Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Takut Pada Allah

Tentang takut kepada Allah ada sebuah ungkapan bijak “Kalau engkau takut sesuatu maka engkau akan menjauh dari sesuatu tapi kalau engkau takut kepada Allah maka engkau akan mendekat kepada-Nya”.

Takut kepada Allah dipahami sebagai takut melakukan dosa dan kesalahan yang membuat Allah menjadi murka. Takut kepada Allah dalam pandangan para pecinta adalah takut kehilangan cinta kepada-Nya dan takut kehilangan memandang kaagungan wajah-Nya. Tentang Takut Kepada Allah saya mengutip nasehat dari Syekh Abdul Qadir Al-Jailani pada pengajian hari Selasa sore, 18 Dzulqaidah 545 H yang disampaikan Beliau di madrasah dan dicatat dalam sebuah karya berjudul “Al-Fath ar-Rabbani wa al-Faydl ar-Rahmani”.

Allah ‘Azza wa Jalla adalah yang berkompeten untuk ditakuti dan diharap. Andaipun Dia tidak menciptakan Surga dan Neraka, maka, taatilah Dia demi meraih wajah-Nya, bukan karena anugerah atau siksa-Nya. Menaati berarti menjalankan perintah-perintah-Nya, mencegah larangan-larangan-Nya, dan bersabar menghadapi ketentuan-ketentuan takdir-Nya. Menangislah di hadapan-Nya. Hinakanlah diri pada-Nya dengan tetesan air mata dan hatimu. Tangisan adalah ibadah. Tangisan termasuk implementasi tertinggi penistaan diri. Jika engkau meninggal dalam keadaan bertaubat, niat shaleh, dan amal yang suci, maka Al-Haqq ‘Azza wa Jalla akan memberimu manfaat (tidak akan menyia-nyiakanmu) dan Dia akan menangani sendiri ganjaran bagi orang-orang yang terzalimi, sebab tidak ada lagi selain-Nya di Akhirat, yang memberikan kasih sayang bagi orang-orang yang patuh menaati-Nya. Cintailah Dia di dunia dan akhirat. Jadikanlah cinta kepada-Nya sebagai hal terpenting bagi dirimu yang mau tidak mau harus engkau jalani, karena hanya itulah yang akan bermanfaat bagimu. Semua orang menggaetmu demi kepentingannya sendiri, semantara al-haqq ‘Azza wa Jalla menggaetmu demi kepentinganmu sendiri.

Wahai Pemuda! Engkau harus selalu takut (khawf) dan jangan berangan-angan hingga engkau bertemu Tuhanmu ‘Azza wa Jalla dan kedua kaki hati serta struktur tubuhmu berdiri tegak di hadapan-Nya, lalu engkau dapatkan jaminan keamanan di tanganmu. Barulah setelah itu, engkau boleh merasa aman. Jika Dia telah menjamin keamanan bagimu, maka engkau akan melihat kebaikan yang melimpah di sisi-Nya. Jika Dia telah menjamin keamanan bagimu, maka engkau akan melihat kebaikan yang melimpah di sisi-Nya. Jika Dia telah menjamin keamanan bagimu, maka tenanglah engkau. Sebab, jika Dia telah memberi sesuatu, Dia tidak akan meninjaunya ulang. Ketika Al-Haqq ‘Azza wa Jalla telah menjatuhkan pilihan pada seorang hamba, maka Dia akan mendekatkan hamba tersebut pada-Nya, sehingga manakala ia terserang ketakutan, maka Allah akan memberinya sesuatu yang bisa menghilangkan rasa takut tersebut dan menenangkan hati serta nuraninya, dan itu hanya antara hamba tersebut dan Allah.

Semoga Nasehat di atas bermanfaat hendaknya.

Single Post Navigation

2 thoughts on “Takut Pada Allah

  1. Ass, Bang maaf sebelumnya. saya kirim petanyaan lg ke email abang untuk melengkapi pertanyaan saya sebelumnya, Thank’s

  2. belajar sufi on said:

    Engkau slalu dlm penantian…dalam hari -hari ku…kadang ketidak sabaran menggodanya…berharap cemas ..smg dikau lg mencari ku juga…di dalam kelengahanku…ternyata engkau datang menghampiriku juga…dg bahagia kusambutnya…dg kedua tangan yg lama merindukannya…alhamdulillaah…tak lama …dg mengucapkan bismillaah…dg pelan membukanya …dari lembar ke lembaran lainnya…dari tulisan ketulisan laiinya…tak lupa aku tandai dg rasa cinta…tenang di rasakan ibarat anak teka baru bs membaca dan mulia blajar menulis…bgt indah dilhatnya bgt senang membacanya…tak terasa air mata ini pun. turut menyaksikan…di kala puisi aku baca …sungnguh aku sangat merindukanNya …ingin slalu dekat Nya…teriring salam hormat dr kmi yg mulai belajar sufi ini…semoga buku perjalanan sufi muda ini yg mudah di pahami…menjadikan inspirasi dlm kehidupan kmi selanjutnya…di tunngu karya2 yg lainnya…teriring salam hormat …smg slalu dl keadaan sehat…ty SM …like this

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: