Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Iblis Pecinta Yang Merana…

Iblis adalah sosok yang kontroversi dan unik di dalam literatur agama-agama samawi. Dia dibenci oleh sebagian besar ummat manusia dan konon kabarnya Iblis juga dikucilkan Tuhan sampai akhir zaman. Iblis menjadi ikon perlawanan terhadap aturan-aturan Tuhan dan menjadi musuh bagi hamba-hamba Tuhan yang taat kepada-Nya.

Awalnya Iblis adalah sosok yang sangat taat beribadah dan karena begitu mulianya kedudukan Iblis sehingga dia diangkat oleh Allah menjadi komandan seluruh malaikat, sebuah kedudukan yang sangat luar biasa. Nasib sial Iblis muncul ketika Adam diciptakan Allah dan mendapat perhatian dan perlakuan istimewa dari Allah. Hal ini yang membuat Iblis tidak senang sehingga dia berusaha mengambil kembali perhatian Allah yang selama ini tercurahkan untuknya.

Iblis kawatir Adam akan mengambil “kasih” yang selama ini diberikan sepenuhnya oleh Allah kepadanya. Secara sederhana hubungan antara Iblis dengan Adam adalah hubungan senior dan junior yang memperebutkan kasih sayang Tuhan.

Iblis dimurkai Allah karena sikap sombongnya yang tidak mau tunduk kepada perintah Allah untuk sujud kepada Adam. Kalangan ulama memperdebatkan tentang sujud dan penghormatan. Al-Qur’an menulis sebagai sujud dan sebagian ulama (syariat) mengartikan sebagai penghormatan, sementara sebagian lagi (hakikat) memaknai sebagai penyembahan.

Bagaimana mungkin Iblis mau sujud kepada Adam, sebelum Adam diciptakan oleh Tuhan, posisi Iblis sudah menjadi seorang ahli ibadah yang kehebatannya diatas rata-rata semua malaikat. Iblis terjebak dengan pandangan zahiriah (yang nampak) sehingga mata bathinnya tidak mampu melihat sosok yang ada dalam Adam yaitu Allah SWT.

“Maka apabila Aku sempurnakan dia dan Aku tiupkan padanya RuhKu, hendaklah kamu tunduk sujud akan dia” (AL-HIJR: 29) menunjukkan bahwa Allah memerintahkan Iblis sujud kepada Adam bukan sujud kepada jasmaninya, bukan sujud sosok zahirnya akan tetapi sujud kepada “ruh-Ku”, sujud kepada nur Allah yang telah bertajali di dalam diri Adam.

Bagaimana mungkin Tuhan mau memberikan perintah yang sia-sia kepada malaikatnya untuk sujud kepada sosok zahir Adam kecuali memang dalam diri Adam telah ada unsur dari diri-Nya sendiri yaitu berupa Wasilah yang menjadi penyambung hubungan antara manusia dengan Allah.

Allah telah melihat bahwa Adam lah yang akan menjadi Khalifah (pengganti) Allah dimuka bumi dan dari keturunan Adam juga kelak yang akan meneruskan tongkat estafet kekhalifahan Allah di muka bumi ini.

Peristiwa pembangkangan Iblis terhadap Allah ini akan sangat mudah kita pahami kalau kita telah menjalani kehidupan berguru kepada Wali Allah. Setiap Guru sebelum Beliau wafat atas petunjuk dari Allah akan memberikan petunjuk siapa kelak yang akan meneruskan estafet kemursyidan dan kepada sosok itulah Guru memberikan seluruh ilmunya dan menumpahkan semua Nur Allah yang selama ini tersimpan dalam dadanya sebagai warisan dari Rasulullah SAW.

Maka kisah Iblis dan Adam akan kembali lagi terulang dalam versi yang berbeda. Iblis  dengan segala kehebatan merasa bahwa dirinyalah yang paling berhak menjadi khalifah membawa seluruh nama dan kebesaran Allah. Iblis yang bermanifestasi kepada sosok murid yang merasa paling sakti dan hebat kemudian menyatakan dirinya sebagai pengganti Guru dan menolak keputusan yang dibuat Guru atas petunjuk Allah.

Iblis yang dipecat sebagai komandan malaikat tentu saja yang hilang hanya jabatan dan kedudukan sedangkan ilmu-ilmu yang didapat sebagai komandan malaikat masih dimiliki. Ibarat seorang jenderal yang dipecat oleh Raja atau Presiden, yang hilang hanyalah pangkat dan kedudukannya, sedangkan seluruh ilmu militer dan ilmu jendral akan tetap melekat bersama dirinya. Melihat potensi Iblis yang bisa membahayakan kekhalifahan Allah maka Allah mengumumkan kepada seluruh malaikat bahwa Iblis telah dipecat dan diberhentikan secara tidak hormat dan diperintahkan kepada seluruh malaikat untuk tidak lagi mengikuti instruksi Iblis. Warning itu juga diberikan kepada Adam dan diperintahkan Adam untuk menyampaikan pesan penting ini kepada anak cucunya agar tidak mengikuti langkah-langkah Iblis yang telah dimurkai Allah.

Walaupun demikian, posisi sebenarnya Iblis disisi Allah tidak ada yang mengetahui kecuali Allah. Apakah Allah membenci Iblis? Tentu saja tidak, karena Allah terbebas dari sifat-sifat tercela. Apakah Iblis musuh Allah? Tentu saja tidak, bagaimana mungkin Sang Maha Raja Dunia Akhirat, pemilik seluruh alam bisa memiliki musuh. Iblis adalah sosok yang pernah dicintai Allah, pernah menjadi kekasih yang sangat dikasihi oleh Allah dan tentu saja yang membuat Iblis mau menderita, dihina sepanjang masa dan mau kekal di neraka karena dia memang sangat mencintai Allah melebihi kecintaan malaikat terhadap Allah.

Iblis adalah sosok Pecinta Merana yang harus menanggung akibat atas kesalahannya kepada Sang Kekasih dan konon kabarnya Allah hanya memiliki Kekasih dan tidak memiliki mantan kekasih, sekali Allah menumpahkan kasih sayang maka itu akan abadi sepanjang masa.

Untuk menjadi pedoman kepada seluruh manusia, Allah telah membuat dua jalan untuk bisa sampai kepada-Nya, via Adam atau via Iblis. Karena kita diberikan pilihan maka sebagai keturunan Adam kita akan memilih mendekatkan diri kepada Allah via Adam, melalui para Rasul dan Wali. Kita tentu saja tidak memilih jalan kepada Allah via Iblis karena disamping itu bukan jalan yang “alamiah” buat kita, juga sangat mengandung resiko tinggi.

Demikian.

Single Post Navigation

30 thoughts on “Iblis Pecinta Yang Merana…

  1. upik aspiah on said:

    Alhamdulillah,  terima  kasih   Mas  Sufi  Muda  tulisannya  selalu   membawa  pencerahan   dan  selalu  saya  tunggu-tunggu.

  2. Ariafahmi on said:

    Tulisan yang luar biasa. sangat memberikan pencerahan tentang status iblis dan adam. Mudah2n kita bisa memetik hikmah dan pelajaran dari sini.

  3. Bagus sekali penjelasannya nih, yang batin اَللّهَ , yang zahir tentu اَللّهَ juga ya, hehe

  4. dee kchubung on said:

    subhanallah,anda mampu menyingkap tabir yg tabu utk di tuliskan….
    terima kasih,semoga Allah akan bukakan lagi melalui anda dn mgkin kita semua,segala sesuatu yg mgkin masih tersembunyikan. amiin….

  5. Cantrik on said:

    Bayangkan hubungan cewek dan cowok yg menjalin kasih sayang. Karena cinta yg berlebihan, akibatnya yg satu berusaha menguasai lainnya. Ini biasanya akan berakibat pada putusnya hubungan kekasih.

    Ilustrasi tsb berlaku juga pada hubungan juragan dan babu, krn berlebihannya cinta sang babu kepada majikan, seringkali berakibat sang babu malah menyandera kebebasan sang majikan. Sang babu lupa bahwa majikan adalah yg berkuasa dan punya hak prerogratif mutlak atas diri dan kekuasaan dibawah otoritasnya. Perilaku babu demikian melanggar adab/etika.

    Azazil (aka Iblis) lupa akan hakekat kehambaannya, dia membatasi otoritas Allah. Dia kehilangan adab/tata kramanya sebagai hamba sahaya. Ini pokok awal kesalahan azazil.

    Kesalahan berikutnya, berusaha melenyapkan ciptaan baru Majikannya. Ketika majikannya menegur, Azazil malah menantang murka Majikannya, dibuktikan dengan kesediaannya dimasukkan neraka.

    Kekurangajaran Azazil tidak berhenti disini, Azazil mengancam akan menyesatkan keturunan Adam sehingga mereka semua akan menentang Sang Majikan (Allah).

    Allah menyebut Iblis sebagai seorang mutakabbirin, yg menyombongkan diri.

    Ini mudah dipahami bila kita dalam posisi juragan dan punya babu yg belagu dan malah berusaha membatasi otoritas kejuraganan kita, dengan alasan apapun.

    Pelajaran yg hendak disampaikan oleh Allah melalui cerita Iblis dan Adam ini adalah: “Setiap posisi selalu memiliki dua pintu, pintu murka dan kasih Allah”.

    1. Abid bila kehilangan tata krama kehambaannya, maka dia sedang memasuki pintu kemurkaan Allah.

    2. Abid yg menyadari kehambaannya dan merendah serendah-rendahnya maka Allah akan mencintainya.

    3. Pendosa bila menyadari kehambaannya, kehinaan dirinya dan memohon ampunan, maka Allah akan mencintainya. Dibuktikan dg tobatnya Adam setelah terjebak oleh bujuk rayu Iblis.

    4. Pendosa yg lupa kehambaannya dimurkai Allah.

    Iblis merupakan puncak piramida dari makhluk2 yg dimurkai Allah. Ini menyiratkan bahwa ahli ibadah yg takabbur, hilang tata krama kehambaannya adalah seburuk-buruk makhluk.

    Maka kita bisa dengan mudah melihat fenomena justru ahli-ahli ibadah yg takabbur perbuatannya justru kontra produktif. Menyebar fitnah, pertikaian dan kerusakan. Krn mereka sudah merampas hak2 Allah sebagai Otoritas penentu benar dan salah. Sudah merasa sbg kaum yg paling suci dan calon penghuni sorga

  6. sejarah yang mencerah, salam …

  7. mohon rujukan riwayat di atas kanda ……..trims

  8. Iblis memang ‘anak nakal’ yg ‘Bapaknya’ punya cara sendiri untuk tetap memeliharanya 😉

  9. Ruslianto on said:

    Buat Bang Mamocemanigombong :

    Terjemahan Al Qur’an Suraah Al Baqarah – ayat 30 :
    Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat ; “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi” Mereka berkata : “Mengapa Engkau hendak menjadi (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau ?”Tuhan berfirman : Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.

    Terjemahan Al Qur’an Suraah Al Kahfi – ayat 50 ;
    Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para Malaikat; “Sujudlah kamu kepada Adam”, maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia (jin itu) dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain dariKU, sedang mereka adalah musuhmu ? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang zholim.

    Al Qur’an Suraah Asy Syam ayat 1 s.d 10
    Wasy syamsi wa duhaaha
    ……….Demi matahari dan cahayanya dipagi hari,
    Wal qomari izaa talaaha
    ………dan bulan apabila mengirinya
    Wan nahari izaa jallaaha
    ………dan siang apabila menampakkannya
    Wal laili izaa yagsyaha
    ………dan malam apabila menutupinya
    Was samaa’i wa ma banahaa
    ………dan langit serta pembinaannya
    Wal ardhi wa ma tahaaha
    ………dan bumi serta hamparannya
    Wa nafsiw wa maa sawwaaha
    ………dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya)
    Fa alhamaha fujurahaa wa taqwaaha
    ………maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (2 jalan) kefasikan dan ketaqwaannya
    Qad aflaha manzakkaha
    ………sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu
    Wa qad khaba man dassahaa
    ………dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.

    Wass; Wahai Sdr.Ku mari kita jadikan renungan ketiga suraah Al Qur’an tsb diatas, mungkin saja merupakan sumber narasi sesuai artikel Bang SM diatas ?

    • terimakasih bangnda Ruslianto atas pencerahannya mohon maaf maksud saya pada “Awalnya Iblis adalah sosok yang sangat taat beribadah dan karena begitu mulianya kedudukan Iblis sehingga dia diangkat oleh Allah menjadi komandan seluruh malaikat, sebuah kedudukan yang sangat luar biasa. Nasib sial Iblis muncul ketika Adam diciptakan Allah dan mendapat perhatian dan perlakuan istimewa dari Allah. Hal ini yang membuat Iblis tidak senang sehingga dia berusaha mengambil kembali perhatian Allah yang selama ini tercurahkan untuknya…”masih penasaran saya bangnda Ruslianto mohon maaf bgt bukan sama sekali ngajak debat hanya ingin menambah ilmu insyaAllah.salam

  10. manusia berlumur dosa on said:

    Trimakasih banyak abangda sufi muda telah banyak memberikan pencerahan, dan penjelasan.
    Rasanya semakin lama hidup semakin menumpuk dosa, dosa lahir dan dosa bathin, dosa yg nampak dan dosa yg tak nampak, dosa yg di sengaja dan dosa yg tidak di sengaja.
    Seandainya saya tidak memiliki tanggung jwb kepada anak dan istri ingin sekali rasanya pergi jauh dari keramaian,jauh dari aroma2 yg berbau duniawi. Mengabdikan diri sepenuhnya kepada Yg Maha Maha Hak karena Allah swt.
    Ayaaaahhh…. 😥

  11. mohon maaf antum hanya mau meluruskan saja, tiada sesuatu yang sempurna melainkan milik dan dari dzat Allah oleh karenanya ana hanya mengutip penulisan saudara bahwa
    ” Allah mahasuci dari sifat tercela ” Allah juga telah menetapkan sifat kepada dirinya sendiri yang ditetapkanya melalui firman dan rosul-Nya
    bahwa Allah telah dengan tegas memiliki musuh yaitu orang kafir di dalam Al-quran. Dan Allah maha benar akam firman Nya dan tiada pendusta.
    alangkah baiknya bagi umat jika anda memperbaiki tulisan yang amat mulia ini, sehingga kiranya tidak ada perbedaan antara keterangan Al-Quran yang berisi firman tuhan penuh kebenaran tanpa adanya kerancuan didalamnya dengan tulisan anda .Dan yang kedua ana hanya mengingatkan antum untuk memperbaiki tulisan mengenai agama yaitu berasal dari Allah yang diturunkan melalui rosul-Nya bukan konon atau kabar atau yang lainya.
    sebelumnya minta maaf , wassalammu’alaikum wr.wb

  12. Ketika Iblis, Malaikat dan Adam memainkan perannya masing-masing.
    Sesuai script yang telah ditulis oleh sang sutradara handal, Allah.. 🙂

  13. assalmu alaikum wr.wb bang sufi muda..!
    sy ingin bertanya bang..
    apa memang pembangkangan iblis terhadp Allah tsb. sdh menjadi kehendak dari Allah atau dgn kata lain pembangkangan iblis merupakan perintah dri Allah???
    mohon pencerahannya bang sufi muda..
    wassalam…

  14. assalmu alaikum wr.wb bang sufi muda..!
    sy ingin bertanya bang..
    apa memang pembangkangan iblis terhadp Allah tsb. sdh menjadi kehendak dari Allah atau dgn kata lain pembangkangan iblis merupakan perintah dri Allah???
    mohon pencerahannya bang sufi muda..
    wassalam…

    • Assalamualaikum wr.wb,
      saya mohon izin kepada bng sufimuda untuk menjawab pertanyaan sdr kita bng fadlan terlebih dahulu.
      pendapat saya:
      iblis membangkang oleh karena pilihannya sendiri.
      iblis adalah golongan jin dan mempunyai nafsu seperti kita, dia telah membangkang kepada Allah dan tidak minta maaf kepada Allah dan iblis telah memilih jalan untuk menyesatkan adam dan keturunannya semua.Iblis hidup hingga akhir zaman walaupun demikian dia telah dimakan waktu karena terusir dari surga dan mengalami ketuaan.

      wassalamualaikum wr.wb,
      sayyid

    • Indrarialdi on said:

      Laa haulaawalaa quwwataa illaa billaah..
      Tdk ada kekuatan di alam ini kecuali kekuatan Allah.
      Kekuatan dan kekuasaan Allah meliputi pada (jasad, qalbu, roh dan sir) malaikat, jin, manusia,hewan, dll.
      Dalam kacamata ilmu syareat kita melihat pembangkangan iblis adalah dosa besar.
      Dan pelajaran bagi diri pribadi.
      Dalam kacamata ilmu hakekat kita melihat pembangkangan iblis adalah kehendak Allah.
      Sehingga kita tdk syuul’adab kpd Allah.

  15. alif lam mim.. Benar ,lurus,dan jujur….benar yang berasal dari Hati NURani yang lurus atau diteruskan dengan perilaku yang jujur (yang berasal dari pikiran) …karena Hati NURani adalah Roh yang ditiupkan yang berasal dari yang KUASA/jagad raya…yang senantiasa menjaga dan melindungi kita ,mengingatkan kita akan perbuatan kita…karena Roh sebenarnya sudah ada ketika Sperma yang bisa bergerak (MAHA PENGASIH) ke dalam rahim (MAHA PENYAYANG) …Bissmillahiraman-nir-rahim…”Aku yang akan menjadikanmu sebaik2 bentuk ketika kamu dalam proses cipta” …”oleh karena itu tunduklah kepada-Ku yang ada didalam dirimu” …..bayi lahir masih belum punya pikiran ..hingga ketika umur sekian ,dia punya ingatan..karena Pikiran/Kawula sudah ada (secara lahiriah) yang membentuk Jiwa/Nafs sesungguhnya…pikiran itulah yang sebenarnya syetan dalam islam… “Aku adalah dirimu tanpa rupa” … dan juga dalam kitab injil dijelaskan ..” barang siapa menerima kamu(pikiran/kawula) maka ia menerima Aku (RUH) ,namun jika ia(jiwa yang sadar) menolak Aku(kebenaran/ruh/hati nurani) maka ia menolak-NYA (maksudnya menolak menjadi manusia sebenar2nya yang lurus)…jadi maksud kitab injil juga menjelaskan…manusia yang utuh sebenarnya terdiri dari 2Dzar yang berbeda sifat namun menjadi satu jiwa…kalau hanya satu dzat saja ya gk bisa..seperti orang gangguan jiwa(tidak berakal)…oleh karena itu kita dilahirkan mempunyai Kakak,dan pikiran/ego kita bisa kita anggak adalah adik..itu maksud dalam islam tentang manusia yang punya kembaran…Kakak harus mengayomi adik untuk maju kedepan…ibarat Kakak adalah Nur/cahaya..kakak harus didepan sebagai penerang jalan yang gelap (kita melanjutkan hidup maksudnya) …Manunggaling Kawulaning Gusti…. kesatuan jiwa/nafs yang terbentuk karena kawula/pikiran menyatu dengan gusti Allah/kakak…Al-Quran sangat universal..dan cerita nabi Adam As sebenarnya juga universal untuk pelajaran kita…Al-quran juga mengajari kita untuk berbakti kepada orang tua dan minta pertolongan kepada orang tua yang letaknya di Surah Al-Fatehah…dari pertemuan Roh-Mani-kedalam Rohim, bayi lahir ke dunia,dirawat oleh bapak dan ibu,hingga besar minta restu dan wejangan dari orang tua…

  16. dudung on said:

    Assalamu’alaikum SM….
    Darimana antum tahu informasi mengenai posisi sebenarnya Iblis disisi Allah tidak ada yang mengetahui kecuali Alloh? Lantas antum bisa mengabarkan pada kita hal tersebut padahal dari perkataan antum tidak ada yang mengetahui kecuali Alloh. Hal ini sesuatu yang rancu menurut ana, afwan.
    Lalu darimana antum tahu Iblis adalah sosok yang mau menderita, dihina sepanjang masa dan mau kekal di neraka karena dia memang sangat mencintai Allah melebihi kecintaan malaikat terhadap Allah? Apakah ada rujukan al-qur’an dan hadits seperti perkataan yang antum paparkan?

    • Wa’alaikum salam wr wb.
      Ketika tidak mendapat penjelasan di dalam al Qur’an maka hadist menjadi rujukan, ketika tidak terdapat dalam hadist maka ulama melakukan ijtihad, begitulah cara untuk mendapatkan ilmu atau menetapkan hukum dalam Islam.
      Al Qur’an maknanya ada 3 tingkatan :
      1. Tersurat (seperti apa yg di baca), semua bisa memahami.
      2. Tersirat (memerlukan ilmu tafsir), ini wilayah Ulama yang paham ilmu tafsir Qur’an.
      3. Tersembunyi (hanya dengan cahaya-Nya), ini wilayah Auliya Allah, orang2 mukmin pilihan yg dekat denganNya.

      Tentang “Iblis Pecinta yg Merana” ini bisa anda baca di kitab Tahsin karya Mansur Al Halaj, atau karya2 Ibnu Arabi, tentu syaratnya anda tidak alergi dgn karya2 ulama tasawuf.

      Demikian

      • sepertinya @dudung harus minum CTM dulu sebelum membaca semua kitab itu yaa, Abang… 🙂 🙂
        Unik nya kisah Iblis di Alquran selalu dirangkai dengan kisah penciptaan Adam, cikal bakal manusia… jadi tidak akan paripurna pemahaman seseorang mengenai jati diri manusia, apabila ia tidak memahami juga siapa dan apa itu Iblis…
        terima kasih Abang

        • sayyid on said:

          Assalamualaikum wr.wb,
          Dik arkana,
          Iblis merana akibat sumpahnya sendiri hingga kiamat tiba.
          sumpah iblis : surat al araf ayat 16 dan 17.
          Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).
          iblis tidak memiliki sifat kasih sayang tetapi sifat syeitan dan sangatlah berbeda dengan nenek moyang kita yaitu Adam dan Hawa walaupun di antara kita ada juga yg mengikuti sifat syeitan seperti yg dimiliki iblis ini.
          jadi jauhilah sifat syeitan (hawa nafsu) yg buruk itu.
          wassalamualaikum wr.wb,
          ustad sayyid

      • dudung on said:

        Jazakallohu khairon katsiro atas replynya sdr SM juga untuk sdr arkana, ana tidak memerlukan CTM saat ini, santai aja hehe….
        Semoga Alloh memberikan hidayah dan taufik-Nya kepada kita semua.
        Untuk kitab at-thawasin karangan al hallaj saya sudah membacanya bbrp waktu yg silam dan saya sudah menduga bahwa rujukan antum adalah kitab tersebut. Apakah isi dialog yang dipaparkan pengarang at-thawasin sama seperti yang ada dalam al-Qur’an? Ana melihat syair al-hallaj mengenai iblis dalam kitab tsb banyak sekali yg tidak berdasar pada al-Qur’an. Bahkan cenderung berlebihan dan mengaburkan ma’na al-Qur’an itu sendiri. Mohon maap bila ana tidak sependapat dan bukan bermaksud memperlebar jurang perdebatan, tetapi sebaliknya, mari kita menyamakan hal ini dengan kembali lagi pada al-qur’an dan Sunnah. Dan perihal iblis ini pun sudah sangat jelas diterangkan dalam al-Qur’an.
        Silakan antum atau pembaca lain yg budiman membandingkannya. Pertama2 mari kita lihat point2 yg terdapat dalam kitab AT-THAWASIN karangan al hallaj ini dalam sub bab thosin al azal wa al ittibas :
        9. Alloh berfirman kepadanya: “Sujudlah (kepada Adam as)!” Ia menjawab: “Tidak, kepada yang selain Engkau.” Dia berfirman lagi kepadanya: “Bahkan, apabila kutuk-Ku jatuh menimpamu?” Ia menjawab lagi: “Itu tidak akan mengazabku!”
        10. “Pengingkaranku adalah untuk menegaskan Kesucian-Mu, dan alasanku (ingkar) niscaya melanggar bagi-Mu. Tetapi, apalah Adam dibandingkan dengan-Mu, dan siapalah aku — Iblis, hingga dibedakan dari-Mu!”
        11. Ia jatuh ke Samudera Keluasan, ia menjadi ‘buta’, dan berkata: “Tidak ada jalan bagiku kepada yang lain selain dari-Mu. Aku pecinta yang ‘buta’!” Dia berfirman kepadanya: “Kau telah takabur!” Ia menjawab: “Apabila ada satu saja kilasan pandang di antara kita, itu cukup membuatku sombong dan takabur.
        Kendati begitu, aku adalah ‘ia’ yang mengenal-Mu sejak ke-baqa’-an masa Terdahulu, dan “aku lebih baik daripadanya” (QS. 7: 12), sebab aku lebih lama mengabdi kepada-Mu. Tidak ada satu pun, di antara dua jenis makhluk (Adam dan Iblis) ini, yang mengenal-Mu secara lebih baik daripadaku!” “Ada Kehendak-Mu bersamaku, dan ada kehendakku bersama-Mu, sedangkan keduanya mendahului Adam.
        Apabila aku bersujud kepada yang selain Engkau, ataupun tidak bersujud, niscaya harus bagiku untuk kembali ke asalku. Karena Engkau menciptakan aku dari api, dan api kembali ke ‘api’, menuruti keseimbangan (sunnah) dan pilihan yang adanya milik-Mu.”
        12. “Tidak ada jarak dari-Mu padaku, karena aku yakin bahwa jarak dan kedekatan itu ‘satu’!” “Bagiku, apabila aku dibiarkan, pengabaian-Mu justru menjadi mitraku. Jadi, seberapa pun jauhnya lagi, pengabaian dan cinta tetap ‘menyatu’!” “Terpujilah Engkau, dalam taufiq-Mu dan Zat-Mu yang tiada terjangkau, bagi sang pemuja setia ini, yang tiada bersujud ke yang selain Engkau!”
        Begitulah point2 yg dijelaskan oleh al hallaj dlm kitab karangannya at-thawasin.
        Lalu apakah isi percakapannya Alloh dengan iblis seperti itu? Mari kita lihat dan bandingkan pemaparan al-Qur’an mengenai hal ini dalam surat 7:12-18 :
        قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ ۖ قَالَ أَنَا۠ خَيْرٌ مِّنْهُ خَلَقْتَنِى مِن نَّارٍ وَخَلَقْتَهُۥ مِن طِينٍ ﴿الأعراف:١٢﴾,
        Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Menjawab iblis “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”.
        قَالَ فَاهْبِطْ مِنْهَا فَمَا يَكُونُ لَكَ أَن تَتَكَبَّرَ فِيهَا فَاخْرُجْ إِنَّكَ مِنَ الصّٰغِرِينَ ﴿الأعراف:١٣﴾
        Allah berfirman: “Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina”.
        قَالَ أَنظِرْنِىٓ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ ﴿الأعراف:١٤﴾
        Iblis menjawab: “Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan”.
        قَالَ إِنَّكَ مِنَ الْمُنظَرِينَ ﴿الأعراف:١٥﴾
        Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh”.
        قَالَ فَبِمَآ أَغْوَيْتَنِى لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرٰطَكَ الْمُسْتَقِيمَ ﴿الأعراف:١٦﴾
        Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,
        ثُمَّ لَءَاتِيَنَّهُم مِّنۢ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمٰنِهِمْ وَعَن شَمَآئِلِهِمْ ۖ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شٰكِرِينَ ﴿الأعراف:١٧﴾
        kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).
        قَالَ اخْرُجْ مِنْهَا مَذْءُومًا مَّدْحُورًا ۖ لَّمَن تَبِعَكَ مِنْهُمْ لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنكُمْ أَجْمَعِينَ ﴿الأعراف:١٨﴾
        Allah berfirman: “Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya”.
        Al-Qur’an surat 7:12 telah memberitahukan dengan jelas dan gamlang bahwa iblis melakukan pembangkangan perintah Alloh tidak/bukan atas dasar mahabbahnya kepada Alloh. KAIDAH apa yang bisa menjelaskan pemahaman mengenai mahabbatulloh lalu di satu sisi bertolak belakang dengan ketaatan kepada perintah-Nya. Pemahaman yg sungguh rancu menurut ana. Apakah mahabbah kepada Alloh SWT menuntut pelakunya untuk melakukan ketaatan sepenuhnya kepada-Nya?
        Mari kita berkaca perihal mahabbah kepada Alloh jauh sebelum pengarang kitab at-tawasin ini dilahirkan. Salah satu contoh mahabbah bisa kita kihat pada kisah Ibrahim yang diabadikan Alloh SWT dalam al-qur’an memberitahukan seperti apa mahabbah beliau pada Alloh SWT diatas/melebihi mahabbah beliau kepada anaknya sendiri (Ismail as) yaitu dengan disertai bukti mahabbahnya dengan MENTAATI perintah-Nya.
        Mari kita simak al-qur’an surat 37:99-107 :
        “Dan Ibrahim berkata : “Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Tuhanku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku, Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh. Maka Kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ), Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar”.
        Sudah jelaslah bahwa ternyata seseorang yg memiliki mahabbah kepada Alloh SWT akan menuntut dirinya untuk mentaati-Nya walaupun dengan mengorbankan harta dan jiwanya. Berbeda dengan sikap iblis yg lebih mengedepankan hawa nafsunya dengan membangkang perintah-Nya. Jadi bagaimana akal kita bisa mencerna sebuah pemahaman bahwa iblis berbuat hal itu berdasarkan mahabbah dia kepada Alloh SWT sementara di lain sisi dia sangat berani untuk tidak mentaati-Nya. Perintah Alloh SWT sudah jelas yaitu memerintahkan iblis untuk bersujud kepada Adam as. Dan kata bersujud yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah sujud penghormatan, bukan sujud penyembahan. Meski sebatas sujud penghormatan, iblis masih berani membangkang terhadap perintah Alloh SWT. Perintah yg sebetulnya mudah difahami, sederhana dan tidak ngejelimet dibanding perintah Alloh SWT kepada Nabi Ibrahim untuk menyembelih anaknya sendiri. Iblis tentu percaya akan kekuasaan Allah SWT, bahkan sudah lebih dulu percaya akan kekuasaan-Nya dibanding kita, tapi apa sih yg menghalangi dia untuk mentaati perintah-Nya? Jawabannya adalah kesombongannya atas Adam as, merasa lebih baik, sehingga membuatnya mengeluarkan sikap lancang itu. Lebih mengherankan lagi, iblis yg percaya akan kekuasaan Alloh SWT mengeluarkan jawaban berikutnya yg bersifat materialis dan rasis dengan mengatakan saya diciptakan dari api dan dia dari tanah.

    • Mirquris on said:

      Selain Allah yang banyak tau ttg agama adalah golongan Wahabi (wali jenggot celana cingkrang) karena dia menganggap dia anak Tuhan. Yang paling benar, paling dekat , dll. Kalau mereka hanya masuk ke suatu web atau blog kita akan kacau. Demikian juga di masyarakat, kalau mereka masuk kerukunan ummat akan terancam. Mari kita sadar bahaya laten Wahabi.

  17. Indrarialdi on said:

    Laa haulaawalaa quwwataa illaa billaah..
    Tdk ada kekuatan di alam ini kecuali kekuatan Allah.
    Kekuatan dan kekuasaan Allah meliputi pada (jasad, qalbu, roh dan sir) malaikat, jin, manusia,hewan, dll.
    Dalam kacamata ilmu syareat kita melihat pembangkangan iblis adalah dosa besar.
    Dan pelajaran bagi diri pribadi.
    Dalam kacamata ilmu hakekat kita melihat pembangkangan iblis adalah kehendak Allah.
    Sehingga kita tdk syuul’adab kpd Allah.

  18. Skenario Allah, semua hanya Allah yang tau, sukron.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: