Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Archive for the tag “Nabi Muhammad SAW”

Setelah Shalat Subuh (11)

Salah Minum Obat

Karena salah memahami tentang wasilah inilah sebagian orang menuduh praktek ibadah dalam tarekat menjadikan Guru sebagai perantara antara manusia dengan Allah. Perdebatan ini sudah berlangsung sejak lama, Al-Gazali telah mendamaikan dalam karya-karyanya namun dikemudian hari muncul lagi gerakan wahabi yang menyerang tradisi yang sudah terbangun selama ribuan tahun sejak zaman Nabi. Atas niat ikhlas namun kurang ilmu mereka melarang total tarekat/tasawuf di Arab Saudi dan berusaha mengeskpor pemahaman tersebut ke dunia Islam lain agar seluruh dunia melarang tarekat dan tasawuf. Baca lebih lanjut…

Setelah Shalat Subuh (10)

Nabi Muhammad SAW tidak meninggalkan harta warisan kepada ummat tetapi Beliau mewariskan kepada Al-Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman ummat Islam sampai akhir zaman. Al-Qur’an sendiri terdiri dari unsur zahir dan unsur bathin dimana untuk mengambil salah satu atau keduanya harus memiliki rumus sama seperti rumus dipakai oleh Nabi dan para Sahabat Beliau agar memperoleh hasil yang sama pula. Baca lebih lanjut…

Sudahkah Anda Ber-Gairah?

20151224_063746Semoga Allah Yang Maha Rahman dan Maha Rahim senantiasa melimpahkan kasih dan sayang-Nya kepada kita semua, hamba-hamba yang senantiasa mencari kerindhaan-Nya. Hal terpenting dalam ibadah adalah mendapat ridha-Nya, mendapat perhatian-Nya dan tercurah segenap kasih-Nya kepada si hamba. Syarat utama untuk mendapat ridha-Nya tidak lain adalah mengenal Dia dengan sebenarnya kenal karena tidak mungkin Allah memberikan kasih sayang kepada orang yang tidak mengenal-Nya. Baca lebih lanjut…

Kami Rindu Padamu ya Rasulullah…

Kerendahan-Hati-RasulullahLaki-laki tua itu mengangkat tangan dekat makam Nabi dengan linangan air mata dia mengucapkan salam dengan penuh khidmat seakan-akan Nabi berada di depannya, “Assalamu’alaika ya Rasulullah, Assalamu’alaika ya Habibullah”. Polisi yang berjaga dekat makam mengusir orang tua tersebut dengan ucapan “Syirik-syirik!”, maksudnya perbuatan yang dilakukan itu mengarah kepada syirik (menyekutukan Allah). Kemudian di pintu keluar, dengan penuh khidmat, dia kembali melambaikan tangan dan dengan linangan air mata sambil mengucapkan salam kepada Rasulullah SAW.

Malam itu begitu berkesan bagi saya ketika ikut berziarah ke makam Nabi SAW. Cinta ummat yang terpisah jarak dan waktu dengan Baginda tidak pernah luntur, terus hidup dan menggelora. Siapa yang menanamkan rasa cinta itu ke dalam hati mereka? Siapa pula yang mengajarkan mereka cara menghormati Nabi nya? Mereka semua dibimbing oleh Allah SWT bagaimana cara mencintai dan memperlakukan kekasih-Nya. Baca lebih lanjut…

KESABARAN VS KESADARAN (2)

kiayiMarah merupakan kondisi wajar dialami oleh setiap orang apabila dia berada di kondisi tidak menyenangkan atau mendapat perlakuan semena-mena. Marah adalah respon terhadap hal yang terjadi disekitarnya. Karena marah adalah “akibat” maka setiap orang tentu berbeda-beda “sebab” dari kemarahan tersebut. Pada masyarakat tertentu, memegang kepala diartikan sebagai wujud dari sayang, dengan demikian apabila kepala dipegang tanda dia sayang dengan kita. Namun di masyarakat timur, kepala adalah sesuatu yang sakral, memagang kepala dianggap sebagai penghinaan. Mungkin itu juga sebabnya ibadah di masyarakat timur dilakukan dengan menundukan kepala, tanda sebagai wujud penghambaan.

Di Afrika ada suku mempunyai aturan unik, wujud kasih sayang dilakukan dengan cara meludah muka, hal yang sangat tabu di masyarakat lain. Disana jika berpisah dengan sahabat mereka saling meludah. Bisa anda bayangkan orang yang tinggal di Indonesia, kenalan kemudian anda ludah mukanya, maka saat itu juga persahabatan itu akan berakhir, syukur kalau anda tidak dipukuli.
Baca lebih lanjut…

KESABARAN VS KESADARAN

berdoa1Apa yang ada dibenak Pemuda Qurasy ketika melempar Nabi dengan kotoran onta, menutupi tubuh Nabi dengan kulit onta sehingga Beliau sulit bernafas. Keisengan kah? Bukan, mereka sedang melepaskan amarah membara kepada sosok yang diyakini telah merusak agama leluhur mereka. Kehadiran Muhammad merupakan ancaman nyata bagi kelangsungan budaya dan agama leluhur yang telah berlangsung ratusan disana.

Respon Nabi terhadap perlakuan itu yang menarik kita bahas, apakah Nabi marah dan membalas perlakuan mereka? Menyuruh orang lain membalasnya? Mendoakan mereka agar celaka? TIDAK, Muhammad tidak melakukan hal tersebut, Beliau tidak merespon sama sekali tindakan tindakan tidak terpuji dari kaum qurasy. Kita semua menyebut tindakan Beliau sebagai KESABARAN. Baca lebih lanjut…

Tuhan Bekerja Dengan Cara Yang Misterius (3, Selesai)

30-CintaSemua ini aku katakan kepada Parwana. Aku berkata kepadanya, “Engkau yang telah menjadi penghulu umat Islam pernah berkata, ‘Aku telah mengorbankan diriku, kecerdasanku serta seluruh kuasa pertimbangan dan penilaianku. Semuanya kulakukan demi melanjutkan keberadaan Islam dan menyebarkannya.’ Tetapi sejak engkau menyandarkan keyakinan pada dirimu dan tidak berpaling pada Tuhan untuk menyadari bahwa apa pun berasal dari-Nya, maka Tuhan menjadikan usaha keras kalian menjadi sebab kemunduran Islam. Engkau telah menyatukan diri kalian dengan Kaum Tartar. Engkau bantu mereka untuk meruntuhkan kaum Syria dan Mesir, kemudian membiarkan kerajaan Islam dalam kehancuran.” Baca lebih lanjut…

Post Navigation