Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Sahabat Tercinta

menulisSahabat Tercinta…

Hidup adalah sebuah anugerah sekaligus amanah diberikan Tuhan untuk manusia. Sebagai anugerah, karena lewat hembusan nafas-Nya, Tuhan memberikan kesempatan hidup agar kita bisa menerima banyak hal dari Dia sebagai bagian wujud kasih sayang-Nya. Sebagai amanah karena Tuhan mempercayakan kita sebagai salah seorang yang bisa mengambil tanggung jawab dari tugas-Nya, membuat dunia se isinya menjadi lebih baik.

Manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jauh melampaui  makhluk lain yang diciptakan-Nya. Bahkan malaikat yang sedemikian taat dan sempurna ibadahnya bisa dilampaui oleh beberapa manusia pilihan.

Tuhan menciptakan manusia dengan tujuan begitu mulia, menempatkan manusia sebagai khalifah-Nya dimuka bumi

Rahasia-Ku ada pada Insan dan rahasia insan ada pada-Ku”,  begitu ungkapan rahasia yang sering kita dengar dalam dunia tasawuf. Tuhan telah menitipkan segala rahasia-Nya ke dalam diri insan, Insan pilihan yang merupakan orang-orang yang mempunyai hubungan sengat dekat dengan Tuhan.

Sahabat Tercinta…

Insan adalah manusia yang telah mengenal Tuhan, sedangkan manusia yang belum berkomunikasi dengan Tuhan hanya disebut manusia. Adam bukanlah manusia yang pertama, tapi Beliau adalah Insan yang pertama. Makhluk sejenis manusia mendiami bumi sebelum muncul Adam bukanlah Insan, mereka hanya jenis manusia.

Insan mempunyai tingkatan menurut kesempurnaannya sampai mencapai tahap Insan Kamil (manusia yang sempurna). Kajian tentang Insan Kamil ini dibahas secara khusus di dalam ilmu tasawuf.

Rasulullah SAW berkata, “Barang siapa mengenal dirinya maka dia akan mengenal Tuhannya”. Ucapan Rasulullah ini menjadi bahan renungan untuk kita semua, bahwa segala misteri tentang Tuhan tidaklah berada diluar diri manusia. Pencarian ilmuan lewat alam semesta hanya akan menunjukkan tanda-tanda kebesaran Tuhan tapi tidak bias menujukkan tentan Tuhan itu sendiri. Pencarian para ahli filsafat hanya akan menunjukkan tentang nama dan sifat Tuhan tapi tidak akan sampai kepada Tuhan itu sendiri. Kenapa??

Karena Tuhan tidak bisa dijangkau oleh akal pikiran manusia. Dia adalah Dzat yang menciptakan manusia sudah pasti dia akan berbeda dengan yang diciptakan. Karena Tuhan tidak serupa dengan yang diciptakan, maka pencarian Tuhan lewat semesta, lewat alam, lewat perenungan akan mengalami jalan buntu. Tuhan mengingatkan manusia lewat firman-Nya, “Bumi dan langit tidak bisa menjangkau Dzat-Ku, yang bisa menjangkau Dzat-Ku hanyalah hati orang mukmin yang lembut lagi tenang”.

Sahabat Tercinta…

Tidak satupun manusia dimuka bumi ini bisa menjangkau Tuhan lewat akal pikirannya, bahkan membayangkan bagaimana wujud Tuhan pun tidak akan bisa tergambarkan lewat akal dan inderanya. Benar sekali hadist yang diriwayatkan oleh istri Nabi Ayisyah, “Barangsiapa yang mengatakan telah melihat Tuhan maka dia telah berbohong”. Aisyah berbicara tentang Tuhan dalam makna Cahaya yang tidak bisa terjangkau oleh apapun.

Ditempat lain dalam sebuah hadist Qudsi, Dia berfirman, “Aku adalah perbendaharaan tersembunyi, Aku ingin dikenal, maka Aku ciptakan makhluk supaya mereka mengenal Aku”.  Tuhan yang tersembunyi dan misteri itu ternyata sangat ingin dikenal, maka Dia menciptakan makhluk, lalu bagaimana makhluk bisa mengenal-Nya?

Sahabat Tercinta…

Tuhan mempersilahkan manusia untuk memikirkan segala ciptaan-Nya, memanfaatkan seluruh isi alam untuk kepentingan manusia. Namun dia melarang manusia untuk memikirkan Dzat-Nya. “Jangan kau pikirkan Dzat-Ku” demikian firman Tuhan sangat tegas tentang hal ini. Kalau memang Tuhan ingin dikenal, lalu kenapa Dia melarang kita memikirkan Dzat-Nya?

Karena memang Tuhan tidak membuka rahasia tentang Dzat-Nya lewat akal manusia, Tuhan tidak mungkin bisa digambarkan lewat ciptaan-Nya, tidak bisa dimisalkan lewat apapun karena Dia memang sangat berbeda, Maha Suci Dia yang tidak serupa dengan Makhluk.

Sahabat Tercinta…

Rahasia Besar ini dimiliki oleh para Utusan-Nya, mereka mengetahui rahasia bagaimana bisa berkomunikasi dan mengenal Allah. Cara paling mudah untuk mengenal Allah adalah lewat orang yang telah mengenal-Nya dengan baik, lewat utusan-Nya, lewat kekasih-Nya.  Allah mengingatkan ini lewat firmannya, “Jadikanlah dirimu beserta Allah, jika engkau belum beserta Allah maka jadikanlah dirimu beserta orang yang telah beserta Allah, dialah yang mengantarkan engkau kepada Allah”. Kalau memang Allah membuat aturan seperti ini, harus ada yang membimbing, lalu kenapa kita mengingkarinya? Kenapa kita mengingkari wasilah? Kenapa kita mengingkari kedudukan beberapa ulama yang bisa membimbing kita kehadirat-Nya?

Sangat keliru kalau kita menganggap ketika telah meyakini Agama secara otomatis mengenal Tuhan dengan benar. Ibadah-ibadah dalam Agama tidak untuk mengenal-Nya tapi sebagai sarana untuk menyembah-Nya, dua hal yang berbeda. Shalat misalnya adalah sarana untuk menyembahnya bukan untuk mengenal-Nya. Untuk bisa menyembah Allah dalam shalat dengan benar, kita harus mengenal-Nya terlebih dulu dengan benar.

Itulah sebabnya Allah menempatkan rukun Islam yang pertama adalah syahadat sebagai pondasi Ibadah, bersaksi tentang Allah. Harus benar-benar kita bisa menyaksikan Allah, baru syahadat atau kesaksian kita benar bukan bersaksi palsu. Syahadat bukan hanya sekedar diucapkan, kalau hanya sebuah ucapan, siapapun bisa.

Sahabat Tercinta…

Misteri tentang Tuhan tidak akan bisa diungkapkan lewat tulisan, tidak pula lewat ritual ibadah yang diwajibkan, tidak lewat perenungan, tidak lewat pemikiran. Dia hanya bisa dicapai lewat bimbingan orang yang telah beserta-Nya yaitu para Nabi dan Para kakasih-Nya.

Hari Jumat penuh berkah ini mudah-mudahan menjadi sarana silaturahmi seluruh ummat untuk lebih saling mengenal, saling belajar, saling membuka diri. Semoga Allah berkenan memperkenalkan salah seorang hamba yang dikasihi-Nya untuk membimbing dan mengantarkan kita kehadirat-Nya. Amin Ya Rabbal ‘Alamin.

Wasalam

Sufimuda

Single Post Navigation

11 thoughts on “Sahabat Tercinta

  1. belajar sufi on said:

    Assalamu’alaikum wr wb…kadang klo bertemu teman berdiskusi ttg ketidak tahuan mengenai kesufian…suka terucap…barang siapa mengenal dirinya akan mengenal juga tentang allaah swt…seperti yg SM tulis…( maksudnya ap yaaa )…bisa di jelaskan ?…ty SM

    • Ruslianto on said:

      Ass. Wahai Sdr, Yang Belajar sufi,… sebagai penggemar blog (ini) saya anjurkan anda; membaca artikel-artikel dgn cara menelusurinya pada Daftar isi,.. Lalu cari artikel-artikel dalam urutan “Tasauf/Tarekat/Dunia sufi” Insya Allah jika dibaca keseluruhannya, dapat menjawab pertanyaan Anda.
      Wass.

  2. siswanto on said:

    Subhan اَللّهُ …tulisan yang menyadarkan …terima kasih sufi muda

  3. Muhammad Tahir dg Tojeng on said:

    Subhanallah…… Terimakasih bang SM sungguh luar biasa Sy sangat terbantu dan mendapt pemahaman yg baru Insya Allh bermanfaat buat diri dan kelluarga, Aminnnnn….. Wassalam…… the next..???

  4. sufi muda benar adanya… salam

    toms

  5. alhamdulillah,jazakumullah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: