Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Archive for the tag “Makrifat”

Setelah Shalat Subuh (14)

Hijab (tirai penghalang) terbesar antara manusia dengan Allah adalah dirinya sendiri. Hawa nafsu yang cenderung membawa manusia kepada kesesatan. Pembagian jenis hijab ini telah kami uraiankan dalam tulisan terdahulu (Setelah Shalat Subuh, 13), silahkan di baca. Begitu beratnya manusia melawan dirinya sendiri maka Rasulullah SAW menyebut sebagai Jihad Akbar, atau perang besar dan dalam dunia tasawuf dikenal sebagai Mujahadah (berjihad secara terus menerus melawan hawa nafsu).

Baca lebih lanjut…

HIJRAH

Saat ini kita telah memasuki tahun baru 1440 hijriah, artinya lebih kurang sudah begitu lama Nabi Muhammad SAW meninggalkan kita secara jasmani dan Islam juga telah melewati rentang waktu yang lama pula. Kebanyakan orang Islam di 1 Muharam memperingati tahun baru dengan mengenang peristiwa hijrah Nabi, anak-anak melaksanakan karnaval, berjalan dalam jarak tertentu agar mereka ikut merasakan apa yang dirasakan oleh Nabi 14 Abad yang lampau. Akan tetapi kita juga tahu bahwa Nabi berhijrah dari Mekkah ke Madinah bukanlah di bulan Muharam, tapi di bulan Rabiul Awal tepatnya tanggal 2 Rabiul Awal dan sepuluh hari kemudian tanggal 12 Rabiul Awal, Beliau bersama dengan Abu Bakar Shiddiq tiba di kota madinah. Peristiwa itu juga bertepatan dengan 16 September 622 M. Jadi kalau memakai perhitungan kalender Masehi maka Nabi Hijrah di bulan September, persis bulan yang sedang kita jalani saat ini. Baca lebih lanjut…

Setelah Shalat Subuh (13

Semoga Allah SWT Yang Maha Rahman dan Maha Rahim senantiasa membimbing dan menuntun kita semua agar selalu berada di jalan-Nya mendapat rahmat dan karunia-Nya dari hayat hingga akhir kalam. Pada pagi yang berbahagia ini saya akan membahas tentang HIJAB dan ini merupakan tulisan yang ke-13 dari “Setelah Shalat Subuh” yang saya tulis setelah selesai shalat subuh.

Secara sederhana Hijab artinya batas, penghalang atau penutup. Kita bukan membicarakan tentang Jilbab, kerudung, cadar atau penutup aurat wanita yg lain. Hijab yang kita bahas adalah batas atau penghalang antara diri kita dengan Allah SWT. Ini hal yang sangat pokok dalam agama karena ketika antara hamba dengan Tuhan masih terhalang, maka hamba tidak mengenal sama sekali Tuhannya dan kondisi ini menyebabkan dia juga tidak bisa menyembah apalagi mengabdi kepada Allah. Baca lebih lanjut…

Setelah Shalat Subuh (7)

asholat-subuhSaya telah menulis begitu banyak tulisan yang berhubungan tentang makrifat, sahabat sekalian bisa membaca di sini baik dengan judul memakai kata “makrifat” atau tulisan yang tidak memakai kata tersebut. Penting untuk kita pahami bersama bahwa makrifat adalah hal terpenting dalam beragama, merupakan pondasi untuk meletakkan bangunan amalan lain, tanpa makrifat maka seluruh amalan akan menjadi sia-sia. Makrifat tentu saja bukanlah sebuah ilmu yang bisa dipelajari, tapi merupakan karunia Allah yang diberikan kepada hamba yang istiqamah dalam bermujahadah. Begitu pentingnya makrifat atau makrifatullah sehingga Nabi bersabda, “Awal/pokok beragama adalah makrifat kepada Allah”.

Rukun Islam yang 5 perkara dan menjadi hal terpenting bagi seorang muslim harus dilaksanakan atas dasar makrifat kepada Allah agar ibadah tersebut memiliki makna dan diterima oleh Allah SWT. Syahadat, hal terpenting menempati urutan pertama, sebuah kalimat pendek yang akan membedakan apakah seseorang tersebut termasuk muslim atau kafir. Kualitas syahadat antara satu dengan lain tentu saja berbeda, tergantung kedalaman ilmu yang dimilikinya. Syahadat awam akan sangat berbeda dengan syahadat orang yang sudah mencapai tahap makrifat. Syahadat awam yang berupa kalimat pendek bisa diucapkan oleh siapapun tanpa kecuali orang diluar Islam, karena itu merupakan kalimat sangat sederhana. Baca lebih lanjut…

Pertanyaan Malaikat.

tanya2Sewaktu saya kecil ketika umur 6 tahun saat mengaji saya banyak dapat pelajaran tentang Agama dan yang paling menarik adalah tentang pertanyaan malaikat munkar nankir sang penjaga kubur. “Malaikat menanyakan kepada kita, barangsiapa yang bisa jawab maka dia dapat nikmat dan barangsiapa tidak bisa jawab akan dicambuk oleh malaikat” demikian guru mengaji saya mengingatkan dan membuat kami semua ketakutan. Saya sangat serius menghapal pertanyaan yang bakal ditanyakan malaikat kelak kalau sudah meninggal dan kunci jawabannya. Saya masih ingat pertanyaan dan jawaban yang diajarkan ketika saya mengaji waktu kecil :

Tanya : Man Rabbuka? Jawab : Allahu Rabbi. Allah Tuhanku. Baca lebih lanjut…

Belajar Terakat Harus Umur 40 Tahun?

sujud1Saya membaca ulang tulisan berjudul Syariat, Tarekat, Hakikat dan Makrifat adalah SATU yang saya tulis 25 April 2013 dan ingin melanjutkan pembahasan tentang isi tulisan tersebut karena ini merupakan hal yang pokok di dalam kita menjalankan agama.

Sebagian kita pernah mendengar nasehat tentang kehati-hatian di dalam melaksanakan tarekat dan hal-hal yang berhubungan dengan mistisme Islam. Sebagian memberikan nasehat agar kita mencukupkan umur dulu sampai 40 tahun baru kemudian menekuni tarekat agar lebih serius dalam menjalankannya sementara ada yang berpendapat seseorang harus sempurna terlebih dahulu syariatnya baru kemudian dia menekuni tarekat agar dalam melaksanakan amalan tarekat tidak menyimpang dari ajaran Agama. Baca lebih lanjut…

Beda Ilmu dan Makrifat

adabPagi ini saya coba membahas tentang ilmu dan makrifat, sesuai dengan status di Facebook tapi pagi, “Ilmu menyadarkan manusia akan adanya Allah sedangkan makrifat membawa manusia kehadirat-Nya”. Ilmu diperoleh dengan mencari, mempelajari, menelaah sehingga memperoleh sebuah kesimpulan dan kesimpulan tersebut disebut sebagai pengetahuan. Untuk mendapatkan ilmu diperlukan panca indera sebagai media penerimanya. Baca lebih lanjut…

Post Navigation