Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Archive for the tag “Nabi Muhammad SAW”

Nabi Tidak Makan Sedekah

Jika kita dengar kata “Sedekah” maka sebagian besar fikiran tertuju kepada orang-orang yang meminta di pinggir jalan untuk dikasihani dengan uang receh, atau pikiran kita tertuju kepada kotak amal di mesjid yang lewat dihadapan kita disaat khatib sedang membaca khutbah Jumat, uang yang dimasukkan kedalam kotak amal itu pada umumnya jenis uang kecil, sisa kembalian belanja yang masih mengendap di dompet kita.

Baca selengkapnya…

DIAM

Ketika gelas yang berisi air di goyang maka air di dalam gelas ikut bergoyang dan bergelombang dan selama gelas itu kita goyang maka selama ini pula air tetap akan bergelombang di dalamnya. Jika kita ingin air itu tenang maka gelas harus kita letakkan dan kita biarkan diam maka seiring berjalan waktu maka air didalam gelas itu secara otomatis akan diam mengikuti diamnya gelas. Begitulah kehidupan kita, jika banyak masalah menimpa hidup, kesulitan dan terasa hidup ini “bergelombang” maka yang kita lakukan bukan berusaha menyelesaikan masalah tapi segera mengambil posisi diam maka dengan sendirinya masalah itu akan ikut diam, selesai dengan sendirinya.

Baca selengkapnya…

ZIARAH

Ziarah dikalangan umat Islam merupakan tradisi yang sudah ada sejak zaman sahabat Nabi SAW yaitu berziarah ke makam Nabi dan kemudian dilanjutkan oleh generasi sesudahnya sampai saat sekarang. Ziarah dalam pandangan pengamal Tarekat memiliki makna yang dalam dan ini merupakan bagian dari Adab berguru. Dari Anas bin Malik ra., bahwasanya Rasulullah bersabda : “Barangsiapa mengunjungi orang alim berarti ia mengunjungi aku, barangsiapa mengunjungi aku maka ia wajib memperoleh syafa’atku, dan setiap langkah memperoleh pahala orang mati syahid.” (Kitab Tanqihul Qaul)

Orang Alim (Ulama) yang dimaksud adalah orang yang mewarisi ilmu Rasulullah SAW baik zahir (syariat) maupun bathin. Ulama yang silsilahnya bersambung sampai kepada Rasulullah SAW.

Baca selengkapnya…

DAHULUKAN ADAB-MU SEBELUM BER-AMAL (Bag 2)

Di dalam tarekat, adab menempati kedudukan yang sangat tinggi bahkan melebihi kedudukan ilmu dan karomah itu sendiri. Keseluruhan ajaran Islam yang diturunkan dari Allah SWT melalui Jibril AS kepada Nabi Muhammad SAW adalah adab, hanya itu. Maka diperlukan waktu sampai 13 tahun bagi Nabi untuk menerapkan adab kepada kaum Jahiliyah barulah kemudian Nabi memperkenalkan ibadah-ibadah termasuk shalat.

Tarekat adalah metodologi atau cara atau jalan untuk bisa melaksanakan al-Islam yang sangat hebat ini, tanpa tarekat maka Islam hanya menjadi sebuah formalitas saja, menjadi sebuah budaya dan identitas tanpa memiliki getaran dan ruh nya. Ibarat orang mati, apa sih yang bisa diharapkan dari sebuah mayat? Hanya bisa menghias fisiknya, tidak lebih dari itu. Baca selengkapnya…

Setelah Shalat Subuh (11)

Salah Minum Obat

Karena salah memahami tentang wasilah inilah sebagian orang menuduh praktek ibadah dalam tarekat menjadikan Guru sebagai perantara antara manusia dengan Allah. Perdebatan ini sudah berlangsung sejak lama, Al-Gazali telah mendamaikan dalam karya-karyanya namun dikemudian hari muncul lagi gerakan wahabi yang menyerang tradisi yang sudah terbangun selama ribuan tahun sejak zaman Nabi. Atas niat ikhlas namun kurang ilmu mereka melarang total tarekat/tasawuf di Arab Saudi dan berusaha mengeskpor pemahaman tersebut ke dunia Islam lain agar seluruh dunia melarang tarekat dan tasawuf. Baca selengkapnya…

Setelah Shalat Subuh (10)

Nabi Muhammad SAW tidak meninggalkan harta warisan kepada ummat tetapi Beliau mewariskan kepada Al-Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman ummat Islam sampai akhir zaman. Al-Qur’an sendiri terdiri dari unsur zahir dan unsur bathin dimana untuk mengambil salah satu atau keduanya harus memiliki rumus sama seperti rumus dipakai oleh Nabi dan para Sahabat Beliau agar memperoleh hasil yang sama pula. Baca selengkapnya…

Sudahkah Anda Ber-Gairah?

20151224_063746Semoga Allah Yang Maha Rahman dan Maha Rahim senantiasa melimpahkan kasih dan sayang-Nya kepada kita semua, hamba-hamba yang senantiasa mencari kerindhaan-Nya. Hal terpenting dalam ibadah adalah mendapat ridha-Nya, mendapat perhatian-Nya dan tercurah segenap kasih-Nya kepada si hamba. Syarat utama untuk mendapat ridha-Nya tidak lain adalah mengenal Dia dengan sebenarnya kenal karena tidak mungkin Allah memberikan kasih sayang kepada orang yang tidak mengenal-Nya. Baca selengkapnya…

Navigasi Pos