Tasauf

Pendapat Imam Al Ghazali Tentang Pentingnya Mursyid

Bergabung dengan kalangan sufi adalah fardhu ‘ain. Sebab tidak seorangpun terbebas dari aib dan kesalahan kecuali para Nabi. (Imam Al-Ghazali)

 

Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al Ghazali ath-Thusi asy-Syafi’I dikenal dengan nama Imam al Ghazali lahir tahun 450 H/1058 M di propinsi Khurasan Irak. Beliau mempunyai daya ingat yang kuat dan bijak dalam berhujjah sehingga digelar sebagai hujjatul Islam. Diantara banyak karya tasawuf yang beliau karang yang sangat terkenal sampai sekarang adalah Ihya Ulumuddin (Kebangkitan ilmu-ilmu Agama).

Imam al Gahazali pada mulanya bukanlah pengamal tasawuf bahkan beliau tidak begitu mempercayai penomena-penomena kekeramatan yang di alami oleh orang-orang shaleh sampai Allah memberikan petunjuk kepada beliau sebagai mana yang beliau ceritakan berikut yang kami kutip dari buku Abdul Qadir Isa, Hakikat Tasawuf :

Pada awalnya aku adalah orang mengingkari kondisi spiritual orang-orang shaleh dan derajat-derajat yang dicapai oleh para ahli makrifat. Hal ini terus berlanjut sampai akhirnya aku bergaul dengan Mursyid-ku, Yusuf an Nasaj. Dia terus mendorongku untuk melakukan mujahadah, hingga akhirnya aku memperoleh karunia-karunia ilahiyah. Aku dapat melihat Allah dalam mimpi. Dia berkata kepadaku, “wahai Abu Hamid, tinggalkanlah segala kesibukanmu. Bergaullah dengan orang-orang yang telah Aku jadikan tempat untuk pandangan-Ku di bumi-Ku. Mereka adalah orang-orang yang menggadaikan dunia dan akhirat karena mencintai Aku.” Aku berkata, “Demi kemulyaan-Mu, aku tidak akan melakukannya kecuali Engkau membuatku dapat merasakan sejuknya berbaik sangka kepada mereka.” Allah berfirman, “Sungguh Aku telah melakukannya. Yang memutuskan hubungan antara engkau dan mereka adalah kesibukanmu mencintai dunia. Maka keluarlah dari kesibukanmu mencintai dunia dengan suka rela sebelum engkau keluar dari dunia dengan penuh kehinaan. Aku telah melimpahkan kepadamu cahaya-cahaya dari sisi-Ku Yang Maha Suci.” Aku bangun dengan penuh gembira. Lalu aku mendatangi Syekh-ku, Yusuf an Nasaj, dan menceritakan tentang mimpiku itu. Dia tersenyum sambil berkata, “Wahai Abu Hamid, itu hanyalah lembaran-lembaran yang pernah kami peroleh di fase awal perjalanan kami. Jika engkau tetap bergaul denganku, maka matahati mu akan semakin tajam.”

Pengalaman Imam Al Ghazali berjumpa dengan Allah dalam mimpi atas bimbingan Guru Mursyidnya menyebabkan beliau sangat yakin dengan ilmu tasawuf yang selama ini tidak menjadi perhatiannya. Pengalaman yang tidak pernah Beliau alami sebelumnya walaupun telah hapal Al Qur’an, ribuan hadist dan berbagai karya ulama-ulama besar. Dan dari keterangan Guru Mursyid beliau ternyata perjumpaa dengan Allah dalam mimpi yang dialami oleh Imam Al Ghazali itu hanyalah fase awal dari perjalanan rohani. Tentu saja pengalaman-pengalaman spiritual yang dialami oleh Imam al Ghazali bisa juga dialami oleh orang lain asal memenuhi rukun dan syaratnya.

Imam al Ghazali berpendapat bahwa sangat penting bagi seseorang yang menempuh perjalan rohani mempunyai seorang Guru Mursyid yang membimbing agar tidak tersesat sebagaimana yang beliau kemukakan :

“Di antara hal yang wajib bagi para salik yang menempuh jalan kebenaran adalah bahwa dia haru mempunyai seorang Mursyid dan pendidikan spiritual yang dapat memberinya petunjuk dalam perjalanannya, serta melenyapkan akhlak yang tercela. Yang dimaksud pendidikan di sini, hendaknya seorang pendidik spiritual menjadi seperti petani yang merawat tanamannya. Setiap kali melihat batu atau tumbuhan yang membahayakan tanamannya, maka dia langsung mencabut dan membuangnya. Dia juga selalu menyirami tanamannya agar dapat tumbuh dengan baik dan terawat, sehingga menjadi lebih baik dari tanaman lainnya. Apabila engkau telah mengetahui bahwa tanaman membutuhkan perawat, maka engkau akan mengetahui bahwa seorang salik harus mempunyai seorang mursyid. Sebab Allah mengutus para Rasul kepada umat manusia untuk membimbing mereka ke jalan lurus. Dan sebelum Rasulullah SAW`wafat, Beliau telah menetapkan para Khalifah sebagai wakil Beliau untuk menunjukkan manusia ke jalan Allah. Begitulah seterusnya, sampai hari kiamat. Oleh karena itu, seorang salik mutlak membutuhkan seorang Mursyid.”

Menurut Imam al Gahazali, pada umumnya manusia tidak bisa melihat penyakit-penyakit jiwa mereka sendiri kecuali orang-orang yang telah terbuka hijabnya dan telah tercerahkan lewat bimbingan Mursyid. Seseorang hanya dapat melihat korotan saudaranya tapi dia tidak bisa melihat kotorannya sendiri. Seorang Mursyid atas karunia Allah mengetahui penyakit-penyakit hati manusia. Oleh karenanya kata Imam Al Ghazali apabila menusia ingin mengetahui penyakit-penyakit jiwanya hendaknya dia duduk dihadapan Mursyid yang mengetahui penyakit-penyakit jiwa  dan menyingkap aib-aib yang tersembunyi. Dia harus mengendalikan hawa nafsunya dan mengikuti petunjuk Mursyidnya itu dalam melakukan mujahadah. Inilah sikap seorang murid terhadap mursyidnya atau sikap seorang pelajar terhadap gurunya. Dengan demikian, Mursyid atau gurunya akan dapat mengenalkannya tentang penyakit penyakit yang ada dalam jiwanya dan cara mengobatinya.

Zaman sekarang orang menyibukkan diri dengan mempelajari ilmu-ilmu yang tidak berhubungan dengan dirinya sendiri dan melupakan tentang ilmu mengenal diri. Tasawuf adalah ilmu untuk penyucian hati dan ilmu untuk mengenal diri agar bisa mengenal Tuhan. Tasawuf bukan sekedar ilmu yang dibaca dan dihapal lalu dipraktekkan menurut selera masing-masing. Tasawuf pada intinya adalah ilmu kerohanian yang membutuhkan seorang Master yang ahli untuk membimbing manusia kepada Tuhan. Dialah Mursyid yang bukan hanya mengatakan bahwa Allah itu Esa dengan segala sifat-sifat-Nya tapi juga bisa mengantarkan muridnya langsung bertemu dengan Allah sebagaimana pengalaman Imam Al Ghazali diantarkan kehadirat Allah oleh Guru Mursyidnya.

Saya selalu bersyukur kehadirat Allah SWT atas karunia-Nya yang tidak terhingga dengan diperkenalkan saya dengan salah seorang Auliya-Nya. Beliau lah yang membimbing saya kehadirat Allah SWT menemukan cahaya dalam kegelapan hati. Tanpa Mursyid, sungguh saya hanyalah seorang hamba baca yang merasa tahu tanpa bisa merasakan apa-apa.

Semoga Allah Yang Maha Rahman dan Maha Rahim akan selalu mengekalkan kita dalam karunia-Nya bersama dengan kekasih-Nya di muka bumi, memberikan kesempatan untuk terus menyaksikan keindahan wajah-Nya, mengizinkan kita untuk terus mendengar firman-Nya yang Maha Menggetarkan. Semoga!

 

 

208 Comments

  • Komachi

    Alhamdulillah….syukur tiada terkira kehadiratNya karena Beliau telah membukakan hijab bagi hambamu yg hina dina ini sehingga dapat berjumpa dengan Guru Mursyid yg Kamil Mukamil….
    Tuhan…tetapkanlah hatiku agar bisa terus berada di jalanMu yg lurus….Amin…
    Terima kasih yg tak terhingga juga kpd Abangda SufiMuda….
    U r dbest lah 🙂

  • Sejuk

    Bang Sufi Muda,
    Apakah Mursyid itu hanya satu dalam satu Zaman, ataukah banyak dan tersebar di berbagai tempat? Mohon pencerahannya… Salam damai

  • sufi baru

    penting lah kiranya bahwa dalam upaya untuk mencari sang Hakikat agar selalu di dampingi oleh guru Mursyid agar tidak salah jalan…
    Allah memberikan petunjuk kepada kita agar untuk bisa “sampai” padaNYA hendaklah mengikuti orang yang telah kembali /sampai padaNya….

    ( ikutilah jalan orang yang telah kembali kepadaku….Q:S al lukman 17 )..

    ibarat nabi muhammad yang dalam berhubungan dengan tuhan selalu di dampingi oleh jibril AS sebagai pembimbingnya,demikian juga dengan nabi Musa AS yang selalu di bimbing oleh nabi Khidir AS.

    maka kita pada jaman ini hendaklah memiliki pembimbing rohani juga untuk bisa “sampai ” padaNya..yaitu Guru Mursyid yang kamil mukamil…

    karena apabila kita tidak memiliki pembimbing rohani (syech) maka SETAN lah yang akan menuntun kita,,seperti yang disampaikan oleh syech YAZID AL BUSTAMi
    (barang siapa yang tidak memiliki SYECH selama hidupnya maka SETAN lah Syechnya)

    Demikian lah semoga ada gunanya..amin
    salam buat abangda SUFI MUDA….

  • Sejuk

    @Sufi baru,
    Mas mo nanya adakah pernah disebutkan dalam sejarah sejak usia berapa Muhammad Bin Abdulah menjadi murid Jibril AS, jika ada seperti apa bentuk pengajaran atau ibadah yg diajarkan kepada beliau… dan apakah beliau murid tunggal atau banyak saudara seperguannya? Maaf kalau pertanyaan saya agak nyeleneh. Salam damai…

  • quantumillahi

    Alhamdulillah Bang Sufimuda menambah literatur saya dalam belajar zikir2 untuk menguatkan dasar teori teknik tali wasilah.
    Terima kasih buanyak yang bang sufimuda.
    Mhn ijin tulisan abang ditulis di Quantum Illahi.
    Sukses ya bang.

    Sufi Muda :

    Terimakasih Quantum Ilahi atas kunjungannya, silahkan

  • sufi baru

    @sejuk

    sebuah nama yang indah….

    Muhammad bin Abdullah sejak usia 6 tahun sudah mulai di bimbing oleh Jibril. mulai dia di baiat dan di ‘belah dadanya” sampai membimbing untuk mentalqinkan kalimat tauhid (zikir) di gua hira’ selama 15 tahun lebih sampai dia diangkat menjadi nabi dan kemudian pangkatnya naik lagi menjadi Rasul dan sampai detik menjelang ajal pun Jibril tetap ada di samping beliau….

    jibril hanya memberika tuntunan kepada nabi muhammad seorang diri saja karena memang dia ditugaskan ole ALLAH untuk menyampaikan wahyu Atau memberi pegajaran kepada nabi muhammad saja..

    itulah metode bertuhan yang diajarkan oleh Jibril AS kepada
    nabi muhammad..dan dalam Alquran dikatakan sebagai WASILAH ( al amaidah : 35 )

    dan itupun yang harus kita lakukan dan contoh lewat guru Mursyid tadi…

    wassalam.

  • salik

    mo tanya ni mas sufi muda,
    jika memang mursyid, tentulah dia bisa mengetahui kondisi spiritualitas kita.
    sekarang permasalahannya kita yang awam ini, bagaimana bisa mengetahui kalau seseorang itu benar-benar mursyid.
    masalahnya sekarang ini banyak orang-orang yang mengklaim dirinya telah mendapat pencerahan dari Allah Swt dan sudah bisa menjadi mursyid.

    Terima kasih sebelumnya.

    maju terus sufi muda !!

  • SufiMuda

    @Salik
    Begitu sulitnya mencari seorang Mursyid yang Kamil Mukamil yang benar-benar memenuhi kriteria dan syarat seorang Mursyid maka Imam Al Ghazali pernah berkata :

    “Mencari seorang Mursyid itu lebih mudah mencari sebatang jarum yang disembunyikan dipadang pasir yang gelap gulita”

    Syekh Amin Al Kurdi dalam Tanwirul Qulub mengatakan ada 24 syarat atau kriteria-kriteria yang harus dipenuhi oleh seorang MUrsyid. Dari syarat itu dapat kita ketahui apakah seseorang itu layak menjadi seorang gurr Mursyid.

    Insya Allah kriteria dan syarat itu akan saya tulis di tulisan berikutnya.

  • Mazadjie Algurandille

    Semoga kita mendapat maghfirrohNYA, dijadikanlah kita sebagai :
    ahli tobat,
    ahli sodaqoh, (mencintai Faqir miskin dan anak yatim)
    ahli ilm,
    ahli birrulwaidain,
    dipertemukan kita dengan mursyid Kamil Mutakamil….
    Amin..

    sekilas pengalaman pribadi, konon 3 tahun bertetangga dg seorang imam masjid disebuah kampung…..selama itu pula saya hanya diwejang untuk senang bersodaqoh…. dan taat sama orang tua, sayangilah faqir miskin dan anak anak yatim…

    Alhamdulillah….. kini aku telah berbaiat kepada seorang mursyid…..yang senantaisa aku taati karena ajaran ajarannya, insya Allah beliau cucu murid dari Syech Yusuf Al Makasari…
    semoga bermanfaat

  • adi

    Bahasanya indah namun tidak ada satu dalil pun dari Al Qur’an & Hadist yang menerangkan tentang hal itu.

    Sedangkan untuk selamat dunia & akherat yaitu dengan Al Qur’an & Hadist.

  • Abu Tausi

    Ulama sekelas Imam Al Ghazali tidak mungkin memberikan fatwa kalau tidak berdasarkan Al Qur’an dan Hadist dan kemampuan Beliau dalam menguasai dalil-dalil tidak diragukan oleh ulama manapun di dunia ini.

    Hukum mencari seorang Mursyid itu memang wajib (fardhu ain), dan berdosa serta sesat apabila tidak menemukan guru mursyid kalau berpedoman kepada surat Al Kahfi ayat 17 :

    Silahkan buka Al Qur’an :
    Surat Al Qashahsh ayat 5, juz 20
    Surat Al Maidah ayat 35,
    Surat An Nur 35
    Surat Annisa ayat 69, juz 5
    Surat Asajadah ayat 24, juz 21
    Surat An Am ayat 90, juz 7
    Surat Yasin Ayat 21, Juz 23

    Tujuh ayat di atas saya rasa sudah mewakili dalil Al Qur’an disamping di dukung oleh banyak hadist.

    Terimakasih saudaraku sufi muda telah berkenan menampilkan tulisan ini agar orang terbuka hijab Nya.

    Tugas kita hanya menyampaikan, apakah diterima atau tidak itu urusan Allah.

    Mudah mudahan saja kita tidak tergolong sebagai orang yang tertutup hatinya.

  • mazadjie algurandille

    Jalan Sufi tidak mementingkan quantitas dalil yang harus dibaca dan dihapal, tapi qualitas pemahaman atas dalil dengan laku, bukan semata mata baca buku.
    Jalan Sufi, sangat sistematis, taktis dan praktis…

    Bagaikan orang berlari menuju puncak gunung, ketika baru sampai pada suatu lembah pemberhentian saja, kalo melihat kebawah atau sekeliling, akan merasa takjub dan haru melihat luas dan indahnya pemandangan nan sejuk, berbagai lembah, bukit, ngarai, hutan, mata air dan bahkan jurangpun mungkin bisa mereka pahami dengan baik, hanya saja kebanyakan dari mereka enggan menjelaskan dan menguraikannya, apalagi kepada orang orang tak pernah mau mendaki gunung.

    Kebanyakan dari banyak orang ketika melihat plungsungan ular (kulit ular yang mengelupas) sudah menghentikan awal perjalanan tersebut dan sudah begitu yakinnya mereka dengan ular yang tak pernah mereka liat, bahkan kalo perlu keyakinan itu akan dipertahankan sampai harus menghantam atau membunuh saudara sendiri.
    Beda memang dengan jalan sufi yang justru semakin sibuk dengan upaya dan perjuangan untuk mendapatkan rachmat bisa bertemu dengan Sang Ular.
    tapi apa mau dikata…….????
    jalan memang berbeda, masing masing punya pilihan ….
    saling memaklumi sajalah…
    Mohon maaf saudaraku sufimuda, bila saudaramu ini dianggap lancang….lama lama ikut gerah juga
    hehehehehe….
    Astaghfirullah…
    Berikanlan Ampunan kepada hambamu yang hina ini Yaa Allah atas dosa dosa yang tercipta di setiap ketipan mata dan tarikan napas kami …
    salam cinta dan damai dalam satu perjuangan mencari hakikat diri

  • stefanus

    pro ms adi ,mnurut ahli2 ilusionis artis nma anda adlh nma umum yg dgunkan untk orng isng,jd artnya:1.orng muslm ahli kitab tp sombng.2 Non muslm tp sok teu tntng alqurn dn hdis.3pengmbra sits2 porn yng isng mngcau.4 kfir.sran sy hti2 bs kna azb ALLAH

  • riski075

    saya sangat sepakat dengan anda bahwa belajar akidah yang benar, yaitu melalui syariat, thorikot untuk mencapai makrifat. Jadi dalam hal ini guru mursid sangat diperlukan sebagai pembuka jalan untuk mencapai tingkatan-tingkatan kesufian

  • riski075

    saya sangat sependapat dengan anda bahwa untuk mencapai maqom kesufian maka diperlukan guru mursid agar dapat memberikan bimbingan dan arahan tentang perjalan kita

  • cah Anshor

    Pengalaman saya, memang rasanya beda sebelum dengan sesudah bertarekat, kemudian saya cari dalilnya setelah masuk tarekat, sungguh luarbiasa, tidak ada cacat sedikitpun ayat-ayat Alqur’an dan Alhadist rosulullah. Dan ternyata cara saya memahami ayat Allah juga jauh berbeda dengan sebelum bertarekat. Saran saya silahkan coba saja baru komentar dengan hati.

  • Sejuk

    @ cah Anshor
    Hal yg sama terjadi dgn saya … sbl bertarekat sulit memahami kini tinggal senyum2. Kalau dulu muka terlipat-lipat jika baca Quran, bahkan semakin berusaha u/ faham maka yg muncul malah puluhan… ratusan… bahkan mungkin sampe ribuan pertanyaan. Kini ribuan pertanyaan itu telah tergantikan dgn ribuan o…o…o…O…OOOOOO.

  • Didiet513

    Siiiiiiiiiippppppppp……………
    Ooooooooooo begitu rupanya………………. ooooooooooooo….
    gitu ya………………..
    Kalo mo ikut merasakan oooooooooo yang menyenangkan cepat aja berthariqat dibawah bimbingan mursyid sejati dan istiqamah…………
    Baru nanti oooooooo-nya datang……..
    Ooooooooooooo………………

  • adefadlee

    Memang, kalau dulu tidak ada syeikh, membaca Qulhuallahuahad 3 kali selepas sembahyang saja sangat berat. Tapi sekarang baca 50 kali tiap lepas shalat sangatlah indah. Terasa bahwa Allah itu tempat meminta, bahkan manusia yang kita jadikan tempat meminta selama ini pun, Allah yang menjadikan. Sungguh luar biasa Allah mempromosikan diri-Nya.

    menurut guru saya, thareqat itu kan artinya jalan. Atau jalan yang harus ditempuh untuk menjalankan syariat itu tadi. Untuk mendapatkan ma’rifat dan hakikat. Nah, thareqat ini ada yg wajib dan sunat. Yg wajib: melakukan syariat yg wajib:(shalat, puasa,zakat,dll). Kalau yg sunat ya mengamalkan zikir-zikir yang diijazahkan oleh syeikh thareqat itu, salah satunya untuk mengobati penyakit2 hati kita ini, mendorong hati kita untuk berjuang menegakkan kalimag ALLAH.

    Dimana amalan wirid itu yang memberikan kepada syeikh thareqat itu adalah Rasulullah SAW sendiri, melalui yaqazah. Cuma masing-masing thareqat ada zamannya sendiri2, sesuai dengan penyakit manusia pada zaman itu. ..

  • adefadlee

    Memang, kalau dulu tidak ada syeikh, membaca Qulhuallahuahad 3 kali selepas sembahyang saja sangat berat. Tapi sekarang baca 50 kali tiap lepas shalat sangatlah indah. Terasa bahwa Allah itu tempat meminta, bahkan manusia yang kita jadikan tempat meminta selama ini pun, Allah yang menjadikan. Sungguh luar biasa Allah mempromosikan diri-Nya.

    menurut guru saya, thareqat itu kan artinya jalan. Atau jalan yang harus ditempuh untuk menjalankan syariat itu tadi. Untuk mendapatkan ma’rifat dan hakikat. Nah, thareqat ini ada yg wajib dan sunat. Yg wajib: melakukan syariat yg wajib (shalat, puasa,zakat,dll). Kalau yg sunat ya mengamalkan zikir-zikir yang diijazahkan oleh syeikh thareqat itu, salah satunya untuk mengobati penyakit2 hati kita ini, mendorong hati kita untuk berjuang menegakkan kalimah ALLAH.

    Dimana amalan wirid itu yang memberikan kepada syeikh thareqat itu adalah Rasulullah SAW sendiri, melalui yaqazah. Cuma masing-masing thareqat ada zamannya sendiri2, sesuai dengan penyakit manusia pada zaman itu. ..

  • abdul muznib

    Ooooooooooo……..

    Saya tidak punya ribuan pertanyaan sebelum ikut Mursyid. Beruntungnya saya punya Tuhan YANG MAHA PENYAYANG PADA HAMBA-NYA. Aku diberi hidayah ikut seorang guru Mursyid tarekat paling anyar dan cocok di akhir zaman ini….. Tarekat akhir zaman. Tarekat terakhir yang diberikan oleh Rasulullah SAW.

    Sekarang saya juga punya ribuan Oooooooo…… begitu rupanya, Guru…. (walau semua baru tahu)

    Enaknya punya guru Mursyid. Indahnya punya guru Mursyid. Takutnya kehilangan guru Mursyid…..

    Terima kasihku tak terkira pada mursyidku. Ya, Tuhan. Selamatkanlah guruku, seluruh keluarganya dan seluruh jemaahnya.

    (Maulid Rasulullah SAW hampir tiba. Ya, Habiballah. ‘Alaika shalatullah wa salamullah. Ya Allah. Berikanlah shalawat dan salam untuk Rasulullah nabi yang ummiy, para ahli keluarganya, dan para sahabatnya sebanyak bilangan yang Engkau ketahui, seberat-berat timbangan yang Engkau ketahui, sepenuh apa jua yang Engkau ketahui.)

  • abdul muznib

    oh ya…

    Saya sekarang juga punya ribuan. Oooo… betapa susahnya untuk mujahadah. Betapa buueeeeraaaaattttnya perang lawan hawa nafsu. Oooooooooo…. betapa susahnya jalan untuk menuju-Nya.

    Tolonglah aku guru….

  • abdul muznib

    Setelah merasakan sendiri:

    Oooo………
    Barulah aku faham rasa-rasanya tidak mungkinlah aku kan sampai pada-Nya jika saja Tuhan tidak mempertemukanku dengan mursyidku….

    kini aku punya harapan baru……..

  • abdul muznib

    Satu lagi.

    Ooooooooooo…….
    ternyata Tuhan dengan mudah beri ilmu dan kepahaman karena karomah dari guruku.

    Ternyata ilmu Tuhan harus diterima dengan hati yang mana hanya mursyidlah yang bisa membimbing hati…..

    Ooooo…….
    Begitu besar-Nya rasa kasih-Mu pada hamba-Mu Tuhan. Ampunkanlah diriku yang tidak pandai berterima kasih ini Tuhan…..

  • adefadlee

    Berwasilah, terutamanya kepada guru mursyid adalah syarat untuk mencapai taqwa. Seperti yg disebutkan dalam Al-Quran:

    “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan. ”

    Kata Allah, supaya bertaqwa kita mesti berwasilah dan mesti berjihad di jalannya. Berwasilah ini menurut guru saya ada dua makna. Pertama amal shaleh yang berbentuk hablumminallah dan hablumminannas. Kedua yang lebih utama adalah mencari Guru mursyid, yang memimpin dan mendidik. Kalau tidak ada guru mursyid yang memimpin dan mendidik, maka kita tidak akan bisa sampai kepada Tuhan. Kata sayidina Ali, walaupun dia ulama dan ahli ibadah sekalipun, kalau tidak ada guru mursyid, dalam hal agama Insya Allah syaitan lah yang menjadi pemimpinnya.

    Termasuklah di sini tarekat dan amalan tarekat
    kerana ia adalah platform untuk mursyid memimpin dan
    mendidik kita di samping ia adalah saluran barakah. Tarekat
    itu termasuk wasilah. Rugilah orang yang tidak ada atau
    belum ada tarekat.

    Ada hadits juga mengatakan :
    Maksudnya: “Hendaklah kamu bersama Tuhan, kalau
    tidak bisa, maka hendaklah kamu bersama orang yang
    selalu bersama Tuhan (yang boleh memimpin kita kepada
    Tuhan).”

    Pada zaman masih ada Rasulullah, Rasulullah lah yang menjadi mursyid. Selepas Rasul wafat, para khalifah yang jadi mursyid. Di samping Rasulullah SAW, pemimpin yang berwatak rasul
    atau mujadid di setiap zaman itu adalah juga sebagai wasilah.Mereka boleh menolong kita secara rohaniah terutama dalam hal-hal membaiki diri dan mengusahakan taqwa.
    Itulah maksud wasilah. Mencari wasilah itu untuk tujuan
    menjaga dan memelihara diri kita, untuk keselamatan kita dunia
    dan Akhirat. Wasilah itu adalah jalan kepada Tuhan.

  • "A"

    hare gene gak punya mursyid???????????
    kasian deh loe…hehe 🙂

    terima kasih ya ALLAH…t’lah KAU pertemukan aku dgn kekasih-MU yg kini menjadi penuntun jalanku…

  • oneman

    terimakasih sufimuda tlah memberikn artikel yang penting banget, terimakasih Tuhan yang tlah membuka hidayah untuk ku, dan kumohon pelihara jiwa ini tuk menggapaiMU

  • Pengenjadisufi

    Memang indah sekali kalau sudah bermursyid, kau sebut nama kekasihKU AKU PASTI ada disana… kalau belum bisa bersamaNYA bersamalah kita dengan kekasihNYA…. indah nian.. sejuk nian…. hmmmm aku rindu padamu Guru……

  • kritik

    Bergabung dengan kalangan sufi adalah fardhu ‘ain. Sebab tidak seorangpun terbebas dari aib dan kesalahan kecuali para Nabi. (Imam Al-Ghazali)

    Pernyataan tsb diatas sangatlah keliru dan janganlah dijadikan hujjah (pegangan), sehingga umat Islam terjebak dalam golongan sufi.

    Wass.

  • end

    @ kritik

    orang yang imannya telah mencapai level taqwa dipelihara oleh Allah dari pada berbuat dosa. Mereka adalah para wali Allah.

    memang, semua manusia tak luput dari aib dan dosa, namun…. untuk para wali ini, Allah pelihara mereka dari melakukan dosa dan kesalahan. jadi, para wali Allah ini menjadi luput dari dosa dan kesalahan karena Allahlah yang menjaga para kekasih-Nya.

    Yahudi membelokkan umat Islam lewat wahabi dan salafi tentang hal ini, juga tentang tawasul, tahlil, dan hal-hal yang dianggap bid’ah lainnya oleh orang wahabi dan salafi.

    Keberadaan para wali Allah ini sebenarnya bentuk kasih sayang Allah pada hamba-hamba-Nya. Orang seperti saya ini, bagaimana bisa hendak menjadi hamba yang dekat dengan Tuhan, sedang dosa selalu saja dilakukan.

    Seperti sorang rakyat yang dia selalu melanggar peraturan, pakaian penuh kotor dan najis, selalu menzalimi diri sendiri. bagaimana anggapan raja jika rakyat ini dengan percaya diri (sombongnya) datang pada raja minta diberi segalanya? Belum bertemu raja, digerbang istana, ia langsung ditangkap oleh pengawal raja. Tak tahu diri, tak tahu malu, tak punya rasa hormat sedikitpun pada raja.

    Begitulah manusia pada Tuhan. Namun kasih sayang Tuhan itu melebihi kasih sayang seorang ibu pada anaknya. Tuhan tetap beri jalan. Tuhan beri jalan lewat para kekasih-Nya para waliyullah.

    Kita bisa minta pada raja lewat orang kesayangannya karena tahu diri ini banyak kesalahan, hina, penuh najis, kotor. Malu sangat nak bertemu raja. Takut dianggap menghargai raja. Takut tidak bersopan pada raja.

    Maha Penyayang-Nya Tuhan. Inilah yang orang-orang wahabi dan salafi tidak faham dan sangat anti (inilah yang yahudi inginkan) terhadap hal ini.

    Ini adalah power umat Islam. Yahudi sangat takut hal ini. Mereka tak bisa mengalahkan umat Islam karena umat Islam dibantu oleh Tuhan.

    Mereka cetak ulama-ulama wahabi dan salafi tuk menyesatkan umat Islam. Mereka jauhkan umat Islam dari taqwa yang sebenarnya, mereka jauhkan dari tawasul, tasawuf, tahlil, para wali Allah.

    Jadilah umat Islam sekarang kering dengan Islam. Umat Islam sekarang telah rusak. Rusak orangnya dan rusak agamanya.

    Jika engkau pencari kebanaran, periksalah dengan hati.

    Wokeh….

    jika kow (anggaplah) menganggap wali Allah pun tak luput dari kesalahan, bagaimana dengan diri engkau? bandingkan mereka dengan diri engkau. siapa yang lebih baik????? siapa yang lebih banyak melakukan kesalahan???? siapa yang lebih paham aturan-Nya dIbanding diri engkow??? nah hendak berpegang pada siapa engkow??? Kau kira dirimu bersih hingga layak menghadap Tuhan?? sombongnya dirimu.

    kow pun ga layak dibandingkan dengan para kekasih-Nya itu!!

    INILAH YANG TIDAK DIPAHAMAI ORANG WAHABI DAN SALAFI.

    JIKA KAU PENCARI KEBENARAN, COBA PAHAMILAH…….

    ampun maaf.

  • Didiet513

    Ass

    @kritik
    Disyarat mursyid anda sudah mencoba menyesatkan orang dengan pemahaman dangkal anda. Padahal anda tidak mengerti samasekali. Nah, sekarang anda nampaknya mau menyatakan bahwa golongan sufi lurus dan yang melenceng adalah sama saja = semuanya sesat.

    Istigfar Tuan Kritik
    Perlu kiranya anda ketahui para pengikut sufi adalah orang-orang yang cinta Dzikrullah, cinta akan Allah merindukan Allah dan selalu menyertakan Allah dalam pengabdiannya. Anda yang anti sufi maka sama saja dengan anti Dzikrullah setali tiga uang dengan Allah itu sendiri. Kalau anti Allah maka sesatlah dia. Inilah nampaknya yang hendak anda pamerkan kepada kami.
    Golongan sufi (kecuali sufi gadungan yang sudah gila lahir bathin) tidak pernah usil dengan pekerjaan orang lain. Mereka sibuk dengan kekurangan dirinya, berbenah untuk kehidupan yang lebih mulia, tanpa melupakan bagian akhiratnya. Tapi aneh sebaliknya golongan anti dzikrullah seperti anda malah tidak suka dengan ketenangan orang lain. Maka mulailah anda terima tawaran syaitan untuk menyebarluaskan bahwa golongan sufi adalah golongan sesat, tidak benar, tidak berdasarkan Kitabullah dan As Sunnah dan lain sebagainya. Anda lontarkan hujjah2 dangkalan, yang bahkan hanya menuruti hawa nafsu belaka, mirip kaum orientalis.

    Saudara Kritik
    Apakah anda merasa lebih pintar dari Imam Ghazali, lebih superior dari beliau yang mempunyai sejarah luar biasa. Tidak ada cacat celanya dalam perkembangan dunia islam, kecuali dalam pandangan gol anti thariqat sufi seperti anda dan kawan kawan, dan bergelar Hujjatul Islam?? Siapa yang tidak mengakui kepakaran beliau dalam bidang syariah??
    Janganlah anda berlagak paling mengerti tentang dunia thariqat sedangkan anda hanya memahami lewat tulisan dan desas desus murahan.
    Cukupkanlah usaha anda dalam mencari cari kesalahan dan aib orang lain sementara aib anda sendiri coba disembunyikan. Mulailah belajar mengucap istigfar dan laksanakanlah taubatan nasyuha. Kalau anda teruskan kegiatan anda ini sungguh “bakat anda sebagai pemecah belah ummat akan tersalurkan”. Atau ini yang memang anda inginkan???

    Wassalam

  • tolong..

    mohon petunjuk..
    belum lama ini saya bermimpi bertemu dengan wujud dzat yang sungguh saya tidak ketahui dzat apa itu sebenarnya..
    didalam mimpi itu dzat tersebut memerintahkan kepada saya agar selalu mendekatkan dengan Tuhan..
    permasalahannya adalah :
    1. saya meyakini bahwa tuhan itu ada, dilihat dari keyakinan saya terhadap diri saya, namun dimanakah saya akan menjumpai tuhan saya?
    2. saya meyakini bahwa sholat itu tidak sama sekali diperintahkan Tuhan namun apabila tidak sholat saya termasuk golongan yang merugi..sebenarnya makna sholat itu apa? karena menurut saya, seorang hamba yang sholat karena ingin masuk sorganya Allah adalah sesat, begitu pula sebaliknya seorang hamba taat sholat, karena takut ajab tuhan juga sesat.
    3. apa sih sebenarnya yang kita cari terhadap Tuhan?
    mohon petunjuk..
    semoga kita termasuk golongan hamba yang mendapat ridho-Nya. Amin..

Leave a Reply

Eksplorasi konten lain dari Sufi Muda

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca