Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Taqwa Dalam Pandangan Guru Sufi-2

nangis juga1Zaman dulu, Guru Sufi sangat ketat dalam menyeleksi calon murid, bahkan adalah calon murid yang harus mengemis selama 3 tahun dijalanan kemudian baru diterima menjadi murid. Sunan Kalijaga harus menjaga tongkat dari sang Guru dalam jangka waktu yang sangat lama sebagai ujian awal kemudian baru diterima menjadi murid.

Walaupun Guru menerima semua murid, pernah satu kali Beliau menolak orang yang ingin menjadi murid. Ketika dilaporkan ada orang yang mau menjadi murid, Beliau belum sempat bertemu dengan orang itu langsung kepada petugas yang mengurus orang-orang yang mau belajar Beliau berkata, “Orang itu tidak bisa diterima menjadi murid Wali, karena kakek nya dulu orang yang mencaci wali Allah kakeknya telah bersumpah tujuh keturunannya tidak boleh belajar terekat”.

Biasanya orang yang berhasil dalam ber guru adalah orang-orang yang sungguh-sungguh dan benar-benar mencari. Tantangan dan ujian apapun tidak membuat dia mundur. Murid yang mengalami ujian di tahap awal biasanya akan menemukan penomena khusus yang membuat mereka bertahan di tarekat. Setiap murid seorang Wali akan diberi hal-hal unik dan special yang membuat mereka menyakini bahwa ilmu yang diperoleh ini benar-benar warian Rasulullah SAW.

Di bulan pertama saya berguru, malam jum’at ketika ingin mengunjungi rumah Guru untuk bertawajuh, saya berjalan kaki sejauh 4 kilometer. Pernah pada suatu sore ketika ingin berziarah kepada Guru, di tengah jalan datang angin kencang dan saya tetap melanjutkan perjalanan, saya berharap ada kenderaan lewat yang saya kenal untuk saya tumpangi tapi tidak satu pun ada yang lewat. Saya berdoa, “Berkat syafaat Rasulullah dan Guruku tolonglah yang Allah jangan sampai turun hujan, kalau turun hujan basah semua pakaian, tidak bisa aku ikut tawajuh”.

Sehabis berdoa tiba-tiba hujan turun dengan deras, sambil berjalan saya menangis dan merajuk seperti anak kecil. Dalam hati saya berkata kenapa Tuhan tidak menghentikan hujan dan kenapa Guru membiarkan saya seperti ini. Dalam perjalanan ada suatu keanehan, saya merasakan badan saya hangat ditengah deras nya hujan dan saya tetap melanjutkan perjalanan selama satu jam agar bisa shalat Isya berjamaah di tempat Guru. Sesampai di rumah Guru ada keanehan, saya melihat tidak satu tetes air pun melekat di badan dan rambut saya, saya periksa berulang kali di depan cermin yang disediakan di ruang ganti. Apa saya bermimpi? Akhirnya saya tiba-tiba menangis lagi karena mengalami hal yang luar biasa, ternyata Tuhan menjawab doa saya dengan cara yang lebih baik.

Ketika selesai tawajuh, Guru melihat saya dengan pandangan tajam kebetulan karena saya baru belajar terekat duduk di shaf paling depan dekat qubah Guru, walaupun tidak saya ceritakan Beliau mengetahui apa yang saya alami tadi dan Beliau berkata kepada saya, “Anak muda, sekarang baru kamu yakin kalau ini bukan ilmu biasa?” Saya mengangguknya dengan penuh hormat dengan linangan air mata. Tajam betul mata bathin mu Guru, engkau benar-benar seorang Wali Allah yang mengetahui persis apa yang ada di hati manusia.

Terimakasih Guru atas segala ilmu yang kau ajarkan, atas segala bimbingan dan kasih sayang yang kau berikan sehingga bisa mengubah murid yang bodoh ini menjadi tercerahkan. Dan saya selalu bersyukur telah “terjebak” di jalan ini, Jalan orang-orang Taqwa yang beribadah penuh gairah, jalan kepada-Nya, karena hanya disini saya bisa sering meneteskan air mata, air mata karena rindu kepada-Nya.

Single Post Navigation

11 thoughts on “Taqwa Dalam Pandangan Guru Sufi-2

  1. Muhammad Basori on said:

    assalamualaikum
    pembentukan pola pikir ditentukan pada starting point…karena dgn starting point yg benar saja blm menjamin sebuah usaha akan berkahir dgn benar…(see Sahabat rasululullah saw.Umar bin khatab ra)…kesungguhan adalah faktor berikutnya, dan doa ada dalam keseluruhannya, jd bagian demi bagian hrs saling mendukung…guru sufi tdk mau menerima ca.murid dgn masa lalu yg kurang baik…krn dalam perjalanannya masa lalu terkadang jg menjadi variabel yg dapat meggoyahkan ikhtiar…ketika datang cacian…hujatan tentang masa lalu….pd saat seseorang dalam proses pencarian….dst…dst
    wassalam

  2. firman on said:

    Iya bang,tak terasa air mata tumpah,membaca artikel ini,badanku bergetar.sungguh fenomena yang luar biasa.saya pribadipun pernah merasakan hal2 yang diluar akal kita sebagai manusia biasa.salam

  3. Ruslianto on said:

    Saya termasuk yang Bersyukur, telah menerima ilmu (ini), seMOGA ilmu (ini) pula meng-gransi ketaqwaan hambaNYA.

  4. mangto
    asskum.subhanallah, antum ditemukan dengan guru yang seorang wali. antum sungguh menerima anugrah yg luarbiasa. sy benar bersyukur bisa berteman dgn ntum dan bisa menimba ilmu dr antum.semoga allah berkenan menjadikan sy sperti antum .amin

  5. Suka dengan kisah2 para sufi….

  6. Muhon doa dr ikhwan yg sudah menemukan guru /pembimbing yg bsa meraih cintanya ,,sedang sy masih dalam pencarian seorang guru ,,

  7. Subhanallah…jangankan abang SM yg mengalami langsung peristiwa itu, saya yg hanya membaca kisah abang pun tak kuasa menahan air mata. Semoga karunia Allah selalu tercurah kpd abang.

  8. Bangda..
    Bagaimana sy harus mensikapi periIaku penuh misteri dr guuru.. ?
    Apa rahasia dr pertanyaan sy yg tak terjawab ?

    ToIong bangda .. sy khawatir mnjdi murid durhaka..

  9. siti amallia on said:

    Assalamualaikum wr wb. Boleh tahu siapakah guru/ mursyid anda?

  10. INI PENGALAMAN ANDA SENDIRI ATAU ANDA HANYA COPAS …..?

  11. saya iri dengan ketaqwaan para sufi,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: