• Nasehat

    Keseimbangan Antara Ikhtiar dan Pasrah

    Sahabat Sekalian… Sudah hampir 3 bulan saya tidak menulis disini, postingan terakhir tanggal 7 Agustus tentang info Idul Fitri. Terimakasih kepada saudara M. Jafar berkenan mengirimkan sebuah tulisan bagus Tarekat dan Pembebasan Manusia yang saya posting akhir Agustus. Tanpa terasa hari ini adalah hari terakhir dari tahun 1434 H dan besok kita akan memasuki tahun baru 1435 H. Di hari terakhir ini alangkah baiknya kita merenung sejenak tentang apa-apa yang telah kita lalui selama setahun, kemudian kita mengambil langkah untuk memasuki tahun baru dengan rencana yang lebih baik. Saya senang kemaren dapat info buku “Perjalanan Sufimuda Menemukan Tuhan Dalam Keseharian” sudah ada di toko buku Gramedia dan toko buku lain di…

  • Nasehat

    TIDAK SEMUA PERTANYAAN MU HARUS KU JAWAB…(2)

    Lama saya merenung dan meresapi ucapan Guru saya, kenapa tidak harus dijawab? Kenapa seorang guru membiarkan muridnya tidak menemukan jawaban?. Kemudian baru saya paham, bahwa cara bertanya kepada Guru Mursyid itu berbeda dengan bertanya kepada Guru Syariat. Guru syariat menjawab pertanyaan yang dia tahu sedangkan Guru Mursyid hanya menjawab pertanyaan ketika ada izin dari Allah, ada “tanda-tanda” yang mengizinkan Beliau untuk menjawabnya. Ketika “tanda-tanda” itu tidak ada maka Beliau tidak menjawabnya walaupun Beliau mengetahui jawabanya. Setelah sekian lama berguru akhirnya saya sendiri paham akan “tanda-tanda” tersebut yang merupakan ilmu khusus di dalam tarekat yang tidak semua orang mendapatkannya.

  • Nasehat

    TIDAK SEMUA PERTANYAAN MU HARUS KU JAWAB…

    Tulisan ini saya buat untuk menjelaskan status di Facebook yang saya update tadi pagi. Statusnya seperti ini : Imam syafii berkata, “Kalau engkau menjumpai ada orang yg menjawab semua pertanyaan yg diajukan  maka yakinlah itu adalah orang bodoh“. Imam Syafi’I juga menceritakan bahwa Imam malik ketika diajukan 50 pertanyaan tentang agama, beliau hanya menjawab 10 pertanyaan selebihnya Beliau menjawab dengan “Saya tidak tahu”.

  • Nasehat

    Syukur…

    Tuhan menganugerahkan begitu banyak nikmat dan karunia sehingga untuk menghitungnya pun kita tidak mampu. Sudah sewajarnya kita sebagai hamba menyampaikan terimakasih yang tak terhingga kepada Pemilik Bumi dan Langit atas segala yang diberikan-Nya. Menyampaikan rasa terimakasih baik dalam bentuk ucapan, perbuatan dan sikap tersebut disebut dengan Syukur. Dalam   Al-Quran   kata  “syukur”  dengan  berbagai  bentuknya ditemukan sebanyak enam puluh empat  kali.

  • Nasehat

    Saya Lapar…

    Di kalangan sufi, lapar adalah hal yang biasa karena itu merupakan bagian dari mujahadah, perang tanpa henti terhadap hawa nafsu. Lapar bukan hanya dirasakan ketika puasa wajib selama sebulan penuh di bulan suci Ramadhan tapi juga di bulan-bulan lain. Puasa sehari, mulai terbit fajar sampai terbenam matahari adalah puasa tahap awal, sebagai latihan bagi pemula untuk menapaki puasa-puasa selanjutnya yang lebih khusus dan memerlukan kesabaran dan ketabahan yang lebih.

  • Nasehat

    Hikmah Di Balik Celaan

    Di dalam Kasyf Al-Mahjub sebuah kitab Tasawuf klasik karya Abul Hasan Ali bin Ali Al-Ghaznawi Al-Jullubi Al-Hujwiri atau dikenal dengan Al-Hujwiri, diceritakan bahwa suatu hari Syaikh Abu Thahir Harami terlihat di pasar, menunggang seekor keledai dan diikuti oleh salah seorang seorang muridnya. Seseorang berteriak, “Ini dia si tua penganut aliran berfikir bebas!”. Sang murid yang merasa jengkel dengan ejekan terhadap Gurunya kemudian menyerang orang yang berteriak itu, berusaha memukulnya, dan seisi pasar menjadi gaduh.

  • Nasehat

    Intan

    Seorang petani yang berada di desa di balik desa nun jauh disana mendengar informasi bahwa di dunia ini yang paling mahal harganya adalah intan. Intan itu bentuknya berkilau, indah di pandang mata. Intan terpendam di dalam tanah, untuk bisa mendapatkan intan kita harus menggali tanah terlebih dulu. Demikian informasi singkat dan ringkas yang diketahui oleh si petani dan dia se umur hidup belum pernah melihat intan apalagi memegangnya, hanya mendengar cerita dari orang-orang.