Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Archive for the category “Nasehat”

Jangan Kau Minum Racun, Meskipun Kau Ada Penawarnya!

Bagi kaum muslimin memakan makanan halal hal terpenting dalam hidup. Makanan halal akan memberikan kesehatan jasmani juga rohani. Disamping jenis makanan halal, terpenting dari itu adalah bagaimana cara kita memperoleh makanan tersebut. Makanan halal diperoleh dengan cara haram maka hasilnya menjadi haram. Secara ilmiah, (+) X (-) = (-), unsur positif (+) dikalikan dengan unsur negative (-) maka hasilnya menjadi negatif atau tertolak. Tidak hanya makanan, pakaian kita pakai demikian juga. Pakaian dari uang haram kita pakai untuk ibadah maka hasilnya akan tertolak ibadah kita, hasilnya negatif!.
Baca selengkapnya…

Nasehat Imam al-Ghazali

Jika sampai saat ini masih ada orang yang menolak Tasawuf dan segala praktik dzikir dalam Tarekat adalah hal yang wajar karena ilmu dalam agama tersebut berlapis atau bertingkat. Antara satu tingkat dengan tingkat lain kelihatan berbeda namun pada hakikatnya sama. Anak kelas 1 SD berhitung dengan memakai jari tangan karena jumlah hitungan masih bisa dihitung oleh tangan, cara ini tidak lagi diperlukan oleh anak SMP karena hitungan mereka sudah lebih banyak dan rumit. Cara membaca anak SD dengan suara keras dan nyaring tidak berlaku di SMP apalagi di Perguruan Tinggi tapi tujuannya sama yaitu membaca agar memperoleh ilmu. Baca selengkapnya…

..Dan Batu pun Bisa Berlobang..

tetesanAir mengalir setetes demi setetes akan mampu melobangi batu, namun jika diganti dengan air satu drum atau jumlah yang sama dengan yang telah menetes tapi dituang sekaligus, tidak akan mampu melobangi batu, itulah hebatnya istiqamah.” (Guru Sufi). Baca selengkapnya…

Cermai-nya Terlalu Asam

manfaat-buah-cermai-untuk-kesehatan-dan-kecantikanSuatu ketika saya dipanggil oleh Guru ke kamar Beliau, hanya berdua saja. Kebahagiaan yang sulit saya lukiskan ketika diberi kesempatan untuk berdua dengan Guru, saat itulah Guru memberikan pelajaran yang bersifat khusus dan bermanfaat langsung untuk diri saya pribadi. Biasanya Beliau memulai dengan cerita, baik cerita tentang pengalaman Beliau berguru maupun kisah-kisah para Auliya, sahabat Nabi dan juga tentang Nabi SAW. Tapi kali ini ketika saya masuk ke kamar, Beliau langsung mengajukan pertanyaan, “Begitu besar pengorbanan manusia dalam beribadah, kalau dia telah menemukan Guru maka diabdikan diri sepenuhnya kepada Guru siang dan malam, untuk apa semua itu dilakukan? Apa yang dicari oleh manusia?”. Baca selengkapnya…

Khidir dan Musa Dalam Perspektif Sufi

IMG_9488Kisah berguru Nabi Musa kepada Nabi Khidir akan menjadi pedoman dan rujukan bagi segenap manusia yang ingin menempuh jalan kepada Allah SWT lewat bimbingan seorang Guru yang paham Agama secara zahir dan bathin. Ilmu apa lagi yang harus diajarkan Khidir kepada Musa, sedangkan Musa adalah seorang utusan Allah juga, luas pengetahuannya baik tentang agama maupun tentang dunia. Musa tidak akan mungkin bisa menjadi murid Khidir selama dia masih membawa pengetahuan yang pernah dia dapat. Pengetahuan Musa baik tentang agama maupu tentang dunia menjadi penghambat baginya dalam berjalan menuju kepada Hakikat Ilmu. Baca selengkapnya…

Pentingnya Sahabat

sabahatPengalaman pertama yang saya rasakan ketika menekuni tarekat adalah suasana sejuk, damai dan penuh keakraban. Sebelumnya saya sering berkumpul diberbagai komunitas baik organisasi formal maupun tidak, namun keakraban terhadap saudara satu Guru yang saya rasakan melebihi kedekatan dengan saudara kandung. Persahabatan dalam tarekat benar-benar menghilangkan sekat kesukuan, status ekonomi dan latar belakang keluarga sehingga antara satu sama lain melihat saudaranya dalam pandangan yang sama, pandangan penuh kasih sayang, dan hal ini belum pernah saya dapatkan dalam komunitas manapun. Baca selengkapnya…

Sudahkah Anda Ber-Gairah?

20151224_063746Semoga Allah Yang Maha Rahman dan Maha Rahim senantiasa melimpahkan kasih dan sayang-Nya kepada kita semua, hamba-hamba yang senantiasa mencari kerindhaan-Nya. Hal terpenting dalam ibadah adalah mendapat ridha-Nya, mendapat perhatian-Nya dan tercurah segenap kasih-Nya kepada si hamba. Syarat utama untuk mendapat ridha-Nya tidak lain adalah mengenal Dia dengan sebenarnya kenal karena tidak mungkin Allah memberikan kasih sayang kepada orang yang tidak mengenal-Nya. Baca selengkapnya…

Post Navigation