Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Setelah Shalat Shubuh (6)

sujud1Abu Bakar mengungguli kalian bukan karena banyaknya salat dan banyaknya puasa, tapi karena sesuatu yang bersemayam di hatinya.” (HR at-Tirmidzi).

Dalam hadist di atas Nabi sedang menjelaskan kepada ummat tentang lebih penting kualitas di banding kuantitas, lebih penting nilai dari pada jumlah. Ketika ibadah dilakukan tanpa di iringi dengan kahadiran hati di dalamnya maka ibadah hanyalah gerak jasmani semata atau mengulang gerakan untuk memenuhi kewajiban. Read more…

KETIDAKPASTIAN (2)

tanya1Salah satu alasan kenapa Allah memberikan Ketidakpastian kepada manusia adalah karena itu merupakan kebutuhan sangat pokok manusia, melebihi kebutuhan makan dan minum seperti yang sudah saya jelaskan dalam tulisan terdahulu dengan judul KETIDAKPASTIAN.

Dalam mewujudkan harapan, impian dan doa, anda silahkan berusaha, bersangka baik kepada Allah, berafirmasi dengan lain sebagainya, namun satu hal yang harus disadari bahwa seluruhnya tergantung kepada Allah, dalam hal ini Allah berhak mengabulkan dan berhak untuk tidak mengabulkan karena Allah lebih mengetahui segala sesuatu termasuk doa dan keinginan kita.

Berdoalah kepada ku niscaya aku kabulkan”, begitulah firman Allah memberikan kepastian kepada manusia bahwa doa-doanya dikabulkan oleh Allah. Firman tersebut memberikan kebutuhan paling mendasar manusia yaitu KEPASTIAN. Seperti yang udah saya uraikan dalam tulisan KEPASTIAN, tanpa kepastian manusia akan berputus asa bahkan tidak mampu melanjutkan hidupnya. Read more…

Aku Menghargai Tuhan Yang Ada Dalam Dirimu

sahabat_01Saya baru menghapus 2 tulisan yang termasuk paling banyak di baca di sufimuda yaitu “Mengenal Kembali si Busuk Muhammad bin Abdul Wahab”, tulisan yang mengupas tentang sisi negatif dari sosok pendiri paham wahabi yang saya kutip dari web lain dan tulisan “Ulama yang Menyesatkan Ulama” sebuah tulisan pembelaan terhadap tuduhan sesat yang di alamatkan kepada salah satu ulama tarekat, Guru sufi oleh ulama lain.

Tulisan pertama yang di tulis oleh sdr Azis Nawadi dengan gaya tulisan menyerang saya muat di sufimuda.net dengan tujuan agar orang bisa memperoleh informasi berimbang dimana selama ini banyak tulisan menyerang tasaawuf beredar di web “Islami” dan web “jihadi”. Tulisan seperti itu diperlukan untuk memberikan kesadaran bagi orang yang suka menyerang orang lain bahwa berada pada posisi diserang itu tidak enak, menyakitkan dan melukai perasaan. Lebih buruk lagi yang diserang adalah saudara seiman, seagama, masih mencintai Nabi yang sama, dari posisi tidak nyaman tersebut mudah-mudahan akan memberikan sedikit perasaan “sadar” untuk selanjutnya lebih mengedepankan akhlak dalam berdakwah.

Tulisan kedua, saya tulis sendiri, mendapat komentar yang banyak, mencapai 400 komentar, pro dan kontra. Sama seperti tulisan pertama, tujuan saya tidak lain agar orang memperoleh informasi berimbang, dan orang suka menyerang akan timbul kesadaran bahwa posisi diserang itu paling tidak menyenangkan. Read more…

Saya Bukan Orang Musyrik!

6-162Allah Maha Besar lagi Sempurna Kebesaran-Nya. Segala puji bagi Allah. Maha Suci Allah sepanjang pagi dan sore. Kuhadapkan wajahku kehadirat Yang menciptakan langit dan bumi dalam keadaan lurus dan menyerahkan diri, dan aku bukanlah dari golongan orang-orang Musyrik. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku semata-mata hanya untuk Allah Tuhan sekalian alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya dan aku diperintahkan untuk tidak menyekutukan-Nya. Dan aku adalah golongan orang-orang Muslim.

Hari Jum’at yang penuh berkah ini, marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah swt atas segalah nikmat dan karunia-Nya yang diberikan kepada kita, disadari atau tidak selama 24 jam kita selalu berada dalam “pelukan-Nya” yang mendekap kita dengan kasih dan sayang-Nya. Read more…

Bukan Sekedar Nama (3)

name_45Kembali kepada Kalimah Allah, tentu saja ada yang mampu menyalurkan energi tersebut sementara banyak hanya mampu membacanya saja, menjadikan bacaan tersebut untuk memberikan ketenangan kepada mereka. Bacaan yang di ulang-ulang tanpa menggunakan metodologi seperti yang digunakan oleh Nabi dan Wali hanya menjadi bacaan saja, menjadi ibadah saja.

Seperti mengucapkan pujian akan keagungan Allah setiap selesai shalat, itu bisa dilakukan oleh siapapun tanpa harus berguru secara khusus, namun jika seseorang telah berguru maka bacaan-bacaan yang selama ini hanya jadi rutinitas akan berubah menjadi spiritualitas, akan mendatangkan getaran luar biasa dalam hati yang membacanya, akan mempu mengubah perilaku seorang hamba sesuai dengan yang di ridhai Allah. Read more…

Bukan Sekedar Nama (2)

kaligrafi-allah-3Pertanyaan dalam salah seorang pembaca membuat saya melanjutkan tulisan ini agar kita semua bisa lebih bisa memahami hakikat dari Nama Allah. “Kenapa dalam dzikir harus ada pembimbing (Guru Mursyid), sedangkan di blog sebelah diajarkan dzikir syariat, tarikat, hakikat bahkan dzikir makrifat”, demikian salah satu bentuk pertanyaannya. Di sini sudah banyak saya tulis tentang pentingnya seorang pembimbing dalam dzikir agar tidak tersesat di perjalanan. Read more…

Maulana Syekh Abdurrahman bin Abdullah al Khalidi

Saya senang membaca riwayat hidup ulama terutama para guru sufi, banyak pelajaran dan hikmah bisa diambil dari perjalanan hidup mereka. Salah satunya adalah Syekh Abdurrahman bin Abdullah al Khalidi yang tidak lain adalah kakek dari bapak proklamator kita M. Hatta. Merantau selama 48 tahun kesemua negeri termasuk ke makkah untuk menuntut ilmu membuat Beliau menjadi seorang ulama besar yang paham akan syariat dan hakikat. Riwayat hidup lengkap Beliau bisa di baca berikut ini yang saya kutip dari sini
Read more…

Post Navigation

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 16.441 pengikut lainnya.