Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Sunni-Syiah Yang Penting Jumpa Allah (Bag. 2)

ForgivenessSelama Islam masih eksis di dunia ini maka selama itu pula pertentangan dua kubu besar dalam Islam yaitu Sunni dan Syiah akan terus ada. Ibarat dua lingkaran dengan dua warna kontras, seperti hitam dan putih atau merah dan kuning, keduanya tidak bisa disatukan. Namun dalam ilmu matematika kedua lingkaran berbeda tersebut ada titik temu, dinamakan daerah Arsiran, pertemuan kedua lingkaran berbeda warna akan membentu warna baru, warna yang mengikat keduanya dengan kuat.

Sebelum kita membahas titik temu keduanya, ada baiknya untuk sementara kita keluarkan dulu wahabi/salafi dari golongan sunni agar lebih adem, karena kelompok ini baru muncul 100 tahun lalu, aliran ini bisa jadi tetap ada ikut mewarnai Islam atau nanti akan hilang seiring dengan perkembangan zaman, sama halnya dengan aliran khawarij yang muncul di awal perkembangan Islam dan sekarang hilang tertiup angin. Kita juga keluarkan kelompok ekstrim Syiah yang senang mencaci para sahabat dan juga Istri Nabi dari kelompok Syiah dengan tujuan agar lebih adem, karena kita sedang mencari titik arsir keduanya.

Pertanyaan menarik, apa kira-kira daerah arsir yang mempertamukan antara Sunni dan Syiah. Dari segi jumlah, penganut sunni jauh lebih besar dari Syiah, 90% berbanding 10% (Wikipedia). Titik temu utama kedua golongan yang sudah ada sejak zaman dulu ini adalah keduanya menyembah Allah dan mengakui Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi/Rasul mereka. Inilah titik pertemuan paling akrab dari kedua aliran ini.

Dalam pengantar buku Islam Syiah, Asal Usul dan Perkembangannya yang ditulis oleh Allamah M.H. Thabathaba’i, profesor studi Islam di Universitas George Washington Amerika Serikat, Seyyed Hossein Nasr, 79, mengatakan ada lima prinsip agama atau ushuluddin Islam Syiah, yaitu:

  1. Tauhid, yakni kepercayaan kepada keesaan Ilahi
  2. Nubuwat, yakni kenabian
  3. Ma’ad, yakni kehidupan akhirat
  4. Imamah atau keimanan, yakni kepercayaan adanya imam-imam sebagai pengganti nabi
  5. Adil atau Keadilan Ilahi.

Menurut Nasr, dalam tiga prinsip dasar, yakni Tauhid, Nubuwat, dan Ma’ad, Sunni dan Syiah bersepakat.

“Hanya dua prinsip dasar yang lain, yakni Imamah dan Keadilan, mereka berbeda,” ujar dia. (Tempo)

Prof Quraish Shihab dalam Buku Sunnah-Syiah, Bergandengan Tangan, Mungkinkah? Menulis :

Secara umum ada dua kelompok umat Islam dengan jumlah pengikut yang besar yaitu kelompok Ahlussunnah wa al-Jamaah dan kelompok Syiah.

Kelompok pertama secara harfiah dari kata Ahl as-sunnah adalah orang-orang yang konsisten mengikuti tradisi Nabi Muhammad. Baik dalam tuntunan lisan maupun amalan serta sahabat mulia beliau. Golongan ini percaya perbuatan manusia diciptakan Allah dan baik buruknya karena qadha dan qadar-Nya. Kelompok Ahlussunah juga memperurutkan keutamaan Khulafa’ar-Rasyidin sesuai dengan urutan dan masa kekuasaan mereka.

Shihab mengaku kesulitan untuk menjelaskan siapa saja yang dinamai Ahlussunah dalam pengertian terminologi. Secara umum, melalui berbagai pendapat, golongan ini adalah umat yang mengikuti aliran Asy’ari dalam urusan akidah dan keempat imam Mahzab (Malik, Syafi’i, Ahmad bin Hanbal, dan Hanafi).

“Sebelum memulai dengan siapa Syiah, perlu digarisbawahi, kelompok Syiah pun menamai diri Ahlussunah,” ujar dia. Tapi definisinya tentu berbeda. Syiah memang mengikuti tuntunan sunah Nabi, tapi ada sejumlah perbedaan bentuk dukungan dan tuntunan itu.

Muhammad Jawad Maghniyah, ulama beraliran Syiah, mendefinisikan tentang kelompoknya. Syiah yang secara kebahasaan berarti pengikut, pendukung, pembela, dan pecinta ini adalah kelompok yang meyakini bahwa Nabi Muhammad telah menetapkan dengan nash (pernyataan yang pasti) tentang khalifah beliau dengan menunjuk Imam Ali.

“Definisi ini hanya mencerminkan sebagian dari golongan Syiah, tapi untuk sementara dapat diterima,” kata Shihab.

Perbedaan antara Syiah dan Ahlusunnah yang menonjol adalah masalah imamah atau jabatan Ilahi. Khususnya ada tiga hal pokok yang diyakini Syiah dan ditentang Ahlussunnah. Ketiganya adalah pandangan tentang Nabi belum menyampaikan seluruh ajaran/hukum agama kepada umat, imam-imam berwenang mengecualikan apa yang telah disampaikan Nabi Muhammad SAW, dan imam-imam mempunyai kedudukan yang sama dengan Nabi dalam segi kemaksuman (keterpeliharaan dari perbuatan dosa, bahkan tidak mungkin keliru dan lupa).

Keberatan itu, tulis Shihab, tertuang dalam buku karangan Syaikh Abu Zahrah berjudul Tarikh al-Maadzahib al-Islamiyah. Bagi kaum Syiah, imam yang mereka percayai ada dua belas orang jumlahnya. Mulai dari Imam Ali hingga Imam Mahdi. Mereka adalah manusia pilihan Tuhan yang kekuasaannya bersumber dari Allah.

Pemahaman tentang imamah dalam syiah ini mirip dengan kedudukan Mursyid dalam tarekat, dimana otoritas yang di miliki seorang Mursyid berasal dari Allah, dari Mursyid akan terdengar kembali kalam-kalam Allah yang Maha Hidup dan Maha Berkata-kata. Pengamal tasawuf apakah dia berasal dari sunni maupun syiah, tentu keduanya memiliki pemahaman yang sama tentang pemimpin Ilahi walau menyebutnya dengan istilah berbeda.

Akan tetapi, dalam pandangan Suni (pengamal tarekat), otoritas Ilahiyah tersebut tidak selamanya harus berasal dari Keturunan Nabi, karena Allah memberikan cahaya-Nya kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya, sesuai dengan firman Allah dalam surat an-Nur-35.

Pembahasan tentang sunni dan syiah dari perpekstif tasawuf sudah pernah saya tulis 7 tahun lalu dalam tulisan Sunni-Syiah Yang Penting Jumpa Allah dan tulisan ini mudah-mudahan bisa memberikan sedikit ketenangan di kalangan ummat di tengah informasi-informasi negatif tentang syiah di media sosial. Sudah menjadi sifat dasar manusia secara umum menyenangi informasi negatif, kebutuhan ini dijawab oleh pemilik media untuk menampilkan berita-berita sampah sebagai “makanan” fikiran manusia awam sehingga fikirannya semakin awam.

Semoga tulisan ini bermanfaat.

Single Post Navigation

19 thoughts on “Sunni-Syiah Yang Penting Jumpa Allah (Bag. 2)

  1. Teguh Pribadi P on said:

    Matur suwun Mas. Saya senang sekali dan selalu menunggu update tulisan-tulisan panjenengan. Bagi saya semua tulisan panjenengan sangat mengena, meskipun Saya sampai sekarang belum diberikan izin untuk dibai’at oleh Maulana Habib Muhammad Luhtfi bin Yahya (alhamdulillah saya mengenal dekat dengan Beliau). Mohon bantu doa agar Allah melalui Beliau memperkenankan Saya masuk Thariqat.

  2. assalamualaikum
    saya pernah tukar pendapat ma tman penganut faham syiah.
    dia berkata bahwa nabi isa dan injil tercipta dari cahaya ali.injil adalah perkataan nabi muhammad kpd ali,bapa yg disebut org kristen itu adalah muhammad krn muhammad adlh bpk segala ruh. dan yg bisa khusyuk cuma ali dan nabi muhammad.hanya yg memiliki cahaya ali yg bisa khusuk.
    tp ad yg mngtkan ibrahim adalah bpk ruh.bgaimana pendapat anda bang SUFIMUDA?
    maaf saya lancang kpd anda.
    tp sudilah anda menjawabny.
    wassalam

  3. perlu di ketahui bahwa syiah dan sunni pernah mengalami persamaan dan persatuan pada saat Ulama Pewaris Nabi yang ke 5 yaitu Imam Jafar Ashidiq…..

  4. putra galunggung malaya on said:

    assalamualaikum.salam santun dari putra galunggung tasikmalaya.mhon izin berpartisipasi sahabat .tunduk patuh pasrah&mnyerah kpd Alloh dlm bhs arab dsbut islam,keihlasan dlm khidupan kjujuran dlm brrtindak itulh hkikat islam,krna islam betujuan hnya kpd tuhan,maka islam tdk dimonopoli oleh salhsatu suku /agama saja,siapapun yg bnar2 pasrahnya hnya kpd alloh akn diterima kembali disisinya,
    kitab suci tdk mmbnarkn pngikutnya brsilang selisih klimat tauhid tdk mmbnrkan brtengkar brmusuhn.
    smua pnganut agama yg ingin mncari kbnaran sjati akn slu mngarahkn tropong kdalm dirinya itulh sbbnya nabi SAW mngingatkn agr stiap umt hrus mngnal dirinya sblm mngnal ilahi bgtu pula psn pngnut agama tauhid lainnya.mhon koreksinya

    • hamba Allah on said:

      Keyakinan Mas ini mirip dgn keyakinan teman saya.. dia berpikir bahwa semua agama hanya simbol. Tidak ada arti nya apa2, menurut pemahaman nya jika seseorang berbuat baik..maka ia pasti bisa masuk surga tak pandang dari agama manapun. tak pandang surga yg spt apa yg di tuju nya. & tak pandang berapa pun tuhan2 yg di sembah nya.
      Menurut dia, selama org itu berbuat baik ,maka ia masuk surga meskipun sudah 1001 tuhan yg di sembah nya.
      Oh stop.
      Kata siapa?
      Tuhan yg esa tidak pernah berkata begitu. Agama2 buatan manusia pun tdk berkata begitu? itu adalah pendapat pribadi yg tdk ada bukti sama sekali. Tidak ada dasar nya. Tidak ada sumber nya. Hanya prasangka semata.
      Aneh.. Mereka brstatus islam..tp knp mereka mngatakan bahwa penyembah selain penyembah 1 tuhan bisa masuk surga?padahal agama2 lain semuanya mengatakan bahwa agama2 diluar agama mereka yg tdk mmpercayai tuhan mereka ,maka tdk bisa masuk surga? Alias akan kekal di neraka?.. ada apa dgn org2 spt ini?
      Lihat nabi ADAM..lihat sejarah nya.. dia beragama apa? siapa yg dia sembah? Berapa tuhan yg dia sembah? Lihat nabi idris,nuh,hud,sholeh,ibrahim..baca sejarah nya..mereka beragama apa? siapa yg mereka sembah? Berapa jumlah tuhan yg mereka sembah?.. lihat nabi luth,ismail,yusuf,hingga nabi zakariya,yahya,isa&muhammad. Lihat apa agama mereka? Berapa tuhan mereka? Siapa yg mereka sembah? …lihat 124.000 jumlah nabi2 semuanya. Siapa tuhan mereka? Tuhan yg esa. Berapa tuhan mereka? Hanya 1. Apa agama yg di bawa mereka? Agama tauhid. agama yg mngatakan bahwa tuhan hanya 1.
      Lihat nasrani berapa tuhan mereka? Apa2 saja yg mereka sembah? Lihat yahudi..spt apa mereka menyerupakan tuhan mereka? Lihat budha..berapa banyak tuhan mereka? Apa2 saja yg mereka sembah? Lihat hindu..berapa banyak tuhan2 mereka?
      Rela kah pencipta jagat raya ini di bilang lebih dari 1?
      Apakah dia rela di anggap lemah? Apakah dia rela di anggap mati?
      Apakah dia rela di patungkan dgn patung yg jelek yg sangat beda dgn zat/diri nya yg asli?
      Relakah dia di duakan? Tiga..empat..lima..dan seterusnya?

      Tuhan itu 1, yg berhak di sembah di turuti di taati di patuhi itu hanya 1, yg berhak di puji di puja itu hanya satu. Surga yg sesungguh nya hanya 1. Neraka yg sesungguhnya hanya 1.
      Tuhan adalah inti dari ajaran suatu agama. Tuhan adalah penentu benar/tidak nya suatu agama(jalan hidup).

      JIKA TUHAN YG DI SEMBAH SALAH.
      Jika KEBAIKAN2 YG DI LAKUKAN NYA “DI P.E.R.S.E.M.B.A.H.K.A.N”nya UNTUK TUHAN YG SALAH. YG DI TUJU NYA ADALAH SURGA YG SALAH.
      =APAKAH PANTAS ORG TERSEBUT DI MASUKKAN KE DALAM SURGA YG SESUNGGUHNYA???????? APAKAH PANTAS ORG TERSEBUT DI BAHAGIAKAN OLEH TUHAN YG SESUNGGUHNYA? APAKAH PANTAS ORG TERSEBUT MENDAPAT BALASAN DARI TUHAN YG ASLI ,SEDANGKAN KEBAIKAN2 YG IA PERSEMBAHKAN BUKAN DI TUJU UNTUK TUHAN YG SESUNGGUHNYA?

      IA BERKORBAN UNTUK TUHAN YG SALAH.
      IA MEMPERSEMBAHKAN KEBAIKAN2 NYA UNTUK TUHAN YG SALAH, TP IA MALAH MEMINTA BALASAN KPD TUHAN YG ASLI?
      YG BENAR SAJA¿¿¿¿

      AGAMA BUATAN TUHAN HANYA ADA 1 , SEDANGKAN YG LAIN NYA ADALAH AGAMA2 YG TELAH MENYIMPANG DARI JALAN YG BENAR. AGAMA2 YG DI BUAT OLEH TANGAN2 MANUSIA. AGAMA YG TELAH DI CAMPURI DGN BISIKAN2 IBLIS YG TERKUTUK. HUKUM2 NYA DI RUBAH2, DI GANTI2, DI HAPUS2, DI TAMBAH2 SESUAI KEINGINAN SI PEMBUAT NYA UNTUK DI JUAL KPD ORG2 YG HAUS ROHANI NYA.

      AGAMA YG DI RIDHOI TUHAN HANYA 1.
      AGAMA YG DI BUAT TUHAN HANYA 1.
      AGAMA YG DI TURUNKAN TUHAN HANYA 1.
      YAITU AGAMA YG LURUS..AGAMA YG MENSUCIKAN TUHAN..AGAMA YG MENGATAKAN BAHWA DIRI TUHAN TIDAK SERUPA DGN YG SEGALA APAPUN YG DI CIPTAKAN NYA..AGAMA YG MNGATAKAN BAHWA TUHAN HANYA 1..TIDAK BANYAK..TIDAK MMBAGI2 DIRI..TIDAK MENJELMA2..TDK ADA GAMBAR NYA..TDK ADA PATUNG NYA..TDK ADA KELEMAHAN..TDK NGANTUK..TDK TIDUR..TDK MENEMPATI RUANG&WAKTU..
      DARI ZAMAN MANUSIA PERTAMA..HINGGA DETIK INI, &HINGGA KEHANCURAN ALAM SEMESTA NANTI.. AGAMA(JALAN HIDUP/ATURAN HIDUP) YG DI TURUNKAN TUHAN HANYA SATU. YAITU ISLAM (ISLAM ADALAH MENGAKUI BAHWA TUHAN HANYA 1, MENGAKUI BAHWA DIA MEMILIKI UTUSAN DGN SEGALA MU’JIZAT2 MEREKA. LALU MENYERAHKAN DIRI KPD PERATURAN HUKUM TUHAN YG ESA)
      #JIKA BERSAKSI/PERCAYA BAHWA TUHAN HANYA SATU & BERSAKSI/PERCAYA KPD SELURUH UTUSAN2 YG DI KIRIM NYA ,LALU BERBUAT SEMUA PERBUATAN2 BAIK YG TELAH DI PERINTAHKAN NYA + MENINGGALKAN SELURUH HAL2 YG DI LARANG NYA MAKA ORG TRSEBUT LANGSUNG MASUK SURGA DGN IZIN TUHAN.. TP JIKA ORG TERSEBUT ADA MELANGGAR HUKUM, MAKA IA DI HUKUM DULU DI PENJARA NERAKA SESUAI KADAR KEJAHATAN NYA..JIKA SELESAI MASA HUKUMAN TERSEBUT, BARU IA BOLEH MEMASUKI SURGA DGN IZIN TUHAN.

      KUNCI SYURGA HANYA SATU =
      YAITU : ,,,>TIDAK MEMILIKI DOSA SYIRIK<,,,,
      SYIRIK YAITU : MENDUAKAN TUHAN)/MEN3KAN TUHAN/MENG4KAN TUHAN/ME5KAN TUHAN/…..MEN100/MEN1000KAN TUHAN)
      / MENGANGGAP BAHWA TUHAN LEBIH DR 1..
      : MENGANGGAP BAHWA TUHAN MIRIP/SERUPA DGN CIPTAAN NYA..
      : MENGANGGAP BAHWA TUHAN MMBAGI2 DIRI / MNJELMA2 MNJADI SPT CIPTAAN.
      : MENYEMBAH KPD LEBIH DR 1 TUHAN..
      : MEMPERSEMBAHKAN SUATU PERBUATAN BAIK BUKAN KPD TUHAN YG ESA SAJA..(ADA YG DI TUJU NYA SELAIN TUHAN)
      : BERDOA BUKAN KPD TUHAN YG ESA.
      ..
      SELAMA MANUSIA/JIN MATI DALAM KEADAAN TIDAK MEMILIKI DOSA SYIRIK ITU, / PERNAH MEMILIKI DOSA SYIRIK TP SEMPAT BERTOBAT SEBELUM IA MATI……MAKA IA BISA MASUK SURGA/TIDAK KEKAL DI NERAKA..
      TAPI ,JIKA ORG TSB PERNAH SYIRIK&TDK SEMPAT BERTOBAT(KEMBALI KE JALAN YG LURUS) MESKIPUN IA ORG YG BESTATUS ISLAM..IA AKAN TETAP KEKAL DI NERAKA.

      TUHAN YG ESA MENGAMPUNI SEMUA DOSA..BAGI SIAPA2 YG IA KEHENDAKI..KECUALI 1 DOSA..YAITU : !!! SYIRIK .!!!

      & TUHAN YG ESA ITU HANYA 1.
      Yaitu 1 = 1 .
      bukan 1+1+1= 1
      bukan 1+1+1+1+1+1+1+1+1+1+1 = 1
      &bukan 1+1+2+1+3+1+1+4+5+1+7+8 = 1
      1 ya tetap 1
      1 = 1
      1 tetaplah 1
      TUHAN YG 1
      Y.A.I.T.U
      ''''''A L L A H ROBBUL AALAMIN''''''
      ALLAH PENCIPTA JAGAD RAYA..
      … ALLAH … YG MAHA SUCI,.

      IA TIDAK BISA DI LIHAT DITEMPAT YG AKAN BINASA INI.
      JIKA IA MENAMPAKKAN DIRI DI DUNIA INI, DUNIA INI PASTI AKAN HANGUS TERBAKAR..LENYAP..HILANG..BINASA,.
      IA MAHA SUCI..MAHA TINGGI..MAHA TERPUJI..MAHA KAYA..MAHA BESAR..MAHA MULIA..IA ADALAH PEMBERI CAHAYA(PETUNJUK) UNTUK SELURUH JAGAD RAYA..
      IA TIDAK BISA DI BAYANGKAN OLEH ANGAN2..
      IA TIDAK SERUPA DGN APAPUN YG PERNAH KITA LIHAT.
      DI DUNIA INI, IA TIDAK BISA DI LIHAT OLEH MATA KEPALA. IA TDK BISA DI CAPAI OLEH PANCA INDRA.
      DIA HANYA BISA DILIHAT DI TEMPAT YG DI ABADIKAN..YAITU SURGA,,.

      MAHA SUCI DIA,
      YG TELAH MEMBUAT UJIAN KEIMANAN & UJIAN PERLOMBAAN BERBUAT KEBAIKAN DI BUMI INI..
      YG TELAH MEMBUAT SURGA&NERAKA SEBAGAI PILIHAN UNTUK KITA..
      MAHA SUCI DIA,
      TUHAN YG ESA.. YG TDK MEMILIKI SEKUTU.
      MAHA SUCI DIA,
      PENCIPTA JAGAD RAYA..

    • hamba Allah on said:

      Allah bukanlah diri kita sendiri..
      Dia tdk bertempat..
      Dia ada sebelum ada jagad raya..
      Dia tetap ada meskipun jagad raya lenyap.
      Dia tidak khusus di atas..
      Dia tidak berada di mana2..
      Dia tdk di dalam ruang&waktu..
      Dia bukanlah alam semesta ini..
      Dia bukanlah seluruh jagad raya ini..
      Dia yg menciptakan materi
      Dia bukanlah materi(makhluk kasar)..
      Dia yg menciptakan yg gaib
      Dia bukanlah benda gaib(makhluk halus)..
      Dia adalah Dia
      Dia tetaplah Dia
      Allah,,, yg
      tidak ada suatu apapun bisa menyamainya.
      Laisa kamitslihi syai’un!!!

      Dialah
      Yg maha ADA .

      • ilham saraan on said:

        Bung Hamba Allah …jadi yang mana Tuhan itu..kalau spt yang anda paparkan diatAS jelas bertentangan dengan Al Quran albaqarah ayat 115…jangan mencari faedah…salam

  5. Heri Pane on said:

    Abangda Sufi, mengenai Sunni dan Syiah gak usah lah kita bahas karena jelas-jelas kaum Syiah hanya mempercayai Ali RA dan menolak sahabat yang lain (Abubakar, Umar dan Ustman). Kita urus sajalah hub manusia dgn manusia dilihat dari sisi kemanusiaannya serta yang penting bagaimana menjalin hub mesra denga Yang Maha Pencipta. Sangat tipis (tidak sensitif) detektor kita , apakah Syiah tsb dapat bertemu dengan NYA. Tapi DIA yang akan memilih apakah kaum Syiah bisa ketemu dengan ALLAH atau saat seseorang Syiah ketemu dgn ALLAH, status org tsb sdh tidak Syiah lagi namun kebetulan dia berada dikelompok Syiah shg orang awam menganggap orang Syiah dapat juga ketemu dgn ALLAH. Padahal saat ketemu dgn ALLAH baju kesombongan Syiah nya sudah hancur lebur karena org tsb sdh mengakui khulafaul rasyidin (Abu Bakar, Umar, Ustman dan Ali) secara utuh.

  6. encep wahyudin on said:

    pakaian syariat tidaklah seragam
    perbuatan lahir tidaklh segenggam
    iman kpd tuhan perlu tertanam
    tauhid ihsan pakaian islam

  7. Terimakasih Bung SM atas penjelasannya, .. saya setiap hari dapat BC dari kelompuk Sunni yang selalu memberikan warning mengenai syiah. Sebagai orang yng baru belajar Islam saya jadi pusing dibuatnya. sementara sudah beberapa bulan saya mengaji di blog ini dan saya merasa damai. Terus kalau beleh saya ttanya saya harus bagaimana ya..?

  8. sejarah terjadinya suni dan syiah hanyalah perebutan kekuasaan dan ingin berkuasa , sehingga mereka saling mencaci, menyalahkan, menjatuhkan dan saling membunuh pada prinsifnya mereka adalah satu kalau mereka sudah menemukan kembali hidayah tuhan terhadap hati mereka pasti tidak ada perpecahan antara mereka.

  9. Muhammad Nur Al-Achadiyyatillah on said:

    Terimakasih atas pencerahannya.

  10. Abangda…

    Setelah membaca berulang kali baru saya mengerti….maklum Abang… 

    Di dalam tulisan Abang 7 tahun lalu, Abang menuliskan bahwa seluruh thareqat yang ada bersumber pada 2 sahabat Abu Bakar dan Ali.
    Sedangkan di dalam silsilah thareqat Naqsyabandi yang bersumber dari Abu Bakar, beberapa nama di bawah nya tersebutlah Ja’far Ash Shadiq.

    Bahwa di beberapa literatur yang saya baca, Ja’far Ash Shadiq ini termasuk dalam salah satu dari 12 Imam Syiah, ini seperti sebuah cross link dari 2 aliran besar.

    Jadi apabila seorang syiah yang mengamalkan thareqat, kemungkinan besar dia tidak akan mengikuti thareqat yang bersunber pada Abu Bakar. Tapi saya yakin seharusnya pada suatu titik dia akan menemukan bahwa Imam Abu Bakar ada di situ dan tidak mungkin dia tidak mengakui keimaman Beliau.

    Berarti pada titik tertajam perbedaan Sunni – Syiah, yaitu : “….Perbedaan antara Syiah dan Ahlusunnah yang menonjol adalah masalah imamah atau jabatan Ilahi….”

    Disitulah tasawuf menemukan titik temu….Sungguh indah dan damai ya, Abang….

  11. Alhamdulillah.
    Terimakasih pak SufiMuda atas pencerahannya.

    Salam santun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: