Tasauf

BILA AKU CERITAKAN NISCAYA HALAL DARAHKU

Sangat sulit menjelaskan hakikat dan makrifat kepada orang-orang yang mempelajari agama hanya pada tataran Syariat saja, menghafal ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadist akan tetapi tidak memiliki ruh dari pada Al-Qur’an itu sendiri. Padahal hakikat dari Al-Qur’an itu adalah Nur Allah yang tidak berhuruf dan tidak bersuara, dengan Nur itulah Rasulullah SAW memperoleh pengetahuan yang luar biasa dari Allah SWT. Hapalan tetap lah hapalan dan itu tersimpan di otak yang dimensinya rendah tidak adakan mampu menjangkau hakikat Allah, otak itu baharu sedangkan Allah itu adalah Qadim sudah pasti Baharu tidak akan sampai kepada Qadim. Kalau anda cuma belajar dari dalil dan mengharapkan bisa sampai kehadirat Allah dengan dalil yang anda miliki maka saya memberikan garansi kepada anda: PASTI anda tidak akan sampai kehadirat-Nya.

Ketika anda tidak sampai kehadirat-Nya sudah pasti anda sangat heran dengan ucapan orang-orang yang sudah bermakrifat, bisa berjumpa dengan Malaikat, berjumpa dengan Rasulullah SAW dan melihat Allah SWT, dan anda menganggap itu sebuah kebohongan dan sudah pasti anda mengumpulkan lagi puluhan bahkan ratusan dalil untuk membantah ucapan para ahli makrifat tersebut dengan dalil yang menurut anda sudah benar, padahal kadangkala dalil yang anda berikan justru sangat mendukung ucapan para Ahli Makrifat cuma sayangnya matahati anda dibutakan oleh hawa nafsu, dalam Al-Qur’an disebuat Qatamallahu ‘ala Qukubihum (Tertutup mata hati mereka) itulah hijab yang menghalangi anda menuju Tuhan.

Rasulullah SAW menggambarkan Ilmu hakikat dan makrifat itu sebagai “Haiatul Maknun” artinya “Perhiasan yang sangat indah”. Sebagaimana hadist yang dibawakan oleh Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda :

Sesungguhnya sebagian ilmu itu ada yang diumpamakan seperti perhiasan yang indah dan selalu tersimpan yang tidak ada seoranpun mengetahui kecuali para Ulama Allah. Ketika mereka menerangkannya maka tidak ada yang mengingkari kecuali orang-orang yang biasa lupa (tidak berzikir kepada Allah)” (H.R. Abu Abdir Rahman As-Salamy)

Di dalam hadist ini jelas ditegaskan menurut kata Nabi bahwa ada sebagian ilmu yang tidak diketahui oleh siapapun kecuali para Ulama Allah yakni Ulama yang selalu Zikir kepada Allah dengan segala konsekwensinya. Ilmu tersebut sangat indah laksana perhiasan dan tersimpan rapi yakni ilmu Thariqat yang didalamnya terdapat amalan-amalan seperti Ilmu Latahif dan lain-lain.

Masih ingat kita cerita nabi Musa dengan nabi Khidir yang pada akhir perjumpaan mereka membangun sebuah rumah untuk anak yatim piatu untuk menjaga harta berupa emas yang tersimpan dalam rumah, kalau rumah tersebut dibiarkan ambruk maka emasnya akan dicuri oleh perampok, harta tersebut tidak lain adalah ilmu hakikat dan makrifat yang sangat tinggi nilainya dan rumah yang dimaksud adalah ilmu syariat yang harus tetap dijaga untuk membentengi agar tidak jatuh ketangan yang tidak berhak.

Semakin tegas lagi pengertian di atas dengan adanya hadist nabi yang diriwayatkan dari Abu Hurairah sebagai berikut :

Aku telah hafal dari Rasulillah dua macam ilmu, pertama ialah ilmu yang aku dianjurkan untuk menyebarluaskan kepada sekalian manusia yaitu Ilmu Syariat. Dan yang kedua ialah ilmu yang aku tidak diperintahkan untuk menyebarluaskan kepada manusia yaitu Ilmu yang seperti “Hai’atil Maknun”. Maka apabila ilmu ini aku sebarluaskan niscaya engkau sekalian memotong leherku (engkau menghalalkan darahku). (HR. Thabrani)

Hadist di atas sangat jelas jadi tidak perlu diuraikan lagi, dengan demikian barulah kita sadar kenapa banyak orang yang tidak senang dengan Ilmu Thariqat? Karena ilmu itu memang amat rahasia, sahabat nabi saja tidak diizinkan untuk disampaikan secara umum, karena ilmu itu harus diturunkan dan mendapat izin dari Nabi, dari nabi izin itu diteruskan kepada Khalifah nya terus kepada para Aulia Allah sampai saat sekarang ini.

Jika ilmu Hai’atil Maknun itu disebarkan kepada orang yang belum berbait zikir atau “disucikan” sebagaimana telah firmankan dalam Al-Qur’an surat Al-‘Ala, orang-orang yang cuma Ahli Syariat semata-mata, maka sudah barang tentu akan timbul anggapan bahwa ilmu jenis kedua ini yakni Ilmu Thariqat, Hakikat dan Ma’rifat adalah Bid’ah dlolalah. Tentang pembelaan dari Ahli Thariqat dapat anda baca disini

Dan mereka ini mempunyai I’tikqat bahwa ilmu yang kedua tersebut jelas diingkari oleh syara’. Padahal tidak demikian, bahwa hakekat ilmu yang kedua itu tadi justru merupakan intisari daripada ilmu yang pertama artinya ilmu Thariqat itu intisari dari Ilmu Syari’at.

Oleh karena itu jika anda ingin mengerti Thariqat, Hakekat dan Ma’rifat secara mendalam maka sebaiknya anda berbai’at saja terlebih dahulu dengan Guru Mursyid (Khalifah) yang ahli dan diberi izin dengan taslim dan tafwidh dan ridho. Jadi tidak cukup hanya melihat tulisan buku-buku lalu mengingkari bahkan mungkin mudah timbul prasangka jelek terhadap ahli thariqat.

122 Comments

  • Muslem Gaul

    wah……..”kalau diceritakan akan halal darah” berarti sesuatu yang diluar kebiasaan orang banyak dong……. 🙂

    muslem gaul

  • farid

    Ada juga lafad lain lebih shahih

    Dari Abu Hurairah : “Aku menghafalkan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dua
    kantung ilmu. Adapun salah satunya telah aku sebarkan. Sedangkan
    lainnya, bila ku sebarkan akan dipotong tenggorokan ini”. (Hadits Riwayat Bukhari dalam kitab Fitan).

  • farid

    ———————————
    Spiritual hanya untuk PEMBERANI.
    kemungkinannya hanya 2 :
    1.dibunuh (spt,Alhallaj, siti jenar).
    2.dianggap gila(spt,Buhlul)
    ———————————
    wahabi juga dianggap gila tuh…yang dibunuh juga ada…

  • sufimuda

    Silahkan mas farid baca buku DISEKITAR MASALAH THARIQAT (NAQSYABANDIYAH) Oleh Drs. Imron Abu Amar, penerbit : Menara Kudus

  • PenGembara

    salam saudaraku..

    Niscaya Halal Darah bila Kuceritakan

    Very nice post SUFIMUDA…

    salam kenal Mas Farid., sepertinya ente orang yang benci wahabi di mulut, dapat terlihat dari setiap kata-kata yang saudara tulis, akan tetapi niscaya belum tentu benar di hati saudara membenci wahabi…

    pasti anda akan bertanya kenapa sampai daku menyatakan demikian..
    bila ku jelaskan secara gamblang dan terbuka.. Niscaya Halal juga Darah ku ini…

    salam sufimuda., akan terus ku singgahi alkah ini setiap ku lewati dalam pengembaraan…. 🙂

  • sYUR

    Assalamu alaikum for all. (Sebarkan salam untk keselamatan)

    Mengutif “Sangat sulit menjelaskan hakikat dan makrifat kepada orang-orang yang mempelajari agama hanya pada tataran Syariat saja, ……”

    afwan akhi…..! sebenarnya antum tau ngak arti syari’at ?

    yang ana pahami, syari’at rasulullah mencakup Tauhid, Fiqih, Aqidah, dll secara keseluruhan yang allah perintahkan. tanpa adanya pemisah antara tasawuf dan yang lainnya krn pengelompokan ini adalah semuanya perkara yang baru.

    siapa bilang kelompok yang antum sangka hanya mempelajari syariat tidaklah mempelajari makripat dan tarikat.

    makrifat dan tarikat hanya sebuah istiah atau suku bahasa yang digunakan untuk menggambarkan atas keyakinan dan
    perbuatan.

    mungkin seseorang tidak mengenal kata makrifat atau tarikat tapi dia menjalani keduanya………(kalau anda meyakini ilmu laduni pasti seharusnya anda meyakini hal ini) sesungguhnya ilmu itu hanya milik allah. laa ilma lana illa maa allamtana.

    adapun metode yang dijalankan dalam mempelajari makrifat/tariqat tersebut adalah masing-masing berbeda.

    Bagaimanakah kelompok taswuf mempelajari makrifat dan tariqat?

    Memang ilmu laduni itu ada, sebagaimana dalam ayat alqur’an diatas yang diberikan kepada para anbiyaa, juga kpd orang-orang solih. akan tetapi tetap yang menjadi tolok ukur adalah Alqur’an dan hadits rasulullah. kalaupun ia merasa ber tariqat dan bermakrifat namun akhirnya ia berbuat bid’ah dan syirik. maka ia sesungguhnya telah disesatkan oleh syetan.

    Hadits abu hurairah, “ada 2 ilmu”.
    yang nampak pada kita adalah lebih kuat dibandingkan laduni yang masih samar.

    Pertanyaannya, Untuk hadits ini anda berani memakai dalil untuk menguatkan keyakinan anda, akan tetapi kenapa anda menolak hadits lain yang soheh yang ternyata menyalahi keyakinan anda?

    kalaupun anda beerpendapat ” sesungguhnya kami mempelajari ilmu dari orang hidup sedang mereka ahli syari’at mempelajari dari orang-orang mati”

    kami tentu saja berguru dari orang hidup. bukan dari orang mati. akan tetapi harus dipahami ” Ada berapa banyak orang pintar dan soleh yang membuat kitab dan mengumpulkan dasar pemikiran mereka dalam sebuah karya tulis. dan itu menjadi pegangan para muridnya, yang turun temurun hingga terus dan terus.”

    Apakah anda akan mengatakan Imam Asyafi’i, malik, ahmad, imam bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nawawi, Ibn Hjaar, Ibnu Taimiyah, Ibnu Qayim, Muhammad bin abdul wahhab, dan murid-murid mereka itu tidak mengalami tariqat….?

    Bagaimana anda mengaku sebagi ahli makripat/Tariqat kalau saja amalan anda bertentangan dengan Ilmu yang nampak jelas dihadapan anda..?

    Kalupun anda beranggapan ada orang dari kalangan ahli tasawuf itu yang mempunyai ilmu laduni,……

    Pertanyaanya, Ada berapa banyak sekte dalam tasawuf ?

    Ada banyak pertentangan masing-masing pengikut tasawuf, Apakah allah tidak membibing mereka?

    masing-masing kyai tasawuf di kultuskan dan di agungkan.
    meskipun masing-masing mereka bertentangan didalam menafsirkan alqu’an. memakai hadits se enak dengkul yang penting menang…….

    Example :
    Bagaimanakah tasawuf mengartikan Laaa haula wala kuwwata illa billah…..?

    taqtulu anfusakum 2:54

    dan masih banyak lagi penyimpangan penafsiran yang diakibatkan atas pikir dan mimpi yang kemudian diyakini itu dari allah kemudian dikultuskan dan memiliki pengikut yang fanatik.

    Ketahuilah saudaraku. … syaitan akan mendukung dan mempelopori setiap perkara syirik dan bid’ah dan maksiat.
    anda meyakini itu dari allah padahal bertentangan dengan syari’at takutlah annissa 115

    semakin anda mengingkari hadits-hadits sohih maka anda
    akan semakin jauh dari kebenaran.

    Masuklah kedalam islam secara kaffah.”Tegakan Syari’at islam”

    Antum pikir syari’at itu hanya piqih yak…. hehe afwan kalu tidak berkenan.

  • sufimuda

    Assalamu’alaikum syur,
    Rasulullah SAW bersabda : “apabila kamu bertemu orang bodoh, ceritakanlah yang enak dia dengar atau kasih dia makan”

    Sebenarnya kurang selera mengomentari komentar anda, tapi mungkin berguna juga dibaca oleh orang-orang sejenis anda yang punya semangat tinggi tapi awam sekali pengetahuan tentang syariat apalagi hakikat.

    Dari nickname anda aja “SYUR” artinya kan terangsang, mudah2an anda terus2an terangsang.

    Yook kita bahas masalah anda :
    =====================================
    Mengutif “Sangat sulit menjelaskan hakikat dan makrifat kepada orang-orang yang mempelajari agama hanya pada tataran Syariat saja, ……”

    afwan akhi…..! sebenarnya antum tau ngak arti syari’at ?

    yang ana pahami, syari’at rasulullah mencakup Tauhid, Fiqih, Aqidah, dll secara keseluruhan yang allah perintahkan. tanpa adanya pemisah antara tasawuf dan yang lainnya krn pengelompokan ini adalah semuanya perkara yang baru.
    =======================================

    Jawab : Pemahaman anda benar, gak ada yang menyalahkan, untuk bisa menjalankan syariat ya lewat tasauf, kenapa harus bertasawuf
    anda belajar tata cara shalat, tapai pernah anda belajar shalat menjadi khusuk?
    Pernah anda tahu bagaimana berdialog dengan Allah dalam Shalat?
    Pernah anda mengingat Dia dala shalat?
    Anda tak bisa menemukan jawabannya dalam syariat, paling anda menghayal aja atau sok khusuk, konyol kalau anda dalam shalat cuma mengingat dinding, sajadah, masalah, lebih konyol lagi anda menghayal perempuan, nauzubillah!
    Saya ingin tanya, apa yag anda ingat dalam shalat?
    Cuma tasauf yang bisa menuntun anda menemukan Allah dalam shalat

    =======================================
    siapa bilang kelompok yang antum sangka hanya mempelajari syariat tidaklah mempelajari makripat dan tarikat.

    makrifat dan tarikat hanya sebuah istiah atau suku bahasa yang digunakan untuk menggambarkan atas keyakinan dan
    perbuatan.
    ========================================

    Itulah kebodohan anda, anda merasa tasawuf bisa didapat lewat mempelajari, pelajarilah sampai tua, yang dan dapat cuma hapalan doank

    =====================================
    Bagaimanakah kelompok taswuf mempelajari makrifat dan tariqat?
    =====================================
    Dengan berguru kepada yang Ahli, seorang Ulama Pewaris Ilmu Nabi

    =========================================
    kalaupun anda beerpendapat ” sesungguhnya kami mempelajari ilmu dari orang hidup sedang mereka ahli syari’at mempelajari dari orang-orang mati”

    kami tentu saja berguru dari orang hidup. bukan dari orang mati. akan tetapi harus dipahami ” Ada berapa banyak orang pintar dan soleh yang membuat kitab dan mengumpulkan dasar pemikiran mereka dalam sebuah karya tulis. dan itu menjadi pegangan para muridnya, yang turun temurun hingga terus dan terus.”
    =========================================
    anda salah komentar

    =========================================
    Apakah anda akan mengatakan Imam Asyafi’i, malik, ahmad, imam bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nawawi, Ibn Hjaar, Ibnu Taimiyah, Ibnu Qayim, Muhammad bin abdul wahhab, dan murid-murid mereka itu tidak mengalami tariqat….?
    =========================================

    ha99 anda lucu ya, itu pernyataan wahabi, orang2 wahabi amat membenci ulama, lihatlah pernyataan2 dedengkont wahabi Muhammad bin Abd. Wahab yang tidak mengakui mazhab

    Anda tahu siapa guru2 para Imam Mazhab?
    Imam Abu Hanifah berguru kepada Imam Jakfar Shaqqid (Imam besar Thariqat), dari Imam Jakfar Shaddiq lahir ilmu fiqih, dari Beliau juga mengilhami pengetahuan daripada Imam Mazhab, Imam Maliki, Imam Syafi’i dan Imam Hambali…

    Mereka itu semua bertharikat? jelas donk, guru mereka juga seorang Mursyid Thariqat.

    Ibnu Taymiyah yang anti tasauf, di akhir masa hidupnya dipenjaran malah mengeluarkan fatwa mirip ucapan Al-Halaj : ANA AL HAQ.

    Sebaiknya anda baca lagi sejarah para ulama tersebut sebelum anda berkomentar di sufimuda,

    Kalau Muhammad Ibnu Wahab, susah kami mengomentari, takut menjadi fitnah, dan kami tidak ingin membuat pertentangan dengan siapapun

    Kalau anda mau tahu tokoh pendiri wahabi itu baca dech di : http://www.salafyindonesia.wordpress.com dan di abusalafy.wordpress.com

    ==========================================
    Pertanyaanya, Ada berapa banyak sekte dalam tasawuf ?
    ==========================================
    Tak ada sekte dalam tasawuf, yang ada adalah jumlah thariqat yang banyak sesuai dengan nama Syekh nya, ajaran dan amalannya tetap lestari tidak diubah-ubah sejak zaman rasulullah SAW

    ==========================================
    Bagaimanakah tasawuf mengartikan Laaa haula wala kuwwata illa billah…..?
    ==========================================
    wah anda baru belajar al Qur’an ya:
    artinya : Tiada daya upayaku melainkan kekuatan dari Allah SWT,
    Bagaimana anda memasrahkan diri pada Allah? wong dengan Allah aja anda gak kenal, capee dech 🙂

    ==========================================
    Ketahuilah saudaraku. … syaitan akan mendukung dan mempelopori setiap perkara syirik dan bid’ah dan maksiat.
    ==========================================
    Ya, mudah2an anda tidak menyamakan perdukunan dengan tasauf, tasauf sangat anti dengan syirik
    Orang tasawuf punya ilmu untuk membedakan yang mana syetan, yang mana Nur Allah, yang Mana Malaikat.
    Kalau anda? kenal diri aja belum

    ==========================================
    semakin anda mengingkari hadits-hadits sohih maka anda
    akan semakin jauh dari kebenaran.

    Masuklah kedalam islam secara kaffah.”Tegakan Syari’at islam”

    Antum pikir syari’at itu hanya piqih yak…. hehe afwan kalu tidak berkenan
    ==========================================
    Sapa ya yang mengingkari hadist shahih?
    Islam secara kaffah ya Rohani Jasmani
    Kalau anda cuma membaca doank ya baru tataran Jasmani, yang kembali ke Tuhan adalah Rohani, sudahkan rohani anda di sucikan seperti yang diperintahkan oleh Allah SWT dalam surat Al-‘Ala :
    “Qad af lahaman tazzakka…”
    Beruntunglah orang yang telah disucikan jiwanya…
    “Wazakarasma Rabbihi Fasshala”
    Kemudian dia Berziki (menyebut nama Tuhan) dan menegakkan shalat.

    Al-Qur’an hanya bisa disentuh oleh orang2 yang telah di sucikan, kalau definisi disucikan menurut anda cuma, mandi, bersih dari Nazis/hadast,
    Wah masih jauh sekali, anda belajar lagi dech, pemahaman anda tentang syariat masih amburadul,

    Coba dech baca hadist Nabi ketika menerima kunjungan Jibril as yang menanyakan tentang
    ISLAM, IMAN DAN IHSAN
    Dari situ anda bisa Mengerti tentang syariat yang benar,,

    Yang perlu anda ketahui bahwa saya dan orang2 bertasauf tidak pernah anti kepada syariat islam, justru sangat mendukung syariat, mendukung dengan memperbaiki akhlak lewat zikir, lewat mujahadah kepada Allah

    Trimakasih atas kunjungannya .

    Salam

    • Jon

      percumah berdebat dengan orang syari’at sama ngomong dengan anak kecil yang belum punya akal, gak usah ditanggapi saudaraku, agama wajib bagi orang yang berakal tidak wajib bagi orang yang gak punya akal

    • kang mas bro

      Itulah pemahaman syari’at .. Biarkan saja wahai saudaraku .. Dan maklumi saja … Karna mereka hanya memandang zahir alias kulit luar …… Insya allaah mudahan dibukakan mata hati mereka menerima hidayah allaah

  • farid

    Salam kenal juga mas pengembara…untuk mas syur salam kenal juga… sering2lah ke blog mas sufimuda, beliau sangat kooperatif, telaten meladeni kita.

    untuk mas pengembara,
    wahabi juga berusaha mengikuti ahlusunnah wal jama’ah kalau ada penyimpangan wajib kita ingatkan.
    sufimuda berusaha bertemu dengan tuhan, kalau ada penyimpangan dalam metode dan konsepnya juga wajib kita ingatkan.

    mengenai pernyataan saya di
    http://sufimuda.wordpress.com/2008/06/26/bila-aku-ceritakan-niscaya-halal-darahku/#comment-664
    maksud saya adalah untuk menyindir pernyataan mas sanggar dewa saja…untuk menjadi wahabi harus pemberani juga ^_^

    hilangkan kebencian diantara kita.

  • esensi

    “…Sangat sulit menjelaskan hakikat dan makrifat kepada orang-orang yang mempelajari agama hanya pada tataran Syariat saja, menghafal ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadist akan tetapi tidak memiliki ruh dari pada Al-Qur’an itu sendiri. Padahal hakikat dari Al-Qur’an itu adalah Nur Allah yang tidak berhuruf dan tidak bersuara, dengan Nur itulah Rasulullah SAW memperoleh pengetahuan yang luar biasa dari Allah SWT….

    Well mas sufimuda, dibalik sikap rendah hati Anda yang saya cermati di setiap tulisan, ternyata anda bisa juga mengeluarkan statemen seperti itu. Janganlah seperti itu, sobat. Sebab dengan melihat pernyataan Anda yang satu itu, orang awam (seperti saya) bisa salah arti, dan akan menganggap bahwa syariat, tarikat dan hakikat adalah suatu perjalanan vertikal. Sebab ini akan menimbulkan kesenjangan status spiritual.

    Syariat, tarikat dan hakikat pada dasarnya, adalah suatu perjalanan yang melingkar, horizontal. Ini sebagai perlambang bahwa siapapun berada dalam derajat yang sama. Sehingga seorang yang sudah mencapai taraf hakikat bisa berjumpa dengan mereka yang masih start di jalan syariat, saling bertegur sapa, dan yang baru melangkah di jalan syariat dan tarikat bisa meminta petunjuk dan pelajaran dari mereka yang baru saja pulang dari jalan hakikat. Begitu seterusnya, memutar, melingkar. Seperti thawaf di sekeliling ka’bah. Orang yang duluan thawaf dengan mereka yang baru datang bertegur sapa, saling berucap salam penuh kehangatan.

    Bukankah dalam Islam ajaran Rasul Mustafa SAW tidak dikenal kasta? Apalagi ini dalam dunia yang lebih esoterik.

    Ah, saya hanya orang awam. Ini sekedar cuap-cuap saja. Tentulah Anda, mas sufimuda, jauh lebih paham tentang hal ini.

    Salam,

  • Nita...

    assalamu alaikum….
    seru abiz…komentar2dari orang2yang awam tetang Tharekat…
    Jangan Pake Nafsu Donx Komentnya…
    Baca,praktekan,baru koment…..Ok ….
    Peace ah….

  • saYUR

    Alaikumussalam ……..

    Yang kerjanya membaca dan menghapal saja itu siapa ?
    apakah mereka para ulama wahabi bukanlah orang yang taat beribadah menurut antum? afwan jiddan antum telah sombong dengan amalan atas kelompok anda saja.

    Dengan taat maka akan allah cintai dan perbaiki amalan-amalan kita. (tentunya amalan yang benar)bukan diada-ada. dan jelas beda antara I’tiba dan Ibtida.ali imran 3:31, Al ahzab 33 : 70-71. Ilmu laduni seiring dengan hadist mengenai Wali allah di muka bumi berpengertian allah akan senantiasa membimbing dan mengarahkan kepada kebenaran. bukan sampai kepada khulul nya allah kpd makhluk. atau cahaya rasulullah yang menitis dari adam hingga antum. Knp sampai ada orang yang beranggapan klu dirinya telah menyatu dgn allah dan merasa dirinya telah memiliki sifat-sifat allah yang disifatkan kepadanya….? Coba antum perhatikan kalimat ini semoga mendapat pelajaran ” AKU BERCUMBU DAN BERMESRAAN DGN TUHAN ” Apa bedanya dgn anggapan sebagian ulama tasawuf yang merasa dirinya telah menyatu dengan tuhan.

    ini jelas suatu kesesatan. (benarkah ia telah mendapatkan ilmu laduni tersebut?) Apakah orang yang menjalani tasawuf ini tidak mendapat bimbingan allah?

    Sebagian kyai tasawuf mengartikan “LAA HAULA WALA KUWWATA ILLA BILLAH” dengan pengertian sebagai berikut “Tiada daya tiada kekuatan Tiada maksiat ataupun amal ibadah melainkan atas kuasa allah”
    APAKAH KYAI INI TAK MENADAPKAN BIMBINGAN ALLAH(LADUNI) ?

    Ketika anda meyakini hal tersebut maka anda hilang satu pondasi penting maha adilnya allah memberikan kebebasan kepada makhluknya untuk menentukan kemana ia akan masuk neraka atau surga. dan dengan demikian pula tidak dapat mekhluk tersebut menghujat
    “Aku Maksiat(Kafir) karena taqdir allah yang menghendaki.”

    Laaa iqraa haa fi dien 2:256 paman sa’a pal yu’min wa man sa’a pal yakfur Al kahfi 18 : 29.

    sekarang boleh lah antum sebut klu sekte itu Tareqat.
    akan tetapi esensi nya tetap saja disana ada perbedaan yang cukup curam masing-masing sekte tersebut(Tareqat)
    Apakah kyainya itu ngak mendapat bimbingan Allah (Laduni) hingga jadi beda? hehe klu rasulullah kan ngak sampe beda.

    Mursadek mengaku dirinya ada bimbingan dari allah (Laduni) sehingga ia tidak perlu lagi mempelajari kitab-kitab tafsir dari para sohabat yang telah mati.
    Hehe ini pakta.

    Semestinya Ilmu Laduni itu ditimbang dengan Syar’i Karena agar kita tahu apakah yang datang lewat mimpi itu dari allah ataukah dari setan. Karena keduanya ghaib bagi manusia.
    baik allah maupun syaitan mereka gha’ib.
    apakah antum bisa tau bahwa yang datang itu allah (NUR) ataukah setan.

    Dari mana antum tau kalu waktu sholat ana hanya melamun ?
    Apa khodam anda yang bilang? klu iya gwa tantangin tuh jin u……. yang menjadi sembahan rata-rata pengikut tasawuf.

    Klu antum sampai menganggap Imam hambal dan ulama syar’i lainya solatnya hanya melamun saja maka sesungguhnya atum berada dalam kekeliruan yang besar dan klu ngak tobat maka An Nisaa 115.

    ISLAM, IMAN, DAN IHSAN saja ngak bener klu tanpa ILMU Akh….. Klu cuma ilmu laduni saja banyak yang jadinya mengingkari hadist sohih. berlaku Bid’ah dan syirik.

    Coba antum pikir ” ILMU apa yang dipelajari pertama kali ” Ilmu syar’i ataukah Laduni ?

    Ana bersyukur kalu antum ngak pernah menentang syari’at islam dengan demikian antum masih ana anggap mukmin.

    Syariat seperti apa? Aqidah seperti apa? Akhlak yang seperti apa? Zikir seperti apa?

    “ILMU ITU AGAMA MAKA PERHATIKANLAH DARI MANA DIA MENGAMBIL AGAMANYA”
    Min aina ta’hudu dienahum, apakah dari kelompok tasawuf, Syi’ah, Ahl Bid’ah, ataukah dari ahlu sunnah.

    Harus dipahami pengertian tasawuf (ilmu) ataukah Tasawuf (HIZBY)

    Ingat akhi……. Laqod kaana fi rasuulillahi uswatun hasanah
    dan para ashabi “Lau kaan akhairon lasabaquuna alaih”

    Sesuai judulnya memang, klu anda masih berpendapat mengenai khulul dan laduuni yang menyimpang maka memang antum layak untuk dibunuh apalagi klu sampe antum berani menganngap diri antum rasul. seperti mursadek.

  • saYUR

    Alaikumussalam ……..
    Yang kerjanya membaca dan menghapal saja itu siapa ?
    apakah mereka para ulama wahabi bukanlah orang yang taat beribadah menurut antum? afwan jiddan antum telah sombong dengan amalan atas kelompok anda saja.
    Dengan taat maka akan allah cintai dan perbaiki amalan-amalan kita. (tentunya amalan yang benar)bukan diada-ada. dan jelas beda antara I’tiba dan Ibtida.ali imran 3:31, Al ahzab 33 : 70-71. Ilmu laduni seiring dengan hadist mengenai Wali allah di muka bumi berpengertian allah akan senantiasa membimbing dan mengarahkan kepada kebenaran. bukan sampai kepada khulul nya allah kpd makhluk. atau cahaya rasulullah yang menitis dari adam hingga antum. Knp sampai ada orang yang beranggapan klu dirinya telah menyatu dgn allah dan merasa dirinya telah memiliki sifat-sifat allah yang disifatkan kepadanya….? Coba antum perhatikan kalimat ini semoga mendapat pelajaran ” AKU BERCUMBU DAN BERMESRAAN DGN TUHAN ” Apa bedanya dgn anggapan sebagian ulama tasawuf yang merasa dirinya telah menyatu dengan tuhan.
    ini jelas suatu kesesatan. (benarkah ia telah mendapatkan ilmu laduni tersebut?) Apakah orang yang menjalani tasawuf ini tidak mendapat bimbingan allah?
    Sebagian kyai tasawuf mengartikan “LAA HAULA WALA KUWWATA ILLA BILLAH” dengan pengertian sebagai berikut “Tiada daya tiada kekuatan Tiada maksiat ataupun amal ibadah melainkan atas kuasa allah”
    APAKAH KYAI INI TAK MENADAPKAN BIMBINGAN ALLAH(LADUNI) ?
    Ketika anda meyakini hal tersebut maka anda hilang satu pondasi penting maha adilnya allah memberikan kebebasan kepada makhluknya untuk menentukan kemana ia akan masuk neraka atau surga. dan dengan demikian pula tidak dapat mekhluk tersebut menghujat
    “Aku Maksiat(Kafir) karena taqdir allah yang menghendaki.”
    Laaa iqraa haa fi dien 2:256 paman sa’a pal yu’min wa man sa’a pal yakfur Al kahfi 18 : 29.
    sekarang boleh lah antum sebut klu sekte itu Tareqat.
    akan tetapi esensi nya tetap saja disana ada perbedaan yang cukup curam masing-masing sekte tersebut(Tareqat)
    Apakah kyainya itu ngak mendapat bimbingan Allah (Laduni) hingga jadi beda? hehe klu rasulullah kan ngak sampe beda.
    Mursadek mengaku dirinya ada bimbingan dari allah (Laduni) sehingga ia tidak perlu lagi mempelajari kitab-kitab tafsir dari para sohabat yang telah mati.
    Hehe ini pakta.
    Semestinya Ilmu Laduni itu ditimbang dengan Syar’i Karena agar kita tahu apakah yang datang lewat mimpi itu dari allah ataukah dari setan. Karena keduanya ghaib bagi manusia.
    baik allah maupun syaitan mereka gha’ib.
    apakah antum bisa tau bahwa yang datang itu allah (NUR) ataukah setan.
    Dari mana antum tau kalu waktu sholat ana hanya melamun ?
    Apa khodam anda yang bilang? klu iya gwa tantangin tuh jin u……. yang menjadi sembahan rata-rata pengikut tasawuf.
    Klu antum sampai menganggap Imam hambal dan ulama syar’i lainya solatnya hanya melamun saja maka sesungguhnya atum berada dalam kekeliruan yang besar dan klu ngak tobat maka An Nisaa 115.
    ISLAM, IMAN, DAN IHSAN saja ngak bener klu tanpa ILMU Akh….. Klu cuma ilmu laduni saja banyak yang jadinya mengingkari hadist sohih. berlaku Bid’ah dan syirik.
    Coba antum pikir ” ILMU apa yang dipelajari pertama kali ” Ilmu syar’i ataukah Laduni ?
    Ana bersyukur kalu antum ngak pernah menentang syari’at islam dengan demikian antum masih ana anggap mukmin.
    Syariat seperti apa? Aqidah seperti apa? Akhlak yang seperti apa? Zikir seperti apa?
    “ILMU ITU AGAMA MAKA PERHATIKANLAH DARI MANA DIA MENGAMBIL AGAMANYA”
    Min aina ta’hudu dienahum, apakah dari kelompok tasawuf, Syi’ah, Ahl Bid’ah, ataukah dari ahlu sunnah.
    Harus dipahami pengertian tasawuf (ilmu) ataukah Tasawuf (HIZBY)
    Ingat akhi……. Laqod kaana fi rasuulillahi uswatun hasanah
    dan para ashabi “Lau kaan akhairon lasabaquuna alaih”
    Sesuai judulnya memang, klu anda masih berpendapat mengenai khulul dan laduuni yang menyimpang maka memang antum layak untuk dibunuh apalagi klu sampe antum berani menganngap diri antum rasul. seperti mursadek

  • sYUR

    Alaikumussalam ……..

    Postingan ana kok ngak di ACC, Takut kebongkar yak kesesatan u……..

    Yang kerjanya membaca dan menghapal saja itu siapa ?

    apakah mereka para ulama wahabi bukanlah orang yang taat beribadah menurut antum?
    afwan jiddan antum telah sombong dengan amalan atas kelompok anda saja.

    Dengan taat maka akan allah cintai dan perbaiki amalan-amalan kita. (tentunya amalan yang benar)bukan diada-ada. dan jelas beda antara I’tiba dan Ibtida.ali imran 3:31, Al ahzab 33 : 70-71.

    ilmu laduni seiring dengan hadist mengenai Wali allah di muka bumi berpengertian allah akan senantiasa membimbing dan mengarahkan kepada kebenaran. bukan sampai kepada khulul nya allah kpd makhluk. atau cahaya rasulullah yang menitis dari adam hingga antum.

    Knp sampai ada orang yang beranggapan klu dirinya telah menyatu dgn allah dan merasa dirinya telah memiliki sifat-sifat allah yang disifatkan kepadanya….? Coba antum perhatikan kalimat ini semoga mendapat pelajaran

    ” AKU BERCUMBU DAN BERMESRAAN DGN TUHAN ” Apa bedanya dgn anggapan sebagian ulama tasawuf yang merasa dirinya telah menyatu dengan tuhan.

    ini jelas suatu kesesatan. (benarkah ia telah mendapatkan ilmu laduni tersebut?) Apakah orang yang menjalani tasawuf ini tidak mendapat bimbingan allah?

    Sebagian kyai tasawuf mengartikan “LAA HAULA WALA KUWWATA ILLA BILLAH” dengan pengertian sebagai berikut “Tiada daya tiada kekuatan Tiada maksiat ataupun amal ibadah melainkan atas kuasa allah”

    APAKAH KYAI INI TAK MENADAPKAN BIMBINGAN ALLAH(LADUNI) ?

    Ketika anda meyakini hal tersebut maka anda hilang satu pondasi penting maha adilnya allah memberikan kebebasan kepada makhluknya untuk menentukan kemana ia akan masuk neraka atau surga. dan dengan demikian pula tidak dapat mekhluk tersebut menghujat
    “Aku Maksiat(Kafir) karena taqdir allah yang menghendaki.”
    Laaa iqraa haa fi dien 2:256 paman sa’a pal yu’min wa man sa’a pal yakfur Al kahfi 18 : 29.

    sekarang boleh lah antum sebut klu sekte itu Tareqat.
    akan tetapi esensi nya tetap saja disana ada perbedaan yang cukup curam masing-masing sekte tersebut(Tareqat)
    Apakah kyainya itu ngak mendapat bimbingan Allah (Laduni) hingga jadi beda? hehe klu rasulullah kan ngak sampe beda.

    Mursadek mengaku dirinya ada bimbingan dari allah (Laduni) sehingga ia tidak perlu lagi mempelajari kitab-kitab tafsir dari para sohabat yang telah mati.
    Hehe ini pakta.

    Semestinya Ilmu Laduni itu ditimbang dengan Syar’i Karena agar kita tahu apakah yang datang lewat mimpi itu dari allah ataukah dari setan. Karena keduanya ghaib bagi manusia.
    baik allah maupun syaitan mereka gha’ib.
    apakah antum bisa tau bahwa yang datang itu allah (NUR) ataukah setan.

    Dari mana antum tau kalu waktu sholat ana hanya melamun ?

    Apa khodam anda yang bilang? klu iya gwa tantangin tuh jin u……. yang menjadi sembahan rata-rata pengikut tasawuf.

    Klu antum sampai menganggap Imam hambal dan ulama syar’i lainya solatnya hanya melamun saja maka sesungguhnya atum berada dalam kekeliruan yang besar dan klu ngak tobat maka An Nisaa 115.

    ISLAM, IMAN, DAN IHSAN saja ngak bener klu tanpa ILMU Akh….. Klu cuma ilmu laduni saja banyak yang jadinya mengingkari hadist sohih. berlaku Bid’ah dan syirik.

    Coba antum pikir ” ILMU apa yang dipelajari pertama kali ” Ilmu syar’i ataukah Laduni ?

    Ana bersyukur kalu antum ngak pernah menentang syari’at islam dengan demikian antum masih ana anggap mukmin.

    Syariat seperti apa? Aqidah seperti apa? Akhlak yang seperti apa? Zikir seperti apa?

    “ILMU ITU AGAMA MAKA PERHATIKANLAH DARI MANA DIA MENGAMBIL AGAMANYA”

    Min aina ta’hudu dienahum, apakah dari kelompok tasawuf, Syi’ah, Ahl Bid’ah, ataukah dari ahlu sunnah.

    Harus dipahami pengertian tasawuf (ilmu) ataukah Tasawuf (HIZBY)

    Ingat akhi……. Laqod kaana fi rasuulillahi uswatun hasanah

    dan para ashabi “Lau kaana khairon lasabaquuna alaih”

    Sesuai judulnya memang, klu anda masih berpendapat mengenai khulul dan laduuni yang menyimpang maka memang antum layak untuk dibunuh apalagi klu sampe antum berani menganngap diri antum rasul. seperti mursadek

    • iqbalgordon

      waduh ..komennya ujung ujung nya menyakitkan dan memperlihatkan kebobrokan golongan salafisme …. memang jls org salafisme adabnya tdk ada .krna klo org berilmu sudah pasti beradab .. klo salafi tdk berilmu ..hanya nafsu yg di dapati ..
      jika saja mengerti isi dalam agam itu apa ….
      maka mustahil antum bicara sprti ini …

  • aldo

    waaa
    keren abis fatwa dari sufimuda,
    tulaaa….
    tau’ tu syur, x nick name nya artinya SYok taU de u’Re

    susah emang mengajarkan ilmu di universitas sama anak SD yang baru ngapalin 1 + 1 = 2
    :>
    chayoow
    sufimuda keren abiezzzz
    i love ni situs n penulisnya
    ehehehe

  • wak karto

    Salam, wak udah agak,, anak sufimuda tentu je menunggu org lain membangkang lantas kemudiannya menjotos org itu dgn idea2 kamu… udah biasa dgn taktik budak2 sufi… asyik nak menang je… ye lah… kamu je yg benar… wslm

  • kang_erry

    Seru juga debatnya….., yang jelas Allah akan membeberkan nanti apa-apa yang antum antum perselisihkan tentangnya. Allah bisa saja membuat kita 1 umat tanpa perbedaan, tetapi jawaban Allah sangat diplomatis maka .. berlomba lombalah dalam kebaikan. yang terpenting kita beribadah dengan ilmunya. jangan kita alerhi dengan ilmu supaya kita bisa lebih bijak dalam setiap gerak langkah kita, jangan jadikan diri kita sombong dalam beribadah kepada Allah. jangan biarkan syariat dan makrifat menjadi terpecah belah semua dalam kesatuan yang utuh dalam agama Allah. jadikan perbedaan pendapat menjadi ajang untuk berlomba lomba dalam kebaikan bukan perpecahan

  • pencari kebenaran

    assalamu’alaikum.salam kenal
    saya seorang awam ,mau tanya kpd sufimuda,.: sbg seorang tasawuf apakah anda setuju dgn ajaran siti jenar dgn manunggaling kawula gustinya,serupa dgn alhalajj,?
    apakah itu juga diakui sesat oleh ìlmu tasawuf?
    syukron atas jawabannya

  • eco

    ASS.WR.WB
    Salam kenal wahai saudaraku, memang membicarakan hal yang ghoib dan Yang Maha Ghoib kepada orang yang belum mempunyai ilmunya yah agak perlu kerja keras….
    Bagaimana mereka memahami bahwasanya akal itupun ghoib, nafsu pun demikian, qolbu juga..belum lagi Rasa…Rasa menghadap, rasa bahagia dsb…
    Yang penting disini wahai saudaraku…kita ini nothing alias nol putul dihadapan Allah…wong bangun tidur aja masih dibangunkan Allah kok mas….
    Bagaimana kita menjelaskan RASA MANIS wong yang minta penjelasan TIDAK Merasakan GULA yang disodorkan…dan terus terang kita pun tidak bisa juga mengungkapkan Bentuk RASA MANIS…..paling banter kita bisa menyampaikan CARA MENUJU RASA MANIS…
    MARI SAUDARA-SAUDARAKU KUNJUNGILAH http://www.ridhoallah.com SEMOGA BERMANFAAT BAGI KITA SEMUA.
    WSS.WR.WB

  • hamba'79

    sYUR = Terangsang = Menghayal = *******……
    gmna sih ngomong agama kok sambil terangsang…
    orang yang aneh..

  • looking4sirr

    Astaghfirulloh…Kenapa selalu ada benci di antara kita?Kenapa orang – orang seperti mas Syur selalu mengajak perdebetan yang ga akan pernah ada ujungnya…mas syur dah terlanjur memandang tasawuf sebagai sesuatu yang salah…

  • sufimuda

    Assalamu’alaikum untuk semua,
    Selama 10 hari lebih sufimuda tidak menampilkan artikel baru, tidak memposting komentar, kemana aja sufimuda?
    saudara syur malah menganggap sufimuda tidak menampilkan komentarnya karena takut “kesesatan” sufimuda terbongkar ha5 lucu ya..
    nyata benar pikiran anda masih penuh dengan “titik titik”, mudah sekali berprasangka buruk, sufimuda tidak pernah menahan komentar pengunjung kecuali komentar bersifat caci maki dan berbau asusila, selama ini pengunjung sufimuda berkomentar masih sopan kok, ya begitulah orang sufi 🙂

    tentang Komentar saudara syur senang sekali sufimuda tampilkan paling tidak orang semakin tahu akan kebodohan anda, kalau berkomentar jangan seperti JAKA SEMBUNG BAWA GOLOK he5

    Sufimuda selama 10 hari ini melaksanakan IKTIKAF/SULUK, selama itu pula tidak bersentuhan dengan blog ini, intensif berzikir…

    Mohon maaf kalau komentar2 saudara2ku belum sempat dikomentari,

    Silahkan yang lain berkomentar, sufimuda mo istirahat dulu, besok memulai lagi kehidupan dunia yang fana ini,

    Trimakasih atas kunjungannya

    Wasalammu’alaikum wr wb

  • hambaMU

    saran…model2 kaya “syur” mending ga ush diterima jd tamu aja dech….bikin suasana ga tentram n ga asikk….kalo mau bikin sensasi biar suruh teriak2 diluaran aja…sorryy…Gakk pentinggg bangetttt!!!! sorry yahh 😉

  • QA management

    iyaaa yg tidak setuju mendingan ga ush comment deh jadi bete’ & ilfil rasanya 🙁 mas sufimuda hanya ingin berbagi rasa indahnya BerTuhan kok itupun bagi yg mau & terbuka hijab, jd yg gak mau yaa gak usahhh…gituu ajaa kok reppoootttt 🙂 sy jg sbg orang awam belum masuk tariqat, tapi sy nyaman liat pembahasan sufimuda mengenai “Islam lapisan dalam” paling tidak sy mau cari kebenaran dari Islam yg sebenar benarnya, yg bisa sy rasakan indahnya & kekuatannya gak seperti selama ini saya kok merasa kalahan terus, kadang ngiri liat orang yg beragama kok hidupnya anteng2 aja & selalu menang (liat aja israel tuh) jadi saya dukung anda Mas Sufimuda utk tetap semangat menebarkan Nilai2 Islam yg sebenarnya, salam

  • QA management

    iyaaa yg tidak setuju mendingan ga ush comment deh jadi bete’ & ilfil rasanya 🙁 mas sufimuda hanya ingin berbagi rasa indahnya BerTuhan kok itupun bagi yg mau & terbuka hijab, jd yg gak mau yaa gak usahhh…gituu ajaa kok reppoootttt 🙂 sy jg sbg orang awam belum masuk tariqat, tapi sy nyaman liat pembahasan sufimuda mengenai “Islam lapisan dalam” paling tidak sy mau cari kebenaran dari Islam yg sebenar benarnya, yg bisa sy rasakan indahnya & kekuatannya gak seperti selama ini saya kok merasa kalahan terus, kadang ngiri liat orang yg [b]tidak[b] beragama kok hidupnya anteng2 aja & selalu menang (liat aja israel tuh) jadi saya dukung anda Mas Sufimuda utk tetap semangat menebarkan Nilai2 Islam yg sebenarnya, salam

  • Rofiq

    Maaf saya ada sedikit ide, karena saya lihat Mr. atau Wan Syur (duh kok saya sedikit takut dosa dengan panggilan ini yaa..) ini tidak bisa di ajak bicara “Rasa” karena “Rasa” sangat susah dijelaskan oleh 1001 kalimat. “Rasa” itu adalah sebahagian Nikmat yang di berikan kepada Sang Pencipta kepada mahluknya yang di kehendakinya.
    “Rasa” itu sebetulnya bisa dikenali dan dirasakan dengan berbagai alat perasa didalam tubuh kita, yang sangat kita kenal dalam tubuh kita adalah biasa kita sebut Syaraf Perasa kulit yang diantaranya dapat merasakan panas/dingin.
    (Kalau tidak salah Ilmu Pengkajian Kulit namanya Dermatology).
    Saya yakin kalau Sufimuda bicara kepada Wan Syur (ampuni diriku ya Allah….) masalah “API ITU PANAS” Insya Allah Wan Syur (tobat ya Allah…) akan langsung setuju, kalo Wan Syur (aduh Biung….) tidak percaya, bakar aja kulitnya Wan Syur (astagfirullah…).
    Tapi kalo bicara alat perasanya “Hati” yang dapat merasakan Cinta dan Benci (Ini kalo tidak salah nama ilmunya Tasawuf), itu susah menyamakan persepsinya dengan beliau (keliatanya enakan ini sebutan panggilannya ya…), karena Nikmat “Rasa” Cinta mungkin tidak diberikan (atau tidak digunakan dengan baik) Oleh Beliau dan malah sebaliknya “Rasa” benci dibiarkan menjalar ketubuhnya.
    Makanya melihat respond beliau kepada Tasawuf seharusnya kita banyak bersyukur karena kita masih punya “Rasa” cinta di hati dan mari kita jaga “Rasa” cinta itu untuk tidak merespond Beliau dengan berlebih-lebihan karena kita tidak di ajari untuk memelihara “Rasa” Benci dalam hati kita terutama saat berhubungan denga Allah SWT dan juga MahlukNya.
    Isi hati itu seperti Teko/Ceret Air, kalau di tuang keluar kopi pasti ceret isinya kopi, begitu juga kalao keluarnya Teh, pasti ceret/Teko itu isinya Teh. Gimana kalo yang keluar “Rasa” benci ? pasti isi hati kita penuh dengan kebencian.
    Hati itu juga ibarat Gelas putih bersih yang kosong, kalau kita ingin minum Kopi, kita isilah Gelas kosong itu dengan Kopi dan kalo kita ingin minum Teh, ya…. buang dulu kopinya (cuci bersih) lalu isi dengan Teh.
    Kalo kita tuang langsung dengan Teh sementara ada kopinya, gimana rasanya ?
    Allah SWT itu harus didekati dengan Hati yang bersih dan bagai mana jadinya kalo Allah SWT kita dekati dengan hati yang penuh dengan “Rasa” kebencian ?
    Kalau Allah SWT berkehendak, dunia ini akan penuh dengan orang Muslim, Kalao Allah SWT berkehendak dunia ini akan dipenuhi oleh orang Muslim yang memiliki “Rasa” cinta yang besar. Oleh karena itu perbedaan itu biasa, merespondnya yang harus luar biasa heee…he….he….

    Maaf, bukan maksut hati untuk menghakimi, karena itu adalah kekuasaan Allah SWT

    Wassallam,
    Suksues selalu Saudaraku Sufimuda !

  • sufimuda

    Trimakasih saudaraku rofiq atas kunjungan dan komentarnya yang mencerahkan,
    saya jadi ingat cerita Rabi’ah Al-Adawiyah ketika ditanya: “Rabi’ah, apakah kamu membenci syetan?”
    dengan santai Rabi’ah menjawab, ” Kecintaanku kepada Allah tidak menyisakan sedikitpun kebencian kepada selain Allah” 🙂

    salam damai selalu

Tinggalkan Balasan ke ecoBatalkan balasan

Eksplorasi konten lain dari Sufi Muda

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca