Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Rindu Rasul

Suatu saat, ada orang yang ingin sekali bertemu dengan Nabi saw di mimpinya, tetapi keinginannya itu tak pernah terkabul; meskipun ia telah berusaha amat kuat dan keras. Ia meminta nasihat kepada seorang sufi. Sufi itu menjawab, “Anakku, pada Jumat malam nanti, banyak-banyaklah kau makan ikan asin, tunaikan salatmu, dan langsunglah engkau pergi tidur tanpa minum air setetes pun. Keinginanmuakan terpenuhi”.

Orang itu pun melaksanakan anjuran sang sufi. Setelah itu, ia langsung tidur. Sepanjang malam ia bermimpi terus menerus minum air dari puluhan mata air. Ketika pagi menjelang, ia bergegas menemui sufi itu, “Wahai Maulana, aku tak melihat Nabi dalam mimpiku. Aku begitu kehausan sehingga yang aku impikan hanyalah minum air dari puluhan mata air. Sekarang pun aku masih tersiksa dengan rasa dahaga”.

Sang sufi berkata padanya, “Makan ikan asin telah memberimu dahaga yang begitu menyiksa  sehingga sepanjang malam engkau hanya bermimpi tentang air minum. Sekarang kau harus merasakan dahaga yang sama akan Rasul-Nya, barulah engkau boleh memeluk anugerah terindahnya!”

Single Post Navigation

9 thoughts on “Rindu Rasul

  1. sufi wanita on said:

    air adalah lambang dari nur muhammad, kalau kita ingin berjumpa rasul, kalau bisa jangan sampai mempunyai keinginan yang berlebihan karena terkadang rasa kita yang belebihan itu membuat kita tidak sadar kalau kita di liputi keegoan. keinginan adalah hal yang lumrah apa lagi ingin berjumpa sang penyelamat,tetapi keinginan yang mengebu -gebu atau berlebihan itu adalah ego pada diri,bukan kah manusia itu tiada daya dan upaya. alangkah baiknya jika baginda muhammad rasulullah sendiri yang datang menjumpai kita. ini sekedar masukan saja.

  2. Achmad Yusuf on said:

    Begitulah kecintaan dan kerinduan akan Rosul yang seharusnya dimiliki oleh mereka yang ingin masuk kedalam Fana firrosul. Dengan rasa rindu yang menggelora dengan di dasari cinta Insya Allah akan bertemulah dengan pujaan Hati (Rosulullah), tetapi bagi mereka yang lebur di dalam rasa demikian tidaklah hanya sebatas larut di dalam rasa rindu saja melainkan juga harus di bekali dengan Ilmu yang mengantarkan Ia kepada Rosul (Ma’rifaturrasul). Mengerti akan Hakikat Muhammad/Hakikat Rosul itulah yang akan mengantarkan seseorang kepada pertemuan yang sejati yang tidak hanya turun kepada rasa melainkan juga meliputi akan diri. Asholatu wassalamu’alaika Ya Sayyidi Ya Rosulullah…. Khudzbiyadii Koolat Hillati Adriknii. Agitsniiiii… Agitsniii…. Agitsniii…. “RAHASIAMU ADALAH RAHASIAKU, RAHASIAKU ADALAH RAHASIAMU. JIKA INGIN MENGETAHUI AKAN RAHASIAKU KETAHUILAH AKAN RAHASIA YANG ADA PADA DIRIMU. JIKA ENGKAU TAHU AKAN RAHASIA YANG ADA PADA DIRIMU MAKA TAHULAH ENGKAU AKAN RAHASIAKU. JIKA ENGKAU TAHU AKAN RAHASIAKU MAKA SAMPAILAH ENGKAU KEPADAKU. JIKA ENGKAU SAMPAI KEPADAKU MAKA TIDAK ADA LAGI RAHASIA DIANTARA KITA. RAHASIA TIDAK LAGI DIKATAKAN RAHASIA”.

  3. Pernah saya bermimpi, ketika itu saya dalam sebuah kapal mengarungi lautan. Dalam mimpi itu saya sedang shalat, namun api hampir membakar seluruh kapal. Lalu seorang pemuda melambaikan tangannya, mengajak saya naik kapalnya dan saya pun kemudian disana.
    Terimakasih GURU telah Engkau pertemukan ku dengan sang juru selamat itu.
    Rindu kami pada Mu ya Rasul…
    Rindu tiada terkira..

  4. hamba'79 on said:

    …Apa benar .. ??? bila kita dapat berjumpa dengan RasulNYA..maka kita dapat berjumpa dengan yang MengutusNYA…
    …Bila kita menuju ke tempat RAHASIA harus bersama dengan yang punya tempat RAHASIA…

    ^^V
    PiiSSS

  5. yaa Rasul,..
    bejana yang tak seberapa juga telah kering,
    air pun dimana,tak bisa kutemukan lagi.
    aku hanya bisa meringis,
    andai aku ada disisiMU,..

  6. Duhai Kanjeng Nabi pemberi Syafa’at makhluq Kepangkuan-MU sholawat dan salam kusanjungkan ¨ Duhai Nur cahaya makhluq , pembimbing manusia ¨ Duhai unsur dan jiwa makhluq,bimbing dan didiklah diriku ¨ Maka sungguh aku manusia yang dholim selalu ¨ tiada arti diriku tanpa engkau Duhai Yaa Sayyidii ¨ jika engkau hindari aku (akibat keterlaluan berlarut-larutku), pastilah ‘ku ‘kan hancur binasa

  7. sufi wanita on said:

    sholawat dan salam senantiasa tercurah kepada beliau sebanyak bilangan bintang-bintang di langit. sebanyak daun -daun di pepohonan, sebanyak air di lautan dan kedalamanya, setiap kedipan mata, setiap hembusan nafas dan setiap darah yang mengalir seperti itu juga shalawat dan salam ke pada beliau tidak ada putus-putusnya sampai akhir kehidupan dunia

  8. wah kok keren sekali ceritannya. keren tapi penuh makna

  9. yahya saring on said:

    Assalamualaikum warahmatullah.

    Cerita Makanan dan Air : Terus ga dikasih air ampe bobo. Mimpikan AIR…. Maksudnya KEDAHAGAAN & KEINGINAN terhadap AIR itu membara. Dibaringkan BADAN tetap air di HATI…. Keinginan terhadap air meluap-luap sehingga terbawa ke mimpi.

    Maksudnya : KERINDUAN terhadap SOSOK TERMULIA tidak sekuat KEINGINAN terhadap AIR.. Seharusnya KERINDUAN terhadap Nabi SAW itu melebihi sekalian yang lainnya…. Dari situlah akan terbit KERINDUAN yang BENAR dan Mimpi Melihat Nabi SAW…. [Wallahu A’lam]

    Wassalam…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: