Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Apa Yang Salah Dengan Tarekat?

Oleh : T. Muhammad Jafar SHI**

Tema diatas muncul dari intensnya penulis mendengar pernyataan, pertanyaan dan statement yang sinis, miris, miring dan menyesatkan tentang tarekat. ”. Klausul-klausul di atas muncul dari berbagi kalangan, mulai dari Ulama-ulama, teman-teman mahasiswa, akademisi, aktifis NGO, terlebih lagi kalangan Islam Fundamentalis, intinya kebanyakan muncul dari kalangan terpelajar. Asbabun nuzul tulisan ini sebenarnya bukanlah sebagai pembelaan untuk menyatakan bahwa tarekat itu tidak salah dan tidak sesat, karena tarekat tidak pernah perlu pembelaan dari apapun, karena semua kebenaran adalah relatif, tidak ada kebenaran absolut didunia ini diluar Tuhan, kebenaran absolut hanya ada pada Tuhan.

Tulisan ini bertujuan untuk memberikan sedikit pencerahan terhadap frame dan logika berfikir saudara-saudara kita diatas. Kalau tulisan ini sebagai bentuk pembelaan, maka bukan pencerahan namanya, tapi debat kusir yang tidak logis dan ilmiah, karena hanya akan menampilkan justifiksi dalil-dalil Ayat dan ”Hadits”, sehingga kita disibukkan dengan menghafal saja, menghafal ayat ini, hadits itu, tanpa berfikir sama sekali. Bagaimana ada pencerahan kalau hanya dengan menghafal. Kondisi seperti inilah yang membuat kita akan semakin mundur dan terus mundur, karena sekarangpun sebenarnya kita berada pada kondisi yang sangat mundur bila dibandingkan dengan kondisi dimana ilmu pengetahuan mendapatkan tempat dalam Islam, ketika semua golongan bebas berdebat, bebas berargumen, tanpa saling mengkafirkan.

Bagaimana tidak mundur, yang dikedepankan adalah monopoli tafsir dan penyeragaman, yang benar hanyalah satu golongan mayoritas, dengan segala justifikasi ayat Qur’an dan ”Hadits” Apa yang akan terjadi dengan kondisi diatas dengan mudah akan dapat kita tebak. Tidak ada dinamisasi, tidak ada dialektika. Sehingga statis akhirnya, mandeg, hanya jalan ditempat dan selalu mengulang-ngulang yang itu-itu saja secara turun temurun.. Perumpamaan ini persis seperti pernyataan Karl Marx : mereka punya semuanya, tetapi mereka berjalan dengan kepala terbalik hari ini”. Umat yang dihasilkan dengan metode seperti ini adalah umat yang mabok agama, sehingga ketika mereka mabok, dengan seenaknya saja mengkafirkan, menyesatkan yang lain, menyalahkan yang lain. Dilevel ini agama hanyalah sebagai candu, agama hanya diperlukan untuk mengkafrikan, bukannya mencerahkan.

Tulisan ini sebenarnya juga pengalaman pribadi yang penulis alami. Dimana latar belakang penulis sebelumnya adalah seorang aktifis berhaluan kiri (sosialis). kemudian tertambat hatinya pada jalan tarekat. Hal ini tentu menimbulkan kehebohan, dan keheranan yang luar biasa, sama seperti herannya seorang sophie Admunsend dalam novel filsafat ”Dunia Sophie” ketika menerima surat misterius yang isinya menanyakan ” siapakah saya, darimana asalnya dunia ?. kawan-kawan penulis tak habis pikir bagaimana bisa seorang yang dianggap telah beraqidah kiri dan bertauhid sosialis bisa mengikuti jalan tarekat.

Ada Apa Sebenarnya ?

Mengapa Pemikiran seperti diatas ini bisa muncul dengan gampang dikalangan akademisi, aktifis-aktifis LSM, dan para mahasiswa yang bisa kita katakan masuk dalam golongan “terpelajar”. Mengapa di benak saudara-saudara kita ini masih bisa dengan mudah menyesatkan, mengkafirkan, semua yang diluar level Syari’at ?. apalagi tarekat. Ada apa sebenarnya ini ?.

Logikanya mereka pasti seperti ini, semua mereka bersandar kepada aturan agama, inilah landasan yang sering mereka pakai untuk menjustifikasi tindakan takfir, mereka ibarat tentara-tentara Tuhan yang siap membela agamanya, dari pihak-pihak yang dianggap menggerogoti Syari’at (Islam), terutama yang dianggap anasir diluar Syari’at (Islam), dimana tarekat termasuk salah satunya. Tapi tunggu dulu, apakah hanya karena landasan membela Syari’at sehingga mereka melakukan tindakan takfir dan vonis sesat ?.

Dalam sejarah Islam dan lebih khususnya Arab, gerakan-gerakan membela Syari’at, adalah bermuara pada gerakan ”berkedok” pemurnian kembali Islam, yang digelontorkan oleh Abdullah ibn Wahab, yang kemudian menjadi tauhid Wahabisme, dengan tujuan menyeragamkan semua, bahwa Islam yang benar adalah Islam Arab, tasawuf dan tarekat itu adalah pengaruh dari luar Islam, jadi harus dihancurkan, dimusuhi. Saudara-saudara kita diatas (Ulama,Akademisi, Aktifis LSM, Mahasiswa, gerakan fundamentalis) secara tidak sadar, dengan dalih berpijak diatas Syari’at dan membela Syari’at ternyata adalah perpanjangan tangan dari cita-cita dan Millenium Goalnya wahabi. Sungguh ironis, benar akhirnya, kalau pola seperti ini terus berlangsung, bukannya power Islam dan pencerahan sebagai agama yang kita tuai, tetapi kemunduran dalam beragama, berperadaban dan semua kompetisi global.

Sekarang kita bertanya lagi, apanya yang paling murni Islam ? apakah yang paling murni itu budaya-budaya badui yang keras sebagai daerah asal lahirnya wahabi, yang kemudian mempengaruhi lahirnya ayat-ayat Qur’an ? , apakah yang paling murni itu kebiasaan-kebiasaan ibadah Arab Jahiliyah, yang kemudian diadopsi oleh Islam secara lebih beradab?. Apakah tradisi-tradisi arab, yang sangat berbeda konteksnya dengan Indonesia, Aceh, Sulawesi, Kalimantan dll. Apakah ayat-ayat Al-Quran itu tidak ada pengaruh Israiliyat didalamnya ?. Apakah Ibadah, Mu’amalah, Jinayah, politik dalam Islam itu tidak ada pengaruh agama lain, kepercayaan lain ?.

Saya menantang kawan-kawan diatas, Akademisi, Aktifis LSM, mahasiswa, kaum Fundamentalis, yang sangat suka sekali mengkafirkan, memvonis sesat semua yang dianggap bertentangan dengan Syari’at untuk menjawab ini. Karena semua itu harus ilmiah, logis, dan bisa diterima akal, jangan hanya bersandar kepada Aqidah, seolah-olah anda semua begitu yakin Allah SWT tersenyum dan mengizinkan semua tindakan-tindakan anda dan mendapatkan ganjaran pahala yang berlimpah-limpah atas tindakan anda itu. Silahkan jawab pertanyaan diatas, biar kita semua tahu siapa sebenarnya penghambat kemajuan Islam, dan siapa perusak Islam dari dalam, jangan sebentar-bentar semua yang berbeda dengan Syari’at dicap penghambat kemajuan Islam dan perusak Islam.

Mari Kita Luruskan.

Agar umat Islam maju, tercerahkan dan mempunyai power luar biasa. Semua yang diatas harus kita luruskan. Apakah ada kebenaran absolut diluar Tuhan ?. tidak ada, diluar Tuhan, kebenaran itu relatif semua. Apakah yang suka melakukan takfir itu (Ulama, Akademisi, Aktifis LSM, Mahasiswa, kaum fundamentalis) sudah kenal dan berjumpa dengan Tuhan Sehingga tahu mana kebenaran absolut. Kalau belum, mengapa sebegitu beraninya melakukan tindakan itu ?.

Perlu diketahui dan disadari oleh kawan-kawan dalam kurung diatas, bahwa :

  1. Ibadah-ibadah yang dilakukan umat Islam termasuk yang anda lakukan hari ini, itu semua adalah hasil pemikiran ulama-ulama. Sebagai contoh, tidak ada disebutkan dalam al-Quran itu rukun 13 dalam shalat dan banyak contoh yang lain. Tidak ada ayat-ayat yang tegas dalam al-Quran yang menyatakan ayat ini muhkamat dan ini mutasyabihat.

  2. Persoalan-persoalan Aqidah : kafir mengkafirkan dan sesat menyesatkan dan saling menghalalkan darah, sejarah lahirnya itu hanya dari persoalan kekuasaan (rebutan kursi). Setelah Rasulullah meninggal, yang pertama dilakukan adalah persoalan rebutan kursi, sehingga jenazah Rasulullah sampai dua hari tidak dimakam. Puncaknya adalah perang yang terjadi antara Ali bin Abi Thalib dan Mu’awiyah yaitu perang perebutan kekuasaan, setelah inilah persoalan-persoalan Aqidah mencuat, berdialektika, mendarah daging sampai sekarang dan yang paling menonjol ya takfir.

Kesimpulan singkat, dua hal diatas semua adalah hasil pemikiran dan hasil pemikiran itu relatif semua, tidak ada yang absolut, tidak bisa anda membenarkan secara absolut satu pemikiran, dia bisa saja beragam dan semua benar secara masing-masing dan secara sendirinya. Anda baru boleh mengatakan semua itu benar secara absolut ketika anda sudah berjumpa dan kenal dengan Tuhan. Pertanyaannya, Apakah anda sudah berjumpa dan kenal dengan Tuhan, bercakap-cakap lansung, berdialog empat mata, dan sebagainya. Jika tidak, mengapa anda begitu berani melakukan kerja-kerja yang sebenarnya itu adalah wilayah Tuhan, legitimsi apa yang anda pakai, sedangkan berjumpa dan kenalpun belum. Bagaimana anda tahu Tuhan mengizinkan dan senang dengan tindakan-tindakan mengkafirkan dan menyesatkan yang anda semua lakukan ?.

Jika demikian adanya, apanya yang terlalu anda yakini dan anda banggakan kawan, dalam menilai Aqidah, keimanan, ibadah seseorang. Apakah anda Tuhan yang dapat mengkafirkan seseorang ?. sedangkan ibadah-ibadah yang anda lakukan sendiri hanyalah hasil pemikiran, sedangkan landasan yang anda pakai dalam mengkafirkan dan memvonis sesat seseorang yang merupakan ranah aqidah hanyalah hasil pemikiran manusia berlatar rebutan kursi, sedangkan ibdah-ibadah yang anda lakukan masih spekulasi semua, tidak ada kepastian, anda tidak bisa mengukur bahwa anda akan masuk surga dengan tindakan-tindakan anda itu, karena itu adalah hak absolut Tuhan, berarti anda-anda sendiri belum benar, bagaimana anda begitu berani membenarkan orang lain.

Ketika ada jalan tarekat yang berfungsi sebagai jalan untuk mengenalkan Tuhan, anda mengatakan itu sesat. Jumpa dan kenal dulu dengan Tuhan, biar anda tahu bahwa dimensi agama itu luas dan indah dan tidak hanya Syari’at. Syari’at seperti yang selama ini anda yakini dan pahami hanyalah level awal dalam beragama, baru kulit kawan. Belum intisarinya, baru ampas kelapanya, keras itu. Masih ada santannya didalam, masih ada minyaknya. Wajarlah jika pemahaman agamanya masih sebatas ampas dan batok kelapa yang keras, maka umat yang dihasilkanpun umat yang keras-keras, penuh kekerasan, beda sedikit kafir, bakar, bunuh, hancurkan, musnahkan, pakai Allahu Akbar lagi, merusak bar-bar, orang ditampar-tampar. Tidak ada indahnya Islam seperti ini, sampai kiamatpun umat Islam tidak akan pernah tercerahkan dan maju dengan kondisi umat seperti ini.

Kawan, beragama itu ibarat sekolah, ada SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi (S1, S2,S3). Diatas Syari’at itu masih ada lagi yang lain, jangan anda pikir Syari’at sudah harga mati Ada empat tingkatan yang harus dilalui kalau anda dan umat Islam ingin tercerahkan dan maju dan tidak saling gontok-gontokan, ada Syari’at, Tarekat, Hakikat, Ma’rifat. Anda-anda semua yang suka mengkafirkan itu masih dilevel SD, sedangkan pihak yang anda kafirkan itu sudah S1,S2,S3 bahkan Profesor, ya tidak nyambung kawan. Masak anda memvonis orang yang sudah S3 dengan metode-metode SD. Ditertawakan anda oleh orang lain.

Terus apanya yang salah dengan Tarekat ?. salahkah ketika yang diajarkan itu adalah jalan berjumpa dan mengenal Tuhan, karena yang absolut itu adalah Tuhan, salahkah ketika yang diajarkan adalah keikhlasan dalam menyembah Tuhan, bahwa dengan cinta semua itu dilakukan, bukan karena rebutan kursi, atau pamrih lain. Misalnya naik pangkat, mendapatkan kekayaan atau mendapat pujian yang luar biasa setelah memvonis yang lain sesat, atau menghalalkan dan mengharamkan sesuai dengan pesanan. Salahkah ketika yang diajarkan itu adalah hubungan kemanusiaan humanis, berdasarkan cinta bukan berdasarkan kepentingan. Salahkah ketika yang diajarkan adalah sebuah kepastian, bukan spekulasi-spekulasi tidak menentu dalam ibadah. Salahkah ketika yang diajarkan itu menyingkapkan kondisi-kondisi psikologis, menganalisa tingkah laku dengan bertumpu pada pengalaman langsung dan pengetahuan lansung (Al-Irfan). dan yang paling pokok, tarekat adalah jalan ilmiah yang diperlukan untuk mengenalkan dan menjumpakan dengan umat dengan Tuhan. Ketika kita percaya Tuhan itu ada, bagaiman cara menjelaskan ini, sehingga Ilmiah, Logis dan dapat diterima akal. Apa dijelaskan dengan Syaria’t, tunggu dulu. Umat akan semakin bingung. Satu-satunya cara untuk menjelaskan Tuhan dengan Ilmiah, logis adalah tarekat. Salahkan ini ?

Terakhir, pola-pola diatas sangat dipengaruhi oleh doktrin Arabisasinya Wahabi, melalui pendidikan, organisasi-organisasi fundamentalis, gerakan-gerakan yang ingin mendirikan kekhalifahan Islam, partai poltik dan organisasi-organisasi kemahasiswaan Islam lainnya. Mereka ingin mengarabkan dimana saja umat Islam berada. Sehingga semua yang berbeda dengan Arab itu sesat dan harus dimusnahkan. Sudahkah anda tahu siapa dan pihak mana yang sebenarnya menghancurkan Islam dari dalam ?. siapa yang sebenarnya ingin menghancurkan keragaman Islam yang sebenarnya merupakan kekuatan luar biasa dengan penyeragaman Arabisasinya ?. Dan, silahkan semua umat Islam melakukan ini semua, jika ingin tetap mundur tanpa pernah maju, kolot, rigid, dan tak pernah tercerahkan. Juga, jangan suka sekali melakukan takfir karena anda-anda adalah perpanjangan tangan Wahabi yang ingin menyeragamkan semua sesuai dengan Arab, Indonesia bukan Arab, Aceh bukan Arab. Biarkan Indonesia tetap Indonesia dan beragama sesuai dengan kultur Indonesia. Inti Agama Islam bukan Arab tapi Tuhan, Allah SWT.

**Penulis adalah alumni Fakultas Syari’ah dan Mahasiswa Pasca Sarjana IAIN Ar-Raniry, Konsentrasi Pemikiran Dalam Islam.

Single Post Navigation

91 thoughts on “Apa Yang Salah Dengan Tarekat?

  1. asslamu’alaikum wr.wb.
    abang2 dan kakak2 yang saya cintai alumni IAIN..
    nama saya rio setiawan Mahasiswa panca budi
    sekaligus Anshor panca budi Medan
    disini saya ingin menyampaikan beberapa masukan yakni :
    1. Islam itu ga’ kan pernah tegak selama kita tidak pernah mengenal orang yang membawa ajaran Islam itu sendiri.
    2. Al-Qur’an merupakan energi tak hingga adalah Haq keberadaannya dan Absolut.
    3. Sunah dan hadits Nabi saw. merupakan modal utama untuk meraih point-point no. 1 dan 2.
    4. Menghadapi kehidupan sukses dunia dan akhirat dengan jalan berakhlaqul karimah (Nabi Muhammad saw. merupakan pedoman dalam kehidupan ummat manusia) dan berisinya zikirullah didalam hati sanubari setiap insan yang mukamil.
    5. untuk menggapai itu semua kita WAJIB memiliki pembimbing yang dapat menghantarkan kita kehadirat Allah swt.
    6. Nabi Muhammad saw. dapat melaksanakan Isra’ wal Mi’raj untuk menyempurnakan ajaran agama Islam, jadi dengan perkataan lain kita ummatnya ber_keWAJIBan juga seperti Nabi kita Muhammad saw. Dengan pertanyaan jika kita tidak bisa seperti Nabi Muhammad saw. jadi apa tujuan kita beragama dan untuk apa Nabi Muhammad saw. menjadi Panutan ummat manusia, khususnya ummat Muslim…???
    7. Kekalahan ummat muslim dewasa ini dikarenakan telah hampir tidak ada para cendikiawan muslim yang meriset Al-Qur’anul karim yang memiliki ENERGI POWER YANG MAHA DAHSYAT.

  2. Dear for All…

    salam saudara sekalian., ibadah puasa kita telah mencapai pertengahan perjalanan.. terimakasih SUFIMUDA atas kesempatan pada para pengunjung blog untuk berkomentar dan membuat artikelnya., terimkasih pula atas ilmu yang telah disebarkan., dan juga saudara2 yang telah berbagi..
    terimakasih saudara Abi Zahra., benar sangat perkataan saudaraku, yang membuat rusak nya susu sebelengan itu karena tinta setitik… MAKA janganlah sampai kita2 ini menjadi tinta.. mari menjalin ukuwah dalam hidup dan berkehidupan…

    salam damai saudaraku., salam indah selalu… 😉

  3. Setahu komala Malaikat Jibril senantiasa mendatangi Rasulullah SAW untuk mengulangi hapalan Rasulullah SAW tentang wahyu yg di terimanya. Bukankah justru bagus ,kita bisa mengenal agama Allah SWT bukan?. demikian juga para sahabat yang mengawal Al Quran dan Sunnah Rasulullah SAW. Para Imam hadits , Imam madzhab, para Ulama muktabar. Terbukti ,Agama Islam mampu membawa manusia meninggalkan masa2 kegelapan .

    Sedangkan yang menghancurkan islam itu adalah orang2 yang meninggalkan Al Quran dan Assunah, seperti halnya umat2 terdahulu yang meninggalkan ajaran para Nabi Nya. menggunakan cara2 sesukanya, lalu bagaimana mungkin mendapatkan ridho dan pertolongan dari Allah SWT?

    Menurut komala , kita bisa meraih persatuan , kesatuan dan kemenangan bila kita berpola pikir dan berpola hidup sesuai dengan syariat Islam yang benar, sebaliknya , bila kita berpola pikir dan bertingkah laku ala barat, maka kita menggiring diri kita dalam kehancuran.

  4. **Penulis adalah alumni Fakultas Syari’ah dan Mahasiswa Pasca Sarjana IAIN Ar-Raniry, Konsentrasi Pemikiran Dalam Islam.*****

    Saudara Muhammad Jafar adalah seorang yang berpendidikan tinggi… seandainya tanpa title apapun yang dilekatkan masihkah tulisan anda ini akan diperhatikan…..???

    banyak dikalngaan muslim yang ada disekitar kita yang masih kurang bisa untuk diajak dberpikir spserti anda…apakah toreqot juga akan bermanfaat bagi mereka…

    seperti yang saya ketahui saat ini… masih banyak para pengikut toreqot yang hnya ikut2an tanpa tau hakikat toreqot itu sendiri

    islam itu indah dengan adanya syariat seperti yang dituntunkan Rasulullh… tanpa syariat maka toreqot yang ada hanylah semu…

    • Kata Imam Malik, tasawuf tanpa fiqh adalah zindik, sedangkan fiqh tanpa tasawuf fasiq. Bertharekat itu bukan berarti harus meninggalkan syariat, bung.

  5. Rindu Damai on said:

    Islam indah dengan adanya syariat, tapi akan hampa dan kosong….
    Ibarat berbaju bagus tapi tidak punya badan, masihkah bermakna?

    Islam kalau hanya bersyariat akan menjadi anarkis seperti FPI, akan menjadi brutal seperti laskar jihad akan menjadi sok benar sendiri seperti wahabi dan dedengkotnya…

    Harus dipahami, Rasulullah tidak pernah mengajarkan tentang hukum2 disaat awal dakwah Islam, yang ditanamkan adalah Tauhid…
    pake apa?
    pake zikir dengan menggunakan metode thariqat.
    kalau itu dibuang, sunnah yang mana yang harus diikuti?
    Yang mencontoh dokter setelah jadi dokter??

    Tanpa hakikat, seorang bersyariat akan menjadi sesat selamanya…

    Salam Damai Selalu

  6. komala faham betul,rindu damai memang benar klo awal dakwah islam yang ditanamkan adalah tauhid. tp saat itu juga belum ada perintah Sholat,zakat , puasa , bahkan naik haji pun 10 th setelah kenabian . dan saat turun ayat terakhir , maka sempunalah dienul islam ini. kita bersyukur karena menerima islam yg telah sempurna . sudah sewajarnya menerima semua metode ibadah dan amalan agama secara murni dan kaffah. maka lengkaplah iman islam kita

  7. yup betul komala,, Islam yang mesti dijalankan adalah yang Kaffah. Menyeluruh, bukan cuma syariat saja yang tampak indah dari luar tapi kosong, dan bukan hanya tarekat saja tanpa menjaga syariat. Tarekat yang benar itu HARUS berlandaskan Syariat yang lurus dan bersih.
    Khaffah disini bukan hanya menjalankan keindahan syariat islam yang ‘kelihatannya’ indah saja. Kalau cuma ini sama aja NOL hasilnya. Tapi menjalankannya bersamaan dengan mengamalkan isinya, dengan menggunakan RUH NYA, jalan Nya, FrekuensiNya. Agar ibadah kita benar2 sampai kepadaNya. Kalau kita mengejakan dengan frekuensi selain Dia, so pasti hasilnya belum PASTI sampai ke Dia. Sebab hanya frekuensi matahari saja yang sampai ke matahari, lebih lagi, HANYA frekuensi ALLAH saja yang akan sampai LANGSUNG dan PASTI ke ALLAH.

  8. Mas Jafar, cuman jalan tarekat yang anda dukung ini tidak pernah sekalipun diajarkan oleh Nabi kita Muhammad. Bagaimana pendapat anda tentang hadist “dan barangsiapa mengamalkan amalan yang tidak ada contohnya dariku maka amalan itu tertolak”

    Kalau pun pake tarekat ya harus pake cara Rosulullah dong….

    • Waahhh…Om Deddy ini pemahamannya tekstual banget. Ini pemahaman yang khas wahabi Om. Tapi kalau Om Deddy konsisten dengan cara berpikir ang seperti itu, coba tanyakan juga sama bosnya wahabi di Arab saudi, rasulullah pernah gak bkin kerajaan seperti mereka? Islam itu luwes dan luas Om, tidak sempit dan dangkal seperti yang anda kira. Om Deddy jangan cuma membaca bunyi teks, tapi harus tahu juga pesan apa sesungguhnya yang ingin disampaikan lewat teks tsb.

  9. Abu Zaid on said:

    Laqod kaana lakum fii rasulillaahi uswatun hasanatun.

  10. ………….. semakin bergairah saja bahan perbincangan kita di Sufimuda….

    … ^_^ … salam indah dalam perdamaian.. dan syiar islam….

  11. ….. salam saudara sekalian.. semoga bahan-bahan di Sufimuda dapat menambah wawasan kita dalam beragama dan ber TUHAN…..

  12. Abahselatan on said:

    Mantap sangat pembahasannya semoga semakin menambah gairah kaum muda dalam berdakwah, dan memperluas syiar Islam.. yang sebenarnya Islam ….

    Syiar Tuhan yang sebenarnya TUHAN….

    … 😉

  13. Salam Kenal

    Apakah ini yang di katakan syi’ar

    Orang yang benar-benar menjalankan Syi’ar, adalah orang yang berbudi pekerti dan bijak sana.

    Tetapi apa yang saya lihat disebagian beberapa koment di blog ini adalah saling menjatuhkan, saling menganggap dirinya benar!

    Orang yang benar-benar menjalankan Syi’ar adalah orang yang selalu menunjukan jalan kebenaran dengan penuh kesabaran dan kebijaksanaan, dengan tutur kata yang halus serta sopan tanpa harus menjatuhkan orang lain.

    Nabi Muhammad Saw selau menganggap musuh adalah sahabat, lantas bagai mana dengan kita?
    mengapa sesama saudara saling menjatuhkan.

  14. salam….
    smoga Allah mengistiqamahkan kita dalam dakwah…..
    mengajak umat kepada Allah….
    smoga amal anda jadi asbab hidayah bagi umat seluruh alam…

    abu haidar asyafeiyah , thareqat qadiriyah wanaqsyabandyah
    http://salafytobat.wordpress.com/

  15. sufimuda on said:

    Salam Kembali…
    Amien Ya Rabbal ‘Alamin…
    Blog anda sangat bagus dan menjadi kompas bagi para pencari kebenaran…
    Terimakasih sudah mampir di sini, semoga kita akan terus bisa bersilaturahmi demi kejayaan dan kekuatan Islam…

  16. Saya setuju dgn mas T. Muhammad Jafar tentang pendapat sampean yg berikut:
    “karena semua kebenaran adalah relatif, tidak ada kebenaran absolut didunia ini diluar Tuhan, kebenaran absolut hanya ada pada Tuhan”.
    Tapi saya lebih setuju dgn mas esensi.
    Mazhab 4 jg berbeda pendapat,tp ga’ pernah mereka saling vonis memvonis satu sama lain.Bahkan mereka saling menghormati.Terus terang aku sedih melihat keadaan kita (umat Islam) sekarang ini,tiap2 kelompok mengklaim bahwa kelompok mereka-lah yg paling benar,
    Padahal hanya Allah SWT yg Maha Benar,kita manusia yg hina ini adalah tempatnya segala kekhilafan.Menurut saya,kita ga bisa memvonis sesat/kafir selama masih berpegang teguh pada 2 Kalimah Syahadah “ASYHADUANLAAILAAHAILLALLAAH,WA ASYHADUANNAMUHAMMADARROSUULULLAAH”,
    hanya Allah Ta’ala yg berhak memvonis seseorang/kelompok itu sesat/kafir atau tidak.
    Betapa indahnya Islam ini jika perbedaan pendapat dihadapi dengan cara yg Islami pula.

  17. seandainya ilmu Alloh itu dibeberkan… maka tidak akan bisa mengukur seberapa Maha Pandai dan Maha Pintarnya ALLOH SWT.

    Sedang sebenarnya kita adalah peralonNya saja… sedang Ilmu( Air ) berasal dari Alloh…

    (MY GOD – YOUR GOD) IS SO GREAT…!!! ^_^

  18. DANI HAMDANI on said:

    Saya pernah baca sebuah kitab terbitan Baerut Libanon berjudul “Nuzhatul Majalaalis” . Dalam kitab tersebut ada satu hadits yang berbunyi “MAN AROODA AN YAJLISA MA’ALLAH FAL YAJLIS MA’A AHLITTASHOWWUF”. Artinya : Barang siapa yang ingin duduk bersama Allah.maka duduklah bersama para Ahli Tasawwuf (Sufi).

  19. Anak Gaul on said:

    Hadist itu semakin memperkuat dalil bahwa Tasawuf memang sudah ada sejak zaman nabi dan merupakan intisari Islam.

    Kekalahan Ummat Islam saat ini disebabkan karena pengaruh orientalis yang selalu berusaha membuang tasawuf dari Islam sehingga banyak orang menyangka Tasawuf bukan ajaran Islam. LIhatlah betapa kering pemahaman kaum wahabi di Arab Saudi setelah mereka mencampakkan Tasawuf dari kehidupan mereka.

  20. apa yang salah denga tarekat?????
    (jawab) pengikutnya dong………. masa guruNYA yang salah …wong ngga berani saya nyalahin seorang GURU…hihihihihihihi…………..

    nah menurut saya salah satu kelemahan kita karena sebagian besar pengikut tarikat sukanya selalu bermain di wilayah hati dan rohani ….zikir, suluk,…..dan terlena dengan permainan hati dan alam rohani terperangkap oleh fenomena alam rohani yang tiada henti yang dianggapnya sebagai ALAM KETUHANAN.. gak pernah bosen berjalan2 dengan JIBRIL sebagai pengantar dialam rohani (yang paling parah kalo ngerasa dah bisa jalan2 sendiri…) akibatnya dia lupa tujuan akhir tuk sampai kepada alam TUHANNYA .

    selain itu :
    ALLAH BERKATA : ROH ITU URUSANKU”…………….. tapi sebagian besar murid sibuk ikut2an urusin masalah memperbaiki rohaninya atau memperbaiki rohani orang lain dan akibatnya secara tidak sadar telah masuk dan mengganggu urusan ALLAH..nah kalo sudah gini ALLAH kabur dah…………..karena kataNYA..gimana mau ada AKU kalau kau ada????

    ada lagi yang menyalahkan golongan syariat tetapi tidak mampu memberi contoh syariat yang bener.. makanya jadinya berantem dan musuhan mulu…
    lihatlah tapak jejak perjuangan ayahanda dan nenek2 kita yang kita akui kehebatanNYA dalam menegakkan AGAMA INI secara syariat.. penuh, cobaan, tantangan, hambatan, pengorbanan yang hampir tiada berhenti.
    nah kita yang mengaku sebagai pengikut beliau sangat sedikit yang mau mengalami dan berjuang seperti yang mereka lakukan..kalo dah gini… apa nda malu kita ngaku sebagai murid???????..atau emang kita hanya ngaku2 aja jadi murid….?????

    yahhhh….
    akhir kata golongan tharikat juga manusia kan?????

    wassalam

    • ridho roma on said:

      Ass. saya sngt setuju dgn abng iseng, jgn slng menjatuh kan satu sama lain, , apa ini yg di ajar kan guru??? klo ini yg di ajar kan ya lanjut kan.

      “wassalam”

    • prono jiwo on said:

      saya sangat tertarik dengan ulasan mas iseng,semuanya benar, cuma ulasan di atas menyampaikan hanya bab rohani saja. padahal yang di namakan thorikot harus semuanya selalu berdampingan, dlm arti teori dan praktik/perbuatan.
      orang yang berjalan di bab ini, biasany selalu berbuat mementingkan orang lain/banyak. dari pada kepentingan diri sendiri/Egois. Semua perbuatanya hanya di tujukan karena ridho alloh ta’ala.tanpa mengharap imbalan atau pamrih semata.
      ALLAH BERKATA : ROH ITU URUSANKU”memang benar,karena alloh telah menitipkan roh itu pada manusia.dan suatu saat pasti akan di ambil lagi

  21. ABHusin on said:

    APA YANG SALAH DENGAN TAREQAT…???

    Tidak ada apa yang salah, tidak ada apa yang sesat, semuanya benar dan betul belaka. Tareqat ertinya jalan, dari perkataan Thariq. Tareqat itu jalan mencari sesuatu dengan sesuatu. Kalo tidak dengan sesuatu maka itu yang dikatakan salah jalan, tersesat jalan. Si-Salik itu tidak bisa berjalan kalo tidak ada arah penunjuk jalan…..

    Seperti Musa mencari seorang Hamba, berjalan bersendirian tanpa mengenal itu Hamba, tanpa mengikut jalannya itu Hamba. Maka tersesatlah jalannya Musa dalam perjalanan. Maka itulah dinamakan tersalah jalan. (Bukan salah tareqat tetapi tersalah pembawaan jalan)…..

    Apa sebab tersalah pembawaan jalan??? Kerana tidak mahu pasrah pada-Nya. “Arafftu Rabbi Birabbi” …. Aku kenal Tuhan-ku dengan Tuhan-ku. Kalo kamu tidak mahu berserah pasrah total pada-Nya, maka itulah kamu masih bertuhankan nafsu dan hantu….. Sebagai Hamba Allah bermohonlah kamu pada-Nya tunjukkan Taufik dan Hidayah-Nya…..

    Setelah kamu ketemu itu Dia dan jalannya, kamu bawakanlah Dia bersama berjalan dan kamu turutkanlah jalannya Dia disepanjang perjalanan. Sejauh-jauh kamu berjalan, nanti kamu tersalah jalan tersesat jalan. Jangan pula kamu lupa kembalilah kepangkal jalan…..

    …..Wallahualam…..

    • prono jiwo on said:

      Memang benar, apa yang di bilang saudara, bahwa Nabi Muhammad menganggap musuh adalah sahabat,bukan menganggap musuh.kenapa?……..

      Karena Nabi mengetahui apa yg ada dalam diri Manusia tsb.yaitu belum mendapatnya suatu hidayah dlm dirinya/belum mendapat pencerahan hati.makanya nabi memaafkan & memaklumi tindakan tersebut,karena belum mengerti. Andai kata seseoang sudah terbuka hatinya,saya yakin orang tersebut akan mempunyai sifat kesadaran,kejujuran, kedamaian dan ketentraman.karena wujudnya alloh ada di situ…. yyaitu di rasa

  22. Purwahedi on said:

    Ayat-ayat dalam Al Qur’an ada jelas tegas tetapi ada juga yang multi tafsir, begitu juga dengan Hadis Rasulullah.
    Perpecahan umat Islam diawali oleh orang-orang Islam sendiri yang sudah ada “penyakit” dalam hatinya dengan “mengolah” tafsiran ayat-ayat Al Qur’an yang multi tafsir sesuai dengan keinginannya, yang kemudian olahan tafsiran tersebut diikuti secara membabi buta oleh para pengikutnya.
    Ya…beginilah jadilah. Beruntunglah orang-orang yang selalu mendapatkan petunjukNYA.

  23. Iman dan ihsan itu merupakan bagian dari ajaran Islam, jadi bukan masing-masing berdiri sendiri. Syahadat itu merupakan dasar pokok dari ajaran Islam, sekaligus adalah ‘puncak’ atau kesimpulan dari ajaran iman. Tatkala dia yakin dengan Allah SWT, Nabi Muhammad SAW dan Islam, maka dia mengucapkan syahadat. Jabaran dari syahadat itu tergambar dalam rukun iman yang 6 (enam) pekara tersebut. Shalat dan puasa adalah gambaran ibadah dari ajaran Islam. Sementara zakat dan haji pada hakikatnya adalah muamalat, karena kedua perintah ini pasti menyangkut hubungan dengan orang lain.

    Apabila rukun Islam dilaksanakan oleh setiap Muslim dengan ihsan yakni semata karena Allah SWT, maka jadilah orang itu sufi. Jadi sufi itu adalah seseorang Muslim yang benar-benar melaksanakan rukun Islam dengan tingkat iman yang tinggi dan didasarkan dengan ihsan dan ikhlas. Semua orang Muslim bisa menjadi sufi dan tidak pula wajib harus dengan mursyid tertentu atau toriqoh tertentu. Insya Allah, Anda pun bisa jadi sufi.

  24. saya juga lulusan IAIN tapi saya bertaubat dari mata kuliah yang sudah saya pelajari,hai kawan gimana tidak banyak komentar sinis,sadarkah kau dalam artikelmu kau kelu sekali mengucapkan Allah dan malah menulis Tuhan. hati saya kering membacanya,itu bagi saya hal yang sangat dasar untuk memahami suatu ajaran,dan saya perhatikan tidak hanya anda,seluruh dalam blog ini.dan selalu mengemukakan akal,tapi kalo ditanya dalilnya yang shohih malah balik tanya atau lebih menghujat kalo memang anda bener sebagai seorang akademis harusnya bukti(dalil) yang di kemukakan,di riwayatkan oleh siapa,bukhari,muslim,atau yang lain yang shohih,no berapa.kan bisa,supaya pembaca bisa mebuktikan sendiri.

    • pertama- tidak ada yang salah dengan ilmu dan pendapat kita2 ini. perbedaan terjadi akibat distorsi pemahaman kita saja.

      misalnya :

      1. AL-Qur’an
      alqur’an yang saudara qq maksud adalah yang diakui sekarang sebagai kitabullah dan dijual di toko2. tetapi saudara2 kita yang lain memiliki penafsiran yang berbeda… dengan mengacu pada Firman ALLAH: “…maka apabila al qur’an itu diletakkan diatas gunung niscaya hancurlah gunung itu…” ada juga hadits riwayat dari aisyah:”kalo mau melihat alqur’an berjalan lihatlah Rasulullah”.. (maapkan diri yang bodoh ini kalo nggak hapal ayat dan perawi haditsnya..taunya cuman baca2 aja…)

      nah jika pemahaman bang qq dipakai menafsirkan ayat diatas maka walaupun beribu2 ton alqur’an yg berupa kitab itu diletakkan diatas gunung maka saya jamin gunung tersebut tidak akan pernah mengalami kehancuran.

      jadi disini ada perbedaan pemahaman alqur’an dimana ada umat yang menganggap alqur’an itu kitab dan isinya yang berupa benda mati dan ada juga umat yang beranggapan alqur’an itu adalah “zat yang memiliki kekuatan dasyat” yang ada pada diri manusia..

      yang mana yang benar?????

      jika merujuk ke firman, hadits dan sunnatullah
      jelaslah bahwa pemahaman al-quran zat yang hidup dan memiliki kekuatan dasyat” yang ada pada diri manusia-lah yang telah memenuhi ketiga syarat diatas. perkataan ALLAH, HAdits dari Bunda Aisyah dan Sunnatullahnya yaitu bahwa Rasulullah SAW pada masa hidupnya tidak pernah mengatakan atau menyuruh menyusun dan memberi nama kitab itu alqur’an…….

      inilah beberapa contoh distorsi yang menyebabkan perbedaan pemahaman diantara umat/golongan manusia.

      puncak distorsi pemahaman islam terjadi pada peristiwa perang onta… dimana satu kubu dipimpin oleh bunda AISYAH dan di kubu lain dipimpin oleh Imam ALI Kw. dimana bentrokan tersebut terjadi dikarenakan perbedaan pemahaman ayat yang berujung pada saling menyalahkan dan mengkafirkan kelompok yang lain. nah kalo situasi seperti ini kita temui sekarang …maka dipihak manakah kita akan berdiri??????

      inilah pentingnya mengetahui “alqur’an yang hidup” karena hanya “alqur’an yang hidup” saja yang mampu membedakan mana yang HAQ dan mana yang BATIL..
      sedangkan alqur’an yang ditoko buku itu adalah benda mati yang hanya menimbulkan berbagai penafsiran yang beragam dari setiap pembacanya.

      semoga kita dituntun tuk bertemu dan memahami “alqur’an yang hidup”…. guna membedakan yang haq dan yang batil..

      wassalam

    • Saudara q-q harusnya mengulang lagi kuliah di IAIN, biar tahu kata “Allah” itu sebetulnya sudah ada sebelum rasulullah sendirilahir. Buktinya, ayahanda rasulullah bernama Abdullah yang artinya hamba Allah. Dan soal kata “Tuhan”, Al-Qur’an sendiri memberikan contoh do’a dengan kata “Robbana atina…dst”. Salahnya, anda kuliah di IAIN tapi cara berpikirnya seperti wahabi. Jadilah pemahan anda pun tekstual dangkal, dan tidak pernah mengetahui adanya metode pemahaman lain, yang kontekstual misalnya.Dan tidak pula dapat membedakan ayat-ayat yang partikular dengan ayat-ayat yang universal. Akibatnya cuma berpegang pada bunyi teks, tapi tidak memahami pesan yang terkandung di dalam teks. Kalau maunya cuma begitu, memang tidak perlu kuliah di IAIN atau belajar agama di pesantren. Cukup beli Al-Qur’an yang pakai terjemahan dan kumpulan hadits shahih Bukhori-Muslim, lalu hafalkan satu persatu. Kalau sudah banyak hafalannya lalu seolah sudah menguasai pemahaman agama dengan benar.

  25. jika bidah dipandang sempit maka hal yang harus anda persalakah adalah khalifah usman???????kareana membuat al-quran dalam 1 mushaft??????,,,,islam indah dengan toleransi mengapa kita sibuk saling mencari pembenaran???????????????????????

  26. ayoooooooooooo………………………………………kita bersatu………………………….???????????bukankah lebih masuk akal??? jangan perkeruh lagi sejarah peradaban islam, setelah kita dibodohi terus menerus,,,,,,kaLau kalian merasa benar kenapa tidak pernah memberi solusi,…………………weiii bangun ini realita bukan mimipi,…ternyata kita memiliki pemahaman yang berbeda,………….,,…ayo sadaaaaaaar dunk,……………………………………”bukankah kebenaran hanyamilik Allah”……………TUHAN Kamu Allah,,,nabi kamu muhhamad bukan????kenapa kita saling menghantammmmmmmmmmmmmmmmmmm

  27. ” sesungguhnya kita dari Allah pasti kembali kepada Allah”

  28. Pembela Sunnah on said:

    Kebanyakan, untuk tidak mengatakan semua, kaum Sufi yang bodoh dan sesat “menuntut” ilmu Laduni untuk kemudian menyesatkan umat Islam. Sufi dengan ilmu Laduni dan tasawufnya benar-benar telah merusak, mengoyak, dan mencincang agama. Sungguh, seorang wanita yang melacurkan diri seumur hidup dan tidak pernah tobat sampai matinya masih lebih baik daripada para Sufi. Bertobatlah, dan berhentilah menyakiti Allah.

  29. Ping-balik: Apa Yang Salah Dengan Tarekat? « Dayah Darul Khairat

  30. Ping-balik: Apa Yang Salah Dengan Tarekat? « DAKWAH SUNNIY

  31. Ping-balik: Apa Yang Salah Dengan Tarekat? « DAKWAH SUNNIY

  32. seorang wanita yang melacurkan diri seumur hidup dan tidak pernah tobat sampai matinya masih lebih baik daripada para Sufi<<<<<<<<Pembela Sunnah kalau ngomong disaring2 …. maksud ente apa nih…..masa orang seumur hidupnya berzina lebih baik yg kaga2 aja ente ….nih….pagi siang malam kami berdzikir bersalawat sholat puasa infaq zakat qurban sedekah menciptakan perkerjaan memperbaiki akhlak orang dll,ente bilang masih lebih mulia pelacur…..mungkin mulia dimata ente karena ente mungkin konsumennya…..jangan marah ya dibilangin ,kalau marah coba periksa kesehatan anda.

  33. @ Pembela sunah

    Nampaknya anda sering melacur nih…….sehingga begitu setianya anda membuat ungkapan yg menjijikan..
    hati-hati bisa kena aids lho!!!

    • Ass,, maap gua ngakak kagak henti ,bener2 lucu ,dgn tabiat orang macam lu, ko bisa bisanya berbicara tentang islamn disatu sisi bahasa, bahasanya si SAITOOON

    • SATU LAGI LO TUH TEBALIK , ALLAH TIDAK PERLU DAPAT PEMBELAAN ,TAPI KITA, KITA YG PERLU DI BELA OLEH ALLAH,MAKA DARI ITU JANGAN LAH MENDAHULUI ,,AYA AYA WARE SDR Q INI,BELAGU PEMBELA SUNAH,MANA JAGO LO AMA TUHAN,AMA IKAN HIU PUN LO PASTI KALAH BERENANG..
      HATI HATI SDR Q,JGN SUKA CPAT MEMBUAT KSIMPULAN

  34. Javad Al-Kadzim on said:

    Doa Qunut Imam Ali Terhadap Muawiyah dan Amru bin Ash Beserta Pengikut Mereka

    Tulisan ini kami persembahkan kepada para pendengki Ahlul Bait yang senang sekali memuliakan orang-orang yang menyimpang dari Ahlul Bait. Tentu saja mereka tidak akan mau menunjukkan wajah asli kedengkian mereka terhadap Ahlul Bait. Mereka tidak mau menunjukkan terang-terangan kebencian mereka kepada Ahlul Bait oleh karena itu mereka melampiaskan kebencian itu dengan memuliakan musuh-musuh Ahlul Bait.

    Mereka memuliakan orang-orang yang menyakiti Ahlul bait. Membela kesalahan mereka seraya berkata “itu cuma ijtihad” yang walaupun salah tetap mendapat pahala. Berbeda dengan mereka, Imam Ali justru mengakui kalau orang-orang yang menyimpang[pembangkang] seperti Muawiyah dan Amru bin Ash layak dihukum untuk kesalahan mereka.
    حدثنا هشيم قال أخبرنا حصين قال حدثنا عبد الرحمن بن معقل قال صليت مع علي صلاة الغداة قال فقنت فقال في قنوته اللهم عليك بمعاوية وأشياعه وعمرو بن العاص وأشياعه وأبا السلمي وأشياعه وعبد الله بن قيس وأشياعه

    Telah menceritakan kepada kami Husyaim yang berkata telah mengabarkan kepada kami Hushain yang berkata telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Ma’qil yang berkata Aku shalat bersama Ali dalam shalat fajar dan kemudian ketika Qunut Beliau berkata “Ya Allah hukumlah Muawiyah dan pengikutnya, Amru bin Ash dan pengikutnya, Abu As Sulami dan pengikutnya, Abdullah bin Qais dan pengikutnya”.[Al Mushannaf Ibnu Abi Syaibah 2/108 no 7050]

    Atsar ini diriwayatkan dengan sanad yang shahih sampai ke Ali bin Abi Thalib Alaihis Salam.

    * Husyaim adalah Husyaim bin Basyiir seorang perawi kutubus sittah. Ibnu Hajar menyebutkan biografinya dalam At Tahdzib juz 11 no 100 dan menyebutkan kalau ia dinyatakan tsiqat oleh Al Ajli, Ibnu Saad dan Abu Hatim. Ibnu Mahdi, Abu Zar’ah dan Abu Hatim memuji hafalannya. Dalam At Taqrib 2/269 Ibnu Hajar menyatakan ia tsiqat tsabit. Adz Dzahabi dalam Al Kasyf no 5979 menyebutkan kalau Husyaim seorang Hafiz Baghdad Imam yang tsiqat.
    * Hushain adalah Hushain bin Abdurrahman As Sulami Al Kufi seorang perawi kutubus sittah. Ibnu Hajar menyebutkan biografinya dalam At Tahdzib juz 2 no 659 dan menyebutkan kalau ia dinyatakan tsiqat oleh Ahmad, Al Ajli, Abu Hatim, Abu Zur’ah, Ibnu Ma’in dan Ibnu Hibban. Ibnu Hajar dalam At Taqrib 1/222 menyatakan ia tsiqat dan Adz Dzahabi dalam Al Kasyf no 1124 menyatakan ia tsiqat hujjah.
    * Abdurrahman bin Ma’qil Al Muzanni adalah perawi Abu Dawud seorang tabiin [walaupun ada yang mengatakan ia sahabat]. Ibnu Hajar menuliskan biografinya dalam At Tahdzib juz 6 no 543 dan ia dinyatakan tsiqah oleh Ibnu Hibban dan Abu Zur’ah. Dalam At Taqrib 1/591 ia dinyatakan tsiqat oleh Ibnu Hajar.

    Atsar ini adalah sebaik-baik dalil yang menunjukkan bagaimana pandangan Imam Ali terhadap Muawiyah, Amru bin Ash dan para pengikutnya. Tentu saja para nashibi yang adalah Syiah-nya Muawiyah tidak akan senang melihat Atsar ini. Dan untuk mereka kita katakan “Matilah dengan kemarahanmu”.

    Sumber: http://secondprince.wordpress.com

  35. Thariqat yang sesuai dengan ajaran Nabi kita Muhammad SAW ialah Thariqat Ihsaniyah. Thariqat Ihsaniyah mengajarkan kepada kita bahwa beribadah dan beramal salehlah kamu dengan seolah-olah kamu melihat Allah SWT, walaupun kamu ‘pasti’ tidak bisa melihat Allah SWT, tapi kamu harus yakin bahwa Tuhan, Allah SWT Maha Melihat dan pasti melihat kamu dan malaikatpun ikut mengawasi kamu di kanan dan di kiri tubuhmu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: