Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Kisah Nabi Sembuhkan Kebutaan Lewat Mimpi

jamaahDirinya sungguh tak menyangka bakal sembuh dengan cara istimewa. Semula orang laki-laki ini sehari-hari diliputi gelap karena kondisi matanya yang sama sekali tak dapat melihat. Dalam kebutaan tersebut, hanya satu dalam dirinya yang menyala sangat terang: semangat untuk sembahyang berjamaah.

Kitab Kifayatul Atqiya’ wa Minhajul Ashfiya’ mengisahkan, laki-laki buta itu biasa berjalan menuju masjid tanpa dipandu tongkat selayaknya penyandang tunanetra pada umumnya. Jatuh cintanya yang amat pada shalat jamaah telah meruntuhkan rasa khawatir akan celaka akibat sikap pasrahnya itu.
Namun musibah tak bisa ditolak. Suatu hari laki-laki tersebut terjatuh di jalan hingga kepalanya terluka. Perjalanan menuju masjid gagal. Ia harus dibawa kembali ke rumah untuk istirahat.
Baca lebih lanjut…

Berdamai Dengan Diri (2)

20160212_082148-1Hari Jum’at penuh berkah, matahari pagi bersinar demikian terang setelah semalam hujan deras tanpa henti. Sisa sisa hujan masih melekat di pohon papaya dan rumput-rumput di sekitar pondok. Saya menamakannya sebagai pondok indah karena memang indah dilihat dan pemandangan dari sini juga terlihat sangat indah. Saya suka menanam dan memelihara tanaman, salah satunya  papaya yang bunganya saya jadikan logo sufimuda. Bunga putih logo sufimuda tersebut adalah bunga papaya yang saya photo tahun 2017. Kenapa papaya? Anda bisa membaca alasannya dalam tulisan Menemukan Rahasia Tuhan Dalam Biji Pepaya.

Dalam kesendirian di pagi Jumat ini, kembali saya merenungi betapa luar biasa karunia diberikan Allah kepada manusia, terutama saya pribadi, dan dalam prinsip hidup yang saya jalani, keyakinan bahwa Allah memberi melebihi yang saya harapkan telah tertanam dalam hati. Baca lebih lanjut…

Memandang yang SATU Kepada Yang Banyak

rasulullah-sawJudul ini saya ambil dari ungkapan hakikat dari Maulana Saidi Syekh Muhammad Hasyim al-Khalidi untuk menjelaskan tentang hakikat Tuhan dan Tajalli-Nya di alam ini. Laksana matahari yang hanya SATU, tapi sinarnya tanpa batas bisa dinikmati diseluruh dunia, semua orang bisa memandang matahari, merasakan hangat sinarnya dan mengambil manfaat dari energi yang di kandungnya.

Semua meyakini bentuk matahari adalah bulat namun cahaya matahari pada dasarnya tidak memiliki bentuk. Ketika cahaya tersebut masuk ke dalam wadah empat persegi maka wujudnya empat bersegi dan saat cahaya matahari melewati atap rumah yang bocor berbentuk segitiga maka cahaya matahari akan terlihat dalam bentuk segitiga.

Benda padat tidak bisa disatukan dengan benda padat karena akan tersisa ruang diantaranya, kalau anda mengumpulkan batu dalam satu tempat, walaupun batu tersebut bersatu tapi tetap ada jarak memisahkan satu dengan lainnya. Berbeda dengan benda cari, disaat anda isi air dalam gelas, maka secara otomatis bentuk air akan mengambil tempat persis seperti gelas. Kita semua tahu bahwa air juga ada spasi antara satu molekul dengan molekul lainnya akan tetapi pandangan mata tidak melihat hal itu, yang terlihat air adalah satu bentuk, satu WAJAH. Baca lebih lanjut…

Berdamai Dengan Diri

IMG_9495Malam selasa penuh berkah dimana para pecinta bergegas penuh semangat mendatangi Sang Kekasih, sebagian menyebut sebagai “Pelepas Rindu”, sebagian lain menyebut “Mengambil Berkah”, tidak salah juga kalau ada yang menyebut “sebagai wujud patuh” dan pada umumnya menyakini sebagai tradisi tarekat yang sudah ada sejak zaman Nabi yaitu dzikir berjamaah setelah shalat Isya di malam Selasa dan malam Jum’at.

Dzikrullah atau mengingat Allah adalah amalan yang tidak terhingga nilainya, disebut dalam al-Qur’an dan Hadist. “Berdzikirlah (Ingatlah) kamu pada-Ku, niscaya Aku akan ingat pula padamu! ” (Al–Baqarah :152). Makna ayat di atas apabila seorang hamba berdzikir (ingat) kepada Allah dengan metodologi yang tepat, maka Kalimah Allah yang asli berasal dari Allah akan diberikan dan turun kepada si hamba, barulah dia memperoleh kemenangan dunia akhirat. Dzikir tanpa metodologi akan menjadi sekedar menyebut saja, tanpa ada power sama sama sekali. Baca lebih lanjut…

KESABARAN VS KESADARAN (2)

kiayiMarah merupakan kondisi wajar dialami oleh setiap orang apabila dia berada di kondisi tidak menyenangkan atau mendapat perlakuan semena-mena. Marah adalah respon terhadap hal yang terjadi disekitarnya. Karena marah adalah “akibat” maka setiap orang tentu berbeda-beda “sebab” dari kemarahan tersebut. Pada masyarakat tertentu, memegang kepala diartikan sebagai wujud dari sayang, dengan demikian apabila kepala dipegang tanda dia sayang dengan kita. Namun di masyarakat timur, kepala adalah sesuatu yang sakral, memagang kepala dianggap sebagai penghinaan. Mungkin itu juga sebabnya ibadah di masyarakat timur dilakukan dengan menundukan kepala, tanda sebagai wujud penghambaan.

Di Afrika ada suku mempunyai aturan unik, wujud kasih sayang dilakukan dengan cara meludah muka, hal yang sangat tabu di masyarakat lain. Disana jika berpisah dengan sahabat mereka saling meludah. Bisa anda bayangkan orang yang tinggal di Indonesia, kenalan kemudian anda ludah mukanya, maka saat itu juga persahabatan itu akan berakhir, syukur kalau anda tidak dipukuli.
Baca lebih lanjut…

KESABARAN VS KESADARAN

berdoa1Apa yang ada dibenak Pemuda Qurasy ketika melempar Nabi dengan kotoran onta, menutupi tubuh Nabi dengan kulit onta sehingga Beliau sulit bernafas. Keisengan kah? Bukan, mereka sedang melepaskan amarah membara kepada sosok yang diyakini telah merusak agama leluhur mereka. Kehadiran Muhammad merupakan ancaman nyata bagi kelangsungan budaya dan agama leluhur yang telah berlangsung ratusan disana.

Respon Nabi terhadap perlakuan itu yang menarik kita bahas, apakah Nabi marah dan membalas perlakuan mereka? Menyuruh orang lain membalasnya? Mendoakan mereka agar celaka? TIDAK, Muhammad tidak melakukan hal tersebut, Beliau tidak merespon sama sekali tindakan tindakan tidak terpuji dari kaum qurasy. Kita semua menyebut tindakan Beliau sebagai KESABARAN. Baca lebih lanjut…

Bunga…Engkau Begitu Bahagia

20151224_063746Aku duduk di depan bangunan putih menanti mentari menyapa
Pandangan mata tertuju kepada sekuntum bunga indah
Teringat petuah dari Sang Guru, “Kalau cinta datanglah, bawa2 walau bunga tai ayam, lama2 nanti kau ganti dengan melati”
Aku tatap bunga, aku lihat makam itu, laksana bilal menatap menara dan pusara silih berganti ketika Rasul telah tiada
Air mata ini tanpa terasa mengalir deras membasahi pipi.
Baca lebih lanjut…

Post Navigation

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 18.676 pengikut lainnya