Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Uang

uangBerhubungan dengan sikap, karakter dan sifat manusia, uang sebenarnya bukan apa-apa dalam hidup manusia, dia hanya menguatkan sifat-sifat yang telah ada dalam diri manusia. Fokus kita seharusnya bukan pada uang tapi bagaimana meningkatkan diri kita sehingga menjadi pribadi yang sempurna, menjadi manusia yang memberikan manfaat kepada banyak orang.

Seorang yang mempunyai sifat jahat, uang akan membantu dan memperkuat dia untuk berbuat jahat. Semakin bertambah uang yang dimiliki maka akan semakin bertambah sifat jahat yang ada dalam dirinya. Dengan uang terbatas dia hanya bisa mengganggu orang dalam skala kecil, seiring bertambahnya uang maka sifat jahatnya lebih kreatif, menyerobot tanah orang, mengambil sesuatu yang bukan hak nya dan bahkan pekerjaan yang dilakukannya bisa jadi berhubungan dengan sifat-sifat jahat yang merusak banyak orang seperti menjadi Bandar narkoba, bisnis prostitusi dan lain-lain.

Seorang yang suka memberi dan menolong orang lain, ketika uang bertambah maka sifat memberinya semakin bertambah, sebelum dia mempunyai banyak uang dia mungkin memberikan sedekah Rp. 1.000,- ketika uang bertambah maka nilai pemberian akan semakin bertambah. Maka uang menguatkan sifat memberinya.

Orang yang memiliki sifat kikir, semakin bertambah uang maka sifat kikirnya semakin bertambah pula, dia berusaha mempertahankan uang yang telah dimiliki. Kita sering melihat orang kaya yang sangat kikir, sebenarnya bukan kekayaan yang membuat dia kikir, tapi dalam dirinya memang sudah ada sifat tersebut dan uang hanya menguatkan saja. Karena kita juga banyak melihat orang kaya yang pemurah, sekali lagi bukan uang yang menyebabkan dia pemurah, uang hanya menguatkan sifat pemurahnya.

Seorang yang berani semakin bertambah uang yang dimiliki maka sifat beraninya akan bertambah. Dia akan membeli barang-barang atau sesuatu yang membuat keberaniannya tersalurkan. Dengan uang terbatas dia membeli sepeda motor untuk menyalurkan sifat berani dalam dirinya, dia akan ikut balap sepeda motor. Seiring bertambah kekayaan, dia sudah bisa membiayai olah raga lebih mahal yang sifatnya menantang seperti terjun payung, arung jeram atau bahkan menjelajah ruang angkasa. Uang menguatkan sifat berani nya.

Seorang yang penakut ketika uang bertambah maka sifat panakut nya juga akan bertambah.Tidak cukup dengan menyewa satpam untuk mengamankan rumah, dia juga pasang CCTV di rumah, mungkin dia akan menyewa body guard untuk melindunginya. Sifat penakutnya akan bertambah seiring bertambahnya uang. Kita banyak melihat orang kaya seperti ini, bukan uang yang membuat dia jadi penakut, sifat tersebut sudah ada dalam dirinya, uang hanya menguatkan saja.

Kalau kita renungi, uang sebenarnya tidak bisa membentuk kepribadian manusia, dia hanya menguatkan karakter yang telah ada. Karena uang tidak bisa memberikan kepribadian kepada kita maka diperlukan kesadaran dalam diri untuk mau berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

Saya tidak mengatakan uang itu tidak penting. Uang sangat penting dalam kehidupan manusia. Tanpa uang kita tidak bisa melakukan banyak hal. Uang bisa dikatakan membantu kita untuk lebih dekat dengan Tuhan. Menunaikan ibadah haji, memberikan sedekah kepada faqir-miskin, membangun mesjid, itu semua memerlukan uang, dalam hal ini uang bisa membuat kita lebih dekat dengan sang pencipta. Sebaliknya uang juga bisa menjadi jalan mulus menuju neraka kalau uang tersebut kita pergunakan untuk ha-hal yang tidak baik dan dilarang oleh Allah SWT.

Karena uang hanya menguatkan karakter yang kita miliki, maka yang lebih penting dari uang adalah bagaimana cara agar diri kita menjadi pribadi yang baik, mulia dan memberikan manfaat kepada banyak orang. Karena tidak ada hubungan dengan uang maka mengubah kepribadian jangan menunggu harus kaya terlebih dulu. Anda harus belajar berbagi dengan orang yang tidak mampu saat sekarang, dalam kondisi sekarang apakah anda masih miskin atau sudah kaya, dalam diri anda harus segera muncul kesadaran untuk berbagi kepada semua.

Kalau anda memiliki sifat suka merendahkan orang lain atau sulit menghargai orang lain atau bahasa sederhananya anda masih sombong maka sifat ini tidak akan bisa diubah dengan uang. Uang bahkan semakin menyuburkan sifat sombong sehingga anda semakin sombong seiring dengan bertambahnya kekayaan. Sama halnya orang yang rendah hati, semakin kaya maka akan semakin rendah hati karena sifat rendah hati tersebut memang sudah menjadi karakternya, uang hanya menguatkan sifat tersebut.

Pada tahap ini harus mucul kesadaran dalam diri kita untuk mau memperbaiki diri, mengenal diri dengan lebih baik, ini adalah faktor utama dalam mendekatkan diri kepada-Nya. “Kenalilah diri mu maka engkau akan mengenal Tuhanmu”. Karena Tuhan memiliki sifat-sifat yang terpuji, mulia dan agung, maka hanya manusia yang memiliki sifat-sifat tersebut yang bisa berdekatan dan berdampingan dengan Allah SWT, selain dari sifat itu akan tertolak.

Sekarang banyak training atau seminar yang khusus untuk melatih dan membantu mengubah karakter manusia, memberikan pelatihan agar manusia memiliki sifat yang baik. Training atau seminar seperti itu sangat bagus untuk diikuti, paling tidak dengan mengikutinya akan timbul kesadaran dalam diri saat ini kita telah berada di posisi yang mana, baik atau buruk.

Karena training kepribadian tersebut diajarkan melalui otak kadang kala sifat atau karakter manusia itu berubah dalam waktu tertentu. Sebulan setelah pelatihan kepribadiannya sudah jauh lebih baik, namun seiring berjalannya waktu, pengaruh lingkungan dan lain-lain, maka tidak jarang orang yang sudah mengikuti training akan kembali seperti semula.

Allah lewat Rasul-Nya sebenarnya telah mempunyai suatu training yang tidak ada tolak bandingnya, sebuah training yang telah mampu mengubah karakter Arab Jahiliyah menjadi manusia yang berakhlak mulia dan kemudian tercatat dengan indah dalam buku sejarah dunia. Saya menyebutnya sebagai Training Allah Ta’ala yaitu Suluk. Dalam mengubah karakter ummat, Rasulullah bukan hanya memberikan nasehat, tapi juga memberikan sesuatu yang sangat berharga yaitu Nur Allah yang di transfer langsung kedalam Qalbu manusia yang menjadi pusat dari segala karakter. Ketika Hati telah terisi dengan Nur Allah maka seluruh badan akan bergerak sesuai dengan sifat-sifat mulia yang ada pada Allah SWT. Perubahan sifat ini akan abadi karena dalam diri telah di isi dengan sesuatu yang abdi pulai yaitu Nur Allah.

Metode ini kemudian diteruskan oleh Sahabat, Para Ulama Pewaris Nabi yang mewarisi rahasia terbesar di dunia dan akhirat. Rasulullah SAW menyebutkan“…Hanya ku bisik kan kepada Ahliku..” atau ibarat ilmu yang dua karung, satu karung boleh di berikan untuk semua orang tapi satu karung lain, “…Khusus untuk ahli ku”. Ahli ku bukan keturunan jasmani Nabi seperti yang di yakini oleh sekelompok orang, tapi adalah keturunan Rohani yang meneruskan ilmu ini secara estafet sampai saat sekarang ini.

Kesimpulan dari tulisan ini, anda yang kaya, anda yang miskin, anda yang hebat atau anda yang biasa-biasa saja, bahwa uang tidak bisa memberikan anda sebuah kepribadian yang baik. Anda memerlukan seorang Guru Rohani yang bukan saja bisa mengubah karakter anda dengan sifat-sifat terpuji tapi juga bisa mengantarkan anda kepada Allah SWT.

Semoga Allah SWT Yang Maha Rahman dan Maha Rahim senantiasa membimbing kita kepada Jalan-Nya Yang Maha Lurus dan Maha Benar ini, amin ya Rabbal ‘Alamin!.

Single Post Navigation

19 thoughts on “Uang

  1. arkana on said:

    “…. kita renungi, uang sebenarnya tidak bisa membentuk kepribadian manusia, dia hanya menguatkan karakter yang telah ada. Karena uang tidak bisa memberikan kepribaian kepada kita maka diperlukan kesadaran dalam diri untuk mau berubah menjadi pribadi yang lebih baik….”

    bang SM, ini sedikit sharing saja,
    saya pernah ikut kursus kepribadian di John Robert Power/ JRP. menurut salah satu tutor disana, sifat manusia itu bisa dibagi 3 aspek.
    pertama temperamen
    kedua karakter
    ketiga kepribadian (personality)

    menurut JRP tempramen itu adalah sifat bawaan manusia sejak lahir. sudah baku tidak bisa diubah.
    karakter adalah tempramen yang dipengaruhi lingkungan atau faktor external diluar diri manusia. misal: keluarga, agama, pendidikan, dll

    kepribadian adalah karakter yang dipercantik atau diberi make up.
    jika tempramen tidak bisa diubah, maka karakter masih bisa, meskipun itu sulit karena sudah terbentuk oleh lingkungan yang sangat lama. selama umur orang itu.
    tapi karakter akan lebih mudah dipoles dg kepribadian yg menarik atau baik.

    jadi karakter orang yg jahat, bisa tampil menawan jika kepribadian nya dilatih dg baik. itulah yg dilatih oleh JRP.
    namun karakter dia tetap orang jahat. jadi sepintas kepribadian itu semacam topeng.

    apakah itu kepribadian yang abang maksud?

    • Terimakasih banyak atas sharingnya dan saya dapat ilmu dari apa yang di paparkan di atas. Saya baru tahu tentang temperamen. Selama ini yang saya ketahui hanya dua yaitu kepribadian (personality) dan Karakter.
      Menurut Florence Litttauer yang mengarang buku Personality Plus yang membagi kepribadian manusia dalam 4 sifat : Kolerik, Senguin, Malankolis, Plagmatis, kepribadian sendiri juga merupakan bawaaan lahir. Dengan mengetahui kepriadian dasar kita akan lebih mudah dalam memahami diri kita. Saya juga belum tahu apakah 4 sifat itu masuk dalam karakter atau kepribadian.
      2 Bulan lalu saya coba pinger test (telapak tangan dan kaki) yang hasilnya kemudian di kirim ke taiwan untuk di analisa, 3 hari yang lalu saya kemudian mendengar hasilnya. Ternyata benar seperti dalam al-Qur’an bahwa umur 100 hari dalam kandungan, Tuhan telah menetapkan sifat2 manusia dan itu akan tetap. Sidik jari berhubungan dengan jumlah sel otak dan mempengaruhi sifat2 seseorang. Kabar yang menggembirakan ternyata Tuhan memberikan kepada semua manusia itu baik, tidak ada yang jahat, pengaruh lingkungan yang kemudian membentuk kepribadian manusia. Disitu saya semakin bersyukur akan karunia yang diberikan oleh Allah.

      Pertanyaan mas Arkana tadi, menurut saya hal yang paling mendasar dari sifat2 seseorang memang tidak bisa dirubah secara total. Tapi sifat2 baik bisa terbentuk sesuai dengan pengetahuan dan lingkungan yang mempengaruhinya.

      Kalau memakai istilah Tarekat, ketika Nur Allah itu ada dalam diri seseorang, maka Allah akan menuntun dia kepada kebaikan, menyesuaikan karakter menurut kebutuhan.

      Sebagai contoh, Umar bin Khattab sifatnya keras, koleriknya sangat kuat, tapi karena dalam dirinya ada Nur Tuhan yang di transfer oleh Rasulullah, maka sifat kerasnya bermanfaat untuk agama. Sementara Abu Bakar berbeda dengan Umar Abu Bakar lembut dan tenang pembawaannya. Sifat keras Umar kalau diarahkan kepada hal2 negatif akan negatif sementara kalau dijadikan hal positif akan menajdi positif.

      Demikian mas Arkana, mohon maaf kalau jawaban saya kurang tepat. Kalau ada lagi yang mau di sharing saya sangat senang, bisa menambah pengetahuan saya dan juga sahabat2 yang lain.

      salam

      • arkana on said:

        bang SM,
        maaf saya lupa memberikan contoh ttg temperamen. tapi kebetulan Abang sudah menyebutkan di atas tadi, yakni; Kolerik, Senguin, Malankolis, Plagmatis. itu adalah Temperamen.
        kenapa ada 4 jenis temperamen karena berasal dari 4 kakek dan nenek kita, 2 dari ayah kita dan 2 dari ibu kita. temperamen itu diturunkan lewat ayah dan ibu, jadi masing2 dari mereka menyumbangkan 1 temperamen yang paling dominan.

        tapi ini menurut ilmu psikologi ya, Bang. terus terang saya juga masih ragu apakah memang benar spt itu.
        kalo faktor genetik itu diturunkan itu benar dan bisa dibuktikan ilmiah, tapi apakah sifat dasar yg 4 itu termasuk di dalam nya?

        begitu Bang…makasih

  2. edy susanto on said:

    Alhamdulillah,,,suatu pokok bahasan yg sederhana tetapi sarat makna semoga menjadi pencerahan bg yg membacanya

  3. David Sebastian on said:

    Tulisan yang bijak, me-redefinisi pemikiran bahwa uang bisa merubah karakter orang, ternyata memang benar bahwa hanya menguatkan sifat orang tersebut. Saya juga mengalami apa yang namanya perubahan sifat dengan cara melakukan dzikir dapat membuat orang lebih menuju sifat Ilahiah. Terima kasih atas wawasan yg baru saya baca ini

  4. mpmajalengka on said:

    Bagaimana halnya jika allah membuka tirai/hijab seseorang padahal dia bukan lah anggota thoriqot?sedangkan dari kecil dia sudah begitu ta’at pada allah (secara syar’I) dn me-rhiyadhoh dirinya dengan dzikir,puasa daud ,tahajud..apakah hal ini juga tertolak ibadahnya?
    Apakah hanya kepada orang thoriqot allah swt memperkenalkan wajahnya? Mohon penjelasan sempurna!!! Dan jika tidak keberatan..bolehkah kiranay sy mempunya no pin bb atw telpn bang sufi muda ini?
    Powered by Telkomsel BlackBerry®

    • Hanya Allah dan Rasul-Nya yang bisa menjawab.
      Tentang diterimanya amalan itu sepenuhnya hak Allah sedangkan kita hanya mengikuti aturan yang telah dibuat-Nya.
      Kalau berdasarkan tahapan untuk mengenal Allah dimulai dari Syariat, Thariqat, Hakikat dan Makrifat. Tidak mungkin hanya dengan syariat kita bisa melompat kepada hakikat apalagi kepada makrifat.
      Berthariqat atau tidak, intinya adalah seorang yang ingin mengenal Allah harus ada pembimbing sebagaimana Rasulullah di bimbing oleh Jibril as.
      Saya akan menjawab pertanyaan2 tentang tekekat dan hal2 lain lewat email (sufimuda@gmail.com).

      salam

  5. Subbhanallah Wal hamdulillah wala illa haillallah hu Allahhuakbar, Maha benar Allah dengan segala Firman-Nya, Bang SM, mohon ijin Copas.

  6. mpmajalengka on said:

    Bagaimana halnya jika allah membuka tirai/hijab seseorang padahal dia bukan lah anggota thoriqot?sedangkan dari kecil dia sudah begitu ta’at pada allah (secara syar’I) dn me-rhiyadhoh dirinya dengan dzikir,puasa daud ,tahajud..apakah hal ini juga tertolak ibadahnya?
    Apakah hanya kepada orang thoriqot allah swt memperkenalkan wajahnya? Mohon penjelasan sempurna!!! Dan jika tidak keberatan..bolehkah kiranay sy mempunya no pin bb atw telpn bang sufi muda ini?
    Powered by Telkomsel BlackBerry®

  7. Ruslianto on said:

    Yassin-82 :
    Innamaa amruhu idza araada syai-an ayyaqulla lahu kun fayakun,
    Sesungguhnya semua urusan (perintah) apabila Allah menghendaki segala sesuatunya, Allah hanya berfirman;”Jadilah”maka jadilah.

    Namun perlu direnungkan jua, bahwa apapun yg terjadi dialam semesta (ini) tidak luput dari sunnah dan kasaulita Allah yaitu sebab dan akibat; sebab diizinkannya Sang iblis menggoda para bani Adam menggoda sampai akhir zaman dan bercokol dihati bani Adam (itu).,maka akibatnya Bani Adam terseret kejurang neraka bersama Sang iblis ,..Na’udzubillahi min zhalik.

    Ilmu Tarekat adalah suatu ilmu yg metodenya telah dianjurkan dan teruji dapat memusnahkan iblis yg bersemayam didalam jiwa,
    Bagaimana Anda (caranya) menghadapkan wajah yg berlumur iblis menghadap wajah Allah, …Yang Maha Suci ?
    Maka ibadah (itu) akan tertolak. Seperti pastinya tertolak ibadah Haji jika dibiayai dengan uang yg haram.
    Apakah (masih) ada orang yg terlena melihat/mendengar orang beribadah begitu hebatnya,… namun hatinya ?
    Al-Hajj-46 :
    Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar ? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang ada didalam dada.

    Buta hati didalam dada, akibat kotor, berkarat karena adanya iblis bersemayam didalamnya, Jiwa/Hati yg kotor “wajib” dibersihkan, dan…Allah SWT menyatakan dalam firmanNYA ; Orang yang paling berguna di akhirat ialah yang hatinya bersih saat menghadap Allah (tidak ada lagi unsur iblis didalamnya)…Lihat Al Qur’an Suraah As-Syuara,89
    Metode pembersihan jiwa/Hati dengan Wasilah Lihat Al Qur’an Suraah Al Maidah ayat 35 dan Suraah Al-Isra’ 57, dan anjuran Allah SWT untuk Anda masuk Tarekat termaktub pada Al Qur’an Suraah Jin ayat 16 dan Suraah At Takwir ayat 28,29. dll – Sedangkan pada Suuraah Al Fatehah; Dianjurkan kepada Anda untuk berdo’a agar diberikan petunjuk “Jalan Yang Benar”.

    Demikian. Allahua’lambisawwab.
    Wass; Maaf, pada Bg.Sufi Muda.

  8. mpmajalengka on said:

    Bagaimana halnya jika allah membuka tirai/hijab seseorang padahal dia bukan lah anggota thoriqot?sedangkan dari kecil dia sudah begitu ta’at pada allah (secara syar’I) dn me-rhiyadhoh dirinya dengan dzikir,puasa daud ,tahajud..apakah hal ini juga tertolak ibadahnya?
    Apakah hanya kepada orang thoriqot allah swt memperkenalkan wajahnya? Mohon penjelasan sempurna!!! Dan jika tidak keberatan..bolehkah kiranay sy mempunya no pin bb atw telpn bang sufi muda ini?
    Powered by Telkomsel BlackBerry®

  9. hendro on said:

    bagaimana tanggapan bang sm tentang uang kertas yang haram karena di Alquran uang cuma ada dinar dan dirham
    dan nanti tidak ada yg lebih berharga selain dinar dan dirham
    (cek) di https://www.youtube.com/watch?v=Z2_8colZYK8

    • arkana on said:

      sebenarnya bukan soal uang kertas yg haram, tapi sistem monetary dunia ini mengikuti cara barat dan tidak sesuai dg syariah. yang paling jelas adalah pasar uang (exchange rate) dan bunga bank.

      sedangkan dinar dan dirham masih menggunakan sistem lama yg berdasarkan nilai tukar emas. dan itu betul bisa dibuktikan.
      sejak zaman Rasulullah sampai sekarang di Arab Saudi 1 ekor kambing harga nya 1 dirham.

  10. Ruslianto on said:

    BEGITULAH CARA ALLAH MEMBAGI :

    Suatu hari empat orang murid (Mulah) Nasrudin mendapat hadiah sekantung besar permen. Mereka berbondong mendatangi Nasrudin dan meminta untuk membagikan permen itu secara adil.
    “Baiklah” kata Nasrudin, “Tetapi mana yang kalian pilih, pembagian dengan cara Allah atau pembagian dengan cara manusia ?”‘ tanya Nasrudin kepada muridnya.
    “Dengan cara Allah tentu saja”‘ jawab murid-muridnya spontan.

    Nasrudin pun membuka kantung permen itu dan memberikan dua genggam permen kepada seorang muridnya, satu genggam permen kepada yang lain, hanya dua butir permen pada murid yang lain pula dan murid yang keempat tak mendapat satupun.
    “Pembagian macam apa ini ?”,.. murid-muridnya bertanya dengan heran, “Begitulah cara Allah membagi, Dia memberikan seseorang dengan berlimpah, yang lainnya sedikit dan ada yang tak mendapat apa pun.
    Jika tadi kalian memintaku membagi permen itu dengan cara manusia, tentu aku membagikannya dengan jumlah yang sama pada setiap orang”‘ jawab Mulah Nasrudin, sambil berlalu.

    Wass.’kan (Masih) hUmOr sUfi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: