tetapi Beliau mewariskan kepada Al-Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman ummat Islam sampai akhir zaman. Al-Qur’an sendiri terdiri dari unsur zahir dan unsur bathin dimana untuk mengambil salah satu atau keduanya harus memiliki rumus sama seperti rumus dipakai oleh Nabi dan para Sahabat Beliau agar memperoleh hasil yang sama pula. Baca lebih lanjut…

Post Navigation