Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Manifestasi Ruh-2

ruh2Jalan itu salah satunya adalah dengan terus menghubungkan diri rohaninya dengan diri rohani gurunya yang senantiasa bergendengan dengan arwah suci Rasulullah. “Faainlam takun maallahi fakun ma’aman ma’allahi faa innahu yuusi luka ilallahi (Barang siapa belum beserta Allah, besertalah dengan orang (rohnya) yang beserta Allah. (Roh)) orang itulah (yang rohnya berisi wasilah Allah) yang menghubungkan (roh) engkau (langsung) dengan Allah”.

Hakikat daripada roh ia tidak berjarak, asal elemen dan unsur yang ada di dalamnya sama. Sebab dua sifat yang berbeda tidak mungkin terdapat oada sesuatu dalam waktu yang bersamaan. Apabila rohani yang diikuti (pertama) memiliki Nuurun Alaa Nur dari Rasulullah, maka otomatis pula rohani yang berikutnya yang telah menggabungkan diri, juga memiliki Nuurun Alaa Nur. Sebagaimana benda cair dengan benda cair, gas dengan gas, semuanya dapat menyatu. Benda padat dengan benda padat ia tidak dapat menyatu karena memiliki unsur yang berbeda dan berjarak.

Salah Kaprah

Dalam persoalan roh, manusia sering terjadi salah kaprah. Karena roh dikatakan urusan Tuhan dan manusia hanya diberi pengetahuan sedikit tentang itu, “Quli’ rruuhu min amri rabbi” (Katakanlah ya Rasul, bahwa roh itu adalah urusan Tuhan), maka mayoritas manusia beranggapan bahwa hal itu tidak perlu lagi dipikirkan, semua urusan Tuhan.

Pandangan yang demikian sebetulnya merupakan reduksi, pengurangan dari ajaran Islam yang ada dalam Al-Qur’an. Membuat orang semakin jauh untuk dapat mengenal Tuhannya. Bukankah sedikit menurut Tuhan berbeda dengan sedikit menurut ukuran manusia. Sedikit menurut Tuhan dalam soal roh, bukan manusia tidak perlu mengetahui, mengkaji, meneliti sedikit pun manifestasi daripada roh tersebut. Untuk apa Tuhan membicarakan persoalan roh kalau sedikit pun manifestasinya tidak bisa diketahui hamba-Nya.

Roh segala manusia, roh segala malaikat, roh segala jin, rohnya iblis, rohnya hewan, rohnya tumbuhan, dan segalanya itu benar urusan Tuhan. Akan tetapi, yang membersihkan dan menyucikan roh semua makhluk itu bukan lagi Tuhan tetapi masing-masing makhluk itu sendiri. “Ar waahinaa ajsaadinaa waajsaa dinaa arwaahinaa” (Roh kami adalah tubuh kami dan tubuh kami adalah roh kami).

Tuhan tidak akan menyucikan roh seseorang sebelum orang itu sendiri berusaha menyucikan rohnya sendiri (dirinya yang batin) dengan dzikrullah (dengan metode Tarekatullah). Karena seperti dikatakan di atas ucapan lidah yang zahir saja aja tidak akan tembus ke dalam roh yang berlainan dimensi dan substansinya. Itulah tujuan beribadah dalam rangka membersihkan jiwa/roh tersebut. Roh adalah cermin dari Dzat Allah, sebab Allah SWT tidak dzahir dengan Dzat-Nya melainkan dengan roh tersebut. Allah tampak pada semua makhluk yang lainnya hanya dengan sifat-Nya.

Allah tidak bersifat material (jasmani) tetapi bersifat spiritual (rohani). Oleh karena itu, untuk mencapainya harus melalui jalan rohani pula. Untuk kembali kepada Allah, jiwa/roh manusia harus dalam keadaan suci. Sebab tiap sesuatu yang memiliki sifat yang berbeda mustahil keduanya dapat menyatu. Sepotong magnet misalnya tidak akan pernah menyatu dengan sepotong kayu karena keduanya dipisahkan oleh ketidaksamaan elemen dan sifat yang terkandung didalamnya.

Sesungguhnya Allah adalah Dzat Yang Maha baik, tidak dapat menerima melainkan yang baik pula”. (HR. Muslim).

Oleh sebab itu, jalan yang ditempuh manusia yang ingin kembali kepada Allah adalah jalan penyucian roh, jiwa/nafsu. Sebab pada gilirannya nanti semua akan kembali kepada asal (pangkalnya) masing-masing. Jasmani dia akan kembali kepada asalnya yakni tanah, sedangkan jiwa/rohani akan kembali ke asalnya yakni Tuhan.

Hai jiwa atau nafsu yang suci dan tenang kembalilah engkau kepada Tuhanmu dalam keadaan tenang”. (QS. Al-Fajr : 27-28).

Dalam ayat ini yang dipanggil adalah jiwa/nafsu yang suci dan tenang. Itu artinya hanya jiwa/roh yang suci dan tenang yang bisa kembali kepada Tuhan karena Tuhan sendiri Mahasuci.

 

Bersambung

Single Post Navigation

13 thoughts on “Manifestasi Ruh-2

  1. Terima Kasih Abg. SM. semakin terang benderang
    Ditunggu Sambungannya:-)

  2. Manusia tak ubahnya pengembara tuk menemukan jati dirinya yang berangkat dari kehampaan menelusuri liku2 kehidupan, yang terkadang terlena dalam kesusahan yang membelenggu batin sepanjang perjalanan. Sesekali hidup ini terasa hampa karena tak merasakan ada diri yang lebih berarti dari segalanya. Sesekali waktu bertanya untuk apa hidup ini sebenarnya, padahal di dalam diri ada DIRI yang selalu menyertai, menuntun, menjaga dan melindungi. Salam bang sufimuda..

  3. nice article………alhamdulillah

  4. Assalamu’alaikum wr wb. Izin membaca Bang S’M setiap artikel/tulisanya m’jadikan obor buat sy. Mksh.

  5. The Seeker of GOD on said:

    kenalilah DIA d dunia ini karena hanya dgn mengenalNYA skrg kita takkan tersesat saat kita kembali padaNYA

  6. The seeker of GOD on said:

    Asslm bang SUFIMUDA
    Saya termasuk pengagum smw tulisan bang SUFIMUDA…diulas dgn sgt gamblang & mdah dicerna oleh siapa saja ttapi mempunyai makna yg dlam..smg tulisan bang sufi muda bsa menjadi jln pemcerahan bgi siapa saja yg rindu berjumpa dgn sang Kekasih…
    Mhn izin copypaste..syukron katsir
    Wassalam

  7. Ruslianto on said:

    Al Qur’an Surah Al Israa ayat 85 :
    Wayyas’alun naka anil ruh, qulu’rruhu min amri robbi, wamaa utiytum minal ilmi illa kholilan
    Mereka bertanya kepadamu tentang ruh, katakanlah ruh itu masuk urusan TuhanKu, kamu diberi pengetahuan hanya sedikit.

    PERTAMA;…minal ilmi illa kholila ….kamu diberi pengetahuan hanya sedikit.
    Allah Maha Agung,…memberi ilmu yang sedikit tentang roh kepada manusia, namun bagi seorang ulul ‘albab itu sudah buaaanyaakk.
    kalau tidak ? nah terbukti ‘kan (contohnya) bahwa Bang SM dapat menukilnya dalam artikel ini.

    KEDUA;….Lihat Al Qur’an Surah Al A’raaf ayat 172 :
    Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa (ruh) mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu ?, Mereka menjawab : Benar (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”, (Kami lakukan yang demikian itu) agar dihari kiamat kamu tidak mengatakan : Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan).

    Sangat jelas (pengetahuan ttg) Ruh (itu) ;
    (a). Bahwa roh itu pernah dan dapat “melihat” Allah SWT ;
    (b). Bahwa roh itu pernah dan dapat “mendengar” seruan Allah SWT;
    (c). Bahwa roh itu pernah berkata-kata dengan Allah SWT, bahkan mengangkat sumpah di depan Allah.
    (d). Bahwa roh itu dapat berpikir (tidak lengah terhadap keesaan
    Tuhan).
    (e). Bahwa roh itu mempunyai tempat ?

    KETIGA : Lihat Al Qur’an Suraah Yunus ayat 45 :
    Qad khasiral lazina kazzabuu biliqa’illahi wa ma kanu muhtadin(a).
    Sesungguhnya rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Allah dan mereka tidak mendapat petunjuk.

    Siapapun manusianya, yg pernah mendustakan pertemuan dengan Allah SWT, termasuklah manusia yg merugi dan tidak mendapat petunjuk.
    Rugi-lah orang yg didunia (ini) tidak bertemu dgn Allah, dan termasuk yg tidak mendapat petunjuk.

    Al Qur’an Surah Al-Hajj ayat 46 :
    Maka apakah mereka tidak berjalan dimuka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar ? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada.

    Semoga menjadi renungan.
    Wass.

    • Terimakasih saudaraku

    • Assalamualaikum wr.wb,
      sdr Ruslianto,
      Alquran surat Al A’raaf ayat 172 dan 173 tidak membahas soal ruh.

      Dan ingatlah,ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka seraya berfirman : “Bukankah Aku ini Tuhanmu ?”. Mereka menjawab “Betul Engkau Tuhan kami, kami menjadi saksi “. Kami lakukan yg demikian itu agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan “Sesungguhnya kami bani Adam adalah lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”, atau agar kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang datang sesudah mereka.Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yg sesat dahulu?”.

      Allah telah mengambil kesaksian terhadap setiap jiwa dan setiap jiwa itu mempunyai hati dan akal pikiran dan kemudian hati dan akal pikiran itu, akan diminta pertanggungan jawab.
      jadi bersihkanlah hati dan akal pikiran kita agar kita selamat dunia dan akhirat.
      apabila hati dan pikiran kotor, kotorlah perbuatannya.

      wassalamualaikum wr.wb,
      sayyid.

  8. The Seeker of God on said:

    @Ruslianto Benar apa yg saudaraku paparkan. Di dalam Al Quran banyak sekali ayat2 yg menerangkan mengenai dzikrullah, wasilah & ancaman kepada orang2 yg enggan utk berdzikir . Semuanya tergantung kpd diri kita sendiri apakah termasuk golongan orang yg tidak tahu tetapi dia tidak tahu bahwa dia tidak tahu–biasanya orang ini sok tahu & kalau diberitahu tentang kebenaran dzikirullah(thoriqoh) walaupun dijelaskan didlm Al Quran dgn sangat jelas tetapi mereka akan menyangkalnya. Itu dikarenakan mereka menganggap hanya diri merekalah yg paling tahu walaupun sebenarnya mereka tidak tahu apa2 (mungkin yg termasuk dlm golongan ini adalah orang2 wahabi). Ataukah kita termasuk kepada golongan orang yg tidak tahu tetapi dia tahu kalau dia tidak tahu–biasanya orang ini termasuk orang yg jujur yg mudah mendapatkan hidayah dari Allah. Itu dikarenakan mereka menyadari bahwa diri mereka tidak tahu apa2 & mudah menerima kebenaran dari siapa saja yg bisa membawa kebaikan bagi dirinya. Seperti yg pernah diucapkan Sayyidina Ali KW ” Aku akan menjadi hamba/budak bagi siapa saja yg mengajariku walaupun satu ayat”. Didunia ini tak seorangpun yg tahu masalah ruh yg bersifat ghoib, tetapi ada sedikit orang dari sekian banyak orang yg tahu mengenai ruh. Mereka adalah para Wali-WaliNYA. Mereka tahu tentang masalah ruh karena mereka amat sangat dekat sekali dengan Dzat Yang Maha Tahu. Semoga Allah SWT memberikan petunjukNYA kpd kita utk mengenalkan Para WaliNYA yg bisa mengantarkan kita berjumpa dgn Dzat yg Tinggi. Amin….

  9. ika helena yuswandari on said:

    A Nice Article,..
    dan dapat menjdi support…

  10. afair tulo on said:

    AKU HIDUP DIDUNIA INI KARENA RUH
    UNTUK MENCARI JATI DIRIKU DI DUNIA INI,
    DENGAN CARA MEMBERSIHKAN RUH (JIWA/NAFSU)
    MEMBERSIHKAN RUH DGN ZIKRULLAH
    DLM BERDZIKIR PUNYA METODE/CARA
    YANG TELAH DIAJRKAN RASULLULLAH
    ……………………………………………………….
    ………………………………………………………..
    ………………………………………………………..
    Salam 513

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: