Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Archive for the tag “Guru Sufi”

Aidit…Saya Pemburunya!

Di pagi nan cerah sekitar tahun 1965, D.N Aidit pimpinan PKI sedang duduk santai di beranda rumah dinas Gubernur Sumatera Utara dalam rangka kunjungannya ke daerah. Saat itu tentu saja PKI sedang jaya-jayanya dan umat Islam khususnya ulama menjadi kelompok yang dianggap musuh. Dalam berbagai kesempatan tokoh-tokoh PKI selalu menyerang ummat Islam baik secara fisik maupun ucapan. “Anak Pak Haji Main Judi!” begitu guyonan dan ejekan orang-orang PKI dan mereka menjadikan ulama sebagai bahan ledekan, tidak ada rasa takut sedikitpun. Bahkan orang-orang PKI menjadikan Tuhan sebagai bahan guyonannya. Baca lebih lanjut…

Bunga…Engkau Begitu Bahagia

20151224_063746Aku duduk di depan bangunan putih menanti mentari menyapa
Pandangan mata tertuju kepada sekuntum bunga indah
Teringat petuah dari Sang Guru, “Kalau cinta datanglah, bawa2 walau bunga tai ayam, lama2 nanti kau ganti dengan melati”
Aku tatap bunga, aku lihat makam itu, laksana bilal menatap menara dan pusara silih berganti ketika Rasul telah tiada
Air mata ini tanpa terasa mengalir deras membasahi pipi.
Baca lebih lanjut…

Belajar dari Rasa Takut Nabi Daud AS kepada Allah SWT

ya AllahDalam sebuah riwayat di kisahkan bahwa Nabi Dawud a.s menangis empat puluh hari bersujud tanpa mengangkat kepala, hingga tumbuh rerumputan sampai menutupi kepalanya akibat cucuran air matanya. lalu ada suara memanggil, “Hai Dawud, bukankah engkau merasa lapar hingga engkau makan dan merasa haus minum?” Dawud terus meratap sampai tongkatnya bengkok dan terbakar oleh panasnya rasa takutnya. Kemudian Allah SWT menerima taubat dan permohonan ampunannya. Nabi Dawud berkata, “Wahai Tuhanku, letakanlah kesalahanku di telapak tanganku.” Maka kesalahannya tertulis di telapak tangannya. Konon setiap kali ia membentangkan telapak tangannya untuk makan dan minum, atau bahkan yang lainnya, ia pasti melihat kesalahannya sehingga membuatnya terus menangis. Mujahid juga menceritakan bahwa suatu hari pernah dibawakan secangkir gelas kepadanya yang dua pertiganya berisi air. Namun ketika ia meminumnya, ia melihat kesalahannya, sehingga belum sempat gelas itu menyentuh bibirnya, ia sudah menangis tersedu-sedu. Baca lebih lanjut…

Terserah Pada-Mu ya Allah…

Sufimuda LogoSuatu hari Guru berkata, “Sebagian besar manusia berdoa agar diberi kekayaan duniawi, sebagian kecil orang-orang yang fokus kepada ibadah berdoa agar diberikan kekayaan akhirat, sedangkan aku tidak berdoa apa-apa tentang itu, aku terserah apa kehendak Allah”.

Di lain kesempatan Beliau berkata, “Orang awam mohon kepada Allah agar dijauhkan dari Bala, sedangkan bagi sebagian Wali/Nabi justru meminta bala atau cobaan dari Allah karena bagi mereka cobaan adalah bentuk dari perhatian dan kasih sayang Allah, sedangkan aku.. terserah kehendak Allah semata, diberi nikmat aku syukuri, diberi cobaan aku syukuri, bagi ku keduanya sama-sama berasal dari Allah Yang Maha Baik”. Baca lebih lanjut…

Proses…

photo-1Di dunia ini semua mengalami proses, baik proses kepada kesempurnaan atau pun proses kepada kehancuran atau kebinasaan. Manusia sejak lahir mengalami proses menjadi balita kemudian menjadi anak-anak, selanjutnya menjadi remaja dan sempurna menjadi dewasa. Setelah dewasa umur 40 tahun, siklus nya menjadi terbalik, secara perlahan menuju kepada ketiadaan, akhirnya meninggalkan dunia.

Seluruh manusia menginginkan hidup sehat, panjang umur bahkan andai Tuhan mengizinkan, mereka ingin hidup selamanya. Keinginan manusia untuk hidup abadi kemudian tertuang dalam berbagai macam cerita mitos, tentang “Air Kehidupan”, “Air Keabadian”, apabila manusia meminumnya maka dia akan hidup abadi. Baca lebih lanjut…

Hanya Engkau Saja…

taubatWahai Kekasih Hati…
Engkau lah pemilik hati yang rapuh ini, Maha mengetahui dengan pasti apa yang terucap dan tak tersampaikan
Ketika malam terlalu pekat, suara jangkrik pun menghilang, dalam kesepian teramat mencekam, Engkau saja yang selalu setia menemani hati ini.
Dalam kegelisahan jiwa, hanya wajah teduh Mu yang mempu mengusir segala kebimbangan dan ketidakpastian.

Wahai Maha Perkasa…
Jika kaki ini lemah, tak mampu mengayunkan langkah, siapa lagi yang mambantu? Ketika tangan ini terkulai tak kuasa menggerakkan tasbih Agung-Mu, kemana lagi hamba akan mengadu?
Ketika perjalanan ini sampai ke dinding terjal, dibelakang di penuhi buaya, siapa lagi yang mampu mengangkat kepuncak dengan Selamat?
…Hanya Engkau saja Wahai Kekasih Hati.

Baca lebih lanjut…

Maulana Syekh Abdurrahman bin Abdullah al Khalidi

Saya senang membaca riwayat hidup ulama terutama para guru sufi, banyak pelajaran dan hikmah bisa diambil dari perjalanan hidup mereka. Salah satunya adalah Syekh Abdurrahman bin Abdullah al Khalidi yang tidak lain adalah kakek dari bapak proklamator kita M. Hatta. Merantau selama 48 tahun kesemua negeri termasuk ke makkah untuk menuntut ilmu membuat Beliau menjadi seorang ulama besar yang paham akan syariat dan hakikat. Riwayat hidup lengkap Beliau bisa di baca berikut ini yang saya kutip dari sini
Baca lebih lanjut…

Post Navigation