Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Archive for the tag “Rasulullah SAW”

Setelah Shalat Subuh (12)


Kemampuan manusia jika hanya sampai ke tingkat “baca” maka persoalan dikaji ya memang seputaran persoalan “membaca” bahkan tanda baca pun dijadikan bahan perdebatan. Mereka sibuk dengan apapun berhubungan dengan bahan bacaan bahkan tulisan. Orang yang memperdebatkan kata “Insya Allah” harus ditulis “Insha Allah” atau kata “Amin” dengan satu huruf “A” dan satu huruf “I” artinya jadi melenceng, itu memang kerja kelompok ahli baca. Kenapa demikian? Karena memang hanya itu yang mereka paham.
Baca lebih lanjut…

Pentingnya Sahabat

sabahatPengalaman pertama yang saya rasakan ketika menekuni tarekat adalah suasana sejuk, damai dan penuh keakraban. Sebelumnya saya sering berkumpul diberbagai komunitas baik organisasi formal maupun tidak, namun keakraban terhadap saudara satu Guru yang saya rasakan melebihi kedekatan dengan saudara kandung. Persahabatan dalam tarekat benar-benar menghilangkan sekat kesukuan, status ekonomi dan latar belakang keluarga sehingga antara satu sama lain melihat saudaranya dalam pandangan yang sama, pandangan penuh kasih sayang, dan hal ini belum pernah saya dapatkan dalam komunitas manapun. Baca lebih lanjut…

Sedih…

taubatManusia sepanjang hidupnya tidak bisa menghindari apa yang disebut dengan kesedihan, baik berupa musibah meninggal orang-orang dicintai maupun kehilangan sesuatu yang berharga dalam hidupnya, tidak terkecuali juga para Nabi dan Para Kekasih Allah, kesedihan pun kerap menghampiri mereka dan air mata menjadi teman setia mereka, melewati masa masa terberat dalam hidup.

Kisah sedih Nabi Muhammad SAW kiranya menjadi pedoman bagi kita dalam menghadapi saat-saat tersulit dalam hidup, padahal demi Tuhan, Rasulullah Saw yang jiwanya tegar melebihi batu karang, kokoh pendiriannya melebihi kokohnya gunung-gunung dan kesabarannya melebihi segala makhluq Tuhan, beliau juga menangis dan sedih ketika kehilangan ibunya, dan kesedihan itu bahkan beliau bawa sehingga beliau beranjak tua. Setiap kali ingatan tentang ibunya melintas, keharuan akan menyelimuti hatinya dan Rasulullah pun menangis.
Baca lebih lanjut…

Pemimpin Pemaaf

MustafaKa’b Ibn Zuhair penyair Arab kenamaan adalah penyair dari keluarga penyair. Ayahnya, Zuhair; kakeknya, Abu Sulma; kedua bibinya Khansa dan Sulma; saudaranya, Bujair; kedua sepupunya Tamadhir dan Shakhr; keponakannya, ‘Uqbah Ibn Bujair; dan cucunya, ‘Awwam Ibn ‘Uqbah; kesemuanya adalah penyair terkenal di zaman Jahiliyah.

Ketika Nabi Muhammad SAW mendakwahkan keesaan Tuhan dan dimusuhi oleh kaumnya yang bertuhan banyak, Ka’b adalah salah seorang di antara sekian banyak penyair yang gigih melawan Nabi dengan syair-syairnya. Rasulullah SAW dan kaum muslimin menjadi bulan-bulanan puisi-puisi hijaa-nya. Baca lebih lanjut…

Kami Rindu Padamu ya Rasulullah…

Kerendahan-Hati-RasulullahLaki-laki tua itu mengangkat tangan dekat makam Nabi dengan linangan air mata dia mengucapkan salam dengan penuh khidmat seakan-akan Nabi berada di depannya, “Assalamu’alaika ya Rasulullah, Assalamu’alaika ya Habibullah”. Polisi yang berjaga dekat makam mengusir orang tua tersebut dengan ucapan “Syirik-syirik!”, maksudnya perbuatan yang dilakukan itu mengarah kepada syirik (menyekutukan Allah). Kemudian di pintu keluar, dengan penuh khidmat, dia kembali melambaikan tangan dan dengan linangan air mata sambil mengucapkan salam kepada Rasulullah SAW.

Malam itu begitu berkesan bagi saya ketika ikut berziarah ke makam Nabi SAW. Cinta ummat yang terpisah jarak dan waktu dengan Baginda tidak pernah luntur, terus hidup dan menggelora. Siapa yang menanamkan rasa cinta itu ke dalam hati mereka? Siapa pula yang mengajarkan mereka cara menghormati Nabi nya? Mereka semua dibimbing oleh Allah SWT bagaimana cara mencintai dan memperlakukan kekasih-Nya. Baca lebih lanjut…

Tidak Ada Perantara Antara Manusia dengan Allah (Selesai)

naik-hajiPada umumnya yang paling banyak di dunia ini adalah jenis “Langsung Disambar Setan”, melakukan hubungan langsung menurut pikirannya, menurut pengetahuan agama yang dia baca dan dia dengar tanpa mau berguru kepada orang yang sudah bolak balik kehadirat Allah SWT.

Hubungan “Langsung” versi ini yang banyak di propaganda oleh musuh-musuh Islam yang menyusup dalam Islam sebagai pemeluk yang taat dan fanatik, kemudian secara pelan tapi pasti menyesatkan ummat Islam seluruh dunia. Hubungan “Langsung” versi ini karena tidak ada hubungan rohani dengan Rasulullah kemudian membentuk pribadi yang kasar, brutal dan melakukan tindakan kekerasan atas nama Agama. Memecah belah ummat dengan cara mencari kesalahan ummat Islam yang tidak sealiran dengannya. Bid’ah, Syirik dan Kafir adalah tidak selogan yang selalu di dengungkan untuk melegalkan segala tindakan kebodohannya.

Baca lebih lanjut…

Tidak Ada Perantara Antara Manusia dengan Allah (Bag. 4)

photo-1Abu Bakar Siddiq khawatir kalau tidak memberi ketegasan, maka nanti orang akan tetap melakukan rabithah langsung kepada Nabi tanpa mau dibimbing oleh para khalifah Beliau, padahal syarat untuk bisa melakukan rabithah adalah seseorang harus mengenal betul Gurunya dan pernah hidup semasa Gurunya hidup.

Baca lebih lanjut…

Post Navigation