Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Tidak Menyadari Kesalahan Adalah Suatu Kebodohan

Syaikh Ibnu Atha’illah 

 

Diantara kebodohan murid adalah saat jika ia tidak sopan, kemudian hukumannya ditangguhkan, maka ia berkata, “Seandainya ini adalah ketidaksopanan, maka tentu pertolongan akan diputus, bahkan dijauhkan.” Bisa saja ia tidak menyadari bahwa pertolongan Allah dihentikan, sekalipun hanya berupa tidak adanya tambahan. Bisa pula pertolongan itu dijauhkan darinya tanpa ia menyadarinya, sekalipun hanya membiarkan dirimu dan apa yang engkau inginkan.

Murid yang dimaksud adalah orang-orang yang menekuni makrifat, yaitu mereka yang mempunyai kehendak untuk menuju jalan Allah. Termasuk kita sekarang ini, yang ingin menempuh jalan Kebenaran, jalan Makrifat. Adalah merupakan suatu kebodohan jika kita tidak menyadari akan kesalahan diri sendiri terhadap Allah.

Seumpama kita terlanjur lalai atau berbuat tidak sopan kepada Allah, tetapi kita merasa Allah tidak Menghukum kita. Kita merasa yakin Allah tidak mencabut nikmat-Nya atau tidak menjauhkan nikmat itu. Dan hati menjadi tenang, seraya berkata, “Seandainya aku bersalah tentu pertolongan-Nya dicabut, namun kenyataannya tidak, maka berarti aku tidak bersalah.”

Kita tidak tahu, sesungguhnya orang yang berbuat salah dan pekertinya buruk terhadap Allah, maka Allah tidak serta Menjatuhkan siksa-Nya, tidak serta memutus pertolongan-Nya. Bisa saja tidak kita sadari bahwa pertolongan-Nya itu diputus secara perlahan-lahan. Atau secara halus – nyaris tidak terasa – kita dijauhkan dari nikmat, atau kita tidak diberi tambahan nikmat. Sebenarnya itu adalah peringatan dari Allah, namun karena kebodohan kita, maka kita tidak menyadarinya.

Kebodohan itu jika dibiarkan, semakin lama akan menjebak diri sendiri. Karena setiap kita berbuat tidak sopan – maksiat – selalu saja merasa tidak bersalah. Maka timbullah rasa ujub di dalam hati. Lalu hati tercemar debu-debu dosa yang menghalangi jalan menuju Allah. Hijab yang menghalangi antara diri kita dengan Allah semakin tebal. Dan, na’udzubillah, kita menjadi orang yang tersesat. Perhatikan firman Allah, “Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya (tidak taat) maka sesungguhnya dia telah sesat dengan kesesatan yang nyata [QS. Al-Ahzab 36]

Maka ketahuilah tanda-tanda orang yang tersesat diantaranya adalah ia merasa berat dan sukar untuk mengerjakan perintah-Nya meskipun sudah berusaha untuk melakukannya, mudah tergoda dan melanggar larangan-Nya meskipun ia berusaha untuk mencegah langkahnya menuju larangan itu, dan ia merasa tidak membutuhkan pertolongan Allah lagi, sehingga ia enggan berdoa.

Sebaliknya, orang yang dibukakan jalan lapang menuju Allah ialah ia merasa ikhlas dan mudah melakukan perintah-Nya, ia tidak mudah terjebak dalam lorong kemaksiatan, dan senantiasa berdoa maupun bersyukur karena tetap merasa membutuhkan Allah, kapan dan dimana saja.

 

Sumber : Buku Telaga Makrifat Karya Syaikh Ibnu Atha’illah

Single Post Navigation

24 thoughts on “Tidak Menyadari Kesalahan Adalah Suatu Kebodohan

  1. mudah2an kita tidak lalai dlm menyadari kesalahan diri…
    mudah2an kita tidak termasuk dalam golongan org2 yg bodoh…
    mudah2an kita tidak merasa berat dan sukar untuk mengerjakan perintah-Nya meskipun sudah berusaha untuk melakukannya…
    mudah2an kita termasuk orang yang dibukakan jalan lapang menuju Allah …

  2. Ampun Tuhann…
    Betapa bodohnya diri ini…
    Betapa berdosanya diri ini…
    sMOGA dengan postingan pertama ini saya mengakui serta terbuka dan jujur terhadap semua kesalahan dan kekhilafan..
    mudah-mudahan ada karunia..karena katanya orang yang mengakui kesalahan dan berusaha untuk tidak mengulanginya adalah orang yang dapat ampunan..katanya sih..hehehe…

    ^___^V
    PiiSSS

  3. Ya TUHAN, tolonglah aku, karena aku tidak bisa menolong dirku sendiri,
    Ya TUHAN, berikanlah daku petunjuk sehingga tetap terang menempuh jalan MU, sungguh tidak ada petunjuk melainkan dari ENGKAU semata.
    Ya TUHAN hilangkanlah setan2 yang berbisik2 di dadaku, tiada daya dan upaya ku menghilangkannya, maka tolonglah aku ya TUHAN ku, tiada arti hidupku tanpa KASIH dan SAYANG MU.

  4. ::Tok Pulau Manis, ini memang terasa menjangkau keluasan dan kehalusan, namun sepertinya saya berpandangan “tak menyadari kebodohan adalah suatu kesalahan”, “sesungguhnya manusia itu tak berilmu kecuali sedikit…”
    sebagaimana surah ke 80, ‘abasa, Allah bekecenderungan pada yang buta, manusia berkecenderungan pada yang memiliki kelebihan…

  5. Ya Tuhan…… ampunilah dosa hambamu yang tolol, dungu, paok, hina, daif dan papa ini

    Ya Tuhan …… ampunilah dosa2 hambamu ini yang kadang-kadang hamba tidak menyadari telah berbuat dosa.

    Ya Tuhan…… ampunilah dosa2 yang hamba perbuat baik sengaja maupun tidak sengaja

    Sungguh Engkau Ya Tuhan ………. zat yang Maha Pengampun.

  6. Aykal Alex on said:

    🙂

  7. amin……. ya rabbal’alamin……

    TUHAN Maha Mengetahui dan Maha Mengampuni…

    semoga kita menjadi orang2 yang tersadar dari kesalahan dan kekhilafan..

    …. ^__^ …

  8. ya…ALLOH ampunilah DOSA DOSA hambamu ini baik dosa yang besar maupun dosa yang kecil yang dhohir maupun yang bathin yang tampak maupun tidak tampak yang saya sengaja maupun tidak saya sengaja karena engkaulah ya…ALLOH DZAT yang MAHA PENGAMPUN

    trims SUFI MUDA yang telah megingatkan saudaramu ini untuk mengakui taubat ketauhilah sahabat bahwa AKU ini adalah orang hina penuh dengan Dosa,bagai lautan lumpur tanpa tepian, seberkas kaca yang tertutup oleh bongkahan debu dunia wal akhiro

    sekali lagi terima kasih saudaraku SUFIMUDA melalui tulisanmu ini membuka hati sanu bariku

  9. aha, nampaknya tulisan ini ada buat menampar saya. orang seperti yg dimaksud di atas, ya saya ini…
    .
    *astaghfirullahal’adzhiim…*

  10. Sufi wanita on said:

    Terkadang ada sesuatu hal yang tidak dapat di ketahui

    Terkadang ada sesuatu hal yang tidak dapat di sadari

    Terkadang ada sesuatu hal yang tidak dapat di mengerti

    Semoga kita dapat mengetahui

    Semoga kita dapat menyadari

    Semoga kita dapat mengerti

  11. seliparmalaysia on said:

    “KENALI DIRIMU RATA-RATA, MAKA KAU KENAL TUHAN YANG NYATA..” (FATWA DARI PYMM BPND GURU)

    Askum & salam perkenalan pd bang sufimuda & para ihwan…
    Artikel diatas sering berkait rapat dgn diri kita dalam kehidupan seharian..malah kita sering kali membetulkan kesilapan orang lain padahal kesilapan kita sendiri melebihi dpd kesilapan orang yg ditegur..

    sy mhon pertolongan dpd BPND agr sy sntiasa menyedari akan kesilpan sy & cepat sedar dgn kesilapan yg dilakukan..

    hambaMU yg hina…

  12. kok kek nya alloh di sini terkesan jadi super sibuk ya…. 🙄

    *seorang hamba yg dirundung kegelapan*
    *coba2 cari lilin dan senter*

  13. ampun ya Tuhanku…

  14. Ibnu Hajar Al-Batawie on said:

    Duhai Yang Membolak – balikkan hati
    Condongkanlah hatiku kepada Perintah Mu

  15. amin……

    dan tetapkanlah hatiku dalam berabdi dan berubudiyah kepadaMU.

  16. Iman Al Pahyubi on said:

    AMPUNILAH AKU YA ALLAH, MAHA SUCI ENGKAU SESUNGGUH DIRIKU ADALAH HAMBA YANG YANG SUKA MENZALIMI DIRI SENDIRI LAGI BODOH..

    YA ALLAH YG MAHA HIDUP LAGI MAHA BERDIRI SENDIRI

    TUNJUKKANLAH HAMBAMU INI JALAN MENUJU RIDHAMU DAN SETELAH ENGKAU TUNJUKKAN JALAN ITU MAKA BERIKANLAH DIRIKU KEKUATAN UNTUK BERJALAN DI JALAN ITU DAN SETELAH ENGKAU MEMBERI DIRIKU KEKUATAN UNTUK BERJALAN DI JALAN ITU MAKA BIMBINGANLAH DAN PELIHARALAH DIRIKU DI JALAN ITU DGN KASIH SAYANGMU DAN HATI YG SELALU MENGINGATMU..

    KABULKANLAH DOAKU INI YA ALLAH YANG MAHA SUCI LAGI MAHA MEMILIKI KEBESARAN..

    AAMIN..

  17. hi, Candra…Salam kenal ya…
    Ya jelas Allah itu emang sibuk banget, sibuk ngurusin hati mukmin yang 100% alias bulat hanya kepadaNya…
    Jadi simpulin sendiri deh, bagi mukmin yang hatinya ga bulat…alias,99%,80% dan lain-lain.
    Ya pasti di cuekin deeeh…
    Mangkanya, mari kita mencoba memahami apa itu arti dekat seistilah Allah…
    Semoga kamu cepet dapet lilin dan senter ya…

  18. Ya Allah..
    jauhkanlah hambamu ini dr golongan org2 yg tersesat..
    Amin.
    Syukron buat pencerahannya, nice article 🙂

  19. salam kenal untuk abangda seliparmalaysia.

    dari namanya kayaknya abangda dari negara jiran malaysia nich……

    senang bisa berkenalan dengan saudara seiman dinegara jiran.

    salam hangat dari kami untuk saudara2 di malaysia

  20. ya Tuhan….
    ajarilah aku yg bodoh ini, yg terkadang merasa mampu padahal tak mampu…
    ya Tuhan…
    ajarilah aku, buatlah aku dpt memengerti semua firmanMU

    ya Tuhan…….
    gerakkanlah hati ini yg sering lalai dan lupa untuk mau bersyukur atas nikmat dan pertolonganMU….

    ya Tuhan………
    Engkau yg kumaksud RidhoMU yg kutuntut.

  21. seliparmalaysia on said:

    kepada saudaraku yudistira…

    terima kasih atas salam perkenalan ini… salam perkenalan juga dari kami di Malaysia..

    untuk pengetahuan saudara yudistira, saya ini “perempuan”..kalo di Malaysia, perkataan ‘abangda’ itu ‘lelaki’..maaf kalo di INA abangda itu merujuk kepada perempuan & lelaki..

    Semoga bertemu pada ULTAH PYMM tanggal 20 okt 2008..

    my emel : rose_0933@yahoo.com

  22. Orang jauh on said:

    yang hamba tau, hanya menjalankan hidup yang ada… walau tak seperti yang hamba inginkan
    hamba sadar hamba sangat hina, tak dapat berbuat apa2 untukMU… n tak pantas rasanya hamba memujaMU, karena kekotoran hamba ini….
    siapa yang tidak ingin dekat dgnMU… semua menginginkannya. begitupun hamba…
    Ntah kapan dilema ini akan berakhir…

    Ampun Tuhan, atas semua kebodohanku…

  23. Dengan situs ini semoga yang membaca dan merasakan dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga seseorang akan menyadari kesalahannya amin-amin yarobal alamin.

  24. waduuuuuuuuuuuuhh…… gile beneeeerrrrrrrr….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: