• Nasehat

    Uang

    Berhubungan dengan sikap, karakter dan sifat manusia, uang sebenarnya bukan apa-apa dalam hidup manusia, dia hanya menguatkan sifat-sifat yang telah ada dalam diri manusia. Fokus kita seharusnya bukan pada uang tapi bagaimana meningkatkan diri kita sehingga menjadi pribadi yang sempurna, menjadi manusia yang memberikan manfaat kepada banyak orang.

  • Nasehat

    Di Ingatkan Waktu Mati

    Salah satu jaminan dari Allah bagi orang yang istiqamah mengamalkan dzikirullah adalah diingatkan ketika mati. Pengertian “diingatkan ketika mati” ini adalah Allah memberikan tanda-tanda kepada hamba-Nya yang shaleh tentang kematiannya sehingga hamba bisa mempersiapkan diri dan meninggal dalam kondisi yang baik. Hamba tidak meningggal di tempat maksiat atau tempat-tempat yang membuat dia hina dalam pandangan manusia.

  • Nasehat

    Mengetahui Aib Diri

    Rasulullah saw bersabda,”Jika Allah menginginkan kebaikan bagi seorang hamba, maka Ia akan memperlihatkan aib orang tersebut kepada dirinya sendiri”. Ada beberapa cara untuk mengetahui aib diri. Cara yang paling tinggi adalah duduk di hadapan seorang Syekh dan melaksanakan apa yang diperintahkannya. Dengan begitu, sesekali ia akan menyingkap aib dirinya sendiri, dan sesekali sang Syekh yang menyingkap aib itu, lalu memberitahukan kepadanya. Inilah cara terbaik dan menduduki posisi tertinggi untuk mengetahui aib diri, namun cara ini sangat sulit dijumpai pada masa sekarang ini.

  • Nasehat

    Takut Pada Allah

    Tentang takut kepada Allah ada sebuah ungkapan bijak “Kalau engkau takut sesuatu maka engkau akan menjauh dari sesuatu tapi kalau engkau takut kepada Allah maka engkau akan mendekat kepada-Nya”. Takut kepada Allah dipahami sebagai takut melakukan dosa dan kesalahan yang membuat Allah menjadi murka. Takut kepada Allah dalam pandangan para pecinta adalah takut kehilangan cinta kepada-Nya dan takut kehilangan memandang kaagungan wajah-Nya. Tentang Takut Kepada Allah saya mengutip nasehat dari Syekh Abdul Qadir Al-Jailani pada pengajian hari Selasa sore, 18 Dzulqaidah 545 H yang disampaikan Beliau di madrasah dan dicatat dalam sebuah karya berjudul “Al-Fath ar-Rabbani wa al-Faydl ar-Rahmani”.

  • Nasehat

    Taqwa Dalam Pandangan Guru Sufi-2

    Zaman dulu, Guru Sufi sangat ketat dalam menyeleksi calon murid, bahkan adalah calon murid yang harus mengemis selama 3 tahun dijalanan kemudian baru diterima menjadi murid. Sunan Kalijaga harus menjaga tongkat dari sang Guru dalam jangka waktu yang sangat lama sebagai ujian awal kemudian baru diterima menjadi murid.

  • Nasehat

    Taqwa Dalam Pandangan Guru Sufi-1

    Anda bisa mencari definisi Taqwa lewat buku-buku atau bisa search di Google, disana akan banyak pembahasan tentang taqwa. Kali ini saya tidak focus membahas denisifi-difinisi itu karena saya yakin anda sudah sangat paham dan memiliki referensi yang sangat lengkap. Saya ingin mengajak anda memaknai taqwa dari pandangan Guru Sufi. Guru Sufi mengatakan, “Orang yang telah mencapai tahap Taqwa, tidak ada perasaan berat baginya dalam melakukan ibadah yang diperintahkan Allah”. Berarti taqwa bisa didenisikan sebagai kondisi dimana seorang hamba melakukan perintah Allah dengan senang hati bahkan memiliki gairah dalam ibadah tersebut.

  • Nasehat

    Silaturahmi.

    Di sore yang menyenang kan ini sambil menikmati segelas kopi panas, saya membuka satu persatu email (sufimuda@gmail.com), ternyata banyak email masuk yang belum sempat saya balas. Lewat tulisan ini saya mohon maaf kepada sahabat sekalian atas keterlambatan membalas email dan saya juga mohon maaf kalau ada pesan-pesan yang dikirim lewat inbox Facebook ada yang belum sempat dibalas.