Takut Pada Allah

Tentang takut kepada Allah ada sebuah ungkapan bijak “Kalau engkau takut sesuatu maka engkau akan menjauh dari sesuatu tapi kalau engkau takut kepada Allah maka engkau akan mendekat kepada-Nya”.

Takut kepada Allah dipahami sebagai takut melakukan dosa dan kesalahan yang membuat Allah menjadi murka. Takut kepada Allah dalam pandangan para pecinta adalah takut kehilangan cinta kepada-Nya dan takut kehilangan memandang kaagungan wajah-Nya. Tentang Takut Kepada Allah saya mengutip nasehat dari Syekh Abdul Qadir Al-Jailani pada pengajian hari Selasa sore, 18 Dzulqaidah 545 H yang disampaikan Beliau di madrasah dan dicatat dalam sebuah karya berjudul “Al-Fath ar-Rabbani wa al-Faydl ar-Rahmani”.

Baca selebihnya »

Khalwat Yang Berubah Makna


Sebelum Muhammad diangkat menjadi nabi, Beliau sering menyendiri di gua hira, bersunyi diri untuk mendekatkan diri dengan Allah, aktifitas ini disebut dengan khalwat. Beliau melakukan khalwat selama 5 tahun, setiap 5 hari 5 malam Beliau turun untuk mengambil bekal, sampai akhirnya Jibril datang menyampaikan wahyu kepada Beliau, inilah titik awal perubahan yang sangat besar dalam diri Muhammad dari seorang manusia biasa menjadi seorang utusan Allah.


Kegiatan menyendiri ini kemudian tetap dilaksanakan oleh Nabi tapi tidak lagi di gua sebagaimana yang Beliau lakukan sebelum diangkat jadi Nabi. Beliau melakukan khalwat di rumah di 10 akhir bulan ramadhan, kegiatan ini sering disebut dengan iktikaf sebagaimana hadist yang disampaikan oleh Aisyah. Dari Aisyah radhiallahu ‘anha; beliau mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Aku membuatkan tenda untuk beliau. Lalu beliau shalat subuh kemudian masuk ke tenda i’tikafnya.” (H.r. Al-Bukhari dan Muslim).
Baca selebihnya »

Ivan Aguéli Pelopor Tasawuf di Eropa

Jika bertanya siapa yang pertama kali mengenalkan tasawuf di tanah Eropa? Ivan Aguelilah jawabannya. Cendekiawan Muslim asal Swedia ini dikenal amat ahli dalam metafisika sufi dan mengenalkannya ke benua biru.

Ia dikenal dengan nama ‘Abd al-Hadi Aqhili. Agueli lahir pada 24 Mei 1869 di Sala, Västmanland, Swedia. Nama kecilnya John Gustaf Agelii, putra dari seorang dokter hewan Johan Gabriel Agelii. 

Sejak muda, Agueli menunjukkan bakat seni yang luar biasa dan minat dalam sufistik agama. Pada 1879, ia belajar ke Gotland dan Stockholm.

Baca selebihnya »

Apakah Hanya Nabi Yang Memakai Buraq?

Hari ini tanggal 6 Juni bertepatan dengan 27 Ra’jab dimana seluruh ummat Islam memperangati sebuah peristiwa luar biasa yang dilakukan nabi yaitu Isra dan Mikraj nabi, perjalanan secara horizontal dari Mesjidil Haram ke Mesjidil Aqsa dan perjalanan secara vertikal dari Mesjidil Aqsa di Palestina menuju Sidratul Muntaha. Peristiwa ini diperingati setiap tahun dan para penceramah yang mengisi acara Israk Mikraj menceritakan kembali peristiwa yang sudah berlalu 14 abad yang lalu secara berulang-ulang dan terkadang membuat kita menjadi bosan.

Baca selebihnya »

Penghuni Surga

Suatu ketika Nabi Muhammad saw. duduk di masjid dan berbincang bincang dengan sahabatnya. Tiba-tiba beliau bersabda: “Sebentar lagi seorang penghuni surga akan masuk kemari.” Semua mata pun tertuju ke pintu masjid dan pikiran para hadirin membayangkan seorang yang luar biasa. “Penghuni surga, penghuni surga,” demikian gumam mereka.

Beberapa saat kemudian masuklah seorang dengan air wudhu yang masih membasahi wajahnya dan dengan tangan menjinjing sepasang alas kaki. Apa gerangan keistimewaan orang itu sehingga mendapat jaminan surga? Tidak seorang pun yang berani bertanya walau seluruh hadirin merindukan jawabannya.

Baca selebihnya »

Info Yang Menggembirakan

Kemaren sore saya dapat informasi dari ustad T. C. Mamad, S.Th yang selama ini menangani pemesanan buku via sms bahwa saat ini sudah 2857 buku dipesan sejak di umumkan hari senin tanggal 20 Mei yang lalu. Satu hal yang menggembirakan bagi saya pribadi sebagai pengamal dan pecinta tasawuf dimana sebuah buku tasawuf mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat. Hal ini memberikan sinyal positif bahwa masyarakat kita sebenarnya rindu akan tasawuf, rindu wajah Islam yang teduh, tenang dan damai.

Baca selebihnya »

Muhammad SAW

“Wahai seluruh manusia, telah dalang kepadamu sekalian bukti kebenaran dari Tuhanmu (yakni Muhammad), dan telah kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (QS 4- 174).

Betapa Muhammad saw. telah menjadi bukti kebenaran. Beliau dilahirkan yatim dan dibesarkan dalam keadaaan miskin. Dia juga tidak pandai membaca dan menulis serta hidup dalam lingkungan yang terkebelakang. Namun demikian, tidak satu pun faktor negatif itu membawa dampak terhadap dirinya.
Baca selebihnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 11.670 pengikut lainnya.