-
TAKZIM, SANTRI DAN ASHABUL KAHFI
Memberi penghormatan kepada yang lebih tua, lebih berilmu atau kedudukannya lebih tinggi di dalam masyarakat, apakah pemimpin biasa, seorang Raja atau tokoh spiritual merupakan hal yang wajar berlaku diseluruh dunia terutama di dunia belahan timur.
-
Beserta YANG MAHA MENANG
Sejarah mencatat bahwa Nabi Muhammad SAW telah melakukan 27 kali peperangan yang langsung Beliau pimpin dan 47 peperangan yang tidak langsung Beliau pimpin dan kesemuanya memperoleh kemenangan. Berdasarkan penelitian Ibnu Qayyim dalam Kitab Zadul Ma’ad dan pendapat Mahmud Syit Khathab, terdapat 27 perang yang dipimpin langsung oleh Rasulullah. Penelitian mendalam Muhammad Sulaiman al-Manshurfuri dalam Kitab Rahmatan Lil Alamin, menemukan bahwa Nabi Muhammad SAWmengirim utusan dan ekspedisi militer (tidak memimpin langsung) sebanyak 60 kali, tetapi tidak semuanya terjadi pecah pertempuran.
-
MOOD, ISTIQAMAH dan AHIMSA
Abuyazid al Bisthami setiap malam membaca al-Qur’an dengan cara teramat unik, kaki di ikat di atas sementara kepala tergantung kebawah. Al-Qur’an di baca tanpa henti sampai darah keluar dari matanya, Ketika darah keluar barulah di berhenti membaca Qur’an. Abu Yazid telah hapal al Qur’an sejak umur 10 tahun dan kemudian melanjutkan cara membaca al quran seperti di atas, bukan lagi untuk menguatkan hapalannya tapi sebagai bentuk mujahadah, melawan dirinya sendiri. Rabi’ah al-Adawiyah konon kabarnya shalat malam sampai 400 rakaat, tidak peduli dalam kondisi apapun dan seorang sufi lain melaksanakan shalat 200 rakaat diatas salju, sebuah tindakan aneh dalam pandangan awam, Tindakan berlebih-lebihan jika yang menilainya adalah kelompok di akhir zaman…
-
MANUSIA PURBA YANG TERJEBAK DI ERA MODERN
Sejarah mencatat bahwa kebenaran yang di turunkan oleh Allah kepada manusia selalu mengalami fase penolakan dalam berbagai bentuk bahkan sampai upaya menghilangkan sang Pembawa Pesan (Nabi/Rasul), baru kemudian manusia sampai ke tahap menerima kebenaran tersebut. Berulang kali ini terjadi sejak zaman Nabi Adam AS sampai kepada Nabi Muhammad SAW dan proses ini akan terus berlangsung… di tolak baru kemudian pelan-pelan diterima. Jika kita memakai kacamata agama jawabannya sangat singkat, ada sosok Iblis beserta sekutunya yang berusaha melawan kebenaran. Nampaknya jawaban seperti ini agak kurang bisa diterima oleh Masyarakat kita yang sudah semakin maju terutama kaum milenial. Tulisan ini akan membahas dalam berbagai sudut pandang tanpa membuat kesimpulan, pembaca menyimpulkan sendiri..
-
THE BIG WHY
Kebanyakan orang menjalani hidup dengan normal, lahir ke dunia ini kemudian menjadi remaja, menikah, tua dan meninggalkan dunia fana ini. Seiring berjalan waktu namanya pun hilang di telan masa tanpa meninggalkan apapun. Namanya bahkan tidak lagi dikenal oleh 4 atau 5 generasi sesudahnya. Sementara ada orang yang lahir menjalani hidup dan kemudian menemukan alasan kuat kenapa dia harus sukses dan harus hebat, kenapa dia harus menjadi beda dengan yang lain. Ketika memiliki alasan yang kuat maka dia kemudian berubah sesuai dengan tekad yang dimilikinya, menjadi besar, hebat bahkan menjadi tokoh dunia.
-
Apa Yang Sempurna Dari Islam?
Misteri akan eksistensi Tuhan menjadi kajian dan pencarian manusia sepanjang sejarah peradabannya. Mulai dari kebudayaan sederhana sampai modern, manusia tidak bisa melepaskan diri dari hubungan kontak dengan Tuhan, kemudian hari hasil pencarian itu kemudian agama dan keyakinan manusia. Muhammad dalam pencarian di kesunyian Gua Hira akhirnya tersambung dengan Sang Pemilik Alam, Allah SWT. Beliau menjadi Sang Terpilih, menjadi utusan-Nya, menjadi Juru Selamat untuk menyelamatkan jiwa manusia melewati alam dunia sampai kepada alam keabadian.
-
HATI, AKAL DAN RASA
Hati, tentu yang dimaksud bukanlah dalam wujud fisik sebagai salah satu organ tubuh manusia, walaupun hati fisik itu begitu penting juga di dalam tubuh manusia. Nabi memudahkan manusia memahami dengan menyebut hati sebagai segumpal daging, lebih mengarah kepada hati fisik, juga agar manusia lebih mudah memahami.