Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Archive for the tag “Guru Sufi”

Spiritualitas Merupakan Faktor Utama Menentukan Kesehatan Manusia

Pertengahan 2019, saya diberi hadiah 3 buah buku oleh seorang sahabat dan ke 3 buku tersebut merupakan karya ilmuan barat yang bisa membantu kita ummat Islam terkhusus para pengamal tasawuf untuk mendapat penjelasan secara ilmiah tentang tradisi dan fenomena yang dialami oleh pengamal tasawuf. Salah satu buku yang saya baca berulang kali adalah “The Biology of Belief” karya Bruce Lipton. Buku ini memberikan uraian begitu lengkap tentang hubungan tubuh manusia dengan spiritual hal yang sejak awal tidak disadari oleh para ahli medis modern.

Baca selengkapnya…

JANGAN MEMIKIRKAN HASIL

مِنْ عَلاَمِة الاِعْتِمِاد على العَمَلِ نُقْصانُ الرجَّاءِ عِند وَجُودِ الَّزلَل

“Tanda seseorang bergantung pada amal dan karyanya adalah bahwa dia akan cenderung pesimis, kurang harapan manakala dia mengalami kegagalan.” (Ibn ‘Athaillāh)

Di awal saya berguru, kira-kira baru 1 tahun, saya membawa seorang teman beragama Kristen Protestan kepada Guru saya. Sebelumnya sudah banyak diskusi yang saya lakukan dengan dia sampai kemudian tertarik dengan tarekat dan ingin berjumpa dengan Guru saya. Saya memperkenalkan dia kepada Guru dan setelah Guru ceramah kira-kira 15 menit, saya disuruh membawa kawan ini masuk ke dalam surau untuk diperlihatkan silsilah Tarekat Naqsyabandi. Silsilah ini menunjukkan bahwa dari Guru sekarang bersambung kepada Nabi Muhammad SAW.

Baca selengkapnya…

Aidit…Saya Pemburunya!

Di pagi nan cerah sekitar tahun 1965, D.N Aidit pimpinan PKI sedang duduk santai di beranda rumah dinas Gubernur Sumatera Utara dalam rangka kunjungannya ke daerah. Saat itu tentu saja PKI sedang jaya-jayanya dan umat Islam khususnya ulama menjadi kelompok yang dianggap musuh. Dalam berbagai kesempatan tokoh-tokoh PKI selalu menyerang ummat Islam baik secara fisik maupun ucapan. “Anak Pak Haji Main Judi!” begitu guyonan dan ejekan orang-orang PKI dan mereka menjadikan ulama sebagai bahan ledekan, tidak ada rasa takut sedikitpun. Bahkan orang-orang PKI menjadikan Tuhan sebagai bahan guyonannya. Baca selengkapnya…

Bunga…Engkau Begitu Bahagia

20151224_063746Aku duduk di depan bangunan putih menanti mentari menyapa
Pandangan mata tertuju kepada sekuntum bunga indah
Teringat petuah dari Sang Guru, “Kalau cinta datanglah, bawa2 walau bunga tai ayam, lama2 nanti kau ganti dengan melati”
Aku tatap bunga, aku lihat makam itu, laksana bilal menatap menara dan pusara silih berganti ketika Rasul telah tiada
Air mata ini tanpa terasa mengalir deras membasahi pipi.
Baca selengkapnya…

Belajar dari Rasa Takut Nabi Daud AS kepada Allah SWT

ya AllahDalam sebuah riwayat di kisahkan bahwa Nabi Dawud a.s menangis empat puluh hari bersujud tanpa mengangkat kepala, hingga tumbuh rerumputan sampai menutupi kepalanya akibat cucuran air matanya. lalu ada suara memanggil, “Hai Dawud, bukankah engkau merasa lapar hingga engkau makan dan merasa haus minum?” Dawud terus meratap sampai tongkatnya bengkok dan terbakar oleh panasnya rasa takutnya. Kemudian Allah SWT menerima taubat dan permohonan ampunannya. Nabi Dawud berkata, “Wahai Tuhanku, letakanlah kesalahanku di telapak tanganku.” Maka kesalahannya tertulis di telapak tangannya. Konon setiap kali ia membentangkan telapak tangannya untuk makan dan minum, atau bahkan yang lainnya, ia pasti melihat kesalahannya sehingga membuatnya terus menangis. Mujahid juga menceritakan bahwa suatu hari pernah dibawakan secangkir gelas kepadanya yang dua pertiganya berisi air. Namun ketika ia meminumnya, ia melihat kesalahannya, sehingga belum sempat gelas itu menyentuh bibirnya, ia sudah menangis tersedu-sedu. Baca selengkapnya…

Terserah Pada-Mu ya Allah…

Sufimuda LogoSuatu hari Guru berkata, “Sebagian besar manusia berdoa agar diberi kekayaan duniawi, sebagian kecil orang-orang yang fokus kepada ibadah berdoa agar diberikan kekayaan akhirat, sedangkan aku tidak berdoa apa-apa tentang itu, aku terserah apa kehendak Allah”.

Di lain kesempatan Beliau berkata, “Orang awam mohon kepada Allah agar dijauhkan dari Bala, sedangkan bagi sebagian Wali/Nabi justru meminta bala atau cobaan dari Allah karena bagi mereka cobaan adalah bentuk dari perhatian dan kasih sayang Allah, sedangkan aku.. terserah kehendak Allah semata, diberi nikmat aku syukuri, diberi cobaan aku syukuri, bagi ku keduanya sama-sama berasal dari Allah Yang Maha Baik”. Baca selengkapnya…

Proses…

photo-1Di dunia ini semua mengalami proses, baik proses kepada kesempurnaan atau pun proses kepada kehancuran atau kebinasaan. Manusia sejak lahir mengalami proses menjadi balita kemudian menjadi anak-anak, selanjutnya menjadi remaja dan sempurna menjadi dewasa. Setelah dewasa umur 40 tahun, siklus nya menjadi terbalik, secara perlahan menuju kepada ketiadaan, akhirnya meninggalkan dunia.

Seluruh manusia menginginkan hidup sehat, panjang umur bahkan andai Tuhan mengizinkan, mereka ingin hidup selamanya. Keinginan manusia untuk hidup abadi kemudian tertuang dalam berbagai macam cerita mitos, tentang “Air Kehidupan”, “Air Keabadian”, apabila manusia meminumnya maka dia akan hidup abadi. Baca selengkapnya…

Navigasi Pos