Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Murid yang Tamat Berguru

Berikut adalah cerita sufi tentang seorang murid yang telah tamat berguru. Cerita ini seringkali disampaikan oleh Guru saya kepada murid-muridnya. Biasanya cerita ini disampaikan kepada murid-murid yang masih tinggal bersama Beliau di Surau.

Suatu ketika anak surau yang berjumlah 35 orang itu dikumpulkan. Maklum, para pengabdi itu pun sudah dewasa dan mereka juga memikirkan ujung pengabdian. Mereka harus ke mana, mereka harus hidup berumah tangga, mencari pekerjaan dan lain-lain. Guru bila bercerita sangat menarik, mempesona dan membuat pendengar tak bergerak. Guru berkata, “Ada murid yang baru tamat berguru lalu ia pulang ke rumahnya. Di tengah jalan dilihatnya ada seorang putri raja yang aduhai cantiknya, sang putri sedang duduk di depan rumahnya yang indah. Si murid ini sangat terpesona dan tertarik dengan paras cantik putri itu. Dalam hatinya ia berkata, “Alangkah eloknya jika ia jadi istri dan pendamping hidup saya…?”

Terangan-angan paras gadis sampai di rumahnya, ia berkata kepada ibunya, “Ibu, anak gadis yang saya jumpai di rumah indah di pinggir jalan itu apa sudah ada yang punya?” Ibu menjawab, “Apa maksudnya?” ujar ibu menimpali pertanyaan anaknya. Anaknya berkata, “Kalau belum ada yang punya, tolong ibu lamarkan untuk saya.” “Sadar nak” begitu sergah ibunya. “Dia putri raja, kaya raya, sedangkan engkau anak orang biasa dan miskin.”

Untuk tidak mengecewakan anaknya yang baru lulus berguru dan pantas menikah itu. Sebagai ibu yang bijaksana, sang ibu pergi mencoba bertanya. Ia pergi ke rumah gadis tersebut. Maka ibu mengetok pintu sambil mengucap salam “Assalamu’alaikum!” “Wa’alaikum salam”, jawab tuan rumah. “Ada apa bu?” kata tuan rumah. “Ini anak saya kemarin lewat di depan rumah raja kebetulan dilihatlah olehnya seorang gadis manis putri raja dan ia merasa tertarik. Si anak baru tamat berguru pada wali Allah (tidak disebut nama si wali), dan maksud kedatangan hamba kemari ingin melamar anak gadis raja itu, bila raja berkenan dan bila putri itu belum ada yang punya!”

Raja memang bijaksana, untuk menolak dengan terang-terangan dan supaya tidak menyakiti hati sebagian rakyatnya ia menjawab, “Oh, ibu mau melamar untuk anak ibu. Begini bu, saya tidak bisa memutuskan sendiri, apakah lamaran itu diterima atau tidak. Karena ini adalah masalah Negara maka saya akan panggil dan mengumpulkan semua menteri untuk memutuskan hal ini. Dan ibu sebaiknya pulang dulu dan barang seminggu sudah ada keputusan.”

Sesampainya di rumah, si anak bertanya “Bagaimana bu, beritanya?” “Oh tunggu seminggu lagi nak, karena raja tidak bisa memutuskan seorang diri maka raja akan panggil menteri-menterinya untuk membahas masalah ini.” Raja memanggil menteri-menteri dan memberitahukan bahwa anak si ibu yang bernama Fulana telah datang menemui raja dengan maksud ingin melamarkan si anak pada putri raja dan bagaimana caranya supaya lamaran di tolak, dengan tidak menyakiti hati ibunya.” “Ah itu mudah raja” jawab menteri. “Buat saja persyaratan yang berat kepadanya yang sekiranya tidak dapat dipenuhi.” “Nah apa itu?” kata raja. “Minta saja tujuh buah mutiara sebesar telur, pasti ia tidak akan bisa memenuhi dan karena itu persyaratan untuk mempersunting putri raja menjadi gagal.” “Wah pandai kau menteri. Aku setuju dengan caramu itu, nanti akan aku katakan pada ibu si anak itu jika ia datang ke sini untuk menanyakan keputusan raja.” Benar saja seminggu kemudian pintu raja terketuk dan terdengar “Assalamu’alaikum.” “Wa’alaikum salam”, pintu dibukakan dan si ibu pun dipersilakan masuk untuk menanyakan bagaimana kabar beritanya. “Begini, lamaran ibu diterima asalkan anak ibu menyiapkan tujuh butir mutiara sebesar telur lalu diserahkan pada raja. Itu persyaratannya.” jelas raja. “Kalau begitu saya beritahukan pada anak saya, sanggup atau tidak.” jawab ibu. “Oh ya, ya silakan.”

Si ibu pun pulang dari rumah raja, di pintu dia sudah disambut oleh anak itu sambil bertanya, ”Bagaimana kabarnya bu?” ”Aduh itu nak, tujuh turunan dari kakek sampai anak cucu, mencari duit untuk tidak dibuat makan, tatapi dibuat untuk membeli tujuh butir mutiara sebesar telur ayam itu tidak akan bisa terkumpul.” “Oh itu rupanya yang menjadi persyaratan diterimanya lamaran saya Bu?” “Betul nak, itu mana mungkin.” “Ah, Itu soal kecil, Bu!” tanggap anaknya. “Ha, soal kecil?” ibunya terheran. “Allah Ta’ala kan kaya bu” kata si anak, dan si ibu dibuat bingung mendengarnya. Si anak berkata, “Mutiara sebesar dan sebanyak itu hanya ada di Laut Cina Selatan.”

Diam-diam si anak keluar dengan membawa tempurung kelapa dan pergi ke Laut Cina Selatan. Dia kuras laut itu dengan batok kelapa (tempurung kelapa) sambil membaca: laa ilaaha illa Allah pada tiap kurasan, sehingga hampir habis air laut itu(secara gaib). Tiba-tiba geger penghuni-penghuni laut, berupa jin-jin penjaga laut itu dan mereka berteriak, “Stop…stop…! jangan kau teruskan nanti kering laut ini dan matilah anak buah kami. Sebenarnya apa yang engkau cari?” “Saya akan mencari tujuh butir mutiara sebesar telur ayam dan mutiara itu hanya ada di laut ini. Karena itu saya harus menguras dan mengeringkan laut ini.” begitu kata si murid wali itu dengan tegas.

Panglima jin penghuni laut itu berkata, “Kalau soal itu gampang, nanti saya akan memerintahkan anak buahku untuk mencari mutiara-mutiara itu dengan menyelami laut ini, dan tidak usah kau teruskan untuk menguras laut.” “Nah kalau kau sudah menjamin begitu, baiklah akan saya hentikan menguras laut ini.” Sesaat kemudian anak buah penghuni Laut Cina Selatan itu diperintahkan menyelam ke dasar laut sampai ditemukan ketujuh batu mutiara, lalu oleh penghulu jin mutiara itu disampaikan pada anak tadi dan ketujuh butir mutiara itu dibawa pulang oleh anak tadi.

Sesampainya di rumah, ibu menyapa “Sudah datang nak?” “Ya sudah datang dan ini tujuh buah mutiara yang diminta raja” kata anaknya. Oleh ibunya ketujuh butir mutiara itu di ambil dan ditimang-timang, dibalik-balik setengah tidak percaya. Lalu si anak menyeletuk, “Itu mutiara asli, bukan batu atau plastik bu!” meyakinkan pada ibunya. Sang ibu pun terdiam.

Esok harinya si ibu mengantarkan ketujuh butir mutiara itu kehadapan raja.” Assalamu’alaiku” “Wa’alaikum salam. Apa kabar bu?” “Kabar baik, dan ini tujuh butir mutiara yang raja minta dari anak saya, saya disuruh untuk mengantarkannya ke hadapan raja dan menyerahkannya.

Ketujuh butir mutiara itu pun diterima oleh raja, si raja terbelalak kedua matanya, terheran-heran hampir tidak percaya, seolah-olah dalam mimpi saja. Di balik-balik mutiara-mutiara itu, terheran melebihi kehendaknya. Raja terkagum diam. lalu si ibu berkata, “Tak usah khawatir raja, itu asli mutiara, bukan palsu, batu, atau plastik mainan, kata anak saya.” Raja pun terhentak dan akhirnya perkawinan pun dilaksanakan.

Single Post Navigation

130 thoughts on “Murid yang Tamat Berguru

Navigasi komentar

  1. om sufi, kalau kawin maharnya pakai gunung emas aja, kan lebih gede hehehe

  2. Memang benar Allah itu maha kaya, dan bersyukurlah bagi manusia2 yang selalu ingat karena Allah pun akan Ingat.

    Kenapa siy selalu melihat kedekatan dengan sang Rabb dengan Karomah atau kemampuan yang diatas manusia2 lain ?

    Ntar kalu berpijak di karomah lama2 ntar jadi Firaun deh.
    ini bisa, itu bisa semua yang dimauin selalu diijabah.
    Nauuzubillah min zalik.

    Semua perlu proses, semua perlu waktu, jadikan jalan menuju Allah sebagai pintu taubat, jangan berhenti di pintu2 yang hanya tipuan saja. kenali diri sendiri sampai lupa pada diri.

    • bukan karomah yang ingin di tekankan dalam cerita yang di posting Abang SM di atas…
      baca ulang dengan sekasama…
      buka hati..agar mendapat pelajaran…
      “tatap dengan kaca mata bening”

      salam penuh Cinta untuk semua PeCinta-NYA…

  3. Subhanallah…….
    Hampir Ku Lupa Cerita ini terima kasih Tlah mengingatkan Lagi…..

  4. Terima kasih guru….

  5. Selamat dan sukses, semoga jadi pasangan yang sakinah…. he he he….

  6. SAPIHITAM on said:

    Ass. WR.WB.
    Barang siapa berilmu maka kuatlah dia, maka dari itu jadilah orang yang berilmu.
    Sedangakan ilmu itu sendiri datangnya dari Guru. Baru benar
    maka dari itu carilah Guru yang Wali. Kalau Gurunya hebat rata-rata muridnypun hebat. iya nggak. iya nggak? kalau muridnya hebat gurunya pasti lebih hebat . itu baru mantap.
    Tenk You.
    Was.Wr.Wb.

  7. Maha GURU yang bijak…
    menyampaikan ilmu-NYA dengan cara yang bijak…
    praise D’LORD….
    long live D’KING

  8. allah selalu mengetahui apa yang ada dalam hati hambanya.

  9. cucu nurzaman on said:

    duka atuh…naha kasengsrem ku nu geulis…memang wajar. tapi ahli kalimat thoyibah, seharusnya yang ia pilih yang baik akhlaqnya. mungkin si putri cantik, tapi bagaimana akhlaqnya?mudahmudahan we hatena geulis…bagja temen mun bisa siga kitu.

  10. he he he, asyik juga ngikutin komentar2 yang ada di site ini, sebagian menafsirkan tulisan yang ada dengan kaca mata yang selau husnudhon sebagian lagi selalu su`u dhon walaupun tulisan tersebut tidak terlalu susah untuk di tafsirkan, manusia2 ingat kalu panjenengan2 itu sudah mengingkari apa yang ada dalam hati ato diri panjenengan hanya karena ndak cocok, gimana panjenengan bisa memanage diiri panjenengan sedangkan antara hati nurani (diri) panjenengan tidak sama dengan yang di ucapkan ??????

  11. SAPIHITAM on said:

    Buat mas bing

    Kenapa mas bing bicaranya begitu ???
    kalau hati nurani dan bicara ( Ucapan ) mas bing tak sama gimana cara menjalaninya hidup ini ??
    Lantas hati nurani mas bing sendiri saat menulis koment diatas apa kata hati mas bing????. sama ndak ??

    mas bing maaf….
    saya juga merasa asyik kok dengan komentar-komentar diatas. mas saya tanya karena ndak tahu loh mas jangan disalah artikan yah…

  12. weke..ke.ke.ke.. om sapi kuning eh HITAM ini gimana sih ? tulisan saya kan jelas dan simpel mudah di pahami juga, kok masih nanya.
    gini lo om, contoh kecil, semua orang tau bahwa yang namanya dongeng, cerita ato hikayat itu kan bisa di petik manfa`at ato hikmah cerita tersebut, (misalnya cerita nabi nuh dengan anak nya kan`an, manfaatnya jadi kita tau jangankan kita nak nabi pun bisa murtad, untuk itu kita harus sangat hati2 jangan sampai anak kita seperti kan`an)
    trus tulisan om sufi tu kan jelas gamblang, kok masih ada yang komentar kayak gini “koq dongeng dijadiin pelajaran ya??? memang aneh para sufi ini….” ini kan lucu apa dia ndak pernah dengar dongeng dari ibunya waktu kecil ??? wong anak kecil saja kalau nangis di dongengin trus bisa tidur, kok masih ada yang komentar kayak gitu ??? kan jelas2 itu berseberangan dengan hati nuraninya hanya cuman ndak cocok ato ber seberangan dengan om sufi, yakin dan pasti itu……. trus gimana orang seperti ini me manage diri nya??????

  13. BISMILLAHIRROCMANIRROCHIM
    ALHAMDULILLAH SUBHANNALLOH ASTAGFIRLLOH….
    @all
    jangan memandang….. Dongeng kok dibuat sebagai bahan pelajaran!!! berbicaralah dengan bijaksana saudaraku apapun cerita yang di ceritakan di atas adalah peljaran dan tergantung dari sisi mana anda memandang jangan menghina begitu khan juga nggak menghargai karya orang lain nich…

    “TARUHLAH SESUATU ITU PADA TEMPATNYA DAN PANDANGLAH SESUATU ITU MENURUT KEADAANYA”

    mungkin ini yach ungkapan yang pantas untuk menilai dari cerita diatas

  14. SAPIHITAM on said:

    manusia2 ingat kalu panjenengan2 itu sudah mengingkari apa yang ada dalam hati ato diri panjenengan hanya karena ndak cocok, gimana panjenengan bisa memanage diiri panjenengan sedangkan antara hati nurani (diri) panjenengan tidak sama dengan yang di ucapkan ??????

    Maaf mas bing … ini yang kuambil dari kalimat panjenengan diatas kok dan kutanggapi diatas pula, namun saya kira yang punya pertanyaan tentang hati nurani itu mas bing sendiri makanya sapi tanya sama mas bing. kalau toh ternyata hati dan ucapan mas bing sudah sesuai baru aku ndak tanya lagi.
    maaf mas bing maksude panjenengan mengomentari si daud yah …..???? makanya saya nanya. tak apakan? hehe
    gitu aja sewodz. Sorry.

    Kalau aku boleh “Coment” tanggapan Mr. Daud.
    mungkin saja yang dipelajari beda dengan yang di baca??
    dan mungkin lagi belajarnya mr. daud masih tentang mencangkul tanah dan menyambung karet dll. Sehingga ….

    • we….om sapi bisa aja …

    • orang seperti ini lo om yang perlu di waspadai, karena dia bisa mengatakan b walaupun dia tau yang sebenarnya itu a , demi kepantingan dirinya dan koleganya dia akan menempuh cara apapun untuk mendapatkan apa yang di inginkan, agama hanya di jadikan sibol sedang nafsu adalah segalanya… wallahu a`lam

  15. dongeng yg bagus,, mungkin bs di jadikan cermin?? ko ,dongeng nya krng lengkap???

  16. SAPIHITAM on said:

    Oooo Begichu yah mas bing…
    wah kalau begichu bingunglah aku ….
    Mungkin seperti si Anak kresna gitu..
    itu yang dari India banyak murid banyak amal, banyak padepokan. juga banyak maksiatnya banyak semuanyalah.
    Dia kabarnya juga Mursyid juga.

    Dus …
    Kenapa dia juga dibilang mursyid juga ??? padahal dia seorang yang suka mencabuli para murid dan pasiennya.
    Maaf bukanya saya bermaksud menyamakan apalagi membandingkan.
    Seandainya kala itu saya percaya begitu aja sama berita tentang mursyid anak Kresna yang dari india apakah aku sekarang ndak semakin streess Khayalan saya ternyata mursyid itu begitu Iya nggak??? mas bing??
    Maaf mas bing ini hanya intermezo kok..

    • maka dari itu perlu ada syarat dan kriteianya, la pean moco makalah nyang nduwur rak, opo cuman angger ngomong payah tenan pean iki wkwkw

  17. eh makalah sijine, syarat dan kriteria seorang mursyid, iki seng bodo aku po pean yo ?????? komentar nya di sini yang di bahas di lain tempat, eh tapi aku kan cuman ngejawab ,
    ancen payah tenan om sapi iki, mungkin nulise yo angger nulis ngono gak reti opo seng di bahas wkwkwkwkwk

  18. SAPIHITAM on said:

    Ass. wr. wb.
    Mas Bing pancen aku kali sing bodo, asal nulis maaf yah…
    njenengan Bilang

    bing, di/pada April 16, 2010 pada 3:06 am Dikatakan: r

    orang seperti ini lo om yang perlu di waspadai, karena dia bisa mengatakan b walaupun dia tau yang sebenarnya itu a , demi kepantingan dirinya dan koleganya dia akan menempuh cara apapun untuk mendapatkan apa yang di inginkan, agama hanya di jadikan simbol sedang nafsu adalah segalanya… wallahu a`lam

    Berarti mirip dong dengan Anak Kresna endak ???
    Walauoun si anak kresna yang dari india ini juga ada yang bilang Mursyid.

    Jadi mursyid disini bukan kreteria yang dibahas di Sufi Muda. tapi info mursyid yang di TV. Ok.
    Kita tetap membahas masalah “Murid yang tamat berguru”
    Cuman bicara kita berkembang masalah “Mr. Daud” dan mestinya jawaban b dijawab a. iya Ngak. demi kolega seperti tak kutib diatas.
    Ketepatan aja contoh yang kubuat adalah menyinggung masalah Anak Kresan India yang mengaku sebagai mursyid juga .. !!
    Bukan berarti aku mencampuradukkan antara Kreteria Mursyid Oleh Proff. Kadirun Yahya. dengan Murid yang Yamat Berguru. Maaf yah. kalau kalimat saya simpang siur.
    Maafin dong aku kan masih kecil.
    Oh Yah kalau boleh tahu pean nih kalau beribadah sehari semalam berapa kali… Ini hanya basa basi aja loh jangan emulsi. TKasih. wass.

    • ini hanya sekedar info, om sapi… bagi saya ibadah hanya sekedar mencari Ridlo Nya, walaupun ibadahku sunggul langit tapi ndak di ridloi Allah menurut saya adalah sia2, sebiji zarrohpun asal di ridloi Nya itu yang ku cari.

  19. SAPIHITAM on said:

    Ass. Wr. WB.
    T. Kasih yah mas bing atas infonya .. mudah-mudahan Allah meridhohi semua ibadah mas bing walaupun sebiji zarroh. ntar kalau mas bing udah dapat bagi yah…! infonya biar aku juga bisa ikut-ikutan cari.

    Wass.

  20. abi manyun on said:

    aku kok gak bisa menyimpulkan intisari dari cerita diatas, kira2 adakah yg bisa menympulkannya buat saya.
    terima kasih sebelumnya

  21. SAPIHITAM on said:

    ASS. Wr. Wb.

    abi manyun kalau sampean mencari kesimpulan ,,, tentu setiap pembaca punya kesimpulan sesuai kepribadiannya dan tentunya penulis mengharap sebuah tulisan itu punya tujuan positif.
    tinggal mas abi pilih antara yang baik Atau kurang baik.
    Silahkan baca lagi sehingga mas Abi bener-bener peran apa yang mas abi sukai itulah kesimpulan.
    jangan paksakan yang seharusnya mas abi tridak sukai OK.
    Tk. Wass.

  22. Assalamu’alaikum Warrohmatullohi Wabarokatuh

    Comment nya sangat asyik dan tak kalah dengan isi Cerita ini.

    Hayyooo….mau di lihat dari sudut Pandang yang mana cara menyelami kisah tersebut, itukan Santapan ruhani jadi biarkan orang lain mengsumsikannya secara masing-masing, jadi jangan ada yang di salahkan dan di benarkan secara ortodoksi. biarkan semua itu jadi Hikmah to…dan jangan saling menggunjing antara komentar yang lain dengan yang lainnya juga…..Hargailah Kebebasan Berpendapat…..Meskipun ada segelintir komentator yang tidak sepaham dengan isi cerita yang di kandung …yo wess kembalikan Semuanya Kepada Alloh SWT. Mau Dongeng atau Legenda atau apapun, yang tepenting Pesan yang ingin di sampaikan Oleh Sufi ini adalah mengingatkan akan Kebesaran Alloh SWT…jadi Insya Alloh kita Harus Bisa Kuat dengan tegar berHusnudzon……

    Perbedaan Pendapat Biarkanlah karena itu Rahmat DAri Alloh SWT. Oceh………hehehehe…Bravo Untuk Kalian semua Para Komentator…

  23. *FAQIR PENGEMBARA KSA on said:

    Buat tercinta Bang sm……….yang belum memahami….belum tamat berGuru….Dunia itu ada dikaki kita…..jangan taruh diatas kepalamu nanti klengeeeeeerrrr lho…….kayak Sang Raja……….ternyata yang lebih kaya dari sang Raja ====Alfaqir dihadapan ALLAH Swt. Salam Rindu buat Bang Sufimuda…From Fakir Penembara KSA….

  24. prabu13 (satu tiga) on said:

    maaf boleh ikutan nimbrung donk..!

    sebelumnya salam buat SUFIMUDA, moga sukses selalu.
    asyik juga tuh komentar-kemnatar tentang cerita Tamat berGuru…kalau ane lihat tuh intinya hanya iktibar buat kita bahwa segala yang mustahil dan ngak mungkin bagi manusia, akan sangat mungkin terjadi dihadap Allah SWT.
    “jadikan dirimu berserta dengan Tuhan, jika tidak bisa jadikanlah dirimu berserta dengan orang yang berserta dengan Tuhan” ini pesan kedua yang bisa sy petik dari cerita tersebut.
    Salam kenal buat Bang Sufimuda…from Prabu13 (satu tiga)

  25. Salam untuk semua

  26. hosbond on said:

    Lain kali lok ada yg minta emas sebesar batu, itu bukan dongeng lho sebab di Jakarta kan ada Emas yg dimaksud ( tugu Monas) tinggal ambil aja.

    ** Hal-hal yg mengandung kiasan emang sulit untuk menebak maksud yg terkandung didalamnya

    **Yang mengerti hanyalah para penulisnya yg membuat kiasan tersebut

    ** Kenapa harus berdebat

  27. Andi Suradiano on said:

    Subhanallah, Allah Maha besar.

  28. belum mengerti ko bisa ya dapatin tujuh mutiara di laut cina selatan..maksudnya apa ada yang bisa menjelaskan dengan rinci..????

    thk…

    • SAPINITAM on said:

      Ass. Wr. Wb.

      Maksud kisah diatas menurut pendapat saya nih…..
      Seorang Murid tersebut Tamat berguru artinya ilmu yang diberikan Guru sudah dia mengerti bahkan dia sudah memiliki ilmu seperti ilmu gurunya. Dan ketepatan Guru itu Guru yang pilih tanding dalam hal Ketahukitannya.
      Coba baca lagi artikelnya saat dia menguras dan mengayunkan tempurung dia sambil mengucapkan kalimah laa ilaaha illa Allah dan saat dia baca kalimah Allah tersebut. dia selalu ingat akan pesan gurunya. karena murid ini anak yang patuh dan lugu apapun yang diberikan guru tak pernah berfikir panjang langsung dilaksanakan. Karena saat menguras lautan tersebut sambil mengucapkan kalimah laa ilaaha illa Allah. Takutlah penunggu laut selatan tersebut karena yang dia ucapkan kalimatnya Allah. dan kalimah itu datang dari guru yang memang sebelumnya penunggu laut tersebut sudah takut sama Guru murid tersebut.
      nah……. Murid tersebut masih berbau Guru. Jadi penunggu laut tersebut semata-mata bukan takut kehabisan air laut tapi ndak tahan kalau -kalau air laut tersebut habis kebetulan karena dia juga bersama yang puny air. apapun yang dia inginkan akan terlaksana karena Ijin Allah. Siapa saja asal bisa bersamaNya akan pasti bisa terlaksana apa yng di inginkan jangankan urusan Gadis raja dan Mutiara. Surgapun dapat.
      Sekain kalau masih belum jelas……..yah………
      Wass.

  29. *FAQIR PENGEMBARA KSA on said:

    S@lam Bang Sufi……………..
    Ingat Kisah Nabi Musa & Nabi Khidir……..
    “Pertanyaan yang perlu Jawaban & Jawaban yang tidak perlu dipertanyakaan”
    salam buat KangBoed……….From Fakir Pengembara KSA………….
    Salam dan Rindu untuk Bang Sufimuda………….gimana kabarnya Sufigila…….Aku menantikan Goresan2mu.

  30. Salam SAPIHITAM.

    Ayooooo…..masuk suluk lagi. Bila dibaca komentarnya seperti bernafsu kayaknya..Sufi itu nggak punya rasa ‘panas’ pada makhluk cuman rasa bernafsu pada RABB saja.. Orang sufi yang sudah tinggi pelajarannya sangat2 mengenali kita yang masih hijau dalam mengamalkan tasawwuf. Dari tutur kata kita sahaja boleh diketahui dimana level kita.. Jadi diam itu khan lebih elok dari sengaja membunyikan bunyikan tong kosong…kok nyaring sekali bunyinya..bingit siapa yang mendengarnya..

    salam damai selalu..

  31. SAPINITAM on said:

    Asslamualaikum.
    Salam kembali buat Mas Green,

    Sebenarnya tak ada yang bernafsu apalagi “panas”
    Kesahajaan seseorang menunjukkan keluguan itu sendiri. Bicara level memang itu benar adanya, Namun Rasullullah tidak pernah membedakan derajat manusia level tinggi atau rendah…. yang diukur ibadah dan keiklasannya, Banyak yang senior malah terjerumus dalam Nista, bahkan merasa dirinya lebih punya level akhirnya dia akan dilempar Allah atas ibadahnya sendiri.
    Maaf ini semua hanya sekedar komentar kok jangan dilebihkan. Dan tolong buat mas Green yang sudah senior bila ada yang kasar -kasar ingatkan !!!! biar enak kita baca dan kita dengar. hahaha. intermezo loh. maaf
    Wassalam.

  32. iwanblo'on on said:

    Salam, boleh nimbrung ni? Saya anak domba yg kesasar.. Mo nanya nich kalo jalan yg diridho’i ke Allah yg mana ya?? I’m dead serious, this is NOT kiddin’! Soalnya, sy prnh nyasar msk sebuah tarekat, tp kok yg digedein tuh tu guru kok jadi di’kultus’kan. Guru itu adalah ‘sega.lanya.’ bhkn melebihi penghormatan qt kpd Nabi SAW.

  33. cerita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Banyak kisah yang ada pada Al-qur’an dan kisah-kisah para sahabat nabi yang ada pada kitab shiroh nabawiyah tulisan para ulama ahlussunah yang jauh lebih baik , ilmiyah dan bisa dipertanggung jawabkan. Para sufi memang akrab dengan kisah-kisah khurofat atau dongeng-dongeng bohong belaka. Ini peringatan bagi kaum muslimin untuk berhati-hati dari perbuatan ini.

  34. untuk sobat iwanblo’on disini bukan tempat untuk bertanya karena ini arena penyesatan umat. masih banyak ustad ahlussunah yang bisa menjadi tempat bertanya. Alloh SWT berfirman : Fas alu ahladzikri ingkuntum laa ta’lamuun ( S. An-Nahl : 44), maka bertanyalah kalian kepada ahlul dzikri (orang yang berilmu tentang syari’at agama) jika kalian tidak mengetahuinya. Berhati-hati dari salah dalam memilih tempat dan tempat belajar agar kita selamat dunia dan akhirot. Semoga Alloh SWT memberi petunjuk kepada Saudara, Saya dan pengelola blog ini serta kaum muslimin lainnya dari kesesatan. Amin.

  35. iwanblo'on on said:

    terima kasih atas penjelasan abang Abu Holid yg gamblang dan tegas ini (dan sy ingin tahu email alamat abang utk pertanyaan2 privacy, bolehkah?). Saya tadinya memang serba ragu2..mudah2an si anak domba yg blo’on ini tidak terus blo’on tersesat kesana-kemari, sudah ada yg menggiringnya menuju jalan yg lurus, yg diridhoi ALLAH SWT.

  36. Maaf sebelumnya, Saya bukan ust. Atau kyai tp hamba Alloh yang cinta kebenaran. Kalau saudara ikhlas dan cinta kebenaran seperti saya maka baiklah. Ini email saya, salafi.Abukholid@g.mail.com

Navigasi komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: