Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

SARJANA ALLAH

Imam Ghazali dalam kitabnya: “Al Munqidz Minadl Dlalaal” (Pembebas dari kesesatan) Berkata :

Ditengah-tengah khalwatku (suluk-ku) ini tersingkap beberapa perkara yang tidak mungkin dihitung dan tidak mungkin bisa diterangkan sedalam-dalamya. Sedangkan ukuran yang aku sebutkan yang sekedar untuk dipetik manfaatnya adalah bahwa golongan Sufi adalah mereka yang meniti jalan Allah saja dan perjalanan hidup mereka merupakan perjalanan hidup yang paling baik, jalan mereka merupakan akhlak yang paling bersih dan suci”.

Imam al-Ghazali pada awalnya adalah seorang yang murni mempelajari ilmu fiqih dan tidak tersentuh sedikitpun dengan ilmu tasawuf yang diamalkan oleh para sufi. Dalam perjalanan hidupnya kemudian Beliau belajar tasawuf dan kita tahu kemudian Beliau melahirkan banyak karya diantara yang terkenal adalah Ihya Ulumuddin. Beliau berpendapat bahwa ilmu-ilmu yang bersifat zahir (syariat) tidak akan bisa mengungkapkan rahasia Ketuhanan yang sangat rahasia.

Bahwa andai kata akalnya orang-orang yang kreatif kebijaksanaannya para cendikiawan, ilmunya orang–orang yang menekuni dan mendalami rahasia-rahasia syara’ yang terdiri dari pada Ulama’ mau merubah saja sedikit dari perjalanan hidup mereka dan akhlak mereka lalu mereka menggantikannva dengan yang lebih baik niscaya tidak mungkin akan bisa. Sebab segala gerakan mereka dan ketenangan mereka didalam lahir dan batinnva memang dipetik dan dipancarkan dari cahaya lampu kenabian, padahal dibalik cahaya kenabian yang terdapat didunia ini tidak lagi ditemukan cahaya yang bisa dipakai untuk menerangi. Oleh karena Imamul Al Ghazali telah menempuh jalan suluk itu. Beliau berpendapat dan berkata: Bahwa aku yakin kaum sufiyah itulah yang benar-benar telah menempuh jalan yang dicontohkan oleh Nabi Saw yang dikehendaki oleh Allah. Dan bahwa mendekati Allah dan mengenal-Nya, hanya dapat dicapai dan menempuh satu jalan, yaitu Thariqat, jalan yang ditempuh oleh kaum soufi.

Ummat Islam dikurun sekarang ini oleh disibukkan mengajar dan mendalami Ilmu yang bersifat pemikiran otak-benak atau lahiriyah, sudah sebarang tentu tidak sampai atau tidak mampu lagi membagi waktunya untuk mengajar dan mendalami Ilmu KeTuhanan yang bersifat Ruhaniyah, yaitu yang dicapai oleh hati, sedangkan kedua-duanya sama-sama sangat dibutuhkan menghadapi hidup dan mati. Seorang Sarjana Hukum dan Sarjana Ekonomi sekurang-kurangnya harus berjuang dengan menghafal selama 17 sampai 20 tahun baru dia dapat menyandang titel Sarjananya, kemudian sekian tahun dia praktek barulah dia merasakan keberhasilannya, yaitu mengecap nikmat bahagia dari buah Ilmunya itu. Padahal martabatnya baru Sarjana yang diangkat dan dilantik oleh manusia yang tidak lebih seperti dia. Ilmunya sangat terbatas dan kegunaannya dan manfaatnya pun sangat terbatas pula. Alangkah dangkal dan kecilnya Ilmu Sarjana manusia itu bila kita bandingkan dengan Ilmunya para Sarjana Allah. Kalau Sarjana manusia baru sanggup menciptakan kapal udara, kapal laut, atom, nuklir dan lain-lain, tetapi Sarjana Allah seperti Nabi Sulaiman As pernah terbang menunggangi sebilah papan dari San’a ke Syam (Siria). Nabi Daud As dapat melemahkan besi dengan tangan dan membuat alat-alat dari besi dengan tangannya sendiri tanpa dengan alat-alat mesin. Kalau Dokter ahli kesehatan sudah bisa menggantikan mata yang buta melalui operasi mata, jauh sebelum ini Nabi Isa As sebagai Sarjana Allah sanggup mengobati orang buta dengan seketika sehingga nyalang kembali. Kalau seorang Dokter sekarang belum sanggup menghidupkan orang yang mati, tetapi seorang Sarjana Allah seperti Nabi Isa As sanggup menghidupkan orang yang mati, dengan izin Allah.

Apa ada sekarang ini Sarjana manusia yang sanggup menahan peredaran Matahari dan bisa membelah Bulan seperti Nabi Muhammad? kalau kita membuat perbandingan bahwa radio, televisi, computer dan sebagainya itu, yang dicapai Sarjana manusia sekarang ini Sarjana Allah seperti Nabi Muhammad sudah lebih dulu mendapatkannya dari Ilmu kasyafnya. Bahkan sampai pada masa-masa yang akan datang dan yang akan terjadi sudah dilihatnya dari televisi yang tersimpan dalam dirinya. Juga ke Bulan, ke Mars, ke planet-planet lainnya yang dicapai oleh Astronaut sekarang, sudah sejak dulukala dicapai oleh Nabi Muhammad. Bahkan bukan sampai disitu saja, tetapi sampai ke-hadrat Allah Maha Pencipta Alam Jagat Raya ini. Ternyata Nabi Muhammad Sarjana Allah yang miskin dan buta huruf dalam pandangan mata lahir, ternyata lebih kaya ilmunya dari pada Sarjana Hukum dan Sarjana apa yang dilantik oleh manusia. Nabi Muhammad kaya dengan Ilmu Allah yang disebut dengan ilmu bathin dan ilmu kerohanian. Jelas bahwa Ilmu pengetahuan yang baru diraih oleh Sarjana manusia itu tidaklah sampai senuktah atau sepercik dari Ilmunya Sarjana Allah.

Metode Sarjana-sarjana Allah inilah yang diikuti dan diselusuri dan diambil over oleh Ulama-ulama Thariqat Islam khususnya Para Ahli Silsilah Thariqat Naqsyabandiyah yang selalu mampu melaksanakan Teknologi Al Qur’an dengan tepat sehingga mampu menghasilkan energi yang maha dahsyat dari kalimah Allah. Merekalah yang benar-benar mampu menyalurkan energi Ketuhanan untuk menyelamatkan bumi ini dari kehancuran.

Dengan demikian, sungguh tepatlah kalau Ibnu Qayyim meletakkan nama Warshatul Ambiya itu kepada Ulama Thariqat. Dan sebab itu pulalah, Riyadah, Mujahadah dan itikaf atau suluk yang diwariskan Nabi Saw sebagai salah satu sunnahnya yang terpenting kepada Ummatnya teristimewa menjelang qurun yang ke-15 ini, qurun yang serba canggih. Ilmu kerohanian ini sungguh penting dimasyarakatkan agar para Sarjana pada masa-masa mendatang berilmu pengetahuan lahir dan bathin, rohani dan jasmaninya. Semoga Allah SWT memberikan kesempatan kepada kita untuk bisa mencicipi ilmu dari Sarjana Allah untuk kemenangan dunia dan akhirat, amien.

Single Post Navigation

22 thoughts on “SARJANA ALLAH

  1. subhanallah………

    Maha Benar Allah Dengan Segala FirmanNYA.

    🙂

  2. secret love on said:

    pengen dong kuliah di universitas langit…. biar ntar jadi sarjana Allah….. terus gmana kalo profesornya Allah ya….. 😉

  3. assalamu’alaikum wr. Wb. Kang sufimuda kitab yang ente pake ap si kang pinter banget? Doa apa Si yang dipake? Atau siapa si mursyid ente kang? Mf kalo kdengeran nya kasaR kawan2 Kagum aja ni ama kang sufi muda.

  4. Sungguh luar biasa dapat menjadi seorang sarjana ALLAH SWT..
    sarjana yang gelarnya langsung dari ALLAH pemilik langit dan bumi..

    salam damai… ^_^ 🙂

  5. abahselatan on said:

    Kesarjanaan yang sangat mutlak Bang Sufimuda..
    Keberhasilan yang sangat besar bagi kita yang dapat belajar dari para Sarjana ALLAH…

    :)….

    Buat Bang Sufimuda.. dan juga seluruh pengunjung blog dan rekan semua beserta saudara…

    Sepuluh Jari tersusun rapi
    Mohon Maaf di Hari Suci..
    Pesan dikirim pengganti Diri..
    sebagai tanda bersua diri dalam jabatan tangan..
    “Selamat Hari Raya Aidil Fitri”
    MINAL AIDIL WALFAIZIN
    Mohon Maaf Atas kesalahan dan kekhilafan Lahir & Batin

    …….. 🙂

  6. wah abang selatan curi star nich 😉
    salam untuk semua yang udah singgah dan kasih komen di sini…

  7. Wa’alaikum salam wr. wb
    salam kenal untuk Nyantai
    Kitab yang saya pake sama dengan kitab yang umumnya di pake…
    Mursyid adalah sumber ilmu, dari sanalah mengalir hikmah dan kebijaksanaan yang tidak akan pernah habis diambil karena sang Muryid menggabungkan dirinya dengan Allah SWT.
    Semoga Nyantai bisa bertemu dengan seorang Mursyid yang Kamil Mukamil dan mendapat bimbingan ke arah sana, amien

  8. Amin semoga kebesaran, ny selalu melindungi kehendak dan kekuasaan akang sesuai dgn kedua untung! amin

  9. tugas akhirnya untuk mencapai gelar sarjana, kira kira apa ya kang?

  10. Tugas Akhirnya ada 5 paket yaitu :
    Ubudiyah (Melaksanakan penghambaan dengan setulusnya kepada Allah SWT)
    Ziarah (Sering mengunjungi Guru Mursyid agar terus mendapat bimbingan dan petunjuk, mendatangai atas karena ketulusan dan cinta)
    Shadaqah (Sedekah itu dapat menghilangkan sebagian murka Allah)
    Suluk/’Itikaf (Minimal melakukan Suluk 3 kali)
    Tawajuh/Khatam (Melaksanakan zikir berjama’ah secara rutin sesuai jadwalnya, karena nilai berjamaah itu lebih tinggi dari zikir sendiri)
    Zikir (Melaksanakan zikir secara Istiqamah, dengan sabar dan tekun).

    Dan tentunya kelima paket itu dilaksanakan setelah kita mempunyai Guru Mursyid, semoga jawaban ini berkenan dan memberikan semangat untuk terus berkarya dalam membersarkan nama-Nya, amin

  11. asyiiik… banyak temen juga yang kalau pengen nuju kepada kebenaran

  12. abahselatan on said:

    ….. 😉

    Terimakasih Bang Sufimuda… salam kembali buat keluarga dan saudara pengunjung Blog…..

    “Mudikkkkkkkkkkkkkkk…………………………….. mudik…..mudik……………………”

    Abah pamit ya.. mau mudik ni sekarang…. Mohon Do’anya… 🙂

    Wasalamu’alaikum…….

  13. Alhamdulillah bang, kita adalah anggiota Tn yang telah mendapatkan pencerahan bagaimana cara kita hidup di dunia, menaiki kendaraan tak teerhingga kecepatan , melewati batas waktu dan dimensi….

  14. assallamuallaikum.
    sy mudik k kampung ingin lebaran dgn keluarga istri(mertua)
    tapi bila sampai d kpg ternyata bapak mertua gak ada d rumah , sedang melaksanakan ‘SULUK’ saya pergi menziarahi tempat nya ber suluk,ternyata tempat nya sebuah rumah di lembah di ujung sawah didalam di batas dgn kelambu secara berpetak petak .pintu senantiasa ditutup dan tak ada lampu,ternyata di dalamnya ada sekitar 20 org lelaki dan perempuan..mereka tidak di benarkan kluar selama 40hr kcuali sholat jum’at dan buang hajat.//
    yang ingin saya tanya pada sufi muda ‘APAKAH CARA MEREKA BERSULUK itu ada dalam amalan /sunah RASULLULAH// salam dr saya.

  15. sufimuda on said:

    Wa’alaikum salam
    Suluk biasa dilaksanakan bulan suci Ramadhan dan pada hari raya suluk selesai…
    Bung Muslim sidi…
    Sayangnya anda melihat orang suluk itu dari luar dan biasanya orang yang melihat dari luar itu selalu berprasangka buruk.

    Dari luar tidak ada lampu, setelah anda masuk kedalam sudah pasti ada lampu cuma remang-remang supaya zikirnya lebih khusyuk. Kalau dalam shalat berjamaah sudah pasti lampunya terang sebagaimana lazimnya.
    Bagaimana mungkin orang bisa mengerjakan sesuatu dalam gelap?

    Saya biasa melaksanakan suluk dibawah bimbingan guru saya di Mesjid/surau yang besar dengan jumlah ratusan sampai ribuan, jadi terkesan lebih terbuka walaupun tiap orang memakai kelambu.
    Kalau jamaah suluknya dibawah 40 orang sudah pasti tidak bisa melaksanaan shalat jum’at (mazhab Syafi’i) tapi kalau jamaah suluknya lebih dari 40 orang maka shalat jum’at dilaksanakan di tempat suluk.

    Semua itu ada dalil dan sunnahnya, silahkan anda baca buku2 yang berhubungan dengan suluk/tarekat

    Apa yang dilakukan oleh mertua anda itu sudah benar, saya menganjurkan anda untuk berbaiat kepada salah seorang Guru Tharekat, dari sana anda akan dapat petunjuk. Itu jauh lebih baik daripada melihat dari luar kemudian anda menduga-duga menurut pikiran anda sendiri…

    Salam

  16. sufimuda on said:

    Insya Allah nanti akan saya tulis sebuah tulisan yang khusus membahas masalah suluk beserta dalil Al-qur’an dan hadist

  17. kitab yg bagus, sudut filsafatnya ada, kalamnya ada, hingga terakhir.. tasawuf.

    *stlh baca2 lagi* Eh…, saya kira sdg membahas Munqidz Minadl Dhalal ^^ maaf, salah ya??!

  18. ASS WR WB …
    KALAU SAYA HANYA BERFIKIR SATU HAL, DLM MENJALANKAN AGAMA OM …
    CARILAH SARANA YG DIBERIKAN OLEH ALLAH, YG DITULISKAN OLEH ALLAH UNTK KITA SELURUH UMAT, YG JIKA DITULISKAN KE LAUT, LAUT MELUAP DAN JIKA DITULISKAN KE GUNUNG, GUNUNG AKAN MELEDAK, HANYA ROH MANUSIA YG DAPAT MENERIMANYA, SHG MANUSIA DIKATAKAN ADALAH MAKHLUK YG PALING SEMPURNA.
    CARILAH PADA AHLINYA YG DPT MENUNJJUKAN TTG DUNIA DAN AKHIRAT.
    HUBUNGAN DGN MANUSIA ADA SARANANYA BGITU JUGA JIKA BERHUBUNGAN DGN ALLAH YG NOTA BENE GHAIB, BERARTI HARUS BERHUBUNGAN DGN SARANA YG GHAIB DLM DIRI KITA. YG MANA SARANA ITU JUGA DR ALLAH YAKNI “….” SESUATU YG ALLAH BERIKAN UTK KITA AGAR BISA BERHUBUNGAN DGNNYA. KALAU MENUNTUT PENGETAHUAN SILAHKAN KEMANA SAJA YG PENTING CARI AGAR SHALAT KITA BENAR SESUAI DGN RUKUNNYA, DIURUT DR 1 SMP 13, TDK DIBOLAK BALIK, KARENA SHALAT TIANG AGAMA, CARILAH TIANG DLM DIRI AGAR TIANG AGAMA KITA BENAR.
    KALAU SALAH SAYA ASALNYA, DAN KALAU BENAR MAHA BENAR ALLAH. WASSALAM.

  19. Ass.
    Sarjana Ahli Qubur…………..
    Mampir……………….kang

  20. barang aiapa yg ku beri petunjuk dialah yang dapat petunjuk dan siapa yang Kusesatkan tidak akan ku pertemukan dengan wali yang mursyd yang dapat menolong. al kahfi 17

  21. firman on said:

    ijin share abangda…??

  22. amin ya robbal ‘alamin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: