Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Archive for the category “Tasauf”

FIRASAT

Suatu hari, di depan Rasulullah saw Abu Bakar menceritakan seorang sahabat yang amat rajin ibadatnya. Ketekunannya menakjubkan semua orang. Tapi Rasulullah tak memberikan komentar apa-apa. Para sahabat keheranan. Mereka bertanya-tanya, mengapa Nabi tak menyuruh sahabat yang lain agar mengikuti sahabat ahli ibadat itu.
Tiba-tiba orang yang dibicarakan itu lewat di hadapan majelis Nabi. Ia kemudian duduk di tempat itu tanpa mengucapkan salam. Abu Bakar berkata kepada Nabi, “Itulah orang yang tadi kita bicarakan, ya Rasulallah.”

Baca selengkapnya…

HIPEREALITAS

Kita tahu bahwa di dunia ini ada tas ber-merk yang dipakai oleh orang-orang yang menyebut dirinya “berkelas” dan harga sebuah tas itu sampai dengan 53 milyar. Sebuah tas hermes yang hanya bermodal kulit buaya dijual dengan harga 3 Milyar dan orang berebut untuk membeli. Saya sering guyon dengan kawan-kawan tentang hal ini. Syarat untuk bisa membeli tas itu adalah dua, Kaya dan Gila. Seorang yang kaya raya sekalipun tanpa ada “gila” dalam dirinya tidak akan membeli tas seharga itu apalagi kalau hanya bermodal gila, sudah pasti tas mahal itu tak terbeli. Seekor buaya besar paling dihargai 50 juta, lalu dari mana nilai Rp. 2.950.000.000,- sisanya? Orang membeli merek hermesnya, itu yang membuat orang menjadi tidak normal. Rasanya dengan 3 Milyar bukan hanya buaya sanggup kita beli, sekumpulan buaya dengan kolam dan penjaga buaya bisa kita beli.

Baca selengkapnya…

CAHAYA ALLAH

Kita sepakat bahwa sumber utama penerang di bumi ini adalah cahaya matahari. Kita bisa melihat segala sesuatu karena ada cahaya masuk ke mata dan dengan cahaya itu kita bisa melihat benda-benda di sekitar kita. Gambar-gambar yang Anda lihat terdiri dari cahaya yang direfleksikan dari objek yang Anda lihat, yang kemudian masuk ke mata Anda melalui pupil. Bersama dengan lensa, kornea membiaskan cahaya untuk fokus pada retina di bagian belakang mata Anda. Retina ditutupi oleh jutaan sel sensitif cahaya yang disebut sel batang dan sel kerucut.

Baca selengkapnya…

Zuhud Dalam Pandangan Imam Ja’far Ash-Shadiq

Saya sudah pernah menulis tentang zuhud disini dan anda bisa membaca kembali dengan cara mengetik kata “zuhud” di kolom pencarian. Pada kesempatan ini kami ingin mengutip pendapat seorang ulama besar dalam bidang fiqih (Guru Imam Hanafi dan Imam Malik) dan tasawuf, menjadi imam para sufi di zamannya serta menjadi pangkal bertemunya silsilah beberapa tarekat yang berkembang saat ini, Beliau adalah Imam Ja’far ash-Shadiq.

Baca selengkapnya…

MENG-KAJI TASAWUF TIDAK MEMBUAT ANDA BER-MAKRIFAT

Munculnya fenomena kecenderungan masyarakat kepada tasawuf merupakan hal positif dan memang dunia saat ini menuju kesana, memasuki wilayah spiritual yang selama ini ditinggalkan. Muncul aliran wahabi adalah puncak dari kekeringan Islam yang telah dimulai sejak abad ke 7 hijriah dimana orang berlomba lomba meneliti hukum (fiqih) dan melupakan spirit (tasawuf). Seluruh pasantren di Indonesia kalau kita teliti semuanya mengajarkan kitab-kitab fiqih karena memang itu diperlukan ditengah masyarakat. Munculnya pasantren atau lembaga sejenis diawalnya adalah untuk menjawab kebutuhan akan ahli hukum untuk memberikan bimbingan kepada masyarakat akan hukum-hukum Islam. Sedikit sekali pasantren yang fokus kepada tasawuf dalam arti tasawuf praktek. Pasantren suryalaya salah satu yang sejak awal berdiri bertujuan agar tarekat bisa diamalkan dengan tenang. Para Guru Mursyid di tempat lain membimbing para murid tidak melalui lembaga resmi, mereka menyebutnya Surau atau Langgar dimana disana tidak ada ikatan waktu bagi siapapun yang ingin belajar.

Baca selengkapnya…

MAKRIFAT TIDAK DIDAPAT LEWAT ARGUMENTASI

Minum racun adalah tindakan ekstrim untuk membuktikan sebuah kebenaran dan anda tidak harus memilih tindakan itu andaipun diperlukan. Namun demikian, agama Islam adalah agama yang eksak, pasti dan konkrit bukan sekedar dogma yang tidak bisa dibuktikan sama sekali. Ketika satu sisi dari Islam dipahami dan kemudian diyakini itu sebagai kesempurnaan Islam maka yang terjadi adalah keterpaksaan di dalam menerima hal-hal yang sebenarnya bertentangan dengan akal fikirannya.

Baca selengkapnya…

DIAM

Ketika gelas yang berisi air di goyang maka air di dalam gelas ikut bergoyang dan bergelombang dan selama gelas itu kita goyang maka selama ini pula air tetap akan bergelombang di dalamnya. Jika kita ingin air itu tenang maka gelas harus kita letakkan dan kita biarkan diam maka seiring berjalan waktu maka air didalam gelas itu secara otomatis akan diam mengikuti diamnya gelas. Begitulah kehidupan kita, jika banyak masalah menimpa hidup, kesulitan dan terasa hidup ini “bergelombang” maka yang kita lakukan bukan berusaha menyelesaikan masalah tapi segera mengambil posisi diam maka dengan sendirinya masalah itu akan ikut diam, selesai dengan sendirinya.

Baca selengkapnya…

Post Navigation