-
MOOD, ISTIQAMAH dan AHIMSA
Abuyazid al Bisthami setiap malam membaca al-Qur’an dengan cara teramat unik, kaki di ikat di atas sementara kepala tergantung kebawah. Al-Qur’an di baca tanpa henti sampai darah keluar dari matanya, Ketika darah keluar barulah di berhenti membaca Qur’an. Abu Yazid telah hapal al Qur’an sejak umur 10 tahun dan kemudian melanjutkan cara membaca al quran seperti di atas, bukan lagi untuk menguatkan hapalannya tapi sebagai bentuk mujahadah, melawan dirinya sendiri. Rabi’ah al-Adawiyah konon kabarnya shalat malam sampai 400 rakaat, tidak peduli dalam kondisi apapun dan seorang sufi lain melaksanakan shalat 200 rakaat diatas salju, sebuah tindakan aneh dalam pandangan awam, Tindakan berlebih-lebihan jika yang menilainya adalah kelompok di akhir zaman…
-
Ilusi Pengetahuan
Yuval Noah Harari di dalam bukunya “21 Lessons For 21 Century” menulis bahwa manusia secara individu hanya mengetahui sedikit sekali mengenai dunia, dan seiring berjalannya sejarah, pengetahuan manusia semakin berkurang. Seorang pemburu-pengumpul di Zaman Batu tahu bagaimana cara membuat pakaian, menyalakan api, berburu kelinci, dan menghindari singa. Kita berfikir bahwa saat ini kita mengetahui lebih banyak, tetapi sebagai individu, kita sebenarnya mengetahui lebih sedikit. Kita mengandalkan keahlian orang lain dalam hampir semua kebutuhan.
-
Kehendak-Nya
Suatu ketika Guru berdiri lama di jendela Surau, menatap keluar tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Saya duduk di belakang Beliau, kira-kira 15 menit Beliau berucap dengan suara pelan, “Tidak ada rencana pribadi aku, hanya rencana Tuhan saja aku ikuti”. Hanya kata itu terucap dari mulut Beliau dan kemudian Beliau masuk kembali ke kamar.
-
Setelah Shalat Subuh (19)
Dalam biografi tentang `Abdullah Al-Qurasyi dijelaskan bahwa suatu saat murid-muridnya memintanya untuk menyampaikan secuil tentang ilmu hakikat. Menanggapi permintaan murid-muridnya, dia lalu mengatakan pada murid-muridnya itu, “Berapa jumlah kalian saat ini?” Murid-muridnya menjawab, “Ada enam ratus orang.”
-
GANTI VARIABEL
Alam ini diciptakan Tuhan sedemikian teratur dan sempurna dan tentu segala di dalamnya akan tunduk kepada hukum-hukum yang telah ciptakan, agama menyebutnya sebagai sunatullah untuk memudahkan kita semua memahaminya. Sunatullah adalah ketentuan Allah atau hukum pasti ditetapkan Allah berlaku secara umum kepada siapa saja. Kita mengenal hukum-hukum fisika; gravitasi, keseimbangan, momentum dan lain sebagainya dan disisi lain di atas hukum fisika terdapat hukum metafisika yang tidak terlihat; hukum sebab akibat, hukum ketertarikan (Law of Attraction), Hukum Polaritas dan sebagainya.
-
VIBRASI
Ada sebuah kisah ajaib ketika tsunami terjadi di Palu, Sulawesi Tengah tanggal 28 September 2018. Seorang muazzin bernama Muhammad Alif Firmanyah Ketika terjadi gempa sebelum tsunami sedang mengumandangkan azan magrib, seluruh jamaah panik berlarian keluar dari masjid sedangkan dia terus azan sampai selesai. Anehnya, ketika tsunami datang, Alif mengungkapkan, gelombang tsunami yang begitu tinggi dan kencang, sama sekali tak menerjang masjid tersebut. Bahkan, kata Alif, gelombang setinggi pohon kelapa itu justru melompati kubah masjid dan terbelah setelah melewati kubah tersebut. ”Air laut tidak masuk ke masjid sama sekali. Bahkan, ke halaman masjid pun tidak masuk, tapi dia naik ke atas melompati kubah masjid ini,” kata Alif. Bagaimana menjelaskan secara ilmiah fenomena ini?
-
AL-QURB AL-FARAIDH (Bagian 2)
Dalam dunia neurologi dikenal ada beberapa tingkat kesadaran. Pertama, bangun dari tidur sering disebut sadar (weak-up). Kedua, sudah bangun dari tidur dan sudah sadar atau insaf di dalam menunaikan kewajiban (awareness). Ketiga, sadar bahwa kewajiban sudah ditunaikan, tetapi sadar juga kalau ketaatan yang dijalankannya belum sepenuhnya khusyuk dan ikhlas. Karena itu, ia memusatkan perhatian dan kesadarannya untuk tidak memperhatikan apa pun dan siapa pun selain hanya Allah SWT.