• Nasehat,  Rasulullah

    Assalamu’alaika Ya Rasulullah

    Laki-laki tua itu mengangkat tangan dekat makam Nabi dengan linangan air mata dia mengucapkan salam dengan penuh khidmat seakan-akan Nabi berada di depannya, “Assalamu’alaika ya Rasulullah, Assalamu’alaika ya Habibullah”. Polisi yang berjaga dekat makam mengusir orang tua tersebut dengan ucapan “Syirik-syirik!”, maksudnya perbuatan yang dilakukan itu mengarah kepada syirik (menyekutukan Allah). Kemudian di pintu keluar, dengan penuh khidmat, dia kembali melambaikan tangan dan dengan linangan air mata sambil mengucapkan salam kepada Rasulullah SAW.

  • Nasehat,  Tasauf

    TAHAP PEMBUKTIAN

    Islam secara garis besar terbagi kepada dua bagian yaitu Zahir dan Bathin. Zahir adalah ibadah yang Nampak sedangkan bathin adalah ibadah yang tidak Nampak. Nabi SAW mengatakan bahwa doa merupakan senjata bagi orang beriman, ini juga bisa dipahami secara syariat dan secara hakikat. Secara syariat doa hanya di ucapkan sedangkan secara hakikat harus memenuhi rukun pelaksanaan teknisnya. Kita bisa saja mengucapkan “Aku Berlindung Kepada Allah dari godaan syetan yang di rajam”, tapi pelaksanaan teknis ucapan itu bukan hanya sekedar di ucapkan, harus memenuhi rukun dan syaratnya. Mengenal Allah tempat berlindung dan mengenal pula syetan yang ingin dijauhi. Jika tidak ucapan itu hanya lah berupa ucapan, tidak pernah sampai ke tahap…

  • Motivasi,  Nasehat

    Setelah Shalat Subuh (20)

    Dari seluruh agama di dunia ini, Budha adalah agama yang paling sulit bagi pemeluknya untuk masuk surga atau mencapai nirwana. Membutuhkan waktu ribuan tahun, mati dan lahir kembali sampai dia bisa menyelesaikan tugasnya. Level tertinggi di dalam ajaran Budha adalah seseorang yang sebenarnya sudah mencapai Nirwana namun dia menunda untuk kesana, dia kembali ke dunia untuk membantu orang agar bisa mencapai seperti yang dia capai, inilah disebut Bodhisattva. (Tulisan ini tidak bermaksud membanding-bandingkan agama satu dengan lain, hanya untuk contoh agar mudah di pahami).

  • Motivasi,  Nasehat,  Pemikiran

    Beserta YANG MAHA MENANG

    Sejarah mencatat bahwa Nabi Muhammad SAW telah melakukan 27 kali peperangan yang langsung Beliau pimpin dan 47 peperangan yang tidak langsung Beliau pimpin dan kesemuanya memperoleh kemenangan. Berdasarkan penelitian Ibnu Qayyim dalam Kitab Zadul Ma’ad dan pendapat Mahmud Syit Khathab, terdapat 27 perang yang dipimpin langsung oleh Rasulullah. Penelitian mendalam Muhammad Sulaiman al-Manshurfuri dalam Kitab Rahmatan Lil Alamin, menemukan bahwa Nabi Muhammad SAWmengirim utusan dan ekspedisi militer (tidak memimpin langsung) sebanyak 60 kali, tetapi tidak semuanya terjadi pecah pertempuran.

  • Nasehat,  Tasauf

    BEDA TAREKAT DAN PERDUKUNAN

    Tarekat adalah metodologi untuk mendekatkan diri kepada Allah, output dari pelaksanaan metodologi itu adalah bagaimana seorang hamba bisa mengenal Allah dan sentiasa Bersama-Nya sejak dari alam dunia yang fana ini sampai ke alam akhirat yang kekal abadi. Karena jalan yang ditempuh itu sangat berat dan mirip-mirip mustahil (jika tanpa bimbingan Guru Mursyid), maka tujuan dari bertarekat harus selaras dari tujuan akhir yaitu karena Allah. Jika seseorang menekuni tarekat memiliki niat lain maka nanti dalam perjalanan dia akan bergeser pelan-pelan dari tujuan utama kepada tujuan yang muncul kemudian sehingga tidak akan sampai kepada tujuan akhir.

  • Nasehat,  Pemikiran,  Tasauf

    BERHENTI DI JEMBATAN

    Hossein Askari, seorang guru besar politik dan bisnis internasional di Universitas George Washington, AS, melakukan sebuah studi yang unik. Askari melakukan studi untuk mengetahui di negara manakah di dunia ini nilai-nilai Islam paling banyak diaplikasikan. Hasil penelitian Askari yang meliputi 208 negara itu ternyata sangat mengejutkan karena tak satu pun negara Islam menduduki peringkat 25 besar.

  • Nasehat,  Pemikiran

    DISTORSI

    Pada dasarnya orang tidak sepenuhnya menolak keberadaan Tuhan, pada umumnya kalangan atheis atau agnostik bingung dengan berbagai konsep Ketuhanan yang begitu banyak di dunia ini. Mereka tidak menemukan Hakikat Tuhan di dalam hidup. Hal sama sebenarnya dirasakan oleh sebagian orang beragama, hanya meyakini Tuhan, hanya itu tanpa bisa mengenal secara utuh. Bedanya, kalangan atheis lebih jujur mengakui sedangkan kalangan orang beragama tidak mau jujur mengakui. Mereka tidak mengakui bahwa yang diyakini selama ini bukan Tuhan tapi dogma tentang Tuhan. Atheis tidak menolak keberadaan Tuhan, tapi mereka menolak konsep Tuhan yang telah ter-Distorsi dengan dogma-dogma sehingga Sang Ilahi hilang dari kesejatiannya.