Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Archive for the category “Kisah Hikmah”

Ketika Syekh Ibrahim bin Adham Terusir dari Mesjid

Syekh Ibrahim bin Adham berniat menginap di masjid ketika dingin malam menusuk tulang-tulangnya. Tapi tak diangka, selepas shalat Isya’, saat jamaah yang lain pulang semua, tiba-tiba ia dihampiri seorang imam dan memintanya keluar.

“Saya orang luar. Saya berencana menginap malam ini di masjid,” Ibrahim bin Adham menjelaskan.

“Tidak ada alasan!”

Sufi zuhud itu pun terlibat obrolan panjang dengan si imam, hingga akhirnya kakinya diseret lalu melemparkan tubuhnya ke tempat pembuangan sampah. Pintu masjid pun ditutup.

Baca lebih lanjut…

Engkau Tidak Akan Di Tinggalkan Oleh Rasulullah

Bilal bin Rabbah sosok lelaki berkulit hitam yang dipercayakan oleh Nabi sebagai pengumandang azan, tugas yang membuat dia selalu dekat dengan Nabi SAW. Bilal sangat mencintai Nabi, terbukti dengan tidak berpaling keimanannya dari Islam walaupun nyawa sebagai taruhan, Bilal pernah disiksa, dijemur diatas pasir panas dan dibawah terik matahari, kemudian perutnya di diletakkan batu sehingga sulit bagi Bilal untuk bernafas, namun siksa yang mendera dirinya tidak mampu meluntutkan rasa cinta kepada agamanya, rasa cinta kepada sosok Muhammad, orang yang diyakini sebagai utusan Allah. Baca lebih lanjut…

Kisah Nabi Sembuhkan Kebutaan Lewat Mimpi

jamaahDirinya sungguh tak menyangka bakal sembuh dengan cara istimewa. Semula orang laki-laki ini sehari-hari diliputi gelap karena kondisi matanya yang sama sekali tak dapat melihat. Dalam kebutaan tersebut, hanya satu dalam dirinya yang menyala sangat terang: semangat untuk sembahyang berjamaah.

Kitab Kifayatul Atqiya’ wa Minhajul Ashfiya’ mengisahkan, laki-laki buta itu biasa berjalan menuju masjid tanpa dipandu tongkat selayaknya penyandang tunanetra pada umumnya. Jatuh cintanya yang amat pada shalat jamaah telah meruntuhkan rasa khawatir akan celaka akibat sikap pasrahnya itu.
Namun musibah tak bisa ditolak. Suatu hari laki-laki tersebut terjatuh di jalan hingga kepalanya terluka. Perjalanan menuju masjid gagal. Ia harus dibawa kembali ke rumah untuk istirahat.
Baca lebih lanjut…

Gaya Hidup Sederhana…

ajim premji

Azim Premji, Millioner yg Hidup Sederhana

Setiap orang memiliki selera berbeda tentang gaya hidup, ada yang senang dengan kesederhanaan namun banyak yang senang dengan gaya hidup mewah. Gaya hidup merupakan sebuah tampilan, seperti cover sebuah buku, terkadang tidak selalu menggambarkan persis isinya. Ada orang kemampuan finansial nya biasa-biasa saja tapi tampil bergaya mewah menutupi kekurangannya atau memang itu merupakan gaya hidup yang dia pilih sementara ada juga yang memang tergolong kaya raya menjalani gaya hidup mewah, dia menampilkan apa adanya kemakmuran yang dimilikinya. Sementara ada juga orang kaya raya tapi memilih hidup sederhana dan dia merasa nyaman dengan kesederhanaan tersebut tapi ini jenis manusia yang sedikit alias langka. Baca lebih lanjut…

Mengundang Tuhan Makan Malam

Pada suatu hari, beberaoa orang dari Bani Israil datang menemui Nabi Musa as, dan berkata;

hidangan“Wahai Musa, bukankah kau boleh berbicara dengan Tuhan? Kami ingin mengundangnya makan malam”
Nabi Musa as marah luar biasa, lalu ia berkata;”
Tuhan tidak pernah makan dan minum”

Ketika Nabi Musa asa datang ke gunung Sinai untuk berbicara dengan Allah, Allah S.W.T bersabda;
“Mengapa engkau tidak menyampaikan kepadaKu undangan makan malam dari hambaku?”
Nabi Musa as menjawab;
Baca lebih lanjut…

Karamah Umar bin Abdul Azis, Serigala Jadi Jinak

dombaSiapa yang tidak kenal dengan sosok khalifah ke-5, Umar bin Abdul Aziz yang terkenal dengan sikap adil dan zuhud. Keramat seputar keadilannya ini terekam dalam sebuah kisah sebagaimana diceritakan dalam kitab “Hikayat Islamiyyah Qablan Naumi lil Atfhal” karya Najwa Husain Abdul Aziz.

Suatu ketika ada serigala pada masa kepemimpinan Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang bercampur dengan ratusan kambing yang digembalakan oleh seseorang. Baca lebih lanjut…

Memahami Cinta Allah

sujud1Di sebuah negeri zaman dulu kala, seorang pelayan raja tampak gelisah. Ia bingung kenapa raja tidak pernah adil terhadap dirinya. Hampir tiap hari, secara bergantian, pelayan-pelayan lain dapat hadiah. Mulai dari cincin, kalung, uang emas, hingga perabot antik. Sementara dirinya tidak.

Hanya dalam beberapa bulan, hampir semua pelayan berubah kaya. Ada yang mulai membiasakan diri berpakaian sutera. Ada yang memakai cincin di dua jari manis, kiri dan kanan. Dan, hampir tak seorang pun yang datang ke istana dengan berjalan kaki seperti dulu. Semuanya datang dengan kendaraan. Mulai dari berkuda, hingga dilengkapi dengan kereta dan kusirnya. Baca lebih lanjut…

Post Navigation