Setelah Shalat Shubuh (5)

asholat-subuhSeorang Profesor menjadi ahli dalam bidangnya dikarenakan ilmu yang dipelajari dan tersimpan dalam akal pikirannya, tanpa ilmu maka professor hanya menjadi anak dari seorang bapak, akan menjadi manusia awam. Seorang jenderal menjadi dihormati dan disegani oleh banyak orang terutama anak buahnya dikarenakan ilmu dan pengorbanannya kepada Negara, dengan ilmu kemiliteran yang dimiliki tersebut menjadikan dia seorang jenderal, tanpa itu maka dia hanya menjadi rakyat biasa. Begitu juga seorang Nabi, Muhammad bin Abdullah menjadi seorang Nabi/Rasul disebabkan karena wahyu yang beliau terima, tanpa itu maka beliau hanya menjadi seorang manusia biasa, anak Abdullah yang tinggal di mekkah, tanpa memberikan warna apa-apa kepada dunia. Baca lebih lanjut

Nasehat Guru Sufi Tentang Adab

3-sufi-tale-illustration-water-color1Di dalam buku “Perjalanan Sufimuda Menemukan Tuhan Dalam Keseharian” saya sudah menulis tentang adab atau aturan bagi seorang murid terhadap Gurunya, sesama teman seperguruan, sesama muslim dan adab atau akhlak seorang murid terhadap seluruh manusia dan alam. Dalam tasawuf, adab adalah hal utama diatas ibadah atas pun dzikir. Tanpa adab seluruh amalan tidak bernilai, demikian Guru Sufi selalu menasehati murid-muridnya. Syaidina Abu Bakar Siddiq mengungguli sahabat lain bukan karena amalan atau ibadahnya tapi karena adab/akhlak nya. Rasulullah SAW Bersabda, “Abu Bakar mengungguli kalian bukan karena banyaknya shalat dan banyaknya puasa, tapi karena sesuatu yang bersemayam di hatinya.” (HR at-Tirmidzi). Baca lebih lanjut

Sahabat, Mohon Maaf Lahir dan Bathin ya…

ForgivenessSahabat…

Begitu cepat rasanya Ramadhan berlalu dan tanpa terasa hari ini adalah hari terakhir kita berada di bulan yang penuh berkah, bulan mulia dan bulan ampunan bagi seluruh manusia. Ada rasa sedih karena Ramadhan akan meninggalkan kita, masih terasa sangat kurang amal ibadah yang kita kerjakan, begitu sedikit dzikir yang bisa kita lakukan namun semuanya kita serahkan kepada Allah SWT karena Dia yang berhak menilai amal perbuatan kita dan Dia yang menentukan diterima atau tidak ibadah puasa kita. Baca lebih lanjut

TIDAK SEMUA PERTANYAAN MU HARUS KU (Bag. 3)

debatTulisan ini adalah kelanjutan dari dua tulisan dengan judul sama yang saya tulis tepat setahun yang lalu Juli 2013, anda bisa baca tulisan Bagian Pertama dan Bagian Kedua sebelum melanjutkan membaca tulisan ini. Bagian pertama tentang rahasia kenapa tidak semua pertanyaan harus dijawab oleh Guru dan bagian kedua tentang bahaya kebiasaan berdebat tentang masalah agama yang lebih banyak mudharat dari pada manfaatnya. Baca lebih lanjut

Pertanyaan Malaikat.

tanya2Sewaktu saya kecil ketika umur 6 tahun saat mengaji saya banyak dapat pelajaran tentang Agama dan yang paling menarik adalah tentang pertanyaan malaikat munkar nankir sang penjaga kubur. “Malaikat menanyakan kepada kita, barangsiapa yang bisa jawab maka dia dapat nikmat dan barangsiapa tidak bisa jawab akan dicambuk oleh malaikat” demikian guru mengaji saya mengingatkan dan membuat kami semua ketakutan. Saya sangat serius menghapal pertanyaan yang bakal ditanyakan malaikat kelak kalau sudah meninggal dan kunci jawabannya. Saya masih ingat pertanyaan dan jawaban yang diajarkan ketika saya mengaji waktu kecil :

Tanya : Man Rabbuka? Jawab : Allahu Rabbi. Allah Tuhanku. Baca lebih lanjut

Memahami Cinta Allah

sujud1Di sebuah negeri zaman dulu kala, seorang pelayan raja tampak gelisah. Ia bingung kenapa raja tidak pernah adil terhadap dirinya. Hampir tiap hari, secara bergantian, pelayan-pelayan lain dapat hadiah. Mulai dari cincin, kalung, uang emas, hingga perabot antik. Sementara dirinya tidak.

Hanya dalam beberapa bulan, hampir semua pelayan berubah kaya. Ada yang mulai membiasakan diri berpakaian sutera. Ada yang memakai cincin di dua jari manis, kiri dan kanan. Dan, hampir tak seorang pun yang datang ke istana dengan berjalan kaki seperti dulu. Semuanya datang dengan kendaraan. Mulai dari berkuda, hingga dilengkapi dengan kereta dan kusirnya. Baca lebih lanjut

Hormati, Cintai dan Sayangi Ayah Selagi Kamu Masih Ada Kesempatan.

Tadi malam saya ingin menulis tentang kerinduan saya kepada Ayah, sosok yang hanya bisa menemani saya di dunia ini sampai usia 14 tahun karena Beliau ditakdirkan oleh Allah untuk berpulang kerahmatullah dengan cepat tanpa sempat melihat anak-anaknya dewasa. Tapi tulisan tentang Ayah yang saya rencanakan tidak sempat saya tulis sampai menjelang subuh, setelah shalat subuh saya tidur dan bangun sekitar jam 8. Saya buka facebook kemudian melihat sebuah postingan dengan judul yang menarik “JGN ADA YANG NANGIS SETELAH MEMBACA POSTINGAN INI”, saya penasaran dan kemudian membacanya sampai selesai, saya sarankan anda juga membaca sampai selesai tulisan bagus ini, selamat membaca… Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 14.593 pengikut lainnya.