GANTI VARIABEL

Alam ini diciptakan Tuhan sedemikian teratur dan sempurna dan tentu segala di dalamnya akan tunduk kepada hukum-hukum yang telah ciptakan, agama menyebutnya sebagai sunatullah untuk memudahkan kita semua memahaminya. Sunatullah adalah ketentuan Allah atau hukum pasti ditetapkan Allah berlaku secara umum kepada siapa saja. Kita mengenal hukum-hukum fisika; gravitasi, keseimbangan, momentum dan lain sebagainya dan disisi lain di atas hukum fisika terdapat hukum metafisika yang tidak terlihat; hukum sebab akibat, hukum ketertarikan (Law of Attraction), Hukum Polaritas dan sebagainya.
Tuhan menciptakan rumus pasti di alam ini dan manusia diberikan kesempatan untuk mengisi variabel di dalam rumus tersebut, apabila variabel yang diisi itu negatif maka hasilnya menjadi negatif begitu juga sebaliknya akan menjadi positif apabila di isi dengan variabel positif. Dunia Barat begitu serius meneliti tentang Sunatullah atau disebut Hukum Universal ini, hal yang sudah lama ditinggalkan ummat Islam. Kemajuan teknologi dan peradaban manusia tidak terlepas dari hasil kemampuan akal fikiran manusia menelaah, meriset akan hukum-hukum pasti ini.
Jika kita perhatikan di dunia ini tidak satupun negara Islam berada dalam posisi berdaya, semuanya tunduk kepada Negara Barat non muslim dalam berbagai hal. Kita tahu bahwa tempat yang paling makbul berdoa di dunia ini adalah di Ka’bah dan di Raudah, kedua tempat ini berada di dalam kekuasaan Arab Saudi. Tapi Arab Saudi sendiri tidak bisa membela negaranya, mereka harus meminta bantuan Amerika Serikat yang beragama non muslim, lalu dimana letak kemulyaan Mekkah dan Madinah yang dulu menjadi pusat power Islam seluruh dunia. Masyarakat Saudi juga tidak ada bedanya dengan pemerintahnya, dibuat bodoh, lalai dan kemudian tidak berdaya sama sekali.
Jika Saudi Arabia sebagai penganut paham wahabi dilemahkan dengan kemegahan, disebelahnya ada Yaman sebagai pengamal Ahlusunnah dan juga pengamal Tasawuf dilemah dengan keterbelakangannya dan keduanya sampai saat ini masih terlibat perang, orang Islam memerangi orang Islam.
Sejarah yang saya baca, salah satu penyebab runtuh Turki Ustmani bukan karena mereka pengamal tarekat (seperti yang dituduhkan oleh wahabi) tapi menjadikan Tasawuf/tarekat menjadi obat penenang bukan sebagai spirit untuk maju. Tentara Turki selama 300 tahun (sejak al fatih) tidak pernah mau meriset teknologi baru termasuk senjata, cukup mengandalkan amalan zikir dan jimat sementara di seberang sana negara barat sudah mencapai revolusi industri. Atas alasan ini juga tempo hari tuduhan bahwa tasawuf menyebabkan kemunduran demikian dipercaya oleh genarasi mudah sehingga muncul pembaharuan-pembaharuan di tanah arab dan menyebar ke indonesia. Dalam tulisan ini saya mempersempit pembahasan kepada diri pribadi kita, dilain kesempatan insyaallah akan saya kupas tentang politik Islam baik dulu maupun saat ini dan penyebab kemunduran Islam.
Hukum yang berlaku di alam ini bersifat universal artinya berlaku secara umum tanpa memilah dan memilih, tidak juga berhubungan dengan ketaatan dan keingkaran. Seorang yang rajin beribadah menanam sebutir biji dengan memenuhi rukun syarat bertani akan tumbuh tanamannya begitu juga dengan seorang yang tidak pernah beribadah, apabila dia menanam sesuatu aturan maka biji terebut akan tumbuh juga. Kaya-miskin, tumbuh-layu, dan lainnya tidak ada hubungan dengan ketaatan dan keingkaran, ini berhubungan dengan Hukum Universal yang telah ditetapkan oleh Tuhan.
Hal ini menjawab pertanyaan kenapa semua teknologi dikuasai oleh non muslim, ekonomi dan politik juga karena mereka memahami dan menguasai hukum-hukum pasti ini, hal yang dilupakan oleh sebagian ummat Islam. Kita masih sibuk dengan khilafiah lupa dengan memperbaiki taraf hidup, sibuk mencari-cari kesalahan orang lain, menuduh amalan orang lain paling bid’ah sehingga lupa berbenah (memperbaiki amalan sendiri).
Jika kita memahami bahwa hukum universal atau sunatullah itu bersifat PASTI, tetap dan berlaku untuk semua maka untuk mengubah HASIL, apapun itu yang harus dilakukan adalah dengan mengubah variabel agar hasil dari hukum itu menjadi baik.
Mengubah mindset atau cara berfikir adalah salah satu bentuk kita mengubah variabel. Ketika Allah (di dalam al-Qur’an) menjamin rizki bagi seluruh ummat manusia seharusnya itu membuat kita bergairah di dalam berikhtiar bukan malah menjadikan alasan untuk bermalas-malasan.
Kita harus memahami segala sesuatu dengan utuh dan baik agar tindakan yang kita lakukan menjadi benar dan memberikan hasil yang baik. Tindakan dipengaruhi oleh fikiran dan fikiran bergerak berdasarkan informasi yang sudah ada. Orang menghapal al-Qur’an itu bagus, namun dengan hanya bermodal menghapal al-Qur’an kemudian dia mengharapkan menjadi kaya raya itu tindakan yang tidak masuk akal. Untuk menjadi kaya tidak cukup dengan menghapal kitab suci tapi harus memiliki pengetahuan tentang kaya.
Jika kita bingung variabel apa yang harus di ubah, variabel apa yang harus diganti, cara paling mudah adalah dengan MENGHAPUS atau ME-RESTART. Dalam istilah komputer dikenal dengan me-reset, atau mem-boot ulang dengan menekan tombol CTRL+ALT+DEL.
Bagi pengamal tarekat, suluk atau ber-khalwat (bersunyi diri dibawah bimbingan Pembimbing Spiritual) adalah sarana paling efektif untuk mengganti semua variabel dalam hidup. Nabi Muhammad SAW yang hidup di tengah masyarakat jahiliyah mengalami pencerahan dan mengubah jalan hidup Beliau setelah melakukan khalwat di Guha Hira dan tentu saja itu bukan hanya sekali Beliau lakukan.
Kenapa Nabi mengganti variabel hidup dengan cara ber-Khalwat? Karena Beliau sangat paham dan mengerti, bahwa variabel itu hanya bisa di ganti dengan sempurna oleh Sang Pencipta Hukum yaitu Allah SWT.
Semoga tulisan di awal Ra’jab ini bermanfaat…
One Comment
Salik JatuhBangun
Komen pertama saya selama bertahun2. Salam Bang SM 🙂