Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Siapa Yang Tidak Memerlukan Pembimbing (Mursyid)?

Dalam Futhuh al Ghaib, Syekh Abdul Qadir al Jailani menulis syair berikut :

Jika takdir membantumu atau kala menuntunmu

kepada Syekh yang jujur dan ahli hakikat

maka bergurulah dengan rela dan ikutilah kehendaknya

Tinggalkan apa yang sebelumnya engkau lakukan

Sebab menentang berarti melawan

Dalam kisah Khidir yang mulia terdapat cakupan

Dengan membunuh seorang anak dan Musa mendebatnya

Tatkala cahaya subuh telah menyingkap kegelapan malam

Dan seseorang dapat menghunus pedangnya

Maka Musa pun meminta maaf

Demikian keindahan di dalam ilmu kaum sufi

Sebagian kita mungkin sudah sering mendengar tuduhan yang dilontarkan oleh orang-orang yang mengaku paling “islami” bahwa tasawuf adalah ilmu diluar islam, pembuat bid’ah, syirik dan lain sebagainya dan karena yang menyampaikan pendapat ini orang berlatar belakang pendidikan agama yang lumayan (baca: syariat), alumni arab Saudi atau mesir dengan sekian banyak title sehingga masyarakat awam dengan mudah langsung percaya. Sebagian mereka tidak tahu bahwa Arab Saudi bukan lagi menjadi tempat berkumpulkan berbagai macam mazhab akan tetapi telah menjadi corong bagi mazhab tunggal yang baru muncul di abad ke 17 yaitu mazhab wahabi.

Saya tidak membahas tentang tuduhan-tuduhan tersebut dan saya rasa itu tidak ada menfaatnya sama sekali. Kesempatan ini saya ingin menyampaikan informasi akan pentingnya belajar tasawuf/thariqat agar kita bisa merasakan nikmatnya beragama.

Belajar tasawuf ada dua jenis, yaitu secara Teori dan Praktek. Secara teori telah diajarkan di pasantren, IAIN bahkan anda bisa menjadi seorang profesor tasawuf tanpa anda harus mempraktekkan zikir dan dibimbing oleh mursyid. Namanya juga teori tentu yang didapatkan hanya teori saja.

Belajar tasawuf sebenarnya harus mempunyai pembimbing rohani, bukan saja mengajarkan anda tapi juga membimbing anda agar sampai kehadirat-Nya karena inti tasawuf adalah bagaimana seorang bisa berhampiran dengan Allah SWT. Tentang hal ini Abu Ali ats Tsaqafi berkata, “Seandainya seseorang mempelajari semua jenis ilmu dan berguru kepada banyak ulama, maka dia tidak sampai ke tingkat para sufi kecuali dengan melakukan latihan-latihan spiritual bersama seorang Syeikh yang memiliki akhlak yang luhur dan dapat memberinya nasehat-nasehat. Dan barang siapa yang tidak mengambil akhlaknya dari seorang Syeikh yang memerintah dan melarangnya, serta memperlihatkan cacat-cacat dalam amalnya dan penyakit-penyakit dalam jiwanya, maka dia tidak boleh diikuti dalam memperbaiki muamalah”.

Jadi tasawuf adalah ilmu praktek dan tentu saja membutuhkan pembimbing yang ahli dibidangnya, tanpa adanya pembimbing rohani maka segala praktek yang dilakukan sudah pasti akan disesatkan setan. Abu Yazid Al-Bisthami berkata, “Barang siapa yang menuntut ilmu tanpa berguru, maka wajib syetan gurunya.”

Apabila jalan kaum sufi dapat dicapai dengan pemahaman tanpa bimbingan seorang Syekh, niscaya orang seperti Imam Al-Ghazali dan Syekh Izzuddin ibn Abdussalam tidak perlu berguru kepada seorang Syekh. Sebelum memasuki dunia tasawuf, keduanya pernah berkata, “Setiap orang yang mengatakan bahwa adalah jalan memperoleh ilmu selain apa yang ada pada kami, maka dia telah berbuat kebohongan kepada Allah.”. Zaman sekarang kita juga sering mendengar pendapat seperti itu, tidak mengakui ilmu selain yang mereka pelajari (syariat) dan menganggap orang-orang yang mempunyai kemampuan bathin, ilmu laduni dan lain sebagainya sebagai pembohong.

Akan tetapi, setelah Imam Al-Ghazali dan Syekh Izzuddin ibn Abdussalam yang tadinya hanya belajar syariat kemudian memasuki dunia tasawuf keduanya berkata, “Sungguh kami telah menyia-nyiakan umur kami dalam kesia-siaan dan hijab (tabir penghalang antara hamba dan Tuhan).”

Orang yang bisa menemukan kebenaran bukanlah orang yang banyak membaca buku karena terkadang semakin banyak yang dipelajari justru tanpa sadar menjadi Hijab antara kita dengan Allah. Hanya kerendahan hati dan sikap mau belajar dan mencari yang menyebabkan seseorang menemukan Allah SWT, sebagai mana ucapan rendah hati Musa kepada Khidir, “Bolehkah aku mengikutimu, agar engkau mengajarkan kepadaku ilmu yang benar diantara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?” (QS. Al Kahfi, 66). Juga pengakuan Ahmad ibn Hanbal bahwa Abu Hamzah al Baghdadi lebih utama darinya dan pengakuan Ahmad ibn Suraij bahwa Abu Qasim Junaid lebih utama darinya.

Imam al-Ghazali juag mencari seorang Syekh yang menunjukkannya ke jalan tasawuf, padahal ia adalah Hujjatul Islam. Begitu juga, Syekh Izzuddin ibn Abdussalam berkata, “Aku tidak mengetahui Islam sempurna kecuali setelah aku bergabung dengan Syekh Abu Hasan Asy Syadzili”. Abdul Wahab Asy Sya’rani berkata, “Apabila kedua ulama besar ini, yakni al-Ghazali dan Syekh Izzuddin ibn Abdussalam, padahal keduanya adalah orang yang memiliki ilmu pengetahuan luas tentang syariat, maka orang selain mereka lebih membutuhkan lagi.”

Dalam hal ini al Qur’an memberikan petunjuk kepada kita semua untuk mencari orang-orang yang telah di beri petunjuk oleh Allah SWT sebagaimana firman Allah: “Sebenarnya al Qur’an itu adalah ayat-ayat nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu” (QS. Al ankabut : 49). “Dan ikutilah jalan orang yang telah kembali kepada-Ku” (QS. Lukman: 15) dan firman-Nya, “Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah kalian bersama orang-orang yang benar”. (QS. Taubah: 119). Diperkuat oleh hadist, “Jadilah kamu bersama Allah, apabila tidak bersama Allah jadilah kalian bersama orang yang sudah bersama Allah, maka sesungguhnya orang itu bisa membawamu kepada Allah” (HR. Abu Daud).

Dengan demikian, memiliki seorang pembimbing (mursyid) adalah suatu keharusan. Para sahabat sendiri mengambil ilmu dan amalan mereka dari Rasulullah SAW. Rasulullah SAW mengambil ilmu dan amalannya dari Jibril. Dan para tabi’in mengambil ilmu dan amalan dari para sahabat.

Setiap sahabat mempunyai para pengikut yang khusus. Ibnu Sirin, Ibnu Musayyab dan al A’raj, misalnya, adalah pengikut Abu Hurairah. Sementara Thawus, Wahhab dan Mujahid, adalah pengikut Ibnu Abas. Demikian seterusnya. Pengambilan ilmu dan amalan ini sangat jelas, sebagaimana disebutkan dalam riwayat-riwayat mereka.

Maka tidak ada alasan bagi kita untuk tidak segera mencari Guru Pembimbing yang siap menuntun dan membimbing kita mencapai kebenaran hakiki. Carilah Guru yang benar-benar kamil mukamil, khalis mukhlisin sehingga dia bukan hanya berbicara tentang teori ketuhanan akan tetapi dengan keikhlasannya mampu membimbing anda kehadirat Allah SWT. Kalau anda bertanya siapakah Guru Mursyid yang kamil mukamil tersebut, saya tidak bisa menjawab karena kawatir jawaban saya akan menyinggung perasaan yang lain. Bagi setiap pengamal tasawuf mereka meyakini Guru mereka memiliki kemampuan untuk membimbing mereka dan tidak terkecuali Guru saya.

Abu Athailah As Sakandari dalam Latha’if al Minan, berkata, “Engkau tidak akan kekurangan mursyid yang dapat menunjukkanmu ke jalan Allah. Tapi yang sulit bagimu adalah mewujudkan kesungguhan dalam mencari mereka”.

Seorang penyair sufi berkata :

Rahasia Allah didapat dengan pencarian yang benar

Betapa banyak hal menakjubkan yang telah diperlihatkan kepada para pelakunya.

Ali al Khawas berkata dalam syairnya,

Jangan menempuh jalan yang tidak engkau kenal tanpa penunjuk jalan,

Sehingga engkau terjerumus dalam jurang-jurangnya.

Penunjuk jalan (Mursyid) akan dapat mengantarkan salik sampai ke pantai yang aman dan menjauhkan dari gangguan-gangguan selama di perjalanan. Sebab, penunjuk jalan (mursyid) sebelumnya telah melewati jalan itu dibawah bimbingan seseorang (mursyid sebelumnya) yang telah mengetahui seluk beluk jalan tersebut, mengetahui tempat-tempat berbahaya dan tempat-tempat yang aman dan terus menemaninya sampai akhirnya dia sampai di tempat yang dituju. Kemudian orang tersebut memberikan izin untuk membimbing orang lain.

Menutup tulisan ini saya mengutip Syair dari Ibnu Al-Banna yang menjelaskan tentang kedudukan kaum sufi yang telah melakukan perjalanan menuju Allah dan setelah sampai disana mememberikan kabar kepada orang lain untuk menuju kesana dengan selamat.

Kaum sufi tidak lain sedang melakukan perjalanan

Ke hadirat Tuhan Yang Maha Benar

Maka mereka membutuhkan penunjuk jalan

Yang benar-benar mengenal seluk beluk jalan itu

Dia telah melalui jalan itu, lalu dia kembali

Untuk mengabarkan apa yang telah didapat.

*****************************************

Single Post Navigation

110 thoughts on “Siapa Yang Tidak Memerlukan Pembimbing (Mursyid)?

Navigasi komentar

  1. P.E.R.T.A.M.A.X!

  2. isyun p.gobel on said:

    mohon ijin utk dikopi,tulisannx bagus mas,semoga bermanfaat bagi yg membacanx. Wss

  3. Barang siapa yang tidak mengenal ayah dan nenek moyangnya, ia ditolak dan tidak diakui. Perkataannya merupakan suatu keterangan yang tidak ditrima. Bahkan ia dianggap bukan keturunan ayahnya. Sehingga ia termasuk ke dalam sabda Rasulullah SAW , “Dila’nat Allah, barang siapa yang berketurunan tidak dari ayahnya.

    Barang siapa yang tidak ada hubungan silsilah (nasab) keilmuannya dengan Rasulullah SAW, dianggap terputus kelimpahan cahaya dan tidak menjadi waris dari Rasulullah SAW.

    Syariat itu terikat dengan haqiqat dan haqiqat itu terikat dengan syariat. Tiap-tiap syariat yang tidak dikuatkan dengan haqiqat idak diterima dan tiap-tiap haqiqat yag tidak dibuktikan dengan syariat pun tidak dieima pula. Syariat itu mempersembahkan ibadat kepada Allah dan haqiqat itu memperoleh musyahadah dari pada – Nya

    • bing al njowoi on said:

      Barang siapa yang tidak mengenal ayah dan nenek moyangnya, ia ditolak dan tidak diakui. Perkataannya merupakan suatu keterangan yang tidak ditrima. Bahkan ia dianggap bukan keturunan ayahnya. Sehingga ia termasuk ke dalam sabda Rasulullah SAW , “Dila’nat Allah, barang siapa yang berketurunan tidak dari ayahnya.
      aku kok ndak faham dng yang ini ?

  4. mamo cemani gombong on said:

    yang greesss dan mengena………

  5. bing al njowoi on said:

    ALLahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar

  6. Alwi Mustaqim on said:

    Ass. Wr. Wb.

    Afwan Akhi, ana sedang berusaha mencari seorang pembimbing/Ulama dalam arti yang nyata yang bisa menjelaskan dan membimbing ke jalur thariqat, sampai saat ini sudah ada beberapa teman yang mereferensikan, namun rata-rata lokasinya jauh dari jakarta, paling dekat Subang dan Cirebon, mungkin antum bisa bantu ana tolong kasih alamat Kyai, Ajengan atau Ustadj tapi yang lokasinya lebih dekat dari yang sudah saya punya, (JABODETABEK), kalo bisa tolong akhi e-mail aja ke : owi_buhari@yahoo.com, mudah-mudahan ada yang cocok, Djaja Kumullah Khairan Katsir…Wass.
    (Achmad Buchori)

    • zulfadli on said:

      pesantren akmaliah alamatnya jl.akmaliah no 7-9 kelapa dua wetan-ciracas jakarta timur…musrsyid akmaliah syeikh MAULANA HIZBOEL WATHONY IBRAHIM

  7. Ass. Salam kenal aja nich, seorang yang selalu berusaha mencari keridhoan Allah dan mendapatkan bimbingan dari seorang guru mursyid.

  8. Kalo tinggal di Jabotabek, carilah Informasi di Surau Baitul Amin Sawangan dekat curuq kota Depok, Akhi akan mendapatkan penjelasan di sana

  9. Di sawangan mursyidnya siapa mas?bang iskandar sudah berpulang,begitupula bang toni,

  10. Usup Supriyadi on said:

    belum lama terasa
    untaian-untaian dari batok kepala ini
    tertulis dibelantara dunia maya, melalui sarana yang bernama, blog
    tak butuh waktu lama, ‘tuk memikat para penikmat
    bahagianya hati ini, tiada terkira…
    .
    .
    aku pun sama
    kususuri untaian dari blogmu, sahabat!
    banyak terasa, hikmah yang dapat kupetik
    jika pun tiada, kadang tawa menjadi kesan atas untaian-untaianmu
    .
    .
    tak akan pernah ada kata sesal yang akan terucap
    aku senang sekali berjumpa dengamu…meski hanya, lewat kata-kata….
    tak pernah cukup keberanian untuk berkata jujur siapa aku sebenarnya…
    cukuplah kau tahu….
    bahwa dibalik pemegang de Go Blog
    ada seseorang yang memujamu…
    .
    tentunya, karena
    I am only a human

    Pasti pernah menorehkan komentar yang tiada berkenan,
    maka, dengan momentum menjelang hari raya iedul  fitri 1431 H kali ini
    aku haturkan permohonan maaf,
    sudikiranya dirimu mengulurkan maaf lahir dan batin
    😀

  11. Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi,
    Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa,
    Dalam kelembutan lidah ada juga keterlanjuran kata,
    Dalam gurau tentu ada ikhlaf dan dosa,
    Segenap Keluarga Besar Indra Kusuma Sejati dan
    “Ejawantah’s Blog”
    Mengucapkan
    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H / 2010 M
    Taqobbalallahu minna wa minkum
    Mohon Maaf Lahir Dan Batin

    Salam untuk keluarga.

  12. Dengan adanya Mursyid sangat membantu kita untuk menghindari sikap sombong dan merasa paling suci atau paling benar.

  13. mamo cemani gombong on said:

    gimana nih ahmadiyah mau DIBUBARKAN ??????
    ALLOH nggak tidur lhoooo……..

  14. Ucap kuping, taqlid namanya
    Ucap mata, benar namanya
    Ucap hati, rasa namanya
    Ucap mursid, taqwa namanya

    Ucap taqwa, ilham namanya
    Ucap ilham, fana namanya
    Ucap fana, mimpi namanya
    Ucap mimpi … anda dialam baqa.

    Mohon ma’af bila tidak berkenan … Wass.

    • mamo cemani gombong on said:

      mbingungi loooooh

      • Ucap kuping, taqlid namanya … :
        Pengertian taqlid disini adalah ikut-ikutan, ketika kita mendengar suatu bunyian (informasi) di kuping kita, lalu kita syiarkan tanpa memahami maknanya, maka penulis anggap itu adalah ucap kuping atau taqlid. (24:11~20). Perhatikanlah seorang ibu mengajar anaknya bicara, ia bisikan kekuping sang bayi ‘mamah, mamah, mamah’ sehingga sang bayi bisa mengucapkan ‘mamah’. Sang ibu gembira melihat anaknya telah bisa berbicara yang bermakna, walaupun ia tahu sang bayi tidak paham maknanya ‘mamah’. Pemahaman ‘mamah’ didiri bayi berkembang seiring dengan usianya, sehingga ketika ia melihat muka ibunya maka ia akan memanggil ‘mamaaah’, ini yang penulis istilahkan sebagai ucap mata. Memasuki tahapan ucap rasa maka kita sudah mengenal nada-nada sbb:
        ‘mamah! Saya lapar minta makan’ … ‘mamah! Mana baju sekolah saya, kenapa belum disiapkan!’ … seiring dengan bimbingan kasih sayang ibu dan usia sang anak, maka nada akan berubah ‘mamaaah, mari makan, saya sudah siapkan makanan kesukaan mamah’ … ‘mamaaah, saya lihat baju mamah sudah usang, gantilah dengan yang ini, saya baru belikan baju warna kesukaan mamah’ … dan seterusnya dengan nada rasa kasih sayang.
        Kembali kemasalah pokok, penulis ingin mengajak, marilah kita jalankan kalimat syahadat didiri kita sebagaimana perumpamaan diatas. Tentunya dalam kasus yang berbeda dimana bimbingan seorang yang mursid (mengenal makna Alloh) sangat dibutuhkan, agar bisa mencapai “Hai manusia sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang sebelummu agar kamu bertaqwa”.(2:21) Dapatkah kita menyembah-Nya tanpa mengenali-Nya? Dapatkah kita bertaqwa tanpa menyembah-Nya?.
        Mohon ma’af penulis menjelaskan dengan perumpamaan karena sulit menjabarkan tanpa perumpamaan dan anggaplah tulisan ini tidak ada bila tidak berkenan menerima. Wass.

        • mamo cemani gombong on said:

          makasih penjelasannya ….

          • Ucap mursid, taqwa namanya … :
            Marilah kita selesaikan sesuatu yang telah kita mulai … Penulis tidak mampu menjabarkan sosok dzohir mursid tapi memiliki pengalaman di alam ke-mursid-an, yaitu alam yang dipenuhi ke’fakir’an, fakir disini bukanlah miskin harta atau miskin ilmu, tetapi ‘kesadaran hati’ bahwa semua yang di miliki manusia baik harta maupun jiwa, hakekatnya bukan milik manusia tetapi semata-mata milik Alloh.
            Jadi jiwa karena ada ruhNya didiri, jadi ilmuwan karena ada IlmuNya di makhluk ciptaanNya, jadi hartawan karena ada hartaNya di bumi & langit, jadi dermawan karena ada sifatNya Maha Pengasih lagi Penyayang didiri, jadi apapun juga atau kemana pun juga mata memandang tidak ada apa-apa selain DIA.
            Alam mursid adalah alam perpindahan dari alam dzohir (kuping, mata, rasa, akal) ke alam ghoib (qolbu, sami’e, bashar) yaitu alam keTuhanan “AKU cahaya bumi dan langit” (24:35). Alam ini hanya bisa dicapai sa’at dzohir tidak bekerja atau tidur (39:42) yang disebut tafakur, sabda Nabi saw “Bertafakur sejenak manfa’atnya melebihi sholat 1000 raka’at”. Pemahaman tafakur disini bukanlah sekedar dzohir tidak bergerak berhari-hari, minggu-minggu, bulan-bulan (tidak dibatasi waktu), tetapi pencapaian hingga ke AKU (cahaya tanpa api, listrik, tetapi ‘ada’ dengan sendirinya).
            Siapapun juga yang pencapaiannya sudah sampai disini akan menyaksikan kesaksian yang sama, sebagai bukti DIA ESA, penyaksian inilah yang membuat qolbu bersuara “Subhanallohu” (24:36) … Inilah yang penulis maksudkan sebagai ‘ucap mursid taqwa namanya’ … wass.

            Ucap taqwa, ilham namanya … next … (bila berkenan)

            • mamo cemani gombong on said:

              jelas berkenan dong …….itu cita cita aku …….tks

              • Ucap taqwa, ilham namanya …
                Alam ke-mursid-an akan terhenti di …
                37:6. Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu bintang-bintang. …Penulis banyak menemui mereka yang berdiam ditempat dalam menikmati alam ini, hal ini akan berdampak buruk, yaitu tumbuhnya kembali sifat diri (ego) yang berakibat kepada hilangnya sifat faqir …
                3:79. Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: “Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah.” Akan tetapi (dia berkata): “Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya. 3:80. Dan (tidak wajar pula baginya) menyuruhmu menjadikan malaikat dan para nabi sebagai tuhan. Apakah (patut) dia menyuruhmu berbuat kekafiran di waktu kamu sudah Islam?” … … … 9:31. Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. …
                Padahal ke‘nikmat’an seperti ini sifatnya ‘khayal’ yang tumbuh dari ‘harapan’ kepada makhluk, sifatnya tidak ‘kekal’, karena masih berada di alam ciptaan yang juga tidak akan kekal. (sebab-akibat/akal).

                Ingatlah! Tujuan akhir Islam adalah, … …
                76:1. Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut? …
                Melalui jalan …
                94:7. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, 94:8. dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap. …
                Temuilah nyatanya alam dunia sebagai ‘misal’nya surga al akhir … …
                10:62. Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. 10:63. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. …
                Alam ini bukan lah meniadakan rasa was-was dan sedih yang sesungguhnya masih ada di hati, tetapi sungguh, di alam ini tidak mengenal rasa was-was dan sedih …

                Pertahankanlah sare’at dengan berpedoman kepada ..
                3:190. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,3:191. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. …
                Pertahankanlah tareqot dengan berpedoman kepada…
                108:1. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. 108:2. Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkorbanlah. …
                Insya Alloh akan memasuki kemurnian alam ketaqwa’an …
                2:21. Hai manusia, sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa. …
                Berjalanlah ber-iringan dengan permohonan. …
                66:8. “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”. …
                Dengan tidak melupakan kehidupan alam dunia. …
                27:19. “Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”. … … Insya Alloh … … …

                Masukilah alam … … …
                39:69. Dan terang benderanglah bumi (padang mahsyar) dengan cahaya (keadilan) Tuhannya; …
                Yang diperuntukkan hanya bagi orang-orang yang selalu memelihara jiwanya di alam ke-SucianNya …
                91:8. maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, 91:9. sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, …. …. ….

                Inilah yang penulis maksudkan sebagai ‘Ucap taqwa, ilham namanya’ … Mohon ma’af bila ada kekeliruan dalam penyajian ini, dan bila tidak berkenan, anggaplah tulisan ini tidak ada … wass.

                … ya Alloh hanya Engkau Yang Maha Tahu … Bimbinglah kami selalu dijalanMU, karena hanya kepada Engkau kami mohon Bimbingan … Ampunilah kami, karena hanya kepada Engkau kami mohon Ampunan … Amin ya Robbal ‘alamin … next …

  15. Assalam, salam kenal

  16. dimana ya sy harus mencari mursyid/tentunya yg masih hidup kan? sementara lokasi saya di waru sidoajo jatim. trims

  17. mamo cemani gombong on said:

    buat adam hawa ….Waaaaaahh ucap taqwa …ilham….aku jelas belum mampu mencerna ….tapi yang jelas buat ilmunya dulu insya Alloh akan sampai kesitu amiiiin

  18. ass. Bila ada kata /tulisan kata terselip dusta, ada penulisan yg tdk berkenan baik itu perorangan maupun kelompok tertentu, bila hati penuh prasangka kumohon maafmu sedalam bathinku SELAMAT HARI RAY IDUL FITRI 1431H MINAL AIDIN WALFAIZIN MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN khusus pengelola web.sufimuda.wordpress.com.

  19. saipul bahagia sepanjang masa on said:

    minta izin ngopi bang.. 🙂

  20. ijin copast

  21. Ijin copy Mas. Kalo boleh juga sekiranya sudi bertukar link.

  22. bhuro_nyarea on said:

    …damai

  23. Assalamualaikum

    salam sejahtera dan salam damai untuk semuanya…
    Blog yg bagus sekali, saya seakan mendapat jawaban dari beberapa pertanyaan yg saya tidak tahu harus bertanya kemana. terima kasih ya, mas…
    untuk mas Adam hawa…saya boleh tau email add-nya? saya ingin mendiskusikan beberapa hal (tentunya kalau mas sudi sharing ilmunya pada saya yg bodoh ini…) ilmu agama saya nol besar, mas..
    sebelumnya, say aucapkan terima kasih.

    wassalam,
    dini

  24. Kang … Sy adlh pmuja kata” yg bs mnmbhkan iman dlm hati, tulis trus coment anda kang krn msih bnyk yg !ngn membuka hati tuk ngebaca coment anda


    Sent on a phone using T9space.com

  25. Saat aq bÇ tulisan” anda akal,hati trs sejuk entah apkh aq fhm tw tdk… Yg jls aq hny sbuah kbdohan yg !ngn trsinari dr cåhàyà hìdåyåh dr RòBBìL’ÅLLÅMIN … Saat aq mmbc tulisan ini….aq…


    Sent on a phone using T9space.com

  26. maulana_ahmad on said:

    Assalammu’alaikum wr wb…minta ijin copas…

  27. wah..ini yang aku suka…pembahasane sip..
    salaamun’alaikum om SufiMuda, mugo2 ae tulisane update terus, lan migunani kangge wong ngalam kabeh om..
    maaf om SufiMuda, link blog jenengan qulo lebetaken blog kulo cek gak lali om.
    mohon ridonya, mg manfaat..amin

  28. m fadloli hs on said:

    assalamualaikum wr wb

  29. hamba berdosa on said:

    berguru sama 1000 wali, 1000kiyai sekalipun tidak akan sama dengan berguru dengan wali mursyid.. saya jamin..guru mursyid itu adalah guru yang ga ada tandinganya..

    • berguru sama 1000 wali, 1000 kiyai sekalipun tidak akan sama dengan berguru dengan wali mursyid.. saya jamin..guru mursyid itu adalah guru yang ga ada tandinganya..( ah yang benar aja, tolong di koreksi kalimatnya )

    • afwan tuan hamba berdosa yg insya Allah d rahmati Allah SWT, “bagaimana bisa menjamin padahal belum tentu jaminan.” Allah kuasa makhluk tak kuasa. semua amal tergantung niatnya…, insya Allah.

  30. brotolegowo on said:

    assalamualaikum.. Wr. Wb.. saudara Sufimuda saya ingin dan butuh bertanya secrara pribadi saya harap berkenan memberi saya alamat emaliny.. mohon maaf dan terimaksih banyak..

  31. Mohon izin untuk di sebar luaskan kepada ummat melalui majalah yang kami beri nama “HATI” (Hikmah Amaliah Thoreqat Islam). Majalah ini kami terbitkan di Lampung sebagai upaya penyebaran tentang thoreqat dan tasawuf. Majalah HATI kami terbitkan sebagai upaya pembinaan ikhwan TQN Suryalaya yang ada di Lampung khususnya, dan penambah informasi dan pengetahuan semua ummat Islam pada umumnya. Terimakasih.

  32. YANG DIKATAKAN SUFI ITU SELEPAS ZAMAN SYEIKH ABDUL QADIRJAILANI IALAH MANUSIA YG SYARIATNYA DAN HAKIKATNYA SEPERTI ORG DI ZAMAN RASULULLAH.PADA DIRI MEREKA INI TUHAN KURNIA BANYAK KELEBIHAN DAN KEBAIKAN PD MEREKA…orang sufi ini mereka berada bersama kita tp kita tidak kenal mereka..Apabila perihal diri mereka hampir diketahui manusia maka mereka akan segera menutupnya..DALAM KUBANG BABI ADA HARTA KARUN…begitulah disembunyikan

  33. seorang mahasiswa mulai dari S1 sampai Doktor-Profesor telah membaca ratusan sampai ribuan buku dari berbagai jenis pengarang dan mengaplikasikannya sesuai bidang ilmunya. Dia pasti TIDAK akan sampai bila tanpa pembimbing, yang seorang profesor pula.
    Begitu juga ilmu tasawuf. sangat ilmiah. sangat akademisi.

  34. allhamdullillah…….

  35. assalamu’alaikum… salam kenal, saya menanggapi dan menjawab pertanyaan dari judul diatas “Siapa Yang Tidak Memerlukan Pembimbing (Mursyid)?” apa tanggapan anda tentang argument ini…..
    Pengamal Sholawat tidak membutuhkan Guru Spiritul (Mursyid) untuk mewushulkan diri kepada Allah, karena sanadnya langsung melalui Rosulullah
    Keterangan diambil dari Kitab Hasyiyah Ash-Showi’la Al-Jalalaini, hal. 287, juz III, thoha putra.
    واعلم أنّ العلماء إتفقوا على وجوب الصلاة والسلام على النبي صلى الله عليه وسلم. ثمّ اختلفوا فى تعيين الواجب فعند مالك تجب الصلاة والسلام فى العمر مرّة، وعند الشافعى تجب فى التشهد الأخير من كل فرض، وعند غيرهما تجب فى كل مجلس مرّة وقيل تجب عند ذكره وقيل يجب الأكثر منها من غير تقييد بعدد وباالجملة فالصلاة على النبي امرها عظيم وفضلها جسيم، وهي افضل الطاعات وأجل القُرُبات حتى قال بعض العارفين : إنها توصل الى الله تعالى من غير شيخ لأنّ الشيخ والسند فيها صاحبها ولأنها تعرض عليه ويصلى على المصلى بخلاف غيرها من الاذكار فلا بد فيها من الشيخ العارفين، والاّ دخلها ولم ينتفع صاحبها بها.
    “ Ketahiulah sesungguhnya para ulama’ telah sepakat atas diwajibkannya membaca sholawat dan salam untuk baginda Nabi SAW. Kemudian mereka berselisih pendapat mengenai kapan kewajiban ini harus dilakukan? Menurut imam Malik cukup sekali dalam seumur, menurut Asy-Syafi’iy wajib dibaca pada tasyahud akhir dalam setiap sholat fardhu, ada juga ulama’ yang berpendapat wajib dibaca setiap kali mendengar nama Nabi disebut, dan ada juga yang mengatakan wajib untuk memperbanyak sholawat tanpa dibatasi bilangan tertentu, secara umum membaca sholawat pada Nabi merupakan hal yang agung dan keutamaannyapun sangat banyak, membaca sholawat merupakan bentuk ibadah yang paling utama dan paling besar pahalanya, sampai-sampai sebagian besar kaum ‘Arifin mengatakan : Sesungguhnya Sholawat itu bisa mengantarkan pengamalnya untuk ma’rifat kepada Allah meskipun tanpa guru spiritual (Mursyid), karena guru dan sanadnya langsung melalui Nabi. Ingat!! Setiap sholawat yang dibaca seseorang selalu diperlihatkan kepada beliau dan beliau membalasnya dengan do’a serupa, hal ini berbeda dengan dzikir-dzikir (selain sholawat) yang harus melalui bimbingan guru spiritual (Mursyid) yang sudah mencapai maqom ma’rifat, jika tidak demikian, maka akan dimasuki syaithan dan pengamalnya tidak mendapat manfaat apapun.”
    Dikuatkan lagi oleh fatwa : Sayyid Abdur-Rahman bin Mushthofa Al-idrus
    Dalam kitab Ibid. Amalan yang bisa menyebabkan wushul kepada Allah di akhir zaman, ketika tidak ditemukan lagi seorang Mursyid yang memenuhi kriteria.
    وذكر العلامه سيّدى عبد الرحمن بن مصطفى العيدروس نزيل مصر فى شرحه على صلاة سيدى أحمد البدوى فى كتابه المسمى مِرْاة الشمس فى مناقب ال العيدروس انه يعدم المربّون فى أخيرالزمان ويصير ما يوصل الى الله تعلى إلاّ الصلاة على النبي صلى الله علىه وسلم، مناما ويقظة وان جميع الأعمال منها المقبول ومنها المردود إلاّ الصلاة على النبي صلى الله علىه وسلم، فإنها مقطوع بقبولها أكراما له صلى الله علىه وسلم وحكى إتفاق العلماء على ذلك.

    “ Al-‘Alamah sayyid Abdur-Rahman bin Mushthofa Al-idrus (tinggal di mesir) menyatakan (dalam penjelasan beliau tentang sholawatnya Sayyid Ahmad Al-Badawi komentar ini ditulis dalam kitab yang berjudul “Miraatu Al Syumus fimanaqibi ali al idrus”) bahwa, di akhir zaman nanti ketika sudah tidak ditemukan seorang Murobbi (Mursyid) yang memenuhi syarat, tidak ada satupun amalan yang bisa mengantrkan seorang wushul (ma’rifat) kepada Allah kecuali bacaan sholawat kepada Nabi SAW. Yang pasti diterima, karena memulyakan pada Nabi. Sayyid Abdurrahman meriwayatkan keterangan tersebut berdasarkan kesepakatan para ulama’. ”
    afwan…. saya sangat tertarik dengan tulisan2 anda insyaallah manfaat…

  36. Ping-balik: Siapa Yang Tidak Memerlukan Pembimbing (Mursyid)? |

Navigasi komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: