Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

MIMPI BERJUMPA RASULULLAH SAW

Tidur, kemudian bermimpi. Itu adalah masalah biasa. Just okey! Begitu kata para psikolog. Menurut Freud, otak manusia dua pertiganya adalah berada di bawah kendali dan kontrol otak bawah sadar, subconscious. Banyak kejadian-kejadian alam bawah sadar yang tidak terkelola dengan baik. Katakanlah terproses dengan baik-mirip kerja komputer. Komputer sendiri cara kerjanya meniru cara kerja otak manusia sehigga disebut juga dengan artificial intellegence. Adapun karena kerja otak bawah sadar itu, kemudian ada kejadian-kejadian yang berada di bawah kendalinya tiba-tiba muncul saat kita sedang tidur.

Pandangan semacam itu juga dianut juga oleh kebanyakan orang, yang tidak percaya dengan kekuatan dan pesan yang ada dalam mimpi, mimipi dianggap kembang tidur semata.

Tapi apapun mimpi kita, kita pernah bermimpi tentang sesuatu yang baik dan sesuatu yang buruk. Mimpi yang bisa saja dapat rezeki, ketemu kekasih, bertemu dengan orang-orang yang kita kasihi, termasuk anak-anak cowok ABG, adalah mimpi basah-abedwet!

Adapun mimpi buruk, nightmare adalah mimpi yang membuat kita ketakutan; mimpi dikejar-kejar binatang buas, mimpi gagal, ditinggal kekasih, dan lain-lain.

Tapi, mimpi sampai sekarang masih misterius. Dan kalau mimpi itu dialami oleh orang-orang penting, seperti penguasa, maka persoalannya menjadi lain.

Contoh, Nabi Ibrahim a.s. mimpi menyembelih putranya, Ismail. Nabi Ibrahim a.s. kemudian menyampaikan mimpinya dan meminta pendapat dari putranya Nabi Ismail a.s. Dan ketika Nabi Ibrahim yakin bahwa itu datang dari Allah SWT beliau pun mengerjakan mimpinya.

Nabi Muhammad SAW juga pernah bermimpi masuk ke kota Mekah dengan rambut dipotong pendek. Nabi Muhammad SAW yakin bahwa mimpi itu mengandung pesan bahwa dalam waktu dekat akan terjadi futhu Mekah. Nabi Muhammad SAW kemudian menjalankan mimpi itu dan berhasil masuk ke kota Mekah tanpa pertumpahan darah.

Zulaikha juga bermimpi bertemu nabi Yusuf a.s. ketika masih gadis. Dan dalam mimpi itu Zulaikha yakin bahwa dia adalah calon suaminya. Kemudian dia pun mempercayai sehingga dia mau menikah dengan Wazir Mesir, karena dalam mimpi laki-laki itu mengaku dari pejabat Mesir.

Raja Mesir juga mempercayai mimpi yang dialaminya. Dan bekat kearifan Nabi Yusuf a.s. mimpi yang merupakan isyarat bahwa akan terjadi bencana yang menimpa penduduk Mesir selama 7 tahun pun kemudian bisa diatasi dengan penghematan dan persiapan yang matang.

Mimpi bertemu dengan Rasulullah SAW sesungguhnya rohani kita dengan rohani Beliau benar-benar bertemu dan syetan tidak bisa menyerupai wajah Rasulullah SAW. Tentu kita harus kenal dulu dengan Rasulullah SAW barulah Beliau akan datang dalam mimpi kita. Bagaimana kita bisa mengenal wajah Beliau? Mengenalnya secara syariat dengan mengetahui riwayat hidup, sifat-sifat dan sunnahnya, akan tetapi itu tidak menjamin kita bisa berkenalan dengan Beliau, bisa saja Jin atau Syetan yag menyerupai wajah orang Arab dan mengaku sebagai Rasulullah SAW, apa alat pengukur untuk membedakan apakah yang datang itu Rasulullah SAW atau yang lain?

Sesungguhnya wajah Rasulullah SAW itu telah dibagikan kepada wajah para Khalifahnya, carilah khalifah Rasulullah SAW maka otomatis kita akan berjumpa dengan Rasulullah SAW. Khalifah Rasulullah SAW itu tidak lain adalah Para Ahli Silsilah mulai dari Saidina Abu Bakar Shiddiq sampai kepada Ahli Silsilah yang ke-36, dari sanalah kita berkenalan langsung dengan Rasulullah SAW.

Orang yang mengatakan telah bermimpi bertemu dengan Rasulullah SAW tapi tidak mempunyai seorang Mursyid pembimbing, maka pengalaman rohaninya perlu kita pertanyakan, berhati-hatilah dengan pengalaman rohani tanpa pembimbing. Abu Yazid dengan tegas mengatakan, “Barangsiapa menuntut Ilmu tanpa bimbingan seorang Syekh (Mursyid) maka wajib Syetan sebagai Syekh (Mursyid)nya

Banyak sekali orang yang disesatkan syetan dalam menempuh perjalanan rohani dan lebih banyak lagi orang-orang yang merasa mendapatkan kebenaran hanya dengan membaca akan tetapi dia tidak mendapat apa-apa selain pengetahuan agama belaka, dan pengetahuan itu tidak akan menjamin keselamatan dia di dunia dan akhirat.

Pengetahuan agama akan bermanfaat jika dipraktekkan lewat bimbingan seorang Mursyid yang kamil Mukamil, yang Tali Keguruannya bersambung kepada sumber Ilmu yaitu Rasulullah SAW dan sudah pasti bersambung kepada Allah SWT, segala ilmu yang dipraktekkan benar-benar mendapat izin dari-Nya sehingga menjadi ibadah dan mendapat keridhaan-Nya.

Jangan bermimpi bisa bermimpi dengan Rasulullah SAW tanpa seorang pembimbing Rohani/Mursyid, jika telah dibimbing oleh Seorang Ahli Silsilah yang Kamil Mukamil jangankan bermimpi dengan Rasulullah SAW, berjumpa dengan Allah SWT pun bukan hal yang mustahil!

 

Single Post Navigation

69 thoughts on “MIMPI BERJUMPA RASULULLAH SAW

Navigasi komentar

  1. Salam,

    Iya setuju mas, jalani saja proses takhali, tahalli, dan tajalli secara istiqomah

    Kalo kita dimimpikan bertemu Rasulullah ya Alhamdulillah

  2. =========================================
    Pengetahuan agama akan bermanfaat jika dipraktekkan lewat bimbingan seorang Mursyid yang kamil Mukamil, yang Tali Keguruannya bersambung kepada sumber Ilmu yaitu Rasulullah SAW dan sudah pasti bersambung kepada Allah SWT, segala ilmu yang dipraktekkan benar-benar mendapat izin dari-Nya sehingga menjadi ibadah dan mendapat keridhaan-Nya.
    ==========================================

    Tali keguruan yg bersambung!! gimana cara membuktikannya????dengan pengalaman sprititual kah???cukup dgn keyakinan??? mimpi???

    cukuplah al quran dah al hadits yg telah terbukti ke otentikannya melalui ijtihad para ahli hadits, bukannya dari mimpi atau pengalaman spritual yang mempunyai banyak kemungkinan salah, mari kita raih petunjuk, pertolongan dari Alloh SWT dengan menolong agama-Nya.

  3. sufimuda on said:

    Selamat datang saudaraku farid di sufimuda, dunia sufi yang mungkin terasa “aneh” bagi sebagian orang yang belum memasukinya,

    Cara ngecek tali keguruan itu gampang sekali, gak perlu mimpi atawa nunggu wangsit, cukup melihat SILSILAH KEGURUANnya. Disetiap Thariqat punya Silsilah, antara satu guru bersambung dan berjumpa dengan Guru sebelumnya sampai ke Rasulullah SAW.
    Seorang Guru menerima ilmu dari Guru sebelumnya, Guru sebelumnya menerima dari Guru sebelumnya, sampai ke pada Rasulullah SAW.

    Sama seperti sebuah hadist yang kita yakini, harus jelas sanadnya, dan perawi hadist harus orang yang memenuhi kriteria, barulah hadist itu bisa disebut shahih disamping syarat2 lain.

    Jadi, mana yang anda yakini, seorang yang mengambil ilmu dengan jalur keilmuan yang bersambung kepada Rasulullah SAW ataukah dari seorang yang membaca sebuah kitab yang tidak pernah ketemu dengan penulis kitab, penulis kitab itu juga menulis dengan nalar nya sendiri.

    Orang-orang tasauf/sufi mengamalkan zikir berdasarkan Al-Qur’an dan Hadist, tidak ada yang melenceng, pengalaman spiritual tidak dijadikan dalil atau hujjah untuk menentukan hukum.
    Pengalaman spiritual untuk menambah keyakinan akan kehebatan Al-Qur’an.

    Al-Qur’an bukan hanya untuk di baca, tapi dipraktekkan juga…

  4. Assalamualaikum
    Salam damai

    Saya sebenernya lagi suka membaca2 hal2 yang berhubungan dengan islam, dari sudut pandang lain (bukan orang awam).

    Adakah cara membersihkan hati selain dengan mengikuti sufi/mursyid (kalau belajar sendiri ntak jadi zindiq ? bener gak sih ?)

    Istilahnya cara2 yang mudah di keseharian untuk orang awam, sehingga mungkin bisa dimasukkan ke kurikulum pendidikan anak, tanpa harus mengaji ke pesantren,surau (ngayal mode :D).

    Peace

  5. sufimuda on said:

    Wa’alaikum salam wr. wb!

    Banyak jalan menuju roma, begitulah pepatah lama mengatakan 🙂 begitu juga dalam membersihkan hati.

    Kalau kita berpedoman kepada Al-Qur’an dan Sunnah, cara membersihkan hati itu dengan ber zikir kepada Allah,

    Cara berzikir kepada Allah itu juga bermacam-macam cara.

    Cara yang sudah teruji sepanjang zaman adalah zikir yang telah di amalkan oleh Nabi diteruskan oleh sahabat dan para ulama, yang kita kenal ahli zikir ya orang2 sufi pengamal tasauf.

    Belajar zikir tanpa mursyid gak pa2, banyak kok yang berzikir tanpa Mursyid, silahkan anda baca buku dan amalkan sendiri
    tapi kalau zikir untuk membersihkan hati supaya terbuka hijab (batas antara Tuhan dengan hamba) mesti dibawah bimbingan seorang yang telah berpengalaman, silahkan anda mengistilahkan apa, Guru, Kiayi, Ulama, terserah aja, yang penting orang tersebut telah mendapat izin untuk menurunkan ilmu zikir.

    Tidak ada yang mudah untuk sesuatu yang Mahal.
    Untuk bermakrifat kepada Allah tidak diperlukan Pasantren atau surau, yang diperlukan adalah seorang Pembimbing, seorang MURSYID, apakah Mursyid itu berada di Mesjid, Surau, Langgar, Sekolah, Pasantren itu bukan persoalan.
    Apalah arti sebuah tempat 🙂

    Yang diperlukan oleh seorang penempuh jalan kepada-Nya adalah seorang pembimbing rohani.

    kalau anda ingin punya pemahaman yang gak umum tentang Islam, maka ambil S2 di IAIN, ambil Jurusan Pemikiran Islam, maka dijamin 100% pemikiran anda tidak akan umum lagi, Kalau udah disana pasti dijamin anda tidak lagi mau berdebat tentang Jilbab, shalat, rukun iman dan lain2…

    Hidup ini penuh pilihan saudaraku

    salam kenal

  6. Oh gitu , makin tenang deh… thanks

  7. QA management on said:

    sufimuda, boleh ndak kita mendoa kpd Allah…mohon diberikan mimpi yg indah bertemu Rasulullah? 🙂

  8. ————————————
    Cara ngecek tali keguruan itu gampang sekali, gak perlu mimpi atawa nunggu wangsit, cukup melihat SILSILAH KEGURUANnya. Disetiap Thariqat punya Silsilah, antara satu guru bersambung dan berjumpa dengan Guru sebelumnya sampai ke Rasulullah SAW.
    ————————————

    silsilah keguruan? gimana cara membuktikan ke-otentikanya?
    cukup dengan keyakinan?coba kasih satu contoh saja silsilahnya…

    Para ahli hadits sangat teliti dalam mengeluarkan suatu hadits. Melakukan penelitian terhadap seseorang yang meriwayatkan suatu hadits apakah dia lemah hapalannya, suka berbohong, dll.

    Apakah ada yang bisa membuktikan keotentikan silsilah tersebut selain dari sekedar percaya,yakin dan taqlid?

    Kalau kita taqlid pada hasil peneltian para ahli hadits memang suatu keharusan.karena kita tidak bisa melakukannya sendiri.dan proses penelitian para ahli hadits tersebut adalah murni ijtihad, bisa salah tetapi tetap dapat pahalanya satu.

    gimana kalau Thariqat juga seperti itukah?…

  9. musafir on said:

    mudah2an sufimuda bisa memberi penjelasan tentang silsilah yang bisa sedikit memuaskan dahaga farid dan kawan2 pengunjung lainnya.

    kalo aku sendiri dulu juga ragu seperti farid… tapi sekarang aku dah yakin setelah berbagai macam model riset yang aku lakukan. tapi aku sulit menulisnya dalam bahasa tulisan… mudah2an kapan2 aku bisa menulisnya.

    untuk sekedar tambahan….. dulu aku seorang aktivis mahasiswa di aceh yang beraliran komunis (biasa disebut kiri). dan aku juga pernah belajar di pondok pesantren dari SD sampai dengan SMA. aku mengklaim diriku waktu itu sebagai seorang pencari tuhan…. tapi tidak pernah menemukannya sampai kemudian aku lelah…. dan kemudian menjalani kehidupan atheis hampir tiga tahun.

    kemudian aku masuk tareqat naqsabandiyah di aceh. akhir tahun 2001 dengan tujuan untuk mendebatkan tentang wasilah karena aku anggap sesat dan tindakan bodoh, kemudian dulu aku masuk tarekat juga bertujuan untuk menggiring pengikutnya di aceh membantu gerakan revolusi yang kami bangun di aceh.

    aku membaca hampir semua buku yang mengatakan tasauf itu sesat untuk mengumpulkan dalil2 dan menyerang faham mereka semua yang masuk tarekhat ditempatku. tetapi aku juga mengikuti semua yang disuruh amalkan dalam tarekat supaya hasil risetku benar2 mengandung unsur PRA (participatory rural appraisal), namun terakhirnya aku malah menyimpulkan hal yang berlawanan dari asumsi awal aku (silsilah itu tindakan mengada2).

    sekarang….. baru aku tahu bahwa ALLAH juga MAHA ZAHIR sesuai dengan namanya 🙂

    terima kasih GURU MURSYID…

    dari musafir di banda aceh

  10. acehnese on said:

    🙂

  11. salam cinta kasih dan perdamaian
    yang terpenting adlh membersihkan diri, karena Allah tidak melihat apa,siapa, dan bagaimana.
    terus interospeksi

  12. Rindu Damai on said:

    Rasulullah SAW pernah bersabda, “Semakin banyak ilmu yang kau pelajari jika tanpa BERMAKRIFAT KEPADA ALLAH SWT, maka tidak ada yang bertambah dalam ilmu itu kecuali bertambah jauh dari Allah”

    aku lupa hadist itu siapa perawinya, nanti aku cari perawinya (sorri bagi yang ahli hadist atau sok ahli hadist, tugas anda mencari mencari sanadnya, kan anda suka x dalil2 🙂 )

    Kalau kita renungi hadist di atas, bung farid dan orang-orang sejenis termasuk golongan yang disindir dalam hadist di atas.

    Nah, kalau anda belum BERMAKRIFAT KEPADA ALLAH, trus baca Al -Qur’an dan hadist, bukan tambah terbuka hijab tapi tambah sok tahu dan tambah jauh dari Allah SWT

    Kalau ke Tuhan menggunakan akal, wah cepat kali tersesat, akal itu baharu sedangkan Allah adalah Qadim, kalau pake akal biasanya suka akal-akalan 🙂

    Al-Qur’an tidak dapat disentuh kecuali oleh orang yang telah DISUCIKAN

    Saya yakin sekali menurut bung farid makna DISUCIKAN, ya secara syariat aja, mandi dan berwudhuk…

    Menurut tasauf, disucikan adalah roh nya telah disucikan oleh ARWAHUL MUQADDSAH RASULULLAH..

    ya kalau belum ber GURU kepada seorang MURSYID, mo ngomong ribuan dalil juga gak berguna

    Ahli Kitab zaman nabi juga banyak dalil, tapi tetap jadi orang tersesat …..

    Anak SD membacanya suka keras-keras agar didengar orang lain, dia baru pandai membaca, tapi bagi seorang sarjana membacanya diam2, yang diperlukan adalah maknanya.

    Kalau kita jelaskan cara membaca seperti sarjana kepada anak SD susah sekali, malah di cap kita nanti sesat dan menyesatkan 🙂

    Menurut saya nich, bung sufi muda gak usah serius kali menanggapi komentar2 para Ahli Baca…

    Biarkan aja mereka berceloteh, bagi yang sudah bermakrifat, cuma senyum2 aja, cuma dalam hati dia berkata: “oo itu aku yang dulu… ha ha ha”

    Semoga Allah memberikan petunjuk kepada orang-orang demikian…

  13. @atas
    Maksudnya tetep harus pake mursyid ya ?
    Trus apa ada jaminan kalo pake mursyid itu pasti 100% makrifat, ato ada yang ya istilahnya kalo anak2 sekolah itu ada rankingnya ada yang gak lulus dst,dst.

    Trus apa kita harus nyantri (nginep) di sekolahan tasauf ini biar bisa dibimbing terus oleh sang guru ? atau cukup diberi cara2nya trus diamalkan sendiri ?

    Untuk masalah silsilah, tentunya kalau orang awam, nggak bisa mengecek otentik atau endak (berarti nggak gampang juga kan), mosok ada yang aliran tasauf tapi terang2 silsilahnya nggak nyambung ke nabi Muhammad ?

    Jadi susah juga ya… kalau disemarang dimana ya yang otentik guru/mursyidnya ?

  14. ———————————————————————-
    Kalau kita renungi hadist di atas, bung farid dan orang-orang sejenis termasuk golongan yang disindir dalam hadist di atas.
    ———————————————————————-

    mas rindu damai kalau hadits tersebut diatas shahih maka menjadi sindiran bagi semua orang yang sedang menuntut ilmu tapi melupakan Alloh, tidak hanya saya maupun yang sejenis dengan saya.

    ——————————————-
    Kalau ke Tuhan menggunakan akal, wah cepat kali tersesat, akal itu baharu sedangkan Allah adalah Qadim, kalau pake akal biasanya suka akal-akalan 🙂
    ——————————————————

    Tepat sekali mas rindu damai. oleh karena kita harus berpedoman dengan Al quran dan hadits2 shahih yang merupakan petunjuk2Nya

    ——————————————————–
    ya kalau belum ber GURU kepada seorang MURSYID, mo ngomong ribuan dalil juga gak berguna
    ——————————————————–
    satu dalil saja sangat berguna mas rindu damai, katanya kalau pake akal biasanya suka akal-akalan

  15. Rindu Damai on said:

    ————————————————————————
    mas rindu damai kalau hadits tersebut diatas shahih maka menjadi sindiran bagi semua orang yang sedang menuntut ilmu tapi melupakan Alloh, tidak hanya saya maupun yang sejenis dengan saya.
    ————————————————————————
    syukur lah kalau bung farid merasa tersindir, makanya jangan cuma bangga dengan dalil, tapi temukan dulu Allah. itu hukumnya wajib lho!
    “Awaludinni makrifatullah” awal beragama mengenal Allah.
    Asyik dengan dalil lupa dengan Allah,
    gmana anda mau ingat Allah, melihat Allah aja bagi anda mustahil?!?
    Apa mungkin mengingat sesuatu yang gak pernah anda lihat?
    ups! saya lupa anda kan belum ketemu Guru Mursyid,belum sampai kepada Mukasyafah, belum sampai kepada Tajalli dan belum masuk ke ALAM RABBANI, jadi sorri kalau komentar nya agak “mendalam” 🙂

    Kalau benar nama anda farid, berdasarkan ilmu Nahwu tentang huruf2 arab yang saya pelajari di pasantren, anda seorang yang pintar sekaligus sombong dan keras kepala, karena nama anda terbentuk dari huruf (Fa) dan huruf (Ra).

    Maka bung farid kenal diri dulu dech, baru nanti belajar kenal Allah.

    Kan udah di kasih tahu ama Nabi, ” Kenal lah dirimu maka engkau akan kenal Tuhanmu”

    Seorang Syekh melengkapi hadist tersebut dengan ucapan : “Kenallah dirimu rata-rata maka engkau akan mengenal Tuhanmu yang AMAT NYATA”

    Maaf bung farid kalau komentar ini terasa pedas bagi anda, mudah2an anda sadar kalau pengetahuan anda itu tidak akan mungkin sampai kepada kaji Rasa yang dialami oleh orang2 yag sudah benar2 bermakrifat.

    salam damai

  16. buat mas farid…
    naiklah kepunjak tertinggi piramida itu…
    sesungguhnya anda akan dapat melihat orang-orang yang naik dari sisi yang berbeda..
    kalau anda hanya didasar piramid niscaya anda akan selalu menyalah-nyalahkan orang lain, lebih buruk lagi dengan menggunakan dalil yang hanya anda pahami dari sisi anda…
    saran saya panjatlah lebih tinggi, beradalah di puncak piramida itu 🙂
    cara naiknya tanya sama SUFIMUDA…:)

  17. AbahSelatan on said:

    🙂

  18. ——————————————-
    gmana anda mau ingat Allah, melihat Allah aja bagi anda mustahil?!?
    ——————————————-
    Tidak mustahil mas rindu damai. orang2 yang beriman akan melihat-Nya di akhirat nanti.

    Sesungguhnya orang yang berbakti itu benar-benar berada dalam keni‘matan yang besar (surga), mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang (Allah).)(QS Al-Muthaffifien ayat 22-23)

    Wajah-wajah (orang-orang mu‘min) pada hari itu berseri-seri. Kepada Tuhannyalah mereka melihat.(QS AL-Qiyamah ayat 22-23)

    ———————————————
    berdasarkan ilmu Nahwu tentang huruf2 arab yang saya pelajari di pasantren, anda seorang yang pintar sekaligus sombong dan keras kepala, karena nama anda terbentuk dari huruf (Fa) dan huruf (Ra).
    ——————————————-
    Terima kasih, baru tau saya kalau ilmu nahwu juga bisa utk menebak sifat seseorang, dan ternyata bener.(tidak termasuk pintar tapi baik hati kok). ^_-

    ————————————————-
    Kan udah di kasih tahu ama Nabi, ” Kenal lah dirimu maka engkau akan kenal Tuhanmu”
    ————————————————
    ini bukan dari nabi mas. haditsnya terbukti dho’if, kalau ada yang mengaku bertemu nabi dalam mimpi dan nabi berkata begitu saya husnudzon saja. saya juga terus mencoba mengenal diri.

    ———————————————
    kalau anda hanya didasar piramid niscaya anda akan selalu menyalah-nyalahkan orang lain, lebih buruk lagi dengan menggunakan dalil yang hanya anda pahami dari sisi anda…
    ———————————————–
    saya memahami dalil menurut dhahirnya, para sahabat, tabi’in (salafusholih) sangat berhati-hati mentakwilkan suatu dalil, sebelum makna dhahirnya bertentangan dengan dalil lain yg lebih kuat maka tidak berani memalingkan makna dhahirnya kepada makna majazinya.

    Terima kasih semua untuk kritikannya…

  19. Rindu Damai on said:

    =========================================
    ini bukan dari nabi mas. haditsnya terbukti dho’if, kalau ada yang mengaku bertemu nabi dalam mimpi dan nabi berkata begitu saya husnudzon saja. saya juga terus mencoba mengenal diri.

    saya memahami dalil menurut dhahirnya, para sahabat, tabi’in (salafusholih) sangat berhati-hati mentakwilkan suatu dalil, sebelum makna dhahirnya bertentangan dengan dalil lain yg lebih kuat maka tidak berani memalingkan makna dhahirnya kepada makna majazinya
    ==========================================

    ha 99x, bravo bung farid, anda benar2 pengikut wahabi yang setia dengan segala ciri2 khasnya.

    Kalau udah gak mampu memahami hadist langsung dibilang hadist itu do’if,
    Kitab Ihya ulumuddin pun banyak memuat hadist do’if menurut versi ulama wahabi.

    Wahabi/salafi emang unix, udah merusak tempat2 bersejarah di Jazirah Arab berani pula memutarbalikkan hadist.

    Mo tahu bung farid kedustaan wahabi, mereka malah berani memalsukan kitab2, dan memutarbalikkan kata2 ulama dulu, termasuk Imam Nawawi , kenapa? karena bertentangan dengan faham mereka, kerja mereka persis seperti Ahli Kitab orang Yahudi.

    Baca di:
    http://abusalafy.wordpress.com/2008/06/22/edisi-terbaru-pengkhianatan-kaum-wahhabi/

    Mo liat Allah di akhirat ya? yang jamin siapa? 🙂 kacian dech!
    Di ancol gak bisa berenang, di samudera atlantik udah pasti gak bisa…
    didunia aja anda udah buta gak bisa liat Tuhan, di akhirat lebih tersesat…

    menurut anda Ulama terdahulu hati2 memaknai hadist, itu memang benar, tapi kok anda sangat pede mengartikan hadist, ngotot dengan pemikiran anda?!?

    Menurut anda yang masuk sorga itu yang janggut nya panjang ya?
    Itu cuma bulu bung farid
    Yang itam jidadnya ya?
    Itu cuma akal2an orang yang riya’ dalam berbadah suapa orang memuji dia alim
    Yang lama di Mekkah ya?
    onta berapa lama di mekkah?
    Kalau demikian definisi orang ke surga, wah baunya aja gak bakalan dapat.

    Makanya bung farid jangan cuma baca kitab2 Wahabi, ntar makin jauh anda dari Allah SWT…

    Mau kesurga bung farid, sebagai sesama Muslim saya berbaik hati dengan anda memberikan tips en trik nya 🙂
    Rasulullah SAW bersabda: “Apabila kalian lewat halaman sorga singgahlah” sahabat bertanya: “apa itu ya Rasul”
    Nabi menjawab :
    “ALQAH ZIKIR (Lingkaran orang berzikir)”
    Cari Bung farid lingkaran orang berzikir maka anda akan masuk ke halaman surga…, tapi bukan zikir ala wahabi lho yanggak punya Mursyid, cari zikir yang ada pembimbingnya, kalau gak ada pembimbingnya bukan halaman surga malah jadi halaman neraka.

    Nah kalau udah masuk halaman surga pasti donk masuk ke surga udah gak susah 🙂

  20. ———————————————-
    Kalau udah gak mampu memahami hadist langsung dibilang hadist itu do’if,
    Kitab Ihya ulumuddin pun banyak memuat hadist do’if menurut versi ulama wahabi.
    ———————————————–
    mas rindu damai, dhoif atau tidaknya suatu hadits di tentukan dengan ilmu hadits bukan karena tidak mampu memahami isinya selengkapnya lihat:
    http://opi.110mb.com/haditsweb/pendahuluan/mengenal_ilmu_hadits.htm

    ———————————————–
    Mo liat Allah di akhirat ya? yang jamin siapa? 🙂 kacian dech!
    ———————————————–
    Kalau kita benar2 beriman pasti bisa melihatnya kelak di mahsyar dan di surga, itu janji Allah, jadi Allah yang menjamin, masalahnya kita benar2 beriman atau tidak. ^_^

    ———————————————–
    Makanya bung farid jangan cuma baca kitab2 Wahabi, ntar makin jauh anda dari Allah SWT…
    ———————————————–
    sapa yang gitu mas.. saya juga baca blognya sufimuda yang anti wahabi kok…

    Mengenai halaqoh dzikir saya pernah ikut tahlilan istighotsahan, maklum dari kecil NU hehehe.

  21. Muslem Gaul on said:

    wah….. keren juga diskusi ama mas farid.

    belajar mengenal ALLAH cuma sampai akhir hayat (sampai keliang kubur) kalo udah sampai meninggal kita belum mengenal ALLAH maka pelajaran mengenal ALLAH sudah tamat. dalam artian tidak ada lagi pelajaran mengenal ALLAH di alam kubur dan di akhirat.

    gimana mas farid?

  22. mas muslem gaul,

    Anda bisa membaca kitab ruhil ibnu qoyyim tentang hal ini, sudah banyak terjemahanya. atau bisa langsung tanya dengan mas sufimuda yang mungkin sudah sering berhubungan dengan arwah2 spirit2 sesuai dengan keyakinannya….

  23. sufimuda on said:

    Kalau mengenai kitab ruhil ibnu qoyyim gak usah mintak pendapat sufimuda, cukup mas farid aja, katanya dari kecil NU tapi idolanya kok ulama ikutan wahabi?!?

    Ibnu Qayyim Al-Jauziah, Ibnu Taymiyah, dan sefaham dengan mereka adalah ulama yang sangat diagungkan oleh golongan wahabi, udah pasti susah diajak kompromi dengan pengamal tasauf

    Jangan lupa Mas Farid baca juga kitab Tanwirul Qulub karya syekh amin Al Qurdi, biar lebih faham tentang tasauf

    Kalau berhubungan dengan Arwahul Muqaddasah Rasulullah, para Aulia Allah saya paham, dan memang kita harus berhubungan dengan arwahul muqaddasah rasulullah sebagai tali berhubungan dengan Allah SWT
    tapi
    kalau arwah2 spirit2 yang mas farid maksud saya kurang mengerti, tanyakan aja ama Mbah dukun, mereka lebih faham tentang arwah2 gentayangan 🙂

    • Ha ha ha ha,,mula2 sy tegang menahan kesal membaca tulisan mas farid,,lalu ketawa setelah membaca tulisan kak sufimuda nyuruh ke mbah dukun,,
      Mas farid mending berlatih sedekah sepertiga gaji/penghasilan perbulan sampai beberapa bulan-dzikir-sholawat digendutkan,,mudah2an terbukahijab hati sampeyan,sehingga mudah memahami ilmu dengan hati,bukan dengan akal.
      Mohon maaf jika tulisan sy tidak berkenan,,
      Salam,,

  24. hambaMU on said:

    hmmm…..stay cool beibehhh 🙂

  25. Salam damai,
    Kalau dalam ranah psikologi, mimpi merupakan aktivitas kejiwaan alam bawah sadar. Mimpi muncul pada saat tidur di mana pada saat tidur atau pada saat aktivitas kesadaran tidak terjaga sehingga alam bawah sadar yang tidak dapat disadari aktif. Memang dalam scien tidak menyebut bahwa aktivitas bawah sadar adalah pintu masuknya peristiwa-peristiwa gaib, sampai sekarang pun tetap menjadi bahan penelitian yaitu extra sensory perception (ESP). Namun saya yakin pada taraf kedewasaan tertentu aktivitas alam bawah sadar tersebut merupakan pintu penyerapan ilmu-ilmu (mungkin petunjuk dari malaikat ataupun bahkan langsung dari Tuhan?). Yang menjadi pertanyaan di sini adalah seberapa sahih petunjuk tersebut apakah benar-benar dari Malaikat atau Tuhan ataukah justru dari makluk penggoda iman? Memang sulit ketika ditelaah secara teks book sebab ilmu adalah eksperien, pengalaman bawah sadar adalah pengalaman yang dialami secara individual, tentu saja petunjuk menjalani hidup juga secara individual masing-masing titah Ilahi. Bagaimana prosedur “quality control” untuk itu?

  26. asd (anaksukadamai) on said:

    Dari diskusi yang panjang diatas, subhanallah…Tuhan emang bener2 bikin orang yg macem2 ya…:-)
    Inilah indahnya dunia dengan segala isinya..ayat-ayat tuhan baru saja aku lalui dengan membaca posting2 dari sodara2ku sekalian.
    Jangan jadikan perbedaan2 ini membuat hati kita membeku…
    Mari kita fahami saja apa yg diusung dari bang sufimuda, bang farid dan yg lain2..
    Kemana kita ingin melangkah untuk mengenal Tuhan…segera kita cari tahu arah & bagaimana caranya.. saya yakin pasti sodara2 bang sufimuda, bang farid dll adalah orang2 yg bertanggung jawab dengan apa yg disampaikan.

    Allah menunjuki jalan bagi orang2 yg ditunjukiNya….

    Jangan ragu kita untuk melangkah….mari kita jadikan hari in i lebih baik dari kemaren agar kita tidak termasuk orang-orang yg merugi

    salam damai..

  27. sufimuda on said:

    ————————————————————————–
    Yang menjadi pertanyaan di sini adalah seberapa sahih petunjuk tersebut apakah benar-benar dari Malaikat atau Tuhan ataukah justru dari makluk penggoda iman? Memang sulit ketika ditelaah secara teks book sebab ilmu adalah eksperien, pengalaman bawah sadar adalah pengalaman yang dialami secara individual, tentu saja petunjuk menjalani hidup juga secara individual masing-masing titah Ilahi. Bagaimana prosedur “quality control” untuk itu?
    ——————————————————————-
    Saudaraku Laporan,
    Dalam dunia tasawuf, apabila seseorang mengalami pengalaman rohani berupa mimpi tidak boleh ditakwil kan menurut pikiran, harus disampaikan kepada Syekhnya, karena seorang Syekh Mursyid punya pengalaman yang sangat dalam tentang masalah spiritual baik mimpi maupun nyata. Seorang Syekh diberi karunia oleh Allah SWT untuk bisa membedakan antara yang Haq dengan yang Bathil.

    Yang paling berbahaya adalah seseorang yang tidak mempunyai pembimbing rohani, seperti kata syekh Abu Yazid al-Bisthami: “Barang siapa yang menuntut ilmu (kerohanian) tanpa syekh (pembimbing) maka wajib syatanlah syekh (pembimbingnya).

    Jadi, sebagai pengontrolnya adalah sang Mursyid itu sendiri yang Kamil Mukamil, Khalis Mukhlisin

  28. KopiSusu JandaMuda on said:

    hi…..

    salam kenal ya…..

    nama saya KopiSusu JandaMuda….
    dijamin enak loh…..

    saya mau nanya ama abang/mas/akang/brother/aa sufimuda…..

    saya ini mau bertaubat….
    browsing di internet nyari tentang agama….

    egh,malah ktmu sufimuda…

    setalah saya baca & direnungi…..
    ternyata komentar abang/mas/akang/brother/aa sufimuda lebih mengejutkan saya akan arti tuhan…

    abang/mas/akang/brother/aa sufimuda apakah bisa membantu saya dalam mencari jati diri…..

    mav klo saya salah bertanya…
    sbgai manusia saya cuman pengen tau…..

  29. farid lagi on said:

    ———————–
    Kalau mengenai kitab ruhil ibnu qoyyim gak usah mintak pendapat sufimuda, cukup mas farid aja, katanya dari kecil NU tapi idolanya kok ulama ikutan wahabi?!?

    Ibnu Qayyim Al-Jauziah, Ibnu Taymiyah, dan sefaham dengan mereka adalah ulama yang sangat diagungkan oleh golongan wahabi, udah pasti susah diajak kompromi dengan pengamal tasauf
    ———————–
    prinsip NU adalah mengambil yang baik… dst, lengkapnya lihat situsnya.
    kalau ada yang baik menurut syariat dari Ibnu Qayyim, , Ibnu Taymiyah, wahabi ataupun al Hallaj atau mungkin mas sufimuda akan saya ambil.

  30. sufimuda on said:

    memang benar mas farid prinsip NU itu mengambil yang baik, saya tidak menyalahkan NU tapi mengkritik anda, dari dulu NU sebagai pembawa bendera Ahlul Sunnah sangat berjasa mempertahankan Thariqat dari serangan orang2 yang berpaham wahabi.
    Ulama NU tahun 1920-an telah berhasil memberikan masukan kepada King Abdul Azis agar tidak meratakan kuburan Rasulullah SAW, rencana kuburan nabi mau diratakan oleh orang wahabi karena dianggap sebagai media orang2 melakukan tindakan bid’ah dan syirik versi wahabi.
    Sungguh ummat Islam harus berterima kasih atas jasa2 ulama2 NU

    Saya tidak menyatakan salah secara syariat anda membaca karya2 Ibnu Qoyyim dan Ibnu Taymiyah, membaca tulisan orientalis pun bukan hal yang dilarang, akan tetapi kalau anda ingin mengetahui tentang tasawuf, tentang arwahul muqaddasayah, tentang kerohanian, saya menganjurkan mas farid mempelajari dari ulama yang amat mengerti tentang itu,
    Baca kitab :
    Tanwirul Qulub karya syekh Najmudin Amin Al-Kurdi
    Majmu’atur Ros’il karya Syekh Sulaiman Zuhdi
    “Al-Bahjatus Sunniyah” Fi Adabit Thariqatil Aliyah An Naqsyabandiyah Karya Syekh Muhammad Abdullah Al-Khani Al-Khalidi.
    Jami’u Karamatil Auliya karya Yusuf Bin Isma’il An-Nabhani

    Kitab Ar-Ruh karya Ibnu Al-Qayyim kalau anda membacanya setelah mengamalkan thariqat akan sangat berbeda pemahamannya kalau anda membaca sebelum mengamalkan zikir thariqat

    kalau anda tidak tertarik membaca kitab2 tasauf anda bisa baca Ihya ulumuddin misalnya, disitu juga ada pembahasan tentang ruh dan tentang tasawuf.

    Ya tapi itu kan terserah masing aja 🙂

    NU kan sangat luas mas farid, dan sangat demokratis, Ulil Absar Abdala adalah seorang NU tulen yang mempelopori Islam Liberal.
    Gusdur sebagai Ulama Nu juga sebagai seorang pengamal Thariqat yang punya silsilah.
    Dikalangan Nu sendiri ada juga yang tidak pernah bersentuhan sama sekali dengan thariqat, seperti mas farid contohnya.
    Saya juga pengikut NU, yang menekuni bidang thariqat,
    Dikalangan NU ada namanya Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah, diketuai oleh Habib Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya di pekalongan, baru-baru ini (28 juni) ini mengadakan Musyawarah Kubro Nasional di asrama haji pondok gede, Jakarta, yang dibuka oleh Wapres Yusuf kalla.
    berkumpul 41 thoriqat yang diakui muktabarah oleh ulama NU.
    Presiden kita Bapak SBY juga seorang pengamal thariqat…,

    Di Pasantren, kita diajarkan tentang spiritual lewat otak, padahal itu bukanlah spiritual yang sebenarnya, itu hanya hapalan, saya dapat pengalaman spiritual bukan lewat membaca tapi lewat bimbingan Guru Mursyid

  31. sufimuda on said:

    Dan perlu di ingat mas farid,
    Nabi mengatakan “Assyari’atu Aqwaali” artinya syariat itu adalah perkataanku, kalau dia ahli dalam berkata-kata, mengungkapkan dalil-dalil berarti dia disebut sebagai ahli syariat,
    Nabi mengatakan “Atthoriqati ‘amaali” artinya thariqat itu adalah perbuatan/amalanku, kalau dia sering mengamalkan zikir atau mempraktekkan isi dalil maka dia disebut sebagai ahli thariqat.
    Nabi mengatakan “Alhakikatu Ahwali” artinnya hakikat itu adalah keadaanku, kalau seseorang yang teguh pendirian dalam kebenaran disebut ahli hakikat.
    Terakhir…
    “Alma’rifatu Assirri” artinya Ma’rifat itu adalah Rahasiaku..

    Jadi, kalau mas farid masih berkutat dalam dalil-dalil, anda seorang ahli syariat, bagaimana mungkin bisa memahami makrifat yang menjadi rahasia nabi kalau anda tidak melewati thariqat dan hakikat,
    Imam Al-Ghazali mengatakan :
    “Tidak mungkin engkau sampai kepada makrifat kalau engkau tidak berthariqat”

    Dalil-dalil yang anda miliki hendaknya menjadi tangga untuk memasuki tahap selanjutnya yaitu thariqat, terus masuk dunia hakikat barulah anda nanti tidak heran lagi kalau orang mengatakan berjumpa dengan Allah kalau anda sudah mencapai tahap Makrifatullah,

    Demikian mas farid,

  32. yudistira on said:

    diskusi yang sangat seru ……..

    cuma disini saya melihat ketimpangan dalam diskusi ini….

    disini nampak perbedaan dan perdebatan antara seorang yang sudah pernah makan buah apel dengan orang yang membaca dalil tentang rasa buah apel.

    mas sufimuda dan mas rindu damai adalah orang yang sudah malang melintang merasakan bagaimana rasanya buah apel dengan berbagai jenis buah apel yang ada.

    sedangkan mas farid sudah membaca dan mempelajari berbagai literatur yang menerangkan bagaimana rasanya buah apel.

    so……………………….
    ya kagak ketemu donk…….

    saran saya ……….
    mas farid ambil buah apel, kupas dan makan dulu buah apelnya. kemudian baru diskusi lagi tentang rasanya buah apel.
    atau diperdebatkan lagi …… itu pun kalau masih ada yang perlu diperdebatkan.

    setahu saya islam itu ada 4 komponen:
    syariat
    tarekat
    hakikat
    makrifat

    mas farid masih bermain di syariat, sedangkan mas sufimuda dan mas rindu damai sudah bermain di seputaran hakikat dan makrifat ……………………….ya jauh amat donk………..

    ibarat anak sd debat dengan abangnya yang sudah smp, sma atau kuliah.
    siabang bertanya kepada adeknya yang SD:
    “berapa 3-5 dek??????”
    kata siadek “mana bisa bang, yang ada 5-3 = 2”
    walaupun siadek dan siabang berdebat sampai kiamat tidak akan kelar, malah siadek mengatakan siabang sesat, dan guru siabang juga sesat. padahal siadek yang bodoh yang belum dapat pelajaran minus.
    heeeeeeeeeeeeeee

    buat mas farid
    nambah donk jangan SD terus………….
    SMP kek…….

    peace;-)

  33. mfaridhm on said:

    bagi yang meyakini islam ada kulit(syariat) ada isi(hakikat)…
    belajar syariatlah dulu… SD sampai lulus…
    jangan dobel masuk SMP…
    eh tapi gak papa deh kalau merasa mampu…

  34. —————————
    “Alma’rifatu Assirri” artinya Ma’rifat itu adalah Rahasiaku..
    —————————-
    Tolong anda buktikan bahwa itu adalah perkataan nabi kita,
    apakah tidak bertentangan dengan hadits shohih ini…

    Hadis riwayat Aisyah ra.:
    Dari Masruq ia bercerita: Ketika aku bertelekan di sisi Aisyah, Aisyah berkata: Wahai Abu Aisyah, ada tiga hal barang siapa yang membicarakan salah satunya, maka ia berbohong besar atas Allah. Aku bertanya: Tiga hal apa itu? Aisyah menjawab: (Pertama) barang siapa yang menyangka bahwa Muhammad saw. melihat Tuhannya, maka ia berbohong besar atas Allah. Aku mulanya bersandar, santai, lalu duduk sambil berkata: Hai Ummul mukminin, tunggu, jangan tergesa-gesa! Bukankah Allah telah berfirman Dan sesungguhnya ia melihatnya di ufuk yang terang. Dan sesungguhnya ia telah melihatnya di waktu lain. Aisyah berkata: Aku adalah orang pertama umat ini yang menanyakan hal itu kepada Rasulullah saw. Beliau bersabda: Itu adalah Jibril as. aku tidak pernah melihatnya dalam bentuk aslinya, kecuali dua kali ini. Aku melihatnya turun dari langit, besarnya menutupi cakrawala antara langit dan bumi. Aisyah melanjutkan: Apakah engkau belum pernah mendengar firman Allah: Dia tidak dapat dicapai oleh mata, sedangkan Dia dapat melihat segala yang kelihatan. Dia Maha halus dan Maha mengetahui. Tidakkah engkau mendengar firman Allah: Tidak mungkin bagi manusia berbicara dengan Tuhannya kecuali dengan perantaraan wahyu, di belakang hijab (maksudnya hanya mendengar suara), atau mengutus malaikat untuk mewahyukan apa saja yang diinginkan-Nya kepada manusia. Sesungguhnya Dia Maha tinggi dan Maha bijaksana. Aisyah berkata lagi: (Kedua) barang siapa yang menyangka bahwa Rasulullah saw. menyembunyikan sebagian isi Kitabullah (Alquran), maka ia berbohong besar atas Allah. Allah berfirman: Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan oleh Tuhanmu. Dan jika engkau tidak melakukan (perintah itu) maka engkau tidak menyampaikan amanat-Nya. Kemudian Aisyah melanjutkan: (Ketiga) barang siapa yang menyangka bahwa Rasulullah saw. diberi tahu tentang apa yang akan terjadi besok, maka ia berbohong besar atas Allah. Allah berfirman: Katakanlah Tidak ada sesuatu pun di bumi dan di langit yang mengetahui perkara gaib kecuali Allah. (Shahih Muslim No.259)

    cermati bagian ini:
    Aisyah berkata lagi: (Kedua) barang siapa yang menyangka bahwa Rasulullah saw. menyembunyikan sebagian isi Kitabullah (Alquran), maka ia berbohong besar atas Allah. Allah berfirman: Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan oleh Tuhanmu. Dan jika engkau tidak melakukan (perintah itu) maka engkau tidak menyampaikan amanat-Nya.

    Jadi Nabi tak mungkin menyimpan rahasia pada umatnya, dan hanya memberikan pada orang2 tertentu saja yang nabi anggap berhak mendapatkanya…

    pertanyaan saya:
    1. apakah orang yang berhak mendapatkanya hanya orang2 yang sangat ingin dan sungguh2 bertemu tuhan?atau hanya orang2 yang mampu menerima ilmu hakikat?tolong tunjukkan dalilnya.
    2. dari silsilah yang anda berikan, sahabat Abu Bakar RA berarti telah menerima ilmu hakikat yang anda anggap rahasia itu…seperti abu hurairah yang menerima dua karung ilmu. begitukah? apakah abu hurairah juga akhirnya akan menyampaikannya?
    3. Mengapa Abu Bakar tidak menjadi halal darahnya karena menyampaikan ilmu hakikat?apakah Abu Bakar juga merahasiakannya dan memberikanya pada orang2 tertentu saja?dan seterusnya akhirnya sampai dengan mursyid anda?karena takut halal darahnya juga?
    4. Kalau memang ilmu hakikat adalah hai’atul maknun (perhiasan yang indah) seperti kata anda maka semua umat islam pasti bisa menerima dan tidak perlu ada penghalalan darah. begitukah?
    5. Anda meyakini ada level syariat yang merupakan dasar, kalau ini benar mengapa produk ilmu hakikat yang merupakan level berikutnya, ada yang bertentangan dengan syariat. salah satu contoh tentang melihat Alloh di dunia, ini masalah sangat dasar, masalah aqidah. ilmu hakikat mengatakan bisa tapi syariat mengatakan sebaliknya… ini pasti ada penjelasannya, apakah ini suatu paradoks???

    mas sufimuda yang sudah SMA atau mungkin sudah kuliah, adikmu yang masih SD ini bertanya pelajaran di SD, gak ada salahnya kan membuka-buka kembali buku SD?

  35. eh ada yang lupa, untuk mas yudistira.. jangan nyuruh saya segera masuk SMP, saya di SD syariat ini masih belum lulus juga, lagipula saya kerasan di SD terus mas. SMP yang ada masih meragukan… jadi istiqomah dulu aja di SD ya…

  36. apakah ciri-ciri orang sufi dan lairan sufi itu ciri-cirinya apasaja

Navigasi komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: