Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Archive for the category “Tasauf”

RAMADHAN DAN TAKBIR KEMENANGAN

Kita telah berada di penghujung Ramadhan dan segera akan memasuki 1 Syawal dimana ummat Islam diseluruh dunia merayakan Idul Fitri, merayakan kemenangan melawan hawa nafsu, melawan dirinya sendiri, bermujahadah selama sebulan penuh lewat Puasa, ‘Itikaf, Shalat Tarawih, membaca Al-Qur’an dan berbagai ibadah lainnya yang telah diberi tuntunan oleh Rasulullah SAW. Tujuan melaksanakan ibadah lebih banyak di bulan Ramadhan itu tentu saja untuk meningkatkan kualitas jiwa manusia itu sendiri menjadi manusia yang benar-benar bertaqwa. Taqwa dalam makna sederhana adalah tidak merasa berat mengerjakan ibadah, menjadi kebiasaannya.

Baca selengkapnya…

MIMPI BERTEMU RASULULLAH

Saat ini kalau kita mengetik kata “Mimpi Dengan Rasulullah” di Google, maka yang keluar bukan dalil atau pengalaman mimpi para ulama dengan Rasul tapi kasus orang yang dilaporkan karena mimpi dengan Rasulullah. Memang demikian kalau masalah bathin diungkap secara vulgar ke publik akan menjadi fitnah, diseret ke politik dan menimbulkan perdebatan yang tidak berkesudahan. Sebagian kecil kelompok ummat Islam (termasuk disini anti maulid) dengan tegas menolak tentang pengalaman mimpi dengan Rasulullah namun sebagian besar ummat Islam meyakini itu hal yang mungkin terjadi dan memang tercatat dalam sejarah sejak dulu sampai saat sekarang ini. Di kalangan para Habib dan para sufi, bertemu Rasulullah baik dalam kondisi mimpi maupun terjaga merupakan hal yang lumrah terjadi karena hubungan mereka dengan Rasulullah terjaga dengan sangat baik.

Baca selengkapnya…

Setelah Shalat Subuh (17)

Perbedaan paling mendasar sistem pembelajaran ilmu syariat dengan tarekat adalah di dalam syariat pada umumnya orang lebih banyak melihat keluar sedangkan ketika memasuki dunia tarekat kita lebih banyak melihat ke dalam diri sendiri. Memasuki dunia tarekat sebagai gerbang awal kepada hakikat dan makrifat dimulai dengan melaksanakan taubat, membersihkan diri dari dosa-dosa. Allah Maha Suci lagi Maha Mulia tidak mungkin mau menerima hati manusia yang diliputi kotoran dan begitulah sunatullah berlaku. Matahari hanya menyerap cahayanya sendiri sehingga tidak satu pun selain unsur matahari bisa mendekat kepada matahari.

Baca selengkapnya…

Kebijaksanaan Sufi diantara Wahabi dan Ahlussunah

Dalam menempuh perjalanan kepada-Nya (Thareqatullah) diperlukan seorang pembimbing yang telah benar-benar ahli untuk bisa membawa para murid sampai selamat kehadirat-Nya, sosok ini kita kenal sebagai Mursyid. Seorang Mursyid minimal dia harus seorang Wali Allah (kekasih Allah), artinya tidak semua Wali Allah bisa menjadi Mursyid dan kalau memakai logika ini Mursyid yang tidak mencapai kualifikasi seorang Wali Allah akan menjadi Mursyid syariat saja, mengajarkan tasawuf tapi tidak bisa membawa rohani murid untuk sampai kehadirat Ilahi. Tidak sedikit orang yang hanya bermodal banyak membaca kitab tasawuf, paham maqam-maqam di tasawuf, mengerti definisi yang sering dipakai dikalangan sufi kemudian dengan berbekal ini dia menceritakan ilmu yang dibaca kemudian orang-orang secara bertahap menjadikannya sebagai Mursyid.

Baca selengkapnya…

JANGAN MEMIKIRKAN HASIL

مِنْ عَلاَمِة الاِعْتِمِاد على العَمَلِ نُقْصانُ الرجَّاءِ عِند وَجُودِ الَّزلَل

“Tanda seseorang bergantung pada amal dan karyanya adalah bahwa dia akan cenderung pesimis, kurang harapan manakala dia mengalami kegagalan.” (Ibn ‘Athaillāh)

Di awal saya berguru, kira-kira baru 1 tahun, saya membawa seorang teman beragama Kristen Protestan kepada Guru saya. Sebelumnya sudah banyak diskusi yang saya lakukan dengan dia sampai kemudian tertarik dengan tarekat dan ingin berjumpa dengan Guru saya. Saya memperkenalkan dia kepada Guru dan setelah Guru ceramah kira-kira 15 menit, saya disuruh membawa kawan ini masuk ke dalam surau untuk diperlihatkan silsilah Tarekat Naqsyabandi. Silsilah ini menunjukkan bahwa dari Guru sekarang bersambung kepada Nabi Muhammad SAW.

Baca selengkapnya…

Di Level Spiritual Anda Jangan Bertanya

Allah SWT menciptakan alam ini sedemikian sempurna dan teratur tanpa pernah bertabrakan satu sama lain. Siang dan malam, bumi dan langit, planet-planet yang beredar pada orbitnya dengan tepat juga susunan sel manusia dan makhluk hidup lainnya, sedemikian teratur, tuntuk pada hukum yang diciptakanNya yang kita sebut sebagai Sunatullah. Semakin kita renungkan dan teliti terhadap kesempurnaan alam maka akan semakin kagum kita kepada Sang Pecipta dan manusia mau atau tidak mau akan mengakui adanya kekuatan diatasnya yang mengatur semua dengan begitu sempurna.

Baca selengkapnya…

Memandang Dari Dalam

Kalau anda ke Jakarta dan menyempatkan diri lewat di depan Istana Negara, tempat kediaman Presiden Republik Indonesia maka anda akan melihat bangunan putih dengan pilar tersusun rapi di depannya. Dari dulu sampai sekarang bangunan tersebut tidak berubah, jika anda memandang dari luar. Jika anda berkesempatan untuk masuk di dalamnya maka pandangan luar itu akan hilang, berubah total karena isi dalam istana sangat berbeda dengan diluar. Pandangan dinding putih dengan pilar itu akan hilang sama sekali, anda akan melihat karpet merah, ada kursi cantik perpaduan china dan jepara, tidak lupa pula akan lukisan-lukisan bagus terpampang di dinding istana bagian dalam.

Baca selengkapnya…

Post Navigation