• Tasauf

    Proses…

    Di dunia ini semua mengalami proses, baik proses kepada kesempurnaan atau pun proses kepada kehancuran atau kebinasaan. Manusia sejak lahir mengalami proses menjadi balita kemudian menjadi anak-anak, selanjutnya menjadi remaja dan sempurna menjadi dewasa. Setelah dewasa umur 40 tahun, siklus nya menjadi terbalik, secara perlahan menuju kepada ketiadaan, akhirnya meninggalkan dunia. Seluruh manusia menginginkan hidup sehat, panjang umur bahkan andai Tuhan mengizinkan, mereka ingin hidup selamanya. Keinginan manusia untuk hidup abadi kemudian tertuang dalam berbagai macam cerita mitos, tentang “Air Kehidupan”, “Air Keabadian”, apabila manusia meminumnya maka dia akan hidup abadi.

  • Tasauf

    Hanya Engkau Saja…

    Wahai Kekasih Hati… Engkau lah pemilik hati yang rapuh ini, Maha mengetahui dengan pasti apa yang terucap dan tak tersampaikan Ketika malam terlalu pekat, suara jangkrik pun menghilang, dalam kesepian teramat mencekam, Engkau saja yang selalu setia menemani hati ini. Dalam kegelisahan jiwa, hanya wajah teduh Mu yang mempu mengusir segala kebimbangan dan ketidakpastian. Wahai Maha Perkasa… Jika kaki ini lemah, tak mampu mengayunkan langkah, siapa lagi yang mambantu? Ketika tangan ini terkulai tak kuasa menggerakkan tasbih Agung-Mu, kemana lagi hamba akan mengadu? Ketika perjalanan ini sampai ke dinding terjal, dibelakang di penuhi buaya, siapa lagi yang mampu mengangkat kepuncak dengan Selamat? …Hanya Engkau saja Wahai Kekasih Hati.

  • Tasauf

    Maulana Syekh Abdurrahman bin Abdullah al Khalidi

    Saya senang membaca riwayat hidup ulama terutama para guru sufi, banyak pelajaran dan hikmah bisa diambil dari perjalanan hidup mereka. Salah satunya adalah Syekh Abdurrahman bin Abdullah al Khalidi yang tidak lain adalah kakek dari bapak proklamator kita M. Hatta. Merantau selama 48 tahun kesemua negeri termasuk ke makkah untuk menuntut ilmu membuat Beliau menjadi seorang ulama besar yang paham akan syariat dan hakikat. Riwayat hidup lengkap Beliau bisa di baca berikut ini yang saya kutip dari sini

  • Tasauf

    Spiritualitas VS Rutinitas

    Malam itu suasana sepi, udara dingin karena sejak sore hujan turun tanpa henti sampai dengan azan Isya. Kebetulan bukan malam wirid (Selasa dan Jum’at), jadi di mesjid disamping rumah Guru Sufi jamaah shalat Isya hanya sekitar 40 orang yaitu anak muda yang memang tinggal bersama dengan Guru Sufi untuk belajar ilmu tarekat. Setelah azan isya, Guru Sufi masuk ke dalam mesjid lewat pintu dekat qubah, dan murid-murid terkejut karena selama ini jarang Guru shalat jamaah bersama mereka, sudah 3 bulan Guru berada di luar kota untuk berdakwah, menjadi imam shalat biasanya sesame mereka bergantian.

  • Tasauf

    Dunia Sufi itu Memang Unik ya…

    Suatu saat saya ikut hadir dalam sebuah seminar 2 hari yang pesertanya para pengamal tasawuf, di hari terakhir salah seorang teman saya berkata, bahwa apa yang dilihatnya hari ini, materi, pembicara, letak panggung bahkan hal-hal detail seperti sudah pernah dialami sebelumnya, dia mengatakan semua telah terlihat dalam mimpi yang sangat mirip dengan nyata. Kawan saya menjelaskan bahwa dia tidak bermimpi, tapi memang sudah pernah berada dalam kondisi ini, sama persis walaupun acara seminar itu baru pertama kali diadakan. Kejadian seperti itu mungkin anda pernah mengalami, ketika berada disuatu tempat seolah-olah anda sudah pernah kesana dalam waktu yang berbeda, peristiwa ini disebut dengan De Javu.

  • Tokoh Sufi

    Sang Wali Akbar

    Tahun 1974, Seorang Guru Sufi menunaikan ibadah haji ditemani 4 orang murid Beliau. Beliau berangkat dengan kloter 28 dari bandara Polonia Medan. Setelah menunaikan ibadah haji, tiba-tiba Beliau ingin pulang lebih cepat dengan kloter 1. Beliau mengatakan kepada muridnya, “Saya mendapat firasat kalau kloter-1 akan mengalami kecelakaan, dengan saya berada disana mudah-mudahan bencana itu bisa terhindari”.

  • Nasehat

    Untuk Apa Kita Ada?

    Kalau direnungi secara dalam, seorang manusia hadir di dunia benar-benar hanya sesaat saja, seperti sekejab mata jika di bandingkan dengan usia bumi yang sudah sangat tua. Ibarat matahari yang nampak terlihat, terbit dan tenggelam begitu lah perjalanan hidup manusia di dunia ini. Yang membedakannya, matahari terbit dan tenggelam kemudian terbit lagi dan tenggelam lagi dan seterusnya, sementara seorang manusia terbit dan tenggelam, kemudian tidak akan pernah terbit lagi untuk selamanya.