Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Mari Saling Menghargai

ForgivenessSaya membaca ulang tulisan Desember 2012 tentang ucapan-ucapan unik dari tokoh sufi dengan judul Jangan Pernah Menilai Ucapan Orang Yang Jatuh Cinta. Kesimpulan dari tulisan itu adalah “Jangan pernah menilai ucapan orang yang sedang jatuh cinta karena ucapannya tidak bisa dijadikan dasar hukum sebagai benar atau salah. Hanya orang yang tenggelam dalam cinta saja yang bisa memahami ucapan orang yang dimabuk cinta”.

Tulisan yang mengkritik tentang Tasawuf/Sufi baik berupa buku maupun artikel di internet tentu ditulis oleh orang yang tidak memahami dengan baik apa itu tasawuf. Tulisan propaganda untuk menaikkan satu golongan dengan cara menenggelamkan golongan lain walaupun tidak elegan tetap dilakukan karena memang mempunyai misi tertentu, sebuah misi orang luar Islam untuk memperlemah kekuatan kita sendiri. Kalau ini tidak disadari oleh sekalian kaum muslim diseluruh dunia, maka energi kita akan habis untuk hal-hal yang sebenarnya tidak perlu dipermasalahkan.

Serangan terhadap tasawuf yang terkesan kasar dan brutal serta tidak ilmiah sebenarnya bisa dimaklumi karena tasawuf begitu kuat akarnya dikalangan ummat Islam diseluruh dunia selama 14 Abad. Untuk mengikis habis nilai-nilai tasawuf dalam Islam yang merupakan sumber energi ummat maka dimunculkan sebuah persepsi bahwa Tasauf bukan ajaran Islam akan tetapi ajaran dari agama lain yang menyusup kedalam Islam. Karena propaganda dalam jangka waktu lama (100 tahun) akhirnya digenerasi berikut yang tidak pernah mengenal tasawuf terbentuk opini kuat bahwa tasawuf itu adalah ajaran menyimpang atau tasawuf bukan lah “sesuatu” di dalam Islam.

Dalil-dalil pembelaan untuk Tasawuf berupa Al-Qur’an dan Hadist sepertinya tidak diperlu kan untuk orang-orang yang sudah terlanjur membenci karena ketika kebencian terhadap sesuatu tersimpan dihati maka manusia cenderung mencari informasi yang mendukung kebencian itu bukan sebaliknya. Dalil-dalil kebenaran Tasawuf yang berasal dari Al-Qur’an dan Hadist yang begitu banyak hanya diperuntukkan untuk orang-orang yang mencari, orang-orang yang sedang belajar tarekat tapi masih belum memahami sepenuhnya tentang apa yang dipelajarinya.
Sufimuda pun hadir bukan untuk mengubah persepsi orang-orang yang membenci tarekat, saya menulis ini untuk berbagi kepada sahabat-sahabat yang rindu akan tasawuf dan sahabat-sahabat saya yang sedang mencari ilmu ini. Tidak mungkin saya bisa mengubah pendirian orang-orang yang membenci tasawuf. karena hanya dua hal yang membuat perubahan dalam diri orang yang menyimpan kebencian yaitu Allah dan dirinya sendiri.

Cara paling baik untuk bisa mendapatkan kebenaran atau minimal ilmu baru adalah dengan cara membuka diri terhadap hal-ha yang selama ini tidak pernah kita ketahui, dengan cara itu kita akan terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Silahkan belajar ilmu-ilmu agama sebanyak mungkin, menghapal al-Qur’an dan Hadist dengan sempurna tentu jangan kita lupakan cara untuk berkomunikasi langsung dengan Allah sehingga apa yang kita hapal akan menjadi hidup dan tersimpan dihati.

Perselisihan antara Ulama Syariat dan Ulama Tasawuf bisa dimaklumi karena metode dalam belajar keduanya memang berbeda. Ibnu Arabi berkata: “Ulama syariat mengambil ilmu mereka dari generasi terdahulu sampai hari kiamat. Semakin hari ilmu mereka semakin jauh dari nasab. Para wali mengambil ilmu mereka langsung dari Allah yang dihujamkan ke dalam dada-dada mereka.” (Rasa’il Ibnu Arabi hal. 4).
Nasehat Ibnu Arabi sebagai seorang Guru Sufi terkenal harus menjadi bahan renungan untuk kita semua bahwa ilmu Allah itu sangat luas karenanya jangan kita batasi diri kita dengan batasan-batasan yang tidak perlu. Pengamal Tasawuf sudah pasti mempelajari ilmu syariat karena tanpa belajar syariat maka dia tidak akan bisa belajar tasawuf dengan baik. Syariat akan mengajarkan kepada kita tentang halal dan haram sedangkan tasawuf akan mengajarkan kita kehalusan budi dan hubungan intim dengan Allah, keduanya tidak dapat dipisahkan.

Ucapan Guru Sufi dan tokoh sufi menyimpan makna yang mendalam, penuh metafora, bernilai sastra tinggi dan bisa menimbulkan tafsir keliru kalau ilmu kita tidak cukup. Karena itu tidaklah layak bagi kita menilai ucapan mereka tanpa terlebih dulu belajar dengan baik apa yang mereka pelajari.

Cara terbaik untuk tidak salah menilai ucapan sufi adalah belajar apa yang mereka pelajari, mengamalkan apa yang mereka amalkan, bergaul dengan siapa mereka bergaul dan berguru kepada siapa mereka berguru setelah itu barulah kita bisa memberikan penilaian terhadap mereka. Dikalangan pengamal tarekat juga harus bisa menerima kritikan dari orang-orang yang belum mempelajari tarekat, anggap kritikan mereka sebagai wujud sayang dan cinta mereka terhadap anda dan jadikan kritikan itu sebagai sarana belajar untuk membuat anda menjadi pribadi yang lebih lebih baik. Dengan sikap ini anda akan menjadi pribadi yang jauh lebih baik.

Mulai hari ini marilah kita belajar untuk saling menghargai perbedaan-perbadaan diantara kita, tetap mencintai saudara yang berbeda pemahaman sehingga rahmat dan karunia Allah selalu menyertai kita semua, Amin

Single Post Navigation

21 thoughts on “Mari Saling Menghargai

  1. hampir setiap hari sy singgah di sufimuda, berharap menemukan mutiara 🙂

  2. Trimo on said:

    Amin 3x YRA, Ayah …….aku rindu

  3. hanafi syahbirin on said:

    setuju tapi Jgn lupa ubudiyah..kerja nyata..karya nyata.

  4. M. SYOFYAN on said:

    Saya juga termasuk orang yg mencintai Karya Ilmiah Sufi Muda dan Karya Ilmiah Intlektual lainnya. Tetapi bagaimanapun harus tetap kritis. Kita semua pencari kebenaran …. bukan pencari kesalahan. Kanda … bisa terbitkan Buku berdasarkan Subjek tulisan. Terimakasih. Terus berjuang.

  5. Agung on said:

    Barakallahu lakum, aamiin

  6. Rinto on said:

    Luarrr biasa…sy tdk pernah melewatkn tulisan2,baik di fb,maupun diblok bang SM,Moga sy bs dpt buku dr bang SM,,,lanjutkn perjuangn,,,salah satu yg menarik dr tulisan diats”bahasa sufi punya makna sastra yg tinggi,hanya org2 yg punya pemahamn yg tinggi pula yg mengerti dan menjabarknnya.

  7. Siapapun kakang, apapun faham yang kakang anut, Sebagai rasa sujud syukurku kepadaNya. saya sangat banyak mengucapkan terima kasih atas naskah yang kakang tulis.
    walaupun raga kita tidak pernah dipertemukan, tapi saya bisa merasakan kekuatan jiwa melaluli tulisan kakang. semoga sangat bermanfaat dan menambah keyakinan bagi mereka
    yang sedang atau mempersiapkan jalan yang lurus.

  8. belajar sufi on said:

    Selagi umat islam masih melaksanakan rukun islam dan mempercayai rukun imam ditambah dg adanya ,hadist,fiqih juga ilmu tauhid dan mengamalkanya….seharusnya tdk ada perbedaan …kadang yg membuat umat bingung yaitu atribut yg digunakan mengatas namakan golongan /kelompok…alangkah indahnya silaturahmi d jadikan saling menasehati untuk kebaikan tdk saling mencari kebenaran….yuk berpelukan spt gambar di atas…ty SM

    • Diperlukan kearifan dari kita semua ummat Islam untuk memahami bahwa kita adalah satu, satu kesatuan di bawah Panji Rasulullah SAW.
      Jika ada perbedaan itu hal yg wajar, menjadi warna warna indah dalam islam.

      • arkana on said:

        satu hal yang saya pahami dari belajar tasawuf adalah daya maklum yang besar.
        jangankan ke sesama muslim yang kebetulan berbeda pendapat atau aliran, dengan umat lain agama pun bisa dg mudah dimaklumi…

  9. tolong kalo sdh terbit buku perdana SM ,sy dikirim bukunya Bg SM (bagaimana cara membayarnya?)trims.

  10. iman fhatoni on said:

    asalamu,alaikum wr wb #MARI SALING MENGHARGAI# saya jadi teringat dgn sdra yg dari medan stlh membaca tulisan ini.dia bilang BAHAGIA ITU SEDERHANA,,terima kasih bwt sufi muda,s,moga bermanfaat,,,maju terus.mdh2an bku,y segera terbit,,,,di tunggu,,,,

  11. terimakasih bang SM,semua ulasan abang saya simak,memang begitulah kondisi kita,banyak fitnah dan cemooh,biarlah hanya Allah yg menjaga kekasihNya,semoga kita menjadibagian dari yang dikasihi olehNya itu

  12. Asslm… SufiMuda, semoga Cinta Cahaya Allah senantiasa dilimpahkan pada kita semua, sebagaimana kita berharap termasuk pengikut Rosululloh SAW.. Amiin YRA.. terima kasih, teruskanlah membuat kami menangis dlm kerinduan pada RasaNya, CintaNya. Wassalam..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: