Apa Yang Salah Dengan Tarekat?
Oleh : T. Muhammad Jafar SHI**
Tema diatas muncul dari intensnya penulis mendengar pernyataan, pertanyaan dan statement yang sinis, miris, miring dan menyesatkan tentang tarekat. ”. Klausul-klausul di atas muncul dari berbagi kalangan, mulai dari Ulama-ulama, teman-teman mahasiswa, akademisi, aktifis NGO, terlebih lagi kalangan Islam Fundamentalis, intinya kebanyakan muncul dari kalangan terpelajar. Asbabun nuzul tulisan ini sebenarnya bukanlah sebagai pembelaan untuk menyatakan bahwa tarekat itu tidak salah dan tidak sesat, karena tarekat tidak pernah perlu pembelaan dari apapun, karena semua kebenaran adalah relatif, tidak ada kebenaran absolut didunia ini diluar Tuhan, kebenaran absolut hanya ada pada Tuhan.
Tulisan ini bertujuan untuk memberikan sedikit pencerahan terhadap frame dan logika berfikir saudara-saudara kita diatas. Kalau tulisan ini sebagai bentuk pembelaan, maka bukan pencerahan namanya, tapi debat kusir yang tidak logis dan ilmiah, karena hanya akan menampilkan justifiksi dalil-dalil Ayat dan ”Hadits”, sehingga kita disibukkan dengan menghafal saja, menghafal ayat ini, hadits itu, tanpa berfikir sama sekali. Bagaimana ada pencerahan kalau hanya dengan menghafal. Kondisi seperti inilah yang membuat kita akan semakin mundur dan terus mundur, karena sekarangpun sebenarnya kita berada pada kondisi yang sangat mundur bila dibandingkan dengan kondisi dimana ilmu pengetahuan mendapatkan tempat dalam Islam, ketika semua golongan bebas berdebat, bebas berargumen, tanpa saling mengkafirkan.
Bagaimana tidak mundur, yang dikedepankan adalah monopoli tafsir dan penyeragaman, yang benar hanyalah satu golongan mayoritas, dengan segala justifikasi ayat Qur’an dan ”Hadits” Apa yang akan terjadi dengan kondisi diatas dengan mudah akan dapat kita tebak. Tidak ada dinamisasi, tidak ada dialektika. Sehingga statis akhirnya, mandeg, hanya jalan ditempat dan selalu mengulang-ngulang yang itu-itu saja secara turun temurun.. Perumpamaan ini persis seperti pernyataan Karl Marx : mereka punya semuanya, tetapi mereka berjalan dengan kepala terbalik hari ini”. Umat yang dihasilkan dengan metode seperti ini adalah umat yang mabok agama, sehingga ketika mereka mabok, dengan seenaknya saja mengkafirkan, menyesatkan yang lain, menyalahkan yang lain. Dilevel ini agama hanyalah sebagai candu, agama hanya diperlukan untuk mengkafrikan, bukannya mencerahkan.
Tulisan ini sebenarnya juga pengalaman pribadi yang penulis alami. Dimana latar belakang penulis sebelumnya adalah seorang aktifis berhaluan kiri (sosialis). kemudian tertambat hatinya pada jalan tarekat. Hal ini tentu menimbulkan kehebohan, dan keheranan yang luar biasa, sama seperti herannya seorang sophie Admunsend dalam novel filsafat ”Dunia Sophie” ketika menerima surat misterius yang isinya menanyakan ” siapakah saya, darimana asalnya dunia ?. kawan-kawan penulis tak habis pikir bagaimana bisa seorang yang dianggap telah beraqidah kiri dan bertauhid sosialis bisa mengikuti jalan tarekat.
Ada Apa Sebenarnya ?
Mengapa Pemikiran seperti diatas ini bisa muncul dengan gampang dikalangan akademisi, aktifis-aktifis LSM, dan para mahasiswa yang bisa kita katakan masuk dalam golongan “terpelajar”. Mengapa di benak saudara-saudara kita ini masih bisa dengan mudah menyesatkan, mengkafirkan, semua yang diluar level Syari’at ?. apalagi tarekat. Ada apa sebenarnya ini ?.
Logikanya mereka pasti seperti ini, semua mereka bersandar kepada aturan agama, inilah landasan yang sering mereka pakai untuk menjustifikasi tindakan takfir, mereka ibarat tentara-tentara Tuhan yang siap membela agamanya, dari pihak-pihak yang dianggap menggerogoti Syari’at (Islam), terutama yang dianggap anasir diluar Syari’at (Islam), dimana tarekat termasuk salah satunya. Tapi tunggu dulu, apakah hanya karena landasan membela Syari’at sehingga mereka melakukan tindakan takfir dan vonis sesat ?.
Dalam sejarah Islam dan lebih khususnya Arab, gerakan-gerakan membela Syari’at, adalah bermuara pada gerakan ”berkedok” pemurnian kembali Islam, yang digelontorkan oleh Abdullah ibn Wahab, yang kemudian menjadi tauhid Wahabisme, dengan tujuan menyeragamkan semua, bahwa Islam yang benar adalah Islam Arab, tasawuf dan tarekat itu adalah pengaruh dari luar Islam, jadi harus dihancurkan, dimusuhi. Saudara-saudara kita diatas (Ulama,Akademisi, Aktifis LSM, Mahasiswa, gerakan fundamentalis) secara tidak sadar, dengan dalih berpijak diatas Syari’at dan membela Syari’at ternyata adalah perpanjangan tangan dari cita-cita dan Millenium Goalnya wahabi. Sungguh ironis, benar akhirnya, kalau pola seperti ini terus berlangsung, bukannya power Islam dan pencerahan sebagai agama yang kita tuai, tetapi kemunduran dalam beragama, berperadaban dan semua kompetisi global.
Sekarang kita bertanya lagi, apanya yang paling murni Islam ? apakah yang paling murni itu budaya-budaya badui yang keras sebagai daerah asal lahirnya wahabi, yang kemudian mempengaruhi lahirnya ayat-ayat Qur’an ? , apakah yang paling murni itu kebiasaan-kebiasaan ibadah Arab Jahiliyah, yang kemudian diadopsi oleh Islam secara lebih beradab?. Apakah tradisi-tradisi arab, yang sangat berbeda konteksnya dengan Indonesia, Aceh, Sulawesi, Kalimantan dll. Apakah ayat-ayat Al-Quran itu tidak ada pengaruh Israiliyat didalamnya ?. Apakah Ibadah, Mu’amalah, Jinayah, politik dalam Islam itu tidak ada pengaruh agama lain, kepercayaan lain ?.
Saya menantang kawan-kawan diatas, Akademisi, Aktifis LSM, mahasiswa, kaum Fundamentalis, yang sangat suka sekali mengkafirkan, memvonis sesat semua yang dianggap bertentangan dengan Syari’at untuk menjawab ini. Karena semua itu harus ilmiah, logis, dan bisa diterima akal, jangan hanya bersandar kepada Aqidah, seolah-olah anda semua begitu yakin Allah SWT tersenyum dan mengizinkan semua tindakan-tindakan anda dan mendapatkan ganjaran pahala yang berlimpah-limpah atas tindakan anda itu. Silahkan jawab pertanyaan diatas, biar kita semua tahu siapa sebenarnya penghambat kemajuan Islam, dan siapa perusak Islam dari dalam, jangan sebentar-bentar semua yang berbeda dengan Syari’at dicap penghambat kemajuan Islam dan perusak Islam.
Mari Kita Luruskan.
Agar umat Islam maju, tercerahkan dan mempunyai power luar biasa. Semua yang diatas harus kita luruskan. Apakah ada kebenaran absolut diluar Tuhan ?. tidak ada, diluar Tuhan, kebenaran itu relatif semua. Apakah yang suka melakukan takfir itu (Ulama, Akademisi, Aktifis LSM, Mahasiswa, kaum fundamentalis) sudah kenal dan berjumpa dengan Tuhan Sehingga tahu mana kebenaran absolut. Kalau belum, mengapa sebegitu beraninya melakukan tindakan itu ?.
Perlu diketahui dan disadari oleh kawan-kawan dalam kurung diatas, bahwa :
-
Ibadah-ibadah yang dilakukan umat Islam termasuk yang anda lakukan hari ini, itu semua adalah hasil pemikiran ulama-ulama. Sebagai contoh, tidak ada disebutkan dalam al-Quran itu rukun 13 dalam shalat dan banyak contoh yang lain. Tidak ada ayat-ayat yang tegas dalam al-Quran yang menyatakan ayat ini muhkamat dan ini mutasyabihat.
-
Persoalan-persoalan Aqidah : kafir mengkafirkan dan sesat menyesatkan dan saling menghalalkan darah, sejarah lahirnya itu hanya dari persoalan kekuasaan (rebutan kursi). Setelah Rasulullah meninggal, yang pertama dilakukan adalah persoalan rebutan kursi, sehingga jenazah Rasulullah sampai dua hari tidak dimakam. Puncaknya adalah perang yang terjadi antara Ali bin Abi Thalib dan Mu’awiyah yaitu perang perebutan kekuasaan, setelah inilah persoalan-persoalan Aqidah mencuat, berdialektika, mendarah daging sampai sekarang dan yang paling menonjol ya takfir.
Kesimpulan singkat, dua hal diatas semua adalah hasil pemikiran dan hasil pemikiran itu relatif semua, tidak ada yang absolut, tidak bisa anda membenarkan secara absolut satu pemikiran, dia bisa saja beragam dan semua benar secara masing-masing dan secara sendirinya. Anda baru boleh mengatakan semua itu benar secara absolut ketika anda sudah berjumpa dan kenal dengan Tuhan. Pertanyaannya, Apakah anda sudah berjumpa dan kenal dengan Tuhan, bercakap-cakap lansung, berdialog empat mata, dan sebagainya. Jika tidak, mengapa anda begitu berani melakukan kerja-kerja yang sebenarnya itu adalah wilayah Tuhan, legitimsi apa yang anda pakai, sedangkan berjumpa dan kenalpun belum. Bagaimana anda tahu Tuhan mengizinkan dan senang dengan tindakan-tindakan mengkafirkan dan menyesatkan yang anda semua lakukan ?.
Jika demikian adanya, apanya yang terlalu anda yakini dan anda banggakan kawan, dalam menilai Aqidah, keimanan, ibadah seseorang. Apakah anda Tuhan yang dapat mengkafirkan seseorang ?. sedangkan ibadah-ibadah yang anda lakukan sendiri hanyalah hasil pemikiran, sedangkan landasan yang anda pakai dalam mengkafirkan dan memvonis sesat seseorang yang merupakan ranah aqidah hanyalah hasil pemikiran manusia berlatar rebutan kursi, sedangkan ibdah-ibadah yang anda lakukan masih spekulasi semua, tidak ada kepastian, anda tidak bisa mengukur bahwa anda akan masuk surga dengan tindakan-tindakan anda itu, karena itu adalah hak absolut Tuhan, berarti anda-anda sendiri belum benar, bagaimana anda begitu berani membenarkan orang lain.
Ketika ada jalan tarekat yang berfungsi sebagai jalan untuk mengenalkan Tuhan, anda mengatakan itu sesat. Jumpa dan kenal dulu dengan Tuhan, biar anda tahu bahwa dimensi agama itu luas dan indah dan tidak hanya Syari’at. Syari’at seperti yang selama ini anda yakini dan pahami hanyalah level awal dalam beragama, baru kulit kawan. Belum intisarinya, baru ampas kelapanya, keras itu. Masih ada santannya didalam, masih ada minyaknya. Wajarlah jika pemahaman agamanya masih sebatas ampas dan batok kelapa yang keras, maka umat yang dihasilkanpun umat yang keras-keras, penuh kekerasan, beda sedikit kafir, bakar, bunuh, hancurkan, musnahkan, pakai Allahu Akbar lagi, merusak bar-bar, orang ditampar-tampar. Tidak ada indahnya Islam seperti ini, sampai kiamatpun umat Islam tidak akan pernah tercerahkan dan maju dengan kondisi umat seperti ini.
Kawan, beragama itu ibarat sekolah, ada SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi (S1, S2,S3). Diatas Syari’at itu masih ada lagi yang lain, jangan anda pikir Syari’at sudah harga mati Ada empat tingkatan yang harus dilalui kalau anda dan umat Islam ingin tercerahkan dan maju dan tidak saling gontok-gontokan, ada Syari’at, Tarekat, Hakikat, Ma’rifat. Anda-anda semua yang suka mengkafirkan itu masih dilevel SD, sedangkan pihak yang anda kafirkan itu sudah S1,S2,S3 bahkan Profesor, ya tidak nyambung kawan. Masak anda memvonis orang yang sudah S3 dengan metode-metode SD. Ditertawakan anda oleh orang lain.
Terus apanya yang salah dengan Tarekat ?. salahkah ketika yang diajarkan itu adalah jalan berjumpa dan mengenal Tuhan, karena yang absolut itu adalah Tuhan, salahkah ketika yang diajarkan adalah keikhlasan dalam menyembah Tuhan, bahwa dengan cinta semua itu dilakukan, bukan karena rebutan kursi, atau pamrih lain. Misalnya naik pangkat, mendapatkan kekayaan atau mendapat pujian yang luar biasa setelah memvonis yang lain sesat, atau menghalalkan dan mengharamkan sesuai dengan pesanan. Salahkah ketika yang diajarkan itu adalah hubungan kemanusiaan humanis, berdasarkan cinta bukan berdasarkan kepentingan. Salahkah ketika yang diajarkan adalah sebuah kepastian, bukan spekulasi-spekulasi tidak menentu dalam ibadah. Salahkah ketika yang diajarkan itu menyingkapkan kondisi-kondisi psikologis, menganalisa tingkah laku dengan bertumpu pada pengalaman langsung dan pengetahuan lansung (Al-Irfan). dan yang paling pokok, tarekat adalah jalan ilmiah yang diperlukan untuk mengenalkan dan menjumpakan dengan umat dengan Tuhan. Ketika kita percaya Tuhan itu ada, bagaiman cara menjelaskan ini, sehingga Ilmiah, Logis dan dapat diterima akal. Apa dijelaskan dengan Syaria’t, tunggu dulu. Umat akan semakin bingung. Satu-satunya cara untuk menjelaskan Tuhan dengan Ilmiah, logis adalah tarekat. Salahkan ini ?
Terakhir, pola-pola diatas sangat dipengaruhi oleh doktrin Arabisasinya Wahabi, melalui pendidikan, organisasi-organisasi fundamentalis, gerakan-gerakan yang ingin mendirikan kekhalifahan Islam, partai poltik dan organisasi-organisasi kemahasiswaan Islam lainnya. Mereka ingin mengarabkan dimana saja umat Islam berada. Sehingga semua yang berbeda dengan Arab itu sesat dan harus dimusnahkan. Sudahkah anda tahu siapa dan pihak mana yang sebenarnya menghancurkan Islam dari dalam ?. siapa yang sebenarnya ingin menghancurkan keragaman Islam yang sebenarnya merupakan kekuatan luar biasa dengan penyeragaman Arabisasinya ?. Dan, silahkan semua umat Islam melakukan ini semua, jika ingin tetap mundur tanpa pernah maju, kolot, rigid, dan tak pernah tercerahkan. Juga, jangan suka sekali melakukan takfir karena anda-anda adalah perpanjangan tangan Wahabi yang ingin menyeragamkan semua sesuai dengan Arab, Indonesia bukan Arab, Aceh bukan Arab. Biarkan Indonesia tetap Indonesia dan beragama sesuai dengan kultur Indonesia. Inti Agama Islam bukan Arab tapi Tuhan, Allah SWT.
**Penulis adalah alumni Fakultas Syari’ah dan Mahasiswa Pasca Sarjana IAIN Ar-Raniry, Konsentrasi Pemikiran Dalam Islam.
91 Comments
abahselatan
Mantappppppppppppppppppppppppppppppp … 🙂
Dono.
Ass.wr.wb,pak Sufimuda.
Selamat menunaikan ibadah puasa dan mohon maaf lahir dan bathin.
Mengenai tulisan diatas saya juga setuju.
Pihak arab wahabi juga banyak memberikan bantuan di eropa untuk mendukung pembangunan mesjid -mesjid dan juga usaha-usaha dengan sarat mengikuti cara mereka beragama.
Sebenarnya bukan islam yg menyelamatkan penganutnya tetapi bagaimana pemikiran penganutnya terhadap islam, yaitu cinta kepada Allah dan rasuulNYA.
Wassalam,Dono.
quantumillahi
Setuju sekali bang Muhammad Jafar, kl boleh ini di kirim ke MUI dan lembaga2 yg sering memandang tarekat adalah bid’ah atau sejenisnya.
Saran saya tulisan ini di Inggriskan dan kirim ke Majalah International atau Koran International.
Mudah2an orang2 di dunia melek harus mencari Tarekat, agar benar dan sebenarnya beribadah Kepada ALLAH SWT.
Bukannya mempermasalahkan yg kecil2, sementara mati itu PASTI dan SYETAN itu PASTI mengganggu kita.
Syukur2 tulisan ini menyadarkan bahwa MUSUH NYATA adalah SYETAN di dalam perut kita sendiri.
Harus dicari metode mengalahkan SYETAN di dalam perut kita sendiri.
Bagaimana detailnya silahkan ditanyakan kepada abang sufimuda.
Terima kasih bang Muhammad Jafar atas tulisannya, ini yg saya tunggu2 untuk menyadarkan diri saya pribadi dan keluarga saya u/ sungguh2 mencari RACUNNYA SYETAN LAKNATULLAH dalam diri yg pasti akan terus mengganggu.
Sukses dan Maju Terus bang Sufimuda dalam menyampaikan kebenaran Zikirullah di muka bumi.
Salam dari kami di negeri jiran
hamba'79
Maju terusss mas T. Muhammad Jafar SHI**…
Tulisannya patut di ajungkan Jempooolll…
ditunggu yang lebih pedas..tajam…dan kerass…
^___^V
PiisSSS
Nesia!
Apa yang salah dengan tarekat? Sayangnya memang ada, yaitu orang-orang yang mengecamnya.
sufi wanita
ASSAAMUALAIKUM WR,WB
Kalau mau menyalahkan, salahkan lah tuhan yang mengadakan keadaan sepert ini. apakah kita berani tuk m enyalah kan yang mengadakan keadaan seperti ini tentu tidak kan ? karena ini semua terjadi dengan Qudrat iradat Allah SWT.
kalau buat saya ini lah tanda akhir jaman di mana tidak ada lagi yang namanya ketenagan saling berselisih satu dan yang lain. islam itu satu , agama itu satu satukan hati satukan langkah raih kemenagan sejati menuju jalan keselamatan.
Islam adalah agama yang indah dan sangat mudah untuk di pelajari , islam bukan siapa anda dan siapa kami , bukan juga golongan atau kelompok tertentu tetapi islam adalah suatu pembelajaran yang baik yang bisa menjadikan rahmatan lil alamin . kalau kita terus berselisih bagaimana bisa menjadi rahmatan lil alamin, buatlah Baginda Muhammad SAW selau tersenyum walaupun beliau tidak pernah sedih . Dan jangan rusak dan hancurkan apa yang sudah beliau perjuangkan , ingat !!! sebelum beliau Wafat apa yang beliau khawatirkan ? yang beliau khawatirkan bukan sanak keluarga serta sahabat beliau melainkan umatnya. Beliau takut umatnya hubuduya dan terpecah belah sekarang apa yang beliau khawatirkan telah terjadi bukan saja di INDONESIA melainkan seluruh dunia . Sebaiknya mari kita saling introspeksi diri dan menyerahkan segala sesuatu nya kepada yang menciptakan keadaan ini . tidak mungkin Allah meninggalkan kita dan tidak akan mungkin Allah membiarkan kita di dalam ketidak benaraan , mungkin di balik semua ini ada hikmahnya . bukankah didalam gelap ada terang , didalam kesulitan ada kemudahan , dan didalam kehancuran ada perbaikan , didalam keburukan ada kebaikan , di dalam ketidak benaran di situlah terungkap kebenaran , habis gelap terbitlah terang. saya yaqin di negara kita dan terutama agama islam akan menjadi lebih baik . kalau ada kata -kata yang tidak berkenan saya mohon maaf . saya tempatnya salah karena kebenaran hanya milik Allah SWT.
Achmad Yusuf
Itulah Islam dengan beragam paham dan mazhab. Akan tetapi walaupun banyaknya Aliran, baik yang Pro maupun yang Kontra bagaimana orang-orang yang berada di dalam Islam itu mencari suatu Solusi untuk menyatukan Umat yang terpecah belah, menyadarkan Umat bahwa perpecahan itu tidak membawa manfa’at malah membawa mudharat. Untuk itu Bagi siapa-siapa yang duduk pada Maqom Ma’rifat mari kita bersatu walau berlainan Guru, pendapat boleh berbeda tapi kita adalah SATU. Ayo…… bersama-sama untuk mencari Solusi mempersatukan Umat di dalam Kalimah LAA ILAA HA ILLALLAH dengan jalan yang bijaksana dan sebaik-baiknya. Bagaimanapun juga mereka yang menentang keberadaan Tasawuf/Ma’rifatullah mereka itu juga bagian dari pada Islam walau masih hanya sebatas kulit,walau masih sebatas bungkus. Bukankah Isi tanpa bungkus juga tidak sedap dipandang? Bukan Syari’atnya yang salah akan tetapi pemahaman mereka tentang Syari’at yang sebenar-benarnyalah yang keliru. Jika memang Syariat itu Salah dimata orang Ma’rifat dan sebaliknya Ma’rifat itu sesat dimata orang Syari’at lalu bagaimana mungkin Islam bisa Maju dan Damai. Karena itu siapapun ia dimanapun posisinya, di Syari’atkah, di Tarikatkah, di Hakikatkah, di Ma’rifatkah jika tidak saling merangkul dan bersatu dalam LAA ILAA HA ILLALLAH maka Islam akan menjadi sebuah Nama saja, sebuah Simbol saja dan Atribut saja. Jadilah Islam itu sebagaimana Kue Coklat yang bernama coklat, Warnanya juga disebut coklat, rasanya juga disebut rasa coklat, baunya juga bau coklat. sehingga meliputilah Coklat itu pada segala sesuatu pada diri coklat. Nah! Bagaimana dengan Islam? bisakah menjadi seperti Coklat?. Mari kita jadikan segalanya itu menjadi Lillah, Billah, Fillah (Karena Allah, Dengan Allah dan Di dalam Allah). Hilangkan pandangan Syari’at itu Salah karena Syari’at itu juga Syari’atullah, Tarikat itupun tidak salah karena tarikat itu juga Tarikatullah, Hakikat itupun tidak salah karena Hakikat itu juga Hakikatullah dan Ma’rifat itu juga tidak salah karena Ma’rifat itu adalah Ma’rifatullah. Yang salah dan keliru adalah mereka-mereka yang tidak memahami sebenar-benarnya Ruh daripada Syari’at, Tarikat, Hakikat, dan Ma’rifat yaitu “ALLAH”. Karena itu bagi saudara-saudaraku yang mengerti akan ALLAH didalam Pengenalan akan ALLAH/Ma’rifatullah mari kita bantu mereka yang belum mengenal akan ALLAH untuk mengenal kepada ALLAH.
Sebagaimana Firman ALLAH :
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka apabila mereka berbuat kesalahan dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”. (QS,An Nahl : 125)
Itulah sebaik-baik jalan dan sebaik-baik Saudara saling mengingatkan satu dengan yang lain. Siapa-siapa yang masih berada dibawah pemahaman orang Ma’rifat maka mereka itu ibarat adik-adik dari Orang Ma’rifat.
Ayomilah mereka, tolonglah mereka, bantulah mereka agar mereka juga bisa sekolah sampai S1,S2,S3 dan Lulus mendapatkan Gelar yang Agung dan Mulia.
dinda
salam knal sufi wanita
menarik sekali apa yang anda kemukakan dan sayapun tidak akan berani menyalahkan Tuhan.
apa yang saya pahami dari tulisan saudara Jafar adalah menjelaskan perkembangan islam saat ini, menggambarkan pokok persoalan yang sedang terjadi.
hari ini saya berpikir bahwa kebenaran itu tidak akan dapat bercampur dengan keburukan, maka wajib bagi kita untuk mencari kebenaran itu “TUHAN”.
nah sekarang persoalannya adalah, apakah kita akan tinggal diam dengan segala kesalah pahaman yang terjadi..? maksud saya adalah kesalah pahaman antara orang yang belum sampai ilmunya yang menuduh orang-orang yang telah diberi petunjuk dengan sebutan sesat. bukankah wajib bagi kita menyampaikan kebenaran itu walau pahit.
kemudian apakah kita akan berkompromi dan bertoleransi dengan itu dan menyerahkan persoalan ini pada Allah karena menganggap bahwa Allah yang mencipkan semua keadaan ini..?
bukan bermaksud untuk berdebat, namun hari ini menurut saya, kita harus menentukan sikap supaya ngak jadi orang yang munafik.:)
watonist
bagi saya … agama itu adalah tempat untuk bercermin, “sudah baguskah tingkah kita, sudah bersihkah diri kita”, bukan untuk dijadikan semacam peluru untuk menembak mati orang-orang di sekitar kita.
admin_math
maaf jika isi pesan berikut mengganggu aktivitas kamu.. aku cuma mau kasih tau aja, ada sebuah situs social bookmarking yang berisi kumpulan berita-berita menarik yang paling update diseluruh indonesia,dan memang situs ini berbasis bahasa indonesia… klo nggak keberatan tolong cek situs ini yah.. semoga bermanfaat..
>>> http://www.lintasberita.com
coba di share aja semua tulisan km di situs itu ,mudah2an bisa membantu naikkan traffic blog ini ,keep up the good post ok.. btw.. ever thought bout adding lintasberita’s widget?? cek disini aja yah
>>> http://www.lintasberita.com/tools.php
thanks…. sory klo keliatannya spamming.. but seriously… im just helping you out here…
sufimuda
Makasih infonya, segera bergabung kesana
yudistira
keren abis tuh….abang T. Muhammad Japar
maju terus…..
moslem gaul
ulasan yang menarik…. sampai kagak nyadar bacanya kalo tulisannya udah habis. smoga ada season duanya, amien 🙂
sufi wanita
SALAM KEMBALI UNTUK DINDA , Memang seharunya nggak seperti itu , apalagi ini menyangkut urusan umat dan agama . kita tidak bisa membiarkan orang yang salah terus berbuat kesalahan tetapi kita harus menyelesaikannya secara damai , saat ini saya , suami , dan kawan- kawan sedang mencari solusinya dan kami melakukan sebuah syi’ar yang bertujuan untuk kemasalaatan umat , dan menjadikan umat yang wahidah (umat yang satu ) tidak bercerai berai. dan rencana nya sehabis idul fitri kami akan melakukan sebuah seminar , andai saja semua yang ada di sufi muda bisa bergabung bersama kami. ingin tau pencerahan tulisan di atas baca : http://www.pengembarajiwa.wordpress.com doakan kami suksesss.
BISRI
Seorang Prof Amerika masuk Islam karena kehangatan komunitas tarekat di Turki. Dari sini kita bisa lihat indahnya suasana tarekat bisa dirasakan oleh orang yang belum Islam dan seorang Prof. Hmmm… masih dibilang macam-macam
abahselatan
Indah sekali Islam bagi yang telah mengenal nya dari dalam., GOOD LUCK for you T. Muhammad Jafar, S.HI.. semoga dapat terus berkarya dalam memberikan informasi-informasi bagi semua..
salam kenal saudari sufiwanita.. penjelasan saudari sangat menarik dan dapat menjadi tambahan-tambahan informasi bagi semua,,,
salam kenal dan salam damai selalu pengunjung SUFIMUDA… 😉
arul
Tarekat ibarat air hujan yang turun dari puncak gunung.airnya terus turun kebawah walaupun terhalang pohon dan bebatuan terus turun dan masuk kedalam hati orang mu’min yang mau mengamalkannya
wong ndeso
ketika ditanya bagaimana rupa gajah itu, si ‘bahlul’ yang belum pernah melihat gajah dan hanya mendengar cerita orang maju ke depan untuk tampil dan supaya dipandang orang berderajat dan berpengetahuan.
cerita orang-orang yang ‘bahlul’ dengar diceritakannya bentuk dan tabiatnya seolah ia sudah sangat mengenal gajah. namun si ‘bahlul’ tak tahu kalau semua yang menonton dan mendengar sudah melihat gajah.
ya… ternyata yang menonton dan mendengar, kentara melihat kebohongannya dan apa yang sedang diinginkan ‘bahlul’ saja.
banyak orang yang mengaku muslim dengan mudah menjelekkan sesuatu (selain islam),
yang sebenarnya tidak diketahuinya agar dipandang paling benar dan paling mulia dari yang lain,
yang sebenarnya terlihat kedangkalan berpikirnya dan sulit menerima kebenaran dari luar dirinya.
Aria
Mantap, salut 🙂
benar2 tulisan yang berani,
tadi aria mencoba membacanya dan memposisikan diri sendiri di posisi ‘syariat’ers (i used to be one of them). Benar2 tajam.
Salut buat abang jakfar,keep it on bro!
quantumillahi
kak sufi wanita, sy mendukung penuh jika ada seminar tasauf setelah Idul Fitri. Mohon dibagikan informasinya seluas2nya agar semua manusia di Dunia ini tahu bahwa “BELAJAR TAREKAT ITU WAJIB, bagi yg sdh diberi petunjuk dan sudah mengetahui rahasia nikmatnya BerTUHAN.”
“Yang ingin tahu rahasia istana yg terdapat ukiran yg menawan, tentunya WAJIB permisi dengan PENJAGA ISTANA yg menjaga gerbang istana”
“Konon syurga yang lebih istimewa, tentunya WAJIB permisi dan minta tolong diajari kepada PETUGAS ALLAH seperti cerita RASULULLAH belajar dengan malaikat Jibril”
Jangan kuatir kak, TUHAN pasti membentengi kakak dan suami serta saudara yg lain.
Sy akan berusaha mendukung penuh, sy akan bernazar kepada ALLAH SWT 1 ekor lembu yg cantik dengan harga wilayah batam, seandainya SEMINAR ini berhasil diselenggarakan.
Sy sudah rindu dengan dakwah dan syiar Zikirullah, yg sdh mulai padam di muka bumi.
PADAHAL ZIKIRULLAH adalah inti dari ISLAM/APINYA ISLAM/POWER ISLAM/KEKUATAN ISLAM.
Sukses ya kak, terima kasih semangat kakak mendampingi suami yg berjuang penuh menebarkan Zikirullah di muka bumi ini.
Illahi anta maksudi waridloka matlubi.
Salam hormat kami dengan kasih sayang yg mendalam
saudara kakak di negeri jiran
arifin
mas tapi banyak juga orang yang meneliti tarekat hanya karena ingin cepat lulus S2 atau S3.
arRa II
Islam adalah kearifan yang mengajak manusia untuk berpikir, berbincang, lalu memutuskan berdasarkan hati nurani, maka dgn izinNya pun sy mengajak anda ntuk itu..
yg pertama, menurut anda baginda saw itu org yg fundamentalis bukan?
yg kedua, kita kebanyakan trllu mempermasalahkan masalah khilafiah..
yg ketiga..
Jibril : siapa yg paling mulia wahai Muhammad antara engkau dgn agama?
Nabi saw : agama!, karna aku di utus ntuk perkara agama.
sabda Nabi SAW : “Abad yang sebaiknya adalah abadku, kemudian abad berikutnya dan abad berikutnya” (H.R Jabir, Zurqani).
Umat yang dimaksud Nabi SAW itu adalah sahabat, tabiin, tabiut tabiin.
Sepeninggal nabi urusan agama, ada di benak para sahabat ra, sepeninggal sahabat ra urusan agama dilanjutkan oleh para tabiin tabiut tabiin rah..
Sepeninggal itu urusan agama ada pada ulama.
Sekarang ulama ada yg suu, ada yg malas, ada jg yg mau mlnjutkan perkara agama ini klo ada itu dan ini serta ini dan itu. Selanjutnya jadi tanggungjwab siapa perkara agama ini klo bkn tanggungjwb pribadi masing-masing.
yg terakhir,
yg melanggar syariat?, klo di vonis sesat olh sebagian itu udh selemah-lemahnya iman mas, trss..apa nih yg harus ilmiah, logis, dan bisa diterima akal?, bagaimana klo sesuatu itu tidak bisa diterima akal??, apa anda akn menolak???, sedangkan Allah disetiap penciptaanNya, ada yg sesuai dgn asbab (penciptaan anda), ada yg tdk (Isya tanpa ayah), bahkan ada yg bertentangan dgn asbab (adam tanpa ibu bapak)..
thanks y mas..
just an opinian 😉
sufi wanita
untuk quantumillahi, Trimakasih atas doa dan dukungannya kami yaqin pasti berhasil , sebab seminar kami yang pertama di awal bulan agustus telah sukses dan ini adalah seminar kami yang kedua kalinya. buku yang kami miliki pun laris manis. Bahkan ada seorang yang beragama nasrani hanya 2 malam membaca buku yang kami tulis secara berturut-turut alham dulillah sekarang orang tersebut telah menyatakan diri sebagai umat muslim dan sekarang orang itupun ikut bergabung bersama kami. dan seminar kami ini banyak di tunggu-tunggu oleh masyarat di kota saya. dan rencana nya di bulan november kami mengadakan seminar kembali karena permintaan ketua dewan mesjid indonesia .untuk memberi pencerahan kepada imam-imam mesjid di daerah saya ,dan yang akan di beri pencerahan mencapai 330 imam mesjid. alham dulillah karena Allah juga kami di berikan kemudahan dalam mengakkan tali agama Allah SWT. sebenarnya buku yang kami tulis ini berisikan megenai tasauf , tetapi di tulis dengan bahasa yang sederhana jadi yang membacanya bisa memahami isi dari buku tersebut adapun yang kami bahas dalam buku tersebut : bagaimana mendekatkan diri kepada Allah sWT, megenal hakikat yang ada pada diri , mengungkap rahasia sholat yang khusyuk , dan metode penerapan untuk mencapai ketenagan jiwa. bukan maksud promosi loch …….., mungkin suatu saat kami akan menyinggahi negara jiran , syi’ar yang kami lakukan bukan hanya untuk di daerah saya saja , melainkan seluruh indonesia dan tidak di tutup kemungkinan untuk seluruh umat di dunia agar kita sama-sama mendapatkan tempat yang mulia di sisi Allah SWT. aminnnn
Tengku Azhar
Assalamualaikum bung Jafar. Tulisan Anda bagus, tetapi Anda terlalu phobi menyikapi ‘wahabi’. Dari gaya tulisan Anda, Anda ‘mungkin’ belum banyak membaca buku ulama-ulama salaf (klasik) dalam masalah ini. Anda terlalu percaya dengan asumsi dan ilmu Anda. Sebagai seorang akademis, Anda tidak layak menulis pada akhir kesimpulan Anda : “Terakhir, pola-pola diatas sangat dipengaruhi oleh doktrin Arabisasinya Wahabi, melalui pendidikan, organisasi-organisasi fundamentalis, gerakan-gerakan yang ingin mendirikan kekhalifahan Islam, partai poltik dan organisasi-organisasi kemahasiswaan Islam lainnya. Mereka ingin mengarabkan dimana saja umat Islam berada. Sehingga semua yang berbeda dengan Arab itu sesat dan harus dimusnahkan”. Dari mana Anda mengambil kesimpulan ini, mana bukti2nya? Anda juga Menulis : “dengan dalih berpijak diatas Syari’at dan membela Syari’at ternyata adalah perpanjangan tangan dari cita-cita dan Millenium Goalnya wahabi.” Anda menulis tidak lagi obyektif tetapi sudah subyektif. Suatu saat akan saya lanjutkan tulisan ini.
Salam dari Tengku Azhar, Lc. (Mahasiswa Pascasarjana, International Class Arabic Language, Qismul Fiqhi wa Ushuluhu, Universitas Muhammadiyah Surakarta). Asli : Aceh Tamiang, NAD.
esensi
Hmm… menarik 🙂
Begini, mas Jafar. Dalam Islam khususnya, pluralitas adalah keniscayaan. Nah, beragam perbedaan ini mestinya diakomodir. Kesan yang saya tangkap dari tulisan anda ini, tak lebih dari sebuah kegeraman semata. Padahal jika memang Anda sudah–katakanlah–berada di level tarikat, maka anda tak perlu mencerca mereka yang masih berada di jalan syari’at. Saya setuju sebetulnya dengan inti tulisan Anda bahwa jangan ada yang seenaknya mencap sesat/kafir,dst, namun justru, ketika Anda mengcounter mereka dengan cara yg sama, maka anda sudah masuk ke dalam sikap yg sama seperti mereka. Tak perlu membawa-bawa sikap arogan mereka yg masih berkutat pada syari’at. Alangkah baiknya Anda memperkenalkan indahnya tarekat dengan segala elaborasinya. Dengan demikian, akan lebih tercerahkan lagi semua yang membacanya, ketimbang lebih didominasi dengan ketidaksukaan terhadap mereka yang masih awam dengan istilah tarekat ini. Yah, cuma opini saja. Saya paham kok maksud anda.
.
Dan satu hal, saya agak geli ketika Anda menuliskan kata “S1”, “S2”, dan “S3”. Dalam struktur pedoman EYD kita, dua karakter yang berbeda, selalu disisipkan tanda “-“, sehingga S1 menjadi S-1, S2 menjadi S-2, dst. Saya harap semoga itu karena Mas Jafar lupa saja.
.
Salam,
Satria
Saat pertama sekali muncul di jazirah arab, Tindakan yang pertama yang dilakukan oleh wahabi adalah membunuh kaum muslim dalam jumlah hampir 20.000 orang…
Tindakan selanjutnya terutama zaman sekarang adalah membunuh secara halus aliran2 yang berseberangan dengan mereka ….
Saya setuju dengan esensi, bahwa kebutralan wahabi tidak harus dilawan dengan kebutralan, tapi mengkritik wahabi menurut saya merupakan suatu keharusan agar Islam tidak tercemar dengan ide2 gila wahabi…
Salafi tidak sama dengan ulama salaf, bedanya bagai bumi dengan langit.
Ulama salaf (ulama klasik) memang benar mengikuti sunnah nabi….
kalau salafi… mmm… mengikuti sunnah menurut akal pikiran mereka…
ya, sekedar kritik aja, mohon maaf sufimuda kalau tulisan ini kurang berkenan dan selamat menjalankan ibadah puasa …
Achmad Yusuf
Tatkala engkau tidur engkau bermimpi. Di dalam mimpi itu engkau melihat dirimu tidur dan bermimpi lagi. Di dalam mimpi itu lagi engkau melihat dirimu tidur dan bermimpi lagi…. terus begitu sampai 7 kali kedalaman tidur dan mimpi. Sebaik-baik dan sebenar-benarnya HAQ itu tatkala kita dapat terbangun dari mimpi-mimpi itu tadi. Mudah2an Alah Swt membukakan akan Tirainya yang sangat lembut hingga benar2 menyaksikan di dalam Musyahadah Apa sih…..Sesungguhnya kehidupan itu dan apa sih yang berlaku dalam kehidupan itu dan siapa sih yang berlaku dalam kehidupan itu………… Tanyakanlah kepada Wali Mursyid tentang Hakikat Tidur dan mimpi itu semoga di bukakan akan Ridhonya. Aaamiiiien
mbatam
assalamu alaikum bang sufi muda
tolong dong di posting seminarnya
dimana, waktunya
awe
assalamu’alaikum rakan sekalian…
sangat menarik dari tulisan saudara jafar, dan sangat manis kritikan dari beberapa saudara yang lain…
================================================
Salam dari Tengku Azhar, Lc. (Mahasiswa Pascasarjana, International Class Arabic Language, Qismul Fiqhi wa Ushuluhu, Universitas Muhammadiyah Surakarta). Asli : Aceh Tamiang, NAD.
=================================================
salam kembali Tengku Azhar, Lc….
saudaraku sekalian.. kafilah-kafilah muda, pembaharu muda, dan juga gerakan-gerakan muda, yang penuh ilmu dan retrorika tentang islam…
sangat menarik dari pembahasan diatas, dari sudut pandang saya yang hanya mengenyam pendidikan agama di pasantren tradisional di sebuah desa terpencil yang bernama darulhalim.. yang berada 12 jam perjalanan dari pusat ibukota propinsi.. dapat saya melihat.. bahwa artikel diatas, sebuah unsur keberanian yang blak2an.. seperti sunnah nabi.. bila kau melihat kemungkaran, tegah lah dengan tanganmu, bila kau tak mampu, dengan lisan mu. dan selemah-lemah iman dan yang menegah dengan hatimu…. selamat T. M. Jafar S.Hi.. anda tergolong orang yang berani menegah dengan lisan… dimana lisan itu yang anda tuang dalam tulisan ini… (dan itulah pandangan saudaraku Jafar tentang keadaan wahabi dan arabisasi sekarang ini.. )
DAN JUGA SAUDARAKU Tengku Azhar, Lc.. benar sangat bagi anda.. dan memang benar sesuatu itu harus lah di buktikan dan dijelaskan yang sehingga masuk dalam akal dan pikiran… (…????? sebuah pertanyaan yang tak dapat di buktikan oleh akal dan pikiran manusia dan bahkan yang mengaku sebagai ulama… DIMANA ALLAH SEKARANG INI…) maaf saudaraku Teungku Azhar.. bila anda menanyakan kepada orang yang kelasnya seperti saya yang hanya lulusan tradisional pasantren tentu saya akan menjawab bahwa “..Dimana TUHAN malintek, TUHAN balindung di Hamboe Nyoe..” dan saya telah bertemu dengan NYA.. yang tak dapat dibuktikan secara akal sehat dan logika manusia karena itu semua tak sampai pada NYA…
Saudaraku dalam hal ini sehingga tak perlu bagi kita tuk saling menyalahkan disini.. jika ada yang meminta untuk di buktikan… saya juga meminta kepada para intelektual islam… (S.Ag. S.Hi, S,Ti, M, Ag, P.Hd, Lc, Drs, Prof.. ect)… dimana ALLAH sekarang ini ..pertanyaan ini sesuai dengan sifat ALLAH itu “wujud = ada”
Dalam pandangan ini kami berikan sedikit pandangan menurut kami yang sangat terbelakang dalam ilmu…
Maaf saudara sekalian bila hal ini dapat membuat saudara sekalian teriris hati, dengan kerendahan hati dan kebesaran ampunan kahadirat YANG MAHA BENAR ALLAH.. saya memohon ampunan nya.. dan mohon maaf pada saudara yang merasa tersinggung hatinya….
salam damai, dan salam indah selalu menyertai kita dalam menjalan ibadah… syiar itu adalah ibadah,, teruslah maju dan berjuang para syiar muda…
Good Luck for All…
wasalam………… 🙂
secret love
chayow om jakfar
postingnya keuren abiiz
setajam silet
ditunggu neh lanjutannya
salam buat ibu… :>
sufimuda
Wa’alaikum salam Bang Mbatam
Seminar yang mana? seminar Tasawuf YKAD ya?
arRa II
salam balik buat bang Tengku Azhar, Lc. (Mahasiswa Pascasarjana, International Class Arabic Language, Qismul Fiqhi wa Ushuluhu, Universitas Muhammadiyah Surakarta). Asli : Aceh Tamiang, NAD.
Wah..lengkap bngt y, hehe..
DIMANA ALLAH SEKARANG INI??..bagus pertanyaannya, ilmiah..salam knl y 😉
ketemu di –> http://cyberwhite.wordpress.com/2008/09/01/apa-yang-ada-sebelum-allah/
sebutir debu
salut utk tulisan saudara jafar..
salut juga utk saudara awe atas komentarnya..
seperti padi, semakin tunduk karena semakin berisi..
ardi nagan
Mantap wak, apa kabar
badai 40
salam kenal buat sufi muda dan peziarah lain, juga trutama buat bung arRall
kalau ada pertanyaan dimana Allah skarang hanya bisa dijawab oleh yg sudah pernah brtemu dgnNYA, bukan membatasi atau mengecilkan kekuasaanNYA yg memerlukan ruang dan waktu,tanyakan pd Sufi muda atau sufi wanita dan awe mereka sudah pernah bertemu dgnNYA, ” Tidak dapat memuat bumi dan langitKU kan ZATKU,namun AKU digapai oleh HATI hambaku yang mukmin ,lunak dan tenang”
Abi Zahra
Teruskan perjuanganmu saudara jafar dan saudara awe.
Kami akan mendukungmu…
Tetapi ada juga yang terlewatkan, bahwasanya thariqat itu jelek karena ada sebagian jamaah thariqat yang berprilaku tidak sesuai dengan thariqat itu sendiri yaitu kurang beradab..
Mari kita benahi bersama.