Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Training Allah Ta’ala (1)

Melanjutkan tulisan Benci, Cinta dan Suluk…

Suluk merupakan satu-satunya training yang diciptakan oleh Allah untuk manusia dengan begitu sempurnanya, atas hasil riset dari para Nabi dan kemudian disempurnakan oleh para Wali mengikuti perkembangan zaman dan sesuai dengan kebutuhan manusia dizamannya.

Suluk adalah media untuk membentuk manusia sejati, manusia yang mengenal Allah secara hakiki tanpa keraguan sedikitpun. Suluk akan mampu meng-upgrade kondisi ruhani manusia dari tidak mengenal Allah menjadi manusia yang mencapai tahap makrifat, mengenal Allah dengan sebenarnya.

Salah satu hadap atau aturan dalam suluk adalah “Dilarang memikirkan hal-hal yang bersifat duniawi walaupun itu berhubungan dengan Kebaikan”. Selama 10 hari tidak ada informasi dari luar yang masuk ke alam fikiran, hanya getaran zikir dari Dzat Maha Tinggi yang disalurkan lewat chanel-Nya yaitu Waliyammursyida.

Kalau ada iktikaf/suluk kemudian mengizinkan pesertanya berdiskusi, membaca buku-buku agama dan mengaji maka itu bukanlah suluk/Iktikaf dalam makna sebenarnya. Barangkali itu hanya belajar mempraktekkan kata Iktikaf dalam hadist tanpa bimbingan dari seorang Master yang ilmunya diturunkan secara berkesinambungan langsung dari Rasulullah SAW.

Membaca Al-Qur’an atau Hadist, kemudian melakukan apa yang disampaikan disana tanpa atau yang menuntun, tanpa ada Guru Ahli yang telah berpuluh-puluh bahkan beratus kali mempraktekkan lewat bimbingan Guru sebelumnya, maka apa yang dipraktekkan akan jauh dari makna yang sebenarnya. Sama halnya mempraktekkan ilmu dokter tanpa pernah menempuh pendidikan di fakultas kedokteran dibimbing oleh dokter senior yang berpengalaman maka ilmu yang dipraktekkan akan melenceng jauh dari aturan-aturan ilmu kedokteran.

Aturan-aturan dalam suluk sedemikian bagusnya tidak akan memberikan makna apa-apa kalau tidak ada Guru Master yang benar-benar ahli yang bisa menyalurkan energi Ketuhanan. Karena inti dari Suluk adalah bisa mengambil energi Ilahi yang dengan energi itulah manusia bisa berhubungan dengan Allah lewat ibadah-ibadah yang dilakukannya sehari-hari.

Ruh dari ibadah adalah seorang hamba bisa berkomunikasi secara baik dengan Allah, dan ini tidak mungkin bisa didapat kalau hanya mempraktekkan ibadah langsung seperti yang diajarkan syariat. Nabi bertahun-tahun melakukan khalwat (suluk) di Gua Hira’ untuk memperoleh ruh ibadah, komunikasi yang sempurna dengan Allah lewat bimbingan seorang Master yang berpangkat Jibril.

Jibril adalah sosok yang memiliki tingkat ruhani bisa mengajarkan ilmu-ilmu Ketuhanan kepada manusia, khususnya kepada Nabi/Rasul. Jibril adalah pangkat yang disandang oleh sosok yang telah sempurna ilmu kerohaniannya. Kalau anda mencari Jibril maka sampai kiamatpun tidak akan pernah bertemu, tapi kalau anda mencari sosok yang memiliki pangkat rohani Jibril, barangkali Allah akan menuntun anda kesana.

Jangankan Jibril sebagai pangkat rohani, mencari seorang Gubernur yang berpangkat duniawi pun anda tidak akan pernah bisa menjumpai sampai anda mendapatkan informasi yang lengkap tentang Gubernur. Anda harus bertanya dulu Gubernur dari daerah mana, berkuasa pada periode berapa, barulah anda berjumpa dengan sosok dibalik pangkat Gubernur. Kalau anda ingin berjumpa dengan Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017, maka sosok di balik pangkat tersebut adalah orang bernama Joko Widodo atau akrab di panggil dengan Jokowi. Kalau yang anda maksud Gubernur DKI periode sebelumnya maka bukan Jokowi orangnya, atau anda ingin berjumpa dengan Gubernur Jawa Barat, anda harus mempunyai data spesifik tentang tahun Gubernur itu memerintah sehingga anda akan berjumpa dengan sosok dibalik pangkat tersebut.

Pangkat kerohanian tertinggi adalah Rasul, utusan Allah yang antara dia dengan Allah tidak memiliki jarak. Apa yang diucapkan Rasul itupula yang diucapkan Allah dan sebaliknya. Rasul ibarat speaker yang menterjemahkan getaran Maha Dahsyat dari Alam Rabbani menjadi bahasa yang bisa dipahami oleh manusia di bumi. Kenapa Rasul adalah pangkat kerohanian tertingggi karena dalam diri Rasul bersemayam Nur Allah yang Maha Tinggi, bersemayam wasilah sebagai alat komunikasi antara manusia dengan Allah. Jibril dan Malaikat memiliki pangkat kerohanian di bawah Rasul. Kalau manusia bisa mengenal Rasul secara zahir bathin maka dia sudah pasti bisa mengenal Jibril dan melaikat juga secara zahir bathin.

Bersambung

Single Post Navigation

11 thoughts on “Training Allah Ta’ala (1)

  1. alhamdulillah bang SM sangat mencerahkan sekali.
    YMM.Bapanda Guru pernah berfatwa,bgaimana caranya kamu mau mengenal Allah,malaikat-Nyapun kamu tidak kenal.
    salam dari kendari

  2. “Dilarang memikirkan hal-hal yang bersifat duniawi walaupun itu berhubungan dengan Kebaikan”

    ini yg paling susah. puasa mikir.
    kalo puasa bicara, spt nyepi nya hindu..itu masih gampang.
    ini mengontrol otak supaya stop berpikir!
    sedangkan memerintah otak untuk puasa mikir itu juga suatu pemikiran juga…hehe

    salam bang SM…

  3. Ruslianto on said:

    Ass.Maaf Bang SM, Si Arkana (ini) belum membaca salah satu artikel “MAKAN,TIDUR” yg diposted 17 Mei 2008- dan balasan koment. yg dibuat Bang SM (dikutip) sbb :
    “Dalam kajian tasauf/thariqat ada namanya maqam WUQUF, itu adalah alam antara nyata dan gaib, antara sadar dengan tidak sadar, itulah awal memasuki ALAM KETUHANAN, di kajian syariat, WUQUF adalah kedudukan tertinggi yang kita kenal dengan WUQUF di ARAFAH, dalam ilmu tasauf itu baru awal.
    Sufimuda senyum2 karena sudah mengalami hal2 seperti itu, memang banyak peserta suluk yang sulit membedakan antara alam WUQUF dengan tidur, itu serupa tapi tidak sama”

    Nah,..Bung Arkana; ta perlu susah menjalani puasa mikir,…jika Anda pengamal tarekat,.. Suluk, dengan mengharap redho Allah, Anda masuk ke Maqam WUQUF, maka cespleng anda tak bisa mikir apapun alias “blenk” otak (jasmani) Anda Larut dalam alam ilahiyah, maka anda ta’ bisa mikir,.. (dijamin, dan bergransi).
    Lalu apa hubungan dengan Iman, dan Al Qur’an ?

    Lihat Al Qur’an Suraah Al Anfal-ayat 11 :
    Iz yugasysyikumun nu’asa amanatam minhu wa yunazzilu ‘alaikum minas sama’i ma’al liyutahhirakum bihii wa yuzhiba ‘ankum rijzasy syaitoni wa liyarbita ‘ala quluubikum wa yussabbitabihil aqdam(a).

    (ingatlah), ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penentraman daripada-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan syaitan dan untuk menguatkan hatimu dan memperteguh dengannya telapak kami(mu).

    Wass: Sekali (lagi) Maaf Bang SM-Semoga menjadi bahan renungan.

  4. Ass.kita sebagai manusia biasa “mustahil” bisa menang melawan Iblis “sang pencinta yang merana” tanpa safaat yang Maha Menang Allah SWT melalui Sang Kekasih-Nya(Nur Muhammad) Dari jaman Nabi Adam sampai jaman sekarang masih bersemayam dalam Wujud yang berbeda-beda sesuai jamannya.
    Manusia hanyalah mahluk kotor,yang disemua jasmaninya penuh dengan segala kotoran.Bisakah kita menang,kalau cuma mengandalkan ibadah-ibadah kita.sesungguhnya Allah SWT adalah Zat yang Maha Sempurna.maka dari itu Carilah Zat yang Maha Sempurna itu Kepada Kekasih-Nya,Niscaya kamu akan Menang.
    “tidaklah cukup berGuru yang cuma menunjukkan Kamu adanya Tuhan,tapi carilah Guru yang bisa mengantarkan kamu Bertemu dengan-Nya
    Salam dari kendari

  5. AWAN BAGHDAD on said:

    asslamualaikum mudah mudaha allah menganugerahi sufi muda ilmu yang bermanfaat ‘yang mampu membimbing umat secara lembut penuh kasih sayang semata mata karna allah swt sebagaimana yang pernah di ikhtiarkan oleh para sesepuh islam terdahulu ‘amin ya rabbal alamin……..

  6. Jibril adalah sosok yang memiliki tingkat ruhani
    bisa mengajarkan ilmu-ilmu Ketuhanan kepada
    manusia, khususnya kepada Nabi/Rasul. Jibril
    adalah pangkat yang disandang oleh sosok yang
    telah sempurna ilmu kerohaniannya. Kalau anda
    mencari Jibril maka sampai kiamatpun tidak akan
    pernah bertemu, tapi kalau anda mencari sosok
    yang memiliki pangkat rohani Jibril, barangkali
    Allah akan menuntun anda kesana.

    bolehkah saya di beri tahu, dri mana sumber tulisan di atas?

    dan mohon penjelasan yg lengkap

    • Insya Allah akan saya jelaskan nanti dalam tulisan berikutnya. Setiap apa yang saya tulis akan bersumber dari Al-Qur’an dan Hadist yang ditafsirkan oleh Guru Mursyid sesuai dengan kondisi zaman.
      Terimakasih banyak atas pertanyaannya..

  7. Ping-balik: Uang | SUFI MUDA

  8. Ruslianto on said:

    Qur’an Suraah Al A’raf ayat 20 :
    Ma nahaakumaa rabbukuma ‘an haazihihisy syajarati illaa an takuunaa malakaini…
    Tuhan kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat,….

    Kalau keduanya (Adam dan Isterinya) tidak mengetahui bahwa para Malaikat lebih mulia, tentulah setan tidak akan membujuk keduanya dengan tipu daya.
    Juga Allah Ta’ala telah menjadikan diantaranya kenikmatan penghuni syurga adalah masuknya para malaikat ke dalamnya dengan mengucapkan salam kepada penghuninya.
    Begitu pula jika mereka lebih rendah daripada anak-anak Adam, tidaklah kunjungan mereka menjadi suatu kenikmatan dalam hak mereka, juga karena utusan itu lebih mulia daripada yang didatangi oleh utusan itu, dengan alasan bahwa rasul Allah dan Wali Allah dari jenis manusia.
    Juga karena Allah telah menamakan para malaikat dengan al-mala’ul a’la, dan setiap dari al-mala’ dan al-a’la menunjukkan keutamaannya. Sebab, al-mala’ secara bahasa adalah tempat atau kedudukan yang tertinggi, artinya makhluk yang terendah tidak mungkin menempati tempat yang paling mulia.

    Sedangkan yang berpendapat bahwa manusia lebih utama daripada malaikat, dengan alasan bahwa Allah telah memerintahkan para malaikat untuk bersujud kepada Adam,…dan dalam perjalanan mi’raj Malaikat Jibril tidak sampai akhir menemani perjalanan Nabi s.a.w dikuatirkan ………..”.
    (Allahua’lam bisawwab)
    Qur’an Suraah Az Zariyat ayat 1-4 :
    Demi (angin) yang menerbangkan debu dengan sekuat-kuatnya, dan awan yang mengandung hujan , dan kapal-kapal yang berlayar dengan mudah, dan (malaikat-malaikat) yang membagi-bagi urusan.
    Carilah kemuliaan itu di bumi ! Bila bumi itu sempit, carilah ia di langit !
    Wass: Maaf Bg.Sufi Muda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: