Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Aku Kembali Lagi…

Sudah lama saya tidak menulis disini, kawan-kawan bilang Sufi Muda sudah terlalu sibuk urusan dunia sehingga melupakan urusan akhirat. Sebenarnya bukan karena sibuk tapi memang belum ada ide untuk menulis. Biasanya saya menulis kalau ada “gerak” dari-Nya dan selama ini memang getaran itu belum ada. Saya menulis dengan tujuan bukan hanya orang lain bisa memahami tasawuf dan mengerti tentang Tarekat akan tetapi juga bisa merasakan getaran Tuhan disetiap tulisan yang saya posting disini. Blog ini harapan saya pribadi menjadi media untuk menyampaikan Tasawuf Amali yaitu Tasawuf yang di amalkan dengan bimbingan seorang Guru Mursyid kamil mukamil sehingga kita tidak lagi berbicara tentang definisi dan makna setiap kata tapi berbagi pengalaman hal-hal yang berhubungan dengan spiritual. Orang yang mempunyai pembimbing spiritual (Mursyid) walaupun tidak  pernah membaca buku Tasawuf secara otomatis akan paham dengan Tasawuf karena Sang Guru setiap saat baik secara Zahir maupun rohani akan membimbing sang murid untuk merasakan alam rohani namun sebaliknya orang yang hanya membaca buku tidak akan bisa merasakan apa-apa.

Banyak orang yang belajar tasawuf  hanya dengan membaca dan sudah merasa menjadi seorang Sufi atau mempraktekkan hasil bacaan tanpa bimbingan seorang Guru Mursyid merasa sudah menjadi Sufi. Berguru kepada Ulama yang bukan Mursyid juga akan mengalami hal yang sama dengan membaca buku tanpa Guru.

Tentang hal ini Abu Ali ats Tsaqafi berkata, “ Seandainya seseorang mempelajari semua jenis ilmu dan berguru kepada banyak ulama, maka dia tidak akan sampai ke tingkat para sufi kecuali dengan melakukan latihan-latihan spiritual bersama seorang Syekh yang memiliki akhlak yang luhur dan dapat memberinya nasehat-nasehat. Dan barangsiapa yang tidak mengambil akhlaknya dari seorang Syekh yang memerintah dan melarangnya, serta memperlihatkan cacat dalam amalnya dan penyakit-penyakit jiwanya, maka dia tidak boleh diikuti dalam memperbaiki muamalah”.

Saya jadi ingat beberapa hari yang lalu dua orang Mahasiswa Pasca Sarjana IAIN yang kebetulan duduk dibelakang saya di warung kopi berdiskusi tentang tasawuf. Setelah lama berdiskusi keduanya mengambil kesimpulan bahwa tasawuf itu hanyalah cara ulama beribadah sama dengan mazhab yang ada, jadi bisa diikuti bisa juga tidak. Saya jadi tersenyum sendiri, syukur sekali Allah Yang Maha Perkasa memperkenalkan kepada saya seorang Guru Mursyid yang sangat luar biasa sehingga saya tidak mengambil kesempulan sendiri dalam mengerjakan berbagai hal.

Saya menutup tulisan singkat ini dengan  memohon maaf kepada semuanya, saudara-saudaraku seperjalanan, saudara-saudaraku yang haus akan kasih-Nya yang selama ini komentarnya tidak saya tanggapi, emailnya tidak dibalas dan sebagainya, mudah2an nanti saya Tuhan memberikan kesempatan banyak untuk kita semua saling berdiskusi tentang banyak hal.

Mari kita lanjutkan pengembaraan kita di alam Tuhan, teruslah kita berzikir kepada-Nya, mengabdi kepada-Nya dan semoga Zat Yang Maha Tinggi berkenan membimbing kita kepada jalan-Nya yang Lurus dan Benar. Amin Ya Rabbal ‘Alamin

Single Post Navigation

39 thoughts on “Aku Kembali Lagi…

  1. setelah lama ditunggugu-tunggu…
    akhirnya….

  2. abahselatan on said:

    Seperti baru sekejap sahaja Sufimuda menulis dan berbagi ilmu, karena Blog Sufimuda terus banyak pembaca dan pengunjungnya… 🙂

  3. Duh senangnya kami, akhirnya kembali lagi. Semoga berkah…..

  4. ajak-ajak on said:

    welcome home yaa ahlul bait. Ijinkan kami selalu memperdalam khazanah kemuliaan dan keutamaan tasawuf kami.

  5. ehem….idem yang face book om……

  6. welcome back Sir!!! Ditunggu tulisan selanjutnya.

  7. Selamat datang kembali saudara kami..

  8. Teruterubozu_298 on said:

    Finally setelah sekian lama “tiada rasa” then, blog ini kembali “memanggil”

    \\(^o^)//

  9. Dinda Arlina on said:

    Salam Mas…..

    Sharpen the saw ya kemarin…….supaya mantab lagi karyanya…:D

  10. janoko kobong on said:

    gabung donk.

  11. pengabdi on said:

    Salam Sufimuda..
    Akhirnya……… terubat rasa rindu.. Semoga Sufimuda maju terus dalam berkarya.

  12. mutiara on said:

    Salam Sufimuda..

    Akhirnya……… terubat rasa rindu.. Semoga Sufimuda maju terus dalam berkarya.

  13. suisman on said:

    Rindu dan kangenku buat YM buya

  14. akhirnya guru kembali lagi

  15. Samsul Hadi on said:

    Semoga tidak ada kendala dalam berkarya.

  16. quantumillahi on said:

    Mantab Bang sukses ya

  17. Assalamu’alaikum Warrohmatullohi Wa Barokatuh…

    Laisa Kamislihi

    Insya Alloh…dengan adanya Sufi Muda ini akan menjadi Mediator penghubung Rasa Ketauhidan Kita Kepada Alloh SWT…Jadi disini Jelas Bahwa Isi Tassowuf itu adalah sebagai Pilar atau Pijakan untuk Meneruskan Perjalanan (Toriqoth) agar Sampai Kepada SAtu Tujuan dan Tujuan yang Sangat Satu serta Absolut sekali Tujuan Satu yaitu Mengesakan Alloh SWT baik dalam Ruang Lingkup diri Kita, Akal Kita, dan Hati Kita dll. Tassowuf itu adalah Ilmu yang berkenaan dengan Tadzkiyatunnafs (Pembersihan Jiwa / Ruh), tassowuf disini di Jalankan atas Asas-asas Syari’at dan Akidah yang lurus Kepada Baginda Rosululloh SAW. dan Wujud perran tassowuf ini tidak terlepas dari Gerak Torekat yang mempunyai Guru Yang Sudah Mursyid dan Mukhosyafah serta Sudah mempunyai kekuatan dasar Hukum Syari’at, Hakekat, Torekat dan Makrifat.

    Dan perlu di ketahui bahwasanya PEran Penting atau Tujuan dari adanya Sufi Muda ini untuk menyatukan RAsa yang satu yaitu Rasa Kepada Alloh SWT. dan selama ini Tassowuf itu tidak di perdebatkan kebenaran dan keshohihannya dengan jalan Akal, karena Jelas…Disiplin Ilmu Agam selain dari Mencari Tauhid itu tidak di Taklid dengan ilmu apapun, karena ini berkaitan dengan rasa. Akan tetapi Dasar Pijakan ini tentunya harus di landasi dengan Tuntutan Syari’at dan Akidah Rosululloh SWT.

    Senang tentunya kalau saya di perkenankan menjadi bagian dari Pengelola Situs atau Media atau Forum dari Sufi Muda ini…selain menambah Wawasan, Ukhuwah Silaturrahmi dan untuk menyampaikan tambahan-tambahan yang berdedikasi untuk menyelamatkan diri pribadi dari asumsi-asumsi Kotor, seperti Aliran Wahabi, Al Qodariyah, Mu’tadzilah dan aliran sesat lainnya.

  18. *FAQIR PENGEMBARA KSA on said:

    @Salam Rindu buat Bang Sufimuda.Kebersamaan membuat Kita menyatu……..!Bila kita jujur pada diri kita sendiri……kita akan sering tersenyum…..mengamati komentator2 di blog Sufimuda…..ibarat ….Sang Pelatih Renang yng sering sekali menyelami Keindahan kedalaman Samudra Ilahi Dan kini mengamati…………..dan kelak kita akan berpisah dgn orang2 yang kita cintai……..Salam rindu damai buat yang kita cintai Bang Sufimuda….From Fakir pengembara KSA.

  19. Salam untuk Faqir Pengembara dan semua saudara2ku disini.
    Mari kita lanjutkan pengembaraan kita menuju kehadirat-Nya. Tidak mungkin menyatukan ribuan jalan pikiran manusia kecuali disatukan oleh Nur-Nya. Berbeda tapi tetap bersatu itulah yang kita harapkan.
    salam damai selalu

    • Assalmu’alaikum
      slam kenal dari saya Panjul, saya sangat senang sekali membaca artikel2 dario Saudar, mudah2ah kita semua bisa bermujakarah untuk mencari kebenaran

    • ferry ASWAJA on said:

      Assalamu’alaikum maaf sy baru posting, maaf ana fakir, saya pendatang baru , ana ingin kenal dgn sufi muda, ana ingin m’dapat pencerahan yg lebih mendalam?????

  20. mamo cemani gombong on said:

    good……….good…………good………..alhamdulillah . masih bisa ktmu bang sufi muda .

  21. artikel2 yang sangat2 menarik…
    semoga saya bisa terus mengunjungi blog ini agar dapat belajar tentang islam dario para sufi2 disini…

    thk…

  22. Badui Dalam on said:

    Hore…..guru sudah kembali ! senangnya hati ini

  23. Wah..rame jg kaum sufi diblog ini. Ada yang tau ngga dimana Alloh? Tolong dijawab.

  24. Wah..rame jg kaum sufi diblog ini. Ada yang tau ngga dimana Alloh? Tolong dijawab.

    • panjul on said:

      jika dikata dimana..? maka Allah itu ada disuatu tempat, Allah itu tidak bertempat dia Allah melipuri sekalian tempat.
      Yang benar Allah itu Mana (berarti)yg ditanya Wujudnya.

  25. hudman.kincai on said:

    ASSALA MUALAIKUM WRWB

    Supi muda, terus terang saya senanag melihat urayan kata dari anda, saya selaku awwam dalam tasauf ini, saya hendak bertanya ke Sufi muda,

    sejauh perjalanan saya, saya telah menumui beberapa ahli tauhid, yg mana mereka adalah orang yg dianggap tuan guru oleh kaum mereka,
    mengutif dari pembicaraan Sufi Muda diatas:

    “Berguru kepada Ulama yang bukan Mursyid juga akan mengalami hal yang sama dengan membaca buku tanpa Guru.”

    bagai mana kita mengetahui, mereka mursyid atau tidak, terus terang ada dua guru saya yg saya sangat berpegang pada apa yg di ajarkan kepada saya,

    saya orang yg tidak mau mengukur mursyid seseorang dengan kesaktian atau karomah,

    melihat kutifan saudara sufi muda, saya jadi ingat, kata imam Algazali dalam bukunya IHYAH ULUMIDDIN “Berguru kepada kitab sama dengan berguru kepada orang mati”

    nah Pertanyaan saya, Bagai mana sufi muda mengenali seseorang itu adalah Guru mursyid ????

    terima kasih sufi muda ,

  26. guru mursyid itu adalah tidak pernah membedakan seseorang, tidak malu untuk belajar,tidak pernah menyalahkan / menuduh orang lain

  27. Ass wrwb, salam kenal tuan sufi muda
    saya senang dengan tulisan2 tuan

    ygfakhirsedangbelajar
    wassalam

  28. Dukun Pijat on said:

    Aku Kembali Lagi……….!

  29. Baitullah,akhirnya kutemukan jg.Dia dicari tdk akan ketemu.diikuti pasti ketemu.tentunya mengukuti yg diajarkan dan yg dibimbing oleh guru yg mursyd yg kamil mukamil.bila uda tau rahasia ilahi kt hanya bisa.O…gitu ya isi firman2 alquran itu ya”.AKU SEDEKAT URAT LEHER” iya emang btl.AKU ADA DIMANAPUN ENGKAU BRADA” betul lg.AKU BERADA DIhati org2 mukmin yg hatinya tenang dan kalm”btl 3x.jd gak jau dong nyarinya.klo yg tau rahasianya.konon ktnya klo mau ketemuNYA sesudah mati.tp muhamad rosulullahu berjumpa smasa hidup.BETUL nggak.jika mematikan sesaat dunia ini dan mengikuti spt yg diajarkan rosul pasti jawabanya AlLAH.rumus awalnya benar pasti hasil benar.rumus awalnya benar tengah2nya salah masi bs dibenarkan.nah yg ini ni udah rmus awalnya salah akhirnya salah,ngeyel lg,sok nyalahi org lg,sok udah islam lg.sok mengkafirkan lg.mn…ampun tuhan.pdhl itu hak mu Tuhan

  30. muhamad akbar on said:

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    salam kenal semua, dan salam hormat buat sufi muda saya salut dan kagum atas tulisan-tulisan sufi muda. semoga selalu dapat ilham agar dapat menulis kembali tulisan2 yang berhubungan dengan ke-Tuhanan.
    aminn. wassalam..

  31. Mohon bapak memberikan alamat & nama mursyid bapak , saya ingin bergabung, terimakasih, wassml

  32. dgn nama ALLAH, segala puji bagi ALLAH SWT, shalawat dan salam smoga slalu kpd Rasul ALLAH Muhammad SAW.
    assalamu’alaikum wahai Sufi Muda, saya senang bertemu tulisan anda namun sy penasaran dng satu pertanyaan apakah dgn membaca tulisan atau berbalas imal saja tdk bisa sy mendapatkan guru mursyid, lalu bgm dgn tulisan dlm buku2 tentang amalan untuk bs mendekatkan diri kpd ALLAH SWT itu, jika dianggap sia2, tidak syahkah apabila pembaca menganggap pengarangnya sbg guru? terima kasih sebelumnya, mohon maaf jika tidak berkenan. assalamu”alaikum

  33. Ya muda jadi sufi, kalau tua jadi sufi senior beneran

  34. Ruslianto on said:

    Saya membenarkan apa yg ditulis SufiMuda diatas,… bahwa bukan hanya sekedar menulis ttg tasawuf dan tarekat, tapi bisa merasakan getaran Illahi dalam tulisan, hal ini sesuai dengan pendapat bahwa bukan Nabi dan Rasul saja yg dapat menerima “wahyu”,….Manusia biasa dan Alam bahkan sekumpulan Lebah-pun dapat menerima Wahyu. Lihat QS Suraah Fushilat 12 :
    Dan kami ilhamkan kepada ibu Musa; Susuilah dan apabila kamu khawatir terhadapnya Maka jatuhkanlah dia kesungai (Nil) dan janganlah kamu khawatir dan janganlah (pula) bersedih hati, karena sesungguhnya kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya (salah seeorang) dari para rasul.
    ……….jelas bukan ? bahwa bahwa ibu Musa bukan seorang Nabi maupun Rasul tapi Allah SWT memberikannya Ilham/Wahyu…………Maju dan Jalan terus Shohibku Sufi Muda.

  35. belajar ilmu Tasawuf tnp guru sama halnya menadah hujan dgn dua tangan.

  36. Bknkah guru sejati hanyalah sebagin dr ilmu-NYA jg? Lantas mengapa msh perlu guru manusia? Bkn pembuat manusia itu sendiri? Dan bknkah al-quran dan hadis jg sdh bnyk tafsirnya lantas mengapa perlu tafsir selain berpegang pd al-quran dan hadis?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: