Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Tuhan Melihat Hatimu

Pada suatu hari, Hasan Al-Basri pergi mengunjungi Habib Ajmi, seorang sufi besar lain. Pada waktu salatnya, Hasan mendengar Ajmi banyak melafalkan bacaan salatnya dengan keliru. Oleh karena itu, Hasan memutuskan untuk tidak salat berjamaah dengannya. Ia menganggap kurang pantaslah bagi dirinya untuk salat bersama orang yang tak boleh mengucapkan bacaan salat dengan benar. Di malam harinya, Hasan Al-Basri bermimpi. Ia mendengar Tuhan berbicara kepadanya, “Hasan, jika saja kau berdiri di belakang Habib Ajmi dan menunaikan salatmu, kau akan memperoleh keridaan-Ku, dan salat kamu itu akan memberimu manfaat yang jauh lebih besar daripada seluruh salat dalam hidupmu. Kau mencoba mencari kesalahan dalam bacaan salatnya, tapi kau tak melihat kemurnian dan kesucian hatinya. Ketahuilah, Aku lebih menyukai hati yang tulus daripada pengucapan tajwid yang sempurna

Di zaman sekarang ini sulit sekali kita menemukan orang yang benar-benar mempunyai kriteria dekat kepada Tuhan, sering kali mata kita tertipu oleh penampilan zahir. Orang dekat dengan Allah itu adalah para Aulia-Nya, para kekasih-Nya yang beribadah semata-mata untuk mencari keridhaan Allah, dan menuntun orang-orang menuju kehadirat Allah. Seorang wali Allah dalam kehidupan sehari-hari bisa saja ber profesi sebagai seorang pedagang, ulama, guru sekolah, dan lain-lain. Hanya orang yang diberi petunjuk oleh Allah yang bisa berjumpa dengan wali-Nya.

Mempunyai bacaan benar (tajwid) yang sempurna memang salah satu syarat sah seseorang menjadi imam dalam shalat, akan tetapi yang lebih penting adalah bagaimana hati nya bisa terus menerus bersama Allah selama dalam shalat. Ini hal yang sangat pokok, karena seorang imam akan mempertanggung jawab kan amalan makmum nya di hadapan Allah SWT. Kalau imam sepanjang shalat mengingat wanita-wanita cantik, mengenang harta, dan sejuta persoalan hidup, apakah pantas dijadikan sebagai imam?

Saya jadi teringat kisah Imam Al-Ghazali yang menjadi imam dalam shalat Ashar disebuah mesjid, Beliau baru saja mengajarkan hukum thaharah bagi wanita yang haid. Tanpa disadari pikiran Beliau saat shalat teringat kepada wanita yang sedang haid. Salah seorang yag menjadi makmum adalah adik kandung imam al-Ghazali. Setelah selesai shalat adik imam Al-Gazali menegur, “kenapa abang di rakaat kedua mengingat wanita yang lagi haid?” Imam Al-Ghazali sangat terkejut, selaku orang yang sangat ahli dalam hukum Islam telah hapal Al-Qur’an dan ribuan hadist, telah berpuluh tahun menjadi imam baru sekarang mengetahui kekeliruannya selama ini. Beliau berkata kepada adiknya, “Tajam sekali mata hati mu, mulai saat ini aku berguru kepada mu

Imam Al-Ghazali yang terkenal akan ilmu syariatnya, harus belajar lagi kepada adiknya yang ahli tasawuf bagaimana menjadi seorang Imam yang sah, lalu bagaimana dengan imam-imam zaman sekarang yang hanya mengandalkan kefasihannya?

Bacaan tetap lah bacaan, hapalan tetap lah hapalan yang tersimpan dalam otak yang mempunyai dimensi rendah, seorang hamba baca tetaplah akan menjadi hamba baca kalau pengetahuannya tidak di upgrade. Semoga tulisan ini menyadarkan kita semua, setelah kita fasih mengalunkan ayat Al-Qur’an tiba saatnya untuk men-fasih-kan hati dalam mengingat-Nya. Bagaimana caranya?

Bertanyalah kepada Ahli Zikir bila kamu tidak tahu” (An-Nahl, 43)

Single Post Navigation

25 thoughts on “Tuhan Melihat Hatimu

  1. Setuju Bang Sufimuda
    Sdr pembaca yg lain segeralah mencari Guru yg bisa melatih memfasihkan hati kita

  2. saya pernah diberitahu, “Al qalbu maudin Allahul haq”. mestinya sudah jelas ke mana kita mesti menghadapkan ‘wajah’.

  3. Achmad Yusuf on said:

    Allah berfirman : “Sesungguhnya Aku tidak melihat kepada Zahirmu melainkan Aku melihat kepada Hatimu.” Di antara para Waliyullah mengatakan : “Qolbun Mu’min Baitullah” (Hati Orang2 Mu’min adalah Rumah Allah). Sehingga menjelaskan kepada kita untuk sampai kepada Allah maka harus lah mengenal akan Allah (Ma’rifatullah), itulah mereka yang di sebut Mu’min sebagai RUH dari pada Islam. Pantaslah Rosulullah SAW mengatakan di dalam Sabda : “Sholat orang2 Mu’min itu adalah Mi’roj”, Beliau tidak mengatakan : “Sholat orang2 Muslim itu adalah Mi’roj”. Dan salah seorang Waliyullah di Banjarmasin Kalimantan Selatan pernah mengatakan dengan perkataan yang sangat Masyhur : “Barangsiapa berzikir maka zikirnya itu Haram semakin banyak mereka berzikir maka semakin banyak Haramnya bagaimana orang awam bisa mengerti?.”
    Artinya : Jika seseorang berzikir tetapi belum mengetahui siapa yang sebenarnya berzikir itu maka Haramlah Hukumnya semakin banyak zikirnya maka semakin banyak pula Haramnya. Begitu kan Sufi Muda…..? Ma’af jika terlalu melantur perkataannya. Tidak lah yang saya katakan ini melainkan hanya Omong “Kosong” belaka. Kosong itu Rahasia, rahasia itu Sirr, Sirr itu adalah …………………………….

  4. Wah saya jadi ingat dlm Film “Ayat2 cinta” seorang maria dgn agama nasrani bisa menghafal surat Mariam tp bila di tanya agmamu apa ? maka dia jawab! aku nasrani!! tertipu lah mata dhohir kita ternyata jangankan sholat, mengaji pun kalo hanya ngaji membaca aja bisa di lakukin ama orang selain islam,TAPI kalo mengaji makna dan pengamalannya hanya dapat dilakukan oleh orang muk’min haq, terus hubungannya ama sholat apa mas? YAng di MAKSUD sholat kan bukan fasih bacanya tapi RIDHO dan KHUSUKNYA maka barang siapa yang sholat tapi TIDAK melihat TUHANNYA= menembak tanpa peluru maka jadilah SHOLAT yg sia-sia Nah IBADAH yang sia sia adalah ibadahnya sang IBLIS maka SHOLAT yang sia sia adalah sholatnya………..SORRY LHO BAGI YANG MERASA AJA

    SALAM 10

  5. hamba'79 on said:

    “Bertanyalah kepada Ahli Zikir bila kamu tidak tahu” (An-Nahl, 43)…

    ..Dimanakah Engkau berada..????…

    ^^V
    PiiSSS

  6. moonlight on said:

    Achmad Yusuf
    ==========================================
    Jika seseorang berzikir tetapi belum mengetahui siapa yang sebenarnya berzikir itu maka Haramlah Hukumnya semakin banyak zikirnya maka semakin banyak pula Haramnya bagaimana orang awam bisa mengerti?.”

    ==========================================
    jadi klo blm tau siapa yg berzikir sebenarnya, gak perlu zikir aja yah, daripada numpukin dosa krn haram..
    trus klo blm tau siapa yg shalat sebenarnya, gak perlu shalat2?
    klo puasa?
    zakat?
    trus..
    kasian dunk org awam spt kami2 ini.. 😦

    • lihatlah para nabi dan kitab-kitabnya, urutkan pokok ajaran para nabi yang membawa kitab itu

      dimulai dari Musa (taurat/tauhid), Daud (zabur/aturan), Isa (injil/kasih sayang), Muhammad (Alquran/kesempunaan)

  7. “berdzikirlah kamu walaupun belum khudur”, yah pelan-pelan kali mas ya ,,sambil belajar (ngaji) ya tetep ibadah dunk. Nanti jadi orang fasik dunk kalo nggak ibadah,

  8. yudistira on said:

    maka nya untuk supaya ibadah kita tidak sia2
    ya cari ilmunya donk
    up grade tingkatan kita dalam beribadah
    seperti yang sering dikatakan ABANG SUFIMUDA

    dimana?
    ya tanya kepada ABANG SUFIMUDA aja.
    ngapain susah2 and payah2
    kalau kita benar2 ingin mencari bagaimana sebenarnya beribadah yang benar pasti ABANG SUFIMUDA mau memberikan sedikit bocoran untuk bisa berjumpa dengan guru yang dapat mengajarkan kita caranya
    ya…….khan ABANG SUFIMUDA??

    🙂

  9. moonlight,kita sebagai orang awam ya cengar cengir ajalah, tapi jangan mau cengar cengir bodoh. we only live once,kita musti pastikan akhirat kita,musti kita jumpai (ampun TUHAN..) pembuat semua masalah didunia ini,yang telah menciptakan kita dengan segala kebingungan ini,untuk kita tanyakan kebenaran yang hakiki, setuju?
    kalo kita ga bisa jumpa DIA didunia ini, bagaimana kita tau DIA itu ada di akhirat nanti? ah, yang engga2 aja tukang ngaji itu, ga pernah jumpa, tapi ngaku cinta, ngaku rindu, gombal.

    :-p

  10. eghehehe coment dari mas/mbak aria setajam silet
    eheheh
    kayak di tipi-tipi

  11. @ bisri
    setuju bro. pelan-pelan aja. pemahaman kita kan tidak datang serta-merta sejak lahir. perlu ada proses penyempurnaan. menurut saya sih, asal gak merasa sudah sampai taraf tertinggi aja dan berhenti mencari. saya kira itulah yg biasanya diajarkan para sufi.

  12. Iya kang, saya juga sering sekali tertipu dengan yang nampak oleh penglihatan saya saja tanpa melihat mata hati … kebaikan seseorang kadang terabaikan oleh saya.

  13. mudah2an Tuhan membukakan mata hati kita agar bisa melihat sesuatu dengan mata-Nya

  14. dear bang sufimuda….
    ne yang paling cocok kita kampanyekan kisah ini
    ke ulama yang diangkat oleh………………..
    karena dengan modal fasih membaca qur’an saja dah menyandang predikat ulama……………….
    dah sanggup mengahafal fikih saja dah ulama
    apa yang model begini yang disebut ulama…………
    kalo saya juga bisa jadi ulama kemana pergi bawa laptop yang isinya semua peraturan islam tinggal klik jadi ulama karena
    gimana menurut bang sufi…………………..
    ulama yang sebenarnya?

  15. Mf saudaraku ahmad yusuf mungkin segelas ni tak dapat tercurah di
    Gelas mungkin sematapun tak mengena. Tp sangat perlu segelas ni tercurah walawpun dahaga tak lepas. Mungkin permaksudan dri banjar ma’nawiyah dan memang membingungkan yg tak mau cara menikmati dendangan, sebab maknawiyah dlakukan, ni karena tiada mungkin guru membocorkan gelas maha guru. Permisi numpang lewat. Assalamu’alaikum

  16. Achmad Yusuf on said:

    moonlight
    =================================================
    jadi klo blm tau siapa yg berzikir sebenarnya, gak perlu zikir aja yah, daripada numpukin dosa krn haram..
    trus klo blm tau siapa yg shalat sebenarnya, gak perlu shalat2?
    klo puasa?
    zakat?
    trus..
    kasian dunk org awam spt kami2 ini..
    =================================================

    Jika belum mengetahui akan ilmunya tetaplah beribadah dan berzikir seperti biasanya tetapi luruskan niat ikhlas lillahi ta’ala/karena Allah semata jangan karena harapan pahala dan surga atau takut akan dosa dan neraka serahkan urusan itu kepada Allah Swt, tentu Allah tahu yang terbaik buat kita karena Allah itu Arrohman Arrohim (Yakin kan Anda?)
    Bagi mereka yang sudah mengetahui Ilmunya tetaplah juga beribadah dan berzikir sesuai dengan pemahaman Ilmunya sebagai tanda rasa Syukur kepada Allah Swt yang telah menganugrahkan Ilmunya.

  17. sufi wanita on said:

    sekedar berbagi pegalaman saja dan mudah-mudahan ini bisa bermanfaat, saya pernah putus asa dan mau bunuh diri karena saya udah nggak sanggup menjalani hidup, di tahun 2001 pada waktu itu umur saya baru 19 tahun dan saya belum belajar tasauf. saya hannya mendengar nya saja dari orang tua saya yg kebetulan baru saja belajar tasauf dan saya mendengar nya dengan curi-curi karena dulu belajar tasauf itu tidak sebebas seperti sekarang ini. lanjut ya…. hari -hari yang saya lalui sepi walau saya berada di tempat keramaian seolah-olah saya hidup sendiri, saya bagai seorang pengembara berjalan kesana kemari tanpa tujuan hanya sekedar mengisi kekosongan yg ada di hati, suatu hari saya sedang menunggu angkot di pinggir jalan dan kebetulan saya melihat ayah saya hendak belajar,saya sedih melihat orang tua dan diri saya sambil berkata kepada tuhan, ya Allah coba engkau lihat ayah ku yang sudah tua itu menuju kpd mu ya Allah, sedang kan aku yang masih muda ini berdiri di sini tanpa tujuan aku malu ya Allah Aku malu kpd mu dan aku malu kpd ayahku dan malu kpd diri ku sendiri. tolong hamba ya Allah. esoknya di pagi hari saya melakukan sholat dulha saya tumpah kan apa yang menjadi beban di hati kpd tuhan setelah selesai sholat tak henti-hentinya hati saya berkata: aku berada di antara hitam dan putih bola matamu bahkan terlebih dekat melebihi dekatnya di kedua urat nadi lehermu, aku berada di setiap detak jantungmu, aku berada di setiap aliran darah mu , aku berada di setiap tarikan nafasmu, aku berada disetiap gerak mu, aku berada di setiap denyut nadimu, walau kau berada di padang yang tandus sekalipun aku kan slalu ada untuk mu, karena aku meliputi seluruh sekalian alam dan akulah hidupmu, karena aku la ilaha illa allah. kalimat itu terus saja berbunyi membuat saya gemetar dan ketakutan tidak tahan dengan perkataan-perkataan yg ada dalam hati saya lari kepada ayah saya dan menceritakan yang terjadi sambil menangis dan ketakutan saya memohon ampun kpd kedua orang tua saya, dan saya beranggapan kalau ajal saya telah datang. ayah saya tertawa mendengar cerita saya dan beliau tertawa kata beliau itu bukan hantu setan dan bukan ajal menjemput tetapi itu perkataan tuhan dan itu perkataan tasauf, ayah saya bertanya kamu belajar di mana?, saya bilang enggak belajar dimana- mana selama ini kalau ayah pulang belajar dan membahas kembali bersama mama dirumah, saya mendengarkan secara sembunyi-sembunyi dan saya mohon maaf karena saya sudah mencuri dan megamalkan amalan ayah seperti taubat tasauf dan sholat
    istigosah secara sembunyi-sembunyi. semenjak kejadian tsb. saya memperdalami tentang ilmu ma’rifat . tuhan emang selalu melihat hati kita dan tuhan tau apa yang terbaik untuk hambanya ,selama ini saya mengaggap Allah adalah tuhan kita di dunia, Allah adalah kekasih, Allah adalah sahabat setia kita dikala suka dan duka, dan Allah adalah obat yang mujarab bagi penyakit hati zahir batin dan Allah di atas segala-galanya yang ada diseluruh jagat raya ini, sampai saat ini saya tidak memiliki sahabat karib karena saya sudah mempunyai sahabat untuk curhat di kala saya sedih dan bahagia dia selaulu menyambut saya dengan terbuka. di kala saya sedang bersedih dia selalu menghibur, di kala saya bahagia di ada memberikan senyum terindah, di kala saya tidak sadar diri dia tidak pernah lupa untuk memperingatkan saya. I LOVE ALLAH SWT engkau bagai air yang megalir di tempat kekeringan.
    maaf bukan ingin ria, sekedar berbagi pengalaman dan segala sesuatu itu pasti ada hikmahnya, ambil yang manfaatnya saja dan buang yang jeleknya.

  18. sufi wanita on said:

    ingin menambakan kata gerak di tambah menjadi gerak dan diam mu ,kalau hanya di katakan gerak saja berarti Allah SWT tidak meliputi diri kita jahir batin tetapi kalau gerak dan diam berarti Allah SWT meliputi jahir batin. seperti kata tidak berhurup dan tidak bersuara

  19. “saya mendengarkan secara sembunyi-sembunyi dan saya mohon maaf karena saya sudah mencuri dan megamalkan amalan ayah seperti taubat tasauf dan sholat” petikan dari sufi wanita.

    tolong jelaskan istilah taubat tasauf …….saya amat-amat tidak memahami

  20. ingin menambakan kata gerak di tambah menjadi gerak dan diam mu ,kalau hanya di katakan gerak saja berarti Allah SWT tidak meliputi diri kita jahir batin tetapi kalau gerak dan diam berarti Allah SWT meliputi jahir batin. seperti kata tidak berhurup dan tidak bersuara

    maksud sufiwanita apa ya?

  21. sufi wanita on said:

    maaf saya tidak dapat memberitahu anda tentang taubat tasauf karena ini amanat dari guru saya, sekali lagi saya mohon maaf. intinya adalah di awal kita belajar marifat biasanya diberikan suatu doa /dzikir untuk membersihkan hati kita . taubat tasauf adalah sebuah dzikir unuk awal belajar ilmu tasauf.

  22. sufi wanita on said:

    mengenai tidak berhurup dan bersuara saya berikan contoh nya saja mata kita berkedip dari buka mata sampai tutup kembali, kita tidak tahu dan kita tidak sadar.
    darah mengalir dan jantung berdetak dan lain-lain itu semua menunjukan dari pada kuasa dan kehendakNYA yang tidak terasa oleh kita jika belum tumbuh kesadaran jiwa.
    itulah maksudnya bahwa perkataan tuhan itu tidak berhurup dan tidak bersuara meliputi kpd gerak dan diam yang ada di seluruh sekalian alam termasuk pada diri kita jahir batin.

  23. Terima kasih….semoga tidak lalai walau dilembah mana kita berada……….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: