Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

NUR MUHAMMAD

Pokok dari ajaran agama adalah mengajarkan kepada ummatnya tentang bagaimana berhubungan dengan Tuhan, cara mengenal-Nya dengan sebenar-benar kenal yang di istilahkan dengan makrifat, kemudian baru menyembah-Nya dengan benar pula. Apakah agama Islam, Kristen, Hindu dan lain-lain, semuanya mengajarkan ajaran pokok ini yaitu bagaimana seseorang bisa sampai kehadirat-Nya. Karena itu pula Allah SWT menurunkan para nabi/Rasul untuk menyampaikan metodologi cara berhubungan dengan-Nya, tidak cukup satu Nabi, Allah SWT menurunkan ribuan Nabi untuk meluruskan kembali jalan yang kadangkala terjadi penyimpangan seiring berjalannya waktu.

Nabi Adam as setelah terusir dari syurga bertahun-tahun bahkan berpuluh tahun bertobat kepada Allah SWT tidak diampuni, setelah Beliau berwasilah (teknik bermunajat) kepada Nur Muhammad barulah dosa-dosa Beliau diampuni oleh Allah SWT, artinya Allah mengampuni Adam as bukan karena ibadahnya akan tetapi karena ada faktor tak terhingga yang bisa menyambungkan ibadah beliau kepada pemilik bumi dan langit. Lewat faktor tak terhingga itulah maka seluruh permohonan Nabi Adam as sampai kehadirat Allah SWT.  Faktor tak terhingga itu adalah Nur Muhammad yang merupakan pancaran dari Nur Allah yang berasal dari sisi-Nya, tidak ada satu unsurpun bisa sampai kepada matahari karena semua akan terbakar musnah kecuali unsur dia sendiri yaitu cahayanya, begitupulah dengan Allah SWT, tidak mungkin bisa sampai kehadirat-Nya kalau bukan melalui cahaya-Nya

Nur Muhammad adalah pancaran Nur Allah yang diberikan kepada Para Nabi mulai dari Nabi Adam as sampai dengan Nabi Muhammad SAW, dititipkan dalam dada para Nabi dan Rasul sebagai conductor yang menyalurkan energi Ketuhanan Yang Maha Dasyat dan Maha Hebat. Dengan penyaluran yang sempurna itu pula yang membuat nabi Musa bisa membelah laut, Nabi Isa menghidupkan orang mati dan Para nabi menunjukkan mukjizatnya serta para wali menunjukkan kekeramatannya. Karena Nur Muhammad itu pula yang menyebabkan wajah Nabi Muhammad SAW tidak bisa diserupai oleh syetan.

Setelah Rasulullah SAW wafat apakah Nur Muhammad itu ikut hilang?

Tidak! Nur tersebut diteruskan kepada Saidina Abu Bakar Siddiq ra sebagai sahabat Beliau yang utama sebagaimana sabda Nabi:

“ Tidak melebih Abu Bakar dari kamu sekalian dengan karena banyak shalat dan banyak puasa, tetapi (melebihi ia akan kamu) karena ada sesuatu (rahasia) yang tersimpan pada dadanya”

Pada kesempatan yang lain Rasulullah bersabda pula :
“Tidak ada sesuatupun yang dicurahkan Allah ke dadaku, melainkan seluruhnya kutumpahkan pula ke dada Abu Bakar Siddiq”.

Nur Muhammad akan terus berlanjut hingga akhir zaman, dan Nur itu pula yang terdapat dalam diri seorang Mursyid yang Kamil Mukamil yang wajahnya juga tidak bisa diserupai oleh syetan. Memandang wajah Mursyid hakikatnya adalah memandang Nur Muhammad dan sudah pasti memandang Nur Allah SWT.

Nabi SAW bersabda :

La yadhulunara muslimun ra-ani wal man ra-a man ra-ani wala man ra-a man ra-ani ai walau bisab’ina wasithah, fainnahum khulafa-li fi tablighi wal irsyadi, inistaqamu ala syarii’ati.

“Tidak akan masuk neraka seorang muslim yang melihat aku dan tidak juga (akan masuk neraka) yang melihat orang yang telah melihat aku, dan tidak juga (akan masuk neraka) orang yang melihat orang yang telah melihat aku, sekalipun dengan 70 wasithah (lapisan/antara). Sesungguhnya mereka itu adalah para khalifahku dalam menyampaikan (islam/sunahku) mengasuh dan mendidik (orang ramai), sekiranya mereka itu tetap istiqamah didalam syari’atku” (H.R. Al – Khatib bin Abd.Rahman bin Uqbah).

Makna melihat dalam hadist di atas bukan dalam pengertian melihat secara umum, karena kalau kita maknai melihat itu dengan penglihatan biasa maka Abu Jahal dan musuh-musuh nabi juga melihat beliau akan tetapi tetap masuk Neraka. Melihat yang dimaksud adalah melihat Beliau sebagai sosok nabi yang menyalurkan Nur Allah kepada ummatnya, melihat dalam bentuk rabithah menggabungkan rohani kita dengan rohani beliau.

Darimana kita tahu seseorang itu pernah melihat Nabi dan bersambung sampai kepada Beliau? Kalau melihat dalam pengertian memandang secara awam maka para ahlul bait adalah orang-orang yang sudah pasti punya hubungan melihat karena mereka adalah keturunan Nabi.

Akan tetapi karena pengertian melihat itu lebih kepada rabitah atau hubungan berguru, maka yang paling di jamin punya hubungan melihat adalah Para Ahli Silsilah Thariqat yang saling sambung menyambung sampai kepada Rasulullah SAW.

Syukurlah bagi orang-orang yang telah menemukan seorang Guru Mursyid yang silsilahnya bersambung kepada Rasulullah SAW, yang selalu memberikan pencerahan dengan menyalurkan Nur Muhammad sebagai Rahmatan Lil ‘Alamin, bermohon atas namanya niscaya Allah SWT akan mengabulkan do’a dan dari Mursyid lah Firman Nafsani dari Allah terus berlajut dan tersampaikan kepada hamba-Nya yang telah mendapat petunjuk.

Barulah kita tahu kenapa memandang wajah Mursyid itu bisa mengubah akhlak manusia yang paling bejat sekalipun, karena dalam wajah Mursyid itu adalah pintu langsung kepada Allah SWT.

Nabi Adam as diampuni dosanya dengan ber wasilah kepada Nur Muhammad, apa mungkin dosa kita bisa terampuni tanpa Nur Muhammad?

Marilah kita memuliakan Guru Mursyid kita sebagai bhakti kasih kita kepadanya, dari Beliaulah Nur Muhammad itu tersalurkan sehingga bencana sehebat apapun dapat ditunda, sesungguhnya Guru Mursyid itu adalah Guru kita dari dunia sampai ke akhirat kelak, jangan kita dengarkan orang-orang yang melarang memuliakan Guru sebagai Ulama pewaris Nabi sesungguhnya ajaran demikian itu baru muncul di abad ke-18, muncul akibat keberhasilan orang orientalis menghancurkan Islam dari dalam.

Ingat pesan dari Nabi SAW yang mulia :

“Muliakanlah Ulama sesungguhnya mereka adalah pewaris pada nabi, barang siapa memuliakan mereka maka telah memuliakan Allah dan Rasul-Nya” (H.R. Al – Khatib Al – Baghdadi dari Jabir R.A.)

 

Syukur yang tak terhingga bagi orang-orang yang telah menemukan ulama pewaris Nabi, yang apabila memandang wajahnya sama dengan memandang Nur Muhammad, wajah yang tidak bisa diserupai oleh syetan, dengan wajah itu pula yang bisa menuntun kita dalam setiap ibadah, dalam kehidupan sehari-hari, wajah yang kekal abadi, wajah Nur Muhammad.

 

Alhamdulillahhirabbil ‘Alamin

Single Post Navigation

187 thoughts on “NUR MUHAMMAD

Comment navigation

  1. Ping-balik: NUR MUHAMMAD – alielblog

  2. Membangunkan Nur Muhammad :

    BISMILLAHIROHMANIROHIM
    ASYHADU ALLA ILAHA ILALAH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADARRASULULLAH.
    KUNHI – KUNHIJAT – KUNFAYAKUN
    BANGUNLAH AHUU AHUU AHUU.

    DILAKUKAN SELAMA 41 HARI SEBANYAK 99 Kali Ulangan.

    setelah 41 hari, amalkan syahadat nur Muhammadnya 3 kali aja setiap hari :

    BISMILLAHIROHMANIROHIM
    ASYHADU ALLA ILAHA ILALAH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADARRASULULLAH.
    ASALAMUALAIKUM SALAM NUR KUNHI – KUNHIJAT – KUNFAYAKUN DI UBUN-UBUNKU
    BANGUNLAH AHUU AHUU AHUU.
    ASALAMUALAIKUM SALAM NUR SIRRULLAH DI BAHU-KANANKU
    BANGUNLAH AHUU AHUU AHUU.
    ASALAMUALAIKUM SALAM NUR ZATULLAH DI BAHU-KIRIKU
    BANGUNLAH AHUU AHUU AHUU.
    ASALAMUALAIKUM SALAM NUR SIPATULLAH DI DADAKU
    BANGUNLAH AHUU AHUU AHUU.
    ASALAMUALAIKUM SALAM NUR AFGHALULLAH DI PUNGGUNG BELAKANGKU
    BANGUNLAH AHUU AHUU AHUU.
    ASALAMUALAIKUM SALAM NUR JALULLAH DI KEDUA-KAKIKU
    BANGUNLAH AHUU AHUU AHUU.
    ASALAMUALAIKUM SALAM NUR NAFSIN DI LIDAHKU
    BANGUNLAH AHUU AHUU AHUU.
    ASALAMUALAIKUM SALAM NUR WUJUDULLAH DI SEKUJUR-TUBUHKU
    BANGUNLAH AHUU AHUU AHUU.

    • mohon izin mengamalkan

    • QOBILTU
      IZIN MENGAMALKAN

    • darimana engau dapat amalan (salawat) itu?

      Said bin Musayyib berkata: “Allah azza wa jalla tidak akan mengazabmu karena shalat (termasuk bersolawat), akan tetapi engkau akan mendapatkan azab karena engkau MENYELISIHI Sunnah. ” Demi Allah, sesungguhnya perbuatan bid’ah (ini) tidak akan menjadikan engkau melainkan akan semakin jauh dari Allah azza wa jalla.

      berarti semakin dekat dengan setan

      beramalah dengan Solawat yang diajarkan Nabimu

      ‘Barangsiapa memberi salam kepadamu, maka Aku memberi salam kepadanya dan barang siapa membaca selawat untukmu, maka Aku membaca selawat untuknya’.”

    • Inilah tanda2 orang yg salah berguru… Berdzikir tanpa guru sesat… Berdzikir dengan guru yg tidak syah LEBIH SESAT LAGI…!!!!

  3. “man amila amalan laisa ‘alaihi amruna fahuwa roddun”, “brg siapa beramal suatu amalan (ibadah) yg tdk berasal dari kami (Rosulullah & sahabat), maka tertolak” (HR.Bukhori dan Muslim).
    Maaf bisa d jelaskan ga kenapa hadist ini bisa muncul, atau sedang ada kejadian apa sehingga Rosulullah mengeluarkan hadist ini ? Karena hadist ini jdi pegangan sebagian umat muslim lain bilang kalo tawasul, sholawat jdi bid’ah ?

  4. trims tulisannya…menambah pengetahuan saya..salam alayk

  5. Ilmu Nur Muhammad saya buat untuk menghadapi Fenomena Gaib akhir zaman karena banyak saudara kita yang menjadi korban atas keganasan fenomena gaib ini :

    * Sering sakit kembung seperti masuk angin

    * Sakit lambung disertai sendawa terus menerus

    * Sesak nafas seperti orang terkena asma

    * Kepala sakit dan tulang nyeri

    * Ada benjolan kecil berupa daging tumbuh dalam tubuh

    * Penyumbatan pembuluh darah

    * Mirip dengan kanker payudara dan hati

    * Badan lesu, lemah seperti terkena thypes

    * Timbul rasa was was, cemas, gelisah dengan tiba – tiba

    * Lumpuh mirip stroke

    * Ambien tak kunjung sembuh

    * Pilek menahun

    * Paranoid

    * Rasa ingin bunuh diri dan Gila tanpa sebab

    * Sakit dikemaluan dan ada benjolan ditestis

    * Dada nyeri sebelah kiri dan kanan seperti terkena serangan jantung

    * Ulu hati terasa sakit

    * Emosi tak terkendali

    Inilah beberapa fenomena gaib yang menyerang umat manusia saat ini, bila di cek secara fisik / medis terlihat, jika diminumkan obat tidak ada reaksi dari obat tersebut, apabila dibawa ke seorang praktisi / paranormal seperti santet tapi bukan santet, sihir, teluh atau guna – guna ( INGAT !!!, ini bukan terkena ilmu hitam ) , memang konsepnya seperti ilmu hitam, jika anda berfikir ini santet dll anda sudah masuk dalam jebakan demit, memang ini tujuannya agar umat manusia saling menuduh satu dengan yang lainnya.

    dibawa keahli ruqiah seperti terkena ain / ghalian, hilang saat itu juga 2 atau 3 hari datang lagi, posisi sakit bisa ditempat yang sama / pindah ditempat lain

    Tidak hanya fisik saja bahkan ada yang diuji secara ekonomi sulitnya mendapat uang hingga timbul rasa ingin melakukan tindakan kejahatan dan rumah tangga dibuat berantakan suami ribut dengan istri, anak sulit diatur dll

    ” Untuk anda yang belum terinfeksi diharapkan banyak amalkan surat Al – Kahfi ayat 1 s/d 10 dan ayat 101 / 110 ”

    Manfaat Nur Muhammad :

    – Mampu menghancurkan Khodam dan Sihir Jarak Jauh

    – Mampu membakar khodam musuh dan meyerang dari jarak jauh bahkan mampu membakar raja jin

    – Terhindar dari fitnah dajjal
    – Menjadi manusia insan sejati yang mencapai tingkatan luhur di sisi Allah SWT

    – Insya Allah terbebas dari perhitungan hisab alam kubur, dan mencapai sirathal mustaqim

    – Memiliki tingkatan kecerdasan pencerahan spiritual yang tinggi sehingga dapat membimbing seluruh umat manusia dari berbagai golongan agama, untuk menuju ke alam pencerahan sejati ( Nur Muhammad )

    – Mampu menundukan mahluk gaib dari bangsa jin, siluman, iblis

    – Mampu mengobati dan membedakan penyakit medis dan non medis

    – Mengikis hawa nafsu hingga tingkat terdalam

    Syarat & Ketentuan :

    – Bisa datang langsung / Jarak Jauh

    – ADA PANTANGAN

    – KHUSUS MUSLIM

    – Kirimkan nama lengkap dan nama ibu kandung

    Note : Semua keilmuan Kanjeng Yunita diadakan pembuktian / dipraktekkan langsung semua keilmuan bisa ditajrib ( dibuktikan )

    0813 1482 1884

    http://kanjengyunita.com/2016/11/07/ilmu-nur-muhammad/

    • @kanjeng yunita : tanda2 salah berguru ya seperti anda,, INGAT!! BERDZIKIR TANPA GURU SESAT,,, BERDZIKIR DENGAN GURU YG TIDAK SYAH LEBIH SESAT LAGI.. kira2 saya melihat anda seperti kategori nomor 2. Wasalam.

  6. Untuk dapat memahami hakikat Nur Muhammad secara benar perlu kiranya meluruskan beberapa hal kedalam spektrum yang benar menurut ruang lingkup pentauhitan kepada Allah SWT sebagai pemilik wujud yang satu dan sebagai pencipta atas segala sesuatu.

    Makna Laisa Kamitslihi Syaiun

    Ketahuilah, ketidakserupaan Allah SWT dengan segala yang baharu bukan bemakna tidak serupanya Ia dengan segala makhluk pada zat, sifat dan perbuatan mereka. Kalaulah yang dimaksudkan demikian maka telah bersyarikat Allah SWT pada zat, sifat dan perbuatan, karena telah turut mengakui ada zat, sifat dan perbuatan pada diri makhluk. Tetapi makna ketidakserupaan Allah SWT dengan segala yang baharu dimaksudkan pada ketidakserupaan status kewujudan daripadaNya untuk menyatakan tiada seumpama zat, sifat dan perbutan Allah SWT dengan apapun. Arti kata tiada seumpama disini tidak dimaksudkan bagi adanya zat, sifat dan perbuatan pada makhluk yang tidak sama dengan zat, sifat dan perbuatan Allah SWT, tetapi arti tidak seumpama yang dimaksudkan adalah tidak dapat ditemui dan diberi contoh akan adanya zat, sifat dan perbuatan yang lain selain zat, sifat dan perbuatan Allah SWT.
    Pernyataan Allah SWT atas ketidakserupaan diriNya dengan segala sesuatu adalah dalam rangka pentauhitan/pengesaan kepada zat, sifat dan perbuatanNya. Segala sesuatu yang berstatus tidak berdiri dengan sendirinya, tidaklah patut baginya disebut memiliki wujud, walaupun pada pandangan lahiriah berwujud. Ketiadaan wujud pada diri makhluk menjadikan ketiadaan sifat-sifat pada dirinya, karena sifat berdiri pada zat yang wajibul wujud. Allah SWT itu ghaniul mutlak pada zat, sifat dan perbuatan, tidaklah pantas dipersandingkan diriNya yang ada dengan yang tidak ada. Membandingkan Allah SWT dengan makhluk adalah salah satu hal bodoh yang Allah SWT iradahkan bagi mereka yang belum dima’rifahkan kepadaNya, seperti membandingkan manusia bertangan dan berkaki, Allah SWT tidak bertangan dan tidak berkaki dan sebagainya. Hal tersebut sama saja telah membandingkan Allah SWT dengan wujudNya sendiri, karena hakikat makhluk adalah bagian dari zat Allah yang satu dengan penampakan wujud lahiriah yang berbeda-beda. Syarat sebuah perbandingan adalah kesetaraan. Makhluk yang baharu tidak setara dengan Allah SWT yang qadim. Sah tidaknya satu perbandingan apabila dilakukan dengan memenuhi kaedah-kaedah kesetaraan didalamnya, baharu kepada yang baharu, qadim kepada yang qadim. Tanda bagi sesuatu itu baharu adalah dalam keberadaannya didahului oleh ketiadaan dan diakhiri dengan kesudahan baginya.
    Membandingkan makhluk dengan Allah SWT tidaklah pantas di lakukan karena bagaimana mungkin sesuatu yang tanpa wujud diperbandingkan dengan Allah SWT yang berwujud. Sehubungan dengan pembahasan Nur Muhammad, tidak ada wujud yang berdiri sendiri, memancar dan menciptakan segala sesuatu selain Allah SWT. Nur Muhammad sekalipun tidak berdiri dengan sendirinya, ia juga adalah bagian dari wujud Allah SWT, yang hanya dengan iradahnya saja menjadi sebab bagi Allah SWT menciptakan segala yang baharu.

    Asal Penciptaan

    Wahai saudaraku ketahuilah, bahwa segala yang baharu tidak berasal dan tidak melalui Nur Muhammad di ciptakan. Hubungan Nur Muhammad dengan penciptaan hanya sebagai hubugan sebab akibat saja. Penisbahan segala yang baharu berasal dari pancaran Nur Muhammad adalah penisbahan kepada sebab Allah SWT mencintai Nur Muhammad, sehingga dengan karenanya berakibat berkehendaknya Allah menciptakan segala sesuatu. Seperti manusia jika tidak karena kecintaan kepada anak dan istri, tidaklah seorang ayah disibukkan dalam membangun rumah dan membeli kendaraan bagi keluarganya. Sebab membagun rumah dan membeli kendaraan karena adanya keberadaan anak dan istrinya, tetapi bukan dari kuasa mereka semua dapat terbeli melainkan dari usaha sang ayah jua. Anak dan istri hanya sebagai motivasi dan alasan saja mengapa seorang ayah membangun rumah dan membeli mobil, yang pada hakikatnya secara pribadi ia juga memerlukan akan hal tersebut. Nur Muhammad hanya sebagai sebab bagi Allah SWT dalam menciptakan segala sesuatu. Perkataan bahwa segala yang baharu keluar tercipta dari pancaran Nur Muhammad hanya sebagai sebabnya saja, bukan hakikat sebenar dari lafadz tersebut. Allah SWT menciptakan sebab akibat atas sesuatu karena memang ia menginginkan adanya sebab dan akibat tersebut, bukan karena dipengaruhi oleh sebab yang lain sekalipun Nur Muhammad. Hakikat Nur Muhammad adalah baharu, tidak berdiri dengan sendirinya, tidak kuasa menciptakan sesuatu yang baharu dan tidak berkehendak selain dengan kehendakNya.
    Wahai saudaraku, sebagian besar umat islam meng’itiqadkan bahwa Nur Muhammad adalah hakikat Nabi Muhammad SAW yang baharu, dan sebagian lagi meng’itiqadkan Nur Muhammad adalah qadim karena ia berasal dari cahaya keTuhanan. Nabi Muhammad SAW adalah insan yang utama dan sempurna, pada dirinya terpancar Nur Muhammad yang oleh karenanya Ia disebut sebagai insan yang kamil karena terlihat diri Allah yang paling sempurna pada dirinya. Berbicara penampakan Allah SWT pada diri makhluk, tidak hanya pada Nabi Muhammad SAW saja, tetapi seluruh makhluk merupakan manifestasi dari penampakan wujud Allah SWT yang sempurna. Karena tidak ada zat, sifat, gerak dan perbuatan selain zat, sifat, gerak dan perbuatan Allah SWT. Orang awam sering kali beranggapan bahwa wujud Allah SWT itu adalah satu wujud yang terpisah dari wujud makhluk dengan mengambil bentuk dan sifatnya sendiri. Tidak ada unsur sekecil apapun pada diri makhluk terpisah dan berasal dari dirinya atau dari pihak lain selain Allah SWT. Apa yang Allah SWT inginkan terhadap makhluk, terlihat di seluruh gerak dan isyarah pada makhluk, hal ini telahpun kami jelaskan sebelumnya dalam Kajian Ma’rifatullah No. 02 tentang Esensi Pengesaan Wujud Allah.
    Makna makhluk seringkali disalah artikan oleh mereka yang berada di derajat ma’rifah bawah. Orang awam selalu beranggapan makhluk adalah ciptaan Allah SWT yang secara mandiri terlepas dari Tuhannya dalam kehidupan mereka, tugas Allah SWT hanya menciptakannya saja setelah itu segalanya berpulang kepada diri makhluk. Ini adalah anggapan yang salah, karena mustahil para makhluk secara mandiri dapat berdiri dan hidup jika mereka terlepas dari Allah SWT. Tidak ada satu unsurpun pada diri makhluk yang dapat berdiri dengan sendirinya. Makna makhluk yang benar adalah merupakan penampakan bagian wujud Allah SWT yang sempurna dengan secara bertahap muncul dan menghilang sesuai dengan kehendakNya. Hakikat Qadim dan Hadits/Baharu adalah Allah SWT jua. Imam Abu Hasan Al-‘Asyari mengatakan “ada wujud Allah SWT diluar zatNya”. Orang awam sering kali membayangkan bahwa wujud Tuhan itu utuh dan padu seperti utuh dan padu benda tertentu. Pada hal Ahli Ma’rifah sekalipun tidak mengetahui bagaimana hakikat wujud Allah SWT sebenarnya, mereka hanya merasakan dan menyaksikan saja diri mereka merupakan bagian dari wujudNya yang satu, makna satu adalah satu kesatuan, bukan utuh dan padu seperti benda tertentu.

    • Asalamualaikum Abi Zaidah….Luar biasa…. salutttt…. penjelasan anda sangat fundamental dan konkrit benar2 bisa diresapi dan memberikan pencerahan…. smg bisa membantu para penempuh termasuk saya….
      Salam Hormat.

Comment navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: