Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Archive for the category “Tasauf”

Zuhud Dalam Pandangan Imam Ja’far Ash-Shadiq

Saya sudah pernah menulis tentang zuhud disini dan anda bisa membaca kembali dengan cara mengetik kata “zuhud” di kolom pencarian. Pada kesempatan ini kami ingin mengutip pendapat seorang ulama besar dalam bidang fiqih (Guru Imam Hanafi dan Imam Malik) dan tasawuf, menjadi imam para sufi di zamannya serta menjadi pangkal bertemunya silsilah beberapa tarekat yang berkembang saat ini, Beliau adalah Imam Ja’far ash-Shadiq.

Baca selengkapnya…

MENG-KAJI TASAWUF TIDAK MEMBUAT ANDA BER-MAKRIFAT

Munculnya fenomena kecenderungan masyarakat kepada tasawuf merupakan hal positif dan memang dunia saat ini menuju kesana, memasuki wilayah spiritual yang selama ini ditinggalkan. Muncul aliran wahabi adalah puncak dari kekeringan Islam yang telah dimulai sejak abad ke 7 hijriah dimana orang berlomba lomba meneliti hukum (fiqih) dan melupakan spirit (tasawuf). Seluruh pasantren di Indonesia kalau kita teliti semuanya mengajarkan kitab-kitab fiqih karena memang itu diperlukan ditengah masyarakat. Munculnya pasantren atau lembaga sejenis diawalnya adalah untuk menjawab kebutuhan akan ahli hukum untuk memberikan bimbingan kepada masyarakat akan hukum-hukum Islam. Sedikit sekali pasantren yang fokus kepada tasawuf dalam arti tasawuf praktek. Pasantren suryalaya salah satu yang sejak awal berdiri bertujuan agar tarekat bisa diamalkan dengan tenang. Para Guru Mursyid di tempat lain membimbing para murid tidak melalui lembaga resmi, mereka menyebutnya Surau atau Langgar dimana disana tidak ada ikatan waktu bagi siapapun yang ingin belajar.

Baca selengkapnya…

MAKRIFAT TIDAK DIDAPAT LEWAT ARGUMENTASI

Minum racun adalah tindakan ekstrim untuk membuktikan sebuah kebenaran dan anda tidak harus memilih tindakan itu andaipun diperlukan. Namun demikian, agama Islam adalah agama yang eksak, pasti dan konkrit bukan sekedar dogma yang tidak bisa dibuktikan sama sekali. Ketika satu sisi dari Islam dipahami dan kemudian diyakini itu sebagai kesempurnaan Islam maka yang terjadi adalah keterpaksaan di dalam menerima hal-hal yang sebenarnya bertentangan dengan akal fikirannya.

Baca selengkapnya…

DIAM

Ketika gelas yang berisi air di goyang maka air di dalam gelas ikut bergoyang dan bergelombang dan selama gelas itu kita goyang maka selama ini pula air tetap akan bergelombang di dalamnya. Jika kita ingin air itu tenang maka gelas harus kita letakkan dan kita biarkan diam maka seiring berjalan waktu maka air didalam gelas itu secara otomatis akan diam mengikuti diamnya gelas. Begitulah kehidupan kita, jika banyak masalah menimpa hidup, kesulitan dan terasa hidup ini “bergelombang” maka yang kita lakukan bukan berusaha menyelesaikan masalah tapi segera mengambil posisi diam maka dengan sendirinya masalah itu akan ikut diam, selesai dengan sendirinya.

Baca selengkapnya…

ARGUMENTASI MEMERLUKAN EKSPERIMENTASI

Islam sebagaimana sunatullah yang berlaku di alam ini memiliki lapisan-lapisan mulai dari syariat, tarikat, hakikat dan makrifat. Sebagian kecil orang terutama paham yang baru muncul 100 tahun lalu menolak lapisan Islam yang 4 ini dan sebagian lain umat Islam tidak mengetahui ada lapisan ini. Terbanyak adalah orang yang mengetahui namun tidak tahu cara mengamalkan, menggabungkan ke 4 lapisan ini sehingga menjadi satu kesatuan yang sempurna sebagaimana pertama kali Islam ini dibawa dan diperkenalkan oleh Rasulullah SAW.

Baca selengkapnya…

BERSUNYI DIRI

Kita hidup di zaman teknologi yang semakin canggih dimana informasi bisa di dapatkan dengan mudah dari berbagai sumber. Teknologi informasi khususnya memberikan keleluasaan bagi kita untuk menerima banyak informasi baik langsung maupun tidak langsung, disadari ataupun tidak disadari. Kejadian yang beru terjadi dalam hitungan detik beritanya bisa di dapatkan di media sosial bahkan sebelum TV menyiarkan. Dulu kita hanya mengenal informasi berita dari TV, Radio dan Koran akan tetapi sekarang berubah secara total dan sampai kepada kita dengan sangat cepat.

Baca selengkapnya…

Setelah Shalat Subuh (16)

Sebagaimana sering kami sampaikan di dalam tulisan-tulisan terdahulu bahwa ibadah mempunyai dua aspek yaitu zahir dan bathin. Ibadah zahir adalah meniru gerakan dan ucapan yang bersumber dari ibadah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Para sahabat meneruskan cara Nabi SAW beribadah dan ditiru pula oleh generasi berikutnya sampai kepada generasi kita sekarang ini. Nabi mengatakan “Shalat lah kalian sebagaimana aku shalat”, atas dasar inilah setiap gerakan Nabi di dalam ibadah dijadikan model atau contoh untuk di tiru. Meniru Nabi dengan gerakan ibadah Beliau itulah sisi zahir dari ibadah sedangkan sisi bathin adalah merasakan apa yang Beliau rasakan di dalam ibadah, ini hal tersulit kita lakukan, inilah sisi bathin dari ibadah dan merupakan sangat pokok. Baca selengkapnya…

Post Navigation