VIBRASI

Ada sebuah kisah ajaib ketika tsunami terjadi di Palu, Sulawesi Tengah tanggal 28 September 2018. Seorang muazzin bernama Muhammad Alif Firmanyah Ketika terjadi gempa sebelum tsunami sedang mengumandangkan azan magrib, seluruh jamaah panik berlarian keluar dari masjid sedangkan dia terus azan sampai selesai. Anehnya, ketika tsunami datang, Alif mengungkapkan, gelombang tsunami yang begitu tinggi dan kencang, sama sekali tak menerjang masjid tersebut. Bahkan, kata Alif, gelombang setinggi pohon kelapa itu justru melompati kubah masjid dan terbelah setelah melewati kubah tersebut. ”Air laut tidak masuk ke masjid sama sekali. Bahkan, ke halaman masjid pun tidak masuk, tapi dia naik ke atas melompati kubah masjid ini,” kata Alif. Bagaimana menjelaskan secara ilmiah fenomena ini?
Kejadian orang selamat dari bencana termasuk tsunami dan gempa karena azan bukan terjadi pada satu orang dan satu tempat saja, tapi sudah banyak yang membuktikan termasuk tsunami paling dahsyat 26 Desember 2004 di Aceh. Mesjid-mesjid yang berada dipinggir laut tetap berdiri kokoh sementara rumah sekitarnya hancur rata dengan tanah. Menjadi hal yang lazim di Aceh ketika terjadi gempa maka masjid-mesjid mengumandangkan azan walaupun belum waktu shalat.
Setiap benda di alam ini mempunyai getaran dan bisa memancarkan getaran keluar dari dirinya. Bahkan, jampi-jampi yang diucapkan oleh dukun mampu mencelakakan orang walau dari jarak sangat jauh karena alam ini pada dasarnya tersambung. Alam ini bisa mengantarkan frekwensi yang kita pancarkan dan di zaman modern hal itu tidak asing lagi bagi kita. Teknologi TV dan Internet membuktikan itu semua.
Getaran dari tubuh manusia disebut juga dengan aura, ada yang memiliki aura baik dan ada juga yang memiliki aura tidak baik. Manusia yang memiliki aura baik akan menarik segala kebaikan, dan keberuntungan akan mendekat kepada dirinya, orang sering menyebutnya dengan hoki, “Hoki kamu bagus sekali!”.
Karena setiap benda memiliki vibrasi atau getaran maka kedekatan kita dengan benda-benda tersebut memberikan pengaruh kepada kita. Maka tidak aneh misalnya Khalid bin Walid selalu memenangkan pertempuran dengan bermodal rambut Nabi yang diselipkan di pecinya. Getaran luar biasa dari rambut Nabi itu “hidup” dan memberikan energi kepada Khalid bin Walid sehingga dia selalu menang.
Dalam buku The Biology of Belief karya Bruce Lipton disebutkan, Angkatan Darat Amerika (US Army) meneliti DNA manusia dan menemukan hasil yang sangat menakjubkan. DNA yang diambil dari tubuh manusia (cairan mulut) ketika dipisah dengan induknya (manusia tadi) ternyata masih tetap mempunyai hubungan emosional. Jika manusia tadi senang maka DNA yang sudah dipisah itu juga memberikan energi senang, seperti mereka masih tetap bersatu.
Bahkan ketika dipisah dalam jarak 250 km, manusia diberi rangsangan (sedih, senang, terangsang) maka DNA itu pun ikut bergetar dengan getaran yang sama dengan manusia yang diambil sampel.
Atas dasar penelitian ilmiah ini kita semakin yakin bahwa rambut Nabi itu tetap “hidup” tersambung dengan jasad Nabi. Rambut dan apapun unsur yang berasal dari Nabi memiliki getaran yang sama dengan getaran Nabi. Hal ini juga berlaku untuk Wali Allah, maka mengambil berkah dari sisa-sisa Wali Allah itu bukan tindakan yang bodoh apalagi bid’ah, itu tindakan yang memang sangat ilmiah.
Para sahabat mengambil berkah dari air sisa minum Nabi dan air sisa wudhuk Nabi karena getaran kulit Nabi bersambung dengan air tersebut dan membuat air itu ikut menjadi berkah. Atas dasar itu pula seluruh ummat Islam yang meminum air zam zam akan mendapat keberkahan karena air itu pernah di minum dan didoakan oleh Nabi kita.
Orang yang telah sempurna level energinya akan memberikan getaran keseluruh lingkungan dia berada. Apabila dia berkata maka getaran dari ucapannya itu akan memancar ke alam sekitar dan membuat alam menjadi tenang dan damai. Orang-orang yang bertawajuh di dalam lingkaran akan mengeluarkan vibrasi positif kelingkungan sehingga lingkungan menjadi damai dan aman.
Uraian di atas juga menjawab pertanyaan di awal tadi, kenapa masjid selamat, kenapa kalau orang sering azan akan terjauh dari bala bencana. Kalimat azan itu adalah kalimat positif, memuliakan Nabi dan meng-agung-kan Allah sehingga ketika kalimat itu di ucapkan, maka alam akan menyambut dengan suka cita dan mengembalikan energi itu kepada kita dalam bentuk kesehatan, keselamatan dan mudah rezeki.
Pusat spiritual seperti Ka’bah yang telah di doakan sejak Nabi Ibrahim sampai Nabi Muhammad SAW, kemudian seluruh ummat Islam dengan vibrasi positif mengunjungi dan berdoa disana makin lama makin kuat getarannya, memberikan efek baik bagi siapapun yang mengunjungi. Atas dasar itulah menjadi salah satu alasan bagi ummat Islam harus berhaji, mendatangi tempat penuh berkah, dipenuhi getaran positif. Nabi SAW juga mengatakan bahwa orang yang berdo’a di Raudah akan dikabulkan karena disitu Nabi sering beribadah, shalat dan zikir dan getarannya menjadi abadi.
Tidak ada bedanya orang yang berziarah ke makam orang-orang shaleh, akan memberikan efek positif kepada jiwanya, hal yang tidak mungkin bisa dipahami oleh kaum tekstual. Bagi orang Sufi, orang yang meninggal itu hanya berpindah alam, tetap hidup bersama Allah dan bisa saling terhubung dengan alam dunia, atas alasan itulah maka ziarah kubur (terkhusus kuburan Nabi SAW) adalah bentuk dari ibadah, menaikkan level getaran seseorang.
Di lain kesempatan akan kami lanjutkan tulisan ini, semoga bermanfaat…