• Nasehat

    Mari Saling Menghargai

    Saya membaca ulang tulisan Desember 2012 tentang ucapan-ucapan unik dari tokoh sufi dengan judul Jangan Pernah Menilai Ucapan Orang Yang Jatuh Cinta. Kesimpulan dari tulisan itu adalah “Jangan pernah menilai ucapan orang yang sedang jatuh cinta karena ucapannya tidak bisa dijadikan dasar hukum sebagai benar atau salah. Hanya orang yang tenggelam dalam cinta saja yang bisa memahami ucapan orang yang dimabuk cinta”.

  • Tasauf

    Syariat, Tarekat, Hakikat dan Makrifat itu SATU

    Saya seringkali dapat pertanyaan lewat email tentang hubungan antara syariat dan hakikat. Pada kesempatan ini saya ingin sedikit membahas hubungan yang sangat erat antara keduanya. Syariat bisa diibaratkan sebagai jasmani/badan tempat ruh berada sementara hakikat ibarat ruh yang menggerakkan badan, keduanya sangat berhubungan erat dan tidak bisa dipisahkan. Badan memerlukan ruh untuk hidup sementara ruh memerlukan badan agar memiliki wadah. Saidi Syekh Muhammad Hasyim Al-Khalidi guru Mursyid dari Ayahanda Prof. Dr. Saidi Syekh Kadirun Yahya MA. M.Sc mengibaratkan syariat laksana baju sedangkan hakikat ibarat badan. Dalam beberapa pantun yang Beliau ciptakan tersirat pesan-pesan tentang pentingnya merawat tubuh sebagai perhatian utama sedangkan merawat baju juga tidak boleh dilupakan.

  • Tasauf

    Training Allah Ta’ala (2)

    Training Allah Ta’ala berupa suluk bukanlah training biasa, itu adalah satu-satunya sekolah ruhani yang resmi dari Allah Ta’ala. Lewat suluk ruhani murid dinaikkan secara bertahap dari satu maqam ke maqam berikutnya sampai mencapai tahap makrifat yang sempurna, memandang Wajah Allah SWT Yang Maha Agung dan Maha Sempurna. Siapa yang bisa menuntun ruhani murid demikian sempurnanya? Dia adalah Mursyid yang Kamil Mukamil yang dalam dirinya telah bersemayam Arwahul Muqadasah Rasulullah yang bisa mensucikan seluruh ruhani orang-orang yang beserta dengannya.

  • Tasauf

    Training Allah Ta’ala (1)

    Melanjutkan tulisan Benci, Cinta dan Suluk… Suluk merupakan satu-satunya training yang diciptakan oleh Allah untuk manusia dengan begitu sempurnanya, atas hasil riset dari para Nabi dan kemudian disempurnakan oleh para Wali mengikuti perkembangan zaman dan sesuai dengan kebutuhan manusia dizamannya. Suluk adalah media untuk membentuk manusia sejati, manusia yang mengenal Allah secara hakiki tanpa keraguan sedikitpun. Suluk akan mampu meng-upgrade kondisi ruhani manusia dari tidak mengenal Allah menjadi manusia yang mencapai tahap makrifat, mengenal Allah dengan sebenarnya.

  • Tasauf

    Benci, Cinta dan Suluk

    Menurut psikolog ternama Amerika George A. Miller setiap detik  lebih dari 2 juta informasi masuk ke alam bawah sadar manusia dan informasi-informasi tersebut ada yang bersifat positif dan ada yang bersifat negatif. Informasi-informasi yang masuk sebagian akan tersimpan di alam bawah sadar kemudian mempengaruhi cara berfikir dan bertindak. Kalau informasi lebih banyak positif dari negatif maka perilaku kita akan menjadi positif sementara kalau informasi yang diterima alam bawah sadar lebih banyak negatif maka akan membentuk perilaku yang negatif pula.

  • Tasauf

    DIA ada Untuk Merubah Dunia

    (PERSEMBAHAN 5 TAHUN SUFI MUDA) T. Muhammad Jafar Sulaiman, MA Kita hari ini hidup di Era Postmodern, demikian kata Jacques  Lacan (tokoh Postmodernisme), “ Era dimana “Hasrat, keinginan harus disalurkan,  dirayakan dan dilepaskan” hal ini tentu paradoks ditengah berkembangnya ritual-ritual agama simbolik (Koran, televisi, dunia maya) yang mengisi ruang-ruang keseharian kita, yang justru menawarkan sebaliknya, “dunia adalah sesuatu yang harus dicurigai secara berlebihan”, ajaran-ajaran yang terus dipertontonkan adalah “manusia-manusia bumi hari ini tengah berada di era penuh dosa, bergelimpang dalam maksiat, sehingga perlu bertaubat secara ekstrem, pertaubatan wajib dilakukan meskipun harus mengekang sisi kemanusiaannya yang paling berharga (mengubur relasi sesama manusia, menyekat manusia kedalam kelompok agama tertentu, membenci agama tertentu,…

  • Tasauf

    Doa 40 Orang Mukmin!

    “Jangan engkau bertingkah aneh-aneh seperti orang gila, sebab kalau 40 orang mengatakan kau gila maka engkau akan gila sungguhan”. Angka 40 memiliki arti khusus dan penting dalam kehidupan beragama. Nabi Musa menunggu 40 hari untuk memperoleh pesan-pesan penting dari Allah begitu juga Nabi Isa, melakukan ibadah selama 40 hari untuk mencapai kedekatan dengan Allah. Kalau ingin mencapai alam Rabbani, anda harus melakukan 4×10 hari iktikaf/suluk dibawah bimbingan Mursyid yang Kamil Mukamil.