Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Napak Tilas Maulana S.S. Kadirun Yahya MA. M.Sc (Selesai)

Menjadi Ahli Silsilah Ke-35

Kalau kami tak salah, selama Nenek Guru masih hidup, Ayahanda Guru ada 3 (tiga) kali ikut suluk dengan Nenek Guru dan yang terakhir suluk di Buayan. Pada suluk yang ketiga kalinya Ayahanda Guru diberi oleh Nenek Guru tentang asal muasal Thariqat Naqsyabandiyah yang diterima oleh YMM Nenek Guru dari Maulana Saidi Syekh Husin yang mendampingi Maulana Saidi Syekh Ali Ridho di Jabal Qubaisy Mekkah pada tahun 1918 dan langsung pula oleh Ayahanda Guru diizinkan untuk mendirikan suluk. Nenek Guru menumpahkan seluruh isi dada Beliau ke dalam dada Ayahanda Guru sebagaimana Rasulullah SAW menumpahkan seluruh isi dadanya kepada dada Saidina Abu Bakar Siddiq. Resmilah Ayahanda Guru menjadi pewaris ilmu Rasulullah sebagai Ahli Silsilah ke-35 yang telah diberitakan dalam hadist Nabi. Kali ketiganya kami mengetahui dan mempersaksikan keistimewaan yang diberikan oleh Nenek Guru kepada Ayahanda Guru dan cukup kuat hasil renungan kami sebagaimana yang kami uraikan di atas. Kali pertama Ayahanda Guru mendirikan suluk di Aur Tajungkang Bukit Tinggi tahun 1953 pada waktu Nenek Guru masih hidup dan dibantu oleh Nenek Guru dengan 2 (dua) orang khalifahnya, yakni :

1.      Alm. Engku Nuruda (Mertua Haji Hasan Hasyim).

2.      Alm. Kamu Mantari Ameh (semasa agresi Belanda kedua 19-12-1948 patuh dan setia mengikuti Nenek Guru sebagai khadam dan menjadi kuda tunggangan Nenek Guru selama berdarurat, karena Nenek Guru terpaksa pindah-pindah tempat naik bukit turun bukit selalu Nenek Guru dalam dukungannya, karena fisik dan usia Nenek Guru tidak mengizinkan lagi untuk jalan sendiri).

Betapa banyaknya murid Nenek Guru yang telah dituakan dan yang telah diangkat jadi khalifah jauh sebelum Ayahanda Guru bertemu dengan Nenek Guru, satu pun belum ada yang diijinkan Nenek Guru untuk memimpin suluk, hanya baru diizinkan menurunkan thariqat, memimpin wirid khatam tawajuh di tempat alkah masing-masing yang telah mempunyai alkah, dan mohon ampun, bukan karena Penulis menonjolkan diri hanya sekedar memenuhi sejarah yang berkaitan dengan risalah ini. Selain dari Ayahanda Guru, kami pun telah diijinkan untuk mendirikan suluk serta dilengkapi dengan segala sesuatu yang diperlukan untuk pelaksanaan tugas berat tersebut. Pemberian ijin ini terjadi pada tahun 1947 di saat kami menerima ijasah dari Nenek Guru pada tanggal 18 Ramadhan tahun 1367 H. Kemudian Ayahanda Guru sepeninggal Nenek Guru, pindah ke Medan dan membuka Alkah sendiri dengan modal Nol, sampai mencapai sukses besar dan perkembangan yang pesat sekali sebagaimana yang telah kita persaksikan bersama dan yang telah banyak mempunyai murid yang terdiri dari berbagai macam tingkatan dan golongan sejak dari tingkatan yang tertinggi dan mempunyai banyak alkah yang tersebar di seluruh pelosok tanah air bahkan sampai ke luar negeri.

Kira-kira awal tahun 1954 kami satu rombongan dengan mencarter sebuah bus dibawa oleh Nenek Guru dari Sawah Lunto untuk ziarah ke Hutapungkut di Bukit Tinggi. Ayahanda Guru diajak ikut serta oleh Nenek Guru. Selama kami di Hutapungkut, Nenek Guru berkata pada kami ”Nanti sepeninggal ayah telaih tiada, kalian boleh langsung ziarah ke makam Nenek kalian”. Rupanya Nenek Guru sudah mulai sakit-sakitan dan tak berapa lama sesudah itu Nenek Guru berangkat meninggalkan Sawah Lunto menuju Padang, istirahat beberapa hari di Purus I di rumah Sdr. B. Rajo Bujang (sekarang bernama H. Abdul Majid dan masih hidup). Kemudian Nenek Guru terus ke Buayan dan sakit Nenek Guru bertambah parah juga, sehingga pada hari Rabu tanggal 7 April 1954 jam 1.05 WSU (+ 13.35 WIB) Nenek Guru dipanggil oleh Allah YME dan atas amanatnya Beliau dimakamkan di Tanah Dingin Buayan, Kecamatan Batang Anai, Kecamatan Padang/Pariaman Propinsi Sumatera Barat. Sepeninggal Nenek Guru telah tiada sebelum Ayahanda Guru pindah ke Medan. Beliau selalu datang ziarah ke Kubang Sirakuk Sawah Lunto dan ke Tanah Dingin Buayan. Setelah Beliau pindah ke Medan, terakhir Beliau ziarah ke Kubang Sirakuk Sawah Lunto tahun 1957 dengan sedan dan didampingin oleh Bp. H. Nurdin dan Bp. Hamdan Siregar, menginap semalam di tempat Nenek Guru dan besoknya Beliau kembali ke Medan dan saya ikut mengantar Beliau sampai ke Muara Sipongi. Setelah itu Beliau ziarah ke Tanah Dingin Buayan saja 3 atau 4 kali dalam setahun di luar yang isidentil.

Ayahanda Guru sangat disiplin memegang amanat, segala sesuatu yang Beliau terima dari Nenek Guru berupa ilmu, nasehat dan petunjuk, pengajaran dan lain-lain, Beliau amalkan dengan sungguh-sungguh, seperti pepatah mengatakan ”Setitik dilautkan, sekepal digunungkan, digenggam erat didudur mati, siang dipertongkatkan, malam diperkalang, hidup dipakai mati ditomapang”, dan kepada Ayahanda Guru berlaku apa yang dijanjikan Tuhan ”Amalkan oleh kamu ilmu yang telah sampai kepada engkau, mewarisi Aku ilmu yang belum engkau ketahui”.

Seperti yang pernah diucapkan oleh Nenek Guru bahwa ilmu laduni yang dihunjamkan Allah SWT kepada Sirr hati hamba-Nya yang dikasihi-Nya dan Ayahanda Guru berhasil dengan gilang-gemilang betul-betul Beliau sebagai Penegak dan Pewaris Silsilah yang ke-35.

Berbahagialah kita semuanya di dunia dan di akhirat, baik yang dekat maupun yang jauh di mana saja kita berada yang selalu mengadakan kontak dengan Beliau. Amin … Amin Ya Rabbal ’Alamin … … … …

Demikianlah ala kadarnya yang dapat saya sumbangkan kepada teman-teman seperjuangan dan seperamalan saya dan akhirul kalam kembali saya mengucapkan ”Astaghfirullah Al ’Azim” yang sedalam-dalamnya dan diiringi dengan Laa Haula wa laa Quwwata Illa billaahil ’Aliyil ’Azim serta saya tutup dengan mohon ampun yang sebesar-besarnya ke haribaan Ayahanda Guru atas salah dan janggalnya. Semoga Ayahanda Guru berkenan bermurah hati mengabulkannya.

Alhamdulillaahirobbil ’Alamiin ………………….

Wabillahitaufik Wal Hidayah

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh ……………

 

Buayan, 08 Desember 1986

(Anwar Rangkayo Sati)

 

Penutup dari Sufi Muda :

Napak Tilas Ayahanda Guru Prof. Dr. Saidi Syekh Kadirun Yahya MA. M.Sc yang kami ambil dari tulisan Menantu Saidi Syekh Muhammad Hasyim Al-Khalidi ini semoga bermanfaat untuk kita semua para penempuh jalan kebenaran teristimewa kepada murid-murid Beliau dan juga kepada cucu murid Beliau (orang yang berguru kepada murid/penerus Beliau)  yang sampai saat ini masih terus berzikir memuja Allah, menyebarkan salam, menebarkan Rahmat Allah di seluruh penjuru dunia.

Kisah hidup dan perjuangan sampai Beliau berlindung kehadirat Allah SWT pada tanggal 9 Mei 2001 di Surau Qutubul Amin Arco tidak sempat kami ceritakan disini karena sudah ada disebutkan dalam berbagai buku Beliau.

Sekarang bukan saatnya lagi memperdebatkan siapa yang paling berhak sebagai penerus Beliau yang menyandang gelar Ahli Silsilah-36. Pada suatu kesempatan Beliau pernah berfatwa sebagaimana yang sering di kutip oleh putra Beliau Buya H. Iskandar Zulkarnain SH : ”Seorang Saidi Syekh bisa mencetak 4 orang Saidi Syekh”.

Walaupun Beliau telah tiada, namun Arwahul Muqadasah Rasulullah yang ada dalam dada Beliau akan tetap abadi membimbing murid-muridnya sampai akhir zaman. Beliau akan selalu datang dalam zikir dan mimpi. Mimpi dengan seorang Guru Mursyid adalah benar dan setan tidak akan bisa menyerupai wajah Guru Mursyid yang Kamil Mukamil. Fatwa Beliau kepada salah seorang muridnya ketika menanyakan yang mana paling benar Beliau berkata : ”Arco Benar, Panca Budi Benar dan Batam juga benar, silahkan kalian ikuti yang mana cocok bagi kalian karena kesemuanya bermuara pada yang SATU”.

Saudaraku, kalau hanya memandang dari kacamata kesurauan dunia ini terlalu luas, masih banyak tempat yang belum di singgahi Kalimah Allah. Mari kita satukan energi untuk membesarkan nama-Nya. Seorang Wali Allah akan tetap harum namanya walaupun semua manusia mencaci, walaupun semua kita tidak mau berdakwah. Akan tetapi sangat disayangkan kalau kita tidak menyiapkan diri untuk dilewati rahmat dan karunia-Nya.

Salam cinta dan sayang untuk semua yang membaca tulisan ini, Guru kita selalu berpesan untuk menghindari fitnah, gunjing dan caci maki karena itu akan mengurangi amal ibadah kita. Masih ingat pesan-pesan sejuk dari Guru kita, ”Jangan kau jelek-jelekkan saudaramu, belum tentu engkau lebih baik dari yang kau jelekkan”.

Menyatakan diri sebagai murid wali sangat mudah, tetapi menjalankannya sungguh sangat sulit. Maqam kita terkadang sudah melewati maqam Khalifah bahkan malaikatpun terkadang iri melihat kita. Tapi sayangnya zikir La Thaif sebagai zikir sangat dasar  belum duduk dengan benar dalam qalbu sehingga tanpa sadar setan bersemayam dengan nyaman di sana. Saling menyalahkan menandakan 7 tempat bersemayamnya Iblis belum selesai di bongkar.

Penutup tulisan ini saya mengutip sebuah lagu yang dibawakan oleh Bimbo yang kalau saya menyanyikan lagu ini terkenang suatu masa indah, tanpa terasa air matapun mengalir….

Rindu kami padamu ya Rasul

Rindu tiada terperi

Berabad jarak darimu ya Rasul

Serasa dikau disini

Cinta Ikhlas-Mu pada manusia

Bagai cahaya Surgawi

Dapatkah Kami Membalas Cintamu

Secara Bersahaja…

Dan ada sebuah syair lagu yang sering terdengar di surau :

…Kalau pergi bawalah kami, kami ini turut berbhakti (2x)

Meneluri pelosok negeri, menyebarluaskan kalam ilahi (2x)

Amin Ya Allah, Salam Ya Rasulullah

Terimakasih tidak terhingga selalu kita ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat yang luar biasa dengan diperkenalkannya kita kepada  salah seorang kekasih-Nya.

Semoga kita diberi kekuatan untuk bisa terus memuja dan mengabdi kepada-Nya.

Amien Ya Rabbal Alamin..

 

 

 Selesai

Single Post Navigation

218 thoughts on “Napak Tilas Maulana S.S. Kadirun Yahya MA. M.Sc (Selesai)

Comment navigation

  1. SAPIHITAM on said:

    Buat bedy indra, di/pada April 9, 2010 pada 1:48 am Dikatakan: r

    Maaf yah saya hanya ingin menyambung kalimat saja bukan mau berdebat apalagi sama bedy indra jelas sampean jauh lebih hebat. apalagi debadnya sama sapi.
    Sebenarnya apa yang terjadi dengan sampean kok sampai-sampai komentar sekeras itu ???

    Kalau boleh saya bayangkan … saat sampean komentar kala itu mas bedy indra ditengah kebun atau sawah yang luas dengan terik matahari yang sangat panas matanya sedang melotot sambil membawa parang panjang dan parang itu diacung-acungkan sambil berlari-lari mengejar sesuatu.
    Seandainya saya ngelihat kejadian kala itu aku takut sekali hiiiih ngeri. maaf bang bedy.

  2. ayahanda guru adalah seorang yang arifbillah beliau pun seorang mujaddid yang mampu memperbaharui paham islam secara ilmiah.
    tiada kata yang pantas untuk komentar ini kecuali saya memohon kepada ALLAH SWT semoga semua murid beliau mendapatkan syafa’atnya di dunia dan akhirat dan saya mohonkan pula mudah-mudahan penulis napak tilas ayahanda guru ditambah atas kemuliaannya .

  3. saya mo jadi pembaca aja, biar tau dulu..

  4. Ass,sebelumnya ananda berterima kasih sebesar2nya kepada Allah SWT. Karena dengan dipertemukan ananda dengan Mursyid, ananda merasakan indahnya hidup didunia dengan dzikir & kalimah Allah. Dengan bacaan diatas dapat menambah wawasan & keyakinan kita kepada Mursyid. Saya berharap masih banyak lagi Ilmu Pengetahuan yg akan ditulis lagi kesitus ini, agar dapat sama2 berbagi ilmu. Apalagi khusus bagi umat yang jarang membaca buku & sibuk bekerja. Dengan bacaan melalui internet, ia udah dapat mengerti apa yg selama ini ia dapat berita dari orang lain.
    Mohon maaf jika ada kata2 ananda yg salah.
    Wass..

  5. sebagai ickwan belau amat terbantu dengan tulisan ini
    trimk

  6. Berbagai Sudut Pandang Manusia menafsir..sesuai dgn tingkat dan kacamata masing².
    [ EGOnya dikesampingkan dulu ya… ]

    ingat, pada HAKEKATnya, semua agama menuju Tuhan yg sama karena DIA YANG MAHA ESA (TUNGGAL)

    “Kepada Nya, kita semua akan kembali”

    Selamanya tdk akan pernah tjd kesinambungan antara esensi kemanusian & ketuhanan.
    Jgn menyalah pahami ajaran ..
    Akhirnya hanya etika dan kearifanlah yg dilandasi welas asihlah yg memandu tindakan kita utk selalu do the best kepada sesama tanpa syarat. Yo nuwun sewu mas ..

  7. assalamualaikum wr wb

  8. Purwanto Pacitan on said:

    assalamu alaikum admin mohon ijin copy

  9. Ass,abda sufi muda
    Saya mohon ampunan dari ym.ayahanda guru dan ym.abu,
    mhn maaf sebelumnya,saya ikhwan dari tanjung enim-palembang,masuk tarekat tahun 2007,tapi belum pernah suluk.berkenaan dengan tulisan abang tadi,bahwa zikir lataif atau zikir dasar belum benar2 duduk di dalam dada kita,jadi apa kiatnya supaya zikir dasar tadi benar2 duduk dalam dada kita?mohon maaf kalau saya salah utk menanyakan ini.

    • Firman Allah “Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum shingga kaum itu merubahnya sendiri”. Dlm ayat itu menjelaskan Allah lah KUASA merubah jd mintalah ke Dia (Berdoa). Tapi Allah akan merubah setelah ada usaha/ikhtiar yg ‘SUNGGUH-SUNGGUH’ dr kita, niscaya akan Allah tunjuki Jalan2NYA. Mohon maaf Abang…

  10. trim’s.mengingatkan saya ikhwan yang lamaaa gak duduk & melingkar di surau.Rindu dan kangen setelah membaca ulasan sufi muda, mudah mudahan ini momentum saya untuk kembali dijalan Allah

  11. Ping-balik: Syekh Kadirun Yahya « Mutiara Zuhud – Letakkan dunia pada tanganmu dan akhirat pada hatimu

  12. Salman Al-Farisi on said:

    Assalamu ‘alaikum wrb. Segala puji bagi Allah, Tuhan Semesta alam. Yg Mah Esa, lagi Maha Perkasa. BagiNYAlah segala puji dan kemuliaan yg Tinggi. Dan semoga Rahmad dan keselamatan senantiasa dilimpahkanNYA kpd hamba pilihan, penghulu para rasul, insan mulia Rasulullah Muhammad Sallallahu ‘alaihi wasallam. Rasulullah bersabda, “Aku wariskan utk kamu dua perkara, selama kamu masih berpegang pada keduanya maka kamu tidak akan sesat untuk selamanya. Yaitu Kitabullah (Al-Qur’an) dan sunah rasulnya (hadits)”.

  13. jaga hati dan persaudaraan antara kita sungguh allah mencintai orang berbuat baik, innallaha yuhibbul mukhsiniin

  14. Abdul kadir on said:

    Mantan asor arco 97 /2005
    081349222747
    tlg bg via hp z
    abg2 yg lain

  15. delique on said:

    salam 513
    assalamu’alaikum wr.wb
    maaf abang dan kakak sekalian
    kira2 apa respon orang yang benci ma tarekat kita bila membaca komentar2 yang berbau perdebatan di atas?
    smua itu sama…
    kan dah di bilang ayah ”Arco Benar, Panca Budi Benar dan Batam juga benar, silahkan kalian ikuti yang mana cocok bagi kalian karena kesemuanya bermuara pada yang SATU”.
    dah jls kan
    maaf sebelumnya

  16. terima kasih bang sufi muda.., moga kita selalu dalam bimbingan NurNya.., aminn.,

  17. Ruslianto on said:

    Manusia “awam” jelas tidak akan “ngerti/paham” menerima Al Qur’an dengan hanya mempelajari buku-buku,kitab-kitab atau bahasa arab saja,atau hukum-hukum fikih atau syara’ yang hanya dapat mengatur cara hidup dan cara beribadah, secara zahir semata-mata, Oleh karena itu Al Qur’an di jadikan Allah sebagai ‘Nur’ ,..maka hanya dengan Nur Illahi sahajalah kita dapat sampai kepada Al Qur’an .
    Ibarat dengan matahari yang boleh “sampai” kepada matahari melain kan cahayanya sendiri.
    Qur’an yang dibaca oleh orang awam dengan mata kepala merupa kan kulit-nya saja, yang intinya jauh tersembunyi dan tersirat disebalik apa yang tersurat, Inti Al Qur’an (yang) inilah tidak dapat dicuri atau di sentuh oleh , orang-orang kafir,orang-orang musyrik dan yang “belum” disucikan sesuai dengan Firman Allah SWT; Suraah Al Waqiah ayat 77-81 :
    Sesungguhnya Al Qur’an ini adalah bacaan yang sangat mulia, dalam kitab yang terpelihara tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang di sucikan. Diturunkan dari Tuhan Semesta Alam. Maka apakah kamu menganggap remeh sahaja Al Qur’an ini ?
    Wahai Orang-orang Yang mengaku ber-iman di Seluruh Dunia, carilah Mursyid bagimu yang Kamil mukamil dan dari-Nya mendapat gransi, dapat mensucikan (ruh) kamu.
    Wass; Maaf, bagi Saya lebih baik membuka khsanah lama dan membaca tulisan atau Fatwa Ayahanda Guru tentu sebagai obat kangen atau memejamkan mata lalu berdzikir yaahh daripada mendelik mata membentak Saudara sendiri.

  18. ”Arco Benar, Panca Budi Benar dan Batam juga benar, silahkan kalian ikuti yang mana cocok bagi kalian karena kesemuanya bermuara pada yang SATU”
    saya suka kalimat beliau ini…
    satukan hati menuju yang satu…

  19. Hamba ALLAH on said:

    assalamualaikum wr.wb trimaksh Abng sufimuda atas kutipanny di blong ini.smg bermanfaat bagi kt sm. sdh 4 thn hamba tdk suluk krn pny anak kecil. ingin skl suluk di hr GURU 20 JUNI 2012 sngaaaaaaaaaaaat rindu YMM AYAH GURU. AMIN

  20. Hamba ALLAH on said:

    mhn ampun AYAH…………………..dng berkembangny murid AYAH d kota PONOROGO JATIM kami sedang membangun surau AYAH. mhn doany dr abang2 dan kakak2 smg pembangunan surau AYAH cepat selesai dgn tdk ada halangan suatu apapun. smg AYAH meyertai kt sm. Amin3x yarobbalalamin

    • Jauh tidak berjarak, dekat tidak bersentuhan, begitulah hubungan murid dengan Guru

      • Ruslianto on said:

        Bg.Sufi Muda,…terharu aku,…sungguh ta’ terasa air mata ku menggenang dipelupuk mata,….ah.

        Biarlah mereka-mereka (itu) yang nge-fan’s berat sama Lady Gaga atau Mickel Jakson (sampe foto-foto nya dibawa didalam dompet mereka), dan busana “mereka” pun di-mirip-miripkan dengan idola-nya (itu),… ah

        Namun Saya tetap ta’ bergeming nge-fan’s maha berat sama Guru Saya Yang Kamil Mukamil dan Penghulu dari Segala Wali Allah.

        Allahu Akbar – Allahu Akbar – Allahu Akbar Walillahilhamd.

  21. Hamba ALLAH on said:

    Assalamualkm Abang Sufimuda trimaksh atas blsannya dan smg bermanfaat bg kt sm. hamba mhn Abang Sufimuda mau menulisankn fatwa2 YMM AYAHANDA GURU. mhn maaf bl ada tulisan hamba yg krang pas krn hamba msh bljr. mhn d tegur bl ada yg salah. mksh

  22. Hamba ALLAH on said:

    Amin trmksh ats doany Abng Sufimuda. smg km sm murid YMM AYAHANDA GURU bs berziarah 20 JUNI 2012. Amin

  23. Ruslianto on said:

    Setiap Tanggal 20 Juni adalah tanggal yang memiliki makna yang sangat istimewa dan sangat khusus bagi kita para pengamal Dzikrullah berdasarkan metode Thareqat Naqsyabandiyah, tanggal ini merupakan hari Guru atau Hari Silsilah yang merupakan momentum terbukanya hijab pribadi masing-masing diri (kita), yang diredhoi Allah SWT untuk mengamalkan dzikrullah yang langsung diajarkan oleh Seorang Wali Allah dan Penghulu dari Segala Wali di zaman ini.
    Dibawah ini saya menukilkan sedikit “amanat” Ayahanda Guru :

    “Seorang Profesor dimuliakan oleh dunia, karena ilmu pengetahuan yang tinggi yang dipakai dunia, melekat pada otaknya berhampir pada dirinya sehingga Ia turut mulia, Minyak harum dipercikkan kepada sesuatu turut harum wanginya, karena dihampiri oleh harum-haruman, pakaian yang indah-indah dihampirkan, dipakaikan kepada seseorang, orang itu turut menjadi indah, Fine Feathers Make Fine Bird De Kleren Maken De Man. Besi yang dihampirkan dengan api, lambat laun besi itu mempunyai sifat membakar dan menghanguskan.
    Pangkat yang tinggi yang melekat menghampiri seseorang, orang tersebut turut ditinggikan dan dimuliakan, Demikian seterusnya, dan dapat diperbanyak dgn contoh-contoh yg lain, Tetapi pada sesuatu ketikan nanti, segala sesuatu telah hilang, segala sifat yg dipuja itu pun turut hilang pula, Manusia yg dihampiri oleh unsur-unsur relatip tersebut tadi, kembali menjadi manusia biasa yg tidak berdaya dan tidak diindahkan oleh Manusia lain didunia,…Tetapi jika manusia itu menghampirkan dirinya dan dihampiri oleh sesuatu yang bersifat “KEKAL”, KEKAL PULA SAMPAI KESEBALIK LIANG LAHAT DAN SETERUSNYA, Karena “unsur obsolut” yang akan menghampirinya itu tidak akan habis-habisnya, tidak akan hilang-hilangnya, Karena sifatnya yang KEKAL itu, Kekal yang berkekalan sifat serba Maha-NYA ; Maha Menang – Maha Jaya – Maha Selamat – Maha Besar dan Sebagainya, Yang dengan satu terminologi di sebut Allah SWT atau juga dinamakan TUHAN atau GOD atau UNSER HER GOD atau DIEU dan Lain-lain, Karenanyalah “Menghampirkan Diri Dengan Tuhan” ini adalah Mutlak dan Potensiil Realisasinya”.
    Selanjutnya : Ayahanda Guru (menambahkan) amanatnya :
    Pepatah minang mengatakan : “Indak aua nan kan tumbuah, Jika batuang nan ditanam”, Kata Rasulullah : “Jika engkau hendak baik, Perbuat yang baik” apa pula kata Ahli Falsafa Ilmu Jiwa Besar; “John Ennever”; Be Sure a Baout The Absolute Worth Of Every Spriritual Effort, But Be Patient to Walt For The Good Result”, “Wees Verzekerd Van De Volstrekte Waarde Vaniedere Geestellijke Inspanning, Dech Weet The Wachten Op De Resultaten”. Yang Dalam Bahasa Indonesia : “Yakinlah Engkau akan hasil Absolut dari tiap-tiap usaha Sprituil , tetapi haruslah CUKUP ENGKAU BERSABAR untuk MENUNGGU HASIL-HASILNYA”.
    Selamat Ulang Tahun Guru-Ku, JunjunganKu , Ku Kasih padaMU.
    Wass.

  24. suluk satu on said:

    maha dasyat nenek guru…. selamat sejahtera untuk (…..) beserta keluarganya… selamat sejahtera untuk guru (….) beserta keluarga … selamat sejahtera untuk penerusNYA… beserta keluarga…

  25. Kakanda sufi muda dan pembaca yang dirahmati Allah Swt

    Sedikit tambahan tentang tausyiah
    yang mulia Guru PROF. DR. H SAIDI SYEKH KHADIRUN YAHYA MA, M.Sc di You tube

    Ada lima Bagian (1-5)

    Bisa di Download dengan menggunakan http://www.keepvid.com, Caranya tinggal memasukkan URL Youtube ke isian URL di http://www.keepvid.com

    Semoga bisa di Download dan menjadi penambah pemahaman tentang Mutlaknya Tarikat dalam beragama islam

    (Link ini bukan milik saya, saya hanya dapat di Youtube dan bisa diakses setiap orang yang mengetik kata kunci yang sesuai)

    Mohon dimaafkan jika kurang berkenan,
    Harapan saya semoga bermanfaat dunia akhirat

    Salam

    Faqir

  26. manusia berlumur dosa on said:

    semua itu benar, tp kalau saya sih bermuara pada YMM AYAHANDA GURU,KEMUDIAN YM BUYA, DAN YM ABU, bang….
    1 yaitu Yayasan Prof. Dr. H. SAIDI SYEKH KHADIRUN YAHYA MA. M.Sc
    Yg memiliki 7 nilai dasar yayasan.

  27. salam sekhalis khalisnya untuk YMM Ayahanda Guru . http://www.as-shufi.com

  28. boelh ka saya tahu apa dan siapa saja yg di maksud dalam tulisan ini ”Seorang Saidi Syekh bisa mencetak 4 orang Saidi Syekh”.

  29. dayu angga on said:

    salam 513
    semoga allah memberikan jalan yang terbaek buat orang2 yang berdebat soal masalah Itu.
    Amin y rabb.

  30. ahmad sapii on said:

    Ijin Copy Youtube…

  31. Assalmualaikum
    Abg 2 nda selalian
    Jgn suka menuding …lebih baik berjikir serta
    Memper baiki makam2 yg sudah di ketahui.
    Agar sifat saythan yg ada di makamat tsb berganti dgn mutmainah…wassalam

Comment navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: