Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Pertanyaan Malaikat.

tanya2Sewaktu saya kecil ketika umur 6 tahun saat mengaji saya banyak dapat pelajaran tentang Agama dan yang paling menarik adalah tentang pertanyaan malaikat munkar nankir sang penjaga kubur. “Malaikat menanyakan kepada kita, barangsiapa yang bisa jawab maka dia dapat nikmat dan barangsiapa tidak bisa jawab akan dicambuk oleh malaikat” demikian guru mengaji saya mengingatkan dan membuat kami semua ketakutan. Saya sangat serius menghapal pertanyaan yang bakal ditanyakan malaikat kelak kalau sudah meninggal dan kunci jawabannya. Saya masih ingat pertanyaan dan jawaban yang diajarkan ketika saya mengaji waktu kecil :

Tanya : Man Rabbuka? Jawab : Allahu Rabbi. Allah Tuhanku.

Tanya : Man Nabiyyuka? Jawab : Muhammadun Nabiyyi. Muhammad Nabiku

Tanya : Ma Dinuka? Jawab : Al-Islamu dini.

Tanya : Man Imamuka? Jawab : Al-Qur’an Imami.

Tanya : Aina Qiblatuka? Jawab : Al-Ka’batu Qiblati.

Tanya : Man Ikhwanuka? Jawab : Al-Muslimun Wal-Muslimat Ikhwani.

Saya sangat serius menghapalnya, pertanyaan dan jawaban dalam bahasa Arab karena saya diajarkan bahwa malaikat nanti bertanya dalam bahasa Arab. Setelah hapal, saya benar-benar senang, akhirnya saya bisa jawab pertanyaan-pertanyaan malaikat nanti, Alhamdulillah.

Waktu berlalu, sejak kelas 4 SD, saya selalu shalat berjamaah di mesjid, saya masih ingat, di mesjid tersebut tiap selesai shalat magrib selalu ada ceramah sampai shalat Isya. Mulai senin sampai minggu, dengan materi yang berbeda-beda. Malam favorit saya adalah sabtu, karena malam itu ada kisah para Nabi, sahabat dan orang-orang shaleh. Dari ceramah yang saya dengar, ternyata untuk menjawab pertanyaan malaikat tidak cukup dengan menghapal karena nanti di alam kubur, mulut tidak lagi bisa berbicara, yang menjawabnya adalah amal perbuatan kita. Setelah mendengar penjelasan dari penceramah tersebut, saya tambah rajin beribadah sampai dengan remaja.

Saya berkesimpulan kalau memang yang menjawab nanti adalah amal perbuatan, berarti kita tidak perlu menghapal seperti yang saya lakukan ketika umur 6 tahun, fokus kepada menjaga shalat, puasa dan berbhakti kepada orang tua, berbuat baik kepada sesama pasti nanti kita bisa jawab pertanyaan malaikat.

Saya yakin anda juga mengalami pengalaman yang serupa dengan saya, awalnya kita menghapal sampai kemudian timbul kesadaran lain kerena informasi yang kita terima berbeda. Ketika saya menekuni tarekat maka pemahaman saya pun berubah, barulah saya bisa menemukan ilmiah nya, bagaimana amal perbuatan bisa menjawab pertanyaan malaikat. Guru saya cerita begini, “Yang kembali kepada Allah itu bukan jasmani tapi rohani makanya rohani manusia harus diajarkan cara menyebut nama Allah selagi masih hidup di dunia”.

Kecerdasan akal fikiran tidak bisa diandalkan ketika berada di alam kubur, jangankan di alam kubur, ketika tidur saja manusia tidak sadar sama sekali, anak SD dengan professor ketika tidur sama-sama bodoh, kalau kita tanyakan sebuah pertanyaan pasti tidak bisa dijawab, konon lagi sesudah mati” Begitu Guru saya menjelaskan. Penjelasan itu menjadi bahan renungan saya, bahwa antara jasmani dan rohani itu benar-benar beda, pelajaran agama yang begitu banyak saya dapatkan sejak umur 6 tahun ternyata hanya menyentuh jasmana saja, tidak kepada rohani.

Guru saya melanjutkan, “Jasmani diajarkan oleh jamasni, diajarkan oleh Guru jasmani, itulah fungsi Guru agama atau ustad, mereka mengajarkan ummat tentang Islam kepada jasmani manusia, sedangkan untuk mengajarkan rohani kita tidak bisa dengan jasmani tapi harus dengan rohani, dalam hal ini rohani sekalian manusia diajarkan oleh arwahul muqadasah Rasulullah SAW yang berada dalam diri Guru Mursyid yang Kamil Mukamil Khalis Muhklisin”.

Setelah manusia diajarkan tentang pelajaran Agama Islam, maka menjadi Islam lah manusia tersebut akan tetapi rohani nya masih belum karena rohani dan jasmani itu berbeda. Pelajaran agama di sekolah, pasantren atau universitas Islam hanya bisa menyentuh jasmani manusia, ilmu agamanya tersimpan di otak dan ketika manusia meninggal dunia segala hapalan itu hilang, lenyap tanpa bekas sedikitpun.

Satu-satu nya sekolah dimuka bumi yang mengajarkan rohani manusia agar bisa berkomunikasi dengan Allah hanya Tarekat! Dibawah bimbingan Guru Mursyid yang sudah mendapat ijzah dari Rasulullah lewat jalur keguruan (silsilah), maka para murid di tarekat benar-benar bisa mencapai tahap makrifatullah.

Ketika rohani telah diajarkan tentang Islam, maka segala hal yang dianggap gaib oleh jasmani akan menjadi nyata bagi rohani kita. Allah, Malaikat, Nabi/Rasul merupakan gaib bagi jasmani akan tetapi akan menjadi nyata bagi rohani ketika rohani tersebut berada pada dimensi yang sama dengan sosok yang mau dijumpai.

Bagi orang yang masih hidup di dunia ini, siksa kubur adalah gaib atau abstrak, sedangkan bagi orang yang sudah meninggal dunia hal itu menjadi nyata atau konkrit. Bagi orang di alam kubur, dunia menjadi gaib atau abstrak bagi mereka sementara bagi kita yang masih hidup di dunia ini akan menjadi nyata atau konkrit. Allah pun sama, bagi orang yang belum diajarkan rohaninya, matahati nya masih buta maka Allah menjadi gaib, akan tetapi bagi yang sudah diajarkan rohani nya maka Alla menjadi nyata.

Banyak orang meyakini bahwa manusia hanya bisa berjumpa dengan Allah ketika manusia telah meninggal dunia dan berada di akhirat maka tidak heran kalau kita bicarakan tentang jumpa dengan Allah kebanyakan yang terbayang adalah kehidupan sesudah mati. Orang lupa akan pesan Rasulullah, “Mutu Qabla Anta Mutu” matikanlah dirimu sebelum engkau mati. Kapan kita mengalami kematian sebelum kematian, apanya yang mati? Bararti setelah kita mengalami “Mati sebelum Mati” di dunia ini maka kita akan berjumpa dengan Yang Maha Hidup.

Kembali kepada judul tulisan tentang pertanyaan malaikat, lebih menarik lagi untuk dibahas apakah semua orang ditanyakan oleh malaikat? Ataukah orang yang “terindikasi” berbahaya dan ada “tanda-tanda” tertentu saja yang ditanyakan. Seperti orang masuk kedalam Bandara, yang diperiksa oleh petugas bandara adalah orang yang ketika melewati pintu x-ray, alarm berbunyi, menandakan ada yang aneh dari orang yang lewat patut diperiksa. Dalam pandangan saya, malaikat itu jauh lebih cerdas dan lebih canggih dari petugas bandara.

Tulisan ini hanya sebuah pemikiran sebagai bahan bacaan menjelang berbuka puasa. Saya ucapkan selamat berbuka puasa dan saya berdoa semoga seluruh yang membaca tulisan ini menjadi orang yang dekat dengan Allah mencapai tahap Makrifatullah, mengenal Allah sebagaimana Dia ingin dikenal, Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin!

Single Post Navigation

26 thoughts on “Pertanyaan Malaikat.

  1. SUKRIS on said:

    subhanalloh, manteb sekali. Ada beberapa analogi baru, namun mudah diterima. terima kasih sufi muda.

  2. akbar algozali on said:

    teruslah menulis bang,karna saya haus akan sesuatu dlm tulisan bg SUFI MUDA

  3. makasih, situs ini hebat.. GBU 🙂

  4. Muhyidin Abdul Gani on said:

    pencerahan yg baik sekali, thaks

  5. sangkor74@yahoo.com on said:

    Baraka Allah ,,,

  6. Abdul s on said:

    Shubhanalloh manteb tenan tulisanne

  7. Ruslianto on said:

    QS.Ar Ra’du ayat 21
    Wallaziina yasiluuna ma amarallaahu bihii ay yuusala wa yakhsyauna rabbahum wa yakhaafuuna suu’al-hisaab.

    Dan orang-orang yang menghubungkan apa yang diperintahkan Allah agar dihubungkan, dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk.

  8. mohamad subhan on said:

    Amin ya robbal Alamin

  9. Kalau boleh tahu, mursyid anda siapa ya? Tahukan dimana bisa bertemu dengan guru mursyid di pulau jawa ini. Saya pernah dengar mengenai rokan hulu, tapi itu jauh sekali dari domisili saya. Selain itu, saya juga hanya tahu guru mursyid/guru sufi yang di luar negeri saja, terimakasih banyak..

  10. Assalamualaikum wr.wb,
    Al insannu sirri wa anna sirruhu.
    manusia itu adalah rahasiaKU dan Akulah rahasianya.
    rahasia Allah berada dekat sirr setiap insan yg mau mengenalNYA.

    banyak orang tau keberadaan tuhan tetapi banyak yg tidak mau mengenalNYA.

    wassalamualaikum wr.wb,
    sayyid

  11. musyamud on said:

    Semoga Allah selalu membimbingmu dijalan yang lurus. Mohon ijin copas, terima kasih

  12. aslmualaikum’ abng sya mau tanya’ apakah ada zikir khusus untuk syriat-tarekat-hakikat-ma’rifat….klo ada bsa kah d ajar kn kpd sya orng yg awam ini agr lbih mmhmi..wslm

  13. Amin ya rabb,,,
    Trima kasih atas penjelasannya,,,,,
    sangat bermanfaat

  14. Subhanallah hati ini semakin Terang,

  15. sayyid on said:

    Assalamualaikum wr.wb,
    pertemuanku dengan salah satu orang malaikat yg mulia disisi Allah dari begitu banyaknya malaikat-malaikat.

    setelah shalat maghrib selesai ,datang seorang malaikat bertamu dan menyapa dengan kata-kata yg sangat lembut.
    Dia berkata¨,Allah telah menyuruhku untuk melihat keadaanmu¨.
    Ku jawab¨,ada apa iya dengan keadaan ku ini?¨
    Banyak sekali yg engkau pikirkan,sayyid.nanti kamu jatuh sakit.
    Tahukah kamu dari surga manakah Allah menyuruhku datang kepadamu?
    tidak tahu hanya Allah yg tahu jawabku.
    Aku datang dari surga yg berbukit yg airnya mengalir jika engkau merasakan airnya terasa
    seperti jahe.
    percayalah sayyid bahwa surga itu penuh dengan kenikmatan bagi mereka yg mencintai Allah.
    Aku tunggu hamba-hamba Allah yg beriman disana, kata malaikat tersebut.

    wassalamualaikum wr.wb,
    sayyid

  16. KAPAS KERTAS on said:

    COBA KITA TELAAHBERSAMA…SEBAGAI YANG MENDALAMI ILMU MAKRIFAT…APAKAH MALAIKAT MEMPERTANYAKAN LAGI..DAN APA ADALAGI YANG NAMANYA…HISAB….

  17. Postingan yg sangat bermanfaat
    Ane bner2 tertarik pelajarin tarikat dan makrifatullah in gan.. ada saran gak?

  18. Air surga terasa sepert jahe ? Ulu hati sy terasa menolak minuman jahe..tak tahu kenapa tubuh saya takut/menolak kesenangan, takut kepada kenikmatan. Saya takut bertanya kepada Guru, beliau sangat sibuk dan sudah sepuh sering kelelahan,saya tak enak hati merepoti beliau.
    Kak SM mohon pencerahannya ..terimakasih.

    • sayyid on said:

      Assalamualaikum wr.wb,
      sdri siti alladunni,
      malaikat selalu berkata benar.
      “Dan di sana mereka diberi gelas minuman bercampur jahe. [yang didatangkan dari] sebuah mata air [di surga] yang dinamakan Salsabila.” (al-Insaan: 17-18)

      wassalamualaikum wr.wb,
      sayyid

  19. he he gitu aja kok repot, ya klu ga suka jahe ya tinggal bilang aja “ga usah taruhin jahe ya” atau minta air yang lain masa disurga air jahe doang adanya, lagian yakin bener mau masuk syurga 😀

    Pisssss

  20. Lukman Hidayat on said:

    Mantab, sprtiX mati sebelum mati adlh lngkh awal untk makrifat, mksdX itu gmn n gmn caraX? mohon pencerahanX

  21. Hassan Amien on said:

    Assamualaikum…kenapa hati saya selalu ingat Alloh,dan ber zikir hampir setiap menit,tp sy masih belum juga bisa melaksanakan sholat,kadang2 full 5 wktu,kadang2 cm 1,bahkan tidak….mksh

    • Wa ‘alaikum salam.
      Saya tidak bisa menjawabnya, karena yang saya tahu orang rajin dzikir akan ber-efek kepada ibadah lain, shalat dan puasa juga rajin dikerjakan.
      Sebelum melaksanakan dzikir terlebih dahulu melaksanakan shalat, shalat Wudhuk, shalat Sunnat Taubat, shalat wajib (tergantung diwaktu kapan mau dzikirnya, kalau tengah malam dan blm shalat Isya maka wajib shalat Isya terlebih dulu), kemudian shalat hajat khusus untuk memulai dzikir.
      Jadi dzikir dan shalat itu tidak bisa dipisahkan, terutama shalat fardhu yg 5 waktu.
      Dzikir yang saya maksud adalah dzikir khusus di kalangan tarekat, amalannya di ijazahkan atas izin Guru Mursyid.
      Kalau yg anda maksud dzikir itu membaca subhanallah 33x, alhamdulillah 33x, allahuakbar 33x itu dzikir umum, bisa jadi tidak berefek ke ibadah lain krn hanya sebutan di mulut saja, bukan dzikir hati..
      Demikian

      • Bayi itu berasal dari desakan. Setelah menjadi tua menuruti kawan. Karena terbiasa waktu kanak-kanak berkumpul dengan anak, setelah tua pun berkumpul dengan orang tua. Berbincang-bincang lah mereka tentang sunyi hampa, saling bohong membohongi, Meskipun sifat-sifat dan wujud yang mereka bicarakan itu tidak mereka ketahui.

    • tukang cukur on said:

      Aku pernah mengalami hal ini, lalu ku adukan hal ini kepada-Nya…

      Dia berkata kepadaku…
      “Jika engkau makan dari uluran tangan-Ku, niscaya jasad tubuhmu tidak akan menaatimu untuk engkau ajak bermaksiat pada-Ku”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: