-
Ilusi Pengetahuan
Yuval Noah Harari di dalam bukunya “21 Lessons For 21 Century” menulis bahwa manusia secara individu hanya mengetahui sedikit sekali mengenai dunia, dan seiring berjalannya sejarah, pengetahuan manusia semakin berkurang. Seorang pemburu-pengumpul di Zaman Batu tahu bagaimana cara membuat pakaian, menyalakan api, berburu kelinci, dan menghindari singa. Kita berfikir bahwa saat ini kita mengetahui lebih banyak, tetapi sebagai individu, kita sebenarnya mengetahui lebih sedikit. Kita mengandalkan keahlian orang lain dalam hampir semua kebutuhan.
-
TIDAK BERUBAH DAN TIDAK AKAN DIUBAH
Hal menggembirakan bagi ummat Islam di Indonesia adalah para ulama yang memahami Islam secara mendalam dari berguru baik secara personal maupun di pasantren telah secara terang-terangan di media sosial mengemukakan pendapatnya terhadap persoalan-persoalan yang muncul di tengah ummat saat ini. Ketika ada kelompok baru yang mempermasalahkan tentang qunut, maulid dan hal-hal lain yang sudah menjadi tradisi di kalangan ummat Islam maka para ulama ini memberikan pembelaan secara sangat bagus dengan dalil lengkap sehingga kita semua menjadi tenang dan tidak ragu lagi dengan apa yang telah kita amalkan selama ini. Sejak awal tahun 1990-an, ketika Amerika memulai program terorisnya dengan menjadikan Islam sebagai sasaran maka seluruh dunia seperti di desain dengan…
-
Kebijaksanaan Sufi diantara Wahabi dan Ahlussunah
Dalam menempuh perjalanan kepada-Nya (Thareqatullah) diperlukan seorang pembimbing yang telah benar-benar ahli untuk bisa membawa para murid sampai selamat kehadirat-Nya, sosok ini kita kenal sebagai Mursyid. Seorang Mursyid minimal dia harus seorang Wali Allah (kekasih Allah), artinya tidak semua Wali Allah bisa menjadi Mursyid dan kalau memakai logika ini Mursyid yang tidak mencapai kualifikasi seorang Wali Allah akan menjadi Mursyid syariat saja, mengajarkan tasawuf tapi tidak bisa membawa rohani murid untuk sampai kehadirat Ilahi. Tidak sedikit orang yang hanya bermodal banyak membaca kitab tasawuf, paham maqam-maqam di tasawuf, mengerti definisi yang sering dipakai dikalangan sufi kemudian dengan berbekal ini dia menceritakan ilmu yang dibaca kemudian orang-orang secara bertahap menjadikannya sebagai…
-
POST TRUTH
Saya sering mendapat informasi di media sosial tentang Erdogan, Pemimpin Turki yang diyakini sebagai sosok yang sempurna mewakili Islam. Bahkan ada kata-kata dari Erdogan yang dikutip seperti “dimana azan berkumandang disitulah negeriku”, artinya Erdogan menjadi pelindung bagi negeri-negeri muslim diseluruh dunia. Apakah kebenarannya memang demikian? Bagi pendukung Erdogan tentu informasi yang mereka terima dan mau mereka terima hanya tentang hal-hal baik mengenai Erdogan, kritik terhadap Erdogan langsung dianggap fitnah. Ketika channel Al Arabiya (milik Saudi) dan Al Ain (Uni Emirat Arab) menyebarkan video bukti kerjasama Erdogan dengan Israel maka beramai-ramai pendukung Erdogan menganggap itu Hoaks, padahal mereka percaya 100% ketika Al Arabiya selama 8 tahun terakhir menyebar hoax soal “kekejaman…
-
ORANG KAYA
Sejak menekuni tarekat sampai saat sekarang ini, hal menarik yang saya perhatikan di komunitas tarekat adalah mereka tidak pernah membahas pahala. Kebalikan dari kelompok-kelompok diluar tarekat yang sangat bersemangat mengejar pahala. Tidak mungkin anda menemukan orang-orang tarekat sibuk membahas pahala shalat subuh, pahala shalat tahajud apalagi pahala zikir. Kenapa demikian?
-
SEKULER VS SEKULER TERSELUBUNG DALAM TERIAKAN NYARING: “Ulama Jangan Berpolitik” (2)
Kedua system ini disodorkan kepada kita atas dua dasar sifat manusia, mencari nikmat dan menghindari sengsara. Sebagian orang menganggap system sekuler turki itu baik karena Negara tidak mengintervesi ranah pribadi warga Negara yaitu sikap keshalehan dalam beragama. Sebagian setuju dengan system Arab Saudi, kehidupan beragama warga di atur oleh Negara bahkan cara beragama secara detail dibuat petunjuk jelas, berbeda mazhab pun dilarang. Kelihatan indah dan islami tapi kenyataannya itu semua semu, karena pemerintahannya sama sekuler dengan Turki, Cuma secara terselubung. Kelompok pendukung satu diberi lebel Liberal, kelompok diseberang diberi Lebel Fundamentalis dan pencipta keduanya senyum senyum diluar sana.
-
Siapa Yang Memberikan Kalian Wewenang Quota Haji
Sultan Awliya Mawlana Syaikh Nazim Adil Haqqani qs Bismillahirrahmaanirrahim Siapa yang Memberikan Kalian Kewenangan Quota Haji untuk membatasi jumlah orang untuk mengunjungi Ka`aba yang suci? Ketika Allah SWT membuka Rumah-Nya, Dia memerintahkan Sayyidina Ibrahim (as), “Bangun rumah bagi-Ku yang akan menjadi rumah Tuhan. Ketika kau telah menyelesaikan Baitullah panggil hamba-hambaKU untuk mengunjungi-Ku.” Itu adalah perintah suci. Apa yang kita lakukan sekarang? Mereka mengatakan bahwa tahun ini, kuota untuk haji sudah penuh sekarang, bahwa mereka tidak bisa memberikan lebih banyak visa untuk orang berangkat haji. Mereka mengatakan Mesir dapat mengirimkan 70.000 jamaah saja, tidak lebih, dan Turki dapat mengirimkan 100.000 jamaah haji, Suriah dapat mengirimkan 25.000, Pakistan dapat mengirimkan 200.000.