Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Archive for the tag “Tasawuf”

RISET (Bag 2)

Bagi yang beragama hanya pada tataran kulit atau Syariat sangat aneh menerima pertanyaan-pertanyaan kritis tersebut. Sama halnya dengan pendidikan sebelum universitas, disana hanya ada dogma saja, meyakini tanpa harus perlu susah payah membuktikan. Hapal semua rumus-rumus kemudian diberi ujian berupa rumus hapalan itu juga, tanpa pernah membuktikan kebenaran rumus tersebut.

Bagi yang beragama hanya pada tataran kulit atau Syariat sangat aneh menerima pertanyaan-pertanyaan kritis tersebut. Sama halnya dengan pendidikan sebelum universitas, disana hanya ada dogma saja, meyakini tanpa harus perlu susah payah membuktikan. Hapal semua rumus-rumus kemudian diberi ujian berupa rumus hapalan itu juga, tanpa pernah membuktikan kebenaran rumus tersebut.

Tarekat ibarat pendidikan universitas, kelanjutan dari pendidikan Dasar dan Menengah. Di Universitas tidak lagi berlaku dogma-dogma, keyakinan tanpa bisa dibuktikan. Seorang Mahasiswa harus bisa menemukan kebenaran dari setiap teori yang telah di hapal di sekolah. Untuk bisa membuktikan kebenaran teori itu harus dibimbing oleh seorang Profesor ahli yang telah berulang kali melakukan riset sehingga nanti hasilnya bisa sama dengan teori tersebut.

Baca lebih lanjut…

Selamat Dan Sukses

Azyumardi“Tasawuf/Sufisme merupakan bagian integral ajaran normatif dan praksis Islam. Meski sepanjang sejarahnya, Sufisme sering digugat kaum literalis/puritanis, Sufisme tetap bertahan ; bahkan terus menemukan momentum dalam zaman Globalisasi sekarang, khususnya di Indonesia. Kehadiran majalah Sufimuda sangat tepat waktu dan dapat memberi kontribusi bagi pemahaman lebih benar dan akurat tentang Sufisme” (Prof. DR. Azyumardi Azra, CBE, Guru Besar, Direktur Pasca Sarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Anggota Council of Religions dan World Economic Forum Davos)

FRanz magnisSaya menyambut gembira terbitnya majalah SUFIMUDA. Ajaran tasawuf mengantarkan manusia ke lapisan dalam jiwa di mana ia bersentuhan dengan Tuhan, dasar eksistensi segala-galanya. Karena dasar yang sama itu, meskipun pandangan keagamaan barangkali berbeda, manusia bisa bersatu. Dan karena itu mereka berdamai dan saling menghormati dalam perbedaan. Semoga majalah SUFIMUDA mengantar banyak pembaca ke keluasaan hati yang mau berdamai dengan semua orang apa pun kekhususan keagamaannya. (Franz Magnis Suseno SJ, Rohaniawan Katholik Guru Besar STF Driyarkara Jakarta)

abuya“Majalah ini ditulis dengan bahasa yang sangat mendalam dan indah sekali. Bahasa seperti ini hanya bisa ditulis oleh orang yang sangat paham tasawuf dan mempraktekkan tasawuf secara mendalam. Begitu tahu majalah ini terbit, saya langsung berlangganan selama satu tahun . Buku Perjalanan Sufimuda juga telah saya baca sampai habis, isinya sangat sesuai dengan ajaran taswuf sebenarnya (Abuya Syekh Amran Waly Al-Khalidy, Guru Mursyid, Pimpinan Tasawuf Tauhid Aceh).

nur ichwan

Selamat atas terbitnya majalah sufimuda. kalau distribusinya nasional, ini sangat luar biasa dan akan jadi majalah pertama aceh yang skop-nya nasional, smoga sukses”.

(Dr. Moch. Nur Ichwan, M.A) Ketua Program Studi Agama dan Filsafat Pasca Sarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

 

“Kehadiran Majalah Sufi Muda ini patut disambut dengan suka cita. Sufisme mempunyai akar yang sangat kuat di kalangan Muslim Indonesia. Sayangnya Mohammad iqbaldiskursus keagamaan belakangan lebih banyak menampilkan dimensi legal-formal dan politik yang tidak jarang berkelindan dengan perebutan kekuasaan antar kelompok masyarakat. Majalah ini bisa berperan penting dalam mengangkat kembali nilai-nilai kebijaksanaan  dalam tradisi tasawuf yang sangat dibutuhkan dalam menumbuhkan semangat persaudaraan, perdamaian dan sekaligus menjadi fondasi nilai bagi pengelolaan keragaman agama”.

Dr. Mohammad Iqbal Ahnaf, Sekretaris Program Studi Agama dan Lintars Budaya Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada- Yogyakarta

aan anshoriSebagai jembatan mendialogkan filsafat dan dunia realitas , majalah ini layak diapresiasi.  Kehadirannya akan merangsang tumbuhnya sikap menghargai keragaman yang mulai tergerus oleh gerakan intoleransi diIndonesia. Selamat untuk majalah Sufimuda .

(Aan Anshori  Koordinator Presidium Jaringan Islam Antidiskriminasi (JIaD) Jawa Timur dan Koordinator Jaringan Gusdurian Jawa Timur) Baca lebih lanjut…

Keutamaan Wali di atas Alim

Penghargaan masyarakat terhadap ilmu pengetahuan sangatlah tinggi. Setinggi penghargaan mereka terhadap para pemiliknya (ulama). Betapa taat dan ta’dhimnya para santri kepada para ulama dapat dilihat ketika mereka berbondong-bondong mendengarkan petuah, pengajian dan ta’limnya. Hal ini sesuai dengan petunjuk agama untuk menghargai ilmu dan para pemegangnya.

Baca lebih lanjut…

Islam Berlapis… (2)

Kalau hanya mengandalkan asfek zahir Agama, maka kita hanya bisa mengajarkan agama kepada akal fikiran manusia dan manusia yang melaksanakan asfek zahir (syariat) agama maka manusia tersebut menjadi Islam secara zahir, baik akhlaknya dan sesuai perbuatannya dengan perbuatan Nabi. Namun untuk meng-Islam-kan rohani manusia, tentu tidak cukup dengan pengajaran zahir, diperlukan metode yang berbeda, zahir mengajarkan zahir sedangkan rohani harus diajarkan oleh rohani pula.

Baca lebih lanjut…

Islam Berlapis…

kaligrafi-allah-3Sudah menjadi hukum pasti yang berlaku di alam bahwa di dunia ini segala sesuatu diciptakan Allah dengan berlapis-lapis atau bertingkat-tingkat yang kesemuanya itu mempunyai tujuan tersendiri. Allah menciptakan bumi berlapis, mulai dari lapisan paling atas berupa tanah yang subur, kemudian dibawahnya ada batuan yang keras sampai kemudian kepada kerak bumi yang terdiri dari batuan cair yang sangat panas dan kesemua susunan yang begitu teratur itu mempunyai tujuan dan tunduk kepada hukum Alam (Sunatullah) yang diciptakan oleh Allah saat dunia ini diciptakan. Buah-buahan ciptakan dengan berlapis, tanaman pun demikian bahkan atom sebagai bagian benda terkecil yang diketahui manusia saat ini juga mempunyai lapisan. Baca lebih lanjut…

Makrifat Bukan Tujuan Akhir

kaligrafi-allah-3Awal beragama Makrifatullah” begitu kata baginda Rasul untuk mengingatkan ummatnya untuk fokus mencapai tahap makrifat kepada Allah sebagai syarat awal agar seseorang dinilai telah beragama. Makrifatullah dalam makna umum berarti mengenal atau mengetahui tentang Allah. Makrifat terbagi menjadi Makrifat Asma (nama), Makrifat af’al/fi’il (perbuatan) dan Makrifat Dzat (Memandang Dzat Allah).

Makrifat dengan nama Allah berarti kita mengenal tentang Allah lewat nama-nama-Nya, adalah 99 nama yang baik (asmaul husna) yang terdapat dalam al-Qur’an. Ar-Rahman dan ar-Rahim misalnya mengajarkan kita bahwa Allah adalah sosok yang mempunyai sifat pengasih dan penyayang. Al-‘Aziz, Maha Perkasa atau Maha Kuat, dengan nama itu tergambar dalam pikiran kita akan Tuhan yang Maha Kuat, sumber dari segala kekuatan. Dengan mengetahui nama tersebut akan membuat kita sadar bahwa di atas kita ada sosok yang jauh melebihi kemampuan kita. Dengan mengetahui nama-nama-Nya adalah salah satu cara kita mengenal-Nya.

Baca lebih lanjut…

Setelah Shalat Subuh (3)

Berkunjung atau mendatangi Guru Mursyid walaupun Beliau masih hidup disebut ber ziarah atau sering disebut berziarah kepada Guru Mursyid. Di Awal saya menekuni tarekat, kata ziarah digunakan untuk Guru yang masih hidup terasa mengganggu, bukankah ziarah itu mengunjungi kuburan atau mendatangi tempat-tempat yang dianggap memiliki nilai spiritual. Kemudian baru saya ketahui bahwa sebenarnya ketika berkunjung kepada Guru Mursyid atau seorang Syekh Tarekat sebenarnya yang dikunjungi bukan sekedar zahir atau fisiknya tapi yang lebih penting adalah mengunjungi rohaninya, itulah sebabnya disebut berziarah. Dalam diri seorang Guru Mursyid tersimpan Nur Muhammad sebagai wasilah bagi seluruh ummat untuk mendekatkan diri kepada Allah swt.

Baca lebih lanjut…

Post Navigation