Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Manifestasi Ruh-3

Ada sebuah kisah yang mengisahkan tentang tempat tinggal roh. Abu Bakar r.a. ditanya tentang ke mana roh itu pergi setelah ia keluar dari jasad. Maka Abu Bakar berkata : “Roh itu akan menuju ke tujuh tempat yakni : Roh para nabi ke surga Adnin, roh para ulama akhirat menuju ke surga Firdaus, roh mereka yang berbahagia menuju ke surga Illiyyina, roh para syuhada berterbangan seperti burung di surga sekehendak mereka, roh para mukmin yang berdosa akan tergantung di udara, tidak di bumi dan tidak dilangit sampai hari kiamat, roh anak-anak yang beriman akan berada di gunung dari minyak misik, dan roh orang-orang kafir akan berada dalam neraka Sijin, mereka disiksa beserta jasadnya sampai hari kiamat”.

Ikutan Setan

Sebagaimana uraian di atas wali mursyid merupakan teknokrat di bidang kerohanian. Syekh Abu Yazid Al-Bisthami berkata, “Barangsiapa menuntut ilmu tanpa Syekh (Guru Mursyid), maka setan lah sebagai Syekh (Guru Mursyid) nya”. Dalam sebuah hadist nabi bersabda: “Jadikanlah dirimu beserta Allah, jika engkau tidak bisa menjadikan kamu beserta Allah maka jadikanlah dirimu beserta dengan orang yang sudah beserta Allah”. Manusia yang sudah pasti beserta Allah tentu para Nabi dan para Auliya Allah.

Sekarang Nabi telah tiada secara zahir, tetapi rohnya tetap hidup bergandengan dengan Yang Maha Hidup (Allah SWT). Karena itu, manusia wajib mencari guru yang mursyid (ulama pewaris nabi) sebagai pengganti Rasul di muka bumi, sebagai juru selamat dunia dan akhirat. Karena rohani guru tersebut senantiasa bergandengan pula dengan rohani Rasulullah. Di situlah tempat bersandar diri bukan kepada ulama dunia yang kerap menjual ayat-ayat Tuhan. Ulama dunia malah diancam oleh Tuhandengan azab yang paling pedih.

Kembali ke soal roh, urusan roh memang tergolong urusan yang sangat pelik, maka jarang orang bisa memahaminya. Dekatnya jasmani misalnya dengan seorang guru mursyid, itu tidak berarti secara otomatis jiwa/roh kita pun ikut dekat. Bila si murid hendak berhubungan secara rohani dengan gurunya maka ia harus terlebih dahulu mensyucikan jiwa/rohnya. Menyucikannya bukan dengan air tetapi dengan dzikrullah secara sungguh-sungguh sesuai dengan petunjuk guru mursyid.

 

Sumber : “Guru Mursyid Sang Juru selamat” karangan Nuryaman Ibrahim.

Single Post Navigation

16 thoughts on “Manifestasi Ruh-3

  1. Assalamuallaikum sufi muda semoga sufi muda tidak bosan menerima pertanyaan dari saya,saya mau menanyakan jika seorang awam seperti saya yg belum memiliki guru pembimbing (mursyid), kalau hendak sholat hendaknya menghadirkan sosok sapa,apakah benar jika saya disamping membaca bacaan sholat tapi dihati mengartikan arti dari bacaan tersebut tidak apakah sufi muda,menurut sufi muda dalam menjalankan sholat,saya harus bagaimana?toiong tips dari sufi muda

  2. Contohnya bismillah hirohmannirohim dihati saya mengartikan dengan nama allah yg maha pengasih dan penyayang,benarkah yg saya perbuat itu jika salah tolong. Sufi muda berkenan mengajari saya?terikasih sebelumnya

  3. Ruslianto on said:

    Yth.Bang Mamo C Gembong,… apakah sedang memperhatikan bahwa di saat Bang Sufi Muda ber-sholatul mi’rajtul mukmin, ato naik kelangit,… eh, tiba-tiba terbangun ada yang bertanya; tentang keadaan didaratan bumi misalnya, “Kalo sholat berkedip mata, sholatnya batal apa engga yaa?”
    Bang Sufi Muda-pun menarik nafas,…
    Bang Mamo,… gimana nih Bang SM Lagi asyik-asyiknya berhakekat ada yg bertanya tentang syare’at.
    TETAPI BEGITULAH KEHIDUPAN DUNIA (ini) HANYA SENDA GURAU BELAKA. BUTA DIDUNIA BERARTI BUTA DIAKHERAT TAK DAPAT CAHAYA DIDUNIA DIAKHERATPUN GELAP GULITA.
    Wass.

  4. Frento T Suharto,MM.MBA on said:

    Saya ingin bertanya bagaimanakah caranya agar dapat wushul kepada Allah melalui zikir ? berapa hitungankah atau harus bagaimana ??? trm kasih

  5. Ping-balik: Masih Tentang Ruh « Marsoedi Oetomo

  6. Artikel bagus semoga dg membacanya akan mudah kita wusul (sampai) pada Alloh SWT Munajat Abu Yazid:” Ya Alloh, aku tidak membanggakan sholat yang telah kulakukan sepanjang malam. Aku tidak menyombongkan puasa yang telah kulakukan selama hidupku http://bintang-sufi.blogspot.com/2009/05/sheikh-abu-yazid-al-busthami.html

  7. Guru Mursyid bagi muridnya diibaratkan lokomotif yg siap mengantarkan muridnya sampai ke tempat tujuan sedangkan muridnya diibaratkan gerbong lokomotif yg ikut kemana saja lokomotif membawa.
    Gerbong lokomotif yg tak berisi muatan sekalipun akan sampai ke tempat tujuan kalau saja dia tersambung/tercantol ke lokomotif sedangkan gerbong walaupun penuh muatan, dia takkan pernah sampai/tetap ditempat jika dia terhubung dg sang lokomotif.
    Oleh karena itulah kita sangat membutuhkan seorang Mursyid yg akan membimbing kita, menuntun kita sampai kehadiratNYA.

  8. Ruslianto on said:

    Al Qur’an Surah Al Kahfi ayat -28 :
    Wasbir nafsaka ma’al lazina yad’una rabbahum bil ghadati wal ‘asyiyyi yuriduna wajhahu wa la ta’du ‘ainaka’anhum, turidu zinatal hayatiddun-ya wa la tuti’ man aghfalna qalbahu ‘an zikrina wattaba’a hawahu wa kana amruhu furuta(n).
    Dan bersabarlah bersama orang-orang yang menyeru Tuhannya diwaktu pagi dan senja mengharapkan keridhaan-Nya. Dan janganlah engkau palingkan pandangan engkau dari mereka karena mengharap perhiasan (kemewahan) hidup dunia. Dan jangan kamu turuti orang-orang yang hatinya telah lalai (kosong) dari dzikir kepada Allah dan mereka mengikuti hawa nafsunya dan tingkah lakunya sudah melanggar batas.

  9. Ruslianto on said:

    Jika sekiranya berkesempatan “melongok” kebelakang, doeloe ratusan tahun yang lalu dan ada dalam hikayat melegenda di tanah jawa,… Seorang Pangeran di sebuah kerajaan ,hatinya galau dan pergi meninggalkan kerajaan, (dalam perjalanan) ia bertemu dengan seorang Mursyid,… mulanya Sang Pangeran “ta’jub” dengan kekeramatan sang mursyid (itu) akhir nya ia ingin belajar dan memohon diberitahukan “setitik hurub “ba” pada Al Qur’an kepada Sang Mursyid,….
    Sebelum diperkenankan permintaan tsb, Beliau mengikuti kemana-pun Sang Mursyid pergi, melihat kesungguhan (itu) Sang Mursyid-pun menamcapkan tongkatnya dipinggiran sungai, sambil berkata “tunggu disini, sampai aku kembali”,….Al kisah duduk-lah Sang Pangeran menunggui tongkat Sang Mursyid, dipinggir sungai …. Waktu-pun berlalu cukup lama,… rupa jasmani Sang Pangeran tidak tampak (lagi),..orang berperahu melewati hilir mudik, disungai tsb, menganggapnya orang gendeng, diantaranya membuat sebutan sebagai penjaga kali yang dalam bahasa (jawa) Njogokali (Kali Jogo).
    Setelah sekian lama,… datanglah Sang Mursyid “membangunkan” thahanus nya Sang Pangeran,… diajarinya apa yang diminta oleh muridnya.
    Setitik huruf “ba” Sangat LuasNYA (itu), dan hanya”titik huruf ba” Sang Pangeran di Gelar Sunan Kali Jogo”
    APA yg dapat dipetik hikmah dari kisah tersebut ?
    (a) Al Qur’an yg diajari oleh Sang Mursyid, itulah Al Qur’an yang jika diletak(kan) di sebuah gunung, gunung-pun hancur. .(Lihat Al Qur’an Suraah Al Hasyir ayat 21); dan,..
    Al Qur’an – Ar-Ra’ad – ayat 31 :
    Walau anna qur’aanan suyyirat bihil jibaalu auquththi’at bihil ardhu aukullima bihil mautaa.
    Andaikata ada suatu bacaan Kita Suci yang dapat membuat gunung-gunung jadi bergoncang dasyat, atau Bumi jadi terbelah-belah, atau orang-orang mati dapat berbicara, maka Kitab Suci itu ialah Al Qur’an.

    (b) Itu-lah Al Qur’an yang hanya dapat “disentuh” oleh orang yang telah disucikan rohaniNya dan bukan jasmani-nya, (ulang) baca kisah diatas, Sunan Kali Jogo, hanya menunggu tongkat Sunan Bonang,…bukan disuruh ber-udhuk (seperti orang hendak sholat , atau membaca Al Qur’an) (dalam thahanus-nya hanya (disuruh) menyebut, Allah,Allah,Allah,…………………..)).
    Percayakah Anda ? bahwa Al Qur’an dari kertas (itu) dapat saja disentuh oleh orang kapir (yg tak suci), dan digereja-gereja banyak terdapat Al-Qur’an dan mereka mempelajarinya, apalagi diletakkan diatas gunung, ya kertas-nya yang hancur.
    Firman Allah SWT; Suraah Al Waqiah ayat 77-81 :
    Sesungguhnya Al Qur’an ini adalah bacaan yang sangat mulia, dalam kitab yang terpelihara, tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang di sucikan, Diturunkan dari Tuhan Semesta Alam. Maka apakah kamu menganggap remeh sahaja Al Qur’an ini ?
    (c) Dalam hal (ini) Rasulullah s.a.w (pun) disucikan juga rohaninya dan dibelah dadanya, untuk mendapat-kannya,..hm, seorang Rasul…ya? Bagaimana Anda ? apakah sudah disucikan “rohani” Anda ?
    Al Qur’an Surah Al-A’laa ayat 14-15 :
    Qad aflaha man tajaaka, wa ja karassma robbihi fa sholaa.
    Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri, dan dia berdzikir menyebut nama Allah lalu dia sembahyang.
    Al Qur’an Surah Asy-Syam ayat 8 s/d 10 :
    Fa alhamaha fujuraha wa taqwaha Qod aflaha man zakkaha, Wa Qod khaba man dhasaha.
    Maka Allah meng-ilham kepada jiwa itu (jalan) kepasikan dan ketaqwaannya, sesungguhnya beruntung-lah orang yang mensucikan jiwa itu dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.

    Semoga menjadi suatu renungan.
    Wass.

  10. Prabunista on said:

    Assalamu’alaikum Sufi muda apa perbedaan nafsiyah dan ruhiyah?

  11. all boy on said:

    yang saya tahu tak ada batasannya atau berapa banyak harus berdzikir karena bukanlah wirid sehabis shallat.. dzikrullah adalah ingat buahnya kedamaian qalbu,setiap tarikan napas disanalah dzikir berselaras

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: