Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Makrifat Bukan Tujuan Akhir

kaligrafi-allah-3Awal beragama Makrifatullah” begitu kata baginda Rasul untuk mengingatkan ummatnya untuk fokus mencapai tahap makrifat kepada Allah sebagai syarat awal agar seseorang dinilai telah beragama. Makrifatullah dalam makna umum berarti mengenal atau mengetahui tentang Allah. Makrifat terbagi menjadi Makrifat Asma (nama), Makrifat af’al/fi’il (perbuatan) dan Makrifat Dzat (Memandang Dzat Allah).

Makrifat dengan nama Allah berarti kita mengenal tentang Allah lewat nama-nama-Nya, adalah 99 nama yang baik (asmaul husna) yang terdapat dalam al-Qur’an. Ar-Rahman dan ar-Rahim misalnya mengajarkan kita bahwa Allah adalah sosok yang mempunyai sifat pengasih dan penyayang. Al-‘Aziz, Maha Perkasa atau Maha Kuat, dengan nama itu tergambar dalam pikiran kita akan Tuhan yang Maha Kuat, sumber dari segala kekuatan. Dengan mengetahui nama tersebut akan membuat kita sadar bahwa di atas kita ada sosok yang jauh melebihi kemampuan kita. Dengan mengetahui nama-nama-Nya adalah salah satu cara kita mengenal-Nya.

Makrifat dengan af’al/fi’il atau sifat, ada 20 sifat Allah yang wajib diketahui oleh hamba-Nya. Kalam, atau berkata-kata akan mengajarkan kita bahwa Allah memiliki sifat berkata-kata, dengan itu memberikan keyakinan bahwa Allah memberikan petunjuk kepada seluruh manusia dengan perantaraan kata-kata-Nya. Kata-kata-Nya yang disampaikan kepada Nabi ditulis dalam bentuk kitab suci sedangkan kata-kata-Nya yang disampaikan kepada hati orang beriman akan memberikan petunjuk secara pribadi kepada orang tersebut dalam kehidupannya. Sifat Kalam Tuhan itu abadi, artinya tidak mungkin Tuhan hanya berkata-kata zaman dulu saja ketika Nabi ada tapi Dia akan terus berkata-kata sepanjang zaman, cuma diperlukan ketenangan jiwa dan hati yang bersih untuk bisa mendengarkan firman-Nya.

Makrifat Dzat, mengenal Dzat Allah, ini adalah puncak makrifat, mengenal dengan sebenar kenal. Dengan makrifat seorang hamba yang telah disucikan dan intensif berdzikir lewat hati sanubarinya, dapat melihat Tuhan Allah SWT. Para Sufi mengatakan, “Kalau mata yang terdapat dalam hati sanubari manusia terbuka, mata kepalanya akan tertutup dan ketika itu yang dilihatnya hanya Allah SWT. Makrifat merupakan cermin. Jika seorang sufi melihat ke cermin, maka yang dilihatnya hanya Allah SWT. Yang dilihat orang arif sewaktu tidur maupun bangun hanya Allah SWT

Kenapa awal beragama makrifat kepada Allah, karena jika tidak mengenal Allah maka tidak mungkin manusia bisa menyembah-Nya dan tidak mungkin bisa mencintai-Nya. Maka sangat penting bagi seluruh manusia untuk mencapai tahap makrifat agar ibadah-ibadah yang dilakukannya tidak sia-sia.

Nabi Ibrahim mendapat perintah untuk mengorbankan anaknya lewat mimpi, Allah memerintahkan Ibrahim untuk menyembelih anaknya. Kenapa Ibrahim melaksanakan perintah yang “aneh” tersebut karena dia sangat yakin yang memerintahkan adalah Allah. Kenapa sangat yakin yang datang dalam mimpinya adalah Allah, karena Nabi Ibrahim telah mencapai tahap makrifatullah, mengenal Dzat Allah SWT. Akal tidak mampu menguraikan tentang wujud Allah yang datang dalam mimpi Ibrahim, tasawuf dengan mudah menguraikannya. Uraian tentang makrifat dan pengalaman-pengalaman tentang makrifat hanya bisa dipahami oleh orang yang telah berada di alam makrifat pula.

Makrifat tidak di dapat lewat perenungan, lewat kajian-kajian atau bacaan-bacaan. Ribuan buku tasawuf tidak akan membawa seseorang mencapai makrifat. Al-Ghazali berkata, “Alat seorang sufi mendapatkan makrifat adalah qalbu, bukan panca indera atau akal. Pengetahuan yang diperoleh qalbu lebih benar daripada pengetahuan yang diperoleh melalui akal. Jalan untuk memperoleh kebenaran adalah tasawuf (makrifat bukan filsafat)”. Al-Ghazali memaknai makrifat sebagai Memandang Wajah Allah.

Setelah mencapai tahap makrifat seperti yang disebutkan oleh Rasulullah SAW, barulah seseorang bisa menerapkan segala ibadah yang dianjurkan oleh agama. Zunnun al-Mishri mengatakan bahwa makrifat mempunyai jangkauan moral yang nilai kemanusiaan seoptimalnya yang harus berhias ahklak Allah SWT. Pergaulan orang arif bila telah sampai ke tingkat ini bagaikan pergaulan dengan Allah SWT. Aisyah istri Nabi ketika ditanya tentang akhlak Rasulullah menjawab bahwa akhlak Rasulullah adalah al-Qur’an.

Hanya Allah yang mengetahui siapa dari hamba-Nya yang benar-benar mengenal-Nya, sampai ke tahap makrifat. Tapi tentu saja orang yang telah mengenal Allah sebagaimana disebutkan tadi maka Akhlaknya akan mengikuti akhlak Rasulullah SAW. Menurut zunnun adalah tiga tanda orang Arif (Orang yang telah mencapai tahap Makrifat) :

  • Cahaya Makrifat tidak memadamkan cahaya kerendahan hatinya,
  • Tidak mengakui secara bathiniah, ilmu yang bertentangan dengan hukum lahiriah (Hukum Syariat).
  • Nikmat Allah SWT yang banyak itu tidak mengiringnya untuk melanggar larangan Allah SWT.

Orang Arif dengan pengetahuannya yang luas, hakikat yang mendalam akan tetap menjaga amalan-amalan zahir yang di syariatkan oleh agama. Orang yang mengaku bermakrifat kemudian bertingkah aneh, meninggalkan kewajiban agama, berakhlak yang tercela akan diragukan tentang makrifatnya. Kehebatan dan kekeramatan yang diberikan Allah kepadanya tidak dipakai untuk melanggar perintah Allah, melakukan perbuatan-perbuatan tercela, ini penjelasan dari ciri-ciri orang makrifat menurut Dzunnun al-Mishri.

Kesimpulan dari tulisan ini bahwa makrifatullah atau mengenal Allah adalah awal beragama, dengan mencapai makrifat maka segala ibadah akan bermakna karena kita mengenal siapa yang kita sembah. Kalau Makrifatullah adalah awal beragama, lalu apa akhir dari agama? Akhir dari beragama juga makrifatullah karena Makrifatullah adalah ruh dari agama.

Demikian.

Single Post Navigation

51 thoughts on “Makrifat Bukan Tujuan Akhir

Comment navigation

  1. Terimakasih, Artikel yang bagus.
    Numpang Promo ya .com

    “TAMAN MURAH TERIMA JASA:”
    Pembuatan taman, Desain taman, Perawatan taman, Taman vertical, Track jogging, Kolam minimalis, Relief, Tebing batu alam dll
    MENJUAL:
    – Tanaman Hias
    – Jenis jenis Rumput
    – Pohon pelindung
    – Pohon Bonsai
    – Jenis jenis Bambu
    – Dll

    CONTAC US :
    Telpon : 0812-9391-1848
    Whatsapp : 0815-1469-0244
    Email : taman_murah@yahoo.com
    YM : arif_tamanminimalis
    BB : 27FDC3D8
    Web : http://www.tamanmurah.com

    Melayani : Jabodetabek
    Alamat : Jln Raya Parung-Bogor 16320

  2. arkana on said:

    Abang ku ini memang baik banget…. sampai yang cuma promosi juga di-approve… 🙂
    btw..si arif ini tinggalnya di daerah parung… harusnya tinggal selangkah lagi ke Baitullah…mudahan dengan masang iklan di sini, dapat hidayah ya, Abang… 🙂

  3. Salam saudara: Kita ini hanya berbicara pasal amalan ibadat orang lain yang zaman dulu yang sudah gahaib dan melihat amal ibadat bawaan bapa dan guru.Hendaklah kita memasuki benar-benar pengajian ketuhanan hakiki itu.Sama ada ia dilihat dalam kacamata sufi atau tarekat atau kebatinan.Sebab semua perkataan tersebut tidaklah tepat terus mengambarkan ilmu dan amalan hubungan ketuhanan.batin itu jiwa atau hati manusia atau perasaan.Tarekat itu kumpulan beramal ibadat tertentu dengan sistemnya.manakala suffi itu kaum suffah dengan corak hidup zuhud.Mungkin sufi itu suci.Maka ini hal manusia itu bukannya hal tuhan zat itu.Sepatutnya kita capai menlihat zat Allah Taala seperti nabi Muhammmad israq melihat berbicara .Sama ada ia sufi,tarekat,marifat atau sebarang apa istilah tepat atau meleset tidaklah kita hiraukan.Kita bermatlamat demikian seperti Nabi Muhammad hadapinya. Namun harus di ingat bahawa keilmuan wali adalah bernama ilmu usul darjat:Yang mana isinya tahu perkataan ,maqamnya dan adab.Jika terlalu meleset istilah tentulah meleset fokus dan makna.Jangan binggung,sucikan diri tanpa syirik tersembunyi.Berbuat banyak ibadat dan berjaga malam serta carilah khusyuk dan tafakur agar Allah fanakan diri kamu sekehendakNya.Maka kamu marifat demi marifat kemudiannya.Tanpa kira kamu ahli tarekat dan sufi apa pun lagi.Kamu adalah kekasih Allah.

    Perkara ghaib ghuyub itu perkara zahir dan lumrah bagi kamu nanti kaum marifat hakiki.Roh kamu adalah perkara ghaib yang penting bagi kamu.Bolehkah kamu berbicara dengan roh kamu sendiri dan mendapat maklumat yang paling benar darinya.?.Bolehkah kamu berkata-kata dengan para malaikat dan jin serta para bayi dan para ahli kubur dan dengan Allah Taala atas perkara maklumat benar dan tepat.Bolehkah kamu menjadi murad Allah Taaala?.Dia akan meneguyr kamu atas perkara tidak tepat secara terang dariNya.?Bagaimanakah kamu semua memberi fokus kepada kitab yang mengandungi benda-benda penting tiada ditulis di dalamnya.Semua ilmu teori ketuhanan saja dan ilmu ketokohan saja yang diisi dalam kitab-kitab itu.Selebihnya ada pada guru mursyid secara teori dan pratek mistik ada pada Allah Taala sendiri sebagai guru ilmu ketuhanan yang paling benar itu.Hendaklah kamu percaya ilmu hakikat yang hakiki itu diajarkan dalam keadaan kamu mati af al dan mati akal.Tika kamu tiada berdaya dan lemah.Maka pengajarnya adalah Allah Taala sendiri menjalankan diri kamu mempelajari pengalamn-pengalamn mistik ketuhanan itu. Sudah..jangan meleset jauh. Wasssalam

  4. Salam :saya menyetujui perkataan syariat memperkenalkan adanya Allah Taala dan ilmu jalan hakikat membawa sampai kepadaNya semasa kita masih hidup

    Alasannya : Semua manusia dan jin akan sampai mengenal rohnya sebaik ia mati sehingga dia dikuburkan.Kemudian tidak berapa hari kemudian rohnya diangkat mengadap Zat Allah Taala lalu ia pun kenal.Kenal Allah ini di saat ini adalah umum dan semuanya.Tidak kira manusia dan jin mati dewasa atau bayi.Kalangan Jin itu hendaklah yang diwajibkan ibadat dan bukan jin kalangan binatang atau pokok.Manakala setan adalah jin yang tiodak merasakan cepat mati.maka ia temui Allah apabila Qiamat khabir nanti.

    Berkenaan awaluddin marifatullah itu ada pihak kata ia hadis qudsi dan ada pihak mengatakan ia pepatah Arab lama.

    Namun apapun saya mahukannya sebagai panduan kerana ia menerangkan perkara yang benar.Samada hadis atau pepatah tidak timbul kalau ia memang benar.Contohnya jika orang Arab kata kaldai itu binatang lasak dan degil.maka kita orang yang belum pelihara kaldai ini kena percayalah kata-kata orang yang sudah amat biasa dengan kaldai itu.Maka setelah kita uji dan lihat maka benar-benar kata itu benar tentang kaldai.

    “Awalluddin makrifat itu adalah kata rasul dan timbul dalam hal ehwal rasululah samada nabi Muhammmad atau rasul yang terdahulu.Awal agama atau permulaan agama sudah tentulah apabila para rasul terima wahyu dan sudah tentu ia telah mengenal lihat zat Allah Taala.Tidak rasul itu terima agama tanpa kenal tuhan itu.Maka bermulalah agama itu setelah para rasul kenal,yakin dan lihat zat Tuhan itu.

    Bagaimana pula kita selaku umat dan pengikut para rasul?.Apakah kita patut kenal,lihat dan yakin atau jumpa zat Allah Taala itu(marifat) barulah kita adakan agama?.Sudah tentu memulakan agama itu hanya rasul bukannya pengikut. Namun apabila kita mnakrifatullah maka sempurna dan lengkaplah agama kita itu berbanding orang lain. Maka jadilah “Kamaluddin makrifatullah”.Tentulah sempurna taat,takut,cinta kita kepada Allah dan agama Allah apabila kita makrifatullah hakiki. Adalah sebaiknya mengambil fahaman ini dari terus memakai awaluddin marifatullah.Ia hadis yang dipertikaikan palsu.Samada ia hadis atau tidak bukan soalnya.Isi dan maknanya itu adalah tepat.Dengan adanya hadis atau pepatah Arab ini.Maka ia jadi panduan dalam mengenal Allah Taala pada cogankatanya.Namun musyahadah itulah paling perlu dalam kepercayaan dan ilmu rohaniah. Bebas dari syirik tersembunyi itu buat kita suci dalam tauhid.Ibadat dan musyahadah itu perlu suci syirik tersembunyi terlebih dahulu melalui ilmu teori ketuhanan.Maka bacalah kitab kitab untuk perolhi teori.Haram dan tidak mungkin menulis dalam kitab tentang pengalamnan mistik dan sifat zat Allah Taala.haram dan tidak mampu mengajar jalan ketuhananan melalui buku-buiku.Jadi semua kitab lama dan baru hanyalah mendedahkan kulit saja dalam keilmuan ketuhanan. Wasssalam

    • Assalamualaikum wwb.salam penuh rahmat dari yg maha kuasa tuk ikhwan semuanya amin national alamin.”Maaf sebelum nya jikalau pendapat saya tentang sareat,tarekat,hakikat marifat kurang berkenan di hati dan fikiran angin angin semua ,karna keterbatasan ilmu saya melihat pemahaman agama dengan sareat tarekat,hakikat,marifat sepengetahuan dan keterbatasan akal fikir saya dalam kesetiaan itu adalah suatu soal yg butuh jawaban dengan suatu kesadaran yg tinggi sehingga kita semua dapat menyadarinya menjawab nya dalam arti perbuatan yg benar dalam arti bismillahirohmanirohim tersebut.hidup arti penuh arti namun apa itu arti tanpa suatu bukti .Bukan kah kita sudah tahu dengan yg salah dan kita juga sudah tahu yg benar yg heran ya kenapa kok kita masih saja belajar kapan kita akan meng aplikasikan hasil pengetahuan tersebut karna soal dari allah swt.secara logika kita berfikir kan yg dibutuhkan allah swt .adalah jawaban nya bukan soal nya kembali yg harus kita kembalikan kepada pembuat soal kan,?kirimkan wa salam.

  5. ALLAH ITU PANGKAL ASMA’UL KHUSNA YG HARUS PERLU DI KETAHUI SESUNGGUNYA YG DI SEMBAH YG MENYEMBAH YG DI SEMBAH ITULAH AWAL AGAMA..!!! AKHIR AGAMA MENURUT SABDA NABI ” BERBUDIPEKERTILAH BUDIPEKERTI NYA ALLAH, SAYANGILAH DI BUMI NESCAYA DI SAYANGI APA YANG DI LANGIT”. @ SUFITUA. WASALLAM.

  6. ALLAH ITU PANGKAL ASMA’UL KHUSNA YG HARUS PERLU DI KETAHUI SESUNGGUNYA YG DI SEMBAH ITULAH AWAL AGAMA YG MENYEMBAH..!!! AKHIR AGAMA MENURUT SABDA NABI ” BERBUDIPEKERTILAH BUDIPEKERTI NYA ALLAH, SAYANGILAH DI BUMI NESCAYA DI SAYANGI APA YANG DI LANGIT “..!!! WASALLAM @SUFITUA.

  7. riko saputra on said:

    Berjayalah orang2 yg dikehendaki ILLAHI ALLAH?? ALLAH lah yg mengkehendaki seseorg mendapatkan sgla rahasianya?? Kenali 4 yg ada tubuh..,, dan jalani sariat,,hakikat yg benar?? Maka akan mencapai tarikat dan makrifathuLLAH..

    • SALAM SEJAHTERA..!!! KESEMUANYA PARA NABI ATAU RASULULLAH MEMBAWA AGAMA TAUHID SERTA AKHLAK YANG MULIA..!!! TAUHID ARTINYA ESA BUKAN SATU DUA TIGA ATAU ONE TWO THREE ATAU TRINITY..!!!! PENG’AKU’AN ISLAM ” LA ILAHA ILLALLAH ” ADALAH KALIMAT TAUHIDUL DZAT YANG TIDAK BERBENTUK SEPERTI MAKHLUK ATAU MANUSIA ATAU PATUNG BERHALA YANG MEREKA SEKUTUKAN..!!! DAN ” MUHAMMADUR RASULULLAH ” ADALAH KALIMAT RASUL YANG BERSIFAT YANG TERPUJI ITU ADALAH AKHLAK YANG MULIA YANG HARUS DI IKUTI OLEH MANUSIA..!!! WASALLAM..

  8.  “kemauan orang arif itu memuji,sedangkan kemauan orang yang zahid itu berdoa,karena keinginan orang yang arif itu memperoleh pahala,sedangkan keinginan orang yang zahid itu kemanfaatan dirinya”

    orang yang arif selalu memuji keagungan sifat-sifat alla swt.orang yang zuhud berpaling dari keinginan dunia,selain berdoa,dia bertawaduk kepada allah swt,memohon kebaikan dari-NYA.

    orang arif bertujuan memikirkan tuhannya,bukan memikirkan pahala dan surga, sedangkan orang yang zuhud memikirkan kemanfaatan dirinya sendiri,yaitu pahala dan surga.jadi,perbedaan antara keduanya , tujuan orang yang zuhud adalah memikirkan agar dia mendapatkan bidadari , sedangkan tujuan orang arif ialah memikirkan dihilangkan tirai-tirai dari dirinya.by bintang ulama

  9. Ping-balik: Makrifat Bukan Tujuan Akhir — Sufi Muda | psjokotingkir

Comment navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: